Stasiun Yogyakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Yogyakarta
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun YK.png
  • Singkatan: YK
  • Nomor: 3020
Stasiun Tugu 2020.jpg
Tampak depan Stasiun Tugu, 2020.
Nama lainStasiun Tugu
Alamat
Koordinat7°47′21″S 110°21′51″E / 7.789200°S 110.364100°E / -7.789200; 110.364100Koordinat: 7°47′21″S 110°21′51″E / 7.789200°S 110.364100°E / -7.789200; 110.364100
Ketinggian+113 m
Letak
OperatorDaerah Operasi VI Yogyakarta
Konstruksi
Jumlah jalur9
  • Emplasemen utara: 6 (jalur 5: sepur lurus)
  • Emplasemen selatan: 3 (jalur 3: sepur lurus)
Jumlah peron7
  • Emplasemen utara: 3 (satu peron sisi yang agak tinggi dan dua peron pulau yang tinggi)
  • Emplasemen selatan: 4 (dua peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama tinggi)
Gaya arsitekturArt deco
Fasilitas
  • Parkir
  • Akses difabel
  • Area komersial
  • Layanan pelanggan
  • Ruang VIP
  • Area merokok
  • Toilet
  • Boarding pass
  • Galeri ATM
  • Musala
  • Pos kesehatan
  • Ruang kerja bersama
Informasi lain
Kelas stasiunBesar tipe A[3]
Tipe persinyalanElektrik tipe Siemens NX MIS-801[2]
Pemesanan tiketSistem tiket online; melayani pemesanan langsung dan pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket. Tersedia fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass khusus keberangkatan KA jarak jauh/menengah.
Sejarah
Dibuka20 Juli 1887[4]
Nama sebelumnyaStation Djocja Toegoe, Djocjakarta, Djokjakarta, Jogjakarta
Layanan
Argo Wilis, Argo Lawu (reguler & fakultatif), Argo Dwipangga (reguler & fakultatif), Bima, Gajayana (reguler & fakultatif), Turangga, Taksaka (reguler & fakultatif), Mutiara Selatan, Malabar, Ranggajati, Wijayakusuma, Anjasmoro, Fajar/Senja Utama Solo, Mataram, Bogowonto, Gajah Wong, Fajar Utama YK, Senja Utama YK, Lodaya (reguler & tambahan), Sancaka Utara, Malioboro Ekspres, Sancaka (reguler & fakultatif), Joglosemarkerto, Jayakarta, Prambanan Ekspres (Prameks), dan KA Bandara YIA
Operasi
Stasiun sebelumnya Layanan lokal/komuter Stasiun berikutnya
Terminus Prameks
Yogyakarta–Solo Balapan, p.p.
Lempuyangan
ke arah Solo Balapan
Wates
ke arah Kutoarjo
Prameks
Kutoarjo–Solo Balapan, p.p.
Prameks
Yogyakarta–Kutoarjo, p.p.
Terminus
Wates
ke arah Wojo
KA Bandara YIA
Yogyakarta–Wojo, p.p.
Wates
ke arah Kebumen
KA Bandara YIA
Yogyakarta–Kebumen, p.p.
Logo Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.png Cagar budaya Indonesia
Stasiun Kereta Api Tugu Yogyakarta
KategoriBangunan
No. registrasi
nasional
RNCB.20151105.02.000095
Tahun penetapan2007 dan 2015
PemilikPT Kereta Api Indonesia
PengelolaPT Kereta Api Indonesia
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Lokasi pada peta
Yogyakarta berlokasi di Yogyakarta
Yogyakarta
Yogyakarta
Yogyakarta (Yogyakarta)
Yogyakarta berlokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta
Yogyakarta
Yogyakarta
Yogyakarta (Daerah Istimewa Yogyakarta)
Yogyakarta berlokasi di Jawa
Yogyakarta
Yogyakarta
Yogyakarta (Jawa)
Catatan kaki: [a][b]
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Stasiun Yogyakarta (YK) atau disebut Stasiun Jogjakarta (Hanacaraka:ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦠꦸꦒꦸ​ꦔꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠ, Sêtasiyun Tugu Ngayogyakarta) — juga dikenal sebagai Stasiun Tugu — merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Kota Yogyakarta. Stasiun yang terletak pada ketinggian +113 meter ini merupakan stasiun terbesar yang berada dalam pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VI Yogyakarta, Kota Yogyakarta, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Stasiun ini beserta rel KA yang membujur dari barat ke timur berada di Kecamatan Gedongtengen. Stasiun ini melayani pemberangkatan dan kedatangan hampir semua kelas kereta api (KA), kecuali KA kelas ekonomi jarak jauh dan menengah bertarif subsidi. Stasiun besar lainnya di Kota Yogyakarta, yaitu Stasiun Lempuyangan, khusus hanya melayani kelas ekonomi dan KA lokal/komuter.

Stasiun ini direncanakan akan menjadi terminus awal KRL Yogyakarta–Solo.[5]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Stasiun Tugu pada masa kolonial 1890-an.
(Kredit: Kassian Cephas)

Meskipun Stasiun Tugu yang diresmikan tahun 1887[4] ini merupakan salah satu stasiun yang cukup tua, stasiun ini memiliki arsitektur yang unik. Gedung stasiun berada di tengah kedua sisi rel kereta api, sedangkan bangunan menghadap ke jalan poros Kota Yogyakarta. Arsitektur stasiun ini bergaya art deco yang sangat populer pada masa antara Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Stasiun ini pernah menjadi tujuan akhir perjalanan kereta luar biasa Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno, saat memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Yogyakarta. Kini stasiun tersebut ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.[6]

Stasiun ini merupakan contoh stasiun berperon pulau dengan dua kepemilikan, yaitu untuk sisi selatan milik Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dengan lebar sepur 1.435 mm, sedangkan yang sisi utaranya milik Staatsspoorwegen (SS) dengan lebar sepur 1067 mm. NIS dan SS saling berbagai tanah untuk jalur kereta api Jogja-Solo.[7]

Dahulu di stasiun ini terdapat dua percabangan jalur di sisi barat stasiun yang saat ini sudah dinonaktifkan semua. Jalur pertama ke utara menuju Magelang dan berakhir di Parakan. Bekas jalur Jogja-Magelang ini dapat dilihat di beberapa tempat di Jalan Tentara Pelajar, Yogyakarta. Jalur ini juga bercabang di Secang menuju Museum Kereta Api Ambarawa melalui Tuntang hingga berakhir di Kedungjati yang kini juga dinonaktifkan. Jalur yang kedua, ke arah selatan menuju Palbapang di Kabupaten Bantul. Bekas jalur ini juga masih terlihat di beberapa tempat, salah satunya adalah yang sekarang menjadi lapangan parkir di sisi barat laut Keraton Yogya.

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Lokomotif D301 61 09 yang dipajang di pintu selatan stasiun

Stasiun Yogyakarta terbagi menjadi dua emplasemen, yaitu emplasemen utara dan selatan. Stasiun ini juga memiliki dua pintu masuk dan keluar, yakni pintu utama yang menghadap ke Jalan Margo Utomo (Jalan Pangeran Mangkubumi, termasuk wilayah Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis) dan pintu selatan yang menghadap ke arah Jalan Pasar Kembang (wilayah Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen). Stasiun ini memiliki bangunan khusus untuk loket di pintu selatan.

Pada tahun 1970-an, kemungkinan jumlah jalur Stasiun Tugu dapat mencapai sebelas jalur (tidak termasuk jalur ke dalam pos langsiran di utara stasiun), yaitu peron selatan memiliki lima jalur kereta api dengan jalur 5 sebagai sepur lurus dan peron utara memiliki enam jalur kereta api dengan (kemungkinan) jalur 6 merupakan sepur lurus.[8] Namun pada tahun 1999, peron di jalur 2 dibangun untuk mengakomodasi tinggi pintu kereta eksekutif kala itu.[9]

Sebelum proyek jalur ganda dimulai sekitar tahun 2004, jalur 3 peron selatan stasiun merupakan sepur lurus arah Solo, sedangkan jalur 4 merupakan sepur lurus arah Kutoarjo.[10] Dengan selesainya jalur ganda lintas Yogyakarta–Maguwo per 8 Januari 2007[11] dan Yogyakarta–Kutoarjo pada November 2007[12] dan diresmikan 22 Januari 2008,[13] jalur langsir yang masih utuh walaupun sudah dicabut diubah menjadi jalur 1, jalur 1 lama diubah menjadi jalur 2, dan jalur 2 lama diubah menjadi jalur 3 sebagai sepur lurus dari dan ke arah Kutoarjo. Peron tinggi ditambahkan lagi pada jalur 3 (menimbun jalur 3 lama) dan jalur 5. Saat ini jalur 3 dijadikan sepur lurus arah Solo dan sepur belok dari arah Kutoarjo, jalur 4 dijadikan sepur lurus dari arah Kutoarjo, dan 5 dijadikan sepur lurus ke arah Kutoarjo.

Di dalam kompleks stasiun terdapat dipo lokomotif dan dipo kereta maupun gerbong yang berturut-turut terletak di sebelah barat laut dan barat. Pemutar rel/turntable berada di barat dipo lokomotif yang berada di sebelah barat laut stasiun. Di dipo inilah tempat lokomotif-lokomotif besar beristirahat.

Ke arah timur stasiun, terdapat perlintasan terunik di Indonesia. Perlintasan itu berbentuk gerbang geser dengan nomor pos jaga lintasan (PJL) 3A dan 3B, khusus untuk sepeda, becak, andong, atau pejalan kaki yang melintas di sekitar kawasan Jalan Malioboro. Selain itu, terdapat jembatan yang membentang di atas Kali Code, dikenal dengan sebutan Jembatan Kewek, karena melintang di atas Jalan Abu Bakar Ali yang dahulunya diberi nama Kerkweg.

Stasiun ini juga dikenal karena sering mengalami renovasi dan penataan ulang. Pada musim mudik lebaran 2010, semua peron rendah stasiun kecuali peron 4 dibuat menjadi peron tinggi. Atap kanopi dibangun pada jalur 1 dan 2.[14] Sistem perparkiran kini diubah: pintu timur dan selatan kini digunakan untuk drop-off zone dan parkir becak saja, sedangkan tempat parkir terletak di sebelah barat daya kompleks stasiun.[15] Dalam rangka mewujudkan stasiun kereta api besar bertaraf internasional, stasiun ini sejak musim mudik lebaran 2016 telah direnovasi total, antara lain merombak loket stasiun di pintu selatan serta, pemasangan lantai granit, pengecatan ulang, dan lain-lain.[16] Di selatan stasiun dahulunya terdapat banyak kios berjejer-jejer yang menjual makanan, ekspedisi barang, dan kios penjualan tiket pesawat dan kereta api, tetapi telah digusur sejak 5 Juli 2017 dengan alasan tidak memiliki izin dan dianggap kumuh oleh PT KAI.[17]

Saat ini stasiun ini memiliki ruang tunggu eksekutif yang diberi nama "Anggrek Executive Lounge" yang dioperasikan oleh PT KA Pariwisata serta memanfaatkan bangunan pendopo belakang stasiun.[18]

Keunikan[sunting | sunting sumber]

Monumen uap Marshall Britannia yang kini sudah dipindahkan di sayap utara jalan masuk Stasiun Tugu

Stasiun ini memiliki keunikan, antara lain memiliki dua monumen lokomotif. Monumen yang pertama adalah mesin uap portabel buatan Marshall Britannia, Inggris, yang dipajang di pintu masuk keberangkatan sisi timur. Posisi yang semula berada di tengah-tengah jalan masuk stasiun kini dipindahkan di sayap utara jalan tersebut.

Sementara itu, di sisi selatan stasiun, dipajang lokomotif diesel hidraulis D301 22 sejak 12 Desember 2018. Pemajangan lokomotif ini juga dilakukan secara simbolis setelah seluruh bagian stasiun mengalami perombakan lagi, antara lain menambahkan toilet dari mobil bekas dan dapat digunakan oleh masyarakat umum, tak hanya calon penumpang.[19][20]

Terkait dengan melodi penyambutan kereta api, stasiun ini dahulu pernah memutar lagu berjudul "Sepasang Mata Bola" karya Ismail Marzuki yang mengisahkan perjuangan di atas kereta api dari Jakarta menuju Yogyakarta,[21] tetapi kini tidak ada satu pun stasiun di Daop VI yang memutar lagu khas dan memilih memutar melodi Westminster Quarters di semua stasiunnya.

Pada budaya populer[sunting | sunting sumber]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Kelas eksekutif[sunting | sunting sumber]

Kelas campuran[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi premium[sunting | sunting sumber]

Jayakarta, tujuan Jakarta dan tujuan Surabaya

Lokal/komuter ekonomi[sunting | sunting sumber]

Prambanan Ekspres (Prameks), dari dan tujuan Solo serta tujuan Kutoarjo

Kereta bandara[sunting | sunting sumber]

KA Bandara YIA, dari dan tujuan Wojo-Kebumen

Papasan dan persusulan[sunting | sunting sumber]

Jadwal kereta api[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Yogyakarta per 3 Agustus 2020 (revisi Gapeka 2019).

  • KA jarak jauh, menengah, dan komuter reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
106/103 Mutiara Selatan Jakarta Gambir (GMR) via Bandung Hall (BD) Eksekutif & Ekonomi Premium 00.27 00.37
72/73 Bima Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Malang Kotabaru (ML) Eksekutif 00.59 01.09
127 Anjasmoro Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 01.36 01.50
76 Gajayana Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Luxury 01.59 02.07
78B Turangga Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif 02.11 02.25
148 Senja Utama YK Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Premium 03.07 -
173 Malioboro Ekspres Eksekutif & Ekonomi Plus 03.14 -
164 Lodaya Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Ekonomi Premium 03.20 03.25
108 Malabar Malang Kotabaru (ML) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 04.02 04.11
355 Prambanan Ekspres (Prameks) Kutoarjo (KTA) Komuter Ekonomi - 04.05
8 Argo Lawu Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Luxury 04.31 04.36
140A Mataram Eksekutif & Bisnis/Ekonomi Premium 04.51 04.56
86 Taksaka Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Luxury 05.02 -
356 Prambanan Ekspres (Prameks) Solo Balapan (SLO) Komuter Ekonomi - 05.15
104/105 Mutiara Selatan Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi Premium 05.38 05.46
142 Bogowonto Yogyakarta Lempuyangan (LPN) Eksekutif & Ekonomi Plus 06.00 06.03
357 Prambanan Ekspres (Prameks) Kutoarjo (KTA) Komuter Ekonomi 06.16 06.18
180 Sancaka Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi Premium - 06.30
358 Prambanan Ekspres (Prameks) Solo Balapan (SLO) Komuter Ekonomi 06.35 06.37
145 Fajar Utama YK Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Premium - 07.00
199/200/201 Joglosemarkerto Tegal (TG) bersambung Solo Balapan (SLO)-Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Plus 07.06 07.10
172 Malioboro Ekspres Malang Kotabaru (ML) - 07.40
359 Prambanan Ekspres (Prameks) Yogyakarta Tugu (YK) Komuter Ekonomi 07.50 -
161 Lodaya Bandung Hall (BD) Eksekutif & Ekonomi Premium 08.13 08.18
360 Prambanan Ekspres (Prameks) Solo Balapan (SLO) Komuter Ekonomi - 08.20
83 Taksaka Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Luxury - 09.00
362 Prambanan Ekspres (Prameks) Solo Balapan (SLO) Komuter Ekonomi 09.06 09.08
7 Argo Lawu Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Luxury 09.21 09.26
139 Mataram Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Bisnis 09.42 09.45
141 Bogowonto Eksekutif & Ekonomi Plus 09.49 09.54
361 Prambanan Ekspres (Prameks) Yogyakarta Tugu (YK) Komuter Ekonomi 10.22 -
364 Solo Balapan (SLO) - 10.45
120B/121A Ranggajati Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jember (JR) Eksekutif & Bisnis 10.55 11.05
363 Prambanan Ekspres (Prameks) Yogyakarta Tugu (YK) Kommuter Ekonomi 11.02 -
1 Argo Wilis Jakarta Gambir (GMR) via Bandung Hall (BD) Eksekutif 11.22 11.35
366 Prambanan Ekspres (Prameks) Solo Balapan (SLO) Komuter Ekonomi - 12.05
367 Yogyakarta Tugu (YK) 12.24 -
179 Sancaka Eksekutif & Ekonomi Premium 12.33 -
165/168/169 Sancaka Utara Kutoarjo (KTA) Eksekutif & Bisnis 12.56 13.04
128 Anjasmoro Jombang (JG) Eksekutif & Ekonomi Plus 13.28 13.36
365 Prambanan Ekspres (Prameks) Kutoarjo (KTA) Komuter Ekonomi 13.34 13.38
138 Fajar Utama Solo Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Ekonomi Premium 13.42 13.49
368 Prambanan Ekspres (Prameks) Komuter Ekonomi - 13.55
122/119 Ranggajati Cirebon Kejaksan (CN) Eksekutif & Bisnis 14.28 14.36
144 Gajah Wong Yogyakarta Lempuyangan (LPN) Eksekutif & Ekonomi Plus 15.01 15.04
162 Lodaya Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Ekonomi Premium 15.11 15.15
146 Fajar Utama YK Yogyakarta Tugu (YK) 15.29 -
369 Prambanan Ekspres (Prameks) Komuter Ekonomi 15.33 -
10 Argo Dwipangga Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Luxury 15.39 15.44
171 Malioboro Ekspres Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Plus 15.40 -
370 Prambanan Ekspres (Prameks) Solo Balapan (SLO) Komuter Ekonomi - 15.55
193/194/195 Joglosemarkerto Solo Balapan (SLO) bersambung Semarang Tawang (SMT) Eksekutif & Ekonomi Plus 16.13 16.16
2 Argo Wilis Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif 16.22 16.30
372 Prambanan Ekspres (Prameks) Solo Balapan (SLO) Komuter Ekonomi 17.01 17.12
182 Sancaka Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi Premium - 17.05
84 Taksaka Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Luxury 17.10 -
371 Prambanan Ekspres (Prameks) Kutoarjo (KTA) Komuter Ekonomi 17.31 17.33
143 Gajah Wong Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 18.14 18.17
170/167/166 Sancaka Utara Solo Balapan (SLO) bersambung Gambringan (GBN)-Surabaya Pasarturi (SBI) Eksekutif & Bisnis 18.15 18.20
124/125 Wijayakusuma Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) Eksekutif & Ekonomi Premium 18.26 18.40
137 Senja Utama Solo Jakarta Pasar Senen (PSE) 18.47 18.53
147 Senja Utama YK - 19.05
199/200/201 Joglosemarkerto Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Plus 19.09 -
373 Prambanan Ekspres (Prameks) Komuter Ekonomi 19.28 -
253 Jayakarta Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi Premium 19.37 19.47
202 Joglosemarkerto Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Ekonomi Plus - 19.45
163 Lodaya Bandung Hall (BD) Eksekutif & Ekonomi Premium 19.53 19.58
374 Prambanan Ekspres (Prameks) Solo Balapan (SLO) Komuter Ekonomi 20.04 20.06
75 Gajayana Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Luxury 20.17 20.22
375 Prambanan Ekspres (Prameks) Yogyakarta Tugu (YK) Komuter Ekonomi 20.29 -
174 Malioboro Ekspres Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi Plus - 20.35
9 Argo Dwipangga Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Luxury 20.37 20.42
254 Jayakarta Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi Premium 20.43 20.58
85 Taksaka Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Luxury - 21.00
77B Turangga Jakarta Gambir (GMR) via Bandung Hall (BD) Eksekutif 21.06 21.18
74/71 Bima Jakarta Gambir (GMR) 21.49 22.00
181 Sancaka Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Premium 23.05 -
107 Malabar Jakarta Pasar Senen (PSE) via Bandung Hall (BD) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 23.15 23.25
126/123 Wijayakusuma Cilacap (CP) Eksekutif & Ekonomi Premium 23.59 00.13
No. KA Tiba Berangkat No. KA Tiba Berangkat
Yogyakarta–WojoKebumen pp
801 - 08.35 802 12.16 -
803 15.05 804 19.25
Yogyakarta–Wojo pp
805 - 03.35 806 05.26 -
807 05.10 808 07.12
809 05.55 810 07.47
811 07.30 812 09.33
813 10.10 814 11.50
815 12.20 816 14.02
817 12.50 818 15.59
819 16.40 820 18.45
821 19.15 822 20.56
823 20.10 824 22.13
  • KA Tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
7010 Lodaya Tambahan Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Bisnis 02.45 02.50
91F Gajayana Fakultatif Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif 02.49 03.02
217F Sancaka Fakultatif Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Premium 03.30 -
96F Taksaka Fakultatif Eksekutif 03.39 -
58F Argo Lawu Fakultatif Solo Balapan (SLO) Eksekutif 06.10 06.17
95F Taksaka Fakultatif Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif - 06.45
7009 Lodaya Tambahan Bandung Hall (BD) Eksekutif & Bisnis 07.26 07.37
92F Gajayana Fakultatif Malang Kotabaru (ML) Eksekutif 07.59 08.15
57F Argo Lawu Fakultatif Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif 11.09 11.15
215F Sancaka Fakultatif Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Plus 13.47 -
98F Taksaka Fakultatif Eksekutif 16.34 -
60F Argo Dwipangga Fakultatif Solo Balapan (SLO) Eksekutif 17.22 17.27
216F Sancaka Fakultatif Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi Plus - 18.00
97F Taksaka Fakultatif Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif - 19.35
59F Argo Dwipangga Fakultatif Eksekutif 22.20 22.29
218F Sancaka Fakultatif Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi Premium - 23.45

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 14 November 2003, tiga kereta penumpang dengan dua kereta kelas bisnis dan satu kelas eksekutif anjlok di Dipo Lokomotif Yogyakarta. Mulanya gerbong tersebut akan dicuci sebelum dikirim ke Jakarta, tetapi saat dilangsir, wesel bergerak sendiri sehingga menyebabkan anjlok.[29]
  • Pada tanggal 23 April 2014 seorang pria tewas ditabrak kereta api semen dengan nomor perjalanan 8067 relasi Lempuyangan-Purwokerto. Korban diduga mengalami gangguan kejiwaan.[30]
  • Pada tanggal 4 Juli 2017 seorang siswi SMK hilang setelah turun dari kereta api Senja Utama Yogya di Stasiun Tugu. Dua hari kemudian, pada pukul 15.00 sore itu, akhirnya pihak keluarga ditelepon yang mengantar siswi tersebut pulang ke rumahnya.[31]

Antarmoda pendukung[sunting | sunting sumber]

Jenis angkutan umum Trayek Tujuan
Trans Jogja[32] 1A Margo Utomo–Jalan Malioboro–Kusumanegara–Kebun Binatang Gembira LokaJECBandara Adisutjipto–Terminal Prambanan–Bandara Adisutjipto–Janti–Plaza Ambarrukmo–Mandala Bhakti Wanitatama–Sudirman–Margo Utomo (naik/turun Halte Margo Utomo 2, depan Grand Zuri Hotel)
1B Tentara Pelajar–Cik Di Tiro–Colombo–De Britto–Plaza Ambarrukmo–Bandara–Janti–Babarsari–Gedongkuning–Kebun Binatang Gembira Loka–Kusumanegara–Senopati–Bhayangkara (naik/turun portable Stasiun Tugu selatan)
2A Margo Utomo–Jalan Malioboro–Jalan Brigjend Katamso–Jalan Kolonel Sugiyono–Diklat PU–Gedongkuning–Kebun Binatang Gembira Loka–SGM–Stadion Mandala Krida–Stadion Kridosono–UGM–UNY–Terminal Angkutan Umum Condongcatur–Terminal Jombor–A.M. Sangadji–Margo Utomo (naik/turun Halte Margo Utomo 2, depan Grand Zuri Hotel)
3A Stasiun Tugu Barat–Jalan Malioboro–Ngabean–Kol. Sugiyono–Lowanu–Terminal Giwangan–Tegalgendu (Kotagede)–Gedongkuning–Janti–Bandara–UPN Veteran–Terminal Angkutan Umum Condongcatur–UGMRSUP SardjitoKotabaru–Sudirman–Samsat–Stasiun Tugu Barat (naik/turun halte Jlagran)
3B Stasiun Tugu Barat–Tentara Pelajar–Tugu–UGM–RSUP Sardjito–Kentungan–Terminal Condongcatur–Amikom/UPN Veteran–Bandara–Janti–Gedongkuning–Tegalgendu–Terminal Giwangan–Lowanu–Kol. Sugiyono (Museum Perjuangan)–Taman Parkir Ngabean–Bhayangkara–Stasiun Tugu Barat (naik/turun portable Stasiun Tugu selatan)

Galeri[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Letak Stasiun Tugu Yogyakarta berada di dua tempat, yaitu Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen dan Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis, akan tetapi, letak stasiun di atas menurut arah pintu selatan stasiun tersebut, yaitu ke arah Kelurahan Sosromenduran. Sementarapintu timur menghadap ke arah Gowongan, Jetis.
  2. ^ Alamat stasiun tersebut adalah Jalan Margo Utomo karena nama sebelumnya, Jalan Pangeran Mangkubumi, sudah tidak dipakai secara resmi.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  3. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  4. ^ a b Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  5. ^ "Proyek KRL Solo-Jogja Terhambat Wabah Covid-19: Pekerja Minim, Material Susah Didapat". Solopos.com. 2020-04-19. Diakses tanggal 2020-05-07. 
  6. ^ "Stasiun Kereta Api Tugu Yogyakarta". Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya, Kemendikbud RI. Diakses tanggal 12 Agustus 2017. 
  7. ^ Gauge di Indonesia
  8. ^ "Java". searail.malayanrailways.com. Diakses tanggal 2020-05-10. 
  9. ^ Sapei, Tulus Abadi; Subhansyah, Aan T.; Purwanta, Setia A.; Zaini, Apridon; Shaleh, Muhammad; Atmaja, Ida Bagus Yoga; Hasyim, Hur; Lukmanurdin, Ibang; Panjaitan, Efendi; Ikhsan, Edy (2002). Memecah ketakutan menjadi kekuatan: kisah-kisah advokasi di Indonesia. Sleman: Insist Press. 
  10. ^ Lampiran Surat Keputusan Direktur Jenderal Perkeretaapian No. SK.02/DJKA/K.2/01/06
  11. ^ "Uji Coba Rel Ganda Yogya-Solo Bikin Bikers Senewen". detiknews. Diakses tanggal 2020-05-10. 
  12. ^ "Proyek ODA - Proyek Rel Ganda Kereta Jalur Selatan, Jawa (2)". www.id.emb-japan.go.jp. Diakses tanggal 2020-05-10. 
  13. ^ Media, Kompas Cyber. "Besok Presiden Resmikan Rel Ganda di Kutoarjo". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-05-10. 
  14. ^ "Renovasi Stasiun Tugu Selesai H-3". Kompas.com. 30 Agustus 2010. Diakses tanggal 21 Oktober 2017. 
  15. ^ Vicka, Patricia (28 Mei 2015). "Mulai 7 Juli Pintu Timur Stasiun Tugu Hanya untuk Keberangkatan". MetroTVNews.com. Diakses tanggal 21 Oktober 2017. 
  16. ^ Reza, Khairur (21 Juni 2016). "Renovasi Stasiun Tugu Yogyakarta Dijanjikan Selesai H-10 Lebaran". Tribunnews.com. Diakses tanggal 21 Oktober 2017. 
  17. ^ Syaifudin, Teuku Muhammad Guci (5 Juli 2016). "Dinilai Kumuh, Kios-kios di Selatan Stasiun Tugu Dibongkar". Kompas.com. Diakses tanggal 21 Oktober 2017. 
  18. ^ Detikcom: Stasiun Tugu Kini Punya Executive Lounge
  19. ^ Raharjo, Paksi Suryo (2018-10-25). "Stasiun Tugu Berbenah Tampil Semakin Cantik". MerahPutih. Diakses tanggal 2019-03-31. 
  20. ^ "Stasiun Tugu Kini Miliki Monumen Lokomotif". krjogja.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-03-31. 
  21. ^ Mohamad, Gunawan (2013). Catatan pinggir (edisi ke-Cet. 1). Jakarta: Grafiti Pers. ISBN 979-444-067-1. OCLC 8566985. 
  22. ^ "Kisah 'Sepasang Mata Bola', Lagu Pengobar Semangat BJ Habibie". tirto.id. Diakses tanggal 2020-06-14. 
  23. ^ "Kemendikbud Berhasil Merestorasi Film "Kereta Api Terakhir"". Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (dalam bahasa Inggris). 2019-12-19. Diakses tanggal 2020-06-14. 
  24. ^ Tempo, Koran (2018-12-05). "Sinema dan 'Tanaman Tua' di Festival Jogja - Seni - koran.tempo.co". Tempo. Diakses tanggal 2020-06-14. 
  25. ^ News, Tagar (2017-12-23). "Serangan Umum 1 Maret 1949, Soeharto Bukan Hero, Hanya Makan Soto". TAGAR. Diakses tanggal 2020-06-14. 
  26. ^ Sheila on 7 (14 Maret 2013) [2000]. Sheila On 7 - Tunggu Aku Dijakarta (Videotape). Sony Music Entertainment Indonesia. 
  27. ^ "Citra Scholastika Rindukan Yogyakarta". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2012-02-29. Diakses tanggal 2020-06-14. 
  28. ^ "Dhimas Tedjo Jadi Mentor Bintang Pantura". Solopos.com. 2018-08-01. Diakses tanggal 2020-06-14. 
  29. ^ Liputan6.com (2003-11-15). "Tiga Gerbong KA Cadangan Anjlok di Stasiun Tugu". liputan6.com. Diakses tanggal 2020-05-26. 
  30. ^ "Tertabrak KA, Kepala dan Badan Pria Ini Terpisah". Solopos. 24 April 2014. Diakses tanggal 12 Agustus 2017. 
  31. ^ "Siswi SMK yang Hilang di Stasiun Tugu Kembali ke Rumahnya". Kompas. 7 Juli 2017. Diakses tanggal 12 Agustus 2017. 
  32. ^ "Trans Jogja Bus Stop (Halte)/Shelter". Yogya Backpacker. Diakses tanggal 22 Oktober 2017. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Patukan
ke arah Kutoarjo
Kutoarjo–Purwosari–Solo Balapan Lempuyangan
ke arah Solo Balapan
Kutu
ke arah Secang
Secang–Yogyakarta Terminus
Terminus Yogyakarta–Palbapang Ngabean
ke arah Sewugalur