Kabupaten Lebak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Lebak
Kabupaten Rangkasbitung
Transkripsi bahasa daerah
 • Aksara Sundaᮜᮨᮘᮊ᮪ atau ᮼᮘᮊ᮪
Permukiman masyarakat suku Badui, didominasi oleh rumah adat bernama sulah nyanda.
Permukiman masyarakat suku Badui, didominasi oleh rumah adat bernama sulah nyanda.
Lambang resmi Kabupaten Lebak
Motto: 
Iman aman uman amin
(Sunda) Tangguh menghadapi rintangan, yang diimbangi dengan kesucian iman, perbuatan yang menenteramkan, dan sikap toleransi
Peta
Kabupaten Lebak di Jawa
Kabupaten Lebak
Kabupaten Lebak
Peta
Kabupaten Lebak di Indonesia
Kabupaten Lebak
Kabupaten Lebak
Kabupaten Lebak (Indonesia)
Koordinat: 6°39′00″S 106°13′00″E / 6.65°S 106.21667°E / -6.65; 106.21667
Negara Indonesia
ProvinsiBanten
Hari jadi2 Desember 1828 (umur 194)
Ibu kotaKota Rangkasbitung
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
Pemerintahan
 • BupatiIti Octavia Jayabaya, SE. MM
 • Wakil BupatiAde Sumardi
Luas
 • Total3.426,56 km2 (1,323,00 sq mi)
Populasi
 • Total1.459.108
 • Kepadatan409/km2 (1,060/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 99,19%
Sunda Wiwitan 0,44%
Kristen 0,23%
- Protestan 0,14%
- Katolik 0,09%
Buddha 0,13%
Konghucu 0,01%[2]
 • BahasaSunda
Indonesia
 • IPMKenaikan 64,03 (2021)
sedang[3]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
Kode area telepon+62 252
Pelat kendaraanA xxxx N*/O*/P*/Q*
Kode Kemendagri36.02 Edit the value on Wikidata
Kode SNI 7657-2010LBK
DAURp 1.114.873.247.000.-(2020)[4]
Fauna resmiOwa abu-abu
Situs webwww.lebakkab.go.id

Kabupaten Lebak (Sunda: ᮜᮨᮘᮊ᮪) adalah sebuah wilayah kabupaten yang terletak di Provinsi Banten, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kota Rangkasbitung yang terletak dibagian paling utara Kabupaten ini. Lebak merupakan kabupaten paling luas di Provinsi Banten dan juga terluas kelima di Pulau Jawa. Jumlah penduduk Lebak di tahun 2021 adalah 1.402.324 jiwa.[2]

Kabupaten Lebak dilintasi jalur kereta api Jakarta-Merak. Kabupaten Lebak terdiri atas 28 kecamatan, yang dibagi lagi atas 340 desa dan 5 kelurahan. Badui merupakan salah satu sub suku Sunda dengan kekhasan budaya dan adat istiadatnya, tinggal di desa Kanekes, Leuwidamar.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sebagai bagian dari wilayah Kesultanan Banten, Kabupaten Lebak dengan luas Wilayah 304.472 Ha, sejarahnya tidak dapat dipisahkan dari sejarah Kesultanan Banten. Berkaitan dengan hari jadi Kabupaten Lebak yang jatuh pada tanggal 2 Desember 1828, terdapat beberapa catatan sejarah yang menjadi dasar pertimbangan, antara lain :

Kesultanan Banten[sunting | sunting sumber]

mulai dari tahun 1811 Kesultanan Banten berada dibawah kekuasaan Inggris, Inggris merebut Banten dari Belanda. Pada tanggal 19 Maret 1813, Sultan Maulana Muhammad Sofiyudin (Sultan Banten Terakhir) diturunkan secara paksa dari tahtanya oleh Raffles (wakil pemerintah Inggris), kemudian Pemerintahan Kesultanan Banten diberhentikan, dan dibentuklah Karesidenan Banten sebagai Pengganti Pemerintahan Kesultanan Banten, lalu Kesultanan Banten sendiri hanya dijadikan sebagai lambang/simbol kebudayaan dan tidak memiliki kedaulatan, diangkatlah Joyo Miharjo (orang Rembang-Jawa Tengah) menjadi Sultan Adat Banten dengan nama Sultan Muhammad Rafiudin sebagai pengganti Sultan Banten Terakhir (Sultan Maulana Muhammad Sofiyudin), Joyo Miharjo/Muhammad Rafiudin ialah Suami Ratu Arsiah, dan Ratu Arsiah ialah Adik Ratu Asiah (Ibunda Sultan Maulana Muhammad Sofiyudin). Joyo Miharjo/Muhammad Rafiudin yang bukan keturunan Sultan-sultan Banten diberikan gelar Sultan Banten oleh Pemerintah Inggris dengan tidak memiliki wilayah kekuasaan. sedangkan daerah kekuasaan Kesultanan Banten dibagi 4 wilayah yaitu:

  • Wilayah Banten Lor
  • Wilayah Banten Kulon
  • Wilayah Banten Tengah dan
  • Wilayah Banten Kidul

Ibukota Wilayah Banten Kidul terletak di Cilangkahan dan pemerintahannya dipimpin oleh Bupati yang diangkat oleh Gubernur Jenderal Inggris (Raffles) yaitu Tumenggung Suradilaga (Raden Muhammad) ia bertanggung jawab langsung kepada Residen Banten (wakil Pemerintah Inggris) bukan ke Kesultanan Banten lagi. hingga pada tahun 1816 Banten kembali jatuh ke Belanda. ditahun itupula Kesultanan Banten dihapuskan/dibubarkan, Joyo Miharjo/Muhammad Rafiudin dicopot gelar Sultannya. kemudian mengganti semua keempat Bupati yang diangkat oleh Pemerintah Inggris diwilayah Banten. Untuk Banten Kidul Tumenggung Suradilaga/Raden Muhammad digantikan oleh Tubagus Jamil (Putra Sultan Banten Abul Mahasin Muhammad Syifa'u Zainul Abidin) dengan gelar Raden Adipati Jamil atau Pangeran Sanjaya, dengan Ki Ngabehi Bahu Pringga (Bekas Punggawa Kesultanan Banten) sebagai Wakilnya dengan gelar Patih Derus. Pada tahun 1828 Ibukota Kabupaten Banten Kidul dipindahkan dari Cilangkahan ke Lebak (daerah Leuwidamar) dan mengganti nama Kabupaten Banten Kidul menjadi Kabupaten Lebak pada tanggal 2 Desember 1828. tanggal bulan ini dijadikan hari jadi Kabupaten Lebak.

Pemandangan pantai di Sawarna pada tahun 1929.

Karena Pangeran Sanjaya/Raden Adipati Jamil (Bupati Lebak Pertama) dan Patih Derus (Patih Lebak Pertama) tidak mampu mengatasi perlawanan rakyat terhadap Belanda, tahun 1830 Pemerintah Belanda pun mengganti kedudukan mereka berdua, Raden Adipati Jamil diganti oleh Raden Tumenggung Adipati Karta Nata Nagara (Demang Jasinga yang telah berhasil membantu Belanda menumpas perlawanan Nyai Gumparo/Nyi Mas Gamparan) dan Patih Derus diganti oleh Patih Jahar. Pada Tahun 1842 Ibukota Kabupaten Lebak dipindahkan dari Lebak (daerah Leuwidamar) ke Warunggunung, namun nama Lebak tetap dipakai.

Pemindahan ibu kota Baru[sunting | sunting sumber]

berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda, nomor 15 tanggal 17 Januari 1849, Ibukota Kabupaten Lebak yang saat itu berada di Warunggunung harus dipindahkan. Kemudian Raden Tumenggung Adipati Karta Natanagara (Bupati Lebak) memerintahkan Wakilnya yaitu Patih Jahar (Patih Lebak) untuk menemukan lokasi strategis untuk dijadikan Ibukota Pusat Pemerintahan Lebak, maka ditemukanlah daerah hutan bambu belantara yang kemudian setelah hutan dibuka dinamai Rangkasbitung, dimulailah pembangunan berbagai macam sarana pusat pemerintahan, dan Pelaksanaan pemindahan ibukotanya secara resmi baru dilaksanakan pada tahun 1851 dengan diresmikan pada tanggal 31 Maret 1851.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara geografis wilayah Kabupaten Lebak berada pada 105 25'–106 30 BT dan 6 18'–7 00' LS. Kabupaten Lebak memiliki topografi berupa pantai, dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian wilayah antara 0-1929 meter di atas permukaan air laut.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang
Timur Provinsi Jawa Barat (Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi)
Selatan Samudera Indonesia
Barat Kabupaten Pandeglang

Iklim dan Hidrologi[sunting | sunting sumber]

Iklim di Kabupaten Lebak dipengaruhi oleh angin Muson dan La Nina. Cuaca didominasi oleh angin baratan dari Samudera Hindia dan benua Asia pada musim hujan dan angin timuran pada musim kemarau. Curah hujan rata-rata per tahun mencapai 2.000-4.000 mm dengan suhu udara antara 20°-32 °C.

Sungai Ciujung yang mengalir ke arah utara menuju Laut Jawa melintasi Kabupaten Lebak merupakan sungai terpanjang di Provinsi Banten. Sedangkan sungai yang bermuara ke Samudra Hindia diantaranya Sungai Cibareo, Sungai Cisawarna, Sungai Cimadur, Sungai Cisiih, Sungai Cimancak, Sungai Cihara, Sungai Cipageran dan Sungai Cilangkahan.

Data iklim Lebak, Banten, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 29.7
(85.5)
30.1
(86.2)
30.6
(87.1)
31.2
(88.2)
31.5
(88.7)
31.4
(88.5)
31.5
(88.7)
31.6
(88.9)
32
(90)
32.1
(89.8)
31.6
(88.9)
30.8
(87.4)
31.18
(88.16)
Rata-rata harian °C (°F) 25.7
(78.3)
26
(79)
26.2
(79.2)
26.5
(79.7)
26.7
(80.1)
26.3
(79.3)
26.1
(79)
25.8
(78.4)
26.5
(79.7)
26.8
(80.2)
26.7
(80.1)
26.4
(79.5)
26.31
(79.38)
Rata-rata terendah °C (°F) 21.8
(71.2)
21.9
(71.4)
22.8
(73)
22.9
(73.2)
21.9
(71.4)
21.3
(70.3)
20.8
(69.4)
20.5
(68.9)
21
(70)
21.5
(70.7)
22
(72)
21.9
(71.4)
21.69
(71.08)
Presipitasi mm (inci) 395
(15.55)
319
(12.56)
306
(12.05)
250
(9.84)
223
(8.78)
121
(4.76)
117
(4.61)
120
(4.72)
137
(5.39)
215
(8.46)
229
(9.02)
274
(10.79)
2.706
(106,53)
Rata-rata hari hujan 24 21 20 18 16 10 10 10 11 15 16 19 190
% kelembapan 86 85 84 83 82 80 79 79 79 80 81 83 81.8
Rata-rata sinar matahari bulanan 143 155 190 221 238 244 263 274 245 249 203 184 2.609
Sumber #1: Climate-Data.org[5]
Sumber #2: Weatherbase[6]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Lebak memiliki destinasi wisata yang beragam, baik wisata budaya maupun wisata alam. Wisata budaya berupa destinasi Urang Badui yang terletak di Kecamatan Leuwidamar, serta Museum Multatuli di Rangkasbitung yang berisi tentang sejarah kolonial Belanda dan peran Multatuli dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.[7] Sementara untuk wisata alam cukup beragam dimulai dari wisata di wilayah pegunungan dan wisata di wilayah dataran rendah seperti pantai, salah satunya destinasi wisata pantai adalah Desa Wisata Sawarna yang terletak di Kecamatan Bayah.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Lebak terdiri dari 28 kecamatan, 5 kelurahan dan 340 desa dengan jumlah penduduk pada tahun 2017 diperkirakan sebesar 1.222.258 jiwa dan luas wilayah 3.426,56 km² dengan kepadatan 357 jiwa/km².[8][9]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Lebak, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
36.02.09 Banjarsari 20 Desa
36.02.03 Bayah 11 Desa
36.02.07 Bojongmanik 9 Desa
36.02.18 Cibadak 15 Desa
36.02.19 Cibeber 22 Desa
36.02.28 Cigemblong 8 Desa
36.02.26 Cihara 9 Desa
36.02.16 Cijaku 11 Desa
36.02.17 Cikulur 13 Desa
36.02.10 Cileles 12 Desa
36.02.20 Cilograng 10 Desa
36.02.11 Cimarga 17 Desa
36.02.04 Cipanas 14 Desa
36.02.27 Cirinten 10 Desa
36.02.23 Curugbitung 10 Desa
36.02.08 Gunungkencana 12 Desa
36.02.24 Kalang Anyar 7 Desa
36.02.25 Lebak Gedong 6 Desa
36.02.06 Leuwidamar 12 Desa
36.02.13 Maja 14 Desa
36.02.01 Malingping 14 Desa
36.02.05 Muncang 12 Desa
36.02.02 Panggarangan 11 Desa
36.02.14 Rangkasbitung 5 11 Desa
Kelurahan
36.02.12 Sajira 15 Desa
36.02.22 Sobang 10 Desa
36.02.21 Wanasalam 13 Desa
36.02.15 Warunggunung 12 Desa
TOTAL 5 340

Pemekaran Daerah[sunting | sunting sumber]

Pemerintah Provinsi Banten mengajukan 12 wilayah pemekaran yang nantinya menjadi daerah otonom kabupaten/kota. Keduabelas wilayah yang diusulkan untuk dimekarkan tersebut masing-masing berada di wilayah Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang.[10]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Berikut merupakan daftar Bupati Lebak.[11][12]

No. Potret Bupati Partai Awal Akhir Periode Wakil Ref.
1 Missing photo.svg Raden Adipati Tubagus Jamil
Pangeran Sendjaja
Non Partai 1819 1 November 1837 Ki Ngabehi Bahu Pringga
Patih Derus
2 R. T. A. Kartanata Negara.jpg Raden Tumenggung Adipati Kartanata Negara
Regen Sepoeh
(1796–1879)
Non Partai 1 November 1837 1865 Patih Jahar [13]
3 Missing photo.svg Tumenggung Prawirakoesoemah Non Partai 1865 1877 Tidak ada
4 Missing photo.svg Raden Tumenggung Suta Angun-Angun Non Partai 1877 1881
5 Soetanataningrat.jpeg Raden Adipati Soetanataningrat Non Partai 1881 1907
6 Missing photo.svg Raden Adipati Suryadiputra Non Partai 1907 16 Maret 1925
7 Missing photo.svg Raden Tumenggung Arya Gondosaputra Non Partai 16 Maret 1925 1938 [14]
8 RT hardiwinangun.jpg Raden Tumenggung Hardiwinangun
(wafat 1945)
Non Partai 1938 1944
9 Missing photo.svg Raden Denda Kusumah Non Partai 1944 1945
10 10 tb hasan 141.jpg Tubagus Hasan Non Partai 1945 19 Desember 1948
11 Ipik Gandamana, Departemen Dalam Negeri dari Masa ke Masa, p107.jpg Ipik Gandamana IPKI 19 Desember 1948 1949 [ket. 1]
12 Missing photo.svg Raden Soedibdja Non Partai 1949 1949
13 Missing photo.svg Hollan Soekmadiningrat PNI 1949 1 September 1950
14 Missing photo.svg Tubagus Soeriaatmadja Non Partai 1 September 1950 1952
15 Missing photo.svg Raden Kasoem Non Partai 1952 1953
16 14 muryani 141.jpg Raden Moeljani Nataatmadja Non Partai 1953 1957
17 Missing photo.svg Mochammad Saleh Non Partai 1957 1959
18 16 iko jatmiko 141.jpg Iko Djatmiko Non Partai 1959 1960
19 Missing photo.svg Raden Bidin Soeria Goenawan Non Partai 1960 1967
20 18 ra hardiwinangun 2 141.jpg Raden A. Hardiwinangoen Non Partai 1967 1973 [15]
21 19 dana S 141.jpg Dana Soedharna Non Partai 1973 1978
1978 1983
22 20 oman 2 141.jpg Oman Syachroni Non Partai 1983 1988
23 21 endang s 2 141.jpg Endang Suwarna Non Partai 1988 1993
24 22 didin m 141.jpg Didin Muchjidin Non Partai 1993 1998 25
(1993)
Tidak diketahui [16]
25 23 yas a Mulyadi 141.jpg Mochammad Yas'a Mulyadi
(1948–2018)
Non Partai 1998 2003 26
(1998)
26 Mulyadi Jayabaya Official Portrait.jpg Mulyadi Jayabaya
(lahir 1957)
PDI-P 17 November 2003 17 November 2008 27
(2003)
Odih Chudori Padma
(2003–06)
[17][18]
17 November 2008 17 November 2013 28
(2008)
Amir Hamzah
27 Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.jpg Iti Octavia Jayabaya
(lahir 1978)
Partai Demokrat 15 Januari 2014 15 Januari 2019 29
(2013)
Ade Sumardi [19]
15 Januari 2019 Petahana 30
(2018)


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Lebak dalam dua periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 5 Kenaikan 6
  Gerindra 4 Kenaikan 9
  PDI-P 10 Penurunan 7
  Golkar 8 Penurunan 6
  NasDem 6 Penurunan 5
  PKS 5 Steady 5
  Perindo (baru) 1
  PPP 4 Steady 4
  PAN 1 Penurunan 0
  Hanura 1 Penurunan 0
  Demokrat 6 Kenaikan 7
Jumlah Anggota 50 Steady 50
Jumlah Partai 10 Penurunan 9

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Terminal Bus[sunting | sunting sumber]

Stasiun[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Lebak memiliki 3 stasiun KRL dan KA Lokal Merak yang masih beroperasi, diantaranya:

Selain itu, Kabupaten Lebak juga memiliki 17 stasiun yang sudah berhenti beroperasi dikarenakan jalur tersebut sudah tidak aktif, yaitu:

Ruas Jalan Tol[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pendidikan formal TK atau RA SD atau MI SMP atau MTs SMA atau MA SMK Perguruan tinggi Lainnya
Negeri 2 780 149 30 5 0 2
Swasta 81 209 158 70 19 11 3
Total 83 989 307 100 24 11 5
Data sekolah di kabupaten Lebak periode 2010/2011
Sumber:[20]

Keterangan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Belanda melakukan agresi militer yang menyerang seluruh wilayah Bogor yang mengakibatkan Ipik Gandamana mengungsi ke Cipanas (Lebak), Cileuksa, Kembang Kuning, Lebak Huni, Pangradin, dan sekitar hutan-hutan di Jasinga. Ia ditugaskan oleh pemerintah pusat untuk memimpin pemerintahan darurat di Kabupaten Bogor dan ditetapkan sebagai bupati, serta merangkap jabatan sebagai Bupati Lebak oleh Wakil Gubernur Jawa Barat.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Luas kabupaten Lebak versi situs web resmi pemerintah kabupaten Lebak
  2. ^ a b c "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 
  3. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 13 Februari 2022. 
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). hlm. 19. Diakses tanggal 1 Juli 2021. 
  5. ^ "Rangkasbitung, Banten, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 14 September 2020. 
  6. ^ "RANGKASBITUNG, INDONESIA". Weatherbase. Diakses tanggal 14 September 2020. 
  7. ^ "10 Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Museum Multatuli". Historia. 14 Februari 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 Juni 2020. Diakses tanggal 3 Februari 2022. 
  8. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  9. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  10. ^ "Gubernur Banten Ajukan 12 Wilayah Pemekaran". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-08-20. Diakses tanggal 2014-08-19. 
  11. ^ "Profil Bupati dan Wakil Bupati Lebak". Pemerintah Kabupaten Lebak. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-11-09. Diakses tanggal 9 November 2018. 
  12. ^ "Ini Nama-nama Bupati Lebak Dari Pertama Hingga Sekarang". Chanel Banten. 17 Oktober 2017. Diakses tanggal 9 November 2018. [pranala nonaktif permanen]
  13. ^ "Raden Adipati Karta Natanagara". Rodovid.id. Diakses tanggal 17 Juni 2022. 
  14. ^ Regeeringsalmanak voor Nederlandsch-Indië. Landsdrukkeru-Weltevreden. 1931. hlm. 339. 
  15. ^ Mimbar Penerangan, Volume 21. Dinas Penerbitan Direktorat Publisitas. hlm. 114-117. 
  16. ^ Direktori Pemerintahan RI 1998. Mitra Info. 1998. hlm. 75. 
  17. ^ "Mulyadi Jayabaya Terpilih Sebagai Bupati Lebak". Tempo.co. 6 November 2003. Diakses tanggal 18 Juni 2022. 
  18. ^ "Mulyadi Jayabaya Dilantik Menjadi Bupati". Tempo.co. Rangkasbitung. 15 Januari 2004. Diakses tanggal 18 Juni 2022. 
  19. ^ Dami, Laurens (16 Januari 2014). "Bupati dan Wakil Bupati Lebak Terpilih Akhirnya Dilantik". BeritaSatu.com. Diakses tanggal 9 November 2018. 
  20. ^ Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) wilayah kabupaten Lebak Diarsipkan 2011-05-27 di Wayback Machine.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]