Wikipedia:Artikel bagus/Usulan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bantuan · Komunitas · Portal · ProyekWiki · Permintaan artikel · Pengusulan
Bintang ini melambangkan artikel bagus di Wikipedia
Artikel bagus adalah artikel yang memenuhi standar editorial sebuah artikel tetapi belum memenuhi kualitas sebagai artikel pilihan. Halaman ini berisikan daftar artikel yang diusulkan sebagai artikel bagus, juga petunjuk bagi pengusul dan peninjau. Artikel dapat diajukan oleh siapapun, ditinjau oleh pengguna lain yang tidak berkontribusi banyak dalam artikel usulan ini.

Saat ini terdapat 161 artikel bagus dari 531.970 artikel di Wikipedia Indonesia.

Artikel yang berhasil mendapatkan status artikel bagus akan diberikan bintang (Fairytale bookmark silver.svg) pada pojok kanan atasnya.

Hapus singgahan

Artikel bagus
Arsip usulan:
< Juni 2008
2008—2010
2011 2012
2013 2014
2015 2016
2017 2018
2019 2020
Menurut topik
Usulan

Artikel bagus:

Prosedur pengusulan

  1. Sebelum mengusulkan calon, pastikan bahwa artikel tersebut sudah memenuhi semua kriteria artikel bagus.
  2. Berikan {{StatusAB nominasi}} pada halaman pembicaraan artikel yang diusulkan.
  3. Buat halaman pengusulan:
  4. Salin tulisan ini: {{/nama artikel}}, kemudian sunting bagian Usulan pada halaman yang sedang anda baca saat ini, dan tempelkan yang telah Anda salin di paling atas daftar calon. Ganti "nama artikel" dengan judul artikel yang Anda usulkan.

Mendukung dan menentang

Bacalah artikel yang diusulkan secara menyeluruh sebelum mendukung atau menentang pengusulan.

  • Untuk merespon pada pengusulan, klik "Sunting" pada kanan judul artikel (Bukan "Sunting" pada paling atas halaman ini).
  • Bila Anda mendukung pengusulan suatu artikel, tulis * {{setuju}}, diikuti dengan alasan. Apabila Anda banyak berkontribusi menulis artikel bersangkutan, mohon diberitahukan.
  • Bila Anda menentang pengusulan suatu artikel, tulis * {{tidak setuju}}, diikuti alasan atau kritikan Anda. Setiap kritikan harus menunjuk pada detail spesifik yang dapat ditindaklanjuti berdasarkan kriteria yang ada.
  • Penilai yang menentang diharuskan untuk kembali melihat halaman pengusulan setelah beberapa hari, untuk melihat apakah kritikan mereka sudah ditindaklanjuti atau belum. Bila kritikan sudah diperbaiki, penilai yang menentang dapat menarik kritikan mereka dengan mencoretnya (dengan <s>...</s>). Yang berhak mencoret kritikan hanya penilai yang menulis kritikan tersebut. Bila penilai lain menilai bahwa kritikan tersebut sudah ditindaklanjuti, tuliskan komentar, jangan mencoret tulisan orang lain.
  • Untuk memberikan saran membangun tanpa mendukung atau menentang, tulis * {{komentar}} diikuti dengan saran atau komentar Anda.

Persetujuan

  • Artikel yang telah disetujui oleh minimal 3 suara dapat menjadi artikel bagus, dan pemungutan suara harus sudah berlangsung minimal selama dua minggu.
  • Artikel yang lebih dari sebulan tidak mendapatkan jumlah minimal dukungan 3 suara belum dapat dijadikan artikel bagus
  • Artikel dengan penolakan yang disertai alasan yang jelas, selama masih belum diperbaiki berdasarkan masukan tersebut, belum dapat dijadikan artikel bagus
  • Usulan artikel bagus dapat ditutup tanpa penerimaan, apabila salah satu prasyarat berikut telah dipenuhi: 1) Pengusul menarik usulannya, 2) Mutu artikel terlampau jauh dari kriteria artikel bagus (misalnya terjemahan buruk, tanpa rujukan, dll), 3) Terdapat pengguna yang menyatakan ketidaksetujuannya dengan disertai detail spesifik yang dapat ditindaklanjuti, tetapi masukan tersebut tidak ditanggapi atau dikerjakan
  • Jika ada yang menyatakan tidak setuju tanpa memberikan alasan sama sekali, suara tidak setuju tersebut dianggap tidak sah
  • Untuk menjaga kenetralan, pengusul maupun penulis utama artikel tidak boleh menjadi orang yang menutup diskusi dengan status "diterima"

Setelah disetujui

Suatu artikel yang sudah disetujui menjadi artikel bagus akan dihapus dari halaman ini lalu didaftarkan terlebih dahulu ke halaman arsip.

Usulan[sunting sumber]

Aksara Bali[sunting sumber]

Pengusul: Alteaven (b • k • l)
Status:    Dalam diskusi

Menata ulang keseluruhan artikel sehingga terdapat lebih banyak gambar dan referensi yang memadai. Mohon bantuannya apabila ada kekurangan, terima kasih

Alteaven (bicara) 20 Mei 2020 02.29 (UTC)

  • Tidak setuju Tidak setuju Beberapa catatan kaki tidak menyertakan halaman sama sekali. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 20 Mei 2020 12.07 (UTC)
  • @Hanamanteo: Bisa tolong spesifikasi "beberapa" nya itu yang mana saja yang perlu dilengkapi halaman? Karena (selain berita dari website yg memang tidak ada "halaman" nya setahu saya) kendala saya dalam memberi halaman pada beberapa rujukan: Alteaven (bicara) 20 Mei 2020 16.23 (UTC)
    • Bagaimana saya mengutip <Creese, Helen (August, 2007). "Curious Modernities: Early Twentieth-Century Balinese Textual Explorations" (PDF). The Journal of Asian Studies. 66 (3): 723-758.  > agar bisa menunjukkan rentang halaman oleh pengarang tersebut (hal. 723-758) dan halaman spesifik yang saya rujuk (hal. 729)? parameter at=hal. 729 tidak menampilkan halamannya. apa rentangnya tidak usah? Pertanyaan ini juga berlaku untuk beberapa rujukan lain yang mengutip jurnal
      • Anda salah mengisi parameter dan malah menulis |page=723-758|at=hal. 729, padahal penulisan seperti itu tidak tepat. Dalam hal ini, Anda cukup mengisi halaman yang dikutip, bukan halaman bab secara keseluruhan, jadi parameter |at= seharusnya tidak diperlukan. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 21 Mei 2020 00.37 (UTC)
    • Dalam konteks kalimat, referensi <Tuuk, Herman Neubronner van der (1897). Kawi-Balineesch-Nederlandsch Woordenboek. Batavia: Landsdrukkerij. > merujuk pada keseluruhan buku untuk menunjukkan bahwa "inilah buku yang dimaksud sebagai pemrakarsa fon Bali." Yang memaparkan soal buku tersebut adalah Rubenstein (1996:151-153), sudah diberi tahu halamannya di rujukannya. Van der Tuuk-nya tidak perlu dikasih halaman dong? Atau lebih baik judul bukunya dijadikan pranala ke luar?
    • Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali tidak punya nomor halaman dalam dokumen aslinya, itu tidak apa saya kasi halaman untuk merujuk pasalnya, rujuk pasalnya saja, atau bagaimana sebaiknya?

Tinggen[sunting sumber]

  • Referensi <Tinggen, I Nengah (1993). Pedoman Perubahan Ejaan Bahasa Bali dengan Huruf Latin dan Huruf Bali. Singaraja: UD. Rikha. > ada bukunya, namun oleh website Yayasan Bali Galang di alihmediakan menjadi laman digital, sehingga lokasi halaman fisik di buku aslinya tidak diindikasikan. Ini berbeda dengan <Medra, I Nengah (1998). Pedoman Pasang Aksara Bali. Denpasar: Dinas Kebudayaan Pemerintah Daerah Tingkat I Bali. > yang alih medianya berupa pindaian, jadi halamannya masih ada. Jadi bagaimana, apa Tinggen tidak bisa dipakai kalo begitu?
  • Dalam hal ketiadaan halaman, kiranya bisa menggunakan penghitungan halaman secara manual. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 21 Mei 2020 00.37 (UTC)
  • hmmm.... Bagaimana? yang Tinggen ini dialihmediakannya jadi laman. sesuatu yang aslinya 3 halaman dalam buku fisik bisa jadi 1 laman di wesbite yang discroll semua ke bawah. Konsep "halaman" jadi hilang Alteaven (bicara) 21 Mei 2020 01.09 (UTC)
  • Apakah Anda memiliki akses ke buku itu (entah buku fisik atau daring)? Untuk daring, maksudnya bukan melalui babadbali.com, melainkan media seperti Google Buku dan sejenisnya. Omong-omong, saya baru saja menemukan buku ini yang menyempurnakan Tinggen, mungkin Anda dapat mempertimbangkan untuk mengganti dengan buku yang lebih baru. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 21 Mei 2020 18.24 (UTC)
  • Sayangnya tidak, saya tidak ada akses k buku fisiknya dan versi daring yang berupa pindaian juga belum ketemu. Terima kasih pranalanya namun mohon dilihat kembali; itu membahas soal penulisan bahasa Bali dalam huruf latin saja, tidak ada soal aksara Bali. Karena itu tidak bisa menggantikan Tinggen (1993) dalam perihal aksara Bali Alteaven (bicara) 21 Mei 2020 21.27 (UTC)
  • Kalau tidak ada halaman biasanya aku pakai judul/heading saja. Yang penting mempermudah pembaca yang mau verifikasi. HaEr48 (bicara) 22 Mei 2020 01.43 (UTC)
  • Kalau begitu yang sekarangpun tidak masalah; ada pranala yang bisa langsung diverifikasi meski tak ada halaman Alteaven (bicara) 22 Mei 2020 11.16 (UTC)

Halaman[sunting sumber]

  • Holle (1882) tidak merujuk ke halaman tertentu. Pengidentifikasi unik (semisal ISBN atau OCLC) juga tidak ada.
  • Riana (2009) tidak merujuk ke halaman tertentu.
  • Sulistiati (2013) tidak merujuk ke halaman tertentu.

Format[sunting sumber]

  • Fox (2018) belum diubah ke dalam format sfn.
  • Woodard (2018) belum diubah ke dalam format sfn.
  • Bagus (1980) belum diubah ke dalam format sfn. Pengidentifikasi unik (semisal ISBN atau OCLC) juga tidak ada.
  • Renee (2013) belum diubah ke dalam format sfn.
  • Darusuprapta (2002) belum diubah ke dalam format sfn.
  • Poerwadarminta (1930) belum diubah ke dalam format sfn.
  • @Hanamanteo: bisa saya sfn kan; namun wajibkah semua rujukan menggunakan sfn? karena artikel bagus seperti Gilgames terutama menggunakan sfn untuk sumber yang berkali-kali dipakai atau halaman rujukannya tersebar di mana-mana; beberapa yang hanya sekali pakai atau halaman relevannya hanya satu tidak pakai sfn. Alteaven (bicara) 21 Mei 2020 21.56 (UTC)

Domain[sunting sumber]

  • Nama media daring tidak perlu ditulis dengan huruf kapital semua berikut domain, jadi yang benar adalah Tribunnews Bali, bukan "BALI.TRIBUNNEWS.com"
  • Komentar Komentar Saya lihat ada beberapa garis baru yang membuat ruang kosong di antara gambar dan karakter Unicode aksara (contoh) dan di bagian Aksara + Gantungan dan Gempelan tabelnya terlalu panjang sampai-sampai halaman digulir secara horizontal (gambar). Diki Ananta Bicara 25 Mei 2020 05.51 (UTC)
@Diki Ananta: Ada saran? saya juga tidak paham mengapa ada spasi kosong di tabel itu. Untuk aksara + gantungan gempelan saya coba rapatkan agar sama dengan pangangge swara, tapi kalau masih bergulir... apa kata "aksara" dan "gantungan/gempelan" juga lebih baik diputar seperti wresastra/swalalita? Alteaven (bicara) 26 Mei 2020 05.52 (UTC)
@Alteaven: Untuk ruang kosong itu sudah saya perbaiki dengan menghapus kode "|pus". Kenapa diputar seperti seperti wresastra/swalalita? Bukannya itu membuat tabelnya semakin panjang? Pendapatku untuk wresastra/swalalita yang vertikal itu dihorizontalkan agar mengurangi panjangnya. Aku tes lewat inspect element peramban, tetapi masih tetap dapat digulir (perbandingan). Diki Ananta Bicara 26 Mei 2020 07.03 (UTC)
@Diki Ananta: Saya coba pendekkan lagi tabelnya, apakah masih bergulir? Alteaven (bicara) 26 Mei 2020 10.27 (UTC)
@Alteaven: Masih. Tinggal sedikit lagi. Diki Ananta Bicara 26 Mei 2020 10.38 (UTC)
@Diki Ananta: Ok, semoga sekarang memadai Alteaven (bicara) 27 Mei 2020 09.12 (UTC)

Giovanni Villani[sunting sumber]

Pengusul: Stephanus Victor (b • k • l) · Status:    Dalam diskusi

Artikel biografi tokoh sejarah, terjemahan dari Giovanni Villani, mohon dinilai, terima kasih. ~ Stephanus Victor (bicara) 13 Mei 2020 16.27 (UTC)

Wabah Amwas[sunting sumber]

Pengusul: HaEr48 (b • k • l) · Status:    Dalam diskusi

Tentang sebuah wabah yang terjadi di zaman awal Islam. Isinya cukup lengkap dan referensinya adalah sumber-sumber akademis. HaEr48 (bicara) 11 Mei 2020 16.03 (UTC)

  • Komentar Komentar Referensi 9 dan 10 kan sama-sama sfn, kenapa gk pake sfnm biar jadi digabung? Sama seperti yang lain... --Nicholas Michael Halim (bicara) 12 Mei 2020 07.19 (UTC) Setuju Setuju --Nicholas Michael Halim (bicara) 13 Mei 2020 03.36 (UTC)
    • Menurutku ini terserah saja, toh hasilnya sama-sama wajar. Tujuannya juga sama-sama tercapai yaitu menunjukkan halaman yang direferensikan bagi pembaca. HaEr48 (bicara) 12 Mei 2020 14.17 (UTC)
  • Komentar Komentar bukan banyak, namun saya merasa ada "jalan sejarah" yang musti diperbaiki sedikit. Rincinya, nanti sy paparkan. --AMA Ptk (bicara) 15 Mei 2020 04.22 (UTC)
Well, beta tengok merunut pada jalan sejarah yg sebenarnya bahwa Abu Ubaidah tak menceritakan hadits dalam kisah yg sebenarnya. Malah, setelah Abu Ubaidah dan Umar berdialog soal "kita berpindah dari takdir Allah yang satu menuju takdir Allah yg lain" barulah Abdurrahman bin Auf menyampaikan komentarnya, "Saya punya ilmu mengenai apa yang kalian diskusikan ini." Lalu diketengahkanlah hadits yg ia dengar dari Nabi Muhammad SAW. Sebenarnya itu saja yang nak saya sampaikan. Rujukan lain utk penguat kata² saya di buku ini: Tadwinul Hadits oleh Manazhir Ahsan Gilani, seorang ilmuwan hadits dr India. --AMA Ptk (bicara) 15 Mei 2020 06.35 (UTC)
Ah, rupanya sdh diperbaiki pak HaEr. Kiranya rujukan di atas boleh saya tuliskan pula dalam referensi? --AMA Ptk (bicara) 15 Mei 2020 06.37 (UTC)
Maaf saya mau bertanya (agar tidak ragu). Usulan "...menarik mundur pasukan dari daerah yang terkena wabah" yang disetujui Umar apakah maksudnya mengungsi? Kalau begitu, intepretasi saya, Umar tidak sejalan dengan hadis Abdurrahman bin Auf? Begitu pula kalimat "Riwayat ini digunakan oleh para ulama di zaman selanjutnya sebagai dasar yang membolehkan mengungsi dari wabah.", berarti bertentangan dengan hadis tsb.
Saya sudah baca artikelnya, tinggal hal di atas saja yang saya belum mudeng. Kalau sudah, saya vote mendukung!.  RahmatdenasMengecat   16 Mei 2020 03.28 (UTC)
Tidak demikian, namun yang sebenarnya antara Umar dan Abu Ubaidah bin Jarrah memang berdiskusi dulu di daerah Sargh itu. Waktu itu, Abu Ubaidah memang tdk memaparkan hadits apapun. Mereka hanya sekedar diskusi saja. Nanti yg membawa hadits itu ialah Abdurrahman bin Auf yang datang sesudah diskusi mereka≤. Itulah yg maktub dlm Sahih Bukhari, dan kronologinya diperjelas di bukunya Gilani, yakni Tadwinul Hadits yang saya tulis di atas. --AMA Ptk (bicara) 16 Mei 2020 11.54 (UTC)
@AMA Ptk dan Rahmatdenas: terima kasih tanggapan dan sarannya. Penjelasan Abdurrahman bin Auf sudah aku tambahkan, dan dijelaskan bahwa Abu Ubaidah menolak dengan alasan berbeda. Selain itu, pertanyaan bung Rahmatdenas semoga sudah terjelaskan, sekarang disebutkan bahwa hadis itu menjadi dasar pendapat melarang masuk/keluar sedangkan tindakan Umar dianggap sebagai pendapat sebaliknya. HaEr48 (bicara) 16 Mei 2020 18.46 (UTC)
  • Setuju Setuju  RahmatdenasMengecat   16 Mei 2020 12.05 (UTC)
  • Setuju Setuju --What a joke (bicara) 16 Mei 2020 13.08 (UTC)
  • Setuju Setuju --AMA Ptk (bicara) 17 Mei 2020 02.16 (UTC)
  • Komentar Komentar Nama dalam bahasa Arab (bukan dalam tulisan Latin) tidak ada. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 20 Mei 2020 12.17 (UTC)
    Sudah ditambahkan, terima kasih. HaEr48 (bicara) 20 Mei 2020 19.16 (UTC)
  • Komentar Komentar Saya agak bingung dalam mencerna (potongan) kalimat ini, "Khalifah Umar bin al-Khattab menunjuk Muawiyah bin Abi Sofyan sebagai panglima dan wali negeri Syam, sehingga menjadi dasar kekuatannya sampai ia kelak mendirikan Kekhalifahan Umayyah di Syam pada 661". Mungkin ada penjelasan tentang kalimat ini? Albertus Aditya (bicara) 21 Mei 2020 07.51 (UTC)
    Diperjelas. Maksudnya posisi panglima dan wali negeri ini menjadi basis kekuatan Muawiyah. HaEr48 (bicara) 21 Mei 2020 15.40 (UTC)
    YaY OK. Karena tidak ada catatan tambahan untuk pengusulan AB ini, maka saya Setuju Setuju. Salam. Albertus Aditya (bicara) 22 Mei 2020 00.54 (UTC)

Aksara Jawa[sunting sumber]

Pengusul: Alteaven (b • k • l) · Status:    Dalam diskusi

Menata ulang keseluruhan artikel sehingga terdapat lebih banyak gambar dan referensi yang memadai. Mohon bantuannya apabila ada kekurangan, terima kasih Alteaven (bicara) 9 Mei 2020 03.51 (UTC)

Alteaven (bicara) 9 Mei 2020 03.51 (UTC)

  • Setuju Setuju --Nicholas Michael Halim (bicara) 9 Mei 2020 05.34 (UTC)
  • Komentar Komentar Secara umum sudah sangat bagus, cuma mungkin bisa diperhatikan lagi kalau ada frasa atau kalimat yang tidak efektif, seperti "namun begitu" (seharusnya "walau(pun)/meski(pun) begitu" atau "namun" atau "akan tetapi"). Kosa kata asing yang belum masuk KBBI juga perlu dicetak miring. Saran juga, kurangi penggunaan cetak tebal karena biasanya penebalan hanya diperlukan untuk sinonim bagi judul artikel (seperti di kalimat pembuka). Cetak tebal sebaiknya tidak dipakai untuk mengenalkan istilah baru atau memberi penekanan. Masjawad99💬 9 Mei 2020 09.30 (UTC)
Baik, saya akan perbaiki redaksi dan penulisannya Alteaven (bicara) 9 Mei 2020 10.08 (UTC)
Sudah saya coba kurangi kalimat2 yang tidak efektif, silahkan diperiksa Alteaven (bicara) 10 Mei 2020 02.15 (UTC)
@Alteaven: Terima kasih, sepertinya sudah tidak ada lagi masalah, saya Setuju Setuju artikel ini jadi AB. Kalau sempat, mungkin bisa dipertimbangkan untuk dikembangkan sedikit lagi untuk jadi AP, karena ini sudah lengkap sekali. Masjawad99💬 10 Mei 2020 04.59 (UTC)
  • Komentar Komentar Terima kasih kepada bung Alteaven yang telah memperbaiki artikel aksara Jawa sedemikian rupa. Saya lihat di suntingan-suntingan baru ini kalau fonnya diubah menjadi gambar. Alangkah baiknya di bawah gambar aksara tersebut ditambah karakter Unicode-nya juga. Sebab tidak semua perangkat menggunakan fon Tuladha Jejeg dan ini juga akan memudahkan para pelajar untuk menyalin aksara dari artikel. Gambarnya juga terlalu besar + ngeblur (soalnya berkas PNG, bukan SVG). Pendapatku, ukuran gambarnya diselaraskan seperti ukuran fon aksara Jawa pada artikel. Di tabel Aksara Wyanjana (deret baru), tabelnya terlalu panjang, sampai-sampai halaman artikel bisa digulir secara horizontal. Diki Ananta Bicara 9 Mei 2020 09.58 (UTC)
Jadi lebih baik ada gambar dan unicode y? tadinya saya unicode saja untuk sementara kemudian ganti dengan gambar semua, agar seperti yg anda bilang di gawai yg fontnya masih belum bagus bisa tetap dilihat bentuk aksaranya. Saya akan coba tambahi tabelnya sehingga dua-duanya ada Alteaven (bicara) 9 Mei 2020 10.08 (UTC)
Sudah saya tambahi sehingga ada gambar dan unicode, silahkan diperiksa Alteaven (bicara) 10 Mei 2020 02.15 (UTC)
@Alteaven: Saya cek gambarnya, berikut komentar dari saya
  • Di tabel "Aksara dan Pasangan" pada karakter unicode pasangan Mahaprana tha itu bukan pasangan ( ꧀ꦜ) tetapi aksaranya. (SS)
  • Gambar rerenggan di tabel pada menjadi dua baris alih-alih satu baris. (SS).
  • Gambar isèn-isèn di tabel pada menjadi dua baris alih-alih satu baris. (SS). Diki Ananta Bicara 10 Mei 2020 22.11 (UTC)
@Diki Ananta: sudah Alteaven (bicara) 10 Mei 2020 23.41 (UTC)
@Hanamanteo: tolong spesifikasi "beberapa" nya itu yang mana saja untuk dilengkapi, karena beberapa sumbernya sudah jelas tapi karena formatnya bukan buku fisik jadi memang tidak ada halaman. Misal:
  • Istilah hanacaraka, carakan, dan dentawyanjana semuannya ada di kamus <Poerwadarminta, W.J.S (1939). Baoesastra Djawa (dalam bahasa Jawa). Batavia: J.B. Wolters. ISBN 0834803496. > namun versi onlinenya tidak menyebutkan halaman entrinya, hanya sumber kamusnya
Kalau dirasa perlu, Poerwadarminta (1939) versi digital di sastra.org ada nomor halamannya, kok. Masjawad99💬 26 Mei 2020 08.20 (UTC)
Sudah kutambahkan nomor halamannya menurut versi digital. — Diki Ananta (bicara) 29 Mei 2020 02.08 (UTC)

Senyawa ionik[sunting sumber]

Pengusul: Agung.karjono (b • k • l) · Status:    Dalam diskusi

Sudah sesuai dengan kriteria, dan versi enwiki nya sudah memiliki kriteria artikel bagus. Agung Karjono (bicara) 20 April 2020 14.22 (UTC)

@Agung.karjono: Dimasukkan langsung ke usulan Artikel Pilihan aja bung Karjono --What a joke (bicara) 21 April 2020 04.16 (UTC)

@What a joke: Terima kasih usulannya, tetapi masih ada sekitar 23 pranala merah, dan perlu update lagi untuk (menurut saya) layak jadi artikel pilihan Agung Karjono (bicara)

  • Bagus sekali artikelnya, terima kasih Bung Agung.karjono. Aku udah copyedit (pelan-pelan) supaya mudah-mudahan jadi lebih mudah dimengerti. Silakan diperiksa kalau ada yang kurang tepat. Kalau masalah referensinya sudah beres nanti aku akan dukung. Sebenarnya referensinya tidak perlu ribet-ribet, kalau ketemu di buku teks biasa langsung ditambahkan saja. HaEr48 (bicara) 10 Mei 2020 16.14 (UTC)