Kabupaten Bogor

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Bogor

ᮊᮘᮥᮕᮒᮨᮔ᮪ ᮘᮧᮌᮧᮁ
Jawa 1rightarrow blue.svg Jawa Barat
Lambang Kabupaten Bogor.png
Lambang
Motto: 
Prayoga Tohaga Sayaga Kuta Udaya Wangsa
Map of West Java highlighting Bogor Regency.svg
Kabupaten Bogor berlokasi di Jawa
Kabupaten Bogor
Kabupaten Bogor
Kabupaten Bogor berlokasi di Indonesia
Kabupaten Bogor
Kabupaten Bogor
Koordinat: 6°19′S 106°10′E / 6.32°S 106.17°E / -6.32; 106.17
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
Tanggal peresmian3 Juni 1482; 538 tahun yang lalu
Ibu kotaCibinong
Pemerintahan
 • BupatiAde Yasin
 • Wakil BupatiIwan Setiawan[1]
Luas
 • Total2.644 km2 (1,021 sq mi)
 • Darat2,115,2 km2 (816,7 sq mi)
 • Air528,8 km2 (204,2 sq mi)
Populasi
 (2021)
 • Total5.132.355 jiwa
Demografi
 • AgamaIslam 97,17%
Kristen 2,29%
- Protestan 1,72%
- Katolik 0,57%
Buddha 0,33%
Konghucu 0,16%
Hindu 0,05%[2][3]
 • BahasaBahasa Indonesia
Bahasa Sunda
Bahasa Betawi
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon021 dan 0251
Kode Kemendagri32.01 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan40 kecamatan
Jumlah kelurahan16 kelurahan
Jumlah desa410 desa
DAURp. 2.083.540.132.000 (2021)[4]
IPMIncrease 74,10 (2021)
70,65 (2019)
Situs webwww.bogorkab.go.id
Pemandangan Desa di Daerah Bogor Pada Tahun 1880-an, Dengan Latar Belakang Gunung Salak.

Kabupaten Bogor (aksara Sunda: ᮊᮘᮥᮕᮒᮦᮔ᮪ ᮘᮧᮍᮁᮧ, Latin: Kabupatén Bogor) adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Pusat pemerintahannya adalah Kecamatan Cibinong. Kabupaten Bogor berbatasan dengan Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi di utara; Kabupaten Karawang di timur, Kabupaten Cianjur di tenggara, Kabupaten Sukabumi di selatan dan mengelilingi wilayah Kota Bogor.

Kabupaten Bogor terdiri atas 40 kecamatan, yang dibagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan Kabupaten Bogor terletak di Kecamatan Cibinong, yang berada di sebelah utara Kota Bogor.[5]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1745, cikal bakal masyarakat Bogor semula berasal dari 9 kelompok pemukiman digabungkan oleh Gubernur Baron van Inhof menjadi inti kesatuan masyarakat Kabupaten Bogor.

Pada waktu itu, Bupati Demang Wartawangsa berupaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan rakyat yang berbasis pertanian dengan menggali terusan dari Sungai Ciliwung ke Cimahpar dan dari Nanggewer sampai ke Kalimulya.[6]

Terdapat berbagai pendapat tentang lahirnya nama Bogor itu sendiri. Salah satu pendapat menyatakan bahwa nama Bogor berasal dari bahasa Arab yaitu Baqar yang berarti sapi dengan alasan terdapat bukti berupa patung sapi di Kebun Raya Bogor. Pendapat lainnya menyebutkan bahwa nama Bogor berasal dari kata Bokor yang berarti tunggul pohon enau. Pendapat di atas memiliki dasar dan alasan tersendiri diyakini kebenarannya oleh setiap ahlinya.

Namun berdasarkan catatan sejarah, pada tanggal 7 April 1752 telah muncul kata Bogor dalam sebuah dokumen dan tertulis Hoofd van de Negorij Bogor, yang berarti Kepala Kampung Bogor. Pada dokumen tersebut diketahui juga bahwa kepala kampung itu terletak di dalam lokasi Kebun Raya itu sendiri yang mulai dibangun pada tahun 1817.

Perjalanan sejarah Kabupaten Bogor memiliki keterkaitan yang erat dengan zaman kerajaan yang pernah memerintah di wilayah tersebut. Pada 4 abad sebelumnya, Sri Baduga Maharaja dikenal sebagai raja yang mengawali zaman Kerajaan Pajajaran, raja tersebut terkenal dengan ajaran dari leluhur yang dijunjung tinggi yang mengejar kesejahteraan. Sejak saat itu secara berturut-turut tercatat dalam sejarah adanya kerajaan-kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah tersebut, yaitu:

  • Kerajaan Tarumanegara, diperintah oleh 12 orang raja. Berkuasa sejak tahun 358 sampai dengan tahun 669.
  • Kerajaan Galuh, diperintah oleh 14 raja. Berkuasa sejak 516 hingga tahun 852.
  • Kerajaan Sunda, diperintah oleh 28 raja. Bertahta sejak tahun 669 sampai dengan tahun 1333.
  • Kerajaan Kawali, diperintah oleh 6 orang raja. Berkuasa sejak tahun 1333 hingga 1482.
  • Kerajaan Pajajaran, berkuasa sejak tahun 1482 hingga tahun 1579. Pelantikan raja yang terkenal sebagai Sri Baduga Maharaja, menjadi satu perhatian khusus. Pada waktu itu terkenal dengan Upacara Kuwedabhakti, dilangsungkan tanggal 3 Juni 1482. Tanggal itulah kiranya yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Bogor dan Kabupaten Bogor.

Pada tahun 1975, Pemerintah Pusat menginstruksikan bahwa Kabupaten Bogor harus memiliki Pusat Pemerintahan di wilayah Kabupaten sendiri. Atas dasar tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor mengadakan penelitian di beberapa wilayah Kabupaten Bogor untuk dijadikan calon ibukota sekaligus berperan sebagai pusat pemerintahan. Alternatif lokasi yang akan dipilih diantaranya adalah wilayah Kecamatan Ciawi, Kecamatan Leuwiliang, Kecamatan Parung, dan Kecamatan Cibinong.

Hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa yang diajukan ke Pemerintah Pusat untuk mendapat persetujuan sebagai calon ibukota adalah Desa Rancamaya wilayah Kecamatan Ciawi. Akan tetapi Pemerintah Pusat menilai bahwa Rancamaya masih relatif dekat letaknya dengan Pusat Pemerintahan Kota Bogor dan dikhawatirkan akan masuk ke dalam rencana perluasan dan pengembangan wilayah Kota Bogor.

Oleh karena itu atas petunjuk Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor mengambil salah satu alternatif wilayah dari hasil penelitian lainnya. Dalam sidang Pleno DPRD Kabupaten Bogor tahun 1980, ditetapkan bahwa calon ibukota Kabupaten Bogor terletak di Desa Tengah, Kecamatan Cibinong.

Penetapan calon ibukota ini diusulkan kembali ke pemerintah Pusat dan mendapat persetujuan serta dikukuhkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1982, yang menegaskan bahwa ibukota Pusat Pemerintahan Kabupaten Bogor berkedudukan di Desa Tengah, Kecamatan Cibinong.

Sejak saat itu, dimulailah rencana persiapan pembangunan Pusat Pemerintahan ibukota Kabupaten Bogor dan pada tanggal 5 Oktober 1985 dilaksanakan peletakan batu pertama oleh Bupati Kabupaten Bogor saat itu.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Berikut merupakan daftar Bupati Bogor.

No. Potret Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Partai Wakil Bupati Periode Referensi
1 Portrait of Ipik Gandamana.jpg Ipik Gandamana 1948 1949 Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia   N/A 1 [ket. 1]
2 Portrait of Raden Endoey Abdoellah.jpg Abdoellah Natadipoera 1950 1958 Non Partai   N/A 2
3 Portrait of Raden Kahfi.jpg Raden Kahfi 1958 1960 Majelis Syuro Muslimin Indonesia   N/A 3
1960 1961 4
4 Karta Dikaria 1961 1967 Non Partai   N/A 5
5 Portrait of Wissatya Sasemita.jpg Wissatya Sasemita 1968 1973   N/A 6
6 Portrait of Raden Mochamad Muchlis.jpg Raden Mochamad Muchlis 1973 1976   N/A 7
7 Portrait of Ayib Rughby.jpg Ayib Rughby 1976 1978 Militer   N/A
1978 30 Desember 1983 8 [ket. 2]
8 Soedardjat Nataatmadja.jpg Soedardjat Nataatmadja 30 Desember 1983 30 Desember 1988   N/A 9
9 Eddie Yoso Martadipura 30 Desember 1988 30 Desember 1993   Moh. Masduki
(1994–?)
10
30 Desember 1993 30 Desember 1998 11
10 Portrait of Agus Utara Effendi.jpg Agus Utara Effendi 30 Desember 1998 30 Desember 2003   N/A 12 [ket. 3]
30 Desember 2003 30 Desember 2008   Laode Albert Pribadi 13
(2003)
11 Rahmat Yasin.jpg Rahmat Yasin 30 Desember 2008 30 Desember 2013 Partai Persatuan Pembangunan   Karyawan Faturahman 14
(2008)
30 Desember 2013 25 November 2014 Nurhayanti 15
(2013)
12 Nurhayanti Bupati Bogor.jpg Nurhayanti 16 Maret 2015 30 Desember 2018 Non Partai   N/A [ket. 4]
13 Ade Yasin.jpg Ade Yasin 30 Desember 2018 Petahana Partai Persatuan Pembangunan   Iwan Setiawan 16
(2018)
[7]
  Non Partai

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

DPRD Kabupaten Bogor periode 2019-2024 hasil Pemilu 2019 terdiri dari 55 anggota dalam 9 partai politik.[8] Sedangkan pada periode 2014-2019, DPRD Kabupaten Bogor terdiri dari 50 anggota dalam 10 partai politik.[9]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
Logo PKB.svg PKB 3 2
Logo Gerindra.svg Gerindra 6 Increase 14
LOGO- PDIP.svg PDI Perjuangan 7 6
GOLKAR logo.png Golkar 9 6
Partai NasDem.svg NasDem 3 0
PKS logo 2020.png PKS 5 Increase 9
PPP logo 2021.png PPP 7 6
Logo PAN.svg PAN 3 Increase 5
Logo Hanura.svg Hanura 3 1
Logo of the Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat 4 Increase 6
Jumlah Anggota 50 Increase 55
Jumlah Partai 10 9

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bogor memiliki 40 kecamatan, 19 kelurahan, dan 416 desa. Pada tahun 2019, jumlah penduduk mencapai 5.965.410 jiwa dengan luas wilayah 2.663,85 km² dan sebaran penduduk 2.236 jiwa/km².[10]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Bogor, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Kelurahan Desa Status Daftar
Desa/Kelurahan
32.01.05 Babakan Madang 9 Desa
32.01.13 Bojonggede 1 8 Desa
Kelurahan
32.01.27 Caringin 12 Desa
32.01.08 Cariu 10 Desa
32.01.15 Ciampea 13 Desa
32.01.24 Ciawi 13 Desa
32.01.01 Cibinong 13 - Kelurahan
32.01.16 Cibungbulang 15 Desa
32.01.38 Cigombong 9 Desa
32.01.22 Cigudeg 15 Desa
32.01.28 Cijeruk 9 Desa
32.01.07 Cileungsi 12 Desa
32.01.29 Ciomas 1 10 Desa
Kelurahan
32.01.25 Cisarua 1 9 Desa
Kelurahan
32.01.33 Ciseeng 10 Desa
32.01.03 Citeureup 2 12 Desa
Kelurahan
32.01.30 Dramaga 10 Desa
32.01.02 Gunung Putri 10 Desa
32.01.11 Gunung Sindur 10 Desa
32.01.19 Jasinga 16 Desa
32.01.06 Jonggol 14 Desa
32.01.12 Kemang 1 8 Desa
Kelurahan
32.01.32 Klapanunggal 9 Desa
32.01.14 Leuwiliang 11 Desa
32.01.39 Leuwisadeng 8 Desa
32.01.26 Megamendung 12 Desa
32.01.21 Nanggung 11 Desa
32.01.17 Pamijahan 15 Desa
32.01.10 Parung 9 Desa
32.01.20 Parung Panjang 11 Desa
32.01.34 Ranca Bungur 7 Desa
32.01.18 Rumpin 14 Desa
32.01.35 Sukajaya 11 Desa
32.01.09 Sukamakmur 10 Desa
32.01.04 Sukaraja 13 Desa
32.01.37 Tajur Halang 7 Desa
32.01.31 Tamansari 8 Desa
32.01.36 Tanjungsari 10 Desa
32.01.23 Tenjo 9 Desa
32.01.40 Tenjolaya 7 Desa
TOTAL 19 416

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 40 tahun 2003 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 35 tahun 2002 saat ini wilayah Kabupaten Bogor terdiri dari 40 kecamatan, 410 desa dan 16 kelurahan.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Saat ini populasi penduduk di Kabupaten Bogor mencapai hampir 7.000.000 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi, membuat Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten dengan penduduk terbanyak di Indonesia.

Sejak masa Orde Baru banyak pendatang yang memilih Kabupaten Bogor karena lokasinya yang tak jauh dari Jakarta kebanyakan pendatang dari Suku Jawa, bahkan di Kecamatan Cibinong populasi orang Jawa mencapai 32% dan di Kecamatan Gunung Putri 30%. Sementara di Kecamatan Sukamakmur dan Kecamatan Tanjungsari populasi orang Jawa dibawah 3%.

Suku Bangsa[sunting | sunting sumber]

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Bahasa Sunda mayoritas dituturkan penduduk di kecamatan bagian selatan yang berbatasan dengan kota Bogor serta Kabupaten Cianjur dan kecamatan bagian barat Kabupaten Bogor yang berbatasan dengan Kabupaten Lebak. Sementara Bahasa Betawi dituturkan hampir seluruh kecamatan yang berbatasan dengan Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang menggunakan bahasa ini.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Bogor memiliki luas ± 2.664 km². Secara geografis terletak di antara 6°18'0"–6°47'10" Lintang Selatan dan 106°23'45"–107°13'30" Bujur Timur, dengan tipe morfologi wilayah yang bervariasi, dari dataran yang relative rendah di bagian utara hingga dataran tinggi di bagian selatan, dataran rendah sekitar 29,28% berada pada ketinggian 15-100 meter di atas permukaan laut (mdpl), merupakan kategori ekologi hilir. Dataran bergelombang sekitar 43,62% berada pada ketinggian 100–500 meter di atas permukaan laut (mdpl), merupakan kategori ekologi tengah. Sekitar 19,53% daerah pegunungan berada pada ketinggian 500-1.000 meter dpl, merupakan kategori ekologi hulu. Daerah pegunungan tinggi sekitar 8,43% berada pada ketinggian 1.000–2.000 meter dpl, merupakan kategori ekologi hulu dan 0,22% berada pada ketinggian 2.000–2.500 meter dpl, merupakan kategori hulu.[11]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bogor dilintasi Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi. Jalan tol ini adalah jalur wisata utama dari Jakarta menuju Bandung. Jalur ini melewati rute Jalan Tol Jagorawi-Puncak-Cianjur-Bandung. Jalur Ciawi-Puncak merupakan salah satu yang terpadat pada musim libur, karena kawasan tersebut merupakan tempat berlibur warga Jakarta dan sekitarnya.[12]

Apabila jalur wisata utama tersebut macet, yang biasanya terjadi pada hari-hari libur, maka dapat menggunakan rute alternatif melewati Cibubur-Cileungsi-Jonggol-Cariu-Cianjur-Bandung.

Untuk angkutan kereta api, terdapat jalur Kereta Rel Listrik (KRL) Jakarta-Bogor yang jalur kereta apinya berlanjut hingga ke Stasiun Sukabumi, dan Stasiun Cianjur dengan menggunakan Kereta Rel Diesel (KRD). Dan jalur akhir berhenti di Stasiun Padalarang.

Untuk angkutan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), biasanya terdapat di Terminal Cileungsi. Ada beberapa PO Bus AKAP diantaranya:

  • PO. Sumber Alam
  • PO. Rosalia Indah
  • PO. Ramayana
  • PO. Santoso
  • PO. Maju Lancar
  • PO. Sinar Jaya
  • PO. Harapan Jaya
  • PO. New Shantika
  • PO. Haryanto
  • PO. Bejeu
  • PO. Kramat Jati
  • PO. Rukun Jaya
  • PO. Dedi Jaya
  • PO. Dewi Sri
  • PO. Agra Mas
  • PO. Gunung Harta

Dan untuk bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Terminal Cileungsi ada beberapa PO Bus, diantaranya:

Sarana transportasi lain di wilayah Kabupaten Bogor adalah Angkutan Kota (Angkot), Angkutan Pedesaan (Angkudes), Ojek Motor, Becak Kayuh dan Delman.

Angkutan Kota[sunting | sunting sumber]

  • D03: Depok-Parung PP
  • D05: Depok-Bojong Gede PP
  • D25: Parung-Rumpin PP
  • D26: Citayam-Sawangan PP
  • D27: Parung-BSD PP
  • D29: Parung-Ciputat PP
  • D41: Gandaria-Citeureup PP
  • D68: Leuwinanggung-Cibinong PP
  • D71: Cibinong-Kampung Bulak PP
  • D72: Cibinong-Kampung Sawah PP
  • D106: Parung-Lebak Bulus PP
  • D111: Citayam-Sasak Panjang PP
  • D111A: Parung-Sasak Panjang PP
  • D117: Parung-Bojong Gede PP
  • D121: Cileungsi-Kampung Rambutan PP
  • D121A: Ciangsana-Kampung Rambutan PP
  • F02: Sukasari-Cicurug PP
  • F02A: Sukasari-Cisarua PP
  • F02B: Sukasari-Cibedug PP
  • F02C: Ciawi-Pasir Muncang PP
  • F06: Parung-Merdeka PP
  • F06A: Merdeka-Ciampea PP
  • F07: Pasar Anyar-Bojong Gede PP
  • F08: Citeureup-Pasar Anyar PP
  • F11: Leuwiliang-Ciampea PP
  • F12: Ciampea-Bojong Gede PP
  • F17: Laladon-Kampus Dalam PP
  • F18: Laladon-Neglasari PP
  • F19: Laladon-Cibeureum Petir PP
  • F23: Ciampea-Putat Nutug PP
  • F26: Simpang Parung-Pasar Prumpung PP
  • F28: Parung-Kuripan PP
  • F31: Bojong Gede-Ciluar PP
  • F32: Cibinong-Taman Pagelaran PP
  • F34: Bambu Kuning-Cibinong City Mall PP
  • F35: Cibinong-Bambu Kuning PP
  • F38: Citeureup-Simpang Nagrak PP
  • F40: Cileungsi-Serang PP
  • F40: Cileungsi-Griya Alam Sentosa PP
  • F42: Cileungsi-Situsari PP
  • F43: Citeureup-Sukamakmur PP
  • F44: Citeureup-Babakan Madang PP
  • F45: Cileungsi-Perumahan Graha Prima PP
  • F49: Cileungsi-Bojong Kulur PP
  • F50: Laladon-Tenjolaya PP
  • F53: Laladon-Segog PP
  • F54: Leuwiliang-Parabakti PP
  • F55: Leuwiliang-Segog PP
  • F56: Leuwiliang-Nanggung PP
  • F57: Leuwiliang-Puraseda PP
  • F59: Leuwiliang-Gunung Bunder PP
  • F60: Cileungsi-Pasir Tanjung PP
  • F64: Cibinong-Jonggol PP
  • F66: Citeureup-Gunung Putri PP
  • F73: Citeureup-Lulut PP
  • F74: Citeureup-Nambo PP
  • F83: Parung Panjang-Griya PP
  • F90: Leuwiliang-Hamaro PP
  • F90A: Leuwiliang-Cisaranten PP
  • F92: Cileungsi-Bantar Gebang PP
  • K56: Cileungsi-UKI PP
  • P01: Cileungsi-Cisalak PP
  • T02: Cileungsi-Ciawi PP
  • T02A: Ciawi-Citeureup PP
  • T05: Cileungsi-Laladon PP

Stasiun Kereta Api Aktif[sunting | sunting sumber]

Stasiun Kereta Api Non Aktif[sunting | sunting sumber]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Objek Wisata:[sunting | sunting sumber]

Rencana Pemekaran[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bogor saat ini memiliki 40 kecamatan dengan jumlah penduduk sekitar 5,7 juta jiwa. Hal ini menyebabkan masyarakat Kabupaten Bogor kesulitan mengurus administrasi kependudukan yang letaknya cukup jauh. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bogor berencana memekarkan 7 kecamatan menjadi Kabupaten Bogor Timur, 14 kecamatan menjadi Kabupaten Bogor Barat dan 6 kabupaten, 6 kota menjadi Provinsi Bogor Raya.[13][14]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Ade Yasin Resmi Jadi Bupati Bogor". www.republika.co.id. 
  2. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama DUKCAPIL
  3. ^ "Statistik Kabupaten Bogor". bogorkab.bps.go.id. Diakses tanggal 23 Februari 2021. 
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 23 Februari 2021. 
  5. ^ Profil Daerah Kabupaten Bogor regionalinvestment.bkpm.go.id
  6. ^ Sejarah Kabupaten Bogor kemendagri.go.id
  7. ^ "Ade Yasin Resmi Jadi Bupati Bogor". www.republika.co.id. 
  8. ^ Gerindra Kuasai Kursi DPRD Kabupaten Bogor Periode 2019-2024 .Kompas
  9. ^ DPRD Kabupaten Bogor Didominasi Wajah Baru.Kompas
  10. ^ "Kabupaten Bogor Dalam Angka 2020". bogorkab.bps.go.id. 
  11. ^ "Gambaran Umum Kabupaten Bogor". bogorkab.go.id. 
  12. ^ Jalur Puncak Macet tempo.co
  13. ^ Wuragil, Zacharias (2019-07-22). "Usulan Bogor Timur Ditekan, Kabupaten Bogor Akan Dipecah Tiga". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-03-15. 
  14. ^ Admin. "Kabupaten Bogor Barat Memisahkan Diri, Ini Kata Ade Yasin" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-03-19. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Kesalahan pengutipan: Ditemukan tag <ref> untuk kelompok bernama "ket.", tapi tidak ditemukan tag <references group="ket."/> yang berkaitan