Pangkalan TNI AL Yogyakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pangkalan TNI AL Yogyakarta
Logo Lantamal V Armatim.png
Lambang Lantamal V/Surabaya
Dibentuk-
NegaraBendera Indonesia Indonesia
CabangTNI Angkatan Laut TNI Angkatan Laut
Tipe unitPangkalan Angkatan Laut
Bagian dariKoarmatim
MotoSamapta Rumeksa
Situs webwww.lantamal5.tnial.mil.id

Pangkalan TNI AL Yogyakarta atau Lanal Yogyakarta adalah Pangkalan TNI AL Kelas "Khusus" di bawah Komando Pembinaan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut V, Surabaya. Pangkalan TNI Angkatan Laut Yogyakarta yang sebelumnya bernama Detasemen Angkatan Laut (Denal) sejak 15 Desember 2007 telah dinaikkan statusnya menjadi Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal). Hal ini menjadi momentum dan cermin tentang kejayaan Majapahit dan Sriwijaya yang mampu menguasai armada laut yang besar dan kuat sampai ke Madagaskar. Pertahanan yang tangguh dan handal, pada hakikatnya merupakan totalitas dan struktur kekuatan, tingkat kemampuan dan konsep gelar pertahanan laut nasional, yang mampu menjamin penegakan dan hukum di wilayah laut nasional. Kondisi tersebut hanya bisa diwujudkan melalui upaya pembangunan dan pembinaan kesiapan serta operasional satuan secara terpadu, antara kesiapan personel dan materiil.[1]

Perlu di ketahui, Lanal Yogyakarta merupakan bagian rantai komando dari Lantamal V Surabaya dengan wilayah kerja 4 Kabupaten dan 1 Kotamadya di Wilayah Propinsi DIY serta mengcover sebagian kabupaten Magelang wilayah selatan, Solo, Boyolali, Sragen dan Wonogiri. Panjang pantai sekitar 104 Km menjadikan tantangan tersendiri dalam pelaksanaan tugas pengamanan unsur laut dan dukungan operasi. Untuk itu oleh Lanal Yogyakarta guna mendukung tugas, ada beberapa Pos TNI Angakatan Laut (Posal) jajaran Lanal Yogyakarta tergelar di 3 wilayah Kabupaten di DIY. Posal Sadeng Kabupaten Gunungkidul, Posal Samas Kabupaten Bantul dan Posal Karangwuni dan Pos Pengamat Congot Kabupaten Kulon Progo.[2]

Lokasi Strategis[sunting | sunting sumber]

Letak Indonesia di antara dua benua Asia dan Australia dan dua Samudera besar yaitu Samudera Pasifik dan Samudera India. Namun ironisnya letak strategis negara kita tersebut menjadi hukum terbalik bagi kita. Karena yang memanfaatkan kestrategisan letak Indonesia justru negara lain. Karena luasnya wilayah yang dimiliki, maka negara kita berbatasan dengan 10 negara lain, tiga berbatasan dengan darat, dan tujuh berbatasan dengan laut. Di dunia ini tidak ada negara lain yang berbatasan dengan negara lain sebanyak negara kita. Ini yang menyebabkan kita dengan mudah disusupi dari berbagi penjuru.

Satuan[sunting | sunting sumber]

Komandan[sunting | sunting sumber]

  • Mayor Laut (P) Jaya Dharmawan (2008)
  • Letkol Laut (P) Sutarmono (2008-)
  • Kolonel Laut (P) Daniel Mudji Rahadi (2015)
  • Kolonel Laut (S) Kartoli, S.E. (2015-2017)
  • Kolonel Laut (P) Arya Delano, S.E., M.pd. (2017-2018)
  • Kolonel Mar Bambang Adriantoro (2018-2020)
  • Kolonel Laut (P) Aminuddin Albek, S.E., D.S.D.S., M.A.S.S. (2020-2020)
  • Kolonel Mar Harry Indarto, S.E., M.M. (2020-2021)
  • Kolonel Laut (KH/W) Damayanti, S.H., M.M. (2021-Sekarang)

Referensi[sunting | sunting sumber]