PS Barito Putera

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
PS Barito Putera
Barito Putera logo.png
Nama lengkapPersatuan Sepak Bola Barito Putera
JulukanLaskar Antasari
Bakantan Hamuk
Berdiri21 April 1988; 32 tahun lalu (1988-04-21)
StadionStadion 17 Mei
(Kapasitas: 15,000)
PemilikPT Putera Barito Berbakti
ManajerMundari Karya
PelatihDjadjang Nurdjaman
LigaLiga 1
2019Peringkat 13
Situs webSitus web resmi klub
Kostum Kandang
Kostum Tandang
Kostum Ketiga
Soccerball current event.svg Musim ini

PS Barito Putera (singkatan dari: Persatuan Sepak Bola Barito Putera) adalah klub sepak bola Indonesia berbasis di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang bermain di Liga 1 sejak musim 2013.

Barito Putera didirikan pada tahun 1988 dan bermarkas di Stadion 17 Mei Banjarmasin.

Klub sekota Barito Putera adalah Peseban Banjarmasin yang berlaga di Liga 3 dan klub kota tetangga Martapura FC yang berlaga di Liga 2.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Masa Awal[sunting | sunting sumber]

Barito Putera dibentuk dengan harapan memajukan sepak bola Kalimantan Selatan. Lahir dari inisiatif H. Abdussamad Sulaiman HB, yang saat itu sedang mempertaruhkan nyawa di RS Pondok Indah Jakarta karena dihadapkan pada operasi besar.

Kerangka awal tim berasal dari Persinus Banjarmasin, klub amatir asal Kalimantan Selatan yang juga didirikan oleh Abdussamad pada tahun 1975, dan dari tim persiapan PON Kalimantan Selatan tahun 1988, seperti Radiani, Tarmizi (Barabai), Masransyah (Rantau), Abdillah, Sultan (Martapura), dua bersaudara M. Yusuf dan M. Riduan, Sir Yusuf Huwae, Enong Noordiansyah, dan Marjono (Banjarmasin). M. Yusuf ditunjuk menjadi kapten pertama Barito.

Karena ingin berbicara banyak di Kompetisi Galatama Barito Putera mendatangkan pemain-pemain Nasional seperti Agus Salim, Muchtar, dan Abunawas dari Ujung Pandang, kemudian dari Jawa Barat didatangkan M. Yunus, Nadir Salasa dari Surabaya, Sugiarto dari Malang dan Priyo Haryadi dari Jakarta. Awal berdirinya langsung mengikuti Galatama, dengan manajer M Hatta dan pelatih Andi Lala.

Pada Kompetisi Galatama 1988, Barito hanya dapat bertengger di urutan 18. Barito kalah bersaing dengan tim - tim besar yang sudah matang sebelumnya semacam Kramayudha Tiga Berlian, Pelita Jaya, Makassar Utama, Niac Mitra dan Arema Malang[1].

Era Ligina[sunting | sunting sumber]

Pada edisi pertama Ligina 1, merupakan musim yang tak bisa dilupakan, Barito Putera yang saat itu dimanejeri H. Rahmadi HAS sukses ke semifinal Ligina I. Sayang mereka tumbang di semifinal kala berhadapan dengan Persib Bandung 0-1 di Senayan. Kekalahan yang disebut oleh media-media nasional sebagai keberhasilan yang dirampok, karena kekalahan tersebut disinyalir sudah diskenariokan. Namun sepulangnya dari Senayan, Barito disambut bak Pahlawan, manusia menyemut dari Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru ke arah Banjarmasin sepanjang 30 km dengan kostum merah kebanggan Barito Putera pada waktu itu.[2]

Soccer Field Transparant.svg

Indonesia
Saiman
Indonesia
Heriansyah
Indonesia
Roni
Indonesia
Dasrul
Liga Dunhill Edisi 1 starting lineup semifinal Barito 0 – 1 Persib [3]

Pada tahun 1996, Daniel Roekito digantikan oleh pelatih asal Bulgaria Aleksandar Sasho, pelatih asing pertama mereka. Pada tahun 1997 Maryoto bergabung lagi ke Barito menggantikan Sasho, Maryoto dan Sasho menjadi duet Barito.

Antara 1999 dan 2002, Rudy William Keltjes dan Tumpak Sihite melatih Barito. Di periode ini prestasi Barito seakan jalan ditempat dan menjadi tim medioker Liga Indonesia.

Barito Terpuruk[sunting | sunting sumber]

Meskipun dilatih oleh Frans Sinatra Huwae, karena masalah keuangan, Barito Putera diturunkan ke Divisi I Liga Indonesia pada tahun 2003. Krisis mereka berlanjut dan mereka terdegradasi ke Divisi II Liga Indonesia pada tahun 2004, meskipun telah mengganti pelatih mereka ke Gusti Gazali. Ada rumor bahwa klub itu bangkrut, namun kemudian ditepis oleh manajer Hasnuriyadi. Zainal Hadi HAS kemudian diangkat sebagai manajer dan ia menunjuk Salahudin sebagai pelatih. Akhirnya pada tahun 2008, mereka memenangkan Divisi II Liga Indonesia, dan promosi ke Liga Indonesia Divisi I.

Pada tahun 2010, Barito finish di posisi delapan dan dipromosikan ke Divisi Utama Liga Indonesia dengan pemain seperti Sugeng Wahyudi, Husin Mugni, Dwi Permana, Zulkan Arief, Adre Djoko dan sartibi Darwis.

Barito Bangkit[sunting | sunting sumber]

Pada musim Divisi Utama 2010-2011 Barito mencoba untuk keluar dari keterpurukan. Meskipun hanya bermaterikan pemain-pemain muda, Barito mampu bersaing dengan para kompetitor lainnya dan menjadi tim yang layak diperhitungkan. Di musim ini Barito mampu finish di urutan ke 6 setelah di pertandingan terakhir dikalahkan PS Sleman 0-1 dan tidak mendapatkan kesempatan untuk promosi ke Liga Super. Barito naik peringkat ke 5 setelah PSSI menghukum Persebaya Surabaya karena ketahuan memakai pemain yang tidak sah.

Skuat Barito Putera 2011/2012

Salahudin berhasil membawa Barito Putera ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia dan berhasil menjadi Raja di Divisi Utama 2011-12 setelah mengalahkan Persita Tangerang 2 - 1 di Stadion Manahan, Solo. Gol Barito Putera diciptakan oleh Sugeng Wahyudi dan Sackie Doe.

Saat tiba di Banjarmasin, skuat Barito Putera disambut bak pahlawan dan mengarak trofi juara keliling Banjarmasin dengan diringi ribuan pecinta setianya mencapai kurang lebih 3km[1].

Coach Salahudin berhasil membawa Barito Putera ke papan atas Liga Super Indonesia dengan menduduki peringkat ke 6 Klasemen akhir Liga Super Indonesia 2013 dan menjadi klub promosi terbaik Liga Super 2013[1]. Pada Liga Super 2014 barito turun pada posisi 7.

Logo & Stadion[sunting | sunting sumber]

Logo Barito Putera berbentuk sederhana dan khas klub Galatama . Pola dalam logo membentuk tulisan BP yang merupakan singkatan dari Barito Putera, angka 88 merupakan tahun berdirinya klub, warna kuning dan biru adalah warna yang identik dengan sponsor utama yaitu Hasnur Grup.[4]

Stadion[sunting | sunting sumber]

Stadion 17 Mei adalah stadion yang menjadi kandang dari Barito Putera semenjak berdiri pada tahun 1988. Stadion ini dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 1974. Renovasi dilakukan pada tahun 2007, 2010 dan 2013.

Pada musim 2013, Barito Putera berkandang di Stadion Demang Lehman, karena proses renovasi yang dilakukan di Stadion 17 Mei, sampai digunakan kembali pada tahun 2015.

Di awal musim Liga 1 2019, Stadion 17 Mei kembali direnovasi dan Barito kembali berkandang di Stadion Demang Lehman.[5]

Statistik Klub[sunting | sunting sumber]

Prestasi Musim per Musim[sunting | sunting sumber]

Musim Liga Piala Indonesia Top skor
Divisi Pld M D K GF GA Pts Pos Nama Gol
1989 Galatama 34 3 8 23 14 47 14 18th  — N/A N/A
1990 Galatama 34 8 10 16 30 47 26 16th  — N/A N/A
1991 Galatama 37 13 6 8 37 25 42 7th  — N/A N/A
1992 Galatama 32 17 6 9 36 21 40 3rd  — N/A N/A
1993 Galatama (Divisi Timur) 28 8 11 9 26 35 27 11th  — N/A N/A
1994–95 Divisi Utama (Divisi Timur) 32 17 5 10 51 31 56 4th  — N/A N/A
Divisi Utama (2S Group A) 3 1 2 0 3 2 5 2nd
Divisi Utama (KO)1 2 1 0 0 1 3 2 3rd
1995–96 Divisi Utama (Divisi Timur) 30 9 5 16 22 42 29 15th  — N/A N/A
1996–97 Divisi Utama (Divisi Tengah) 20 8 5 7 23 24 29 4th  — N/A N/A
Divisi Utama (2S Group B) 3 0 1 2 2 5 1 4th
1997–98 Divisi Utama (Divisi Tengah) 17 6 6 5 17 16 24 4th  — N/A N/A
1998–99 Divisi Utama (Divisi Timur Grup 5) 8 3 1 4 8 10 10 3th  — Bendera Indonesia Bambang Harsoyo 6
1999–2000 Divisi Utama (Divisi Timur) 26 9 5 12 22 35 32 9th  — Bendera Indonesia Bambang Harsoyo 16
2001 Divisi Utama (Divisi Timur) 25 12 7 6 32 22 43 4th  — Bendera KamerunBako Saddisau 22
Divisi Utama (2S Group B) 3 0 0 3 2 5 0 4th
2002 Divisi Utama (Divisi Timur) 22 11 6 5 30 25 39 2nd  — Bendera KamerunBako Saddisau 16
Divisi Utama (2S Group B) 3 0 0 3 2 6 0 4th
2003 Divisi Utama 38 9 11 18 30 52 38 20th  — Bendera Prancis Yao Eloi 7
2004 Divisi 1 (Wilayah Timur) 22 6 4 12 21 32 22 11th  — Bendera Indonesia Iswadi Syukur 6
20052 Tidak berpartisipasi
2006 Divisi Dua (Grup III A) 8 2 2 3 6 10 9 3rd NP Bendera Indonesia Sutrisno 2
2007 Divisi Dua (Grup I A) 10 4 2 4 14 9 16 4th QR Bendera Indonesia Syaifullah Nazar 3
2008–09 Divisi Dua (Grup VI B) 6 4 1 1 10 6 13 1st NP Bendera Indonesia Syaifullah Nazar 13
Divisi Dua (Babak 16 besar) 2 2 0 0 9 2 6 1st
Divisi Dua (KO)3 2 2 0 0 4 1 1st
2009–10 Divisi Satu (Grup VIII) 6 6 0 0 16 1 18 1st NP Bendera Indonesia Sartibi Darwis 18
Divisi Satu (Babak 24 Besar F) 2 2 0 0 8 2 6 1st
Divisi Satu (Babak 16 Besar Grup K) 3 2 1 0 6 1 7 1st
Divisi Satu (Babak 8 Besar Grup N) 3 0 2 1 6 7 2 4th
2010–11 Divisi Utama (Grup 3) 24 11 2 11 30 23 35 4th QR Bendera Indonesia Syaifullah Nazar 5
2011-12 Divisi Utama (1R Grup 2) 20 13 4 3 41 15 43 1st NP Bendera Liberia Sackie Teah Doe 18
Divisi Utama (2R Group B) 3 1 1 1 6 3 4 2nd
Divisi Utama (KO)4 2 2 0 0 4 0 1st
2013 Liga Super 34 15 9 10 55 40 54 5th  — Bendera Mali Djibril Coulibaly 21
2014 Liga Super (Wilayah Barat) 20 6 4 10 23 31 22 7th  — Bendera Liberia Koko Lomell 9
2015 Liga Super5
2016 ISC A6 34 8 9 17 40 50 33 16th  — Bendera Brasil Luiz Júnior 17
2017 Liga 1 34 15 8 11 48 44 53 7th  — Bendera Indonesia Rizky Pora 15
2018 Liga 1 34 12 11 11 52 55 47 9th   Bendera Indonesia Samsul Arif 14
2019 Liga 1 34 11 10 13 45 51 43 13th  Round of 32 Bendera Brasil Rafael Silva 14
2020 Liga 1  —

      Champion       Runners-up       3rd place       Promoted       Relegated QR Babak kualifikasi NP Tidak berpartisipasi

Note:
^1Juara 3 bersama Pupuk Kaltim. Putaran Knockout hanya statistik, tidak menghitung poinnya.
kevakuman.
^2 PS Barito Putera tidak ikut liga yang dilaksanakan PSSI dan tim melalui kevakuman.
^3 Putaran Knockout hanya statistik, tidak menghitung poinnya.
^4 Putaran Knockout hanya statistik, tidak menghitung poinnya.
^5 Liga dihentikan dan dibekukan di Pekan ke-3.
^6 Indonesia Soccer Championship A merupakan kompetisi tidak resmi menggantikan Indonesia Super League yang sempat ditangguhkan.

Prestasi[sunting | sunting sumber]

  • Juara (1): 2008-09

Ranking Klub[sunting | sunting sumber]

Ranking Klub Asia

Per 2 Maret 2020.[6]
Ranking Sekarang Negara Tim
189 Bendera Yordania Shabab Al-Ordon
190 Bendera Arab Saudi Damac
191 Bendera Indonesia Barito Putera
192 Bendera Thailand Sisaket
193 Bendera India Chennai City

Skuat[sunting | sunting sumber]

Tim Utama[sunting | sunting sumber]

Per 02.27, Kamis, November 26, 2020 (UTC).[7]

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Pemain
1 Bendera Indonesia GK Muhammad Riyandi
2 Bendera Indonesia DF M. Yudha Febrian
3 Bendera Indonesia DF Yuswanto Aditya
4 Bendera Indonesia DF Chris Robert Rumbiak
5 Bendera Indonesia DF Dandi Maulana
6 Bendera Indonesia DF David Maulana
7 Bendera Indonesia MF Ambrizal Umanailo
9 Bendera Serbia FW Aleksandar Rakić
11 Bendera Negara Palestina MF Yashir Pinto
13 Bendera Indonesia MF Bayu Pradana
14 Bendera Indonesia DF Nazar Nurzaidin
15 Bendera Indonesia MF Raffi Syarahil
17 Bendera Indonesia FW Ferdiansyah
18 Bendera Indonesia GK Yoewanto Setya Beny
19 Bendera Indonesia FW Bagus Kahfi
No. Pos. Pemain
20 Bendera Indonesia GK Aditya Harlan
21 Bendera Indonesia FW Ilham Armaiyn
22 Bendera Indonesia MF Sandy Abelia Tacchinardi
24 Bendera Serbia MF Danilo Sekulić
26 Bendera Indonesia MF Rizky Pora (captain)
28 Bendera Indonesia FW M. Hanafi
31 Bendera Indonesia DF Kurniawan Karman
35 Bendera Indonesia DF Reva Adi Utama
66 Bendera Indonesia DF Bagas Kaffa
67 Bendera Indonesia FW M. Rafly Ariyanto
72 Bendera Indonesia FW Kahar Musakkar
85 Bendera Indonesia FW M. Firly
89 Bendera Brasil DF Cássio
99 Bendera Indonesia MF Delvin Rumbino

Staff teknis[sunting | sunting sumber]

Posisi Nama
Manager Bendera Indonesia Mundari Karya
Assistant Manager Bendera Indonesia Ihsan Kamil
Pelatih Kepala Bendera Indonesia Djajang Nurjaman
Asisten Pelatih Bendera Indonesia Yunan Helmi
Asisten Pelatih Bendera Indonesia M. Yusuf Prasetio
Pelatih Kiper Bendera Indonesia Ismairi
Pelatih Fisik Bendera Indonesia Dino Sefrianto

Sepanjang masa[sunting | sunting sumber]

Manejer Tim

Tahun Nama
1988–1990 Bendera Indonesia M. Hatta
1990–1994 Bendera Indonesia Yos Simon
1994–2004 Bendera Indonesia H. Rahmadi HAS
2004–2005 Bendera Indonesia Hasnuryadi Sulaiman
2005–2006 Bendera Indonesia Irwan Cahyadi
2006–2011 Bendera Indonesia Zainal Hadi
2011–2019 Bendera Indonesia Hasnuryadi Sulaiman
2020– Bendera Indonesia Mundari Karya

Pelatih Kepala

Years Coach
1988–1989 Bendera Indonesia Andi Lala
1989–1990 Bendera Indonesia Sukma Sejati
1990–1992 Bendera Indonesia Maryoto
1992–1993 Bendera Indonesia Andi Teguh
1993–1994 Bendera Indonesia Gusnul Yakin
1994–1996 Bendera Indonesia Daniel Roekito
1996–1997 Bendera Bulgaria Aleksandar Sasho
1997–1999 Bendera Indonesia Maryoto
1999–2000 Bendera Indonesia Rudy William Keltjes
2000–2001 Bendera Indonesia Daniel Roekito
2001 Bendera Indonesia Mundari Karya
2002 Bendera Indonesia Tumpak Uli Sihite
2003–2004 Bendera Indonesia Frans Sinatra Huwae
2004–2005 Bendera Indonesia Gusti Gazali
2006 Bendera Indonesia Lulut Kistono
2007–2015 Bendera Indonesia Salahudin
2016 Bendera Indonesia Mundari Karya
2017–2019 Bendera Brasil Jacksen F. Tiago
2019 Bendera Indonesia Yunan Helmi
2019– Bendera Indonesia Djadjang Nurdjaman

Kapten

Tahun Nama
1988–1990 Bendera Indonesia Muhammad Yusuf
1990–1999 Bendera Indonesia Frans Sinatra Huwae
2000–2001 Bendera Indonesia Bambang Harsoyo
2002 Bendera Indonesia Isnan Ali
2003–2004 Bendera Indonesia Ilham Romadhona
2005 (tidak berpartisipasi dalam kompetisi)
2006 Bendera Indonesia Aji Permana
2007 Bendera Indonesia Amir Yusuf Pohan
2008 Bendera Indonesia Sugeng Budiarso
2009 Bendera Indonesia Husin Mugni
2010 Bendera Indonesia Jufri Samad
2011–2012 Bendera Indonesia Agustiar Batubara
2013 Bendera Turkmenistan Mekan Nasyrow
2014 Bendera Indonesia Fathlul Rahman[8]
2014 Bendera Turkmenistan Mekan Nasyrow[9]
2015 Bendera Indonesia Muhammad Roby[10]
2016 Bendera Indonesia Aditya Harlan[11]
2017– Bendera Indonesia Rizky Pora[12]

Apparel dan Sponsor[sunting | sunting sumber]

Periode Pabrikan apparel Sponsor utama
1988–92 Bendera Thailand FBT Bendera Indonesia Barito Pacific
1992–94 Bendera Jerman Adidas Bendera Amerika Serikat Kodak
1994–96 Bendera Britania Raya Dunhill
1996–97 Bendera Belanda Kansas
1999–00 Bendera Amerika Serikat Reebok
2000–03 Bendera Amerika Serikat Nike Bendera Indonesia Bank Mandiri
2004–12 Bendera Indonesia Dibuat oleh Klub Bendera Indonesia Hasnur Group[13]
2012–14 Bendera Indonesia Specs
2015–17 Bendera Indonesia RIORS [14]
2018 Bendera Inggris Umbro [15]
2019– Bendera Indonesia Dibuat oleh Klub[16]

Suporter[sunting | sunting sumber]

Suporter Barito Putera tersebar diseluruh wilayah Kalimantan Selatan, serta beberapa provinsi di Indonesia lainnya yang kebanyakan dari mereka adalah pelajar ataupun imigran asal Kalimantan Selatan yang tinggal diluar daerah.

Adapun kelompok suporter terbesar Barito Putera adalah Barito Mania, yang basisnya tersebar dibeberapa daerah Kalimantan dan luar pulau.

Legenda[sunting | sunting sumber]

Bendera Indonesia Salahudin[sunting | sunting sumber]

Salahudin bergabung dengan Barito Putera pada tahun 1989 sebagai pemain hingga tahun 2000.

Pada tahun 2007, Salahudin dipanggil untuk menjadi pelatih hingga tahun 2015. Salahudin berhasil membawa Barito Putera promosi ke Liga Super Indonesia pada tahun 2013, setelah berhasil menjuarai Divisi Utama Liga Indonesia edisi 2011/2012.[17]

Bendera Indonesia Frans Sinatra Huwae[sunting | sunting sumber]

Frans Sinatra Huwae bergabung dengan Barito Putera pada tahun 1989 sebagai pemain hingga tahun 2000.

Setelah pensiun sebagai pemain, Frans Sinatra diberikan tugas baru untuk menjadi Pelatih pada tahun 2002 hingga tahun 2003. Frans Sinatra Huwae terasa spesial bagi suporter Barito Putera karena dia merupakan putra asli daerah yang dapat beprestasi di Persepakbolaan Nasional.[18]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c History, baritomania.com. Diakses 2 Januari 2014.
  2. ^ "Sejarah Barito Putera" (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 6 December 2014. 
  3. ^ "Starting lists from Goal.com(Indonesia) Facebook fan page". Barito vs Persiv Goal.com Facebook. Retrieved 22 January 2017. 
  4. ^ "Nilai-nilai inti Hasnur Grup" (dalam bahasa Indonesian). Diakses tanggal 14 Desember 2018. 
  5. ^ "Markas Barito Bakal Pindah ke Demang Lehman". Kompas.id (dalam bahasa Indonesia). 2019-01-16. Diakses tanggal 2020-02-14. 
  6. ^ https://footballdatabase.com/clubs-ranking/barito-putera
  7. ^ "Daftar Pemain Barito Putera Liga 1". Diakses tanggal 15 April 2018. 
  8. ^ "Fathul Rahman Kapten Baru Barito Putera" (dalam bahasa Indonesian). Diakses tanggal 29 January 2014. 
  9. ^ "Coach has appointed Mekan Nasyrow as captain of Barito Putera replace Fathlul Rahman" (dalam bahasa English). 
  10. ^ "M Roby Ditunjuk Sebagai Kapten Barito Putera" (dalam bahasa Indonesian). Diakses tanggal 18 February 2015. 
  11. ^ "PS Barito Putera musim 2016" (dalam bahasa Indonesian). 
  12. ^ "Rizky Pora Didapuk Jadi Kapten Barito Musim Depan" (dalam bahasa Indonesian). Diakses tanggal 3 February 2017. 
  13. ^ "Barito Putera Tetap Jadi Ikon Hasnur Group". 
  14. ^ "Superiors Jersey Barito 2015". 
  15. ^ "Bukti Keseriusan, Barito Putera Gandeng Apparel Internasional | Goal.com". Diakses tanggal 2017-10-19. 
  16. ^ "Barito Tanpa Sponsor Apparel di Musim 2019 | Goal.com". Diakses tanggal 2019-03-23. 
  17. ^ "Salahudin bawa Barito meraih Piala Divisi Utama di Manahan, Solo". Diakses tanggal 14 Desember 2013. 
  18. ^ "Ultah Sang Legenda". Diakses tanggal 19 Maret 2014. 

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]