Tim nasional sepak bola Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Tim nasional sepak bola Indonesia
Lencana kaos/Lambang Asosiasi
Pelatih Bendera Spanyol Luis Milla
Kapten Boaz Salossa
Penampilan terbanyak Bambang Pamungkas (85)
Pencetak gol terbanyak Bambang Pamungkas (37)
Kode FIFA IDN
Warna pertama
Warna kedua
Peringkat FIFA
Terkini 175 8 (6 April 2017)
Tertinggi 76 (September 1998)
Terendah 191 (Juli-Agustus 2016)
Peringkat Elo
Terkini 156
Tertinggi 35 (November 1969)
Terendah 156 (4 Desember 1995)
Pertandingan internasional pertama
Hindia BelandaBendera Hindia Belanda 7-1  Jepang
(Manila, Filipina; 13 May 1934)[1]
Kemenangan terbesar
Bendera Indonesia Indonesia 12–0 Filipina 
(Seoul, Korea Selatan; 22 September 1972)
Bendera Indonesia Indonesia 13–1 Filipina Bendera Filipina
(Jakarta, Indonesia; 23 Desember 2002)
Kekalahan terbesar
 Bahrain 10–0 Indonesia Bendera Indonesia
(Riffa, Bahrain, 29 Februari 2012)
Piala Dunia
Penampilan 1 (Pertama kali pada 1938)
Hasil terbaik Babak 1 (1938, sebagai Hindia Belanda)
Piala Asia
Penampilan 4 (Pertama kali pada 1996)
Hasil terbaik Babak 1 (1996, 2000, 2004, 2007)
Piala Suzuki AFF
Penampilan 10 (Pertama kali pada 1996)
Hasil terbaik Peringkat 2 (2000, 2002, 2004, 2010, 2016)

Tim nasional sepak bola Indonesia adalah tim yang mewakili Indonesia di sepak bola internasional. Tim ini dikontrol oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia dan merupakan anggota dari Konfederasi Sepak Bola Asia. Sebelum kemerdekaan pada 1945, tim ini menggunakan nama tim nasional sepak bola Hindia Belanda. Dengan nama itulah, tim ini bermain di Piala Dunia FIFA 1938 di Perancis, di mana mereka kalah dari Hongaria di putaran pertama dan belum pernah lolos lagi sampai saat ini.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Periode awal[sunting | sunting sumber]

Pada pertandingan-pertandingan awal, melibatkan pihak dari Hindia Belanda, diorganisasi oleh Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB), atau suksesornya, Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU). Pertandingan-pertandingan yang dilaksanakan sebelum kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 tidak diakui oleh PSSI.[2]
Pertandingan sepak bola tercatat pertama yang melibatkan tim dari Hindia Belanda adalah kontes melawan  Singapura pada 28 Maret 1921. Pertandingan tersebut dilaksanakan di Jakarta dan Indonesia menang dengan skor akhir 1-0. Hal ini diikuti dengan pertandingan melawan Australia XI pada Agustus 1928 (menang 2-1) dan 1 tim dari Shanghai 2 tahun kemudian (seri 4-4).[2]
Pada 1934, 1 tim dari Jawa mewakili Hindia Belanda dalam Far Eastern Games yang dimainkan di Manila, Filipina. Meskipun mengalahkan  Jepang 7-1 dalam pertandingan pertama,[3] 2 pertandingan berikutnya berakhir dengan kekalahan (0-2 atas  Republik Rakyat Tiongkok dan 2-3 atas tim tuan rumah) menempatkan Timnas Jawa menempati peringkat 2. Meski tidak diakui PSSI, pertandingan ini diakui oleh World Football Elo ratings sebagai pertandingan pertama yang melibatkan Timnas Indonesia.[4]

Piala Dunia FIFA 1938[sunting | sunting sumber]

Indonesia pada tahun 1938 (pada masa penjajahan Belanda) sempat lolos dan ikut bertanding di Piala Dunia FIFA 1938. Waktu itu Tim Indonesia di bawah nama Dutch East Indies (Hindia Belanda), peserta dari Asia yang pertama kali lolos ke Piala Dunia. Indonesia tampil mewakili zona Asia di kualifikasi grup 12. Grup kualifikasi Asia untuk Piala Dunia FIFA 1938 hanya terdiri dari 2 negara, Indonesia (Hindia Belanda) dan Jepang karena saat itu dunia sepak bola Asia memang hampir tidak ada. Namun, Indonesia akhirnya lolos ke final Piala Dunia 1938 tanpa harus menyepak bola setelah Jepang mundur dari babak kualifikasi karena sedang berperang dengan Cina.
Pada waktu itu tim ini menggunakan seragam berwarna oranye dan bercelana putih seperti warna seragam yang dipakai kesebelasan Belanda.[5]

Skuat Piala Dunia 1938[sunting | sunting sumber]

Pelatih: Johannes Christoffel Jan Mastenbroek.

Nama Klub Posisi
Tan "Bing" Mo Heng Hua Chiao Tsing Nien Hui (HCTNH) Malang Penjaga gawang
L.N. Van Beuzekom

Digantikan oleh Jack Samuels

Hercules Batavia Penjaga gawang
Dorst Tidak diketahui Pemain belakang
J. Harting Houdt Braaf Stand (HBS) Soerabaja Pemain belakang
Frans G. Hu Kon Sparta Bandung Pemain belakang
Jack Kolle

Digantikan oleh Teilherber

Tidak diketahui Pemain belakang
Jack Samuels

Menggantikan L.N. Van Beuzekom

Excelsior Soerabaja Pemain belakang
G.H.V.L. Faulhaber Djocoja Djogjakarta Pemain tengah
Frans Alfred Meeng Sportvereniging Binnenlands Bestuur (SVBB) Batavia Pemain tengah
Achmad Nawir (C) Houdt Braaf Stand (HBS) Soerabaja Pemain tengah
Anwar Sutan Voorwaarts Is Ons Streven (VIOS) Batavia Pemain tengah
G. van den Burgh Semarang Voetbal Vereniging (SVV) Semarang Pemain tengah
Tan Hong Djien Tiong Hoa Soerabaja Pemain depan
Tan See Han Houdt Braaf Stand (HBS) Soerabaja Pemain depan
Isaac "Tjaak" Pattiwael Voetbal Vereniging (VV) Jong Ambon Tjimahi Pemain depan
Suvarte Soedarmadji Houdt Braaf Stand (HBS) Soerabaja Pemain depan
M.J. Hans Taihuttu Voetbal Vereniging (VV) Jong Ambon Tjimahi Pemain depan
Teilherber

Menggantikan Jack Kolle

Djocoja Djogjakarta Pemain depan
R. Telwe Houdt Braaf Stand (HBS) Soerabaja Pemain depan
Herman Zomers Hercules Batavia Pemain depan

Pertandingan melawan Hongaria[sunting | sunting sumber]

Pada 5 Juni 1938, sejarah mencatat pembantaian tim Hungaria terhadap Hindia Belanda. Mereka bermain di Stadion Velodrome Municipale, Reims, Perancis. Sekitar 10.000 penonton hadir menyaksikan pertandingan ini. Sebelum bertanding, para pemain mendengarkan lagu kebangsaan masing-masing. Kesebelasan Hindia Belanda mendengarkan lagu kebangsaan Belanda Het Wilhelmus. Karena perbedaan tinggi tubuh yang begitu mencolok, walikota Reims menyebutnya, "saya seperti melihat 22 atlet Hungaria dikerubungi oleh 11 kurcaci."
Meski strategi tak bisa dibilang buruk, tetapi Tim Hindia Belanda tak dapat berbuat banyak. Pada menit ke-13, jala di gawang Mo Heng bergetar oleh tembakan penyerang Hongaria Vilmos Kohut. Lalu hujan gol berlangsung di menit ke-15, 28, dan 35. Babak pertama berakhir 4-0. Nasib Tim Hindia Belanda tamat pada babak kedua, dengan skor akhir 0-6. Pada saat itu Piala Dunia memakai sistem gugur.
Meskipun kalah telak, surat kabar dalam negeri, Sin Po, memberikan apresiasinya pada terbitan mereka, edisi 7 Juni 1938 dengan menampilkan headline: "Indonesia-Hongarije 0-6, Kalah Sasoedahnja Kasi Perlawanan Gagah".[6]
Setelah penampilan perdana itu, Indonesia tidak pernah lagi masuk babak pertama Piala Dunia FIFA, dengan hasil paling memuaskan adalah Sub Grup III Kualifikasi Piala Dunia FIFA 1986. Ketika itu Indonesia hampir lolos ke Piala Dunia 1986 tetapi Indonesia kalah di partai final kualifikasi melawan Korea Selatan dengan agregat 1-6.

1950-an[sunting | sunting sumber]

Setelah era Perang Dunia kedua, pada tahun 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan mereka pada tanggal 17 Agustus 1945.
Setelah itu, sepak bola Indonesia mengalami kemajuan di Asia. Mereka berhasil lolos ke Olimpiade Melbourne 1956. Indonesia berhasil melaju ke perempat final dan bertemu dengan raksasa dunia ketika itu, Uni Soviet yang ketika itu dikapteni oleh kiper terbaik dunia ketika itu, Lev Yashin. Ketika itu mereka berhasil menahan Uni Soviet 0-0. Namun pada akhirnya Indonesia harus kalah dengan skor 4-0 pada pertandingan kedua. Prestasi ini adalah prestasi tertinggi Indonesia dalam sejarah sepak bola di Indonesia.
Pada tahun 1958, Indonesia juga merasakan hasil terbaik di Kualifikasi Piala Dunia 1958 di mana Indonesia berhasil mengalahkan China pada ronde pertama. Namun mereka menolak untuk bertanding melawan Israel pada ronde kedua dikarenakan alasan politis. Sejak saat itu, Indonesia tidak pernah ikut dalam kualifikasi piala dunia hingga tahun 1970.
Uniknya, setelah bertanding di kualifikasi piala dunia, Indonesia berhasil meraih medali perunggu di Asian Games 1958 setelah pada perebutan tempat ketiga berhasil mengalahkan India 4-1. Indonesia juga bermain imbang 2-2 saat melawan Timnas Jerman Timur.

1960-1984[sunting | sunting sumber]

1985-1995[sunting | sunting sumber]

1995-2012[sunting | sunting sumber]

Era dualisme 2013[sunting | sunting sumber]

Suspensi 2015[sunting | sunting sumber]

PSSI disuspensi FIFA karena intervensi pemerintah dalam liga nasional pada 30 Mei 2015. Pembekuan mengambil efek segera yang artinya Indonesia tidak berhak berkompetisi pada Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2018 (AFC) sekaligus Kualifikasi Piala Asia AFC 2019, yang dimulai kurang dari 2 minggu kemudian. Meskipun demikian, FIFA masih mengizinkan  Indonesia untuk bermain dalam Sepak bola pada Pesta Olahraga Asia Tenggara 2015 hingga turnamen berakhir, karena sudah telanjur dimulai. FIFA mengambil tindakan melawan Indonesia menyusul konflik antara pemerintah dan PSSI yang berakibat pada pembatalan kompetisi domestik.[7]
Suspensi tersebut baru dicabut pada Kongres FIFA ke-66.[8]

Era baru 2017[sunting | sunting sumber]

Beberapa minggu setelah menjadi runner-up pada Piala Suzuki AFF 2016, PSSI melaksanakan kongres pada 8 Januari 2017 dalam rangka menetapkan Luis Milla sebagai pelatih timnas senior dan U-22/23.

Kostum[sunting | sunting sumber]

Kostum Indonesia bergaya timnas Belanda yang digunakan dalam Piala Dunia FIFA 1938
Jersey tim sepak bola Indonesia pada tahun 1981

Kostum tim nasional Indonesia tidak hanya merah-putih sebab ada juga putih-putih, biru-putih, dan hijau-putih. Menurut Bob Hippy, yang ikut memperkuat timnas sejak tahun 1962 hingga 1974, kostum Indonesia dengan warna selain merah-putih itu muncul ketika PSSI mempersiapkan dua tim untuk Asian Games IV-1962, Jakarta.

Saat itu ada dua tim yang diasuh pelatih asal Yugoslavia, Toni Pogacnic, yakni PSSI Banteng dan PSSI Garuda. Yang Banteng, yang terdiri dari pemain senior saat itu, seperti Maulwi Saelan, Djamiat Dalhar, dan Tan Liong Houw, selain menggunakan kostum merah-putih juga punya kostum hijau-putih. Sedangkan tim Garuda, yang antara lain diperkuat Omo, Anjik Ali Nurdin, dan Ipong Silalahi juga dilengkapi kostum biru-putih. Tetapi, setelah terungkap kasus suap yang dikenal dengan "Skandal Senayan", sebelum Asian Games IV-1962, pengurus PSSI hanya membuat satu timnas. Itu sebabnya, di Asian Games IV-1962, PSSI sama sekali tidak mampu berbuat apa-apa karena kemudian kedua tim itu dirombak. Selanjutnya digunakan tim campuran di Asian Games.

Mulyadi (Fan Tek Fong), asisten pelatih klub UMS, yang memperkuat timnas mulai tahun 1964 hingga 1972, menjelaskan bahwa setelah dari era Asian Games, sepanjang perjalanan timnas hingga tahun 1970-an, PSSI hanya mengenal kostum merah-putih dan putih-putih. Begitu juga ketika timnas melakukan perjalanan untuk bertanding di sejumlah negara di Eropa pada tahun 1965. Saat itu setiap kali bermain, tim nasional hanya menggunakan merah-putih dan putih-putih dengan gambar Garuda yang besar di bagian dada hingga ke perut. Seragam hijau-putih kembali digunakan saat mempersiapkan kesebelasan pra-Olimpiade 1976, dan kemudian digunakan pada arena SEA Games 1981 Manila. "Begitu juga ketika Indonesia bermain di Thailand, di mana saat itu Indonesia menjadi runner-up Piala Raja 1981," kata Ronny Pattinasarani yang memperkuat PSSI tahun 1970-1985.

Di Piala Asia 2007 yang digelar mulai 8 Juli hingga Minggu 29 Juli, Nike juga telah mendesain kostum tim nasional Indonesia, tetapi kali ini bukan hijau-putih, melainkan putih-hijau. Tentu tetap dengan detail yang sama, seperti Garuda yang selalu bertengger di dada.

2010 All reds home kit
2008-2010 away kit
2008-2010 home kit

Dan pada kostum Timnas Indonesia terakhir yang dibuat Nike pada 2010 untuk Piala Suzuki AFF 2010, motif baru kembali diperkenalkan. Pada kostum ini, terdapat Burung Garuda besar yang membentang hampir di seluruh bagian depan kostum yang tidak berwarna tetapi memiliki garis-garis yang memiliki warna hitam cenderung abu-abu. Sementara pada kostum kedua yang berwarna Putih-Hijau, terdapat motif yang sama, tetapi garis-garis pada burung Garuda berwarna abu-abu muda.

Pembuat kostum[sunting | sunting sumber]

Stadion[sunting | sunting sumber]

Stadion Gelora Bung Karno

Terletak di Jakarta, stadion kandang bagi timnas Indonesia adalah Gelora Bung Karno yang berkapasitas 88.000 penonton. Stadion ini merupakan stadion terbesar di Indonesia, stadion terbesar kedua di Asia Tenggara dan stadion sepak bola terbesar kesembilan di dunia. Stadion ini dibangun pada tahun 1960 untuk Asian Games 1962 dan pembangunannya didukung oleh pemerintah Uni Soviet, dengan pinjaman lunak sebesar US $ 12,5 juta. Stadion ini selesai setelah dua tahun dan secara resmi dibuka pada tanggal 24 Agustus 1962.[9]

Stadion lainnya yang digunakan meliputi:

Rekor turnamen[sunting | sunting sumber]

Rekor penampilan di Kejuaraan Sepak Bola ASEAN[sunting | sunting sumber]

Kompetisi ini dulu dikenal sebagai Tiger Cup sekarang bernama Piala Suzuki AFF


Staff Kepelatihan[sunting | sunting sumber]

Staf Kepelatihan Saat ini[sunting | sunting sumber]

Daftar Pelatih Tim Nasional Indonesia[sunting | sunting sumber]

Periode Asal Negara Nama Pelatih
1938 Bendera Belanda Belanda Johannes Christoffel van Mastenbroek
1951-1953 Bendera Singapura Singapura Choo Seng Quee
1954-1964 Bendera Yugoslavia Yugoslavia Antun Pogačnik
1966-1970 Bendera Indonesia Indonesia E.A. Mangindaan
1970 Bendera Indonesia Indonesia Endang Witarsa
1971-1972 Bendera Turki Turki Yusuf Balik
1972-1974 Bendera Indonesia Indonesia Suwardi Arland
1974 Bendera Indonesia Indonesia Djamiat Dalhar
1974-1975 Bendera Indonesia Indonesia Aang Witarsa
1975-1976 Bendera Belanda Belanda Wiel Coerver
1976-1978 Bendera Indonesia Indonesia Suwardi Arland
1978-1979 Bendera Belanda Belanda Frans Van Balkom
1979-1980 Bendera Polandia Polandia Marek Janota
1980-1981 Bendera Jerman Jerman Bernd Fischer
1981-1982 Bendera Indonesia Indonesia Harry Tjong
1982-1983 Bendera Indonesia Indonesia Sinyo Aliandoe
1983-1984 Bendera Indonesia Indonesia M. Basri, Iswadi Idris dan Abdul Kadir
1985-1987 Bendera Indonesia Indonesia Bertje Matulapelwa
1987 Bendera Indonesia Indonesia Sinyo Aliandoe
1987-1991 Bendera Rusia Rusia Anatoli Polosin
1991-1993 Bendera Yugoslavia Yugoslavia Ivan Toplak
1993-1995 Bendera Italia Italia Romano Mattè
1995-1996 Bendera Indonesia Indonesia Danurwindo
1996-1997 Bendera Belanda Belanda Henk Wullems
1998 Bendera Indonesia Indonesia Rusdy Bahalwan
1999 Bendera Jerman Jerman Bernard Schumm
1999-2000 Bendera Indonesia Indonesia Nandar Iskandar
2000-2001 Bendera Indonesia Indonesia Benny Dollo
2002-2004 Bendera Bulgaria Bulgaria Ivan Venkov Kolev
2004-2007 Bendera Inggris Inggris Peter Withe
2007 Bendera Bulgaria Bulgaria Ivan Venkov Kolev
2008-2010 Bendera Indonesia Indonesia Benny Dollo
2010-2011 Bendera Austria Austria Alfred Riedl
2011-2012 Bendera Belanda Belanda Wim Rijsbergen
2012 Bendera Indonesia Indonesia Aji Santoso
2012-2013 Bendera Indonesia Indonesia Nil Maizar
2013 Bendera Argentina Argentina Luis Manuel Blanco
2013 Bendera Indonesia Indonesia Rahmad Darmawan
2013 Bendera Brasil Brasil Jacksen F. Tiago
2013-2014 Bendera Austria Austria Alfred Riedl
2015 Bendera Indonesia Indonesia Benny Dollo
2015 Bendera Belanda Belanda Pieter Huistra
2016 Bendera Austria Austria Alfred Riedl
2017- Bendera Spanyol Spanyol Luis Milla

Pemain[sunting | sunting sumber]

Skuat[sunting | sunting sumber]

Pemain di bawah ini adalah yang dipanggil pada untuk Piala Suzuki AFF 2016.

Caps dan goal diupdate tanggal 19 November 2016 sesudah pertandingan melawan Bendera Thailand Thailand.

0#0 Pos. Nama Pemain Tanggal lahir (umur) Tampil Gol Klub
1 1GK Kurnia Meiga 7 Mei 1990 (umur 26) 11 0 Bendera Indonesia Arema Cronus
22 1GK Teja Alam 14 September 1994 (umur 22) 0 0 Bendera Indonesia Sriwijaya
26 1GK Andritany Ardhiyasa 26 Desember 1991 (umur 25) 4 0 Bendera Indonesia Persija Jakarta

2 2DF Benny Wahyudi 20 Maret 1986 (umur 31) 19 0 Bendera Indonesia Arema Cronus
3 2DF Abduh Lestaluhu 16 Oktober 1993 (umur 23) 5 0 Bendera Indonesia PS TNI
4 2DF Abdul Rachman 24 Agustus 1990 (umur 26) 2 0 Bendera Indonesia Persiba Balikpapan
13 2DF Rudolof Yanto Basna 12 Maret 1995 (umur 22) 5 0 Bendera Indonesia Persib Bandung
16 2DF Fachrudin Aryanto 19 Februari 1989 (umur 28) 15 0 Bendera Indonesia Sriwijaya
23 2DF Hansamu Pranata 16 Januari 1995 (umur 22) 0 0 Bendera Indonesia Barito Putera
25 2DF Manahati Lestusen 17 Desember 1993 (umur 23) 7 0 Bendera Indonesia PS TNI
27 2DF Gunawan Cahyo 20 April 1989 (umur 28) 1 0 Bendera Indonesia Persija Jakarta

6 3MF Evan Dimas 13 Maret 1995 (umur 22) 6 1 Bendera Indonesia Bhayangkara FC
8 3MF Stefano Lilipaly 10 Januari 1990 (umur 27) 3 0 Bendera Belanda Cambuur
11 3MF Dedi Kusnandar 23 Juli 1991 (umur 25) 2 0 Bendera Malaysia Sabah
14 3MF Rizky Pora 22 November 1989 (umur 27) 8 0 Bendera Indonesia Barito Putera
18 3MF Bayu Gatra 11 November 1991 (umur 25) 3 0 Bendera Indonesia Madura United
19 3MF Bayu Pradana 19 April 1991 (umur 26) 5 0 Bendera Indonesia Mitra Kukar
21 3MF Andik Vermansyah 23 November 1991 (umur 25) 12 1 Bendera Malaysia Selangor

7 4FW Boaz Solossa (captain) 16 Maret 1986 (umur 31) 39 12 Bendera Indonesia Persipura Jayapura
9 4FW Ferdinand Sinaga 28 September 1988 (umur 28) 11 0 Bendera Indonesia PSM Makassar
12 4FW Lerby Eliandry 21 November 1991 (umur 25) 5 1 Bendera Indonesia Pusamania Borneo
17 4FW Muchlis Hadi Ning Syaifulloh 26 Oktober 1996 (umur 20) 0 0 Bendera Indonesia PSM Makassar

Baru dipanggil[sunting | sunting sumber]

Para pemain berikut telah dipilih untuk skuad Indonesia dalam 12 bulan terakhir dan masih tersedia untuk seleksi.

Pos. Nama pemain Tanggal lahir (usia) Tampil Gol Klub Panggilan terakhir
GK Andritany Ardhiyasa 26 Desember 1991 (umur 25) 1 0 Bendera Indonesia Persija Jakarta AFF training center, 4–10 November 2014
GK Teguh Amiruddin 13 Agustus 1993 (umur 23) 0 0 Bendera Indonesia Barito Putera AFF training center, 4–10 November 2014
GK Ravi Murdianto 8 Januari 1995 (umur 22) 0 0 Bendera Indonesia Mitra Kukar AFF training center, 23-30 Oktober 2014
GK Yogi Triana 5 Juli 1994 (umur 22) 0 0 Bendera Indonesia Persita Tangerang AFF training center, 10-18 Oktober 2014
GK Shahar Ginanjar 4 November 1990 (umur 26) 0 0 Bendera Indonesia Persib Bandung v.  Kamboja, 25 September 2014
GK Aji Saka 23 Februari 1991 (umur 26) 0 0 Bendera Indonesia Gresik United v.  Nepal, 25 Juni 2014
GK Choirul Huda 2 Juni 1979 (umur 37) 0 0 Bendera Indonesia Persela Lamongan v. ASEAN ASEAN All-Star, 11 May 2014

DF Hamka Hamzah Injured 29 Januari 1984 (umur 33) 32 0 Bendera Indonesia Pusamania Borneo AFF training center, 4–10 November 2014
DF Ruben Sanadi 8 Januari 1987 (umur 30) 7 0 Bendera Indonesia Persipura Jayapura AFF training center, 4–10 November 2014
DF Hansamu Yama Pranata 16 Januari 1995 (umur 22) 0 0 Bendera Indonesia Barito Putera AFF training center, 23-30 Oktober 2014
DF Dany Saputra 1 Januari 1993 (umur 24) 0 0 Bendera Indonesia Persija Jakarta AFF training center, 10-18 Oktober 2014
DF Dedi Gusmawan 18 Februari 1984 (umur 33) 1 0 Bendera Myanmar Zeyashwemye F.C. v.  Kamboja, 25 September 2014
DF Victor Pae 7 Februari 1986 (umur 31) 0 0 Bendera Indonesia Persija Jakarta v.  Kamboja, 25 September 2014
DF Ricardo Salampessy Injured 18 Februari 1984 (umur 33) 23 1 Bendera Indonesia Persebaya Surabaya v.  Qatar, 14 Juli 2014
DF Hasyim Kipuw 9 Mei 1988 (umur 28) 4 0 Bendera Indonesia Persebaya Surabaya v.  Nepal, 25 Juni 2014
DF Novan Sasongko 26 November 1989 (umur 27) 12 0 Bendera Indonesia Semen Padang v. ASEAN ASEAN All-Star, 11 May 2014
DF Diego Muhammad 8 Agustus 1990 (umur 26) 3 0 Bendera Indonesia Mitra Kukar v.  Kuba, 29 March 2014
DF Alfin Tuasalamony Injured 13 November 1992 (umur 24) 0 0 Bendera Indonesia Persebaya Surabaya v.  Arab Saudi, 5 March 2014

MF Ahmad Bustomi 13 Juli 1985 (umur 31) 28 0 Bendera Indonesia Arema Cronous v.  Suriah, 15 November 2014
MF Bayu Gatra 12 November 1991 (umur 25) 1 0 Bendera Indonesia Putra Samarinda v.  Suriah, 15 November 2014
MF Tony Sucipto 12 Februari 1986 (umur 31) 15 1 Bendera Indonesia Persib Bandung AFF training center, 4–10 November 2014
MF Hendro Siswanto 12 Maret 1990 (umur 27) 5 0 Bendera Indonesia Arema Cronous AFF training center, 4–10 November 2014
MF Dedi Hartono 12 Desember 1987 (umur 29) 3 0 Bendera Indonesia Barito Putera AFF training center, 4–10 November 2014
MF Paulo Oktavianus Sitanggang 17 Oktober 1995 (umur 21) 0 0 Bendera Indonesia Barito Putera AFF training center, 23-30 Oktober 2014
MF Steven Imbiri 30 April 1987 (umur 30) 2 0 Bendera Indonesia Persiram Raja Ampat AFF training center, 10-18 Oktober 2014
MF Gerald Pangkali 20 Oktober 1982 (umur 34) 0 0 Bendera Indonesia Persipura Jayapura v.  Nepal, 25 Juni 2014
MF Asri Akbar 29 Januari 1984 (umur 33) 0 0 Bendera Indonesia Sriwijaya v. ASEAN ASEAN All-Star, 11 May 2014
MF Imanuel Padwa 12 Februari 1984 (umur 33) 0 0 Bendera Indonesia Persiram Raja Ampat v. ASEAN ASEAN All-Star, 11 May 2014
MF Slamet Nurcahyono 11 Juli 1983 (umur 33) 5 0 Bendera Indonesia Persepam Madura United v.  Kuba, 29 March 2014
MF Amirul Mukminin 6 Agustus 1984 (umur 32) 1 0 Bendera Indonesia Barito Putera v.  Kuba, 29 March 2014
MF Rizky Pellu 26 Juni 1992 (umur 24) 1 0 Bendera Indonesia Pelita Bandung Raya v.  Kuba, 29 March 2014
MF I Gede Sukadana 18 Oktober 1987 (umur 29) 0 0 Bendera Indonesia Arema Cronous v.  Arab Saudi, 5 March 2014
MF Irsyad Maulana 27 September 1993 (umur 23) 0 0 Bendera Indonesia Arema Cronous v.  Arab Saudi, 5 March 2014

FW Irfan Bachdim Injured 11 Agustus 1988 (umur 28) 26 7 Bendera Jepang Consadole Sapporo AFF training center, 4–10 November 2014
FW Ismail Muhammad 30 Januari 1995 (umur 22) 20 10 Bendera Indonesia Sporting Pandelekan FC AFF training center, 4–10 November 2014
FW Greg Nwokolo Injured 3 Januari 1986 (umur 31) 6 1 Bendera Thailand Bec Tero Sasana AFF training center, 4–10 November 2014
FW Ilham Udin Armayn 10 Mei 1996 (umur 20) 0 0 Bendera Indonesia Persebaya Surabaya AFF training center, 23-30 Oktober 2014
FW Maldini Pali 27 Januari 1995 (umur 22) 0 0 Bendera Indonesia PSM Makassar AFF training center, 23-30 Oktober 2014
FW Muchlis Hadi Ning Syaifulloh 26 Oktober 1996 (umur 20) 0 0 Bendera Indonesia PSM Makassar AFF training center, 23-30 Oktober 2014
FW M. Nur Iskandar 7 Desember 1986 (umur 30) 5 0 Bendera Indonesia Semen Padang v.  Kamboja, 25 September 2014
FW Anindito Wahyu 13 April 1988 (umur 29) 2 0 Bendera Indonesia Mitra Kukar v.  Kamboja, 25 September 2014
FW Tantan 6 Agustus 1982 (umur 34) 3 0 Bendera Indonesia Persib Bandung v.  Nepal, 25 Juni 2014
FW Talaohu Musafri 19 Februari 1982 (umur 35) 10 1 Bendera Indonesia Pelita Bandung Raya v. ASEAN ASEAN All-Star, 11 May 2014
Notes
  • Injured Pemain mengundurkan diri dari skuat karena cedera.

Pertandingan dan hasil[sunting | sunting sumber]

      Win       Draw       Lose

2016[sunting | sunting sumber]

2017[sunting | sunting sumber]

  • 1 Bukan pertandingan internasional FIFA 'A'.'

Penampilan Terbanyak[sunting | sunting sumber]

# Pemain Karier Penampilan Gol
1 Bambang Pamungkas 1999–2013 85 37
2 Soetjipto Soentoro 1965-1970 68 57
3 Ponaryo Astaman 2003–2014 61 2
4 Kurniawan Dwi Yulianto 1995–2005 60 31
5 Hendro Kartiko 1996–2011 57 0
6 Bima Sakti 1995–2001 56 11
7 Widodo C Putro 1991–1999 55 15
8 Robby Darwis 1987–1997 53 6
9 Ismed Sofyan 2000-2009 53 3
10 Agung Setyabudi 1993–2004 53 1

* Bambang Pamungkas caps (gol) 88 (42) termasuk pertandingan non-FIFA (etc. melawan Klub dan Timnas U-23).

Pencetak gol terbanyak[sunting | sunting sumber]

# Nama Karier Gol (penampilan) Rata/Pertandingan
1 Soetjipto Soentoro 1965–1970 57 (68) 0.49
2 Bambang Pamungkas 1999–2012 36 (77) 0.47
3 Kurniawan Dwi Yulianto 1995–2005 31 (60) 0.52
4 Rocky Putiray 1991–2004 17 (41) 0.41
5 Budi Sudarsono 2001–2009 16 (46) 0.35
6 Widodo C. Putro 1991–1999 15 (55) 0.27
7 Fachry Husaini 1988–1997 13 (42) 0.31
= Uston Nawawi 1997–2004 13 (43) 0.30
= Ilham Jayakesuma 2004–2007 13 (18) 0.72
10 Zaenal Arif 2002–2007 12 (22) 0.55
11 Bima Sakti 1995–2001 11 (56) 0.2

* Bambang Pamungkas caps (gol) 88 (42) termasuk pertandingan non-FIFA (etc. melawan Klub dan Timnas U-23).

Kapten[sunting | sunting sumber]

Pemain Periode
Achmad Nawir 1938
Maulwi Saelan 1956
Soetjipto Soentoro 1965-1970
Iswadi Idris 1970-1971
Anwar Ujang 1971-1974
Iswadi Idris 1974-1980
Ronny Pattinasarany 1980-1985
Herry Kiswanto 1985–1987
Ricky Yacobi 1987–1990
Ferril Raymond Hattu 1991–1992
Robby Darwis 1993–1995
Sudirman 1996
Robby Darwis 1997
Aji Santoso 1998–2000
Bima Sakti 2001
Agung Setyabudi 2002-2004
Ponaryo Astaman 2004-2008
Charis Yulianto 2008–2010
Firman Utina 2010–2011
Bambang Pamungkas 2011–2012
Syamsidar 2012
Elie Aiboy 2012-2013
style="text-align:left;"Boaz Solossa 2013-Sekarang

Rekor turnamen[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Data pertandingan Indonesia di RSSF
  2. ^ a b Morrison, Neil. "Indonesian International Matches 1921–2001". RSSSF. Diakses tanggal 21 December 2010. 
  3. ^ "Sensation at Manila Games – Running Found to be Short". Straits Times. Singapore. 14 May 1934. Diakses tanggal 21 December 2010. 
  4. ^ "World Football Elo Ratings: Indonesia". ELO. Diakses tanggal 20 December 2010. 
  5. ^ Een historische voetbalreis
  6. ^ Kisah Indonesia di Piala Dunia, Vivanews.com
  7. ^ "Indonesian FA suspended by FIFA for government meddling". Eurosport. Diakses tanggal 30 May 2015. 
  8. ^ "FIFA Congress drives football forward, first female secretary general appointed". FIFA. Diakses tanggal 14 May 2016. 
  9. ^ "The Bung Karno Sports Complex: Jakarta’s Sports, Conventions and Entertainment Center". Wonderful Indonesia. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. 2012. Diakses tanggal 6 Desember 2012. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Penghargaan dan prestasi
Didahului oleh:
tidak ada
Kejuaraan Sepak Bola ASEAN
Peringkat 4

1996
Diteruskan oleh:
 Thailand
Didahului oleh:
 Vietnam
Kejuaraan Sepak Bola ASEAN
Peringkat 3

1998
Diteruskan oleh:
 Malaysia
Didahului oleh:
 Vietnam
Kejuaraan Sepak Bola ASEAN
Peringkat 2

2000-2004
Diteruskan oleh:
 Thailand
Didahului oleh:
 Malaysia
Kejuaraan Sepak Bola ASEAN
Peringkat 4

2008
Diteruskan oleh:
 Filipina
Didahului oleh:
 Thailand
Kejuaraan Sepak Bola ASEAN
Peringkat 2

2010
Diteruskan oleh:
 Thailand