Kabupaten Lebak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kabupaten Lebak
ᮊᮘ᮪. ᮜᮨᮘᮊ᮪
Coat of arms of Lebak.png
Lambang Kabupaten Lebak
ᮊᮘ᮪. ᮜᮨᮘᮊ᮪


Moto: Iman Aman Uman Amin


Dari atas searah jarum jam : Stasiun Rangkasbitung, Kampung Baduy, Arung Jeram Sungai Ciberang, Pantai Sawarna, Pantai Tanjung Layar.
Dari atas searah jarum jam : Stasiun Rangkasbitung, Kampung Baduy, Arung Jeram Sungai Ciberang, Pantai Sawarna, Pantai Tanjung Layar.
Locator kabupaten lebak.png
Peta lokasi Kabupaten Lebak
ᮊᮘ᮪. ᮜᮨᮘᮊ᮪ di Banten
Koordinat: 60 18' - 70 00' LS
1050 25'- 1060 30' BT
Provinsi Banten
Ibu kota Rangkasbitung
Pemerintahan
-Bupati Ino S. Rawita (Pjs.)
-Wakil Bupati Jabatan lowong
APBD
-DAU Rp. 901.740.477.000.-(2013)[1]
Luas 3.426,56 [2]
Populasi
-Total 1.288.103 jiwa (2017)[3]
-Kepadatan 375,91 jiwa/km²
Demografi
-Agama Islam 99,42%
Sunda Wiwitan 0,22%
Kristen Protestan 0,13%
Buddha 0,13%
Katolik 0,09%
Konghucu 0,01%[4]
-Kode area telepon 0252
Pembagian administratif
-Kecamatan 28 Kecamatan
-Kelurahan 5 Kelurahan
-Desa 340 Desa
Simbol khas daerah
-Flora resmi -
-Fauna resmi Owa Abu-Abu
Situs web www.lebakkab.go.id

Kabupaten Lebak (aksara Sunda: ᮊᮘ᮪. ᮜᮨᮘᮊ᮪, Latin: Kab. Lebak) adalah sebuah kabupaten di Provinsi Banten, Indonesia. Ibukotanya adalah Rangkasbitung, yang berada di bagian utara wilayah kabupaten. Kota ini dilintasi jalur kereta api Jakarta-Merak. Kabupaten Lebak terdiri atas 28 kecamatan, yang dibagi lagi atas 340 desa dan 5 kelurahan. Baduy merupakan salah satu objek wisata yang dimiliki Kabupaten Lebak dan sering dikunjungi wisatawan mancanegara karena memiliki keunikan tersendiri.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sebagai bagian dari wilayah Kesultanan Banten, Kabupaten Lebak dengan luas Wilayah 304.472 Ha, sejarahnya tidak dapat dipisahkan dari sejarah Kesultanan Banten. Berkaitan dengan hari jadi Kabupaten Lebak yang jatuh pada tanggal 2 Desember 1828, terdapat beberapa catatan sejarah yang menjadi dasar pertimbangan, antara lain :

Kesultanan Banten[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 19 Maret 1813, Kesultanan Banten dibagi 4 wilayah yaitu:

  • Wilayah Banten Lor
  • Wilayah Banten Kulon
  • Wilayah Banten Tengah
  • Wilayah Banten Kidul

Ibukota Wilayah Banten Kidul terletak di Cilangkahan dan pemerintahannya dipimpin oleh Bupati yang diangkat oleh Letnan Gubernur Inggris Raffles yaitu Tumenggung Suradilaga.

Karesidenan Banten[sunting | sunting sumber]

Pemandangan pantai di Sawarna pada tahun 1929.

Berdasarkan Surat Keputusan Komisaris Jenderal Nomor 1, Staatsblad Nomor 81 tahun 1828, Wilayah Keresidenan Banten dibagi menjadi 3 (tiga) Kabupaten yaitu :

  • Kabupaten Serang
  • Kabupaten Caringin
  • Kabupaten Lebak

Wilayah Kabupaten Lebak berdasarkan pembagian di atas memiliki batas-batas yang meliputi District dan Onderdistrict, yaitu:

  • District Sajira yang terdiri dari Onderdistrict Ciangsa, Somang dan Onderdistrict Sajira,
  • District Lebak Parahiang yang terdiri dari Onderdistrict Koncang dan Lebak Parahiang.
  • District Parungkujang yang terdiri dari Onderdistrict Parungkujang dan Kosek,
  • District Madhoor (Madur) yang terdiri dari Onderdisrict Binuangeun, Sawarna dan Onderdistrict Madhoor (Madur)

Pemindahan Ibu Kota Lebak[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1851, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, nomor 15 tanggal 17 Januari 1849, Ibukota Kabupaten Lebak yang saat itu berada di Warunggunung dipindahkan ke Rangkasbitung. Pelaksanaan pemindahannya secara resmi baru dilaksanakan pada tanggal 31 Maret 1851.

Perubahan Wilayah Lebak[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Lebak yang pada tahun 1828 memiliki District, dengan terbitnya  Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 29 Oktober 1828, Staatsblad nomor 266 tahun 1828,   diubah  menjadi :

  • District Rangkasbitung,  meliputi  Onderdistrict Rangkasbitung, Kolelet Wetan, Warunggunung dan Onderdistrict Cikulur.
  • District Lebak, meliput Onderdistrict Lebak, Muncang, Cilaki dan Cikeuyeup.
  • District Sajira meliputi Onderdistrict Sajira, Saijah, Candi dan Maja.
  • District Parungkujang, meliputi Onderdistrict Parungkujang, Kumpay, Cileles dan Bojongmanik.
  • District Cilangkahan, meliputi Onderdistrict Cilangkahan, Cipalabuh, Cihara dan Bayah.
  1. Tanggal 14 Agustus 1925 Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 14 Agustus 1925, Staatsblad nomor 381 tahun 1925 Kabupaten Lebak menjadi daerah Pemerintahan yang berdiri sendiri dengan wilayah meliputi District Parungkujang, Rangkasbitung, Lebak dan Cilangkahan.

Pembentukan Kabupaten Lebak[sunting | sunting sumber]

Undang-undang Nomor 14 tahun 1950 tentang Pembentukan daerah-daerah Kabupaten dalam lingkungan Propinsi Jawa Barat.

Berdasarkan rangkaian sejarah  tersebut kami berpendapat bahwa titi mangs  tepat untuk ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Lebak adalah tanggal 2 Desember 1828, dengan dasar pemikiran dan pertimbangan sebagai berikut :

a. Tanggal 2 Desember 1828, berdasarkan Staatsblad Nomor 81 tahun 1828 merupakan titik awal pembentukan 3 (tiga) Kabupaten di wilayah bekas Kesultanan Banten dan nama Lebak mulai diabadikan menjadi nama Kabupaten dengan batas-batas wilayah yang lebih jelas sebagaimana tercantum dalam pembagian wilayah ke dalam District dan Onderdistrict (Kewedanaan dan Kecamatan). Walaupun terdapat perubahan nama dan penataan kembali wilayah District dan Onderdistrict tersebut, wilayah Kabupaten Lebak dalam perkembangan selanjutnya sebagaimana tertuang dalam Staatsblad nomor 226 tahun 1828, Staatsblad nomor 381 tahun 1925 dan Undang-undang nomor 14 tahun 1950, merupakan wilayah Kabupaten Lebak sebagaimana adanya saat ini.

Sebelum adanya Staatsblad nomor 81 tahun 1828, selain nama Lebak belum pernah diabadikan  batas wilayah untuk Kabupaten yang ada di wilayah Banten karena belum adanya kejelasan yang dapat dijadikan dasar penetapan.

b. Tanggal 2 Desember 1828 yang bertepatan dengan saat diterbitkannya Staatsblad nomor 81 tahun1828,  tidak dijadikan dasar penetapan sebagai Hari Jadi bagi dua Kabupaten lainnya, yaitu Kabupaten Serang dan Pandeglang.

Upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lebak beserta seluruh aparat serta dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Lebak melalui wakil-wakilnya di DPRD,  telah berhasil menentukan Hari Jadi Kabupaten Lebak dengan lahirnya Keputusan DPRD nomor 14/172.2/D-II/SK/X/1986, yang memutuskan untuk  menerima dan menyetujui bahwa  Hari Jadi Kabupaten Lebak jatuh pada tanggal 2 Desember 1828 beserta rancangan peraturan daerahnya.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara geografis wilayah Kabupaten Lebak berada pada 105 25' - 106 30 BT dan 6 18' - 7 00' LS. Kabupaten Lebak memiliki topografi berupa pantai, dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian wilayah antara 0-1929 meter diatas permukaan air laut. Bagian utara dan barat kabupaten ini berupa dataran rendah hingga perbukitan bergelombang dan di bagian selatan merupakan dataran rendah yang sempit dari pesisir Samudera Hindia. Sedangkan wilayah bertopografi perbukitan hingga pegunungan terletak di wilayah timur hingga tenggara yang perbatasan dengan Provinsi Jawa Barat yang merupakan bagian Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Gunung yang ada di Kabupaten Lebak antara lain Gunung Halimun-Sanggabuana (1.929 m), Gunung Kendeng (1.764 m) dan Gunung Endut (1.297 m).

Iklim dan Hidrologi[sunting | sunting sumber]

Iklim di Kabupaten Lebak dipengaruhi oleh angin monsoon dan La Nina. Cuaca didominasi oleh angin baratan dari Samudera Hindia dan benua Asia pada musim hujan dan angin timuran pada musim kemarau. Curah hujan rata-rat per tahun mencapai 2.000-4.000 mm dengan suhu udara antara 24°-30 °C. Sungai Ciujung yang mengalir ke arah utara menuju Laut Jawa melintasi Kabupaten Lebak merupakan sungai terpanjang di Provinsi Banten. Sedangkan sungai yang bermuara ke Samudera Hindia diantaranya Sungai Cibareo, Sungai Cisawarna, Sungai Cimadur, Sungai Cisiih, Sungai Cimancak, Sungai Cihara, Sungai Cipageran dan Sungai Cilangkahan.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah Kabupaten Lebak adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang
Selatan Samudera Hindia
Barat Kabupaten Pandeglang
Timur Provinsi Jawa Barat

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah Daftar Bupati Lebak dari masa ke masa.[5][6]

No. Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Wakil Bupati Ket.
1
Pangeran Sendjaya R. Djamil
1819
1830
1
2
R. T. A. Kartanata Negara
1830
1865
2
3
T. Prawirakoesoemah
1865
1877
3
4
R. T. Soetan Angoen Angoen
1877
1881
4
5
R. A. A. Soeta Nataningrat
1881
1907
5
6
R. A. Soeriadipoetra
1907
1925
6
7
R. A. A. Gondosapoetra
1925
1938
7
8
R. T. Hardiwinangoen
1938
1945
8
9
R. Denda Koesoemah
1945
1949
9
10
KH. Tugabus Hasan
1949
1950
10
11
Tubagus Surya Atmadja
1950
1959
11
12
R. Bidin Suria Gunawan
1959
1967
12
13
R. A. Hardiwinangun
1967
1973
13
14
H.
Dana Soedarna
SH
1973
1978
14
1978
1983
15
15
Drs. H.
Oman Sachroni
1983
1988
16
16
H.
Endang Suwarna
1988
1993
17
17
H.
Didin Muhjidin
1993
1998
18
18
H.
Yas'a Mulyadi M. T. P
1998
2003
19
19
Mulyadi Jayabaya Official Portrait.jpg H.
Mulyadi Jayabaya
SE
2003
2008
20
H.
Odih Chudori Padma
2008
2013
21
Ir. H.
Amir Hamzah
M.Si
Asmudji HW
2013
2014
20
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.jpg Hj.
Iti Octavia Jayabaya
SE, MM
15 Januari 2014
Petahana
22
Ade Sumardi
[7]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Lebak Terbagi atas 28 Kecamatan, 340 Desa dan 5 Kelurahan. Pusat pemerintahan Kabupaten Lebak terletak di Kecamatan Rangkasbitung

  1. Banjarsari
  2. Bayah
  3. Bojongmanik
  4. Cibadak
  5. Cibeber
  6. Cigemblong
  7. Cihara
  8. Cijaku
  9. Cikulur
  10. Cileles
  11. Cilograng
  12. Cimarga
  13. Cipanas
  14. Cirinten
  15. Curugbitung
  16. Gunungkencana
  17. Kalang Anyar
  18. Lebak Gedong
  19. Leuwidamar
  20. Maja
  21. Malingping
  22. Muncang
  23. Panggarangan
  24. Rangkasbitung
  25. Sajira
  26. Sobang
  27. Wanasalam
  28. Warunggunung

Pemekaran Daerah[sunting | sunting sumber]

Pemerintah Provinsi Banten mengajukan 12 wilayah pemekaran yang nantinya menjadi daerah otonom kabupaten/kota. Keduabelas wilayah yang dusulkan untuk dimekarkan tersebut masing-masing berada di wilayah Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang.[8]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pendidikan formal TK atau RA SD atau MI SMP atau MTs SMA atau MA SMK Perguruan tinggi Lainnya
Negeri 2 780 149 30 5 0 2
Swasta 81 209 158 70 19 11 3
Total 83 989 307 100 24 1 5
Data sekolah di kabupaten Lebak periode 2010/2011
Sumber:[9]

Media Massa[sunting | sunting sumber]

Stasiun Radio[sunting | sunting sumber]

  • GeNJ FM 95.70 MHz "Surya Musik Persada(PM3FAD)" - Rangkasbitung
  • RangkaS FM 102,4 MHz "Bandar Goyang Rangkasbitung " - Rangkasbitung
  • La Tansa FM 107,6 MHz "La Tansa Mashiro " - Rangkasbitung

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ Luas kabupaten Lebak versi situs web resmi pemerintah kabupaten Lebak
  3. ^ "Kabupaten Lebak Dalam Angka 2018". BPS Kabupaten Lebak. Diakses tanggal 18 Oktober 2018. 
  4. ^ "Laporan Penduduk Berdasarkan Agama Provinsi Banten Semester I Tahun 2014". Biro Pemerintahan Provinsi Banten. Diakses tanggal 18 Oktober 2018. 
  5. ^ "Profil Bupati dan Wakil Bupati Lebak". Pemerintah Kabupaten Lebak. Diakses tanggal 9 November 2018. 
  6. ^ "Ini Nama-nama Bupati Lebak Dari Pertama Hingga Sekarang". Chanel Banten. 17 Oktober 2017. Diakses tanggal 9 November 2018. 
  7. ^ Dami, Laurens (16 Januari 2014). "Bupati dan Wakil Bupati Lebak Terpilih Akhirnya Dilantik". BeritaSatu.com. Diakses tanggal 9 November 2018. 
  8. ^ Gubernur Banten Ajukan 12 Wilayah Pemekaran
  9. ^ Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) wilayah kabupaten Lebak

Pranala luar[sunting | sunting sumber]