Persib Bandung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Persib Bandung
Logo Persib
Nama lengkap Persatuan Sepak Bola
Indonesia Bandung
Julukan Maung Bandung
Pangeran Biru
Didirikan 14 Maret 1933
Stadion Stadion Si Jalak Harupat
Bandung, Indonesia
(Kapasitas: 25.000)
Direktur Utama Bendera Indonesia Glenn Sugita
Manajer Bendera Indonesia Umuh Muchtar
Pelatih Bendera Indonesia Djajang Nurjaman
Liga Liga Super Indonesia
2014 ke-1, Liga Super Indonesia
Situs web Situs web resmi klub
Kelompok suporter Viking Persib Club, Bobotoh
Kostum kandang
Kostum tandang
Kostum ketiga
Soccerball current event.svg Musim ini

Persib Bandung[sunting | sunting sumber]

Sebelum bernama Persib Bandung, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.

Atot pulalah yang tercatat sebagai Komisaris Daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara, Jakarta.

Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (sekarang Persebaya), MIVB (PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), dan PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.

BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub-klub yang bergabung ke dalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.

Persib kembali masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1934, dan kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali masuk final dan menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas kekalahan atas Persis.

Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang-orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah-olah Persib merupakan perkumpulan "kelas dua". VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan-pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib ketika itu sering dilakukan di pinggiran Bandung, seperti Tegallega dan Ciroyom. Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang di dalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan di pusat kota, UNI dan SIDOLIG.

Persib memenangkan "perang dingin" dan menjadi perkumpulan sepak bola satu-satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung di bawah VBBO seperti UNI dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO (sempat berganti menjadi PSBS sebagai suatu strategi) kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.

Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang, kegiatan persepak bolaan yang dinaungi organisasi dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga di seluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.

Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.

Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar di berbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta. Pada masa itu prajurit-prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta.

Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya. Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda (NICA) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.

Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, dekade 1950-an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953-1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah-pindah sekretariat. Wali Kota Bandung saat itu R. Enoch, membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya R. Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang berada di Jalan Gurame.

Pada masa itu, reputasi Persib sebagai salah satu jawara kompetisi perserikatan mulai dibangun. Selama kompetisi perserikatan, Persib tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1961, 1986, 1990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain itu Persib berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 1950, 1959, 1966, 1983, dan 1985.

Keperkasaan tim Persib yang dikomandoi Robby Darwis pada kompetisi perserikatan terakhir terus berlanjut dengan keberhasilan mereka merengkuh juara Liga Indonesia pertama pada tahun 1995. Persib yang saat itu tidak diperkuat pemain asing berhasil menembus dominasi tim tim eks galatama yang merajai babak penyisihan dan menempatkan tujuh tim di babak delapan besar. Persib akhirnya tampil menjadi juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamso pada menit ke-76.

Sayangnya setelah juara, prestasi Persib cenderung menurun. Puncaknya terjadi saat mereka hampir saja terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003. Beruntung, melalui drama babak playoff, tim berkostum biru-biru ini berhasil bertahan di Divisi Utama.

Sebagai tim yang dikenal baik, Persib juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti Risnandar Soendoro, Nandar Iskandar, Adeng Hudaya, Heri Kiswanto, Ajat Sudrajat, Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia, Robby Darwis, Budiman, Nur'alim, Yaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan dan Eka Ramdani merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib. Sampai saat ini Persib Bandung adalah tim Indonesia yang bisa di bilang paling dibanggakan oleh Indonesia karena prestasi dan kemampuannya.

Stadion dan Mess[sunting | sunting sumber]

Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA)
Stadion Si Jalak Harupat

Hingga saat ini, Persib masih menggunakan Stadion Si Jalak Harupat untuk memainkan laga kandangnya. Setelah sebelumnya memakai Stadion Siliwangi.

Pada Liga Super Indonesia 2008, Persib terpaksa harus meninggalkan Stadion Siliwangi setelah terjadi kerusuhan ketika menjamu Persija Jakarta pada pekan kedua. Ditambah situasi politik yang sedang memanas akibat berlangsungnya Pemilu 2009, Kepolisian Kota Bandung tidak lagi mengeluarkan surat izin menyelenggarakan pertandingan di Stadion Siliwangi bagi Persib. Sebagai alternatif, dipilihlah Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, sebagai "home-base" hingga akhir musim kompetisi.

Berdasarkan permasalahan itulah Pemerintah Kota Bandung berencana membangun sarana olahraga baru, termasuk stadion, di kawasan Gedebage. Stadion itu sendiri, yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada awal 2008, ini diproyeksikan untuk menjadi home-base Persib serta untuk menyelenggarakan SEA Games tahun 2011. Stadion ini juga direncanakan untuk digunakan pada Porprov Jawa Barat 2010. Kontrak stadion yang diberi nama Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) ini diperoleh PT Adhi Karya Tbk dengan nilai Rp495,945 miliar. Sayangnya, hingga detik ini Stadion GBLA masih belum bisa menjadi home base resmi Persib, lantaran akses masuk stadion yang belum siap. Manajemen pun tetap mempertahankan Stadion Si Jalak Harupat sebagai home base dalam melakoni laga-laga resmi.

Untuk lapangan latihan, Persib menggunakan Stadion Persib di Jl. Ahmad Yani. Stadion yang dulunya dikenal dengan nama Stadion Sidolig ini direnovasi sejak tahun lalu. Kini di stadion tersebut terdapat lapangan latihan dengan rumput baru dan trek berlari serta di sampingnya terdapat mess untuk tempat tinggal para pemain dan staff Persib serta untuk kantor. Pada pertengahan bulan Juli, diadakan rencana renovasi tahap kedua, yaitu merenovasi bagian depan stadion yang sekarang ini hanya merupakan ruko-ruko tempat menjual pernak-pernik Persib. Rencana ini menimbulkan kerisauan bagi para pedagang di sekitar Stadion Persib karena mereka tidak akan mendapat penghasilan jika diwajibkan mengosongkan lahan bisnis mereka.

Sejak diresmikan, pernah terjadi kebocoran dan ambruk akibat pipa air yang bocor. Belum lagi masalah rumput lapangan yang mengering. Atap ruang VIP di mess itu sering dipakai. Akhir-akhir ini atap mess juga bocor akibat musim hujan, sehingga menyebabkan licinnya lantai dan terganggunya aktivitas. Letak Stadion Persib yang berada di Jl. Ahmad Yani yang merupakan pusat keramaian juga membuat istirahat para pemain terganggu dan mudahnya para bobotoh untuk masuk ke dalam stadion.

[sunting | sunting sumber]

  • NET.
  • Datsun
  • Indofood
  • Kantor Pos
  • Kopi ABC
  • Corsa
  • Indosat
  • IM3
  • Dompetku
  • NETMARBLE.
  • Salvus
  • FBS
  • Envi
  • Mogu Mogu
  • Bobotoh FM
  • Ade Sport

Apparel[sunting | sunting sumber]

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Salah satu catatan unik dari tim ini adalah ketika menjuarai kompetisi sepak bola Perserikatan yang untuk terakhir kalinya diadakan, yaitu pada tahun 1993/1994. Dalam pertandingan final, Persib yang ditulang-punggungi oleh pemain-pemain seperti Sutiono Lamso dan Robby Darwis mengalahkan PSM Makassar. Kompetisi sepak bola Galatama dan tim-tim Perserikatan di Indonesia kemudian dilebur menjadi Liga Indonesia (LI). Pada laga kompetisi LI pertama tahun 1994/1995, Persib kembali menorehkan catatan sebagai juara setelah pertandingan final mengalahkan Petrokimia Putra Gresik, dimana gol tunggal pada pertandingan tersebut dicetak oleh Sutiono. Persib juga merupakan salah satu klub Indonesia yang berhasil mencapai babak perempat final Liga Champions Asia.

Nasional[sunting | sunting sumber]

Liga[sunting | sunting sumber]

Perserikatan
Juara (5): 1937, 1961, 1986, 1990, 1994
Runner-up (8) : 1933, 1934, 1936, 1950, 1959, 1960, 1982/1983, 1984/1985
Juara (1): 1994–95

Liga Indonesia[sunting | sunting sumber]

  • Tahun 1995, Juara Liga Indonesia
  • Tahun 1996, Penyisihan Grup C, Peringkat 3 Divisi Barat
  • Tahun 1997, Penyisihan Grup B, Peringkat 1 Divisi Tengah
  • Tahun 1998, Semifinalis
  • Tahun 1999, Peringkat 3 Grup B, Wilayah Barat
  • Tahun 2000, Peringkat 8 Wilayah Barat
  • Tahun 2001, 8 Besar Liga Indonesia, Peringkat 3 Divisi Barat
  • Tahun 2002, Peringkat 8 Wilayah Barat
  • Tahun 2003, Peringkat 16 Liga Bank Mandiri
  • Tahun 2004, Peringkat 6 Liga Bank Mandiri
  • Tahun 2005, Peringkat 5 Wilayah Satu
  • Tahun 2006, Peringkat 12 Wilayah Satu
  • Tahun 2007, Peringkat 5 Wilayah Barat, Juara Turnamen Paruh Musim "Laga Bintang" Liga Djarum melawan Peringkat 1 Wilayah Timur

Liga Super Indonesia[sunting | sunting sumber]

Persib Bandung & Prestasi[sunting | sunting sumber]

Liga Nasional[sunting | sunting sumber]

  • Liga Indonesia/Liga Super Indonesia
  • Juara (2): 1995, 2014
  • Runner-Up (0):

Piala Nasional[sunting | sunting sumber]

  • Piala Indonesia
  • Juara (0):
  • Runner-Up (0):
  • Inter Island Cup
  • Runner-Up (1): 2014

Turnamen Nasional[sunting | sunting sumber]

  • Persija Cup
  • Juara (1): 1991
  • Kang Dada Cup
  • Juara (1): 2008
  • Celebes Cup
  • Juara (1): 2012
  • Jusuf Cup
  • Juara (1): 1979
  • Juara Cup
  • Juara (1): 1957
  • Piala Utama
  • Juara (1): 1992
  • Piala Walikota Padang
  • Juara (1): 2015

Internasional[sunting | sunting sumber]

  • Pesta Sukan (Sultan Brunei Cup)
  • Juara (1): 1986
  • Liga Champions Asia
  • Perempatfinal (1): 1995

==
Jadwal dan Hasil pertandingan Persib Bandung ==

Piala Walikota Padang 2015 4 Jan 2015, Persib vs PSP Padang 3-0 (Maycon ’55, Tony ’59, Tantan ’75) 6 Jan 2015, Pusamania Borneo FC vs Persib 0-3 (Atep ’38, Tantan ’54, ’89) 8 Jan 2015, Persib vs Persiba Balikpapan 2-0 (Maycon (Pen) ’30, Konate ’33)

Persahabatan 11 Jan 2015, Persib vs Felda United 3-1 (Konate ’3, Tantan ’42, Yandi ’62; Makeche ’55) 21 Jan 2015, Persib vs Kuningan FC 3-0 (Maycon ’16, Dias ’40, Konate (Pen) ’68) 24 Jan 2015, PSGC vs Persib 1-3 (Dimas Galih ’77; Atep ’54, Konate ’58 (Pen), ’61) 03 Mar 2015, Bali United vs Persib Bandung 0-1 (Tantan ’61)

Turnamen Segitiga Ciamis 22 Mar 2015, Persebaya vs Persib 24 Mar 2015, PSGC vs Persib

Asian Champions League 2015, Kualifikasi 2 10 Feb 2015, Hanoi TT (Vietnam) vs Persib 4-0 (Marronkle ’33(pen),’57, Samson ’46, ’71)

Grup H, AFC Cup 2015 25 Feb 2015, Persib vs New Radiant (Maladewa) 4-1 (Jufriyanto ’15, Konate ’42, Atep ’45, Yandi ’90; Ashad ’60) 11 Mar 2015, Ayeyawady United (Myanmar) vs Persib 1-1 (Fonseca ’58; Atep ’45) 18 Mar 2015, Persib vs Lao FC (Laos) 1-0 (Atep ’20) 15 Apr 2015, Lao FC vs Persib 29 Apr 2015, New Radiant vs Persib 13 Mei 2015, Persib vs Ayeyawady United

Indonesia Super League ( ISL )

Sab, 04 Apr 2015, Persib vs Semen Padang, 15:30 Sel, 07 Apr 2015, Persib vs PBR, 15:30 Min, 19 Apr 2015, PSM vs Persib, 15:30 Rab, 22 Apr 2015, Persiba vs Persib, 15:30 Min, 03 Mei 2015, Sriwijaya FC vs Persib, 15:30 Min, 10 Mei 2015, Persib vs Persebaya, 15:30 Min, 17 Mei 2015, Persib vs Gresik United, 15:30 Jum, 19 Jun 2015, Perseru vs Persib, 19:00 Sel, 23 Jun 2015, Persipura vs Persib, 19:00 Sab, 27 Jun 2015, Persib vs Bali Pusam, 21:00 Rab, 01 Jul 2015, Persib vs Persiram, 21:00 Min, 05 Jul 2015, Persela vs Persib, 21:00 Kam, 09 Jul 2015, Arema vs Persib, 21:00 Sab, 25 Jul 2015, Persib vs Persija, 15:30 Rab, 29 Jul 2015, Persib vs Barito Putra, 15:30 Sen, 03 Agu 2015, Borneo FC vs Persib, 19:00 Jum, 07 Agu 2015, Mitra Kukar vs Persib, 15:30

Skuat Persib Bandung[sunting | sunting sumber]

(per 4 April 2015)

  1. {| class="wikitable sortable"

|- ! style="background:Blue; color:white;" scope="col"|No. ! style="background:Blue; color:white;" scope="col"|Posisi ! style="background:Blue; color:white;" scope="col"|Pemain ! style="background:Blue; color:white;" scope="col"|Negara |- ! style="background:Blue; color:white;" colspan=4 |Kiper |-

|- class="vcard agent" | style="text-align: center" | 1 | style="text-align: left" | Kiper | M. Natshir Mahbuby     | style="text-align: left" |  Indonesia

|- class="vcard agent" | style="text-align: center" | 12 | style="text-align: left" | Kiper | Shahar Ginanjar     | style="text-align: left" |  Indonesia

|- class="vcard agent" | style="text-align: center" | 78 | style="text-align: left" | Kiper | I Made Wirawan     | style="text-align: left" |  Indonesia |- ! style="background:Blue; color:white;" colspan=4 |Bek |-

|- class="vcard agent" | style="text-align: center" | 3 | style="text-align: left" | Bek | Vladimir Vujović     | style="text-align: left" |  Montenegro

|- class="vcard agent" | style="text-align: center" | 4 | style="text-align: left" | Bek | Dias Angga Putra     | style="text-align: left" |  Indonesia

|- class="vcard agent" | style="text-align: center" | 6 | style="text-align: left" | Bek | Tony Sucipto     | style="text-align: left" |  Indonesia

|- class="vcard agent" | style="text-align: center" | 13 | style="text-align: left" | Bek | Muhammad Agung Pribadi     | style="text-align: left" |  Indonesia

|- class="vcard agent" | style="text-align: center" | 16 | style="text-align: left" | Bek | Achmad Jufriyanto     | style="text-align: left" |  Indonesia

|- class="vcard agent" | style="text-align: center" | 18 | style="text-align: left" | Bek | Jajang Sukmara     | style="text-align: left" |  Indonesia

|- class="vcard agent" | style="text-align: center" | 22 | style="text-align: left" | Bek | Supardi Nasir (3rd Captain)    | style="text-align: left" |  Indonesia

|- class="vcard agent" | style="text-align: center" | 28 | style="text-align: left" | Bek | Abdul Rahman     | style="text-align: left" |  Indonesia |- ! style="background:Blue; color:white;" colspan=4 |Gelandang |-

|- class="vcard agent" | style="text-align: center" | 7 | style="text-align: left" | Gelandang | Atep Rizal (Vice-Captain)    | style="text-align: left" |  Indonesia

|- class="vcard agent" | style="text-align: center" | 8 | style="text-align: left" | Gelandang | Muhammad Taufiq     | style="text-align: left" |  Indonesia

|- class="vcard agent" | style="text-align: center" | 10 | style="text-align: left" | Gelandang | Makan Konaté     | style="text-align: left" |  Mali

|- class="vcard agent" | style="text-align: center" | 11 | style="text-align: left" | Gelandang | Dedi Kusnandar     | style="text-align: left" |  Indonesia

|- class="vcard agent" | style="text-align: center" | 15 | style="text-align: left" | Gelandang | Firman Utina (Captain)    | style="text-align: left" |  Indonesia

|- class="vcard agent" | style="text-align: center" | 23 | style="text-align: left" | Gelandang | Muhammad Ridwan     | style="text-align: left" |  Indonesia

|- class="vcard agent" | style="text-align: center" | 24 | style="text-align: left" | Gelandang | Hariono     | style="text-align: left" |  Indonesia |- ! style="background:blue; color:white;" colspan=4 |Striker |-

|- class="vcard agent" | style="text-align: center" | 17 | style="text-align: left" | Penyerang | Rudiyana     | style="text-align: left" |  Indonesia

|- class="vcard agent" | style="text-align: center" | 82 | style="text-align: left" | Penyerang | Tantan Dzalikha     | style="text-align: left" |  Indonesia

|- class="vcard agent" | style="text-align: center" | 87 | style="text-align: left" | Penyerang | Ilija Spasojević     | style="text-align: left" |  Montenegro |}

Transfer 2014-2015[sunting | sunting sumber]

Masuk[sunting | sunting sumber]

Keluar[sunting | sunting sumber]

Staff kepelatihan[sunting | sunting sumber]

Posisi Nama
Manajer H. Umuh Muchtar
Assisten manajer Deddy Firmansyah
Direktur Teknik Indra Tohir
Pelatih Utama Djajang Nurjaman
Pelatih Khusus AFC Emral Abus
Asisten Pelatih Herrie Setyawan dan Anwar Sanusi
Pelatih Kiper Anwar Sanusi
Pelatih Fisik Yaya Sunarya
Pelatih U-21 Mustika Hadi
Manajer U-18 Edi Djukardi
Pelatih U-18 Asep Sumantri
Manajer U-15 Sigit Iskandar
Pelatih U-15 Anggi Prasetya
Dokter Tim Mohammad Raffi Ghani
Fisioterapi Sigit Pramudya

Kepengurusan[sunting | sunting sumber]

Badan hukum[sunting | sunting sumber]

PT Persib Bandung Bermartabat

Posisi Nama
Direktur Utama Glenn Sagita
Manajer H. Umuh Muchtar
Assistant manajer Deddy Firmansyah
Direktur Keuangan Merdi Hazizi
Direktur Marketing dan Development Veby Permadi
Direktur Pengembangan Ari D. Sutedi
Komisaris Utama Zainuri Hasyim
Komisaris Kuswara S. Taryono
Wakil Komisaris Utama Pieter Tanuri

Suporter[sunting | sunting sumber]

Persib Bandung memiliki penggemar fanatik yang menyebar di seantero provinsi Jawa Barat dan Banten, bahkan hampir di seluruh wilayah Indonesia, mengingat catatan historis sebagai tim kebanggaan dari ibu kota provinsi Jawa Barat. Penggemar Persib menamakan diri sebagai Bobotoh. Pada era Liga Indonesia, Bobotoh kemudian mengorganisasikan diri dalam beberapa kelompok pecinta Persib seperti Viking Persib Club, Bomber (Bobotoh Maung Bersatu), Flowers City Casuals, Ultras Persib.

Suporter Persib memiliki hubungan yang sangat kelam dengan kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania. Sudah banyak peristiwa maupun insiden-insiden yang terjadi akibat permusuhan abadi dua suporter garis keras ini. Bahkan pihak kepolisian maupun PSSI dan PT Liga Indonesia pun sudah berulangkali meminta Viking dan The Jak untuk berdamai. Namun, sama sekali tak ada titik terang untuk mendamaikan mereka.

Pada saat Persib dan Persija bertemu, biasanya pihak Polda Metro Jaya (bila pertandingan akan dilaksanakan di Gelora Bung Karno) dan pihak Polwiltabes Bandung (bila pertandingan akan berlangsung di Stadion Siliwangi atau di Stadion Si Jalak Harupat) akan berpikir dua kali untuk mengeluarkan izin pertandingan tersebut karena begitu besarnya potensi terjadinya kerusuhan antara suporter kedua tim.

Pada 22 Juni 2013, ketika Persib akan melakoni pertandingan tandang melawan Persija Jakarta di SUGBK, tiba-tiba bus yang mengangkut rombongan pemain dan ofisial diserang oleh oknum yang diduga adalah supporter lawan (The Jakmania) dan serangan itu adalah efek dari serangan suporter Persib kepada pemain dan ofisial Persija pada pertandingan sebelumnya. Sampai pada akhirnya pertandingan "El Classico" Indonesia tersebut ditunda sampai tanggal 28 Agustus 2013.

Daftar pelatih dan pemain asing[sunting | sunting sumber]

Pelatih Liga Indonesia[sunting | sunting sumber]

Berikut daftar pelatih Persib sejak musim kompetisi 1994/1995:

Tahun Pelatih
1994/1995 Bendera Indonesia Indra Thohir
1995/1996 Bendera Indonesia Risnandar Soendoro
1996/1997 Bendera Indonesia Nandar Iskandar
1997/1998 Bendera Indonesia Nandar Iskandar
1998/1999 Bendera Indonesia M. Suryamin
1999/2000 Bendera Indonesia M. Suryamin
Bendera Indonesia Indra Thohir
2000/2001 Bendera Indonesia Indra Thohir
2001/2002 Bendera Indonesia Deny Syamsudin
2003/2004 Bendera Polandia Marek Andrzej Sledzianowski
Bendera Indonesia Bambang Sukowiyono & Iwan Sunarya (caretaker)
Bendera Chili Juan Antonio Paez
2004/2005 Bendera Chili Juan Antonio Paez
2005/2006 Bendera Indonesia Indra Thohir
2006/2007 Bendera Indonesia Risnandar Soendoro
Bendera Indonesia Djadjang Nurdjaman & Dedi Sutendi (caretaker)
Bendera Moldova Arcan Iurie Anatolievichi
2007/2008 Bendera Moldova Arcan Iurie Anatolievichi
Bendera Indonesia Djajang Nurjaman & Robby Darwis (caretaker)
2008/2009 Bendera Indonesia Jaya Hartono
2009/2010 Bendera Indonesia Jaya Hartono
Bendera Indonesia Robby Darwis(caretaker)
2010/2011 Bendera Perancis Daniel Darko Jankovic
Bendera Serbia Jovo Cuckovic
Bendera Indonesia Daniel Roekito
2011/2012 Bendera Kroasia Drago Mamic
Bendera Indonesia Robby Darwis (caretaker)
2012/- Bendera Indonesia Djajang Nurjaman

Daftar pemain legendaris[sunting | sunting sumber]

Daftar pemain asing[sunting | sunting sumber]

Berikut daftar pemain asing yang pernah bermain untuk Persib. Nama yang tercetak tebal masih memperkuat Persib.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]