Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bantuan · Komunitas · Portal · ProyekWiki · Permintaan artikel · Pengusulan
Bintang ini, yang sedang diteliti dengan lup, menandakan calon artikel pilihan yang sedang didiskusikan di Wikipedia.

Di sini komunitas menentukan artikel apa yang menjadi artikel pilihan. Artikel pilihan adalah karya terbaik komunitas Wikipedia yang memenuhi kriteria artikel pilihan.

Pengusul calon diharapkan untuk memperbaiki artikel berdasarkan masukan yang diterima di sini. Suatu artikel tidak boleh diusulkan menjadi artikel pilihan bersamaan waktu dengan diusulkan jadi artikel bagus.

Untuk mendapatkan status artikel pilihan, artikel tersebut harus mencapai konsensus yang menyetujui bahwa artikel yang diusulkan sudah memenuhi kriteria. Konsensus ditetapkan setelah komunitas menyetujuinya. Apabila setelah waktu yang lama masukan terhadap artikel belum diperbaiki atau konsensus tidak dapat dicapai, usulan akan ditolak. Pengusulan yang disetujui maupun ditolak nantinya diarsipkan di halaman terpisah setiap bulannya, lihat arsip pengusulan disetujui dan ditolak bulan ini.

Daftar Isi

Artikel pilihan:

Prosedur pengusulan

  1. Sebelum mengusulkan calon, pastikan bahwa artikel tersebut sudah memenuhi semua kriteria artikel pilihan.
  2. Berikan {{StatusAP nominasi}} pada halaman pembicaraan artikel yang diusulkan.
  3. Buat halaman pengusulan:
  4. Salin tulisan ini: {{/nama artikel}}, kemudian sunting bagian Usulan pada halaman yang sedang anda baca saat ini, dan tempelkan yang telah Anda salin di paling atas daftar calon. Ganti "nama artikel" dengan judul artikel yang Anda usulkan.

Peninjauan artikel

Untuk pengusul

  • Pengusul haruslah bertanggung jawab atas usulannya. Artinya, ia harus siap untuk membaca dan menerapkan isi saran-saran dari pengguna lain, atau memberikan penjelasan yang mendalam apabila ia tidak setuju dengan sarannya
  • Tujuan dari sistem ini adalah untuk meningkatkan mutu artikel yang diusulkan. Tidak perlu merasa tersinggung atas saran-saran yang diberikan, karena tujuannya baik, yaitu untuk menyempurnakan artikel

Untuk pembaca

  • Untuk menanggapi pengusulan, klik "Sunting sumber" pada kanan judul artikel (Bukan "Sunting sumber" pada paling atas halaman ini)
  • Dimohon untuk tidak sekadar memberikan suara setuju ataupun tidak setuju, tetapi berikanlah peninjauan terhadap isi artikel yang telah diusulkan. Komentar-komentar singkat yang tidak membangun seperti "bagus sekali" tidak akan digubris atau bahkan dapat dihapus sewaktu-waktu. Walau demikian, suara tersebut tidak berpengaruh terhadap pengusulan karena sistem ini tidak mewajibkan adanya pemberian suara. Suara tersebut lebih menekankan kepada pengguna lainnya bahwa Anda sudah selesai dan tidak sedang meninjau atau menunggu jawaban.
  • Jangan malu atau segan memberi saran. Walaupun artikel sudah bagus dan menurut Anda sang penulis lebih "pintar" dibanding Anda, pasti tetap ada celah-celah yang bisa diperbaiki
  • Untuk menekankan perkataan atau kalimat yang hendak dikomentari, dapat digunakan {{xt}}, {{font color}}, atau templat warna yang tersedia di sini
  • Bila sebuah komentar telah terselesaikan, beri {{sudah}} di bawah komentar. Bila sebuah komentar tidak terselesaikan, beri {{belum}} di bawah komentar

Penerimaan artikel

  • Untuk menerima usulan AP, semua prasyarat berikut harus terpenuhi:
  1. Sudah ada konsensus kalau isi artikel sudah sesuai kriteria AP
  2. Peninjauan sudah dilakukan secara komprehensif, artinya peninjau terlihat sudah membaca dan menimbang artikel tersebut dengan mendalam
  • Untuk menjaga kenetralan, pengusul maupun penulis utama artikel tidak boleh menjadi orang yang menutup diskusi dengan status "diterima"
  • Apabila sudah ada peninjauan menyeluruh dari dua pengguna, dan isi peninjauan itu sudah ditanggapi atau dikerjakan, maka boleh ditutup setelah 14 hari; apabila sudah ada peninjauan menyeluruh dari satu pengguna, dan isi peninjauan itu sudah ditanggapi atau dikerjakan, maka boleh ditutup setelah 30 hari
  • Pengusulan bisa tetap dibiarkan terbuka selama maksimal 3 bulan kalau belum ada yang meninjau
  • Usulan AP dapat ditutup tanpa penerimaan, apabila salah satu prasyarat berikut telah dipenuhi:
  1. Pengusul menarik usulannya
  2. Mutu artikel terlampau jauh dari kriteria artikel pilihan
  3. Jika terlalu banyak peninjau yang menyatakan kualitas artikel terlampau jauh dari kriteria artikel pilihan (dengan menjelaskan alasannya), usulan dapat ditutup
  4. Saran-saran yang masuk akal dan wajar sudah diberikan, tetapi tidak ditanggapi atau dikerjakan
  5. Peninjauan sudah berjalan 3 bulan, tetapi kriteria penerimaan di atas belum terpenuhi

Setelah disetujui

Suatu artikel yang sudah disetujui menjadi artikel pilihan akan dihapus dari halaman ini lalu didaftarkan terlebih dahulu ke halaman arsip, halaman artikel pilihan menurut topik, dan halaman jadwal usulan.

Usulan

Genosida Armenia

Pengusul: Glorious Engine (b • k • l)
Status:    Dalam diskusi

Seperti halnya artikel Penindasan Diokletianus yang jadi AP, mungkin saya bisa lanjutkan pemajuan artikel lain mengenai penindasan Kristiani dengan artikel Genosida Armenia. Artikel ini dikembangkan oleh 3 pengembang sekaligus, bung DW pada bagian awal, bung SV pada bagian awal dan tengah dan bung KS pada bagian akhir. --Glorious Engine (bicara) 13 Maret 2023 04.25 (UTC)Balas[balas]

Komentar Dedhert.Jr

Saya sudah lihat beberapa pengguna di riwayat suntingan yang terlibat dalam mengembangkan atau memperbaiki artikel. Alih-alih bung GE yang menjawab, saya akan memanggil beberapa pengguna lain saja: Stephanus Victor, Cahyogunadi, Kris Simbolon, dan Danu Widjajanto (sekarang beliau sudah pensiun. Gak tahu apakah beliau akan aktif dalam pengusulan ini atau tidak). Beri saya beberapa waktu untuk meninjau. Dedhert.Jr (bicara) 14 Maret 2023 07.31 (UTC)Balas[balas]

Sekadar info, bung SV nggak mau dilibatkan dalam pengusulan (lihat keterangannya di Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan/Cento Vergilianus de laudibus Christi/2), bung DW pensiun, nggak tau deh kalo bung CG ama bung KS, sama saya saja nggak apa-apa, tanpa keterlibatan pengembang juga sebetulnya usulannya bisa jalan, contoh kasus: Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan/Sanherib --Glorious Engine (bicara) 14 Maret 2023 07.36 (UTC)Balas[balas]
@Glorious Engine Mohon maaf, bukan bermaksud untuk menyakiti Anda, tetapi setelah saya melihat beberapa pengusulan AP yang Anda lakukan sebelumnya, Anda sama sekali tidak menyimak apa yang dipertanyakan peninjau; contohnya di usulan Norodum Sihanouk saya bertanya bisakah diganti dengan prosa, tetapi Anda malah menghapus tabel-tabel tersebut. Maka dari itu saya mulai agak sedikit ragu kalau Anda yang mengusulkan artikel ini sementara yang lainnya sudah menerjemahkan. Saya takutnya Anda akan memanggil beberapa pengguna karena tidak mengetahui beberapa komentar atau pertanyaan oleh peninjau. Dedhert.Jr (bicara) 14 Maret 2023 07.55 (UTC)Balas[balas]
Itu sudah dari berbulan-bulan yang lalu, sekarang beda, saya baca artikel tersebut sepenuhnya, berulang-ulang malahan. Begini aja, poin peninjauan yang di-ping-kan oleh Anda ke bung CG & KS biar mereka sendiri yang jawab kalo bersedia (ping ke bung DW & SV tidak termasuk) tapi kalo tak kunjung dijawab, maka biar saya yang mengerjakannya. Sementara untuk poin peninjauan yang tidak di-ping-kan oleh siapapun, maka saya yang mengerjakannya. Bagaimana ? Maaf nih kalo salah-salah kata. --Glorious Engine (bicara) 14 Maret 2023 08.13 (UTC)Balas[balas]

Saya tidak ahli di bidang sejarah, tetapi akan saya tinjau sebisa mungkin. Here are the followings:

  • Tidak perlu ditanyakan. Cahyogunadi, ada alasan untuk menggunakan kata "eksistensi" alih-alih "keberadaan", "kehadiran", atau sinonim kata lainnya? Dedhert.Jr (bicara) 14 Maret 2023 07.55 (UTC)Balas[balas]
    • Oke, karena bung CG tak kunjung jawab, jadi saya saja yang bertindak, kata "eksistensi" saya ganti jadi "keberadaan" --Glorious Engine (bicara) 20 Maret 2023 04.46 (UTC)Balas[balas]
  • "Baik genosida Armenia maupun pembunuhan dan pengusiran massal terhadap warga Kristen Suryani dan Kristen Ortodoks Yunani telah melapangkan jalan bagi terwujudnya negara bangsa Turki." Nggak ada tanda baca , disini? Dedhert.Jr (bicara) 14 Maret 2023 08.00 (UTC)Balas[balas]
    •  Selesai Saya ganti jadi "Bersama dengan pembunuhan dan pengusiran massal terhadap warga Kristen Suryani dan Kristen Ortodoks Yunani, genosida Armenia telah melapangkan jalan bagi terwujudnya negara bangsa Turki."
  • "...kira-kira 1.500 tahun sebelum jazirah itu" --> jazirah mana yang dimaksud? Dedhert.Jr (bicara) 14 Maret 2023 08.00 (UTC)Balas[balas]
    •  Selesai Jazirah Anatolia. Saya tambahkan saja "Eksistensi bangsa Armenia di jazirah Anatolia sudah terdokumentasi sejak abad ke-6 SM" pada kalimat sebelumnya. --Glorious Engine (bicara) 14 Maret 2023 08.24 (UTC)Balas[balas]
  • "Sebaran populasi Armenia, peta tahun 1896" — Terdengar aneh saat saya membaca. Apakah agak sedikit melenceng terjemahannya bila diganti dengan "Peta yang menggambarkan populasi Armenia yang tersebar di tahun 1896"? Dedhert.Jr (bicara) 14 Maret 2023 07.55 (UTC)Balas[balas]
  • "Vilayet Diyarbekir", "Vilayet Erzerum", "Vilayet Harput", dan "Vilayet Van" dipranalakan dengan baik, tetapi tidak dengan "Vilayet Bitlis". Kenapa dibuat terpisah? Tidakkah sebaiknya digabungkan menjadi satu saja; dipranalakan ke Vilayet Bitlis. Dedhert.Jr (bicara) 14 Maret 2023 07.55 (UTC)Balas[balas]
  • Alih-alih "semifeodal", "semi-feodal"? Dedhert.Jr (bicara) 14 Maret 2023 07.55 (UTC)Balas[balas]

Komentar Stephanus Victor

  • Sekalipun menghargai wikipediawan yang sudah "kreatif" mengganti kalimat pertama pada artikel ini menjadi "Genosida Armenia adalah pemusnahan sistematis terhadap rakyat Armenia dan jati diri mereka di Kesultanan Utsmaniyah semasa Perang Dunia I", mungkin lantaran bertujuan supaya kalimatnya "enak" dibaca dan mudah dipahami, saya menganggap pengubahan tersebut telah mengaburkan (kalau tidak bisa disebut "sengaja menghilangkan") pokok pikiran yang hendak ditonjolkan kalimat aslinya dalam artikel wikipedia Inggris, yaitu upaya pemusnahan terhadap suatu bangsa (genosida) maupun jati diri kebangsaannya (national identity), yakni unsur-unsur kebudayaan mereka. Sebaiknya diganti menjadi "pemusnahan sistematis terhadap bangsa dan jati diri bangsa Armenia." Stephanus Victor (bicara) 14 Maret 2023 09.57 (UTC)Balas[balas]

 Selesai --Glorious Engine (bicara) 14 Maret 2023 10.33 (UTC)Balas[balas]

  • Kasus yang sama terjadi pada kalimat pertama paragraf kedua bagian pendahuluanː Sebelum Perang Dunia I, warga Armenia menempati posisi yang terlindungi, tetapi dihinakan, di dalam masyarakat kesultanan Utsmaniyah. Bukan soal perlindungannya yang diutamakan melainkan status hinanya yang ditonjolkan. Intinya, kaum zimi pertama-tama adalah golongan yang hina, warga negara dengan hak dan keleluasaan yang sangat terbatas serta harkat dan martabat yang jauh di bawah warga Muslim, baik di mata hukum lebih-lebih di mata agama-resmi-negara, dan hanya dilindungi selama mampu dan rela membayar jizyah. Pokok pikiran ini perlu diketahui terlebih dahulu supaya pembaca dapat memahami mentalita dan pola pikir yang melatarbelakangi (misalnya) tindakan pemerintah yang dengan gampangnya melancarkan genosida terhadap warga Armenia, dan menyita harta benda mereka yang notabene adalah warga negaranya sendiri lalu memberikannya kepada warga pendatang yang beragama Islam. Harap kalimatnya bisa dipulihkan sebagaimana mula-mula diterjemahkan, demi mempertahankan pokok pikiran yang hendak disampaikan. Stephanus Victor (bicara) 14 Maret 2023 13.08 (UTC)Balas[balas]

 Selesai Saya kembalikan jadi "Sebelum Perang Dunia I, warga Armenia menempati posisi yang hina tetapi dilindungi di dalam masyarakat kesultanan Utsmaniyah." --Glorious Engine (bicara) 14 Maret 2023 14.33 (UTC)Balas[balas]

Ruslan Tjakraningrat

Pengusul: Jeromi Mikhael (b • k • l)
Status:    Dalam diskusi

Gubernur Nusa Tenggara Barat pertama. Artikel sudah mandek selama beberapa bulan, baru bisa diselesaikan hari ini. Jeromi Mikhael (bicara) 16 Januari 2023 14.47 (UTC)Balas[balas]

Komentar Dedhert

Menolak Menolak untuk sementara. Artikel ini terlihat bagus dipandang, tapi sayangnya ada bagian-bagian yang masih sangat pendek, terutama di bagian "Wafat", "Kehidupan pribadi"; kemungkinan ini belum bisa dijadikan artikel pilihan untuk sementara. Apakah sebaiknya dikembangkan terlebih dahulu? Dedhert.Jr (bicara) 17 Januari 2023 11.23 (UTC)Balas[balas]

@Dedhert.Jr: Artikel ini sudah dikembangkan selama beberapa bulan dengan sumber yang tersedia dan sampai saat ini saya belum bisa menemukan sumber lain yang relevan selain dari sumber-sumber yang telah saya cantumkan. Untuk bagian "Wafat" dan "Kehidupan pribadi" sudah saya gabungkan dan saya tambahkan sedikit agar tidak terlalu pendek. Terkait dengan bagian-bagian yang masih sangat pendek, apakah masih ada lagi bagian yang pendek selain dua bagian tersebut? Terima kasih. Jeromi Mikhael (bicara) 17 Januari 2023 19.17 (UTC)Balas[balas]
@Jeromi Mikhael Sejujurnya, ini bukan ekspektasi saya bahwa artikel ini adalah karya yang luar biasa, melainkan justru ini malah terlihat seperti struktur pada artikel biografi yang berstatus AB; dalam artian masih biasa-biasa saja. Sebagai contoh, kalimat pengantar masih terdiri dari satu paragraf; apakah bisa dikembangkan lebih lanjut? Bisakah dibuat dua atau tiga paragraf untuk kalimat pengantar? Selain itu, Anda menyebutkan bahwa Anda belum bisa menemukan sumber lain yang relevan selain dari sumber-sumber yang telah dicantumkan, bukan? Ini yang selalu saya benaki disini, kalau artikel ini belum siap jadi artikel pilihan (atau kemungkinannya artikel bagus). Saya sarankan untuk tunggu sumber-sumbernya ditemukan dulu, baru kemudian Anda usul kembali. Dedhert.Jr (bicara) 18 Januari 2023 00.13 (UTC)Balas[balas]
Saya pribadi kurang setuju dengan pendapat ini. Setelah mengembangkan sejumlah artikel, memang banyak politisi Indonesia yang tidak begitu terbuka mengenai kehidupan pribadi, dan itu sah-sah saja dari sisi mereka. Intinya dalam kriteria adalah komprehensif, dan urusan kehidupan pribadi/wafat ya memang tidak begitu banyak informasinya, dan tidak sepenting sudut pandang karir. Juxlos (bicara) 30 Januari 2023 04.51 (UTC)Balas[balas]
@Juxlos Baiklah kalau begitu, terima kasih atas pencerahannya. Kalau begitu, saya akan tarik kembali suara saya, dan coba untuk meninjau kembali. Dedhert.Jr (bicara) 30 Januari 2023 06.43 (UTC)Balas[balas]

Mohon maaf kepada @Jeromi Mikhael, saya akan coba beri komentar disini.

Lede
  • Sebenarnya apakah bagian pembukanya bisa ditambahkan dua paragraf? Satu paragraf menurut saya masih kurang. Dedhert.Jr (bicara) 30 Januari 2023 07.26 (UTC)Balas[balas]
Masa kecil dan pendidikan
  • Untuk situs resmi pemerintah Nusa Tenggara Barat, tidakkah dibuat bentuk format kutipan alih-alih dibuat pranala? Dedhert.Jr (bicara) 30 Januari 2023 07.26 (UTC)Balas[balas]
  • Nama-nama sekolah yang berbahasa Belanda mungkin dimiringkan. Dedhert.Jr (bicara) 30 Januari 2023 07.26 (UTC)Balas[balas]
    Sejak kapan dalam kaidah KBBI, nama dalam bahasa asing dimiringkan? Setahu saya, sekolah adalah sebuah lembaga dan nama lembaga tidak usah dimiringkan. @Dedhert.Jr Apakah ada sumber yang mengharuskan memiringkan nama? Agus Damanik (bicara) 13 Maret 2023 16.06 (UTC)Balas[balas]
    Saya mengatakan "mungkin", yang berarti apakah dapat dimiringkan atau tidak. Setelah saya cari di KBBI, ternyata nama tempat atau bangunan tidak dimiringkan. Terima kasih sudah koreksi. Dedhert.Jr (bicara) 14 Maret 2023 02.40 (UTC)Balas[balas]
  • Ruslan kemudian pindah ke Batavia untuk melanjutkan pendidikannya di Algemeene Middelbare School Salemba bagian B (ilmu alam) — Apakah yang Anda maksud "bagian B (ilmu alam)" disini? Kemungkinan bagian tersebut perlu diklarifikasi. Dedhert.Jr (bicara) 30 Januari 2023 07.26 (UTC)Balas[balas]
    • @Dedhert.Jr: Sistemnya sama seperti penjurusan SMA ke IPA/IPS sekarang. Saya hapus agar tidak membingungkan.
Karier awal
Masa Hindia Belanda
  • Hmm... saya lihat ada pranala interwiki ke Wiktionary, seperti "mantri", "mantri polisi", "asisten wedana". Apakah ini harus? Aku rasa tidak. Dedhert.Jr (bicara) 2 Februari 2023 15.17 (UTC)Balas[balas]
    @Jeromi Mikhael Any response? Dedhert.Jr (bicara) 22 Februari 2023 09.03 (UTC)Balas[balas]
    @Dedhert.Jr: Saya rasa ini perlu. Istilah-istilah anakronistik seperti ini perlu dipranalakan ke artikel Wiktionary yang relevan agar dapat dipahami pembaca. Jeromi Mikhael (bicara) 25 Februari 2023 21.17 (UTC)Balas[balas]
    @Jeromi Mikhael Cukup baik. Menurut saya, tidak masalah mem-wikipranala-kan ke Wiktionary, tetapi sebenarnya dari sudut pandang saya, mempranalakan ke Proyek Wiki lain sangat jarang ditemui. Biasanya pengganti tersebut adalah membuat artikel glosarium tentang istilah-istilah yang berkenaan dengan militer; Anda dapat lihat contohnya di Glosarium permainan video. Dedhert.Jr (bicara) 26 Februari 2023 00.46 (UTC)Balas[balas]
Masa pendudukan Jepang
  • Kenapa "Pembela Tanah Air" dipranalakan dua? Sehubungan dengan komentar bung Dwadieff, apakah dapat diparafrasa ulang menjadi "maka dibentuknyalah Pembela Tanah Air (PETA)", dan mungkin dapat dijelaskan satuan militer apakah itu? Dedhert.Jr (bicara) 30 Januari 2023 07.26 (UTC)Balas[balas]
  • Ruslan ditempatkan sebagai Komandan Batalyon II Bangkalan dengan pangkat daidancho. — Kemungkinan banyak pembaca tidak akan mengerti dengan istilah militer di Jepang, salah satunya "daidancho". Tambahkan pengertiannya beserta penulisan bahasa Jepangnya, "komandan batalion (大団長 daidanchō)". Dedhert.Jr (bicara) 30 Januari 2023 07.26 (UTC)Balas[balas]
  • Belanda melancarkan serangan terhadap Pulau Madura pada Juli 1946, namun gagal.WP:NAMUN. Selain itu, Belanda gagal melancarkan serangan karena apa? Dedhert.Jr (bicara) 30 Januari 2023 07.26 (UTC)Balas[balas]
  • Pihak Belanda menawarkan bantuan pangan untuk rakyat Madura yang sedang mengalami kelaparan akibat blokade Belanda dengan ganti wilayah tersebut menjadi negara tersendiri. — Saya belum nyambung dengan kalimatnya, "wilayah tersebut" yang Anda maksud ini merupakan wilayah Madura, bukan? Dedhert.Jr (bicara) 30 Januari 2023 07.26 (UTC)Balas[balas]
  • Penyakit menular, seperti cacar... — Pranalakan "cacar". Dedhert.Jr (bicara) 30 Januari 2023 07.26 (UTC)Balas[balas]
  • Laporan dari kantor berita Reuters menyatakan bahwa 10,000... — Tanda koma diartikan sebagai "desimal". Gunakan titik. Dedhert.Jr (bicara) 30 Januari 2023 07.26 (UTC)Balas[balas]
Gubernur Nusa Tenggara Barat
Penanganan kelaparan dan pemberhentian
  • Tjakraningrat memulai operasi penanggulangan khusus, namun gagal untuk mengatasi bencana kelaparan di wilayah tersebut. — karena? Dedhert.Jr (bicara) 30 Januari 2023 07.26 (UTC)Balas[balas]
    • @Dedhert.Jr: Belum Belum selesai Di sumber tidak dijelaskan mengapa gagal.
Masa pensiun dan keluarga

Komentar Fazoffic

Kata "wafat" itu apa tidak terlalu berlebihan ya? ▪ ꦩꦣꦪ. Fazoffic ( ʖ╎ᓵᔑ∷ᔑ) 17 Januari 2023 14.49 (UTC)Balas[balas]

@Fazoffic: Terima kasih atas sarannya. Kata wafat sudah saya ganti dengan kata meninggal. Jeromi Mikhael (bicara) 17 Januari 2023 19.17 (UTC)Balas[balas]

Komentar dwadieff

  • "Ruslan meneruskan karier dalam birokrasi": mungkin perlu diperjelas di birokrasi yang mana? Indonesia? Jawa Timur?
  • @Dwadieff:  Selesai Sudah saya perjelas terkait birokrasi.
  • "Ruslan menjalani pendidikan dasar": mungkin lebih baik "menempuh"?
  • "pendidikannya di Algemeene Middelbare School": singkat saja jadi AMS, di sebutan pertama taruh "(AMS)"
  • "Atas usulan tokoh Indonesia": siapa?
  • "Pemerintah Tentara Jepang": mungkin lebih baik "pemerintah militer"?
  • "meminta setiap daerah di Jawa": setiap pemerintah daerah, barangkali?
  • "nantinya menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur": ganti dengan "kelak"
  • "dipanggil oleh ayahnya": ayahnya Ruslan atau ayahnya M. Noer?
  • @Dwadieff:  Selesai Saya perjelas menjadi titel bupati saja.
  • "Ruslan ditempatkan sebagai Komandan Batalyon II": komandan lazimnya tidak "ditempatkan", mungkin "ditugaskan"?
  • "Karier kepamongprajaan Ruslan terus berlanjut pada masa Jepang": apa PETA = pamong praja? Saya rasa tidak. Ganjil menerangkan kalau karirnya berlanjut sementara dia jadi PETA. Mungkin bisa diperjelas?
  • @Dwadieff:  Selesai Sudah saya perjelas. Untuk bagian ini bisa diperiksa kalau masih kurang jelas.
  • "Ruslan kembali mengalami pemindahan": tidak sangkil, "kembali dipindahkan" saja
  • "dengan ganti wilayah tersebut menjadi negara tersendiri": ini lebih kedengaran seperti syarat yang diajukan Belanda. Mungkin "dengan syarat Madura akan menjadi sebuah negara tersendiri"?
  • "namun tuntutan tersebut ditolak oleh delegasi Madura": di awal disebut ini tawaran, kenapa di akhir jadi tuntutan?
  • @Dwadieff:  Selesai disamakan dengan tawaran
  • "Wali Negara (setingkat presiden)": setara Presiden RIS atau Presiden RI? Mungkin lebih tepat sebagai "setara kepala negara bagian" mengingat Madura kelak jadi bagian RIS?
  • "kariernya sebagai birokrat": perjelas sebagai birokrat Indonesia.
  • @Dwadieff:  Selesai Saya ganti menjadi "di pemerintahan"
  • "membantunya memerintah Nusa Tenggara Barat": kedengaran agak ganjil, mungkin "membantunya menjalankan roda pemerintahan Nusa Tenggara Barat"?
  • "Pembubaran ini diikuti oleh hal serupa": tidak jelas "hal serupa" ini apa, mungkin merujuk pada pembubaran? Mungkin "disusul dengan pembubaran atas"?
  • "Ruslan kemudian membagi Nusa Tenggara Barat": kedengaran seperti Ruslan memerintah by decree. Mungkin "Nusa Tenggara Barat kemudian dibagi menjadi"?
  • "Kelompok pemuda yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam": apa semua pemuda NTB saat itu anggota HMI? Mungkin difokuskan saja siapa yang benar-benar mendesak.
  • @Dwadieff:  Selesai Saya ganti jadi "organisasi Himpunan Mahasiswa Islam".

Mungkin cukup sekian dulu, terima kasih sudah mengerjakan artikel yang menarik ini. dwadieff 25 Januari 2023 08.19 (UTC)Balas[balas]

Komentar Juxlos

Bagian pembuka

  • Dapat diperluas lebih lanjut. Mengingat panjang halaman ini, saya rasa bisa 2 paragraf lagi: 1 mengenai latar belakang (masa muda dan karier sebelum gubernur), dan 1 mengenai sepak terjang sebagai gubernur.
  • Mengingat kariernya yang paling "berpengaruh" merupakan sebagai gubernur, menurut saya kalimat kedua harusnya mengenai jabatan gubernurnya, bukan sebagai Sekretaris Umum, apalagi jabatan tersebut cuma dibahas 2 kalimat.

Masa kecil dan pendidikan

Karier

  • Judul bagian ini seharusnya mencakup karier sebagai gubernur. Mungkin diganti jadi "karier awal"?
  • "Ruslan dimutasi ke kewedanaan Baratdaya, Sumenep (sekarang Ambunten) [...] pemindahan ke kewedanaan Ambunten, Sumenep." - agak membingungkan. Apabila kedua kewedanaan ini sekarang menjadi satu kecamatan, sebaiknya ditulis "sekarang bagian dari Ambunten"
    • @Juxlos:  Selesai Saya jadikan catatan
  • Apa itu "Sekretaris Umum"? Ada penjelasan? Di RRT dan Uni Soviet, "Sekretaris Umum" merupakan posisi paling atas, sementara disini yang saya tangkap posisi asal jabatan saja.
    • @Juxlos: Setelah saya baca, sepertinya setingkat menteri sekretaris negara, karena tugasnya menandatangani undang-undang.

Secara umum

  • Ada beberapa kali "Ruslan Tjakraningrat" muncul di artikel, tapi seharusnya "Ruslan" saja cukup untuk konsistensi.
    • @Juxlos:  Selesai Sudah saya sederhanakan menjadi Ruslan.
  • Penempatan wikilink mungkin dicek kembali. Ada wikilink yang muncul jauh setelah pertama kali dibahas (misal Negara Madura), dan secara umum saya rasa artikel ini lebih biru sedikit bisa.
    • @Juxlos:  Selesai Untuk jabatan-jabatan yang sudah tidak ada lagi sekarang namun belum ada artikelnya saya pranalakan ke Wikikamus.
  • Harap konsisten dengan penyingkatan. Misalkan Pembela Tanah Air disebut dua kali baru menjadi PETA.

Nanti akan ditambah lagi. Juxlos (bicara) 30 Januari 2023 07.20 (UTC)Balas[balas]

  • Gambar di Infobox bisa diberikan caption? Biasanya informasi kapan gambar itu diambil.
  • Apa sama sekali tidak ada gambar tambahan yang bisa dipakai di artikel? Mengingat sepak terjang ybs, mungkin ada gambar dari Nationaal Archief yang bisa dipakai?
Setuju Setuju Anyway, dua hal di atas tidak berpengaruh lagi untuk keputusan mengenai Usulan ini. Juxlos (bicara) 22 Februari 2023 07.16 (UTC)Balas[balas]
@Juxlos Maksud Anda {{mendukung}} per aturan WP:APU? Anyway, it's optional. Dedhert.Jr (bicara) 22 Februari 2023 09.02 (UTC)Balas[balas]
Mendukung Mendukung ya gitu deh. Juxlos (bicara) 22 Februari 2023 10.17 (UTC)Balas[balas]

Komentar JumadilM

  • Pada Subjudul Masa kecil dan pendidikan, disebutkan bahwa ayah Ruslan Tjakraningrat (Raden Soerjowinoto) bergelar Tjakraningrat XII. Sepertinya bisa ditambahkan sedikit penjelasan mengenai gelar Tjakraningrat (Cakraningrat), agar lebih jelas asal-usul keluarganya dan ada alasan yang masuk akal mengenai penguburannya di pemakaman keturunan raja Bangkalan. Saya menemukan beberapa rujukan yang sepertinya dapat Anda tambahkan: 1) Dinamika Kehidupan Religius halaman 28 dan 2) Kamus Sejarah Agama Islam halaman 48,
  • Tambahkan foto ayah Ruslan ke Subjudul Masa kecil dan pendidikan untuk memperbagus tampilan artikel. Foto bisa diperoleh dari sini: Foto Tjakraningrat XII.
  • Tambahkan foto Negara Madura ke Subjudul Negara Madura untuk memperbagus tampilan artikel. Foto bisa diperoleh dari sini: Peta Negara Madura
  • Tambahkan foto wilayah Nusa Tenggara dan Nusa Tenggara Barat ke Subjudul Penetapan secara berdampingan untuk memperbagus tampilan artikel. Foto bisa diperoleh dari sini: Peta Nusa Tenggara dan Peta Nusa Tenggara Barat
  • Sebaiknya referensi nomor 18 (Suwondo, 1978) yang dikutip empat kali, dibuatkan catatan kaki dan daftar pustaka. Mengingat masing-masing pengutipannya di halaman yang berbeda dan tidak saling bersambung. Kutipan a dan c = halaman 193, kutipan b = halaman 192, kutipan d = halaman 196. Kemudian pada Subjudul Penetapan, tambahkan referensi nomor 18 ke: ... tanggal 1 November 1958. dengan halaman 191.
  • Pada subjudul Penetapan, kalimat ini: Provinsi Nusa Tenggara Barat dibentuk ... 14 Agustus 1958 dan Menteri Dalam Negeri menunjuk ... tanggal 1 November 1958, harus dipisah jadi dua kalimat. Karena timbul kesan bahwa penunjukan Ruslan sebagai pejabat melalui ketetapan pemerintah tanggal 14 Agustus 1958. Sementara di sumbernya disebutkan bahwa penunjukannya melalui SK Menteri Dalam Negeri tanggal 29 Oktober 1958. SK Menteri Dalam Negeri juga harus dimasukkan ke konten. Halamannya juga harus ditambahkan lebih spesifik (halaman 191) dari referensi nomor 18 (Suwondo, 1978).

Hanya itu saja komentar dari saya. Informasi mengenai tokoh memang tidak terlalu banyak. Sepertinya artikel ini sudah layak jadi artikel pilihan setelah komentar-komentar yang ada telah ditanggapi. Salam, JumadilM Diskusi 16 Maret 2023 17.58 (UTC)Balas[balas]

Orang utan

Pengusul: Glorious Engine (b • k • l)
Status:    Dalam diskusi

Artikel tentang salah satu primata terkenal di Nusantara. Telah diterjemahkan dan dikembangkan oleh bung Cahyogunadi dari enwiki dan bung RianHS bersedia untuk meninjaunya --Glorious Engine (bicara) 13 Desember 2022 13.15 (UTC)Balas[balas]

Komentar RianHS

Terima kasih atas kerja keras penulis yang telah mengembangkan artikel ini. Sebelum meninjau secara detail, masukan awal saya adalah

Sementara ini dulu. — RianHS (bicara) 13 Desember 2022 13.25 (UTC)Balas[balas]

Terima kasih mas @RianHS telah bersedia melakukan peninjauan. Kalau boleh, perkenankan saya memberikan tanggapan.

Nama jenis tidak ditulis dengan huruf kapital sehingga penulisan yang tepat adalah orang utan sumatra.

Maaf, tapi menurut saya dalam hal penulisan orang utan Sumatera, Kalimantan dan Tapanuli ini, konteks kapitalisasinya lebih condong masuk ke dalam point:
19. Huruf kapital digunakan untuk nama geografi yang menyatakan asal daerah.
Sehingga huruf awal Sumatera pada orang utan Sumatera harus dikapitalkan, begitupula utk spesies Kalimantan dan Tapanuli-nya. Sebagaimana pula jika melihat penulisannya dalam bahasa Inggris.

Oh ya, sumatra tidak pakai huruf e.

Saya tidak yakin soal hal itu, soalnya di website2 resmi pemerintahan sendiri penulisannya menggunakan huruf e. Contoh 1 dan 2.

Frasa "yang mana" tidak baku. Tolong diganti.

Saya juga tidak begitu yakin dgn hal tsb, soalnya Mahkamah Agung sendiri dalam putusannya menggunakan frasa “yang mana”

… satuan daya VA (voltamper) yang mana KONSUIL juga menggunakan VA (voltamper) sebagai satuan perdagangan SLO

Sekian, mohon maaf bila ada salah2 kata, terima kasih. Cahyogunadi (bicara) 14 Desember 2022 10.24 (UTC)Balas[balas]
Setuju dengan bung @Cahyogunadi:. Huruf kapital digunakan untuk nama geografi yang menyatakan asal daerah. Lebih sesuai jika menuliskannya dengan nama "orang utan Kalimantan" dan seterusnya. ▪ ꦩꦣꦪ. Fazoffic ( ʖ╎ᓵᔑ∷ᔑ) 16 Desember 2022 07.56 (UTC)Balas[balas]
Halo. Sepemahaman saya, semua nama takson merupakan nama jenis yang tidak pakai huruf kapital. Lihat contoh di halaman itu pada nomor 18. Lihat pula semua artikel pilihan serupa: badak sumatra, kukang jawa, dan harimau tasmania. Di artikel banteng juga dituliskan "sapi bali" berkali-kali. Sumatera vs Sumatra sudah dibahas berkali-kali bertahun-tahun yang lalu. Kalau tidak salah terakhir di WP:SUMATRA. Kata which atau where bisa digunakan sebagai konjungsi intrakalimat dalam bahasa Inggris. Namun, bahasa Indonesia tidak mengenal "di mana" atau "yang mana" sebagai konjungsi intrakalimat. Keduanya hanya dipakai sebagai frasa untuk bertanya. Lihat di sini. — RianHS (bicara) 23 Desember 2022 00.11 (UTC)Balas[balas]
@RianHS

Sepemahaman saya, semua nama takson merupakan nama jenis yang tidak pakai huruf kapital.

Kalau dilihat di link yg mas bawakan sebelumnya ini, utk point ke-18 itu, contoh2 yg diberikan seperti: jeruk bali, kacang bogor, nangka belanda, dan petai cina.
Seluruhnya bukan spesies yg berasal dari wilayah2 yg namanya dikaitkan tsb.
Nangka belanda (sirsak) bukanlah jenis nangka dan bukan berasal dari Belanda, melainkan dari benua Amerika. Dinamakan demikian kemungkinan karena kesalahpahaman orang kita zaman dulu yg mengira buah itu adalah sejenis nangka yg berasal dari Belanda.
Kacang bogor (Voandzeia subterranea) juga bukan berasal dari Bogor melainkan dari Afrika.
Petai cina (Leucaena glauca) juga bukan native dari Cina, melainkan dari benua Amerika.
Jeruk bali (pomelo) juga bukan spesies endemik Bali.
Beda halnya dgn orang utan Sumatra, Tapanuli dan Kalimantan yg mana semuanya adalah berasal dari masing2 daerah tsb.
Beberapa contoh penamaan orang utan yang nama daerah asalnya yg dikaitkan dikapitalisasi, dapat dilihat seperti di (1) dan (2)

Kalau tidak salah terakhir di WP:SUMATRA.

Saya beberapa lama di Sumatera, sudah ke beberapa provinsinya, dan di mana2 kata yg digunakan adalah Sumatera bukan Sumatra.
Sumatra sepertinya justru berasal dari bahasa Inggris, Sumatran bukan Sumateran.
Tapi kalau orang2 penyusun KBBI—yg gak tau ntah pernah ke Sumatera atau gak—maunya begitu sih ya sudah.

Namun, bahasa Indonesia tidak mengenal "di mana" atau "yang mana" sebagai konjungsi intrakalimat.

Faktanya sih, UU RIS sendiri dari tahun 1950 menggunakan frasa “yang mana” sebagai penghubung antar dua klausa atau kalimat. Yang berarti penggunaannya setidaknya telah dikenal sejak awal2 kemerdekaan Indonesia.
Tapi tim redaksi dari Lembar Komunikasi sepertinya tidak berpikir demikian, dan ingin membatasinya, gak tahu apakah ini desperate attempt utk memperbanyak halaman bukunya atau gimana, tapi ya sudahlah.
Terima kasih mas @RianHS atas tanggapannya. Cahyogunadi (bicara) 23 Desember 2022 05.06 (UTC)Balas[balas]
@Cahyogunadi: Jadinya pakai huruf kapital atau tidak, nih? Saya hanya menyarankan dengan pemahaman saya. Kalau tidak dipakai ya tidak apa-apa dan peninjauan saya juga sampai di sini saja. — RianHS (bicara) 23 Desember 2022 06.03 (UTC)Balas[balas]
Menurut saya dikapitalkan saja mas @RianHS, sebagaimana yg telah diterapkan di artikel.
orang utan Kalimantan, orang utan Tapanuli, dan orang utan Sumatra.
Terima kasih atas tinjauannya. :) Cahyogunadi (bicara) 23 Desember 2022 07.43 (UTC)Balas[balas]

Saran lagi, ya:

  • "Diklasifikasikan dalam genus Pongo, orang utan awalnya dianggap hanya satu spesies." → ini struktur kalimat khas bahasa Inggris yang tidak lazim digunakan dalam bahasa Indonesia. Saran: Orang utan diklasifikasikan dalam genus Pongo dan awalnya ... atau struktur sejenisnya.
  • Orang utan adalah satu-satunya [genus] yang ...
  • Hominid diganti saja menjadi Hominidae, nama taksonnya
  • Diperkirakan pada masing-masing populasi ... → Tidak ada subjeknya. Saran: Para peneliti memperkirakan ...
  • ... dipelopori oleh ahli primatologi, Birute Galdikas, dan mereka telah dilestarikan ... → "Birute Galdikas" dan "mereka" perlu dijauhkan supaya lebih enak dibaca, misalnya "Seorang ahli primatologi, Birute Galdikas, memelopori studi lapangan tentang orang utan dan mereka ...
  • Ketiga spesies orang utan [dianggap → dikategorikan/diklasifikasikan] sangat terancam punah.
  • Aktivitas manusia telah secara parah menyebabkan penurunan populasi dan sebaran mereka. → Aktivitas manusia sangat menurunkan populasi dan sebaran mereka.

RianHS (bicara) 23 Desember 2022 00.30 (UTC)Balas[balas]


Komentar Agus Damanik

  • "Yang orang setempat awalnya menggunakan istilah ini untuk merujuk pada manusia penghuni hutan yang sebenarnya. Namun pada tahap awal dalam sejarah Melayu, istilah ini mengalami perluasan semantik untuk mencakup kera dari genus Pongo. → Warga lokal menggunakan istilah ini untuk menyebut manusia penghuni hutan. Namun pada periode awal sejarah Melayu, istilah ini mengalami perluasan semantik sehingga juga digunakan untuk kera dari genus Pongo." ." "
  • "sumber-sumber pramodern dalam bahasa Jawa Kuno. → pramodern dijelaskan tahun berapa soalnya sumbernyatain dari abad ke-9 sampai abad ke-15. Jawa kunonya dipranalain dalam
  • "Salah satunya yang terawal adalah pada Kakawin Ramayana, sebuah → Salah satu sumber awal bersumber dari Kakawin Ramayana yang merupakan karya adaptasi dari bahasa Sansekerta ke dalam bahasa Jawa dari karya Ramayana yang ditulis pada abad kesembilan atau awal abad kesepuluh.

ini dulu ya Agus Damanik (bicara) 8 Januari 2023 01.56 (UTC)Balas[balas]

  • "di bukunya yang dirilis pada 1631 yakni Historiae naturalis et medicae Indiae orientalis. → di dalam bukunya yang diterbitkan pada tahun 1631 yang berjudul Historiae naturalis et medicae Indiae orientalis."
  • "Cribb dan koleganya (2014). → Saya berfikir untuk dihapus dan digantikan " Berdasarkan sumber lain,
    @Agus Damanik Saya gak yakin kalau ini sebaiknya diganti, apakah sebaiknya dipertahankan dengan format sebelumnya? Karena nama dan koleganya mengacu pada nama-nama yang tercantum di kutipan. Dedhert.Jr (bicara) 17 Januari 2023 11.46 (UTC)Balas[balas]
    Penulisnya tidak notabel, tidak ada kepentingan menyatakan peneliti. Kalau mau adil, hampir semua jurnal akan menggunakan format yang sama. Lagipula, dalam kaidah penulisan, harusnya dkk kalau mau memakai format et al untuk pengutipan, cukup bias saja khusus cribb memakai kata kolega karena artikel Bahasa Inggrisnya menggunakan istilah tersebut Agus Damanik (bicara) 17 Januari 2023 12.00 (UTC)Balas[balas]
    @Agus Damanik Pasalnya, kalau Anda menyebutkan "berdasarkan sumber lain", yang jadi pertanyaannya adalah: Siapa? Sumber manakah yang dimaksud? Aku rasa nggak masalah kalau menggunakan format tersebut, atau mengikuti saja dengan bentuk format yang mirip seperti {{harvtxt}}. Selain itu, komentar atau saran Anda juga dianggap merupakan penyamaran opini. Dedhert.Jr (bicara) 1 Februari 2023 01.12 (UTC)Balas[balas]
  • "Jawa yang saat itu tidak ditemukan orang utan di sana) → Jawa diganti dengan Pulau Jawa dan dipranala dalam
  • Prancis jangan dipranala dalam karena nama negara, harusnya udah paham ini.
  • genus kenapa gak dipranala dalam ya
  • Kata pongo yang digunakan oleh Battel itu sendiri berasal dari bahasa Kongo yakni mpongi → "itu sendiri" dihapus aja
  • René Lesson ini kenapa gak dipranalain dalam, ada artikelnya
  • konservasionis dipranal dalam ke Biologi konservasi

ini dulu ya Agus Damanik (bicara) 11 Januari 2023 23.21 (UTC)Balas[balas]

  • Menurut bukti molekuler, di antara kera (superfamili Hominoidea), owa berpisah pada awal Miosen antara 24,1 dan 19,7 juta tahun lalu, dan orang utan berpisah dari garis keturunan kera besar Afrika antara 19,3 dan 15,7 juta tahun yang lalu. - Berdasarkan penelitian pada tingkat molekuler untuk garis keturunan kera (superfamili hominoidea), owa berpisah menjadi spesies berbeda pada awal periode Miosen, yaitu sekitar antara 24,1 hingga 19,7 juta tahun lalu. Sedangkan, orang utan diperkirakan berpisah antara 19,3 dan 15,7 juta tahun lalu. (Kalimatnya kubagi dua, terlalu banyak untuk satu kalimat
  • tingkat molekulernya dipranalain dalam ke jam molekuler
  • bahwa berdasarkan lokus mitokondria, lokus yang berkaitan dengan kromosom X, dan kromosom Y pada spesies orang utan Sumatra dan Kalimantan berpisah antara 4,9 dan 2,9 juta tahun yang lalu. - bahwa orang utan Sumatra dan orang utan kalimantan berpisah antara 4,9 hingga 2,9 juta tahun yang lalu bila merujuk pada penelitan terhadap lokus mitokondria yang merupakan lokus yang saling berkaitan dengan kromosom X dan kromosom Y pada kedua spesies ini.
  • Sumber-sumbernya, tanggal akses masih bahasa inggris
  • Tiongkok selatan dipranalain dalam karena bukan nama negara.
  • Asia Tenggara daratan - ini juga dipranalain dalam.

Itu dulu ya. nanti dilanjutAgus Damanik (bicara) 26 Maret 2023 04.07 (UTC)Balas[balas]


  • Tangan orang utan memiliki empat jari yang panjang, tetapi jempol yang jauh lebih pendek untuk cengkeraman yang kuat pada cabang-cabang saat mereka berayunan di pepohonan. - Tangan orang utan memiliki empat jari yang panjang dengan jempol yang jauh lebih pendek dari jari lainnya untuk menghasilkan cengkeraman yang kuat pada cabang-cabang saat mereka berayunan di pepohonan.


  • Konfigurasi rehat dari jari-jarinya melengkung, menciptakan cengkeraman kait suspensori. - Saat tangan beristirahat, jari-jari berbentuk melengkung yang menciptakan cengkraman menggantung.
  • Dengan ibu jari terkesampingkan - Dengan ibu jari yang lebih pendek
  • mereka, sehingga menciptakan cengkeraman yang terkunci ganda. sehingga menciptakan cengkraman kunci ganda
  • sehingga tidak boleh ada koma. Terapkan di seluruh artikel
  • Sendi pinggul mereka juga memungkinkan kaki mereka berputar sama dengan lengan dan bahu mereka. - Sendi pinggulnya juga memberikan kemampuan berputar pada kaki seperti lengan dan bahunya.

Segitu dulu ya. Mohon diperbaiki lagi artikelnya dengan memperhatikan KBBI. setelah namun harus ada koma dan peraturan seperti itu. Kalau masalah kecil itu tidak diperbaiki, saya ragu mendukung artikel ini

Agus Damanik (bicara) 27 Maret 2023 17.29 (UTC)Balas[balas]