PS Barito Putera

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
PS Barito Putera
Barito Putera logo.png
Nama lengkapPersatuan Sepak Bola Barito Putera
JulukanBekantan Hamuk
Laskar Antasari
Berdiri21 April 1988
StadionStadion 17 Mei
Banjarmasin, Kalimantan Selatan
(Kapasitas: 12.000 penonton)
Ketua UmumBendera Indonesia Zainal Hadi
ManajerBendera Indonesia Hasnuryadi Sulaiman
PelatihBendera Brasil Jacksen Tiago
Dokter TimBendera Indonesia dr. Rey Adi Wirawan [1]
LigaLiga Super Indonesia
Situs webSitus web resmi klub
Kelompok suporterBarito Mania
Kostum kandang
Kostum tandang
Kostum ketiga
Soccerball current event.svg Musim ini

PS Barito Putera (singkatan dari: Persatuan Sepak Bola Barito Putera) adalah klub sepak bola Indonesia berbasis di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. yang bermain di Liga 1 sejak musim 2013. Pada Divisi Utama Liga Indonesia musim 2011/2012 berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Persita Tanggerang 2-1 di Stadion Manahan Solo. Barito Putera didirikan pada tahun 1988 dan bermarkas di Stadion 17 Mei Banjarmasin. Klub sekota Barito Putera adalah Peseban Banjarmasin yang berlaga di Liga 3 dan klub kota tetangga Martapura FC yang berlaga di Liga 2.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Masa Awal[sunting | sunting sumber]

Barito Putera dibentuk dengan harapan memajukan sepak bola Kalimantan Selatan. Lahir dari inisiatif H. Abdussamad Sulaiman HB, yang saat itu sedang mempertaruhkan nyawa di RS Pondok Indah Jakarta karena dihadapkan pada operasi besar. Kerangka awal tim berasal dari Persinus Banjarmasin klub lokal Kalimantan Selatan dan dari tim persiapan PON Kalimantan Selatan tahun 1988 seperti, Radiani, Tarmizi (Barabai), Masransyah (Rantau), Abdillah, Sultan (Martapura), dua bersaudara M.Yusuf dan M.Riduan, Sear Yusuf Huwae, Enong Noordiansyah, dan Marjono (Banjarmasin). M. Yusuf ditunjuk menjadi kapten pertama Barito. Karena ingin berbicara banyak di Kompetisi Galatama Barito Putera mendatangkan pemain-pemain Nasional seperti Agus Salim, Muchtar, dan Abunawas dari Ujung Pandang, kemudian dari Jawa Barat didatangkan M.Yunus, Nadir Salasa dari Surabaya, Sugiarto dari Malang dan Priyo Haryadi dari Jakarta. Awal berdirinya langsung mengikuti Galatama, dengan manajer M Hatta dan Arsitek Andi Lala[2]. Pada Kompetisi Galatama 1988 tersebut Barito hanya dapat bertengger di urutan 18. Barito kalah bersaing dengan tim - tim besar yang sudah matang sebelumnya semacam Kramayudha Tiga Berlian yang saat itu diperkuat Herri Kiswanto, Kemudian Pelita Jaya yang saat itu keluar sebagai juara dan diperkuat oleh I Made Pasek Wijaya, Bambang Nurdiansyah, Alexander Saununu, Noah Meriam. Lalu ada Makassar Utama, Niac Mitra dan Arema Malang[2].

Era Ligina[sunting | sunting sumber]

Berkas:Barito era ligina1.jpeg
Tim Barito Musim pertama Liga Indonesia

Pada edisi pertama Ligina 1, merupakan musim yang tak bisa dilupakan, Barito Putera yang saat itu dimanejeri H. Rahmadi HAS sukses ke semifinal Ligina I. Sayang mereka tumbang di semifinal kala berhadapan dengan Persib Bandung 0-1 di Senayan. Kekalahan yang disebut oleh media-media nasional sebagai keberhasilan yang dirampok, karena kekalahan tersebut disinyalir sudah diskenariokan. Namun sepulangnya dari Senayan, Barito disambut bak Pahlawan, manusia menyemut dari Bandara Syamsuddin Noor Banjarbaru ke arah Banjarmasin sepanjang 30 km dengan kostum merah kebanggan Barito Putera pada waktu itu.[3]

Soccer Field Transparant.svg

Indonesia
Saiman
Indonesia
Heriansyah
Indonesia
Roni
Indonesia
Dasrul
Liga Dunhill Edisi 1 starting lineup semifinal Barito 0 – 1 Persib [4]


Pada tahun 1995, Daniel Roekito digantikan oleh pelatih asal Bulgaria A. Soso, pelatih asing pertama mereka. Pada tahun 1996 Maryoto bergabung lagi ke Barito menggantikan A. Soso. Pada tahun 1997, Maryoto dan A. Soso menjadi duet Barito. Antara 1999 dan 2002, Rudy William Keltjes dan Tumpak Sihite melatih Barito. Di periode ini prestasi Barito seakan jalan ditempat dan menjadi tim medioker Liga Indonesia.

Barito Terpuruk[sunting | sunting sumber]

Meskipun dilatih oleh Frans Sinatra Huwae, karena masalah keuangan, Barito Putera diturunkan ke Divisi I Liga Indonesia pada tahun 2003. Krisis mereka berlanjut dan mereka terdegradasi ke Divisi II Liga Indonesia pada tahun 2004, meskipun telah mengganti pelatih mereka ke Gusti Gazali. Ada rumor bahwa klub itu bangkrut, namun kemudian ditepis oleh manajer Hasnuriyadi. Zainal Hadi HAS kemudian diangkat sebagai manajer dan ia menunjuk Salahuddin sebagai pelatih. Akhirnya pada tahun 2008, mereka memenangkan Divisi II Liga Indonesia, dan promosi ke Liga Indonesia Divisi I. Pada tahun 2010, Barito finish di posisi delapan dan dipromosikan ke Divisi Utama Liga Indonesia dengan pemain seperti Sugeng Wahyudi, Husin Mugni, Dwi Permana, Zulkan Arief, Adre Djoko dan sartibi Darwis.

Barito Bangkit[sunting | sunting sumber]

Pada musim Divisi Utama 2011-2011 Barito mencoba untuk keluar dari keterpurukan. Meskipun hanya bermaterikan pemain-pemain muda, Barito mampu bersaing dengan para kompetitor lainnya dan menjadi tim yang layak diperhitungkan. Di musim ini Barito mampu finish di urutan ke 6 setelah di pertandingan terakhir dikalahkan PSS Sleman 0-1 dan tidak mendapatkan kesempatan untuk promosi ke Liga Super. Barito naik peringkat ke 5 setelah PSSI menghukum Persebaya Surabaya karena ketahuan memakai pemain yang tidak sah.

Skuat Barito Putera 2011/2012

Coach Salahudin berhasil membawa Barito Putera ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia dan berhasil menjadi Raja di Divisi Utama 2011-12 setelah mengalahkan Persita Tangerang 2 - 1 di Stadion Manahan, Solo. Gol Barito Putera diciptakan oleh Sugeng Wahyudi dan Sackie Teah Dou. Saat tiba di Banjarmasin, skuat Barito Putera disambut bak pahlawan dan mengarak trofi juara keliling Banjarmasin dengan diringi ribuan pecinta setianya mencapai kurang lebih 3km[2].

Coach Salahudin berhasil membawa Barito Putera ke papan atas Liga Super Indonesia dengan menduduki peringkat ke 6 Klasemen akhir Liga Super Indonesia 2013 Dan menjadi klub promosi Terbaik Liga Super Indonesia 2013[2].Pada Liga super 2014 barito turun pada posisi 7.

Logo & Stadion[sunting | sunting sumber]

Logo Barito Putera berbentuk sederhana dan khas klub Galatama . Pola dalam logo membentuk tulisan BP yang merupakan singkatan dari Barito Putera, angka 88 merupakan tahun berdirinya klub, warna kuning dan biru adalah warna yang identik dengan sponsor utama yaitu Hasnur Grup.[5]

Stadion[sunting | sunting sumber]

Stadion 17 Mei adalah stadion yang menjadi kandang dari Barito Putera semenjak berdiri di tahun 1988. Stadion ini dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 1974. Renovasi dilakukan pada tahun 2007, 2010 dan 2013. Pada musim 2013, Barito Putera berkandang di Stadion Demang Lehman[6] karena proses renovasi yang dilakukan di Stadion 17 Mei. Banyak tuntutan dari berbagai pihak dan elemen suporter untuk merenovasi total stadion 17 Mei, karena dirasa sudah banyak kerusakan dan pengalaman menonton yang kurang enak di stadion ini.[7]

Statistik Klub[sunting | sunting sumber]

Prestasi Musim per Musim[sunting | sunting sumber]

Musim Liga Piala Indonesia Top skor
Divisi Pld M D K GF GA Pts Pos Nama Gol
1989 Galatama 34 3 8 23 14 47 14 18th  — N/A N/A
1990 Galatama 34 8 10 16 30 47 26 16th  — N/A N/A
1991 Galatama 37 13 6 8 37 25 42 7th  — N/A N/A
1992 Galatama 32 17 6 9 36 21 40 3rd  — N/A N/A
1993 Galatama (Divisi Timur) 28 8 11 9 26 35 27 11th  — N/A N/A
1994–95 Divisi Utama (Divisi Timur) 32 17 5 10 51 31 56 4th  — N/A N/A
Divisi Utama (2S Group A) 3 1 2 0 3 2 5 2nd
Divisi Utama (KO)1 2 1 0 0 1 3 2 3rd
1995–96 Divisi Utama (Divisi Timur) 30 9 5 16 22 42 29 15th  — N/A N/A
1996–97 Divisi Utama (Divisi Tengah) 20 8 5 7 23 24 29 4th  — N/A N/A
Divisi Utama (2S Group B) 3 0 1 2 2 5 1 4th
1997–98 Divisi Utama (Divisi Tengah) 17 6 6 5 17 16 24 4th  — N/A N/A
1998–99 Divisi Utama (Divisi Timur Grup 5) 8 3 1 4 8 10 10 3th  — Bendera Indonesia Bambang Harsoyo 6
1999–2000 Divisi Utama (Divisi Timur) 26 9 5 12 22 35 32 9th  — Bendera Indonesia Bambang Harsoyo 16
2001 Divisi Utama (Divisi Timur) 25 12 7 6 32 22 43 4th  — Bendera KamerunBako Saddisau 22
Divisi Utama (2S Group B) 3 0 0 3 2 5 0 4th
2002 Divisi Utama (Divisi Timur) 22 11 6 5 30 25 39 2nd  — Bendera KamerunBako Saddisau 16
Divisi Utama (2S Group B) 3 0 0 3 2 6 0 4th
2003 Divisi Utama 38 9 11 18 30 52 38 20th  — Bendera Prancis Yao Eloi 7
2004 Divisi 1 (Wilayah Timur) 22 6 4 12 21 32 22 11th  — Bendera Indonesia Iswadi Syukur 6
20052 Tidak berpartisipasi
2006 Divisi Dua (Grup III A) 8 2 2 3 6 10 9 3rd NP Bendera Indonesia Sutrisno 2
2007 Divisi Dua (Grup I A) 10 4 2 4 14 9 16 4th QR Bendera Indonesia Syaifullah Nazar 3
2008–09 Divisi Dua (Grup VI B) 6 4 1 1 10 6 13 1st NP Bendera Indonesia Syaifullah Nazar 13
Divisi Dua (Babak 16 besar) 2 2 0 0 9 2 6 1st
Divisi Dua (KO)3 2 2 0 0 4 1 1st
2009–10 Divisi Satu (Grup VIII) 6 6 0 0 16 1 18 1st NP Bendera Indonesia Sartibi Darwis 18
Divisi Satu (Babak 24 Besar F) 2 2 0 0 8 2 6 1st
Divisi Satu (Babak 16 Besar Grup K) 3 2 1 0 6 1 7 1st
Divisi Satu (Babak 8 Besar Grup N) 3 0 2 1 6 7 2 4th
2010–11 Divisi Utama (Grup 3) 24 11 2 11 30 23 35 4th QR Bendera Indonesia Syaifullah Nazar 5
2011-12 Divisi Utama (1R Grup 2) 20 13 4 3 41 15 43 1st NP Bendera Liberia Sackie Teah Doe 18
Divisi Utama (2R Group B) 3 1 1 1 6 3 4 2nd
Divisi Utama (KO)4 2 2 0 0 4 0 1st
2013 Liga Super 34 15 9 10 55 40 54 5th  — Bendera Mali Djibril Coulibaly 21
2014 Liga Super (Wilayah Barat) 20 6 4 10 23 31 22 7th  — Bendera Liberia Koko Lomell 9
2015 Liga Super5
2016 ISC A6 34 8 9 17 40 50 33 16th  — Bendera Brasil Luiz Júnior 17
2017 Liga 1 34 15 8 11 48 44 53 7th  — Bendera Indonesia Rizky Pora 15
2018 Liga 1 34 12 11 11 52 55 47 9th   Bendera Indonesia Samsul Arif 14
2019 Liga 1  

      Champion       Runners-up       3rd place       Promoted       Relegated QR Babak kualifikasi NP Tidak berpartisipasi

Note:
^1Juara 3 bersama Pupuk Kaltim. Putaran Knockout hanya statistik, tidak menghitung poinnya.
kevakuman.
^2 PS Barito Putera tidak ikut liga yang dilaksanakan PSSI dan tim melalui kevakuman.
^3 Putaran Knockout hanya statistik, tidak menghitung poinnya.
^4 Putaran Knockout hanya statistik, tidak menghitung poinnya.
^5 Liga dihentikan dan dibekukan di Pekan ke-3.
^6 Indonesia Soccer Championship A merupakan kompetisi tidak resmi menggantikan Indonesia Super League yang sempat ditangguhkan.

Prestasi[sunting | sunting sumber]

  • Juara (1): 2008-09

Ranking Klub Asia[sunting | sunting sumber]

Per 11 November 2018..[8]
Rank Club Points
179 Bendera Jepang Matsumoto Yamaga F.C. 1277
180 Bendera Uzbekistan FK Buxoro 1275
181 Bendera Indonesia PS Barito Putera 1275
182 Bendera Thailand Sisaket FC 1274
183 Bendera Iran Soleyman FC 1273

Skuat[sunting | sunting sumber]

Tim Utama[sunting | sunting sumber]

Per 16.49, Sabtu 23 Maret 2019 (UTC).[9]

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Pemain
1 Bendera Indonesia GK Muhammad Riyandi
2 Bendera Australia DF Aaron Evans
5 Bendera Indonesia DF Muhammad Rifqi
7 Bendera Argentina MF Matías Córdoba
8 Bendera Brasil FW Marcel Sacramento
9 Bendera Indonesia FW Samsul Arif (Vice-captain)
10 Bendera Brasil MF Douglas Packer
13 Bendera Indonesia DF Roni Beroperay
14 Bendera Indonesia DF Nazar Nurzaidin
15 Bendera Indonesia MF M. Raffi Syarahil
17 Bendera Indonesia MF Paulo Sitanggang
18 Bendera Indonesia MF Gavin Kwan
20 Bendera Indonesia GK Aditya Harlan
No. Pos. Pemain
23 Bendera Indonesia DF Hansamu Yama
24 Bendera Indonesia MF Fajar Handika
26 Bendera Indonesia MF Rizky Pora (Captain)
28 Bendera Indonesia DF Jajang Sukmara
29 Bendera Indonesia FW Talaohu Musafri
33 Bendera Indonesia GK Dian Agus Prasetyo
46 Bendera Indonesia FW Dona Saputra
55 Bendera Indonesia DF Dandi Maulana
73 Bendera Indonesia FW Dimas Ardika
74 Bendera Indonesia DF Firly Apriansyah
91 Bendera Indonesia FW Sandy Ferizal
94 Bendera Indonesia DF Ady Setiawan
96 Bendera Indonesia MF Nazarul Fahmi
97 Bendera Indonesia MF Habel Ronal Rio

Pemain U-19[sunting | sunting sumber]

Per 16.49, Sabtu 23 Maret 2019 (UTC). [10]


Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Pemain
37 Bendera Indonesia GK Wahyu Pratama
56 Bendera Indonesia GK M. Fikri
99 Bendera Indonesia GK Januarius Toameka
73 Bendera Indonesia DF M. Nico Fadillah
35 Bendera Indonesia DF Griya Andrean Akbar
42 Bendera Indonesia DF Dian Ramadhan
93 Bendera Indonesia DF Yuswanto
54 Bendera Indonesia DF M. Fuad
59 Bendera Indonesia DF M. Helmi
32 Bendera Indonesia DF Rifadh Yusrifar
33 Bendera Indonesia DF Jakaria
37 Bendera Indonesia DF Aldi Ubaidillah
39 Bendera Indonesia DF Asnan Bulgairi
43 Bendera Indonesia DF Moch Ramdan
49 Bendera Indonesia DF Nabil
No. Pos. Pemain
5 Bendera Indonesia MF Ikfi Zidan
22 Bendera Indonesia MF Rian Setyo
17 Bendera Indonesia MF M. Hanafi
45 Bendera Indonesia MF Arief Gunawan
6 Bendera Indonesia MF Fadlan
7 Bendera Indonesia MF Ringgo
81 Bendera Indonesia MF M. Firman
21 Bendera Indonesia MF Rafli Arianto
25 Bendera Indonesia MF Noor Ifansyah
77 Bendera Indonesia MF Ferdiansyah
8 Bendera Indonesia MF Bayu Delan
10 Bendera Indonesia MF Dida Hasnuryadi
69 Bendera Indonesia MF M. Ilham
11 Bendera Indonesia FW Arbain
19 Bendera Indonesia FW Gusti Setiawan

Pemain yang terikat kontrak[sunting | sunting sumber]

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Pemain
22 Bendera Brasil FW Patrick da Silva
Bendera Indonesia DF Muhammad Yudha Febrian
Bendera Indonesia DF Amiruddin Bagas Kaffa
Bendera Indonesia FW Amiruddin Bagus Kahfi
Bendera Indonesia MF David Maulana

Pemain dipinjamkan[sunting | sunting sumber]

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Pemain
Bendera Indonesia DF Faisal Fakhri (on loan to Perserang Serang)
Bendera Indonesia FW Bijahil Chalwa (on loan to Kalteng Putra F.C.)

Tata Kelola[sunting | sunting sumber]

Staff Kepelatihan[sunting | sunting sumber]

Posisi Nama
Pelatih Kepala Bendera Brasil Jacksen F. Tiago
Direktur Akademi Bendera Indonesia Mundari Karya
Asisten Pelatih Kepala Bendera Indonesia Yunan Helmi
Pelatih Kiper Bendera Brasil Felipe Americo
Pelatih Fisik Bendera Brasil Vitor Tinoco
Manejer U-19 Bendera Indonesia Khalikin Nor
Pelatih U-19 Bendera Indonesia Andri Ramawi
Asisten Pelatih U-19 Bendera Indonesia Sofyan Morhan
Manejer U-16 Bendera Indonesia H. Ismairi
Pelatih U-16 Bendera Indonesia Ilham Romadhona
Asisten Pelatih U-16 Bendera Indonesia Syaifullah Nazar
Tim Dokter Bendera Indonesia Rey Adi Wirawan
Fisioterapis Bendera Indonesia Ridha Bekti
Tukang Pijit Bendera Indonesia Umar Marpawai

Kepengurusan[sunting | sunting sumber]

Posisi Nama
Manager Bendera Indonesia Hasnuryadi Sulaiman
Assistant Manager Bendera Indonesia Syarifuddin Ardasa
Manager Umum Bendera Indonesia Imam Turmudi
Manager Marketing Bendera Indonesia Muhammad Ariffin
Ketua Panitia Pelaksana Bendera Indonesia Djumaderi Masrun, MM
Masseur Bendera Indonesia Syamsurizal
Bendera Indonesia T. Marpawi
Media Officer Bendera Indonesia Verdy Bagus H.
Bendera Indonesia Kholish Yusuf
Kitman Bendera Indonesia Fauzi

Badan Hukum[sunting | sunting sumber]

PT. Putera Barito Berbakti

Posisi Nama
Founder H. Abdussamad Sulaiman HB
Penasehat KH. Ahmad Zuhdiannor
Habib Syech Assegaf
Presiden Zainal Hadi HAS
Komisaris Utama H Rachmadi HAS
Komisaris Nila Susanti HAS
Wakil Komisaris Utama Djamari Chaniago
Sekretaris Surya, SH.MH
Direktur Keuangan Hasnuryani HAS

Sejarah Kepelatihan, Manejer & Kapten Tim[sunting | sunting sumber]

Pelatih Kepala Pelatih kepala per tahun (1988–sekarang)

Tahun Pelatih
1988-1989 Bendera Indonesia Andi Lala
1989-1990 Bendera Indonesia Sukma Sejati
1990-1992 Bendera Indonesia Maryoto
1992-1993 Bendera Indonesia Andi Teguh
1993-1994 Bendera Indonesia Gusnul Yakin
1994-1996 Bendera Indonesia Daniel Roekito
1996-1997 Bendera Bulgaria A. Soso
1997 Bendera Indonesia Maryoto (caretaker)
1997-1999 Bendera Indonesia Rudy William Keltjes
1999-2000 Bendera Indonesia Daniel Roekito
2001-2002 Bendera Indonesia Mundari Karya
2002-2003 Bendera Indonesia Tumpak Uli Sihite
2003-2004 Bendera Indonesia Frans Sinatra Huwae
2005-2006 Bendera Indonesia Gusti Gazali
2006-2007 Bendera Indonesia Lulut Kistono
2007-2015 Bendera Indonesia Salahudin
2015-2016 Bendera Indonesia Mundari Karya
2016 Bendera Indonesia Yunan Helmi (caretaker)
2017- Bendera Brasil Jacksen F. Tiago

Manejer Tim Manejer per tahun (1988–sekarang)

Tahun Nama
1988-1990 Bendera Indonesia M. Hatta
1990-1994 Bendera Indonesia Yos Simon
1994-2004 Bendera Indonesia H. Rahmadi HAS
2004-2005 Bendera Indonesia H. Hasnuryadi Sulaiman
2005-2006 Bendera Indonesia Irwan Cahyadi
2006-2011 Bendera Indonesia Zainal Hadi
2011- Bendera Indonesia H. Hasnuryadi Sulaiman

Kapten Kapten tim per tahun (1988–sekarang)

Tahun Nama
1988-1990 Bendera Indonesia Muhammad Yusuf
1990-1999 Bendera Indonesia Frans Sinatra Huwae
2000-2001 Bendera Indonesia Bambang Harsoyo
2002 Bendera Indonesia Isnan Ali
2003-2004 Bendera Indonesia Ilham Romadhona
2006 Bendera Indonesia Aji Permana
2007 Bendera Indonesia Amir Yusuf Pohan
2008 Bendera Indonesia Sugeng Budiarso
2009 Bendera Indonesia Husin Mugni
2010 Bendera Indonesia Jufri Samad
2011-2012 Bendera Indonesia Agustiar Batubara
2013 Bendera Turkmenistan Mekan Nasyrow
2014 Bendera Indonesia Fathurrahman
2015 Bendera Indonesia Aditya Harlan
2016-now Bendera Indonesia Rizky Pora

[sunting | sunting sumber]

Apparel[sunting | sunting sumber]

Kelompok Suporter[sunting | sunting sumber]

Barito Putera mempunyai kelompok suporter yang disatukan oleh manajemen dalam satu nama yaitu Barito Mania. Sebelumnya kelompok suporter terpisah-pisah dan mempunyai nama dan logonya masing-masing. Tercatat ada tiga kelompok besar suporter setia Barito Putera yaitu Barito Mania, North District Yellow Boy, Laskar Mania, Askar Demah Lehman (ADL)

Pada Tengah Desember 2013, Suporter Barito Putera Disatukan, dan Hanya Ada Nama Bartman. Gagasan tersebut disampaikan oleh manajer Barito Putera pada saat buka puasa bersama keluarga besar PS. Barito Putera yg dihadiri oleh managemen, pemain dan perwakilan pengurus suporter, gagasan disambut baik oleh ke-4 komunitas tersebut, maka dibentuklah tim formatur untuk penyatuan tersebut. Tim formatur sendiri terdiri dari 3 orang perwakilan managemen yang ditunjuk langsung oleh manajer Barito Putera dan ketua 4 komunitas suporter Barito Putera, tim formatur sendiri bertugas membahas nama supporter, logo/ lambang, kepengurusan dan AD ART suporter[11]. Pada tahun 2016, NDYB lalu berubah nama menjadi NSF (North Side Firm).

Pemain Terkenal[sunting | sunting sumber]

Semanjak berdiri Barito Putera banyak mendatangkan dan mencetak pemain, baik pemain dalam negeri maupun luar negeri. Tidak sedikit juga yang menjadi langganan tim Nasional. Nama yang tercetak tebal masih memperkuat Barito Putera.

Negara Periode. Posisi Pemain
Bendera Indonesia 1988 - 1994 FW Frans Sinatra Huwae
Bendera Indonesia 1988 - 1995 DF Salahudin
Bendera Indonesia 1992 - 1996 MF Fahmi Amiruddin
Bendera Indonesia 1992 - 1997 FW Joko Hariyanto
Bendera Indonesia 1993 - 2000 FW Buyung Ismu
Bendera Indonesia 1994 - 1997 MF Fecky Lasut
Bendera Indonesia 1998 - 2002 DF Isnan Ali
Bendera Indonesia 1998 - 2003 DF Sunar Sulaiman
Bendera Indonesia 2001 - 2002 MF Amir Yusuf Pohan
Bendera Kamerun 2001 - 2002 FW Sadissou Bako
Bendera Indonesia 2008 - 2014 GK Husin Mugni
Bendera Indonesia 2010 - 2015 DF Guntur Ariyadi
Bendera Indonesia 2011 - 2012 DF Agustiar Batubara
Bendera Kamerun 2010 - 2012 FW Bienvenue Nnengue
Bendera Liberia 2010 - 2013 FW Sackie Teah Doe
Bendera Turkmenistan 2012 - 2015 MF Mekan Nasyrow
Bendera Mali 2012 - 2013 FW Djibril Coulibaly
Bendera Indonesia 2012 - 2017 MF Dedi Hartono
Bendera Korea Selatan 2013 - 2015 DF Dae-Won Ha
Bendera Indonesia 2013 - MF Rizky Pora
Bendera Indonesia 2014 - 2018 DF Hansamu Yama Pranata
Bendera Indonesia 2014 - MF Paulo Oktavianus Sitanggang
Bendera Indonesia 2015 - DF Gavin Kwan Adsit
Bendera Brasil 2016 - 2017 FW Luiz Júnior
Bendera Indonesia 2016 - 2017 MF Adam Alis
Bendera Argentina 2017 - 2018 MF Matías Córdoba
Bendera Brasil 2017 - 2018 MF Douglas Packer
Bendera Australia 2017 - 2018 DF Aaron Evans

Legenda[sunting | sunting sumber]

Bendera Indonesia Salahudin[sunting | sunting sumber]

Salahudin bergabung dengan Barito Putera pada tahun 1989 sebagai pemain hingga tahun 2000. Pada tahun 2007, Salahudin dipanggil untuk menjadi pelatih hingga tahun 2015. Salahudin berhasil membawa Barito Putera promosi ke Liga Super Indonesia pada tahun 2013, setelah berhasil menjuarai Divisi Utama Liga Indonesia edisi 2011/2012.[12]

Bendera Indonesia Frans Sinatra Huwae[sunting | sunting sumber]

Frans Sinatra Huwae bergabung dengan Barito Putera pada tahun 1989 sebagai pemain hingga tahun 2000. Setelah pensiun sebagai pemain, Frans Sinatra diberikan tugas baru untuk menjadi Pelatih pada tahun 2002 hingga tahun 2003. Frans Sinatra Huwae terasa spesial bagi suporter Barito Putera karena dia merupakan putra asli daerah yang dapat beprestasi di Persepakbolaan Nasional.[13]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ https://www.sepakbolaliga1.com/ps-barito-putera/
  2. ^ a b c d History, baritomania.com. Diakses 2 Januari 2014.
  3. ^ "Sejarah Barito Putera" (dalam bahasa Indonesian). Diakses tanggal 6 December 2014. 
  4. ^ "Starting lists from Goal.com(Indonesia) Facebook fan page". Barito vs Persiv Goal.com Facebook. Retrieved 22 January 2017. 
  5. ^ "Nilai-nilai inti Hasnur Grup" (dalam bahasa Indonesian). Diakses tanggal 14 Desember 2018. 
  6. ^ "Stadion" (dalam bahasa Indonesian). Diakses tanggal 15 November 2014. 
  7. ^ "Barito Putera Gunakan Stadion 17 Mei Untuk Musim Depan" (dalam bahasa Indonesian). Diakses tanggal 6 December 2014. 
  8. ^ "AFC Club Ranking 2018". Footballdatabase.com. 11 November 2018. 
  9. ^ "Daftar Pemain Barito Putera Liga 1". Diakses tanggal 5 April 2018. 
  10. ^ "Daftar Pemain Barito U-19". Diakses tanggal July 2018. 
  11. ^ Suporter Barito Putera Disatukan, Hanya Ada Nama BARTMAN, baritomania.com. Diakses 3 Januari 2014.
  12. ^ "Salahudin bawa Barito meraih Piala Divisi Utama di Manahan, Solo". Diakses tanggal 14 Desember 2013. 
  13. ^ "Ultah Sang Legenda". Diakses tanggal 19 Maret 2014. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Lihat juga[sunting | sunting sumber]