Persiba Bantul

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Persiba Bantul
Berkas:Logo-Persiba-Bantul.jpg
Lambang Persiba Bantul
Nama lengkapPersatuan Sepak Bola Indonesia Bantul
JulukanLaskar Sultan Agung
Gajah Jawa
Kota/KabupatenKabupaten Bantul
Negara Indonesia
FederasiPSSI
Berdiri21 September 1967
StadionStadion Sultan Agung, Kab. Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
(Kapasitas: 30.000)
Ketua UmumDrs. H.M. Idham Samawi
ManajerRumawan
PelatihSuwandi HS
LigaLiga 3
Liga 3 2019Grup Putaran Nasional
Situs webSitus web resmi klub
Kelompok suporterPaserbumi
Curva Nord Famiglia
Kostum Kandang
Kostum Tandang
Soccerball current event.svg Musim ini

Persatuan Sepak Bola Indonesia Bantul (bahasa Jawa: ꦥꦼꦂꦱꦠꦸꦮꦤ꧀​ꦱꦼꦥꦏ꧀​ꦧꦺꦴꦭ​ꦆꦤ꧀ꦢꦺꦴꦤꦺꦱꦶꦪ​ꦧꦤ꧀ꦠꦸꦭ꧀, Pegon: ڤٓرساتوان بالبالان إندَونَيسيا بانتول, translit. Persatuan Balbalan Indonésia Bantul) atau biasa disingkat Persiba Bantul, adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berasal dari Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Persiba Bantul berdiri pada tanggal 21 September 1967 dengan tujuan pokok sesuai dengan AD/ART adalah proses kelanjutan gerakan sepak bola nasional yang diawali dengan berdirinya PSSI pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta. Sepak bola merupakan olahraga yang sangat dikenal, digemari, dan telah merakyat di Indonesia. Selain itu, sepak bola merupakan sarana untuk menunjang pembangunan Negara Indonesia, khususnya dalam meningkatkan sumber daya manusia yang memiliki jasmani yang sehat dan kuat dalam rangka membawa nama baik nama Negara Indonesia dalam percaturan bidang olaharaga internasional.

Tahun 2004 merupakan tonggak sejarah sepak bola di Kabupaten Bantul. Setelah menunggu selama 37 tahun, Persiba Bantul akhirnya dapat juga masuk ke Divisi Satu Liga Indonesia. Sosok Drs. H.M. Idham Samawi berperan besar dalam keberhasilan ini.

Tahun 2005 Persiba mendapat kepercayaan dari PSSI untuk melanjutkan pembinaan pemain masa depan Indonesia, Timnas U-20 dititipkan di Bantul untuk dibina dan diikutsertakan dalam Kompetisi PSSI Liga Indonesia Tahun 2005, padahal ada beberapa klub yang telah meminangnya.

Tahun 2006 yang lalu Persiba kembali berlaga di tingkat Divisi Satu Liga Indonesia dengan materi dan persiapan yang lebih matang, tetapi di tengah kompetisi pada tanggal 27 Mei 2006 Yogyakarta diguncang bencana alam gempa tektonik, sehingga dengan terpaksa Persiba mengundurkan diri. Begitupun dengan roda kompetisi Pengcab PSSI Kabupaten Bantul dengan terpaksa juga dihentikan.

Promosi ke Divisi Utama[sunting | sunting sumber]

Tahun 2007, Persiba mempersiapkan diri untuk kembali berlaga di Kompetisi Divisi Satu Liga Indonesia. Sejumlah pemain telah direkrut dengan target Promosi. Akhirnya, dengan dukungan rakyat Bantul Persiba Bantul mampu lolos ke Divisi Utama.

Promosi ke Liga Prima Indonesia[sunting | sunting sumber]

Setelah mencapai final Divisi Utama Liga Indonesia 2010–2011 dan mengalahkan Persiraja Kutaraja dengan skor 1-0, Persiba lolos ke Liga Super Indonesia bersama Persiraja Kutaraja dan Mitra Kutai Kartanegara. sementara peringkat 4 divisi utama yaitu Persidafon Dafonsoro play-off melawan peringkat terakhir ISL yaitu Bontang FC.Persidafon Dafonsoro menang dengan skor tipis 3-2.

Awal 2011, Liga Super Indonesia (LSI) dirombak total oleh PSSI akibat liga ini tidak profesional sesuai standar AFC. Tahun 2008, LSI telah diberi kesempatan oleh AFC selama 3 tahun untuk menjadi Liga Profesional namun hal ini tidak berjalan dengan baik sehingga AFC perlu memberi deadline kepada PSSI untuk membuat Liga profesional yang baru. Jika tidak, dipastikan Indonesia akan dibanned dikompetisi ASIA selama minimal 3 tahun. Dan kemudian, lahirlah liga profesional pertama di Indonesia yang bernama Indonesian Premier League atau Liga Prima Indonesia.

Sebagai tim promosi yang berhak naik kasta ke kompetisi tertinggi, akhirnya Persiba Bantul dapat dan lolos seleksi dari AFC untuk berkompetisi di Liga Prima Indonesia (Indonesian Premier League).

Akuisisi Bandung FC[sunting | sunting sumber]

Tepat tanggal 17 Agustus 2011, Persiba Bantul menandatangani MoU atau Nota kesepahaman dengan Bandung FC di Mess Persiba Bantul. Alasan aspek legal dan finansial yang harus dipenuhi sebelum tanggal 22 Agustus 2011, menjadi faktor utama akuisisi. [1]

LSI 2014[sunting | sunting sumber]

Di penghujung Liga Prima Indonesia 2013 Persiba Bantul didaulat menjadi tuan rumah penyelenggaraan Play-Off peserta LSI 2014 dan alhasil menjadi Peserta ke 22 di Liga Super Indonesia 2014. Namun perjalanan di LSI kurang mulus dan hanya finish sebagai juru kunci grup timur dan terpaksa terdegradasi kembali Ke Divisi Utama Liga Indonesia 2015

Liga 3 2018[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2018 liga 2 Hanya mengambil 24 klub untuk digulirkan dengan format 2 wilayah yaitu wilayah timur dan wilayah barat, oleh karena itu sebanyak 36 tim dari Liga 2 2017 turun kasta dan mendapat jatah putaran nasional di Liga 3 2018.

Stadion[sunting | sunting sumber]

Stadion Sultan Agung

Stadion Sultan Agung, merupakan kebanggaan warga masyarakat Kabupaten Bantul pada umumnya dan khususnya penggemar olahraga sepak bola. Stadion megah ini dilengkapi dengan sistem dehinrase modern dan rumput standar Eropa yang dilengkapi dengan 4 tiang lampu 1200 lux yang terpasang di sudut lapangan sebagai alat penerangan pertandingan di malam hari. Stadion ini memiliki kapasitas hingga 30.000 penonton. Untuk tempat latihan Persiba Bantul yaitu di Stadion Dwi Windu, yang terletak di Jl. Jendral Sudirman, Bantul, atau tepatnya di selatan Masjid Agung Manunggal Bantul.

Rekor[sunting | sunting sumber]

Liga domestik[sunting | sunting sumber]

Piala domestik[sunting | sunting sumber]


©Catatan: ISC B 2016 bukan kompetisi resmi yang berafiliasi dengan PSSI, AFC & FIFA.

Skuat[sunting | sunting sumber]

Berikut skuat yang diturunkan untuk ajang Liga 3.

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Negara Pemain
1 GK Indonesia IDN F.Adzima
2 GK Indonesia IDN M.Afzian
3 DF Indonesia IDN Slamet W.
4 DF Indonesia IDN Satria Y
5 DF Indonesia IDN Azmi Al-Muzaham
6 DF Indonesia IDN Khabul
7 DF Indonesia IDN Dicky
8 DF Indonesia IDN Abid
9 DF Indonesia IDN Kholili
10 MF Indonesia IDN Johan (kapten)
11 MF Indonesia IDN U.Wibowo
No. Pos. Negara Pemain
12 MF Indonesia IDN Yudha A.
13 MF Indonesia IDN Bagus Tri
14 MF Indonesia IDN Edgar R.
15 FW Indonesia IDN Awaludin
16 FW Indonesia IDN Resky
 

 

 

 

 

 

Susunan Perangkat Tim Persiba Bantul[sunting | sunting sumber]

Jabatan Nama
Pelatih Kepala Bendera Indonesia Suwandi HS
Asisten Pelatih Bendera Indonesia Sudarmaji
Pelatih Kiper Bendera Indonesia Nanang H
Therapist Bendera Indonesia Puji W.
Kitman Bendera Indonesia Santoso

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Liga Indonesia[sunting | sunting sumber]

Piala[sunting | sunting sumber]

Pendukung[sunting | sunting sumber]

Persiba Bantul memiliki dua kelompok suporter bernama Paserbumi (Pasukan Suporter Bantul Militan) dan CNF 1967 (Curva Nord Famiglia).

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Budiana, Oris Riswan. 2011. Bandung FC Tinggalkan Jawa Barat. Diakses pada: 7 September 2011.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]