Lompat ke isi

Piala Asia AFC 2023

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Piala Asia AFC 2023
AFC Asian Cup Qatar 2023 (Inggris)
كأس آسيا ٢٠٢٣ (Arab)
Logo resmi Piala Asia AFC 2023
Informasi turnamen
Tuan rumahQatar
Jadwal
penyelenggaraan
12 Januari – 10 Februari 2024
Jumlah
tim peserta
24 (dari 1 konfederasi)
Tempat
penyelenggaraan
8 (di 4 kota)
Hasil turnamen
Juara Qatar (gelar ke-2)
Tempat kedua Yordania
Statistik turnamen
Jumlah
pertandingan
51
Jumlah gol132 (2,59 per pertandingan)
Jumlah
penonton
1.507.790 (29.565 per pertandingan)
Pemain terbaikQatar Akram Afif
Pencetak gol
terbanyak
Qatar Akram Afif
(8 gol)
Penjaga gawang terbaikQatar Meshaal Barsham
Penghargaan
fair play
Qatar Qatar
2019
2027
Seluruh statistik akurat per 10 Februari 2024.

Piala Asia AFC 2023 adalah edisi ke-18 Piala Asia AFC, turnamen sepak bola pria empat tahunan yang diselenggarakan oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Qatar adalah juara bertahan.

Turnamen ini semula dijadwalkan akan diadakan di Tiongkok pada 16 Juni hingga 16 Juli 2023.[1] Namun, pada 14 Mei 2022, AFC mengumumkan bahwa Tiongkok tidak dapat menjadi tuan rumah turnamen tersebut karena keadaan yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 dan kebijakan Zero-COVID di Tiongkok.[2]

Pada 17 Oktober 2022, AFC mengumumkan bahwa turnamen akan diadakan di Qatar.[3] Qatar akan menjadi negara pertama yang menjadi tuan rumah tiga edisi Piala Asia, setelah tahun 1988 dan 2011.[4] Karena suhu musim panas yang tinggi di wilayah Teluk dan Qatar ikut serta di Piala Emas CONCACAF 2023, turnamen akan digelar pada 10 Januari hingga 12 Februari 2024.[5][6]

Pemilihan tuan rumah

[sunting | sunting sumber]

Tiongkok diumumkan sebagai pemenang tender pada 4 Juni 2019, menjelang Kongres FIFA ke-69 di Paris, Prancis.[7] Ini seharusnya jadi yang kedua kali mereka menjadi tuan rumah, setelah 2004. Namun, Tiongkok kemudian mundur sebagai tuan rumah,[8][9] sehingga putaran kedua penawaran harus digelar oleh AFC. Pengumuman tuan rumah dilakukan pada 17 Oktober 2022.[10]

Empat negara telah mengajukan penawaran: Australia, Indonesia, Korea Selatan dan Qatar,[11] tetapi Australia kemudian menarik diri pada September 2022[12] dan disusul Indonesia pada 15 Oktober 2022.[13] Pada 17 Oktober 2022, AFC mengumumkan bahwa Qatar memenangkan penawaran (bidding) dan menjadi tuan rumah Piala Asia 2023.[3]

Hasil
Negara Vote
 Qatar 13
 Korea Selatan 7
 Indonesia Mundur
 Australia
Total vote 20

Kualifikasi

[sunting | sunting sumber]
  Lolos ke putaran final
  Gagal lolos ke putaran final
  Diskualifikasi atau mengundurkan diri
  Bukan anggota AFC

Dua babak kualifikasi pertama juga bertindak sebagai kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, di mana Qatar telah lolos secara otomatis. Qatar berpartisipasi dalam putaran ini hanya untuk kualifikasi ke Piala Asia 2023.[14] Tiongkok berpartisipasi di babak kedua hanya untuk kualifikasi ke Piala Dunia FIFA 2022, karena mereka awalnya lolos secara otomatis ke Piala Asia sebagai negara tuan rumah.[a]

Timor Leste dilarang berpartisipasi dalam kualifikasi setelah diketahui telah menurunkan total dua belas pemain yang tidak memenuhi syarat dalam pertandingan kualifikasi Piala Asia AFC 2019, di antara kompetisi lainnya.[15] Namun, karena FIFA tidak melarang mereka dari kualifikasi Piala Dunia FIFA 2022, Timor-Leste masih diizinkan untuk memasuki kompetisi, tetapi tidak memenuhi syarat untuk lolos ke Piala Asia.[16]

Kualifikasi dimulai pada 6 Juni 2019 dan berakhir pada 14 Juni 2022 untuk mencari 23 tim yang akan bergabung dengan negara tuan rumah Tiongkok, yang pada akhirnya mundur dari tuan rumah namun lolos ke putaran final lewat jalur kualifikasi babak kedua.[a] Turnamen akan berlangsung pada bulan Mei hingga Juni 2023, dimundurkan dari penjadwalan seperti edisi-edisi sebelumnya yaitu Januari / Februari karena Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar, yang berlangsung pada bulan November dan Desember 2022. Korea Utara mengundurkan diri dari babak kualifikasi karena masalah keamanan terkait pandemi COVID-19. Jepang menjadi tim pertama yang lolos, dengan mengalahkan Myanmar 10–0.

Hong Kong lolos ke Piala Asia untuk pertama kalinya setelah 55 tahun, sejak 1968, yang merupakan kemarau terpanjang dalam sejarah Piala Asia. Tajikistan melakukan debut mereka di Piala Asia, sementara sesama negara anggota CAFA, Afghanistan dan Turkmenistan, adalah satu-satunya dua negara dari zona Asia Tengah yang gagal lolos ke putaran final. Semua 16 tim dari edisi 2007 lolos ke turnamen ini, dengan co-host Indonesia dan Malaysia lolos untuk pertama kalinya sejak saat itu. Kuwait dan Yaman adalah satu-satunya dua tim Asia Barat yang tidak lolos ke putaran final. Serupa dengan edisi sebelumnya, India tetap menjadi satu-satunya tim dari Asia Selatan yang lolos ke putaran final, dan itu juga pertama kalinya India lolos ke Piala Asia dua kali berturut-turut. Filipina, Korea Utara, Turkmenistan, dan Yaman adalah tim yang telah berkompetisi di edisi sebelumnya yang tidak akan berpartisipasi dalam edisi ini, sedangkan AFF untuk pertama kalinya diikuti oleh lima negara (Australia juga berpartisipasi dalam edisi 2007 ( tetapi pada saat itu belum bergabung dengan AFF), sebuah rekor untuk wilayah tersebut.

Pada 16 Agustus, FIFA memutuskan untuk menangguhkan India dengan segera karena pengaruh yang tidak semestinya dari pihak ketiga, yang merupakan pelanggaran serius terhadap Statuta FIFA.[17] Akibatnya, India terancam akan dikeluarkan dari Piala Asia 2023 jika skorsing FIFA tidak dicabut sebelum pengundian. Kemudian,[18] pada tanggal 27 Agustus 2022, FIFA secara resmi mencabut sanksi terhadap India.

Tim yang lolos

[sunting | sunting sumber]
Tim Metode
kualifikasi
Lolos
pada tanggal
Penampilan Penampilan
terakhir
Performa terbaik
sebelumnya
 TiongkokTuan rumah awal dan peringkat kedua babak kedua Grup A4 Juni 2019[b]Ke-132019Peringkat kedua (1984, 2004)
 QatarJuara babak kedua Grup E / Tuan rumah7 Juni 2021Ke-112019Juara (2019)
 JepangJuara babak kedua Grup F28 Mei 2021Ke-102019Juara (1992, 2000, 2004, 2011)
 SuriahJuara babak kedua Grup A7 Juni 2021Ke-72019Babak grup (1980, 1984, 1988, 1996, 2011, 2019)
 Korea SelatanJuara babak kedua Grup H9 Juni 2021Ke-152019Juara (1956, 1960)
 AustraliaJuara babak kedua Grup B11 Juni 2021Ke-52019Juara (2015)
 IranJuara babak kedua Grup C15 Juni 2021Ke-152019Juara (1968, 1972, 1976)
 Arab SaudiJuara babak kedua Grup D15 Juni 2021Ke-112019Juara (1984, 1988, 1996)
 Uni Emirat ArabJuara babak kedua Grup G15 Juni 2021Ke-112019Peringkat kedua (1996)
 IrakPeringkat kedua babak kedua Grup C15 Juni 2021Ke-102019Juara (2007)
 OmanPeringkat kedua babak kedua Grup E15 Juni 2021Ke-52019Babak 16 besar (2019)
 VietnamPeringkat kedua babak kedua Grup G15 Juni 2021Ke-52019Tempat keempat (1956[c], 1960[c])
 LebanonPeringkat kedua babak kedua Grup H15 Juni 2021Ke-32019Babak grup (2000, 2019)
 PalestinaJuara babak ketiga Grup B14 Juni 2022Ke-32019Babak grup (2015, 2019)
 UzbekistanJuara babak ketiga Grup C14 Juni 2022Ke-82019Tempat keempat (2011)
 ThailandPeringkat kedua babak ketiga Grup C14 Juni 2022Ke-82019Tempat ketiga (1972)
 IndiaJuara babak ketiga Grup D14 Juni 2022Ke-52019Peringkat kedua (1964)
 Hong KongPeringkat kedua babak ketiga Grup D14 Juni 2022Ke-41968Tempat ketiga (1956)
 TajikistanJuara babak ketiga Grup F14 Juni 2022Ke-1DebutDebut
 KirgizstanPeringkat kedua babak ketiga Grup F14 Juni 2022Ke-22019Babak 16 besar (2019)
 BahrainJuara babak ketiga Grup E14 Juni 2022Ke-72019Tempat keempat (2004)
 MalaysiaPeringkat kedua babak ketiga Grup E14 Juni 2022Ke-42007Babak grup (1976, 1980, 2007)
 YordaniaJuara babak ketiga Grup A14 Juni 2022Ke-52019Perempat final (2004, 2011)
 IndonesiaPeringkat kedua babak ketiga Grup A14 Juni 2022Ke-52007Babak grup (1996, 2000, 2004, 2007)
  1. 1 2 Tiongkok pada awalnya akan menjadi tuan rumah. Tetapi, karena keadaan yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, mereka menyatakan batal menjadi tuan rumah di turnamen tersebut. Namun, mereka lolos babak kedua kualifikasi Piala Dunia yang secara otomatis membuat mereka melaju ke putaran final Piala Asia 2023.
  2. Tiongkok semula dinyatakan sebagai tuan rumah pada 4 Juni 2019. Mereka kemudian lolos sebagai peringkat kedua Grup A babak kedua pada 15 Juni 2021, yang membuat mereka lolos tanpa memandang status tuan rumah. Tiongkok kemudian menyatakan batal sebagai tuan rumah pada 14 Mei 2022.
  3. 1 2 Sebagai  Vietnam Selatan

Pengundian

[sunting | sunting sumber]

Pengundian akan diselenggarakan di Katara Opera House di Doha pada 11 Mei 2023 pukul 14.00 Waktu Standar Arab (UTC+3).

Berdasarkan peringkat FIFA edisi April 2023[19]
Pot 1 Pot 2 Pot 3 Pot 4
 Qatar (61) (tuan rumah)
 Jepang (20)
 Iran (24)
 Korea Selatan (27)
 Australia (29)
 Arab Saudi (54)
 Irak (67)
 Uni Emirat Arab (72)
 Oman (73)
 Uzbekistan (74)
 Tiongkok (81)
 Yordania (84)
 Bahrain (85)
 Suriah (90)
 Palestina (93)
 Vietnam (95)
 Kirgizstan (96)
 Lebanon (99)
 India (101)
 Tajikistan (109)
 Thailand (114)
 Malaysia (138)
 Hong Kong (147)
 Indonesia (149)

Hasil undian

[sunting | sunting sumber]

Tim diundi secara berurutan ke Grup A hingga F. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Asia AFC, tim dari pot terbawah diundi terlebih dahulu tetapi tidak ditempatkan di posisi grup mereka mengikuti urutan nomor penyisihan grup seperti yang terjadi pada edisi sebelumnya. Tim Pot 1 ditempatkan di posisi pertama grup mereka, sementara posisi berikutnya dari semua tim lain diundi secara terpisah dari Pot 4 ke 2 (untuk tujuan menentukan jadwal pertandingan di setiap grup).

Hasil undian grup adalah sebagai berikut:

Grup A
Pos.Tim
A1 Qatar
A2 Tiongkok
A3 Tajikistan
A4 Lebanon
Grup B
Pos.Tim
B1 Australia
B2 Uzbekistan
B3 Suriah
B4 India
Grup C
Pos.Tim
C1 Iran
C2 Uni Emirat Arab
C3 Hong Kong
C4 Palestina
Grup D
Pos.Tim
D1 Jepang
D2 Indonesia
D3 Irak
D4 Vietnam
Grup E
Pos.Tim
E1 Korea Selatan
E2 Malaysia
E3 Yordania
E4 Bahrain
Grup F
Pos.Tim
F1 Arab Saudi
F2 Thailand
F3 Kirgizstan
F4 Oman

Setiap tim peserta pada turnamen ini diharuskan mendaftarkan skuad berisi minimal 18 pemain dan maksimal 23 pemain, termasuk tiga penjaga gawang.[20] Pada Desember 2023, jumlah maksimum daftar skuad akhir ditingkatkan menjadi 26 pemain.[21]

Lokasi penyelenggaraan

[sunting | sunting sumber]

Lima kota tuan rumah diajukan dalam penawaran untuk Piala Asia AFC 2023, termasuk tujuh stadion yang disiapkan untuk Piala Dunia FIFA 2022. Pada 5 April 2023, AFC mengumumkan delapan stadion di empat kota tuan rumah untuk turnamen tersebut.[22] Pada tanggal 21 Agustus 2023, Stadion Lusail ditambahkan sebagai venue kesembilan.[23] Semua, kecuali satu (Stadion 974) stadion tuan rumah pada perhelatan Piala Dunia FIFA 2022 dipilih untuk turnamen ini, bersama dengan Stadion Jassim bin Hamad, yang menjadi tuan rumah pertandingan pada edisi 2011, dan Stadion Abdullah bin Khalifa, yang belum pernah menjadi tuan rumah turnamen apa pun sebelumnya.

Stadion Lusail di Lusail akan menjadi tuan rumah pertandingan pembuka pada 12 Januari.[23] Stadion Ahmad bin Ali di Al Rayyan dan Stadion Al Thumama di Doha akan menjadi tuan rumah pertandingan semifinal; dan Stadion Lusail akan kembali menjadi tuan rumah pada pertanian final yang digelar pada 10 Februari.[23]

Qatar
Kota Stadion Kapasitas
Al Khor Stadion Al Bayt 68.895
Lusail Stadion Lusail 88.996
Al Rayyan Stadion Ahmad bin Ali 45.032
Stadion Kota Pendidikan 44.667
Stadion Jassim bin Hamad 15.000
Stadion Internasional Khalifa 45.857
Doha Stadion Abdullah bin Khalifa 10.000
Stadion Al Thumama 44.400
Al Wakrah Stadion Al Janoub 44.325

Babak grup

[sunting | sunting sumber]

Semua waktu yang tercantum menggunakan Waktu Standar Arab (UTC+3).

Kriteria peringkat
Peringkat tim akan diurutkan berdasarkan perolehan poin tertinggi (3 poin untuk kemenangan, 1 poin untuk hasil imbang, 0 poin untuk kekalahan). Jika ada dua tim atau lebih dalam suatu grup memiliki poin yang sama, kriteria berikut ini, sesuai urutan yang diberikan, diterapkan untuk menentukan peringkat:[20]
  1. Poin tertinggi pada pertandingan antara tim-tim tersebut;
  2. Selisih gol tertinggi pada pertandingan antara tim-tim tersebut;
  3. Jumlah memasukkan gol tertinggi pada pertandingan antara tim-tim tesebut;
  4. Jika, setelah kriteria 1 sampai 3 diterapkan, masih terdapat tim dengan peringkat yang sama, kriteria 1 sampai 3 diterapkan kembali secara khusus untuk setiap pertandingan tim-tim tersebut untuk menentukan peringkat akhir. Jika setelah kriteria tersbut diterapkan masih terdapat peringkat yang sama, kriteria 5 sampai 9 akan diterapkan;
  5. Selisih gol tertinggi dari semua pertandingan grup tersebut;
  6. Jumlah memasukkan gol tertinggi dari semua pertandingan grup tersebut;
  7. Adu penalti jika dua tim dengan peringkat yang sama bertemu satu sama lain pada pertandingan terakhir babak grup;
  8. Poin kedisiplinan terendah grup tersebut (1 poin untuk kartu kuning, 3 poin untuk kartu merah tidak langsung / akumulasi dua kartu kuning, 3 poin untuk kartu merah langsung, dan 4 poin untuk kartu kuning yang diikuti kartu merah langsung);[24]
  9. Pengundian oleh Komite Eksekutif AFC.
Pos Tim Main M S K MG KG SG Poin Kualifikasi
1  Qatar (H) 3 3 0 0 5 0 +5 9 Lolos ke babak gugur
2  Tajikistan 3 1 1 1 2 2 0 4
3  Tiongkok 3 0 2 1 0 1 1 2
4  Lebanon 3 0 1 2 1 5 4 1
Sumber: AFC
Kriteria penentuan peringkat: Kriteria peringkat
(H) Tuan rumah.
Tiongkok 0–0 Tajikistan
Laporan
Qatar 3–0 Lebanon
  • Afif 45', 90+6'
  • Ali 56'
Laporan

Tajikistan 0–1 Qatar
Laporan Afif 17'
Lebanon 0–0 Tiongkok
Laporan

Qatar 1–0 Tiongkok
Al-Haydos 66' Laporan
Tajikistan 2–1 Lebanon
Laporan Jradi 47'
Pos Tim Main M S K MG KG SG Poin Kualifikasi
1  Australia 3 2 1 0 4 1 +3 7 Lolos ke babak gugur
2  Uzbekistan 3 1 2 0 4 1 +3 5
3  Suriah 3 1 1 1 1 1 0 4
4  India 3 0 0 3 0 6 6 0
Sumber: AFC
Kriteria penentuan peringkat: Kriteria peringkat
Australia 2–0 India
Laporan
Uzbekistan 0–0 Suriah
Laporan

Suriah 0–1 Australia
Laporan Irvine 59'
India 0–3 Uzbekistan
Laporan

Australia 1–1 Uzbekistan
Laporan
Suriah 1–0 India
Khribin 76' Laporan
Pos Tim Main M S K MG KG SG Poin Kualifikasi
1  Iran 3 3 0 0 7 2 +5 9 Lolos ke babak gugur
2  Uni Emirat Arab 3 1 1 1 5 4 +1 4
3  Palestina 3 1 1 1 5 5 0 4
4  Hong Kong 3 0 0 3 1 7 6 0
Sumber: AFC
Kriteria penentuan peringkat: Kriteria peringkat
Uni Emirat Arab 3–1 Hong Kong
Laporan
Iran 4–1 Palestina
Laporan Seyam 45+6'

Palestina 1–1 Uni Emirat Arab
Nasser 50' (b.d.) Laporan Adil 23'
Hong Kong 0–1 Iran
Laporan Ghayedi 24'

Iran 2–1 Uni Emirat Arab
Laporan Al-Ghassani 90+3'
Hong Kong 0–3 Palestina
Laporan
Pos Tim Main M S K MG KG SG Poin Kualifikasi
1  Irak 3 3 0 0 8 4 +4 9 Lolos ke babak gugur
2  Jepang 3 2 0 1 8 5 +3 6
3  Indonesia 3 1 0 2 3 6 3 3
4  Vietnam 3 0 0 3 4 8 4 0
Sumber: AFC
Kriteria penentuan peringkat: Kriteria peringkat
Jepang 4–2 Vietnam
Laporan
Indonesia 1–3 Irak
Ferdinan 37' Laporan

Irak 2–1 Jepang
Laporan
Vietnam 0–1 Indonesia
Laporan Asnawi 42' (pen.)

Jepang 3–1 Indonesia
Laporan
Penonton: 26.453
Irak 3–2 Vietnam
Laporan
Pos Tim Main M S K MG KG SG Poin Kualifikasi
1  Bahrain 3 2 0 1 3 3 0 6 Lolos ke babak gugur
2  Korea Selatan 3 1 2 0 8 6 +2 5
3  Yordania 3 1 1 1 6 3 +3 4
4  Malaysia 3 0 1 2 3 8 5 1
Sumber: AFC
Kriteria penentuan peringkat: Kriteria peringkat
Korea Selatan 3–1 Bahrain
Malaysia 0–4 Yordania

Yordania 2–2 Korea Selatan
Laporan
Penonton: 36.627
Bahrain 1–0 Malaysia
Madan 90+5' Laporan

Korea Selatan 3–3 Malaysia
Laporan
Yordania 0–1 Bahrain
Laporan Helal 34'
Pos Tim Main M S K MG KG SG Poin Kualifikasi
1  Arab Saudi 3 2 1 0 4 1 +3 7 Lolos ke babak gugur
2  Thailand 3 1 2 0 2 0 +2 5
3  Oman 3 0 2 1 2 3 1 2
4  Kirgizstan 3 0 1 2 1 5 4 1
Sumber: AFC
Kriteria penentuan peringkat: Kriteria peringkat
Thailand 2–0 Kirgizstan
Supachai 26', 48' Laporan
Arab Saudi 2–1 Oman
Laporan

Oman 0–0 Thailand
Laporan
Kirgizstan 0–2 Arab Saudi
Laporan

Arab Saudi 0–0 Thailand
Laporan
Kirgizstan 1–1 Oman
Kojo 80' Laporan Al-Ghassani 8'

Peringkat ketiga terbaik

[sunting | sunting sumber]
Pos Grup Tim Main M S K MG KG SG Poin Kualifikasi
1 E  Yordania 3 1 1 1 6 3 +3 4 Lolos ke babak gugur
2 C  Palestina 3 1 1 1 5 5 0 4
3 B  Suriah 3 1 1 1 1 1 0 4
4 D  Indonesia 3 1 0 2 3 6 3 3
5 F  Oman 3 0 2 1 2 3 1 2
6 A  Tiongkok 3 0 2 1 0 1 1 2
Sumber: AFC
Kriteria penentuan peringkat: 1) Poin; 2) Selisih gol; 3) Gol dicetak; 4) Poin kedisiplinan; 5) Undian.[25]

Babak gugur

[sunting | sunting sumber]
 
Babak 16 besarPerempat finalSemifinalFinal
 
              
 
28 Januari 2024 – Al Rayyan (Ahmad bin Ali)
 
 
 Tajikistan (a.p.)1 (5)
 
2 Februari 2024 – Al Rayyan (Ahmad bin Ali)
 
 Uni Emirat Arab1 (3)
 
 Tajikistan0
 
29 Januari 2024 – Al Rayyan (Khalifa)
 
 Yordania1
 
 Irak2
 
6 Februari 2024 – Al Rayyan (Ahmad bin Ali)
 
 Yordania3
 
 Yordania2
 
28 Januari 2024 – Al Rayyan (Jassim bin Hamad)
 
 Korea Selatan0
 
 Australia4
 
2 Februari 2024 – Al Wakrah (Al Janoub)
 
 Indonesia0
 
 Australia1
 
30 Januari 2024 – Al Rayyan (Kota Pendidikan)
 
 Korea Selatan (p.w.)2
 
 Arab Saudi1 (2)
 
10 Februari 2024 – Lusail
 
 Korea Selatan (a.p.)1 (4)
 
 Yordania1
 
31 Januari 2024 – Doha (Abdullah bin Khalifa)
 
 Qatar3
 
 Iran (a.p.)1 (5)
 
3 Februari 2024 – Al Rayyan (Kota Pendidikan)
 
 Suriah1 (3)
 
 Iran2
 
31 Januari 2024 – Doha (Al Thumama)
 
 Jepang1
 
 Bahrain1
 
7 Februari 2024 – Doha (Al Thumama)
 
 Jepang3
 
 Iran2
 
29 Januari 2024 – Al Khor (Al Bayt)
 
 Qatar3
 
 Qatar2
 
3 Februari 2024 – Al Khor (Al Bayt)
 
 Palestina1
 
 Qatar (a.p.)1 (3)
 
30 Januari 2024 – Al Wakrah (Al Janoub)
 
 Uzbekistan1 (2)
 
 Uzbekistan2
 
 
 Thailand1
 

Seluruh pertandingan menggunakan waktu lokal AST (UTC+3).

Babak 16 besar

[sunting | sunting sumber]

28 Januari 2024 (2024-01-28)
14.30
Australia  4–0  Indonesia
Laporan


29 Januari 2024 (2024-01-29)
14.30
Irak  2–3  Yordania
Laporan

29 Januari 2024 (2024-01-29)
19.00
Qatar  2–1  Palestina
Laporan
Stadion Al Bayt, Al Khor
Penonton: 63.753
Wasit: Ma Ning (Tiongkok)

30 Januari 2024 (2024-01-30)
14.30
Uzbekistan  2–1  Thailand
Laporan Supachok 58'


31 Januari 2024 (2024-01-31)
14.30
Bahrain  1–3  Jepang
Suzuki 64' (b.d.) Laporan
Stadion Al Thumama, Doha
Penonton: 31.832
Wasit: Ahmad Al-Ali (Kuwait)

Perempat final

[sunting | sunting sumber]

2 Februari 2024 (2024-02-02)
14.30
Tajikistan  0–1  Yordania
Laporan Vahdat Hanonov 66' (b.d.)

2 Februari 2024 (2024-02-02)
18.30
Australia  1–2 (p.w.)  Korea Selatan
Goodwin 42' Laporan
Stadion Al Janoub, Al-Wakrah
Penonton: 39.632
Wasit: Ahmed Al-Kaf (Oman)

3 Februari 2024 (2024-02-03)
14.30
Iran  2–1  Jepang
Laporan Morita 28'

Semifinal

[sunting | sunting sumber]

7 Februari 2024 (2024-02-07)
18.00
Iran  2–3  Qatar
Laporan

10 Februari 2024 (2024-02-10)
18.00
Yordania  1–3  Qatar
Al-Naimat 67' Laporan Afif 22' (pen.), 73' (pen.), 90+5' (pen.)
Stadion Lusail, Lusail
Penonton: 86.492
Wasit: Ma Ning (Tiongkok)[26]

Statistik

[sunting | sunting sumber]

Pencetak gol

[sunting | sunting sumber]

Sebanyak 132 gol telah dicetak pada 51 pertandingan, dengan rata-rata 2,59 gol per pertandingan.

8 gol

6 gol

4 gol

3 gol

2 gol

1 gol

1 gol bunuh diri

Kedisiplinan

[sunting | sunting sumber]

Seorang pemain atau ofisial tim secara otomatis ditangguhkan untuk pertandingan selanjutnya karena pelanggaran berikut:[20]

  • Menerima kartu merah (hukuman kartu merah dapat diperpanjang jika melakukan pelanggaran serius)
  • Menerima dua kartu kuning dalam dua pertandingan yang berbeda; hukuman kartu kuning tidak berlaku setelah berakhirnya babak perempat final (hukuman kartu kuning tidak diteruskan ke pertandingan internasional mendatang)

Berikut pelanggaran yang berakibat penangguhan selama turnamen:

Pemain/
Ofisial tim
PelanggaranPenangguhan
Bahrain Hazza Ali Ditangguhkan oleh AFC karena sampel doping yang positif setelah pertandingan vs. Korea Selatan (laga pertama Grup E; 15 Januari 2024)[a] vs. Yordania (laga ketiga Grup E; 25 Januari 2024)[28]
Tajikistan Amadoni Kamolov Kartu merah pada laga vs. Qatar (laga pertama Grup A; 17 Januari 2024) vs. Lebanon (laga ketiga Grup A; 22 Januari 2024)
Qatar Pedro Miguel Kartu kuning pada laga vs. Lebanon (laga pertama Grup A; 12 Januari 2024)
Kartu kuning pada laga vs. Tajikistan (laga kedua Grup A; 17 Januari 2024)
vs. Tiongkok (laga ketiga Grup A; 22 Januari 2024)
Uni Emirat Arab Khalifa Al Hammadi Kartu merah pada laga vs. Palestina (laga kedua Grup C; 18 Januari 2024) vs. Iran (laga ketiga Grup C; 23 Januari 2024)
Portugal Paulo Bento
(pelatih  Uni Emirat Arab)
Kartu kuning Kartu kuning-merah pada laga vs. Palestina (laga kedua Grup C; 18 Januari 2024) vs. Iran (laga ketiga Grup C; 23 Januari 2024)
Vietnam Lê Phạm Thành Long Kartu kuning Kartu kuning-merah pada laga vs. Indonesia (laga kedua Grup D; 19 Januari 2024) vs. Irak (laga ketiga Grup D; 24 Januari 2024)
Thailand Theerathon Bunmathan Kartu kuning pada laga vs. Kirgizstan (laga pertama Grup F; 16 Januari 2024)
Kartu kuning pada laga vs. Oman (laga kedua Grup F; 21 Januari 2024)
vs. Arab Saudi (laga ketiga Grup F; 25 Januari 2024)
Kirgizstan Ayzar Akmatov Kartu merah pada laga vs. Arab Saudi (laga kedua Grup F; 21 Januari 2024) vs. Oman (laga ketiga Grup F; 25 Januari 2024)
Kirgizstan Kimi Merk Kartu merah pada laga vs. Arab Saudi (laga kedua Grup F; 21 Januari 2024) vs. Oman (laga ketiga Grup F; 25 Januari 2024)
Iran Hossein Kanaani Kartu kuning pada laga vs. Palestina (laga pertama Grup C; 14 Januari 2024)
Kartu kuning pada laga vs. Uni Emirat Arab (laga ketiga Grup C; 23 Januari 2024)
vs. Suriah (babak 16 besar; 31 Januari 2024)
Vietnam Khuất Văn Khang Kartu kuning Kartu kuning-merah pada laga vs. Irak (laga ketiga Grup D; 24 Januari 2024) Penangguhan di luar turnamen karena tim tersingkir dari Piala Asia AFC 2023
Irak Aymen Hussein Kartu kuning Kartu kuning-merah pada laga vs. Yordania (Babak 16 besar; 29 Januari 2024)
Yordania Hamza Al-Dardour Kartu merah pada laga vs. Irak (Babak 16 besar: 29 Januari 2024) vs. Tajikistan (Perempat final; 2 Februari 2024)
Yordania Nizar Al-Rashdan Kartu kuning pada laga vs. Malaysia (laga pertama Grup E; 15 Januari 2024)
Kartu kuning pada laga vs. Irak ( Babak 16 besar; 29 Januari 2024)
Uzbekistan Abdukodir Khusanov Kartu kuning pada laga vs. Suriah (laga pertama Grup B; 13 Januari 2024)
Kartu kuning pada laga vs. Thailand (Babak 16 besar; 30 Januari 2024)
vs. Qatar (Perempat final; 3 Februari 2024)
Iran Mehdi Taremi Kartu kuning Kartu kuning-merah pada laga vs. Suriah (Babak 16 besar; 31 Januari 2024) vs. Jepang (Perempat final; 3 Februari 2024)
Yordania Salem Al-Ajalin
Yordania Ali Olwan
Kartu kuning pada laga vs. Bahrain (laga ketiga Grup E; 25 Januari 2024)
Kartu kuning pada laga vs. Tajikistan (Perempat final; 2 Februari 2024)
vs. Korea Selatan (Semifinal; 6 Februari 2024)
Korea Selatan Kim Min-jae Kartu kuning pada laga vs. Bahrain (laga pertama Grup E; 15 Januari 2024)
Kartu kuning pada laga vs. Australia (Perempat final; 2 Februari 2024)
vs. Yordania (Semifinal; 6 Februari 2024)
Australia Harry Souttar Kartu kuning pada laga vs. Uzbekistan (laga ketiga Grup B; 23 Januari 2024)
Kartu kuning pada laga vs. Korea Selatan (Perempat final; 2 Februari 2024)
Penangguhan di luar turnamen karena tim tersingkir dari Piala Asia AFC 2023
Australia Aiden O'Neill Kartu merah pada laga vs. Korea Selatan (Perempat final; 2 Februari 2024)
Iran Shoja Khalilzadeh Kartu merah pada laga vs. Qatar (Semifinal; 7 Februari 2023)
  1. Pada 24 Januari 2024, Ali ditangguhkan sementara karena tes dopingnya yang positif sambil menunggu keputusan dari Komite Disiplin dan Etik AFC. Skorsing sementaranya dicabut pada 30 Januari 2024.[27]

Penghargaan

[sunting | sunting sumber]

Penghargaan Piala Asia AFC berikut diberikan pada akhir turnamen.

Pemain terbaik Penjaga gawang terbaik Pencetak gol terbanyak Tim fair play
Qatar Akram Afif[29] Qatar Meshaal Barsham[30] Qatar Akram Afif[29]  Qatar

Peringkat umum

[sunting | sunting sumber]
Pos. Tim G Main M S K Poin MG KG SG
1 QatarA761019145+9
2 YordaniaE741213138+5
Tersingkir pada semifinal
3 IranC641113127+5
4 Korea SelatanE623191110+1
Tersingkir pada perempat final
5 UzbekistanB5230973+4
6 AustraliaB53111093+6
7 JepangD53029128+4
8 TajikistanA5122534–1
Tersingkir pada babak 16 besar
9 Arab SaudiF4220852+3
10 Uni Emirat ArabC4121565+1
11 SuriahB41215220
12 IrakD43019107+3
13 ThailandF4121532+1
14 PalestinaC4112467–1
15 BahrainE4202646–2
16 IndonesiaD41033310–7
Tersingkir pada babak grup
17 OmanF3021223–1
18 TiongkokA3021201–1
19 LebanonA3012115–4
20 KirgizstanF3012115–4
21 MalaysiaE3012138–5
22 VietnamD3003048–4
23 Hong KongC3003017–6
24 IndiaB3003006–6

Liputan media

[sunting | sunting sumber]
Jaringan siaran Piala Asia AFC 2023 di Asia
Negara Jaringan siaran Televisi Radio Siaran langsung
Indonesia MNC Media, K-Vision, MNC Vision [31] RCTI, iNews, Soccer Channel MNC Trijaya FM RCTI+, Vision+ dan YouTube Official iNews

    Referensi

    [sunting | sunting sumber]
    1. "AFC Asian Cup China 2023™ competition dates confirmed". the-AFC.com (dalam bahasa Inggris). Asian Football Confederation. 7 Januari 2021. Diakses tanggal 7 Januari 2021.
    2. "Important update on AFC Asian Cup 2023 hosts" (dalam bahasa Inggris). Asian Football Confederation. 14 Mei 2022. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 September 2022. Diakses tanggal 14 Mei 2022.
    3. 1 2 "Qatar to host AFC Asian Cup 2023™; India and Saudi Arabia shortlisted for 2027 edition" (dalam bahasa Inggris). Asian Football Confederation. 17 Oktober 2022. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Oktober 2022. Diakses tanggal 17 Oktober 2022.
    4. "Hosting the AFC Asian Cup in Qatar strengthens the perfect investment of the 2022 World Cup" (dalam bahasa Inggris). 23 Agustus 2020. Diakses tanggal 8 Desember 2022.
    5. "Qatar to stage 2023 Asian Cup, most likely in early 2024". 17 Oktober 2022. Diakses tanggal 8 Desember 2022.
    6. "Qatar Wins 2023 Asian Cup Bid Just Over A Decade After It Last Hosted The Tournament" (dalam bahasa Inggris). 17 Oktober 2022. Diakses tanggal 8 Desember 2022.
    7. "China confirmed as 2023 Asian Cup hosts – AFC". Eurosport (dalam bahasa Inggris). 4 Juni 2019. Diakses tanggal 4 Juni 2019.
    8. "China withdraw as AFC Asian Cup 2023 hosts". ESPN (dalam bahasa Inggris). 14 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
    9. "AFC Seeks New Host for 2023 Asian Cup After China's Withdrawal" (dalam bahasa Inggris). 31 Mei 2022.
    10. "AFC extends AFC Asian Cup 2023 EoI deadline to July 15, 2022". Asian Football Confederation (dalam bahasa Inggris). 28 Juni 2022. Diakses tanggal 28 June 2022.
    11. "Four Expressions of Interest received to host AFC Asian Cup 2023". Asian Football Confederation (dalam bahasa Inggris). 18 Juli 2022. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 September 2022. Diakses tanggal 18 Juli 2022.
    12. "AFC Asian Cup 2023™ hosting rights bid update" (dalam bahasa Inggris). 2 September 2022.
    13. Budiman, Aditya, ed. (15 Oktober 2022). "Dua Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2023, Indonesia Tersingkir". Tempo.co. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Oktober 2022. Diakses tanggal 16 Oktober 2022.
    14. Palmer, Dan (31 Juli 2017). "Hosts Qatar to compete in qualifying for 2022 World Cup". insidethegames.biz. Diakses tanggal 20 Agustus 2017.
    15. "Federacao Futebol Timor-Leste expelled from AFC Asian Cup 2023". the-afc.com. Asian Football Confederation. 20 Januari 2017.
    16. "Road to Qatar 2022: Asian teams discover Round 1 opponents". Asian Football Confederation. 17 April 2019. Diakses tanggal 23 Mei 2019.
    17. "FIFA suspends All India Football Federation". FIFA. Agustus. Diakses tanggal 16 Agustus 2022.
    18. Longstreet, Michael (2023-10-19). "The AFC, or the Asian Football Confederation". barnesonly (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-10-19.
    19. "FIFA World Rankings". FIFA. 6 April 2023.
    20. 1 2 3 "AFC Asian Cup 2023™ Competition Regulations (21 Dec 2023)" (PDF). the-afc.com (dalam bahasa Inggris). AFC. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 12 Januari 2024. Diakses tanggal 13 Januari 2024.
    21. Joey Lynch (20 Desember 2023). "Socceroos' Massimo Luongo retires from international football, will miss Asian Cup". ESPN. Diakses tanggal 20 Desember 2023.
    22. "AFC Asian Cup Qatar 2023™ Stadiums". the-AFC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 5 April 2023.
    23. 1 2 3 "#AsianCup2023 adds world-class Lusail Stadium to elevate fan experience". the-afc. Asian Football Confederation. 21 Agustus 2023. Diakses tanggal 21 Agustus 2023.
    24. 1 2 3 "AFC Competition Operation Manual (Edition 2023)" (PDF). the-afc.com (dalam bahasa Inggris). AFC. hlm. 84. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 7 Desember 2023. Diakses tanggal 13 Januari 2024.
    25. "AFC Competition Operations Manual (Edition 2023)" (PDF). Asian Football Confederation.
    26. "AFC Asian Cup Qatar™ 2023 Match Officials - Final 10 February" (PDF) (dalam bahasa Inggris). Konfederasi Sepak Bola Asia. Diakses tanggal 8 Februari 2024.
    27. "AFC Asian Cup Qatar 2023 - Decisions of the AFC Disciplinary and Ethics Committee" (PDF) (dalam bahasa Inggris). Konfederasi Sepak Bola Asia.
    28. Asian Football Confederation [@AFCMediaTV] (25 Januari 2024). "Start List - AFC Asian Cup 2023 Jordan v Bahrain" (Tweet) (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 28 Januari 2024. Diakses tanggal 28 Januari 2024 via X.
    29. 1 2 "Super Afif named MVP, wins Yili Top Scorer Award". the-afc.com (dalam bahasa Inggris). Konfederasi Sepak Bola Asia. 10 Februari 2024. Diakses tanggal 11 Februari 2024.
    30. "Qatar's Meshaal Barsham named Best Goalkeeper". the-afc.com (dalam bahasa Inggris). Konfederasi Sepak Bola Asia. 10 Februari 2024. Diakses tanggal 11 Februari 2024.
    31. "K-Vision Siarkan Piala Asia 2023 Qatar". 2023-05-12. Diakses tanggal 2023-05-12.

    Pranala luar

    [sunting | sunting sumber]