Kabupaten Serang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kabupaten Serang
ᮊᮘ᮪.ᮞᮨᮛᮀ
Locator Kabupaten Serang.png
Peta lokasi Kabupaten Serang
ᮊᮘ᮪.ᮞᮨᮛᮀ di Banten
Koordinat:
Provinsi Banten
Ibu kota Ciruas
Pemerintahan
-Bupati Hj. Ratu Tatu Chasanah, S.E., M.Ak.
-Wakil Bupati Drs. H. Pandji Tirtayasa, M.Si.
APBD
-DAU Rp. 868.652.743.000.-(2013)[1]
Luas 1.734,28 km²
Populasi
-Total 1.493.591 jiwa (2017)[2]
-Kepadatan 861,21 jiwa/km²
Demografi
-Agama Islam 99,15%
Kristen Protestan 0,60%
Katolik 0,19%
Buddha 0,04%
Hindu 0,02%[3]
-Bahasa Indonesia, Sunda, Jawa Banten
-Kode area telepon 0254, 0257
Pembagian administratif
-Kecamatan 29 Kecamatan
-Kelurahan 246 Kelurahan
-Desa 326 Desa
Simbol khas daerah

Kabupaten Serang (Aks. Sunda:ᮊᮘ᮪.ᮞᮨᮛᮀ ; Pegon: كَبُڤَتَينْ سَيرَڠْ)merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Banten. Ibukotanya adalah Ciruas namun saat ini pusat pemerintahanya masih berada di Kota Serang. Kabupaten ini berada di ujung barat laut Pulau Jawa, berbatasan dengan Laut Jawa, dan Kota Serang di utara, Kabupaten Tangerang di timur, Kabupaten Lebak di selatan, serta Kota Cilegon di barat.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Banten Lama yang terletak di Teluk Banten dulunya merupakan pusat Kesultanan Banten. Kawasan ini merupakan tempat di mana kapal-kapal Belanda mendarat untuk pertama kalinya di Indonesia. Di daerah ini terdapat 2 situs sejarah religius yang berdampingan, yaitu Masjid Agung dan Vihara Avalokitesvara. Beberapa harta karun dari China ditemukan di daerah Banten Lama, berupa Patung Giok berbentuk naga yang cukup besar serta beberapa perabot mewah dari bahan yang sama. Keberadaan benda-benda yang sangat bernilai tersebut ternyata luput dari perhatian pemerintah lokal, dan konon masih dimiliki oleh sang penemu harta tersebut. Sejarah Kabupaten Serang tidak terlepas dari sejarah Banten pada umumnya, karena Kabupaten Serang merupakan bagian dari wilayah Kesultanan Banten yang berdiri pada abad ke-16 dengan pusat pemerintahannya terletak di Serang (sekarang menjadi bagian wilayah Kota Serang).

Sebelum abad ke-16, berita-berita tentang Banten tidak banyak tercatat dalam sejarah, konon pada mulanya Banten masih merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Sunda. Menurut salah satu versi sejarah, dahulu ketika tanah Sunda masih dalam kekuasaan Kerajaan Pajajaran (zaman Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi : 1482-1521 M), di Banten sudah terdapat dua kerajaan, yaitu Kerajaan Banten Girang dan Kerajaan Banten Pasisir. Banten Girang dipimpin oleh Adipati Suranggana, dan Banten Pasisir dipimpin oleh Adipati Surosowan. Keduanya itu konon adalah putra Prabu Siliwangi buah perkawinannya dengan Dewi Mayang Sunda.

Adipati Surosowan mempunyai seorang puteri bernama Kawung Anten yang kemudian diperistri oleh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) dari Cirebon. Dari pasangan ini terlahir seorang anak laki-laki bernama Sabakingking.

Sebagai putra Sunan Gunung Jati, Sabakingking mewarisi kepandaian ilmu agama Islam dan ahli dalam memerintah sebuah kerajaan. Maka setelah berhasil menaklukkan Banten Girang pada tahun 1525, dan mempersatukannya dengan Banten Pasisir, Sabakingkingmendirikan kesultanan Islam di Banten yang pertama. Atas prakarsa SyarifHidayatullah, pusat pemerintahan yang semula bertempat di Banten Girang dipindahkan ke Banten Pasisir. Penobatan Sabakingking dengan gelar “Maulana Hasanuddin” sebagai pemimpin dan yang meng-Islam-kan Banten, dilakukan pada tanggal 1 Muharram 933 H yang bertepatan dengan tanggal 8 Oktober 1526 M.

Pada masa Sultan Hasanuddin telah dibangun sebuah keraton sebagai istana kesultanan yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan sekaligus merupakan pusat kota yaitu Keraton Surosowan. Keraton ini dibangun sekitar tahun 1552-1570, dan konon dikemudian hari melibatkan seorang arsitek berkebangsaan Belanda, yaitu Hendrik Lucasz Cardeel (1680–1681), yang memeluk Islam yang bergelar Pangeran Wiraguna. Dinding pembatas setinggi 2 meter mengitari area keraton sekitar kurang lebih 3 hektare. Surosowan mirip sebuah benteng Belanda yang kokoh dengan bastion (sudut benteng yang berbentuk intan) di empat sudut bangunannya. Bangunan di dalam dinding keraton tak ada lagi yang utuh. Hanya menyisakan runtuhan dinding dan fondasi kamar-kamar berdenah persegi empat yang jumlahnya puluhan.

Geografi[sunting | sunting sumber]

GEOGRAFI Luas wilayah Kabupaten Serang adalah 1.467,35 km². Secara geografis terletak posisi koordinat antara 105º7' - 105º22' Bujur Timur dan 5º50' - 6º21' Lintang Selatan. Sebelah utara : berbatasan dengan Laut Jawa Sebelah selatan : berbatasan dengan Kabupaten Lebak dan Pandeglang Sebelah barat : berbatasan dengan Kota Cilegon dan Selat Sunda Sebelah : berbatasan dengan Kabupaten Tangerang TOPOGRAFI Secara topografi, Kabupaten Serang merupakan wilayah dataran rendah dan pegunungan dengan ketinggian antara 0 sampai 1.778 m di atas permukaan laut. Fisiografi Kabupaten Serang dari arah utara ke selatan terdiri dari wilayah rawa pasang surut, rawa musiman, dataran, perbukitan dan pegunungan. Bagian utara merupakan wilayah yang datar dan tersebar luas sampai ke pantai, kecuali sekitar Gunung Sawi, Gunung Terbang dan Gunung Batusipat. Dibagian selatan sampai ke barat, Kabupaten Serang berbukit dan bergunung antara lain sekitar Gunung Kencana, Gurung Karang dan Gunung Gede. Daerah yang bergelombang tersebar di antara kedua bentuk wilayah tersebut. Hampir seluruh daratan Kabupaten Serang merupakan daerah subur karena tanahnya sebagian besar tertutup oleh tanah endapan Alluvial dan batu vulkanis kuarter. Potensi tersebut ditambah banyak terdapat pula sungai-sungai yang besar dan penting yaitu Sungai Ciujung, Cidurian, Cibanten, Cipaseuran, Cipasang dan Anyar yang mendukung kesuburan daerah-daerah pertanian di Kabupaten Serang. I K L I M Iklim di wilayah Kabupaten Serang termasuk tropis dengan musim hujan antara November – April dan musim kemarau antara Mei – Oktober. Curah hujan rata-rata 3,92 mm/hari. Temperatur udara rata-rata berkisar antara 25,8º Celsius – 27,6º Celsius. Temperatur udara minimum 20,90º Celsius dan maksimum 33,8º Celsius. Tekanan udara dan kelembaban nisbi rata-rata 81,00 mb/bulan. Kecepatan arah angina rata-rata 2,80 knot, dengan arah terbanyak adalah dari barat.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Bupati Mulai menjabat Akhir jabatan Ket. Wakil Bupati
1
Pangeran Mudzafar Adi Santika
1816
1827
2
Agoes Rajak R. A Djajakusumaningrat
1827
1840
3
R. T. Mandoera Djajanegara
1840
1848
4
R. T. Basudin Tjandranegara
1848
1870
5
R. T. Pandji Gondokoesoemo
1870
1888
6
R. T. Soetadiningrat Murwan
1888
1893
7
R. T. Bagus Djaja
1893
1898
8
R. Ariadjajaatmadja
1898
1901
9
R. A. Achmad Djajadiningrat
1901
1904
10
R. T. Prawiro Koesoeman
1904
1931
11
R. A. A. Abas Soerianata Atmadja
1931
1935
12
R. A. A. Hilman Djajadiningrat
1935
1945
13
Kol. K.H.
Syam'un
1945
1949
14
Mas Parmadidjaja
1949
1950
15
Entol Oyong Tarnaya
1950
1955
16
Mas Adjenam Bin Mas Basa
1955
1957
17
M. Sirian Sutawidjaya
1957
1959
R. Bidin Suria Gunawan
(Penjabat)
1959
1960
18
M.H Gogo Rafiudin Sandjadirdja
1960
1962
19
Letkol.
TB. Suwandi
1962
1968
20
Letkol. H.
Tb. Saparudin
1968
1974
H. S. Ronggowaluyo
(Penjabat)
1974
1975
21
Letkol. H.
Tb. Saparudin
1975
1978
22
Drs.
Kartika Suryasaputra
1978
1978
23
Letkol.
Atmawidjaya
1978
1983
24
H.
Tjakra Sumarna
1983
1988
25
H.
MA. Sampurna
1988
1993
26
Kolonel H.
Sukron Roshadi
1993
1998
27
Kolonel Inf.
Solichin Dachlan
1998
1999
Mayjen TNI (Purn)
R. Nuriana
(Penjabat)
1999
1999
28
Drs. H.
Rosadi Natawisastra
1999
2000
29
Drs. H.
Bunyamin, MM, MBA
20 April 2000
20 April 2005
A. Taufik Nuriman
Drs.
A. Rivai
M.Si
(Penjabat)
20 April 2005
28 Juli 2005
30
Letkol Inf (Purn) Drs.H.
A. Taufik Nuriman, MM, MBA
28 Juli 2005
28 Juli 2010
Andi Sujadi
28 Juli 2010
28 Juli 2015
Ratu Tatu Chasanah
Drs.
Hudaya Latuconsina
(Penjabat)
28 Juli 2015
17 Februari 2016
31
Hj.
Ratu Tatu Chasanah
SE, M.Ak
17 Februari 2016
Petahana
Pandji Tirtayasa

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Serang terdiri atas 29 kecamatan, yaitu Anyar, Kecamatan bandung, Baros, Binuang, Bojonegara, Carenang, Cikande, Cikeusal, Cinangka, Ciomas, Ciruas, Gunungsari, Jawilan, Kibin, Kopo, Kragilan, Kramatwatu, Lebakwangi, Mancak, Pabuaran, Padarincang, Pamarayan, Petir, Pontang, Pulo Ampel, Tanara, Tirtayasa, Tunjung Teja, Lebak Wangi dan Waringin Kurung, yang dibagi lagi atas sejumlah desa. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Ciruas. Namun aktivitas administratif masih terdapat di kota serang karena masih proses pemindahan.[4]

Pada tanggal 17 Juli 2007 Kabupaten Serang dimekarkan menjadi Kota Serang dan Kabupaten Serang.


Penduduk[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Kabupaten Serang 1.571.174 (2010), sebagian besar tinggal di bagian utara. Bahasa yang dituturkan adalah Bahasa Sunda yang digunakan oleh masyarakat di daerah selatan, serta sebagian kecil bahasa jawa banten digunakan di daerah pantai utara.


Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Sebagai salah satu wilayah dengan mayoritas penduduknya islam, maka pendidikan di Serang juga banyak menekankan pada pendidikan agama islam sesuai dengan semboyan "Serang Bertakwa". Sehingga di Kabupaten Serang pendidikan berbasis islam baik yang resmi maupun non-resmi (Pesantren, Madrasah, TPK, dsb) menjadi salah satu perhatian pemerintah. Sekolah-sekolah formal dari tingkat SD, SMP, SMA juga menjadi bagian pendidikan yang tidak terpisahkan. Beberapa sekolah favorit di Kabupaten Serang antara lain; SD Al-Azhar,SDK Penabur (Swasta), SMA Negeri 1 Serang, SMPN Negeri 1 Serang, dsb.

Pendidikan formal TK atau RA SD atau MI SMP atau MTs SMA atau MA SMK Perguruan tinggi Lainnya
Negeri 0 735 92 26 5 1 2
Swasta 0 134 261 112 41 18 4
Total 0 869 353 138 46 19 6
Data sekolah di kabupaten Serang
Sumber:[5]


Transportasi[sunting | sunting sumber]

Daftar Trayek Angkutan Kota di Kabupaten Serang[sunting | sunting sumber]

  • 01 Terminal Pakupatan - Ciruas
  • 02 Terminal Pakupatan - Ciruas - Walantaka
  • 03 Terminal Pakupatan - Ciruas - Pontang
  • 04 Terminal Pakupatan - Cikande - Pamarayan
  • 05 Terminal Pakupatan - Kragilan - Pamarayan
  • 06 Terminal Pakupatan - Ciruas - Petir - Pamarayan
  • 07 Terminal Pakupatan - Ciruas - Petir - Cikeusal
  • 08 Terminal Pakupatan - Ciruas - Cikande
  • 09 Ciruas - Pontang
  • 10 Terminal Pakupatan - BTN Cikande Permai
  • 11 Terminal Pakupatan - Ciruas - Kragilan
  • 12 Terminal Pakupatan - BTN Cisait
  • 13 Cikande - Kopo
  • 14 Terminal Pakupatan - Cikande - Kopo
  • 15 Terminal Pakupatan - Tirtayasa
  • 16 Terminal Pakupatan - Kragilan - Carenang
  • 17 Kragilan - Carenang
  • 18 Terminal Kepandean - Kramatwatu - Serdang - Bojonegara
  • 19 Terminal Kepandean - Kramatwatu - PCI
  • 20 Terminal Kepandean - Kramatwatu - Perumahan KHI
  • 21 Terminal Kepandean - Kramatwatu - Serdang - Bojonegara - Salira Indah
  • 22 Terminal Kepandean - Waringinkurung
  • 23 Terminal Kepandean - Gunungsari
  • 24 Pasar Rau - Karangantu - Situ Tasikkardi - Kramatwatu
  • 25 Terminal Cipocok - Petir
  • 26 Terminal Cipocok - Tinggar
  • 27 Terminal Cipocok - Pabuaran - Ciomas
  • 28 Terminal Cipocok - Ciomas - Padarincang
  • 29 Terminal Cipocok - Ciomas - Ciganangang
  • 30 Terminal Cipocok - Ciomas - Sanepa
  • 31 Terminal Cipocok - Baros - Petir - Pamarayan
  • 32 Terminal Cipocok - Petir - Cikeusal
  • 33 Terminal Cipocok - Petir - Tunjung - Pamarayan
  • 34 Terminal Cipocok - Baros
  • 35 Terminal Cipocok - Baros - Petir - Cikeusal
  • 36 Terminal Cipocok - Baros - Gayam
  • 37 Terminal Cipocok - Tembong - Pabuaran - Ciomas
  • 38 Terminal Cipocok - Ciomas - Padarincang - Cinangka - Anyer
  • 39 Nikomas - Kopo
  • 40 Nikomas - Pamarayan
  • 41 Nikomas - Cikande
  • 42 Nikomas - Carenang - Tanara
  • 43 Nikomas - Tanara via Asem
  • 44 Nikomas - Ciruas
  • 45 Nikomas - Ciruas - Pontang - Tirtayasa - Tanara
  • 46 Nikomas - Ciruas - Walantaka - Petir
  • 47 Nikomas - Ciruas - Terminal Pakupatan
  • 48 Nikomas - Gorda
  • 49 Nikomas - Kragilan - Cikeusal
  • 50 Tanara - Pontang - Terminal Pakupatan
  • 51 Tanara - Carenang - Terminal Pakupatan
  • 52 Bojonegara - Waringinkurung
  • 53 Anyer - Mancak
  • 54 Anyer - Mancak - Gunungsari
  • 55 Anyer - Pasauran
  • 56 Anyer - Cinangka - Padarincang
  • 57 Puloampel - Salira Indah - Merak - Cilegon
  • 58 Sirih - Anyer - Cilegon
  • 59 Bojonegara - Cilegon
  • 60 Ragas - Grenyang - Bojonegara - Cilegon

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ "Kabupaten Serang Dalam Angka 2018". BPS Kabupaten Serang. Diakses tanggal 18 Oktober 2018. 
  3. ^ "Laporan Penduduk Berdasarkan Agama Provinai Banten Semester I Tahun 2014". Biro Pemerintahan Provinsi Banten. Diakses tanggal 18 Oktober 2018. 
  4. ^ "Baros,_Serang&oldid=10799905". Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. 2016-02-04. 
  5. ^ Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) Wilayah Kab. Serang

Pranala luar[sunting | sunting sumber]