Stasiun Rawa Buntu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Rawa Buntu

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun RU.png
  • Singkatan: RU
  • Nomor: 0212
56 big.jpg
Tampak sebuah rangkaian KRL sedang berhenti di Stasiun Rawa Buntu.
LokasiRawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan, Banten 15318
Indonesia
OperatorKAI Commuter
Letak dari pangkalkm 28+790 lintas AngkeTanahabangRangkasbitungMerak[1]
Jumlah peronDua peron sisi yang tinggi
Jumlah jalur2
  • jalur 1: sepur lurus arah Serpong–Rangkasbitung
  • jalur 2: sepur lurus arah Tanahabang
Informasi lain
KlasifikasiIII/kecil[2]
Sejarah
Dibangun kembali2013-2014
Elektrifikasi1992
Nama sebelumnyaStopplaats Rawaboentoe
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Sudimara
ke arah Tanahabang
Green Line Serpong
Terminus
Green Line Serpong
Green Line Serpong
ke arah Maja
Green Line Serpong
Layanan
KRL Commuter Line
Teknis
Pemesanan tiketHanya melayani kartu multi-trip dan kartu uang elektronik dari perbankan yang beredar yang bekerjasama dengan KAI Commuter dan aplikasi LinkAja.
Lokasi pada peta
Stasiun Rawa Buntu berlokasi di Indonesia
Stasiun Rawa Buntu
Stasiun Rawa Buntu
Lokasi di Indonesia


Stasiun Rawa Buntu (RU) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan. Stasiun ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta, dan letaknya berdekatan dengan kompleks kota terencana Bumi Serpong Damai (BSD). Stasiun ini tidak jauh dari pintu keluar Serpong di Jalan Tol Jakarta-Serpong sebelah barat. Selain itu, letak stasiun ini cukup strategis karena berdekatan dengan kompleks perumahan daerah Serpong.[3]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Awalnya, stasiun ini memiliki satu jalur kereta api dan berstatus sebagai halte (perhentian). Sejak pengoperasian jalur ganda Tanahabang–Serpong per 24 Juli 2007,[4] tata letak stasiun ini diubah, dengan menambahkan jalur 2 sebagai sepur lurus baru arah Tanahabang. Perombakan stasiun ini pada kurun waktu 2007–2009 kemudian menambahkan peron tinggi di bibir jalur 2 dan 1. Bangunan lama peninggalan Staatsspoorwegen tidak dirobohkan.

Pada saat pembangunan jalur ganda Tanahabang–Serpong, stasiun ini diisukan akan ditutup pada akhir 2007 dengan alasan okupansi minim dan jaraknya "terlalu dekat" dengan Stasiun Serpong.[5] Namun penutupan ini ditolak oleh warga Rawa Buntu dan BSD karena banyak di antara warganya yang membutuhkan stasiun ini untuk naik kereta api mengingat jarak stasiun ini lebih dekat ke BSD daripada Stasiun Serpong.

Meski kepala Humas Daop I Jakarta saat itu, Akhmad Sujadi menyebut jarak antarstasiunnya "tidak sampai 1 km" dengan jarak persinyalannya "hanya sekitar 400 m", masyarakat BSD dan Rawa Buntu menyatakan bahwa jarak Rawa Buntu dan wilayah pusat Serpong masih jauh (2 km). Alih-alih menutup stasiun, warga BSD menginginkan agar stasiun ini dipercantik serta ditingkatkan kala jalur ganda telah aktif. Dengan demikian stasiun ini diputuskan tetap aktif melayani KRL maupun KA lokal setelah jalur gandanya dioperasikan.[6]

Sejak Oktober 2014, stasiun ini dapat melayani KRL dengan formasi 10 kereta/set, seiring dengan selesainya renovasi dan perpanjangan peron. Namun, KRL dengan formasi 10 kereta/set ini baru beroperasi di jalur Serpong pada Januari 2016.[7] Dalam rancangan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan, PT KAI, PT KCJ, dan BSD tahun 2012, stasiun ini direnovasi agar warga BSD dapat menggunakan jasa angkutan KRL ke berbagai jurusan di wilayah Jabodetabek.[8]

Saat ini, pada tahun 2020 peron stasiun telah diperpanjang sehingga siap melayani rangkaian 12 kereta dan kini sedang dilakukan pembangunan apartemen yang terintegrasi dengan bangunan stasiun. Oleh karena itu, saat ini bangunan loket untuk jalur 2 digeser ke arah Sudimara sebagai bangunan sementara, dan toilet dipindah ke bagian jalur 1.

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

KRL Commuter Line[sunting | sunting sumber]

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 9 Juni 2008, kotak relai KRL Malam yang baru saja diresmikan Jusman Syafii Djamal kala menjadi Menteri Perhubungan tersangkut peron Stasiun Rawa Buntu. Hal ini mengakibatkan penumpang KRL telantar.[9]
  • Pada tanggal 27 Februari 2013, sebuah KRL Commuter Line mengalami mogok di stasiun ini. Akibatnya, sejumlah penumpang terpaksa turun.[10]
  • Pada tanggal 25 Agustus 2014, seorang pria tewas disambar kereta api yang melintas di Stasiun Rawa Buntu.[11]
  • Pada tanggal 3 November 2015, KRL 1907 relasi Serpong-Tanahabang mengalami gangguan pantograf di Stasiun Rawa Buntu. Akibatnya, perjalanan KRL menjadi tidak bisa dilayani karena kabel listrik aliran atas dimatikan.[12]

Antarmoda pendukung[sunting | sunting sumber]

Jenis angkutan Nomor rute Tujuan
Angkot[13] B04 Tangcity Mall-Stasiun Rawa Buntu

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ "Perumahan Bebas Macet di Bodetabek (Sekitar Stasiun Serpong-Rawa Buntu)". Housing-Estate.com. 2014-02-05. Diakses tanggal 2017-10-18. 
  4. ^ "SBY Resmikan Stasiun Serpong, Lalu Lintas KA Tetap Normal". detiknews. Diakses tanggal 2017-10-18. 
  5. ^ "Stasiun Rawa Buntu Ditutup Akhir April". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2007-03-29. Diakses tanggal 2020-06-07. 
  6. ^ Kusumaputra, A. (29 Maret 2007). "Mengapa Stasiun Rawabuntu Harus Ditutup?". Kompas. 
  7. ^ "Commuter Line Rangkaian 10 Gerbong Mulai Beroperasi di Jalur Tanah Abang - Maja - Tribunnews.com". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2017-10-18. 
  8. ^ "Dua Stasiun di Tangsel Segera Direnovasi Total". tangerangnews.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-10-18. 
  9. ^ Liputan6.com (2008-06-10). "Baru Diresmikan, KRL Malam Bermasalah". liputan6.com. Diakses tanggal 2020-06-07. 
  10. ^ "KRL Mogok di Rawa Buntu, Perjalanan Terganggu". detiknews. Diakses tanggal 2017-10-18. 
  11. ^ "Cerita Mistis Stasiun Rawa Buntu, Seorang Pria Tersambar KA". tangerangnews.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-10-18. 
  12. ^ Ferdinan. "KRL Alami Gangguan Pantograph di Stasiun Rawa Buntu Serpong". detiknews. Diakses tanggal 2017-10-18. 
  13. ^ "Trayek Angkot". About Tangerang. Diakses tanggal 18 Oktober 2017. 
Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Serpong
ke arah Merak
Merak–Tanahabang Sudimara
ke arah Tanahabang


Koordinat: 6°18′54″S 106°40′34″E / 6.315037°S 106.676157°E / -6.315037; 106.676157