Eka Ramdani

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Eka Ramdani
Eka Ramdhani.jpg
Informasi pribadi
Nama lengkap Eka Ramdani
Tanggal lahir 18 Juni 1984 (umur 32)
Tempat lahir Purwakarta, Indonesia,
Tinggi 1.65 m (5 ft 5 in)
Informasi klub
Klub saat ini Sriwijaya FC
Nomor 8
Karier junior
1997 – 2003 SSB UNI Bandung
Karier senior*
Tahun Tim Tampil (Gol)
2000 – 2003 Persib Bandung 2 (0)
2003 – 2005 Persijatim Solo (4)
2005 – 2011 Persib Bandung 121 (15)
2011 – 2012 Persisam Putra Samarinda 30 (4)
2012 – 2013 Pelita Bandung Raya 15 (1)
2013 – 2014 Semen Padang 14 (0)
2015 Mitra Kukar(pinjaman) 8
2016 - Sriwijaya FC 1 (0)
Tim nasional
2000 Indonesia U-16
2001 - 2003 Indonesia U-19
2003 - 2004 Indonesia U-20
2004 - 2005 Indonesia U-21
2005 - 2007 Indonesia U-23
2006 - Indonesia 24 (1)
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik dan akurat per 11 Juni 2014.

‡ Penampilan dan gol di tim nasional
akurat per 15 November 2013

Eka Ramdani atau Ebol (lahir di Purwakarta, Jawa Barat, 18 Juni 1984; umur 32 tahun) adalah pemain hasil binaan tim junior Persib Bandung dengan bergabung dengan PS UNI, salah satu klub anggota Persib, pada usia belasan tahun, Eka menjelma menjadi salah satu bakat terbesar yang dimiliki Persib. Eka Ramdani telah menjadi langganan tim nasional Indonesia sejak usia dini. Tercatat Eka pernah memperkuat timnas Indonesia di Pra Piala Asia U-16, Piala ASEAN U-19, Pra Piala Asia U-20, Piala Sultan Brunei U-21, Pra Olimpiade Athena dan SEA Games(U-23), dan juga di timnas senior yang debutnya dilakoni di pertandingan persahabatan dengan Afrika Selatan.

Karier[sunting | sunting sumber]

Eka (atau biasa dipanggil Ebol) mengawali karier sepak bolanya amatirnya di usia yang remaja pada tahun 2000 bersama UNI Bandung yang merupakan salah satu anggota Persib Bandung, tim yang kemudian membesarkan namanya. Pada tahun 2001 itu pula, ia memulai karier sepak bola profesionalnya bersama tim yang merupakan kebanggaannya sejak kecil Persib Bandung. Lalu ia pun sempat pindah ke Persijatim (Persatuan Sepak Bola Jakarta Timur yang kini menjadi Sriwijaya FC) pada tahun 2003 hingga 2004. Lalu kembali memperkuat Persib Bandung pada tahun 2005 sebelum memutuskan untuk hengkang pada akhir tahun 2011. Eka Ramdani memainkan laga ke-100 nya bersama persib di Liga ketika Persib bermain melawan Deltras Sidoarjo pada 30 Mei 2009.

Di Persib Bandung, Eka Ramdani merupakan pemain yang cukup diandalkan dan sempat menjadi ikon bagi tim berjulukan Maung Bandung tersebut. Dengan postur tubuh yang tidak terlalu tinggi, Eka sangat gesit dan memiliki agresivitas tinggi di lapangan hijau. Ia juga memiliki daya jelajah yang baik. Untuk itulah posisi sebagai gelandang sangat cocok untuk seorang Eka Ramdani. Setelah sekian lama membela tim tanah kelahirannya, di penghujung tahun 2011, Eka Ramdani membuat sebuah keputusan yang mengejutkan.

Eka memutuskan untuk hengkang ke Persisam dan meninggalkan Persib di ISL musim 2011/2012. Keputusan ini diambil dengan alasan Eka ingin meniti kariernya sebagai pesepak bola. Ia juga menambahkan bahwa ia pindah ke Persisam bukan karena jumlah nilai kontrak tetapi ia ingin bermain untuk tim yang benar-benar membutuhkan kehadiran seorang Eka Ramdani. Keputusan ini pun sangat mengejutkan bagi para Bobotoh yang tidak menyangka atas kepindahan seorang ikon mereka, dan menganggap keputusan Eka tersebut sebagai penghianatan. Akan tetapi, Ebol tetap pada pendiriannya dan mengemukakan alasan kepindahannya kepada media. Ebol sendiri mengaku berat dan telah memikirkan masak-masak sebelum mengambil keputusan itu.

Tahun 2012 dia ditarik oleh tim Ibu Kota Jabar Pelita Bandung Raya untuk kurun waktu 3 tahun, bersama 3 sahabatnya di Persib yaitu Tema Mursadat, Nova Arianto dan Maman Abdulrahman. Diakhir tahun 2013 di direkrut Semen Padang.

Pada tahun 2015, di gelaran Piala Presiden 2015, klub berjuluk Kabau Sirah itu meminjamkan Eka Ramdani bersama rekannya Hendra Bayauw, Airlangga Sucipto, Saepulloh Maulana, dan Zulchrizal Abdul Gamal ke Mitra Kukar. Bersama Naga Mekes (julukan Mitra Kukar), ia menempati posisi ke-4 setelah di laga perebutan tempat ke-3, timnya dikalahkan Arema Cronus 2-0. Setelah itu, ia tidak pernah tampil lagi di gelaran turnamen setelah kompetisi ISL terhenti. Menjelang kompetisi Indonesia Soccer Championship A 2016, bersama Achmad Hisyam Tolle dan M. Yogi Novrian, ia direkrut Sriwijaya FC dibawah asuhan pelatih Widodo Cahyono Putro.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]