Tim nasional sepak bola Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Indonesia
Lencana kaos/Lambang Asosiasi
Julukan Timnas (Tim Nasional)
Tim Garuda
Merah Putih
Garuda Nusantara
Garuda Asia
Asosiasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)
Konfederasi AFC (Asia)
Sub-konfederasi AFF (Asia Tenggara)
Pelatih Luis Milla
Kapten Boaz Solossa
Penampilan terbanyak Bambang Pamungkas (86)
Pencetak gol terbanyak Soetjipto Soentoro (57)
Kode FIFA IDN
Warna pertama
Warna kedua
Peringkat FIFA
Terkini 162 Steady (12 April 2018)
Tertinggi 76 (September 1998)
Terendah 191 (Juli-Agustus 2016)
Peringkat Elo
Terkini 153
Tertinggi 35 (November 1969)
Terendah 156 (4 Desember 1995)
Kemenangan terbesar
Bendera Indonesia Indonesia 12–0 Filipina 
(Seoul, Korea Selatan; 22 September 1972)
Bendera Indonesia Indonesia 13–1 Filipina Bendera Filipina
(Jakarta, Indonesia; 23 Desember 2002)
Kekalahan terbesar
 Bahrain 10–0 Indonesia Bendera Indonesia
(Riffa, Bahrain, 29 Februari 2012)
Piala Dunia
Penampilan 1 (Pertama kali pada 1938)
Hasil terbaik Babak 1 (1938, sebagai Hindia Belanda)
Piala Asia
Penampilan 4 (Pertama kali pada 1996)
Hasil terbaik Babak 1 (1996, 2000, 2004, 2007)
Piala Suzuki AFF
Penampilan 10 (Pertama kali pada 1996)
Hasil terbaik Peringkat 2 (2000, 2002, 2004, 2010, 2016)

Tim nasional sepak bola Indonesia, juga disebut Timnas adalah tim yang mewakili Indonesia di sepak bola internasional. Tim ini dikontrol oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI dan merupakan anggota dari Konfederasi Sepak Bola Asia. Sebelum kemerdekaan pada 1945, tim ini menggunakan nama tim nasional sepak bola Hindia Belanda. Dengan nama itulah, tim ini bermain di Piala Dunia FIFA 1938 di Perancis, di mana mereka kalah dari Hongaria di putaran pertama dan belum pernah lolos lagi sampai saat ini.

Sejarah

Periode awal

Pada pertandingan-pertandingan awal, melibatkan pihak dari Hindia Belanda, diorganisasi oleh Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB), atau suksesornya, Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU). Pertandingan-pertandingan yang dilaksanakan sebelum kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 tidak diakui oleh PSSI.[1]
Pertandingan sepak bola tercatat pertama yang melibatkan tim dari Hindia Belanda adalah kontes melawan Singapura pada 28 Maret 1921. Pertandingan tersebut dilaksanakan di Jakarta dan Indonesia menang dengan skor akhir 1-0. Hal ini diikuti dengan pertandingan melawan Australia XI pada Agustus 1928 (menang 2-1) dan 1 tim dari Shanghai 2 tahun kemudian (seri 4-4).[1]
Pada 1934, 1 tim dari Jawa mewakili Hindia Belanda dalam Far Eastern Games yang dimainkan di Manila, Filipina. Meskipun mengalahkan  Jepang 7-1 dalam pertandingan pertama,[2] 2 pertandingan berikutnya berakhir dengan kekalahan (0-2 atas  Republik Rakyat Tiongkok dan 2-3 atas tim tuan rumah) menempatkan Timnas Jawa menempati peringkat 2. Meski tidak diakui PSSI, pertandingan ini diakui oleh World Football Elo ratings sebagai pertandingan pertama yang melibatkan Timnas Indonesia.[3]

Piala Dunia FIFA 1938

Indonesia pada tahun 1938 (pada masa penjajahan Belanda) sempat lolos dan ikut bertanding di Piala Dunia FIFA 1938. Waktu itu Tim Indonesia di bawah nama Dutch East Indies (Hindia Belanda), peserta dari Asia yang pertama kali lolos ke Piala Dunia. Indonesia tampil mewakili zona Asia di kualifikasi grup 12. Grup kualifikasi Asia untuk Piala Dunia FIFA 1938 hanya terdiri dari 2 negara, Indonesia (Hindia Belanda) dan Jepang karena saat itu dunia sepak bola Asia memang hampir tidak ada. Namun, Indonesia akhirnya lolos ke final Piala Dunia 1938 tanpa harus menyepak bola setelah Jepang mundur dari babak kualifikasi karena sedang berperang dengan Cina.
Pada waktu itu tim ini menggunakan seragam berwarna oranye dan bercelana putih seperti warna seragam yang dipakai kesebelasan Belanda.[4]

Skuat Piala Dunia 1938

Pelatih: Johannes Christoffel Jan Mastenbroek.

Nama Klub Posisi
Tan "Bing" Mo Heng Hua Chiao Tsing Nien Hui (HCTNH) Malang Penjaga gawang
L.N. Van Beuzekom

Digantikan oleh Jack Samuels

Hercules Batavia Penjaga gawang
Dorst Tidak diketahui Pemain belakang
J. Harting Houdt Braaf Stand (HBS) Soerabaja Pemain belakang
Frans G. Hu Kon Sparta Bandung Pemain belakang
Jack Kolle

Digantikan oleh Teilherber

Tidak diketahui Pemain belakang
Jack Samuels

Menggantikan L.N. Van Beuzekom

Excelsior Soerabaja Pemain belakang
G.H.V.L. Faulhaber Djocoja Djogjakarta Pemain tengah
Frans Alfred Meeng Sportvereniging Binnenlands Bestuur (SVBB) Batavia Pemain tengah
Achmad Nawir (C) Houdt Braaf Stand (HBS) Soerabaja Pemain tengah
Anwar Sutan Voorwaarts Is Ons Streven (VIOS) Batavia Pemain tengah
G. van den Burgh Semarang Voetbal Vereniging (SVV) Semarang Pemain tengah
Tan Hong Djien Tiong Hoa Soerabaja Pemain depan
Tan See Han Houdt Braaf Stand (HBS) Soerabaja Pemain depan
Isaac "Tjaak" Pattiwael Voetbal Vereniging (VV) Jong Ambon Tjimahi Pemain depan
Suvarte Soedarmadji Houdt Braaf Stand (HBS) Soerabaja Pemain depan
M.J. Hans Taihuttu Voetbal Vereniging (VV) Jong Ambon Tjimahi Pemain depan
Teilherber

Menggantikan Jack Kolle

Djocoja Djogjakarta Pemain depan
R. Telwe Houdt Braaf Stand (HBS) Soerabaja Pemain depan
Herman Zomers Hercules Batavia Pemain depan

Pertandingan melawan Hongaria

Pada 5 Juni 1938, sejarah mencatat pembantaian tim Hungaria terhadap Hindia Belanda. Mereka bermain di Stadion Velodrome Municipale, Reims, Perancis. Sekitar 10.000 penonton hadir menyaksikan pertandingan ini. Sebelum bertanding, para pemain mendengarkan lagu kebangsaan masing-masing. Kesebelasan Hindia Belanda mendengarkan lagu kebangsaan Belanda Het Wilhelmus. Karena perbedaan tinggi tubuh yang begitu mencolok, walikota Reims menyebutnya, "saya seperti melihat 22 atlet Hungaria dikerubungi oleh 11 kurcaci."
Meski strategi tak bisa dibilang buruk, tetapi Tim Hindia Belanda tak dapat berbuat banyak. Pada menit ke-13, jala di gawang Mo Heng bergetar oleh tembakan penyerang Hongaria Vilmos Kohut. Lalu hujan gol berlangsung di menit ke-15, 28, dan 35. Babak pertama berakhir 4-0. Nasib Tim Hindia Belanda tamat pada babak kedua, dengan skor akhir 0-6. Pada saat itu Piala Dunia memakai sistem gugur.
Meskipun kalah telak, surat kabar dalam negeri, Sin Po, memberikan apresiasinya pada terbitan mereka, edisi 7 Juni 1938 dengan menampilkan headline: "Indonesia-Hongarije 0-6, Kalah Sasoedahnja Kasi Perlawanan Gagah".[5]
Setelah penampilan perdana itu, Indonesia tidak pernah lagi masuk babak pertama Piala Dunia FIFA, dengan hasil paling memuaskan adalah Sub Grup III Kualifikasi Piala Dunia FIFA 1986. Ketika itu Indonesia hampir lolos ke Piala Dunia 1986 tetapi Indonesia kalah di partai final kualifikasi melawan Korea Selatan dengan agregat 1-6.

1950-an

Setelah era Perang Dunia kedua, pada tahun 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan mereka pada tanggal 17 Agustus 1945.
Setelah itu, sepak bola Indonesia mengalami kemajuan di Asia. Mereka berhasil lolos ke Olimpiade Melbourne 1956. Indonesia berhasil melaju ke perempat final dan bertemu dengan raksasa dunia ketika itu, Uni Soviet yang ketika itu dikapteni oleh kiper terbaik dunia ketika itu, Lev Yashin. Ketika itu mereka berhasil menahan Uni Soviet 0-0. Namun pada akhirnya Indonesia harus kalah dengan skor 4-0 pada pertandingan kedua. Prestasi ini adalah prestasi tertinggi Indonesia dalam sejarah sepak bola di Indonesia.
Pada tahun 1958, Indonesia juga merasakan hasil terbaik di Kualifikasi Piala Dunia 1958 di mana Indonesia berhasil mengalahkan China pada ronde pertama. Namun mereka menolak untuk bertanding melawan Israel pada ronde kedua dikarenakan alasan politis. Sejak saat itu, Indonesia tidak pernah ikut dalam kualifikasi piala dunia hingga tahun 1970.
Uniknya, setelah bertanding di kualifikasi piala dunia, Indonesia berhasil meraih medali perunggu di Asian Games 1958 setelah pada perebutan tempat ketiga berhasil mengalahkan India 4-1. Indonesia juga bermain imbang 2-2 saat melawan Timnas Jerman Timur.

Suspensi 2015

PSSI disuspensi FIFA karena intervensi pemerintah dalam liga nasional pada 30 Mei 2015. Pembekuan mengambil efek segera yang artinya Indonesia tidak berhak berkompetisi pada Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2018 (AFC) sekaligus Kualifikasi Piala Asia AFC 2019, yang dimulai kurang dari 2 minggu kemudian. Meskipun demikian, FIFA masih mengizinkan  Indonesia untuk bermain dalam Sepak bola pada Pesta Olahraga Asia Tenggara 2015 hingga turnamen berakhir, karena sudah telanjur dimulai. FIFA mengambil tindakan melawan Indonesia menyusul konflik antara pemerintah dan PSSI yang berakibat pada pembatalan kompetisi domestik.[6]
Suspensi tersebut baru dicabut pada Kongres FIFA ke-66.[7]

Era baru 2017

Beberapa minggu setelah menjadi runner-up pada Piala Suzuki AFF 2016, PSSI melaksanakan kongres pada 8 Januari 2017 dalam rangka menetapkan Luis Milla sebagai pelatih timnas senior dan U-22/23.

Kostum

Kostum Indonesia bergaya timnas Belanda yang digunakan dalam Piala Dunia FIFA 1938
Jersey tim sepak bola Indonesia pada tahun 1981

Kostum tim nasional Indonesia tidak hanya merah-putih sebab ada juga putih-putih, biru-putih, dan hijau-putih. Menurut Bob Hippy, yang ikut memperkuat timnas sejak tahun 1962 hingga 1974, kostum Indonesia dengan warna selain merah-putih itu muncul ketika PSSI mempersiapkan dua tim untuk Asian Games IV-1962, Jakarta.

Saat itu ada dua tim yang diasuh pelatih asal Yugoslavia, Toni Pogacnic, yakni PSSI Banteng dan PSSI Garuda. Yang Banteng, yang terdiri dari pemain senior saat itu, seperti Maulwi Saelan, Djamiat Dalhar, dan Tan Liong Houw, selain menggunakan kostum merah-putih juga punya kostum hijau-putih. Sedangkan tim Garuda, yang antara lain diperkuat Omo, Anjik Ali Nurdin, dan Ipong Silalahi juga dilengkapi kostum biru-putih. Tetapi, setelah terungkap kasus suap yang dikenal dengan "Skandal Senayan", sebelum Asian Games IV-1962, pengurus PSSI hanya membuat satu timnas. Itu sebabnya, di Asian Games IV-1962, PSSI sama sekali tidak mampu berbuat apa-apa karena kemudian kedua tim itu dirombak. Selanjutnya digunakan tim campuran di Asian Games.

Mulyadi (Fan Tek Fong), asisten pelatih klub UMS, yang memperkuat timnas mulai tahun 1964 hingga 1972, menjelaskan bahwa setelah dari era Asian Games, sepanjang perjalanan timnas hingga tahun 1970-an, PSSI hanya mengenal kostum merah-putih dan putih-putih. Begitu juga ketika timnas melakukan perjalanan untuk bertanding di sejumlah negara di Eropa pada tahun 1965. Saat itu setiap kali bermain, tim nasional hanya menggunakan merah-putih dan putih-putih dengan gambar Garuda yang besar di bagian dada hingga ke perut. Seragam hijau-putih kembali digunakan saat mempersiapkan kesebelasan pra-Olimpiade 1976, dan kemudian digunakan pada arena SEA Games 1981 Manila. "Begitu juga ketika Indonesia bermain di Thailand, di mana saat itu Indonesia menjadi runner-up Piala Raja 1981," kata Ronny Pattinasarani yang memperkuat PSSI tahun 1970-1985.

Di Piala Asia 2007 yang digelar mulai 8 Juli hingga Minggu 29 Juli, Nike juga telah mendesain kostum tim nasional Indonesia, tetapi kali ini bukan hijau-putih, melainkan putih-hijau. Tentu tetap dengan detail yang sama, seperti Garuda yang selalu bertengger di dada.

Dan pada kostum Timnas Indonesia terakhir yang dibuat Nike pada 2010 untuk Piala Suzuki AFF 2010, motif baru kembali diperkenalkan. Pada kostum ini, terdapat Burung Garuda besar yang membentang hampir di seluruh bagian depan kostum yang tidak berwarna tetapi memiliki garis-garis yang memiliki warna hitam cenderung abu-abu. Sementara pada kostum kedua yang berwarna Putih-Hijau, terdapat motif yang sama, tetapi garis-garis pada burung Garuda berwarna abu-abu muda.

Pembuat kostum

Pembuat Tahun
Adidas 1970-1995
Diadora 1995-1996
Asics 1996-1997
Adidas 1997-2000
Nike 2000-2001
Adidas 2001-2003
Ghazali Sport 2003-2004
Adidas 2004-2006
Nike 2006-sekarang

Stadion

Stadion Gelora Bung Karno

Terletak di Jakarta, stadion kandang bagi timnas Indonesia adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno yang berkapasitas 78.011 penonton. Stadion ini merupakan stadion terbesar di Indonesia, stadion terbesar kedua di Asia Tenggara dan stadion sepak bola terbesar kesembilan di dunia. Stadion ini dibangun pada tahun 1960 untuk Asian Games 1962 dan pembangunannya didukung oleh pemerintah Uni Soviet, dengan pinjaman lunak sebesar US $ 12,5 juta. Stadion ini selesai setelah dua tahun dan secara resmi dibuka pada tanggal 24 Agustus 1962.[8]

Stadion lainnya yang digunakan Tim Nasional Indonesia meliputi:

Rekor Turnamen

Rekor penampilan di Piala Asia AFC

Tahun Hasil Poin M S K GM GK
Bendera Hong Kong 1956 Tidak ikut - - - - - -
Bendera Korea Selatan 1960 Tidak ikut - - - - - -
Bendera Israel 1964 Tidak ikut - - - - - -
Bendera Iran 1968 Tidak lolos kualifikasi - - - - - -
Bendera Kuwait 1972 Tidak lolos kualifikasi - - - - - -
Bendera Singapura 1976 Tidak lolos kualifikasi - - - - - -
Bendera Qatar 1980 Tidak lolos kualifikasi - - - - - -
Bendera Uni Emirat Arab 1984 Tidak lolos kualifikasi - - - - - -
Bendera Lebanon 1988 Tidak lolos kualifikasi - - - - - -
Bendera Jepang 1992 Tidak lolos kualifikasi - - - - - -
Bendera Uni Emirat Arab 1996 Babak 1 3 0 1 2 4 8
Bendera Lebanon 2000 Babak 1 3 0 1 2 0 7
Bendera Republik Rakyat Tiongkok 2004 Babak 1 3 1 0 2 3 9
Bendera IndonesiaBendera MalaysiaBendera ThailandBendera Vietnam 2007 Babak 1 3 1 0 2 3 4
Bendera Qatar 2011 Tidak lolos kualifikasi - - - - - -
Bendera Australia 2015 Tidak lolos kualifikasi - - - - - -
Bendera Uni Emirat Arab 2019 Didiskualifikasi - - - - - -
Total
Best: Round 1
12 2 2 8 10 28

Rekor penampilan di Kejuaraan Sepak Bola ASEAN

Kompetisi ini dulu dikenal sebagai Tiger Cup sekarang bernama Piala Suzuki AFF

Pertandingan dan hasil

      Menang       Seri       Kalah

2017

  • 1 Bukan pertandingan internasional FIFA 'A'.'

2018

      Menang       Seri       Kalah

Staf Kepelatihan

Staf Saat ini

Status Asal Negara Nama Pelatih
Pelatih Kepala Bendera Spanyol Spanyol Luis Milla
Asisten Pelatih Bendera Indonesia Indonesia Bima Sakti
Asisten Pelatih 1
Pelatih Kiper Bendera Spanyol Eduardo Perez Moran
Pelatih Fisik Bendera Spanyol Spanyol Miguel Gandia
Tim Doktor Bendera Indonesia Indonesia Syarif Alwi
Zaini Khadafi Saragih
Fisioterapis Bendera Indonesia Indonesia Immanuel Maulang

Daftar Pelatih Tim Nasional Indonesia

Periode Asal Negara Nama Pelatih
1938 Bendera Belanda Belanda Johannes Christoffel van Mastenbroek
1951-1953 Bendera Singapura Singapura Choo Seng Quee
1954-1964 Bendera Yugoslavia Yugoslavia Antun Pogačnik
1966-1970 Bendera Indonesia Indonesia E.A. Mangindaan
1970 Bendera Indonesia Indonesia Endang Witarsa
1971-1972 Bendera Turki Turki Yusuf Balik
1972-1974 Bendera Indonesia Indonesia Suwardi Arland
1974 Bendera Indonesia Indonesia Djamiat Dalhar
1974-1975 Bendera Indonesia Indonesia Aang Witarsa
1975-1976 Bendera Belanda Belanda Wiel Coerver
1976-1978 Bendera Indonesia Indonesia Suwardi Arland
1978-1979 Bendera Belanda Belanda Frans Van Balkom
1979-1980 Bendera Polandia Polandia Marek Janota
1980-1981 Bendera Jerman Jerman Bernd Fischer
1981-1982 Bendera Indonesia Indonesia Harry Tjong
1982-1983 Bendera Indonesia Indonesia Sinyo Aliandoe
1983-1984 Bendera Indonesia Indonesia M. Basri, Iswadi Idris dan Abdul Kadir
1985-1987 Bendera Indonesia Indonesia Bertje Matulapelwa
1987 Bendera Indonesia Indonesia Sinyo Aliandoe
1987-1991 Bendera Rusia Rusia Anatoli Polosin
1991-1993 Bendera Yugoslavia Yugoslavia Ivan Toplak
1993-1995 Bendera Italia Italia Romano Mattè
1995-1996 Bendera Indonesia Indonesia Danurwindo
1996-1997 Bendera Belanda Belanda Henk Wullems
1998 Bendera Indonesia Indonesia Rusdy Bahalwan
1999 Bendera Jerman Jerman Bernard Schumm
1999-2000 Bendera Indonesia Indonesia Nandar Iskandar
2000-2001 Bendera Indonesia Indonesia Benny Dollo
2002-2004 Bendera Bulgaria Bulgaria Ivan Venkov Kolev
2004-2007 Bendera Inggris Inggris Peter Withe
2007 Bendera Bulgaria Bulgaria Ivan Venkov Kolev
2008-2010 Bendera Indonesia Indonesia Benny Dollo
2010-2011 Bendera Austria Austria Alfred Riedl
2011-2012 Bendera Belanda Belanda Wim Rijsbergen
2012 Bendera Indonesia Indonesia Aji Santoso
2012-2013 Bendera Indonesia Indonesia Nil Maizar
2013 Bendera Argentina Argentina Luis Manuel Blanco
2013 Bendera Indonesia Indonesia Rahmad Darmawan
2013 Bendera Brasil Brasil Jacksen F. Tiago
2013-2014 Bendera Austria Austria Alfred Riedl
2015 Bendera Indonesia Indonesia Benny Dollo
2015 Bendera Belanda Belanda Pieter Huistra
2016 Bendera Austria Austria Alfred Riedl
2017- Bendera Spanyol Spanyol Luis Milla

Pemain

Skuad Terakhir

Pemain-pemain berikut dipanggil untuk Pertandingan persahabatan melawan Myanmar dan Hong Kong pada 10 dan 16 Oktober 2018.[9]
Jumlah penampilan dan gol akurat sejak tanggal 10 Oktober 2018 melawan Myanmar.

0#0 Pos. Nama Pemain Tanggal lahir (umur) Tampil Gol Klub
26 1GK Andritany Ardhiyasa 26 Desember 1991 (umur 26) 10 0 Bendera Indonesia Persija Jakarta
1 1GK Muhammad Ridho 21 Januari 1991 (umur 27) 0 0 Bendera Indonesia Borneo

16 2DF Fachrudin Aryanto 19 Februari 1989 (umur 29) 30 2 Bendera Indonesia Madura United
23 2DF Hansamu Yama 16 Januari 1995 (umur 23) 10 3 Bendera Indonesia Barito Putera
15 2DF Ricky Fajrin 6 September 1995 (umur 23) 8 0 Bendera Indonesia Bali United
2 2DF Putu Gede Juni Antara 7 Juni 1995 (umur 23) 6 0 Bendera Indonesia Bhayangkara
28 2DF Rezaldi Hehanusa 7 November 1995 (umur 22) 4 1 Bendera Indonesia Persija Jakarta
22 2DF Abdul Rahman Sulaiman 14 Mei 1988 (umur 30) 2 0 Bendera Indonesia PSM Makassar
5 2DF Alfin Tuasalamony 13 November 1992 (umur 25) 2 0 Bendera Indonesia Arema
20 2DF Alfath Fathier 28 Mei 1996 (umur 22) 1 0 Bendera Indonesia Madura United

14 3MF Rizky Pora 22 November 1989 (umur 28) 17 1 Bendera Indonesia Barito Putera
19 3MF Bayu Pradana 19 April 1991 (umur 27) 18 0 Bendera Indonesia Mitra Kukar
6 3MF Evan Dimas 13 Maret 1995 (umur 23) 17 2 Bendera Malaysia Selangor
10 3MF Stefano Lilipaly 20 Januari 1990 (umur 28) 14 2 Bendera Indonesia Bali United
13 3MF Febri Haryadi 19 Februari 1996 (umur 22) 12 0 Bendera Indonesia Persib Bandung
29 3MF Septian David Maulana 1 September 1996 (umur 22) 10 2 Bendera Indonesia Mitra Kukar
11 3MF Dedi Kusnandar 23 Juli 1991 (umur 27) 3 0 Bendera Indonesia Persib Bandung
4 3MF Zulfiandi 17 Juli 1995 (umur 23) 2 0 Bendera Indonesia Sriwijaya
18 3MF Irfan Jaya 1 Mei 1996 (umur 22) 2 2 Bendera Indonesia Persebaya Surabaya
7 3MF Esteban Vizcarra 11 April 1986 (umur 32) 1 0 Bendera Indonesia Sriwijaya

27 4FW Dedik Setiawan 27 Juni 1994 (umur 24) 2 0 Bendera Indonesia Arema
9 4FW Alberto Gonçalves 31 Desember 1980 (umur 37) 1 1 Bendera Indonesia Sriwijaya

|}

Pemain yang Dipanggil

Para pemain berikut juga telah dipanggil ke skuad Indonesia dalam 12 bulan terakhir.

Pos. Nama pemain Tanggal lahir (usia) Tampil Gol Klub Panggilan terakhir
GK Kurniawan Ajie 20 Juni 1996 (umur 22) 0 0 Bendera Indonesia Arema 2017 Aceh Tsunami Cup
GK Kurnia Meiga 7 Mei 1990 (umur 28) 19 0 Bendera Indonesia Arema v.  Fiji, 2 September 2017 INJ

DF Andy Setyo 16 September 1997 (umur 21) 1 0 Bendera Indonesia PS TIRA 2017 Aceh Tsunami Cup
DF Ricky Fajrin 6 September 1995 (umur 23) 7 0 Bendera Indonesia Bali United 2017 Aceh Tsunami Cup
DF Ryuji Utomo 1 Juli 1995 (umur 23) 1 0 Bendera Thailand PTT Rayong v.  Guyana, 25 November 2017
DF Achmad Jufriyanto 7 Februari 1987 (umur 31) 16 1 Bendera Malaysia Kuala Lumpur v.  Suriah, 18 November 2017
DF Beny Wahyudi 20 Maret 1986 (umur 32) 27 0 Bendera Indonesia Madura United v.  Kamboja, 8 Oktober 2017
DF Manahati Lestusen 17 Desember 1993 (umur 24) 13 1 Bendera Indonesia PS TIRA v.  Fiji, 2 September 2017
DF Johan Alfarizi 25 Mei 1990 (umur 28) 3 0 Bendera Indonesia Arema v.  Fiji, 2 September 2017
DF Abdul Rachman 18 April 1991 (umur 27) 3 0 Bendera Indonesia Borneo v.  Fiji, 2 September 2017

MF Muhammad Arfan 22 Januari 1998 (umur 20) 4 0 Bendera Indonesia PSM Makassar 2017 Aceh Tsunami Cup
MF Miftahul Hamdi 13 Desember 1995 (umur 22) 3 0 Bendera Indonesia Bali United 2017 Aceh Tsunami Cup
MF Luthfi Kamal 1 Mei 1999 (umur 19) 0 0 Bendera Indonesia Mitra Kukar v.  Guyana, 25 November 2017
MF Muhammad Taufiq 29 November 1986 (umur 31) 17 0 Bendera Indonesia Bali United v.  Suriah, 18 November 2017
MF Stefano Lilipaly 10 Januari 1990 (umur 28) 12 2 Bendera Indonesia Bali United v.  Kamboja, 8 Oktober 2017
MF Rizky Pora 22 November 1989 (umur 28) 16 1 Bendera Indonesia Barito Putera v.  Kamboja, 8 Oktober 2017
MF Fadhil Sausu 19 April 1985 (umur 33) 1 0 Bendera Indonesia Bali United v.  Kamboja, 8 Oktober 2017
MF Muhammad Rahmat 28 Mei 1988 (umur 30) 4 0 Bendera Indonesia PSM Makassar v.  Fiji, 2 September 2017
MF Slamet Nurcahyono 11 Juli 1983 (umur 35) 6 0 Bendera Indonesia Madura United v.  Fiji, 2 September 2017
MF Adam Alis 19 Desember 1993 (umur 24) 2 0 Bendera Indonesia Sriwijaya v.  Fiji, 2 September 2017
MF I Gede Sukadana 18 Oktober 1987 (umur 30) 3 0 Bendera Indonesia Bali United v.  Fiji, 2 September 2017
MF Gian Zola 5 Agustus 1998 (umur 20) 3 1 Bendera Indonesia Persib Bandung v.  Puerto Riko, 13 June 2017

FW Ilija Spasojević 11 September 1987 (umur 31) 4 3 Bendera Indonesia Bali United 2017 Aceh Tsunami Cup
FW Yabes Roni 6 Februari 1995 (umur 23) 4 1 Bendera Indonesia Bali United 2017 Aceh Tsunami Cup
FW Rafli Mursalim 5 Maret 1999 (umur 19) 0 0 Bendera Indonesia Mitra Kukar v.  Guyana, 25 November 2017
FW Irfan Bachdim 11 Agustus 1988 (umur 30) 33 11 Bendera Indonesia Bali United v.  Kamboja, 8 Oktober 2017
FW Marinus Wanewar 24 Februari 1997 (umur 21) 2 0 Bendera Indonesia Bhayangkara v.  Puerto Riko, 13 June 2017

Catatan:

  • SUS Pemain ditangguhkan.
  • INJ Pemain mengundurkan diri dari daftar karena cedera.
  • RET Pensiun dari tim nasional.
  • WD Pemain mengundurkan diri dari daftar untuk alasan yang tidak terkait dengan cedera.

Penampilan Terbanyak

# Pemain Karier Penampilan Gol
1 Bambang Pamungkas 1999–2013 85 37
2 Soetjipto Soentoro 1965-1970 68 57
3 Ponaryo Astaman 2003–2014 61 2
4 Kurniawan Dwi Yulianto 1995–2005 60 31
5 Hendro Kartiko 1996–2011 57 0
6 Bima Sakti 1995–2001 56 11
7 Widodo C Putro 1991–1999 55 15
8 Robby Darwis 1987–1997 53 6
9 Ismed Sofyan 2000-2009 53 3
10 Agung Setyabudi 1993–2004 53 1

* Bambang Pamungkas caps (gol) 88 (42) termasuk pertandingan non-FIFA (etc. melawan Klub dan Timnas U-23).

Pencetak gol terbanyak

# Nama Karier Gol (penampilan) Rata/Pertandingan
1 Soetjipto Soentoro 1965–1970 57 (68) 0.49
2 Bambang Pamungkas 1999–2012 36 (77) 0.47
3 Kurniawan Dwi Yulianto 1995–2005 31 (60) 0.52
4 Rocky Putiray 1991–2004 17 (41) 0.41
5 Budi Sudarsono 2001–2010 16 (46) 0.35
6 Widodo C. Putro 1991–1999 15 (55) 0.27
7 Fachry Husaini 1988–1997 13 (42) 0.31
= Uston Nawawi 1997–2004 13 (43) 0.30
= Ilham Jayakesuma 2004–2007 13 (18) 0.72
10 Zaenal Arif 2002–2007 12 (22) 0.55
11 Bima Sakti 1995–2001 11 (56) 0.2

Kapten

Pemain Periode
Achmad Nawir 1938
Maulwi Saelan 1956
Soetjipto Soentoro 1965-1970
Iswadi Idris 1970-1971
Anwar Ujang 1971-1974
Iswadi Idris 1974-1980
Ronny Pattinasarany 1980-1985
Herry Kiswanto 1985–1987
Ricky Yacobi 1987–1990
Ferril Raymond Hattu 1991–1992
Robby Darwis 1993–1995
Sudirman 1996
Robby Darwis 1997
Aji Santoso 1998–2000
Bima Sakti 2001
Agung Setyabudi 2002-2004
Ponaryo Astaman 2004-2008
Charis Yulianto 2008–2010
Firman Utina 2010–2011
Bambang Pamungkas 2011–2012
Syamsidar 2012
Elie Aiboy 2012-2013
Boaz Solossa 2013-Sekarang

Rekor Turnamen

Skuat Sebelumnya

Referensi

  1. ^ a b Morrison, Neil. "Indonesian International Matches 1921–2001". RSSSF. Diakses tanggal 21 December 2010. 
  2. ^ "Sensation at Manila Games – Running Found to be Short". Straits Times. Singapore. 14 May 1934. Diakses tanggal 21 December 2010. 
  3. ^ "World Football Elo Ratings: Indonesia". ELO. Diakses tanggal 20 December 2010. 
  4. ^ Een historische voetbalreis
  5. ^ Kisah Indonesia di Piala Dunia, Vivanews.com
  6. ^ "Indonesian FA suspended by FIFA for government meddling". Eurosport. Diakses tanggal 30 May 2015. 
  7. ^ "FIFA Congress drives football forward, first female secretary general appointed". FIFA. Diakses tanggal 14 May 2016. 
  8. ^ "The Bung Karno Sports Complex: Jakarta's Sports, Conventions and Entertainment Center". Wonderful Indonesia. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. 2012. Diakses tanggal 6 Desember 2012. 
  9. ^ "PSSI Panggil 21 Pemain untuk Laga Uji coba Lawan Mauritius". PSSI. Diakses tanggal 6 September 2018. 

Pranala luar

Penghargaan dan prestasi
Didahului oleh:
tidak ada
Kejuaraan Sepak Bola ASEAN
Peringkat 4

1996
Diteruskan oleh:
 Thailand
Didahului oleh:
 Vietnam
Kejuaraan Sepak Bola ASEAN
Peringkat 3

1998
Diteruskan oleh:
 Malaysia
Didahului oleh:
 Vietnam
Kejuaraan Sepak Bola ASEAN
Peringkat 2

2000-2004
Diteruskan oleh:
 Thailand
Didahului oleh:
 Malaysia
Kejuaraan Sepak Bola ASEAN
Peringkat 4

2008
Diteruskan oleh:
 Filipina
Didahului oleh:
 Thailand
Kejuaraan Sepak Bola ASEAN
Peringkat 2

2010
Diteruskan oleh:
 Thailand