Persik Kediri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Persik Kediri
Logo Persik
Nama lengkapPersatuan Sepak Bola Indonesia Kediri
JulukanMacan Putih
Berdiri1950
StadionBrawijaya, Jawa Timur
(Kapasitas: 20.000)
PemilikPT. Kediri Djajati Perkasa
CEOAbdul Hakim Bafagih
ManajerBenny Kurniawan
PelatihJoko Susilo
LigaLiga 1
Liga 2 2019Juara
(promosi ke Liga 1)
Kostum Kandang
Kostum Tandang
Kostum Ketiga
Soccerball current event.svg Musim ini

Persatuan Sepak Bola Indonesia Kediri (disingkat Persik) merupakan klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Kota Kediri, Jawa Timur. Tim ini mempunyai kandang di Stadion Brawijaya dan dijuluki Macan Putih. Persik Kediri mulai bermain di Divisi Utama Liga Indonesia pada tahun 2003. Klub ini didirikan Pada tanggal 19 Mei 1950.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Dalam catatan kearsipan pengurus, Persatuan Sepak bola Indonesia Kediri "PERSIK" berdiri pada tahun 1950, pada tanggal 19 Mei. Sebagai pendiri adalah Bupati Kediri saat itu, R Muhammad Machin. Karena saat itu Kediri masih berupa kabupaten, tidak ada pemisahan wilayah seperti sekarang, kabupaten dan kota. Dibantu Kusni dan Liem Giok Djie, yang dilakukan R Muhammad Machin pertama kali adalah merancang bendera tim yang tersusun dari dua warna berbeda. Bagian atas berwarna merah dan bawahnya hitam dengan tulisan "PERSIK" di tengah-tengah dua warna berbeda itu. Sebagai tim perserikatan yang terdaftar di PSSI, "PERSIK" memiliki beberapa klub anggota, diantaranya PSAD, POP, Dhoho, Radio, dan Indonesia Muda (IM). Dalam tiga dekade (1960 hingga 1990-an) prestasi "PERSIK" belumlah menonjol bahkan di tingkat nasional pun masih kalah dibandingkan dengan “saudara mudanya” Persedikab Kabupaten Kediri yang pada era 1990-an tercatat dua kali mengikuti kompetisi Ligina. Namun sejak ditangani Wali Kota Kediri Drs. H. A. Maschut, "PERSIK" menunjukkan perubahan. Mengawali debutnya di pentas nasional, "PERSIK" merekrut mantan pelatih Tim Nasional PSSI Pra Piala Dunia (PPD) 1986, Sinyo Aliandoe, untuk menangani klub kebanggaan warga Kota Kediri itu dalam Kompetisi Divisi I periode 2000-2001. Di bawah tangan dingin Om Sinyo itulah, para pemain "PERSIK" yang merupakan pemain-pemain dari Kediri dan sekitarnya itu mulai diperkenalkan dengan sistem sepak bola modern. Namun hanya dalam waktu satu tahun Om Sinyo berlabuh di Kota Kediri . Setelah itu "PERSIK" pun resmi ditangani mantan pemain Timnas PSSI, Jaya Hartono, yang sebelumnya hanyalah asisten Om Sinyo.

Sementara untuk semua urusan baik di dalam maupun di luar stadion, Drs. H. A. Maschut meminta bantuan putra menantunya, Iwan Budianto, yang beberapa tahun sebelumnya menangani Arema Malang. Di tangan Iwan-Jaya itulah, tim berjuluk “Macan Putih” itu unjuk gigi dengan berhasil menyabet gelar JUARA Kompetisi Divisi I PSSI tahun 2002. Gelar tersebut sekaligus mengantarkan tim kebanggaan warga Kota Kediri itu “naik kelas” sebagai kontestan Divisi Utama dalam Ligina untuk musim kompetisi IX/2003.

Sejak kompetisi itu digelar pada bulan Januari 2003, "PERSIK" sudah mengklaim dirinya sebagai tim dari daerah yang tak sekadar “numpang lewat”. Tekad itu terpatri di dalam lubuk sanubari para pemain, sehingga dengan usaha keras dan penuh dramatis, "PERSIK" mampu mencuri perhatian publik bola di Tanah Air setelah berhasil memboyong Piala Presiden setelah mengukuhkan dirinya sebagai Juara kompetisi Devisi Utama Ligina IX Tahun 2003.

"PERSIK" mampu memupuskan harapan tim-tim besar, seperti PSM Makassar, Persija Jakarta, dan Persita Tangerang yang saat itu sangat berambisi menjadi kampiun dalam kompetisi paling bergengsi di Jagad Nusantara ini. Piala Presiden itu kembali berlabuh di Kota Kediri setelah "PERSIK" berhasil lagi menjadi Juara kompetisi Divisi Utama Ligina XII Tahun 2006 setelah menyudahi perlawanan sengit PSIS Semarang dengan skor 1-0 di partai final yang digelar di Stadion Manahan Solo,

'Dipandang Sebelah Mata'

Untuk mendapatkan prestasi seperti itu tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. "PERSIK" yang awalnya dipandang sebelah mata berubah menjadi tim yang lapar akan kemenangan. Ini bisa dilihat di awal-awal kompetisi LBM IX berjalan, "PERSIK" terseok-seok bahkan pernah menduduki peringkat ke-13 klasemen sementara.

Perlahan tetapi pasti, kemenangan demi kemenangan diraihnya hingga pada putaran pertama "PERSIK" sempat menempati puncak klasemen sementara. Dan di putaran kedua prestasi "PERSIK" semakin stabil hingga kompetisi berakhir "PERSIK" sukses menjadi JUARA.

Dengan diperkuat tiga legiun asing asal Cile, yakni Fernando, Juan Carlos dan Alejandro Bernald, pada tahun 2002 "PERSIK" menorehkan tinta emas setelah berhasil menyabet Juara Divisi I PSSI, di mana pertandingan empat besarnya diselenggarakan di Manado. Prestasi itu memastikan "PERSIK" masuk Divisi Utama Ligina IX/2003. Namun sebelum ikut kompetisi paling bergengsi di Tanah Air itu, "PERSIK" mencatat prestasi gemilang setelah sukses merengkuh gelar Juara Piala Gubernur Jatim I/2004 di Stadio 10 November Surabaya . "PERSIK" kembali menjadi Yang Terbaik pada Piala Gubernur III/2005 di Gelora Delta Sidoarjo setelah menyudahi perlawanan tim debutan Persekabpas Kabupaten Pasuruan. September 2006 lalu.

Tangan Dingin Di Balik Persik

Prestasi demi prestasi yang ditorehkan "PERSIK", tak bisa lepas dari perjuangan dan kegigihan beberapa tokoh sepak bola Kota Kediri. Sejak tahun 1999 Wali Kota Drs H.A. Maschut memegang jabatan sebagai Ketua Umum. Ia dibantu J.V. Antonius Rahman yang saat itu menjabat Ketua DPRD Kota Kediri sebagai Ketua Harian Persik dan tokoh sepak bola, Alm. Barnadi sebagai Sekretaris Umum.

Namun tak bisa dilupakan pula perjuangan Iwan Budianto sebagai manajer tim untuk mengangkat citra Kota Kediri di bidang sepak bola bersama Eko Soebekti dan Suryadi, masing-masing menempati posisi asisten manajer operasional dan asisten manajer keuangan.

Untuk aristek di lapangan baik pengurus maupun manajemen saat itu mengangkat mantan pemain Niac Mitra Surabaya, Jaya Hartono dibantu mantan pemain Arema Malang, Mecky Tata bertindak selaku asisten pelatih. Nama Iwan Budianto dan Jaya Hartono sudah cukup lama dikenal oleh publik bola di tanah air. Sebelum bergabung dengan "PERSIK", Iwan Budianto pernah menjadi manajer tim Arema Malang pada Ligina V 1998/1999. Saat itu Arema menempati peringkat ketiga grup tengah II.

Sementara Jaya Hartono sudah tidak asing lagi. Selain malang melintang sebagai pemain di beberapa klub Galatama mulai dari Niac Mitra, Petrokimia Putra, BPD Jateng, Assyabaab Salim Group Surabaya, PKT Bontang hingga kariernya di timnas PSSI selama sepuluh tahun mulai 1986 sampai 1996. Sebagai orang yang bertangan dingin Jaya Hartono membawa "PERSIK" sebagai Juara Ligina IX/2003. Namun sayang Jaya Hartono tahun 2006 meninggalkan PERSIK Kediri dan digantikan Daniel Roekito hingga tahun 2007. Meski hanya dua tahun membesut Daniel Roekito juga menorehkan sejarah bagi "PERSIK" yakni membawa "PERSIK" Juara Ligina XII/2006.

Menghadapi Super Liga "PERSIK" mencoba pelatih asing asal Muldova yang cukup dikenal yakni Arcan Iurie (mantan pelatih Persib Bandung dan Persija) itupun hanya setengah kompetisi, selanjutnya "PERSIK" dibawah kendali Aji Santoso hingga akhir ISL 2008 dan menjadikan "PERSIK" dalam 5 besar (peringkat 4 ISL 2008). Memasuki ISL 2009/2010 "PERSIK" diarsiteki oleh Gusnul Yakin seiring pergantian Ketua Umum yang baru yang menggantikan Drs. H. A. Maschut kepada Dr Samsul Ashar Sp.PD yang juga wali kota terpilih dalam Pilkada 2008 lalu.

Degradasi ke kasta ke dua

Sejak dibawah kepemimpinan Dr.H Samsul Ashar, "PERSIK" terus mengalami penurunan prestasi hingga terdegradasi ke divisi utama pada akhir kompetisi Liga Super 2009-2010 hingga akhir kompetisi divisi utama tahun 2013 "PERSIK" baru bisa Promosi kembali ke Liga Super dengan menempati peringkat 3 klasemen divisi utama.

Untuk pertandingan kandang "PERSIK" menggunakan Stadion Brawijaya Kediri yang berkapasitas sekitar 20 ribu orang. Sementara untuk kegiatan manajerial "PERSIK" dipusatkan di sekretariat Persik di Jl. Diponegoro No. 7, Kediri. No. telp. dan faksimilinya adalah 0354-686690.

Home Ground[sunting | sunting sumber]

Stadion Brawijaya adalah kandang bagi Persik Kediri. Terletak tengah Kota Kediri, Jawa Timur. Stadion ini dibangun pada tahun 1983, dan mengalami pembenahan pada tahun 2000. Stadion Brawijaya memiliki kapasitas 20.000 tempat duduk. Stadion Brawijaya merupakan kebanggaan masyarakat Kediri karena di stadiun inilah Persik Kediri menjamu lawan-lawannya. Stadion ini berkapasitas 20.000 penonton, dibangun pada tahun 1983.

Pendukung[sunting | sunting sumber]

Persik didukung suporternya yang fanatik dan militan yaitu Persikmania yang terbentuk pada bulan Februari 2001. Namun banyak juga bermunculan Persikmania dari generasi berikutnya dan kemudian membuat kelompok sendiri seperti Brigata Cyberxtreme yang biasa menempati tribun utara. Selain itu ada juga yang menamai kelompoknya Militan Persik dan Gerakan Cinta Persik (GCP) yang biasa menempati tribun timur namun tetap dalam yel yelnya mereka masih menyebut dirinya Persikmania.

Didiskualifikasi dari peserta ISL 2015[sunting | sunting sumber]

Pada 12 Desember 2014, Persik Kediri didiskualifikasi dari peserta LSI 2015 karena dinilai tidak memenuhi persyaratan baik dari segi keuangan dan infrastruktur bersama dengan Persiwa Wamena selama proses verifikasi pada bulan Desember 2014. Dan harus kembali bermain di Divisi Utama LI 2015. Tahun 2016 Dentama Ardiratna mencoba menghidupkan kembali Persik Kediri dengan serangkaian laga ujicoba.

Rekor musim ke musim[sunting | sunting sumber]

Musim Liga Piala IIC Asia Topskor tim
Komp. Main M S K GM GK Poin Pos Nama Gol
2016 ISC B (6) 10 8 2 0 20 5 26 1 ISC B Tidak ikut Tidak ikut
Juara Peringkat kedua Promosi Degradasi

Pemain[sunting | sunting sumber]

Untuk 9 Maret 2020.

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Pemain
3 Bendera Indonesia DF Dany Saputra
4 Bendera Indonesia MF Sackie Teah Doe
5 Bendera Australia DF Ante Bakmaz
6 Bendera Indonesia MF Krisna Bayu Otto
8 Bendera Indonesia DF Vava Mario Yagalo
10 Bendera Indonesia FW Septian Bagaskara
11 Bendera Indonesia MF Adi Eko Jayanto
13 Bendera Indonesia MF Faris Aditama (captain)
14 Bendera Serbia FW Nikola Ašćerić
16 Bendera Indonesia GK Dimas Galih Pratama
17 Bendera Indonesia FW Antony Nugroho
19 Bendera Indonesia MF Reksa Maulana (on loan from Bhayangkara)
20 Bendera Indonesia DF Munhar
21 Bendera Indonesia MF M. Jordan Zamorano
No. Pos. Pemain
22 Bendera Indonesia DF Ibrahim Sanjaya
27 Bendera Indonesia FW Ronaldo Wanma
28 Bendera Indonesia DF Andri Ibo
29 Bendera Brasil DF Jefferson Alves Oliveira
31 Bendera Indonesia DF Yusuf Meilana
32 Bendera Argentina MF Gaspar Vega
33 Bendera Indonesia GK Dian Agus Prasetyo
42 Bendera Indonesia DF Arif Setiawan (on loan from Bhayangkara)
45 Bendera Indonesia MF Eka Sama Adi Prasetya
47 Bendera Indonesia GK Junaidi Bachtiar
70 Bendera Indonesia MF Paulo Sitanggang
71 Bendera Indonesia GK Fajar Setya Jaya
93 Bendera Indonesia MF Galih Akbar

Mantan pemain terkenal[sunting | sunting sumber]

Daftar Top Skorer[sunting | sunting sumber]

Tahun Pemain Peran Gol
2005–2008 Bendera Indonesia Cristian Gonzáles 106 100
2003–2004 Bendera Nigeria Bamidelle Frank Bob Manuel 34
2003–2008 Bendera Indonesia Musikan 31
2008–2010 Bendera Indonesia Saktiawan Sinaga 26 23
2005-2009 Bendera Indonesia Budi Sudarsono 69 20
2007-2009 Bendera Uruguay Ronald Fagundez 112 12
2009–2010 Bendera Indonesia Yongki Aribowo 29 9
2006-2008 Bendera Nigeria Danilo Fernando 7
2004-2005 Bendera Nigeria Ekene Ikenwa 17 7
2009–2010 Bendera Republik Rakyat Tiongkok Zhang Shuo 10 3
2008-2011 Bendera Indonesia Legimin Raharjo 29 1
2009-2011 Bendera Turkmenistan Mekan Nasyrov 33 1
2012- Bendera Liberia Oliver Makor 14 18
Bendera Indonesia Wawan Widiantoro 55 3
2018 Bendera Indonesia Septian Satria Bagaskara 28


Prestasi di Liga Indonesia[sunting | sunting sumber]

Kompetisi Asia[sunting | sunting sumber]

2 kali penyertaan

Musim Kompetisi Babak Klub Kandang Tandang
2004 Liga Champions AFC Group Bendera Korea Selatan Seongnam Ilhwa Chunma 1-2 15-0
Group Bendera Jepang Yokohama F. Marinos 1-4 4-0
Group Bendera Vietnam Bình Ðịnh F.C. 1-0 2-2
2007 Liga Champions AFC Group Bendera Jepang Urawa Red Diamonds 3-3 3-0
Group Bendera Republik Rakyat Tiongkok Shanghai Shenhua F.C. 1-0 6-0
Group Bendera Australia Sydney FC 2-1 3-0

Prestasi lain[sunting | sunting sumber]

  • Juara Piala Gubenur Jawa Timur I 2002
  • Juara Piala Gubenur Jawa Timur III 2004
  • Juara Piala Gubenur Jawa Timur V 2006
  • Juara Piala Gubenur Jawa Timur VI 2008
  • Juara Piala Gubenur Jawa Timur 2014
  • Juara Ketiga Piala Indonesia 2010
  • Runner Up Piala Bangyos 2005
  • Tim Fairplay, Pemain Terbaik, Top Skor Liga 3 2018

Ranking Asia

Per 15 February 2020..[1]
Ranking Negara Klub
253 Bendera Thailand Ubon United
254 Bendera Vietnam Becamex Bình Dương
255 Bendera Indonesia Persik
256 Bendera Qatar Al-Markhiya
256 Bendera Uzbekistan Neftchi Fergana

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Persik (Kediri)". Diakses tanggal 15 February 2020. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]