Kabupaten Serang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kabupaten Serang
Transkripsi bahasa daerah
 • Aksara Sundaᮞᮦᮛᮀ
 • Cacarakanꦱꦺꦫꦁ
 • Pegonسيراڠ
Pemandangan di Pantai Anyer.
Lambang resmi Kabupaten Serang
Motto: 
Sepi ing pamrih, rame ing gawe
(Jawa) Bekerja tanpa mengharap imbalan apa pun
Peta
Peta
Kabupaten Serang di Jawa
Kabupaten Serang
Kabupaten Serang
Peta
Kabupaten Serang di Indonesia
Kabupaten Serang
Kabupaten Serang
Kabupaten Serang (Indonesia)
Koordinat: 6°09′S 106°00′E / 6.15°S 106°E / -6.15; 106
Negara Indonesia
ProvinsiBanten
Tanggal berdiri8 Oktober 1526 (umur 497)[1]
Dasar hukumPeraturan Daerah Kabupaten Tingkat II Serang No.17 Tahun 1985
Ibu kotaCiruas
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
Pemerintahan
 • BupatiRatu Tatu Chasanah
Luas
 • Total1.469,66 km2 (567,44 sq mi)
Populasi
 • Total1.684.566
 • Kepadatan1,100/km2 (3,000/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 99,14%
Kristen 0,80%
- Protestan 0,65%
- Katolik 0,16%
Kepercayaan 0%
Buddha 0,04%
Hindu 0,02%[3]
 • BahasaIndonesia (Resmi)
Sunda Banten
Jawa serang
Lampung Cikoneng
 • IPMKenaikan 66,82 (2021)
sedang[4]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode BPS
3604 Edit nilai pada Wikidata
Pelat kendaraanA xxxx E*/F*/G*/H*/I*

A xxxx A*/B*/C*/D* (Baros, Ciomas, Kramatwatu, Pabuaran, Padarincang, Waringinkurung)

A xxxx R*/S*/T*/U* (Anyar, Bojonegara, Cinangka, Mancak, Puloampel)
Kode Kemendagri36.04 Edit nilai pada Wikidata
DAURp 1.131.178.667.000.- (2020)[5]
Situs webwww.serangkab.go.id


Kabupaten Serang (Sunda: ᮞᮦᮛᮀ) adalah adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Banten, Indonesia. Secara hukum, kabupaten ini beribu kota di Kecamatan Ciruas. Kabupaten ini terletak di ujung barat laut pulau Jawa. Kabupaten Serang berbeda dengan Kota Serang yang telah dimekarkan pada tahun 2007. Wilayah ini berada di kawasan metropolitan Serang Raya.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejarah Kabupaten Serang tentunya tidak terlepas dari sejarah Banten pada umumnya, karena Serang semula merupakan bagian dari wilayah Kesultanan Banten yang berdiri pada Abad ke-16 dan pusat pemerintahannya terletak di daerah Serang.

Sebelum abad ke-16, informasi tentang Banten tidak banyak tercatat dalam sejarah, konon pada mulanya Banten masih merupakan bagian dari kekuasaan Kerajaan Sunda, penguasa Banten pada saat itu adalah Raga Mulya|Prabu Pucuk Umum, Putra dari Prabu Sidaraja Pajajaran.

Pusat Pemerintahannya bertempat di Banten Girang (±3 Km di selatan Kota Serang) pada abad ke-6, Islam mulai masuk ke Banten yang didakwah oleh Sultan Syarif Hidayatullah (dikenal Sunan Gunung Jati) yang secara berangsur-angsur mengembangkan Agama Islam di Banten dan sekitarnya serta dapat menaklukan pemerintahan Prabu Pucuk Umum (Tahun 1524-1525 M).

Selanjutnya Beliau mendirikan Kesultanan Islam di Banten dengan mengangkat putranya bernama Sultan Maulana Hasanuddin menjadi Sultan Banten yang pertama yang berkuasa selama ± 18 tahun (Tahun 1552-1570 M). Atas prakarsa Sunan Gunung Jati, pusat pemerintahan yang semula bertempat di Banten Girang dipindahkan ke Surosowan, Banten Lama (Banten lor) yang terletak ±10 Km di sebelah utara Kota Serang.

Setelah Sultan Maulana Hasanuddin wafat (Tahun 1570), digantikan oleh putranya yang bernama Sultan Maulana Yusuf sebagai Sultan Banten yang kedua (Tahun 1570-1580 M) dan selanjutnya diganti oleh Sultan yang ketiga, keempat dan seterusnya sampai dengan terakhir Sultan yang ke-21 yaitu Sultan Muhammad Shafiuddin yang berkuasa pada Tahun 1809 sampai dengan 1813. Periode Kesultanan Islam di Banten berjalan selama kurun waktu ±264 tahun, yaitu dari tahun 1552 sampai 1813.

Pada zaman Kesultanan ini banyak terjadi peristiwa-peristiwa penting, terutamma pada akhir abad ke-16 (Juni 1596), Perusahaan (pada masa itu perusahaan dikenal "Kompeni" oleh rakyat Banten dan seluruh kerajaan di Nusantara) Compagnie van Verre dari Belanda datang untuk pertama kalinya mendarat di Pelabuhan Banten dibawah pimpinan Cornelis de Houtman dengan maksud untuk berdagang.

Namun sikap yang congkak dari orang-orang Belanda tidak menarik simpati dari pemerintah dan rakyat Banten saat itu, sehingga sering timbul ketegangan diantara masyarakat Banten dengan Kompeni Belanda.

Pada saat tersebut, Sultan yang bertahta di Banten adalah Sultan yang ke-4 yaitu Sultan Abdul Mufakhir yang waktu itu masih berusia lima bulan, sedangkan yang bertindak sebagai walinya adalah Mangkubumi Jayanegara yang wafat kemudian pada tahun 1602 dan diganti oleh saudaranya yaitu Yudha Nagara.

Pada Tahun 1608 Pangeran Ranamanggala diangkat sebagai Patih Mangkubumi. Sultan Abdul Mufakir mulai berkuasa penuh dari tahun 1624-1651 dengan Pangeran Ranamanggala sebagai Patih dan penasehat utamanya. Sultan Banten yang ke-6 adalah Sultan Abdul Fatah cucu Sultan ke-5 yang terkenal dengan julukan Sultan Ageng Tirtayasa yang memegang tampuk pemerintahan dari tahun 1651-1680 (selama ±30 tahun).

Pada masa pemerintahannya, bidang politik, Perekonomian, Perdagangan, Pelayaran maupun Kebudayaan berkembang maju dengan pesat dan kegigihan dalam menetang Kompeni Belanda. Atas jasa kepahlawanannya dalam perjuangan menentang Kompeni Belanda, maka berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia, Sultan Ageng Tirtayasa dianugerahi kehormatan predikat sebagai Pahlawan Nasional.

Pada waktu berkuasanya Sultan Ke-6, sering terjadi bentrokan dan perang dengan para Kompeni VOC dari Belanda yang pada waktu itu telah berkuasa di Batavia. Dengan cara Politik Adu Domba (Belanda: Devide Et Impera) terutama dilakukan antara Sultan Ageng Tirtayasa yang anti Kompeni dengan putranya Sultan Abdul Kahar (dikenal dengan Sultan Haji) yang pro Kompeni Belanda dapat melumpuhkan kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa.

Sultan Ageng Tirtayasa akhirnya tidak berdaya dan menyingkir ke pedalaman Banten. Namun dengan bujukan Sultan Haji, Sultan Ageng Tirtayasa dapat ditangkap kemudian ditahan dan dipenjarakan di Batavia hingga wafatnya pada tahun 1692.

Namun sekalipun Sultan Ageng Tirtayasa sudah wafat, perjuangan melawan Kompeni Belanda terus berkobar dan dilanjutkan oleh pengikutnya yang setia dengan gigih dan pantang menyerah.

Sejak wafatnya Sultan Ageng Tirtayasa, maka kesultanan Banten mulai mengalami kemunduran, karena Sultan Haji dan para Sultan berikutnya sudah mulai terpengaruh oleh kompeni Belanda sehingga pemerintahannya mulai labil dan lemah.

Pada tanggal 19 Agustus 1816, kekuasaan di Hindia Belanda dikembalikan oleh Inggris kepada Belanda setelah sebelumnya disepakati dalam Konvensi London yang diadakan pada tanggal 13 Agustus 1814. Kekuasaan di Hindia Belanda kemudian diambil alih oleh Van Der Capellen sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Ia mengambil alih kekuasaan Banten dari Muhammad Rafiudin yang saat itu menjabat sebagai Bupati Sultan Banten. Pemerinta Hindia Belanda kemudian membagi wilayah Banten menjadi tiga kabupaten dan menetapkan ibu kotanya masing-masing. Pertama ialah Kabupaten Banten Utara dengan beribu kota di Serang. Kedua ialah Kabupaten Banten Selatan dengan beribu kota di Lebak. Ketiga ialah Kabupaten Banten Barat dengan beribukota di Caringin. Masing-masing kabupaten dipimpin oleh seorang bupati.[6] Bupati pertama untuk Serang diangkat Pangeran Aria Adi Santika dengan pusat pemerintahannya tetap bertempat di keraton Kaibon.

Pada tanggal 3 Maret 1942, Tentara Jepang masuk ke Daerah Serang di Pantai Bojonegara (Jepang mendarat pertama kali di Nusantara melalui Pulau Tarahan). Jepang mengambil alih Karesidenan Banten Belanda: Bantam Residentie yang pada waktu itu dikuasai oleh Hindia Belanda, sedangkan Bupatinya tetap dari pribumi yaitu RM Jayadiningkrat. Kekuasaan Jepang berjalan selama kurang lebih tiga setengah tahun.

Setelah tanggal 17 Agustus 1945, kekuasaan Karesidenan Banten beralih dari tangan Jepang kepada Republik Indonesia dan sebagai Residennya adalah K.H. Tb. Achmad Chatib serta sebagai Bupati Serang adalah KH. Syam’un, sedangkan untuk jabatan Wedana dan Kepala Camat banyak diangkat dari para Tokoh Ulama.

Dengan datangnya Tentara Belanda ke Indonesia yang menimbulkan Agresi ke I sekitar Tahun 1964-1947. Daerah Banten (terutama Daerah Serang) menjadi Daerah Blokade yang dapat bertahan dari masuknya serbuan Belanda, dan putus hubungan dengan Pemerintah Pusat yang pada saat Indonesia telah membentuk negara federal Republik Indonesia Serikat yang beribu kota di Kota Yogyakarta, sehingga daerah Banten dengan ijin Pemerintah Pusat mencetak uang sendiri yaitu Oeang Republik Indonesia Daerah Banten yang dikenal dengan "ORIDAB".

Pada tanggal 19 Desember 1948, Agresi II baru dari Serdadu Belanda dapat memasuki Daerah Serang untuk selama satu tahun dan setelah KMD Tahun 1949, Belanda meninggalkan kembali Daerah Banten/Serang, yang selanjutnya daerah Serang menjadi salah satu daerah kabupaten di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Pada tanggal 4 Oktober 2000, seluruh fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia bersepakat dalam menetapkan undang-undang mengenai pembentukan Provinsi Banten.[7] Provinsi Banten dibentuk sebagai hasil pemekaran wilayah Provinsi Jawa Barat berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000. Salah satu kabupaten yang ditetapkan menjadi bagian dari Provinsi Banten adalah Kabupaten Serang.[8]

Kemudian sejak adanya Jabatan Regent atau Bupati pada Tahun 1826 sampai sekarang, telah terjadi 32 kali pergantian Bupati.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tingkat II Serang Nomor 17 Tahun 1985 tentang Hari Jadi Kabupaten Serang, pada Bab II Penetapan Hari Jadi Pasal 2, yaitu: Hari Jadi Kabupaten Serang ditetapkan pada tanggal 8 Oktober Tahun 1526.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Serang memiliki luas wilayah 1.467,35 km2, dan populasi mencapai 1.402.818 pada Sensus 2010[9] dan 1.622.630 pada Sensus 2020.[10] Penduduk daratan Kota Cilegon, Kota Serang dan Kabupaten Serang jika dijumlah menjadi 2.749.627 dengan daratan seluas 1.909,56 km2, dan kepadatan 1.440 per km2.[11] Kota Cilegon dan Kota Serang merupakan semi-enklave Kabupaten Serang.

Kabupaten ini berada di ujung barat laut Pulau Jawa, berbatasan dengan Laut Jawa, dan Kota Serang di utara, Kabupaten Tangerang di timur, Kabupaten Lebak di selatan, serta Kota Cilegon di barat.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kota Serang dan Laut Jawa
Timur Kabupaten Tangerang
Selatan Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang
Barat Kota Cilegon dan Selat Sunda

Topografi[sunting | sunting sumber]

Secara topografi, Kabupaten Serang merupakan wilayah dataran rendah dan pegunungan dengan ketinggian antara 0 sampai 1.778 m di atas permukaan laut. Fisiografi Kabupaten Serang dari arah utara ke selatan terdiri dari wilayah rawa pasang surut, rawa musiman, dataran, perbukitan dan pegunungan.

Bagian utara merupakan wilayah yang datar dan tersebar luas sampai ke pantai, kecuali sekitar Gunung Sawi, Gunung Terbang dan Gunung Batusipat. Dibagian selatan sampai ke barat, Kabupaten Serang berbukit dan bergunung antara lain sekitar Gunung Kancana, Gunung Karang dan Gunung Gede.

Daerah yang bergelombang tersebar di antara kedua bentuk wilayah tersebut. Hampir seluruh daratan Kabupaten Serang merupakan daerah subur karena tanahnya sebagian besar tertutup oleh Tanah Endapan Alluvial dan Batu Vulkanis Kuarter.

Potensi tersebut ditambah banyak terdapat pula sungai-sungai yang besar dan penting yaitu Sungai Ciujung, Sungai Cidurian, Sungai Cibanten, Sungai Cipaseuran, Sungai Cipasang dan Sungai Anyar yang mendukung kesuburan daerah-daerah pertanian di Kabupaten Serang.

Iklim Cuaca[sunting | sunting sumber]

Iklim di wilayah Kabupaten Serang termasuk tropis dengan musim hujan antara November-April dan musim kemarau antara Mei-Oktober. Curah hujan rata-rata 3,92 mm/hari. Temperatur udara rata-rata berkisar antara 25,8°–27,6 °C.

Temperatur udara di Kabupaten Serang minimum 20,90 °C dan maksimum 33,8 °C. Tekanan udara dan kelembaban rata-rata 81,00 mb/bulan. Kecepatan arah angin rata-rata 2,80 knot, dengan arah terbanyak adalah dari barat.

Data iklim Kabupaten Serang, Banten, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 31.2
(88.2)
31.4
(88.5)
32
(90)
32.5
(90.5)
33.7
(92.7)
32.7
(90.9)
31.8
(89.2)
31.9
(89.4)
33.6
(92.5)
34.4
(93.9)
33.2
(91.8)
32.8
(91)
32.6
(90.72)
Rata-rata harian °C (°F) 26
(79)
26.3
(79.3)
26.5
(79.7)
26.8
(80.2)
27
(81)
26.7
(80.1)
26.9
(80.4)
27.2
(81)
26.8
(80.2)
27.1
(80.8)
27
(81)
26.7
(80.1)
26.75
(80.23)
Rata-rata terendah °C (°F) 21.9
(71.4)
22
(72)
22
(72)
22.1
(71.8)
22.3
(72.1)
21.6
(70.9)
21
(70)
20.8
(69.4)
21.3
(70.3)
22.7
(72.9)
23.7
(74.7)
22.8
(73)
22.02
(71.71)
Presipitasi mm (inci) 330
(12.99)
303
(11.93)
201
(7.91)
164
(6.46)
141
(5.55)
95
(3.74)
86
(3.39)
56
(2.2)
72
(2.83)
123
(4.84)
185
(7.28)
241
(9.49)
1.997
(78,61)
Rata-rata hari hujan 21 20 17 14 11 8 7 5 6 9 15 18 151
% kelembapan 86 84 83 81 79 77 75 74 73 78 80 83 79.4
Rata-rata sinar matahari bulanan 134 142 165 190 201 217 238 245 253 258 184 150 2.377
Sumber #1: Climate-Data.org [12][13][14][15]
Sumber #2: BMKG[16]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Serang terdiri dari 29 kecamatan dan 326 desa dengan jumlah penduduk pada tahun 2020 diperkirakan sebesar 1.684.566 jiwa dan luas wilayah 1.469,66 km² dengan kepadatan 1.146 jiwa/km².[17][3]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Serang, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Desa
Daftar
Desa/Kelurahan
36.04.30 Anyar 12
36.04.34 Bandung 8
36.04.22 Baros 14
36.04.18 Binuang 7
36.04.07 Bojonegara 11
36.04.17 Carenang 8
36.04.15 Cikande 13
36.04.23 Cikeusal 17
36.04.31 Cinangka 14
36.04.27 Ciomas 11
36.04.09 Ciruas 15
36.04.33 Gunung Sari 7
36.04.26 Jawilan 9
36.04.16 Kibin 9
36.04.25 Kopo 10
36.04.11 Kragilan 12
36.04.05 Kramatwatu 15
36.04.35 Lebak Wangi 10
36.04.32 Mancak 14
36.04.28 Pabuaran 8
36.04.29 Padarincang 14
36.04.24 Pamarayan 10
36.04.19 Petir 15
36.04.12 Pontang 11
36.04.08 Pulo Ampel 9
36.04.14 Tanara 9
36.04.13 Tirtayasa 14
36.04.20 Tunjung Teja 9
36.04.06 Waringinkurung 11
TOTAL 326

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No. Bupati Mulai menjabat Akhir jabatan Ket. Wakil Bupati
1 Pangeran Mudzafar Adi Santika 1816 1827
2 Agoes Rajak R. A Djajakusumaningrat 1827 1840
3 R. T. Mandoera Djajanegara 1840 1848
4 R. T. Basudin Tjandranegara 1848 1870
5 R. T. Pandji Gondokoesoemo 1870 1888
6 R. T. Soetadiningrat Murwan 1888 1893
7 R. T. Bagus Djajawinata 1893 1898
8 R. Ariadjajaatmadja 1898 1901
9 R. A. Achmad Djajadiningrat 1901 1904
10 R. T. Prawiro Koesoeman 1904 1931
11 R. A. A. Abas Soerianata Atmadja 1931 1935
12 R. A. A. Hilman Djajadiningrat 1935 1945
Kabupaten Serang, Jawa Barat, Indonesia
13 Kol. K.H.
Syam'un
1945 1949
14 Mas Padmadidjaja 1949 1950
15 Entol Oyong Tarnaya 1950 1955
16 Mas Adjenam Bin Mas Basa 1955 1957
17 M. Sirlan Sutawidjaya 1957 1959
R. Bidin Suria Gunawan
(Penjabat)
1959 1960
18 M.H Gogo Rafiudin Sandjadirdja 1960 1962
19 Letkol.
Tb. Soewandi
1962 1968
20 Letkol. H.
Tb. Saparudin
1968 1974
H. S. Ronggowaluyo
(Penjabat)
1974 1975
(20) Letkol. H.
Tb. Saparudin
1975 1978
21 Drs.
Kartika Suryasaputra
1978 1978
22 Letkol.
Atmawidjaya
1978 1983
23 H.
Tjakra Sumarna
1983 1988
24 H.
Achmad Sampurna
1988 1993
25 Kolonel H.
Sukron Roshadi
1993 1998
26 Kolonel Inf.
Solichin Dachlan
1998 1999
Mayjen TNI (Purn)
R. Nuriana
(Penjabat)
1999 1999
27 Drs. H.
Rosadi Natawisastra
1999 2000
Kabupaten Serang, Banten, Indonesia
28 Drs. H.
Bunyamin
M.M., M.B.A.
20 April 2000 20 April 2005 A. Taufik Nuriman
Drs.
A. Rivai
M.Si
(Penjabat)
20 April 2005 28 Juli 2005
29 Letkol Inf (Purn) Drs.H.
A. Taufik Nuriman
M.M., M.B.A.
28 Juli 2005 28 Juli 2010 Andi Sujadi
28 Juli 2010 28 Juli 2015 Ratu Tatu Chasanah
Drs.
Hudaya Latuconsina

(Penjabat)
28 Juli 2015 17 Februari 2016
30 Hj.
Ratu Tatu Chasanah
S.E., M.Ak.
17 Februari 2016 17 Februari 2021 Pandji Tirtayasa
Drs. H. Tb.
Entus Mahmud Sahiri
M.Si.
(Pelaksana Harian)
17 Februari 2021 26 Februari 2021
(30) Hj.
Ratu Tatu Chasanah
S.E., M.Ak.
26 Februari 2021 Petahana Pandji Tirtayasa


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Serang dalam dua periode terakhir, Dari Periode 2014-2019 Dan 2019-2024.[18]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
PKB 4 Steady 4
Gerindra 6 Kenaikan 8
PDI-P 5 Penurunan 4
Golkar 9 Steady 9
NasDem 4 Penurunan 2
Berkarya (baru) 4
PKS 5 Steady 5
PPP 4 Penurunan 2
PAN 5 Penurunan 4
Hanura 3 Penurunan 1
Demokrat 4 Kenaikan 5
PBB 1 Kenaikan 2
Jumlah Anggota 50 Steady 50
Jumlah Partai 11 Kenaikan 12


Penduduk[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Kabupaten Serang 1.623.409 (2021), sebagian besar tinggal di bagian utara. Bahasa yang dituturkan adalah Bahasa Sunda Banten yang digunakan di bagian selatan dan Bahasa Jawa Serang yang digunakan di bagian pesisir pantai utara dekat dengan Kota Cilegon dan Kota Serang serta Bahasa Lampung Cikoneng yang dituturkan oleh penduduk di empat kampung di Desa Cikoneng, Kecamatan Anyar.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Sebagai salah satu wilayah dengan mayoritas penduduknya Islam, maka pendidikan di Serang juga banyak menekankan pada pendidikan agama Islam sesuai dengan semboyan "Serang Bertakwa". Sehingga di Kabupaten Serang pendidikan berbasis islam baik yang resmi maupun non-resmi (Pesantren, Madrasah, dsb) menjadi salah satu perhatian pemerintah.

Sekolah-sekolah formal dari tingkat SD, SMP, SMA, SMK juga menjadi bagian pendidikan yang tidak terpisahkan. Beberapa sekolah favorit di Kabupaten Serang antara lain; SD Islam Al-Azhar, SD Kristen Penabur, SMA Negeri 1 Ciruas, SMP Negeri 1 Ciruas, SMA Negeri 1 Kramatwatu dsb.

Pendidikan formal TK atau RA SD atau MI SMP atau MTs SMA atau MA SMK Perguruan Tinggi Lainnya
Negeri 0 735 92 26 5 1 2
Swasta 0 134 261 112 41 18 4
Total 0 869 353 138 46 19 6
Data Sekolah di Kabupaten Serang
Sumber:[19]

Di Serang, juga terdapat universitas yang menyelenggarakan pendidikan sarjana secara jarak jauh atau distance learning, yakni Universitas Terbuka[20] atau UT Daerah Serang [21]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Stasiun kereta api[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Serang memiliki 4 stasiun KA Lokal Merak yang masih beroperasi, diantaranya:

Selain itu, Kabupaten Serang juga memiliki 5 stasiun yang sudah berhenti beroperasi dikarenakan jalur tidak aktif, yaitu:

Ruas jalan tol[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "SEJARAH SINGKAT KABUPATEN SERANG". Website Resmi Kabupaten Serang. 9 Oktober 2022. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-10-09. Diakses tanggal 9 Oktober 2022. 
  2. ^ BPS Kabupaten Serang (2020). Statistik Daerah Kabupaten Serang 2020. BPS Kabupaten Serang. hlm. 1. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-10-09. Diakses tanggal 2022-10-09. 
  3. ^ a b c "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-08-05. Diakses tanggal 9 Oktober 2022.  Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama "DUKCAPIL" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  4. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-12-01. Diakses tanggal 9 Oktober 2022. 
  5. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 9 Oktober 2022. 
  6. ^ Ginandar (2022). Toponimi Nama-nama Kecamatan di Kabupaten Lebak. Lebak: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak. hlm. 29. ISBN 978-623-978-556-7. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-02-02. Diakses tanggal 2023-05-29. 
  7. ^ Dewi, Kurniawati Hastuti, ed. (2017). Perempuan Kepala Daerah dalam Jejaring Oligarki Lokal (PDF). Jakarta: LIPI Press. hlm. 45. ISBN 978-979-799-907-0. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2023-05-23. Diakses tanggal 2023-05-23. 
  8. ^ Ridwan, I., dkk. (November 2021). Muhibah, Siti, ed. Studi Kebantenan dalam Catatan Sejarah (PDF). Tangerang: Media Edukasi Indonesia. hlm. 37. ISBN 978-623-6497-50-0. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2023-07-02. Diakses tanggal 2023-05-23. 
  9. ^ Biro Pusat Statistik, Jakarta, 2011.
  10. ^ Badan Pusat Statistik, Jakarta, 2021.
  11. ^ "Statistics Indonesia". Biro Pusat Statistik. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 September 2011. Diakses tanggal 22 Mei 2022. 
  12. ^ "Padarincang, Banten, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 12 Agustus 2020. 
  13. ^ "Baros, Banten, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 12 Agustus 2020. 
  14. ^ "Ciruas, Banten, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 12 Agustus 2020. 
  15. ^ "Pontang Legon, Banten, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 15 Agustus 2020. 
  16. ^ "Buku Prakiraan Musim Hujan 2023-2024 – Rerata Curah Hujan Kabupaten Serang Zona Musim 162, 163, 164, 165, 166, 167, dan 169 periode 1991-2020" (PDF). BMKG. hlm. 131. Diakses tanggal 15 September 2023. 
  17. ^ BPS Kabupaten Serang (2020). Statistik Daerah Kabupaten Serang 2020. BPS Kabupaten Serang. hlm. 1. 
  18. ^ Puskapol UI (11 November 2014). "Hasil Pemilu 2014 Provinsi Banten". Diakses tanggal 13 Maret 2019. 
  19. ^ Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) Wilayah Kab. Serang Diarsipkan 2011-03-05 di Wayback Machine.
  20. ^ "Universitas Terbuka". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-09-03. Diakses tanggal 2023-06-12. 
  21. ^ "UT Daerah Serang". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-08-30. Diakses tanggal 2023-06-12. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]