Stasiun Cikeusal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Stasiun Cikeusal
Kereta Api Indonesia
LM04

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun CKL.png
Stasiun Cikeusal 2020.jpg
Stasiun Cikeusal 2020
LokasiCikeusal, Cikeusal, Serang, Banten
Indonesia
Ketinggian+35 m
PengelolaKAI Commuter
Letak dari pangkalkm 97+328 lintas AngkeTanah Abang
RangkasbitungMerak[1]
Jumlah peron2 (satu peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama agak rendah)
Jumlah jalur2 (jalur 2: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • CKL
  • 0124
  • CEKO
[2]
KlasifikasiIII/kecil[2]
Operasi layanan
Lokal Merak
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Catang Lokal Merak
Merak–Rangkasbitung, p.p.
Walantaka
ke arah Merak
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalanElektrik tipe DBRI Vital Processor Interlocking[3]
Lokasi pada peta

Stasiun Cikeusal (CKL) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Cikeusal, Cikeusal, Serang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +35 m ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta. Stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Lokasi stasiun di dekat pasar menyebabkan stasiun ini selalu ramai dengan pedagang mendominasi pengguna jasa kereta api. Lokasi stasiun ini cukup jauh dari jalan raya utama yang menghubungkan Serang dengan Rangkasbitung; sekitar 7 km.[4]

Dahulu di antara stasiun ini dengan Stasiun Walantaka, terdapat bekas Halte Silebu[5] yang sudah tak aktif karena tak lagi disinggahi oleh kereta api lokal Patas Merak. Ke arah selatan sebelum Stasiun Catang, juga terletak Stasiun Pasir Manggu yang juga sudah non aktif.[6]

Hanya ada satu kereta api yang melayani penumpang di stasiun ini, yaitu KA Lokal Merak.

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Lokal Merak, tujuan Merak dan tujuan Rangkasbitung (ekonomi lokal)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  4. ^ Prasetya, S.; Sudarsih, A. (2013). "Menyambangi Stasiun "Chexo"". Majalah KA. 82: 20. 
  5. ^ Prasetya, S.; Sudarsih, A. (2013). "Dari Walantaka Menyisir Hingga Silebu". Majalah KA. 82: 22–23. 
  6. ^ "Setasiun Mati di Jalur Aktif". Semboyan35.com. Diakses tanggal 13 Agustus 2017. #padahal dulu walaupun non aktif ka.patas pas masih pake lok BB304 pasti berhenti deh soalnya banyak yg naek membawa daun pisang, buah2an dll. semenjak pake lok CC201 ka.patas gak pernah berhenti luar biasa lagi di bekas halte" ini. 
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Silebu
ke arah Merak
Merak–Tanah Abang Catang
ke arah Tanah Abang

Koordinat: 6°13′01″S 106°14′41″E / 6.216996°S 106.244668°E / -6.216996; 106.244668