Flu Spanyol
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. |
| Penyakit | Influenza |
|---|---|
| Galur virus | Galur A/H1N1 |
| Lokasi | Seluruh dunia |
| Tanggal | Februari 1918 – April 1920 |
| Kasus dicurigai‡ | 500 juta (diperkirakan)[1] |
Kematian | 25–50 juta (umumnya diterima), perkiraan lain berkisar antara 17 hingga 100 juta[2][3][4] |
| ‡ Kasus yang dicurigai belum dikonfirmasi karena galur ini sedang diteliti di laboratorium. Beberapa galur lain mungkin telah dicegah. | |
Pandemi flu 1918–1920, yang juga dikenal sebagai epidemi Influenza Besar atau dengan sebutan keliru yang umum, flu Spanyol, adalah pandemi influenza global yang sangat mematikan yang disebabkan oleh subtipe H1N1 dari virus influenza A. Kasus pertama yang tercatat terjadi pada Maret 1918 di County Haskell, Kansas, Amerika Serikat, dengan kasus-kasus lain tercatat di Prancis, Jerman, dan Britania Raya pada April. Dua tahun kemudian, hampir sepertiga populasi global, atau sekitar 500 juta orang, telah terinfeksi. Perkiraan jumlah korban tewas berkisar antara 17 juta hingga 50 juta,[5][6] dan mungkin mencapai 100 juta,[7] menjadikannya pandemi paling mematikan dalam sejarah.
Pandemi ini merebak menjelang akhir Perang Dunia I, ketika sensor masa perang di negara-negara yang terlibat konflik menekan pemberitaan buruk demi menjaga moral masyarakat. Sebaliknya, surat kabar di Spanyol yang bersifat netral melaporkan wabah tersebut secara bebas, sehingga menimbulkan kesan keliru bahwa Spanyol merupakan pusat awal pandemi dan melahirkan sebutan "flu Spanyol". Keterbatasan data epidemiologis historis membuat asal geografis pandemi ini tidak dapat dipastikan, dengan berbagai hipotesis yang saling bersaing mengenai pola penyebaran awalnya.[1]
Sebagian besar wabah influenza biasanya menyebabkan kematian yang lebih tinggi pada kelompok usia muda dan lanjut usia, tetapi pandemi ini menunjukkan tingkat kematian yang tidak biasa pada orang dewasa muda.[8] Para ilmuwan menawarkan beberapa penjelasan terkait tingginya angka kematian tersebut, termasuk anomali iklim selama enam tahun yang memengaruhi migrasi vektor penyakit sehingga meningkatkan kemungkinan penularan melalui perairan.[9] Namun, klaim mengenai tingginya kematian pada orang dewasa muda masih diperdebatkan.[10] Kekurangan gizi, kepadatan kamp dan rumah sakit militer, serta buruknya kondisi kebersihan yang diperparah oleh perang, mendorong terjadinya superinfeksi bakteri, yang menyebabkan sebagian besar korban meninggal setelah menjalani masa sakit yang umumnya berkepanjangan.[11][12]
Etimologi
[sunting | sunting sumber]Meskipun asal geografinya tidak diketahui, penyakit ini disebut flu Spanyol sejak gelombang pertama pandemi.[13][14][15] Spanyol tidak terlibat dalam Perang Dunia I dan tetap netral. Pada saat yang sama, penyensoran pada masa perang juga tidak diberlakukan di sana.[16][17] Oleh karena itu, surat kabar bebas melaporkan dampak epidemi, seperti penyakit parah Raja Alfonso XIII dari Spanyol dan cerita yang tersebar luas ini seolah mengesankan bahwasanya Spanyol sangat terdampak oleh pandemi ini.[18]
Nama lain juga digunakan semasa pandemi. Mirip dengan nama flu Spanyol, banyak di antaranya juga menyinggung asal mula penyakit tersebut. Di Senegal, penyakit ini dinamakan 'flu Brasil' dan di Brasil, penyakit ini dinamakan 'flu Jerman', manakala di Polandia, penyakit ini dikenal dengan 'penyakit Bolshevik'.[19] Di Spanyol sendiri, "Tentara Napoli" digunakan untuk menjuluki flu ini, setelah salah satu penulis libreto menyindir bahwa nomor musik paling populer dari sandiwara itu, Tentara Napoli, sama menariknya dengan flu tersebut; Tentara Napoli sendiri berpunca dari operet tahun 1916 berjudul The Song of Forgetting (La canción del olvido).[20] Kini, 'flu Spanyol' (Gripe Española) adalah nama yang paling banyak digunakan bagi pandemi ini di Spanyol.[21]
Istilah lain bagi virus ini di antaranya "pandemi influenza 1918", "pandemi flu 1918", atau variasi dari kedua istilah itu.[22][23][24]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Gelombang pertama: awal 1918
[sunting | sunting sumber]Pandemi ini pertama kali dimulai pada 4 Maret 1918 lewat kasus bernama Albert Gitchell, seorang juru masak tentara di Camp Funston, Kansas, United States, meskipun terdapat kemungkinan adanya kasus sebelum dirinya.[25] Penyakit ini telah diamati di Haskell pada Januari 1918 dan mendorong dokter setempat Loring Miner untuk memperingati jurnal akademik Dinas Kesehatan Masyarakat Amerika Serikat.[26] Dalam beberapa hari, 522 pria di kamp dilaporkan sakit.[27] Pada 11 Maret 1918, virus telah mencapai Queens, New York.[28] Kegagalan mengambil tindakan pencegahan pada bulan Maret atau April kemudian mendapat kritik.[29]
Karena Amerika Serikat bergabung dalam Perang Dunia I, penyakit ini menyebar dengan sangat cepat dari Kamp Funston, tempat pelatihan utama bagi Pasukan Ekspedisi Amerika, ke kamp-kamp Angkatan Darat Amerika Serikat lainnya dan Eropa, sehingga menjadi epidemi di kawasan Barat Tengah, Pantai Timur, dan pelabuhan di Prancis pada April 1918, serta mencapai Perang Dunia pada pertengahan April.[25] Penyakit ini kemudian menyebar dengan sangat cepat ke wilayah Prancis lainnya, Britania Raya, Italia, dan Spanyol, serta mencapai Breslau dan Odessa pada bulan Mei. Setelah menandatangani Perjanjian Brest-Litovsk (Maret 1918), Jerman mulai membebaskan tawanan perang Rusia, yang kemudian membawa penyakit itu ke tanah airnya.[30] Penyakit ini mencapai Afrika Utara, India, dan Jepang pada bulan Mei, serta setelah itu kemungkinan besar menyebar ke seluruh dunia seperti kasus yang dilaporkan di Asia Tenggara pada bulan April.[31] Pada bulan Juni, wabah dilaporkan di Tiongkok.[32] Setelah mencapai Australia pada bulan Juli, gelombang pertama mulai melandai.
Gelombang pertama flu berlangsung dari triwulan pertama 1918 dan cenderung ringan.[33] Tingkat kematian tidak terlalu jauh di atas biasanya;[34] sekira 75 ribu kematian yang berkaitan dengan flu dilaporkan pada enam bulan pertama tahun 1918 di Amerika Serikat, dibandingkan dengan sekira 63 ribu kematian selama tempo waktu yang sama pada 1915.[35] Kurang dari seribu orang meninggal karena influenza antara Mei dan Juni 1918 di Madrid, Spanyol.[36] Tiada karantina yang dilaporkan selama triwulan pertama 1918. Namun, gelombang pertama menyebabkan gangguan yang signifikan dalam operasi militer Perang Dunia I, dengan tiga perempat tentara Prancis, setengan pasukan Inggris, dan lebih dari 900,000 tentara Jerman menderita penyakit ini.[37]
Gelombang kedua: akhir 1918
[sunting | sunting sumber]
Gelombang kedua bermula pada pertengahan akhir Agustus, mungkin menyebar ke Boston dan Freetown, Sierra Leone, dengan kapal dari Brest, tempat gelombang itu kemungkinan besar tiba dengan pasukan Amerika Serikat atau rekrutan Prancis bagi pelatihan angkatan laut.[37] Dari Boston Navy Yard dan Camp Devens (kemudian berganti nama menjadi Fort Devens), sekitar 30 mil barat Boston, situs militer Amerika Serikat lainnya segera terdampak, begitu pula pasukan yang diangkut ke Eropa.[38] Pergerakan pasukan membuat penyakit ini menyebar selama dua bulan ke depan ke seluruh Amerika Utara, dan kemudian ke Amerika Tengah dan Amerika Selatan, juga mencapai Brasil dan Karibia lewat kapal..[39] Pada Juli 1918, penyakit ini menjangkiti beberapa tentara Kekaisaran Utsmaniyah.[40] Dari Freetown, pandemi terus menyebar melalui Afrika Barat di sepanjang pantai, sungai, dan rel kereta api kolonia, serta dari rel kereta api ke masyarakat yang lebih terpencil, sementara penyakit tersebut menyebar ke Afrika Selatan pada bulan September lewat kapal yang membawa kembali anggota Korps Buruh Pribumi Afrika Selatan yang kembali dari Prancis.[39] Dari situ, penyakit ini menyebar ke seluruh bagian selatan Aftika dan di luar Zambezi. Penyakit ini mencapai Etiopia pada bulan November.[41] On September 15, New York City saw its first fatality from influenza.[42] Pada 15 November, kematian pertama akibat influenza dilaporkan di Kota New York.[43] Philadelphia Liberty Loans Parade yang diselenggarakan pada 28 September 1918 untuk memperomosikan obligasi pemerintah bagi Perang Dunia I mengakibatkan 12 ribu kasus kematian setelah wabah penyakit besar menyebar di antara orang-orang yang menghampiri parade.[44]

Dari Eropa, penyakit ini menyebar hingga Rusia, dibawa ke Arkhangelsk oleh campur tangan Rusia Utara, serta kemudian menyebar ke seluruh Asia setelah Perang Saudara Rusia dan jalur kereta api Trans-Siberia, mencapai Iran (penyakit ini menyebar melalui kota suci Masyhad), berikut India pada bulan September, kemudian Cina dan Jepang pada bulan Oktober.[45] Perayaan gencatan senjata 11 November 1918 juga menyebabkan wabah di Lima dan Nairobi, tetapi pada bulan Desember gelombang kedua sebagian besar telah berakhir.[46]
Gelombang kedua pandemi 1918 lebih mematikan daripada gelombang pertama. Gelombang pertama menyerupai wabah flu biasa ketika yang paling berisiko adalah pesakit dan orang lanjut usia, manakala orang yang lebih muda dan sehat dapat pulih dengan mudah. Oktober 1918 adalah bulan dengan tingkat kematian tertinggi dari seluruh pandemi.[47] Di Amerika Serikat, sekira 292 ribu kasus kematian dilaporkan antara September –December 1918, dibandingkan dengan sekira 26 ribu kasus kematian selama tempo waktu yang sama pada tahun 1915.[35] Belanda melaporkan lebih dari 40 ribu kasus kematian karena influenza dan penyakit pernapasan akut.[48] Pandemi Flu 1918 di India adalah yang paling mematikan, dengan estimasi 12,5-20 juta kematian dilaporkan pada kuartal akhir 1918.[33]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 Taubenberger & Morens 2006.
- ↑ "Pandemic Influenza Risk Management WHO Interim Guidance" (PDF). World Health Organization. 2013. hlm. 25. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 21 January 2021. Diakses tanggal 21 August 2021.
- ↑ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernamapmid30202996 - ↑ Rosenwald MS (7 April 2020). "History's deadliest pandemics, from ancient Rome to modern America". The Washington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 April 2020. Diakses tanggal 11 April 2020.
- ↑ CDC (2019-12-17). "The Discovery and Reconstruction of the 1918 Pandemic Virus". Centers for Disease Control and Prevention (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 March 2020. Diakses tanggal 2022-09-19.
- ↑ Spreeuwenberg (2018-09-07). "Reassessing the Global Mortality Burden of the 1918 Influenza Pandemic". Our World in Data (dalam bahasa American English). 187 (12): 2561–2567. doi:10.1093/aje/kwy191. PMC 7314216. PMID 30202996. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 September 2021. Diakses tanggal 2024-09-17.
- ↑ Barry JM (2021). The Great Influenza: The Story of the Deadliest Pandemic in History. Penguin Books. hlm. 397–398. ISBN 978-0-14-303649-4.
- ↑ Gagnon, Miller & et al 2013, hlm. e69586.
- ↑ More AF, Loveluck CP, Clifford H, Handley MJ, Korotkikh EV, Kurbatov AV, McCormick M, Mayewski PA (September 2020). "The Impact of a Six-Year Climate Anomaly on the "Spanish Flu" Pandemic and WWI". GeoHealth. 4 (9) e2020GH000277. Bibcode:2020GHeal...4..277M. doi:10.1029/2020GH000277. ISSN 2471-1403. PMC 7513628. PMID 33005839.
- ↑ Marshall L (2023-10-09). "1918 flu pandemic myth debunked by skeletal remains". CU Boulder Today (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 March 2024. Diakses tanggal 2024-03-26.
- ↑ Brundage JF, Shanks GD (December 2007). "What really happened during the 1918 influenza pandemic? The importance of bacterial secondary infections". The Journal of Infectious Diseases. 196 (11): 1717–18, author reply 1718–19. doi:10.1086/522355. PMID 18008258.
- ↑ Marshall L (2023-10-09). "1918 flu pandemic myth debunked by skeletal remains". CU Boulder Today (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 March 2024. Diakses tanggal 2024-03-26.
- ↑ Dave Roos (3 March 2020). "Why the Second Wave of the 1918 Spanish Flu Was So Deadly". History.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-07-30. Diakses tanggal 23 July 2020.
- ↑ Porras-Gallo & Davis 2014, hlm. 51.
- ↑ Galvin 2007.
- ↑ "Spanish flu facts". Channel 4 News. Diarsipkan dari asli tanggal 27 January 2010.
- ↑ Anderson S (29 August 2006). "Analysis of Spanish flu cases in 1918–1920 suggests transfusions might help in bird flu pandemic". American College of Physicians. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 November 2011. Diakses tanggal 2 October 2011.
- ↑ Barry 2004, hlm. 171.
- ↑ Spinney 2018, hlm. 58.
- ↑ Davis 2013, hlm. 103–36.
- ↑ Landgrebe, Phillip (29 December 2018). "100 Years After: The Name of Death". historycampus.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 August 2020. Diakses tanggal 16 August 2020.
- ↑ "Pandemic influenza: an evolving challenge". World Health Organization. 22 May 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 March 2020. Diakses tanggal 20 March 2020.
- ↑ "Influenza pandemic of 1918–19". Encyclopaedia Britannica. 4 March 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 March 2020. Diakses tanggal 20 March 2020.
- ↑ Chodosh S (18 March 2020). "What the 1918 flu pandemic can teach us about COVID-19, in four charts". PopSci. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-12-24. Diakses tanggal 20 March 2020.
- 1 2 Spinney, Laura (2018). Pale rider: the Spanish flu of 1918 and how it changed the world. Vintage. hlm. 36. ISBN 978-1-78470-240-3. OCLC 1090305029.
- ↑ Barry, John M (2004-01-20). "The site of origin of the 1918 influenza pandemic and its public health implications". Journal of Translational Medicine. 2 (1): 3. doi:10.1186/1479-5876-2-3. ISSN 1479-5876. PMC 340389. PMID 14733617. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
- ↑ "1918 Flu (Spanish flu epidemic)". Avian Bird Flu. Diarsipkan dari asli tanggal 21 May 2008.
- ↑ Sheidlower, Noah (2020-03-17). "How NYC Survived the 1918 Spanish Flu Pandemic". Untapped New York (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2020-09-29. Diakses tanggal 2020-10-08.
- ↑ Billings 1997.
- ↑ "The Memoirs of Herbert Hoover: Years of Adventure, 1874–1920. (New York: Macmillan Company. 1951. pp. xi, 496.) and Herbert Hoover and the Russian Prisoners of World War I: A Study in Diplomacy and Relief, 1918–1919. By Edward F. Willis. (Stanford: Stanford University Press. 1951. pp. viii, 67.)". The American Historical Review: 12. 2011. doi:10.1086/ahr/57.3.709. ISSN 1937-5239.
- ↑ Spinney, Laura (2018). Pale rider: the Spanish flu of 1918 and how it changed the world. Vintage. hlm. 37. ISBN 978-1-78470-240-3. OCLC 1090305029.
- ↑ "Queer Epidemic Sweeps North China; Banks and Silk Stores in Peking Closed – Another Loan Sought from Japan". The New York Times (dalam bahasa American English). Juni 1, 1918. ISSN 0362-4331. Diarsipkan dari asli tanggal Juni 24, 2020. Diakses tanggal Juni 22, 2020.
- 1 2 Patterson, K. David; Pyle, Gerald F. (1991). "The Geography and Mortality of the 1918 Influenza Pandemic". Bulletin of the History of Medicine. 65 (1): 4–21. JSTOR 44447656. PMID 2021692.
- ↑ Taubenberger, Jeffery K.; Morens, David M. (2006). "1918 Influenza: the Mother of All Pandemics". Emerging Infectious Diseases. 12 (1): 15–22. doi:10.3201/eid1201.050979. PMC 3291398. PMID 16494711.
- 1 2 "Mortality Statistics 1918: Nineteenth Annual Report" (PDF). United States Census Bureau. 1920. hlm. 28. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-07-11. Diakses tanggal 29 May 2020.
- ↑ Erkoreka, Anton (2010). "The Spanish influenza pandemic in occidental Europe (1918–1920) and victim age". Influenza and Other Respiratory Viruses. 4 (2): 81–89. doi:10.1111/j.1750-2659.2009.00125.x. PMC 5779284. PMID 20167048.
- 1 2 Spinney, Laura. (2018). Pale rider : the Spanish flu of 1918 and how it changed the world. Vintage. hlm. 38. ISBN 978-1-78470-240-3. OCLC 1090305029.
- ↑ Byerly CR (April 2010). "The U.S. military and the influenza pandemic of 1918–1919". Public Health Reports. 125 Suppl 3: 82–91. PMC 2862337. PMID 20568570.
- 1 2 Spinney, Laura. (2018). Pale rider : the Spanish flu of 1918 and how it changed the world. Vintage. hlm. 39. ISBN 978-1-78470-240-3. OCLC 1090305029.
- ↑ "Atatürk işgalcilerden önce İspanyol Gribini yenmişti". www.sozcu.com.tr (dalam bahasa Turki). Diarsipkan dari asli tanggal 2020-11-08. Diakses tanggal 2020-11-02.
- ↑ Spinney, Laura. (2018). Pale rider : the Spanish flu of 1918 and how it changed the world. Vintage. hlm. 40. ISBN 978-1-78470-240-3. OCLC 1090305029.
- ↑ Barry, John M. (2005). The Great Influenza. United States: Penguin Books. hlm. 270. ISBN 0670894737.
On September 15, New York City's first influenza death occurred.
- ↑ Barry, John M. (2005). The Great Influenza. United States: Penguin Books. hlm. 270. ISBN 0670894737.
On September 15, New York City's first influenza death occurred.
- ↑ Flynn, Meagan (12 March 2020). "What happens if parades aren't canceled during pandemics? Philadelphia found out in 1918, with disastrous results". Washington Post. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-07-04. Diakses tanggal 9 July 2020.
- ↑ Spinney, Laura. (2018). Pale rider : the Spanish flu of 1918 and how it changed the world. Vintage. hlm. 41. ISBN 978-1-78470-240-3. OCLC 1090305029.
- ↑ Spinney, Laura. (2018). Pale rider : the Spanish flu of 1918 and how it changed the world. Vintage. hlm. 42. ISBN 978-1-78470-240-3. OCLC 1090305029.
- ↑ Kenner, Robert (18 January 2010). "Influenza 1918". American Experience. Musim 10. Episode 5. PBS. WGBH. Transcript.
- ↑ "Epidemic Influenza". hlm. 93. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-07-04. Diakses tanggal 4 July 2020.
Daftar pustaka
[sunting | sunting sumber]- Barry, John M. (2004). The Great Influenza: The Epic Story of the Greatest Plague in History. Viking Penguin. ISBN 0-670-89473-7.
- Crosby, Alfred W. (1990). America's Forgotten Pandemic: The Influenza of 1918. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-38695-0.
- Johnson, Niall (2006). Britain and the 1918-19 Influenza Pandemic: A Dark Epilogue. London and New York: Routledge. ISBN 0-415-36560-0.
- Johnson, Niall (2003). "Measuring a pandemic: Mortality, demography and geography". Popolazione e Storia: 31–52.
- Johnson, Niall (2003). "Scottish 'flu – The Scottish mortality experience of the "Spanish flu". Scottish Historical Review. 83 (2): 216–226.
- Johnson, Niall (2002). "Updating the accounts: global mortality of the 1918–1920 'Spanish' influenza pandemic". Bulletin of the History of Medicine. 76: 105–15.
- Mendes, Shawn (1998). The Great Pandemic of The Greatest Plague in History
- Kolata, Gina. Flu: The Story of the Great Influenza Pandemic of 1918 and the Search for the Virus That Caused It (1999) ISBN 0-374-15706-5
- Little, Jean (2007). If I Die Before I Wake: The Flu Epidemic Diary of Fiona Macgregor, Toronto, Ontario, 1918. Dear Canada. Markham, Ont.: Scholastic Canada. ISBN 9780439988377.
- Noymer, Andrew (2000). "The 1918 Influenza Epidemic's Effects on Sex Differentials in Mortality in the United States". Population and Development Review. 26 (3): 565–581. ISSN 0098-7921.
- Oxford JS, Sefton A, Jackson R, Innes W, Daniels RS, Johnson NP (2002). "World War I may have allowed the emergence of "Spanish" influenza". The Lancet infectious diseases. 2 (2): 111–4. PMID 11901642. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- Oxford JS, Sefton A, Jackson R, Johnson NP, Daniels RS (1999). "Who's that lady?". Nat. Med. 5 (12): 1351–2. doi:10.1038/70913. PMID 10581070. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- Phillips, Howard (2003). The Spanish Flu Pandemic of 1918: New Perspectives. London and New York: Routledge.
- Rice, Geoffrey W. (1993). "Pandemic Influenza in Japan, 1918-1919: Mortality Patterns and Official Responses". Journal of Japanese Studies. 19 (2): 389–420. ISSN 0095-6848.
- Rice, Geoffrey W. (2005). Black November: the 1918 Influenza Pandemic in New Zealand. Canterbury University Press. ISBN 1-877257-35-4. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
- Tumpey TM, García-Sastre A, Mikulasova A; et al. (2002). "Existing antivirals are effective against influenza viruses with genes from the 1918 pandemic virus". Proc. Natl. Acad. Sci. U.S.A. 99 (21): 13849–54. doi:10.1073/pnas.212519699. PMID 12368467. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-05-02. Diakses tanggal 2007-12-30. ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Video from Expert Panel Discussion on Avian Flu Diarsipkan 2007-12-13 di Wayback Machine.
- Nature "Web Focus" on 1918 flu, including new research Diarsipkan 2017-07-13 di Wayback Machine.
- Influenza Pandemic on stanford.edu Diarsipkan 2022-10-12 di Wayback Machine.
- Article: The Deadliest Fall
- Influenza 1918 in the United States on pbs.org Diarsipkan 2009-12-03 di Wayback Machine.
- Secrets of the Dead: Killer Flu (PBS) Diarsipkan 2007-12-12 di Wayback Machine.
- Flu by Eileen A. Lynch. The devastating effect of the Spanish flu in the city of Philadelphia, PA, USA Diarsipkan 2005-03-04 di Wayback Machine.
- Dialog: An Interview with Dr. Jeffery Taubenberger on Reconstructing the Spanish Flu Diarsipkan 2023-05-25 di Wayback Machine.
- The Deadly Virus - The Influenza Epidemic of 1918 Diarsipkan 2023-06-25 di Wayback Machine., by the National Archives and Records Administration (see actual pictures and records of the time).
- The 1918 Influenza Pandemic in New Zealand - includes recorded recollections of people who lived through it Diarsipkan 2012-01-17 di Wayback Machine.
- Experts Unlock Clues to Spread of 1918 Flu Virus Diarsipkan 2013-10-26 di Wayback Machine. - The New York Times
- PBS - recovery of flu samples from Alaskan flu victims Diarsipkan 2009-03-04 di Wayback Machine.
- An Avian Connection as a Catalyst to the 1918-1919 Influenza Pandemic Diarsipkan 2023-06-03 di Wayback Machine.
- Alaska Science Forum - Permafrost Preserves Clues to Deadly 1918 Flu Diarsipkan 2012-04-19 di Wayback Machine.
- Pathology of Influenza in France, 1920 Report Diarsipkan 2006-06-14 di Wayback Machine.
- "Deadly secret of 1918 flu virus unmasked" Diarsipkan 2007-12-28 di Wayback Machine., Cosmos magazine, September 2006
- Yesterday's News blog Diarsipkan 2007-03-14 di Wayback Machine., 1918 newspaper account on impact of flu on Minneapolis
- "Lethal secrets of 1918 flu virus" Diarsipkan 2023-05-30 di Wayback Machine. BBC News, January 2007
- "Study uncovers a lethal secret of 1918 influenza virus" Diarsipkan 2007-01-22 di Wayback Machine. University of Wisconsin - Madison, January 17, 2007
- "The site of origin of the 1918 influenza pandemic and its public health implications" Diarsipkan 2008-10-25 di Wayback Machine. Journal of Translational Medicine, January 20, 2004