Arema FC

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Arema Malang)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Arema Football Club
Logo Arema FC 2017 logo.png
Nama lengkapArema Football Club
JulukanSingo Edan
Berdiri11 Agustus 1987
StadionStadion Kanjuruhan
(Kapasitas: 42.000)
PemilikPT. Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI)
CEOBendera Indonesia Agus Soerjanto
ManajerBendera Indonesia Ruddy Widodo
PelatihBendera Bosnia dan Herzegovina Milomir Šešlija
Asisten PelatihBendera Indonesia Siswantoro
Bendera Indonesia Kuncoro
LigaLiga 1
20186th
Situs webSitus web resmi klub
Kelompok suporterAremania
Soccerball current event.svg Musim ini

Arema FC (dahulu bernama Arema Malang), atau biasa disebut dan dikenal sebagai Arema Cronus, adalah sebuah klub sepak bola profesional yang berasal dari Malang, Jawa Timur, Indonesia. Arema didirikan pada tanggal 11 Agustus 1987, Arema mempunyai julukan "Singo Edan". Dalam Liga 1, Arema ber- "home base" di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang dan Stadion Gajayana, Kota Malang. Arema adalah tim sekota dari Arema Indonesia, Persema Malang, Persekam Metro, dan Malang United.

Sejak hadir di dunia sepakbola nasional, Arema telah menjadi ikon dari warga Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu) dan sekitarnya. Sebagai perwujudan dari simbol Arema, hampir di setiap sudut kota hingga gang-gang kecil terdapat patung dan gambar singa.[1] Kelompok suporter mereka dipanggil Aremania dan Aremanita (untuk pendukung wanita)

Sejarah tentang Arema[sunting | sunting sumber]

Nama Arema pada masa Kerajaan[sunting | sunting sumber]

Nama Arema adalah legenda Malang. Adalah Kidung Harsawijaya yang pertama kali mencatat nama tersebut, yaitu kisah tentang Patih Kebo Arema di kala Singosari diperintah Raja Kertanegara. Prestasi Kebo Arema gilang gemilang. Ia mematahkan pemberontakan Kelana Bhayangkara seperti ditulis dalam Kidung Panji Wijayakrama hingga seluruh pemberontak hancur seperti daun dimakan ulat. Demikian pula pemberontakan Cayaraja seperti ditulis dalam Kitab Negarakertagama. Kebo Arema pula yang menjadi penyangga politik ekspansif Kertanegara. Bersama Mahisa Anengah, Kebo Arema menaklukkan Kerajaan Pamalayu yang berpusat di Jambi. Kemudian bisa menguasai Selat Malaka. Sejarah heroik Kebo Arema memang tenggelam. Buku-buku sejarah hanya mencatat Kertanegara sebagai raja terbesar Singosari, yang pusat pemerintahannya dekat Kota Malang.

Nama Arema di dekade '80-an[sunting | sunting sumber]

Sampai akhirnya pada dekade 1980-an muncul kembali nama Arema. Tidak tahu persis, apakah nama itu menapak tilas dari kebesaran Kebo Arema. Yang pasti, Arema merupakan penunjuk sebuah komunitas asal Malang. Arema adalah akronim dari Arek Malang. Arema kemudian menjelma menjadi semacam "subkultur" dengan identitas, simbol dan karakter bagi masyarakat Malang. Diyakini, Arek Malang membangun reputasi dan eksistensinya di antaranya melalui musik rock dan olahraga. Selain tinju, sepak bola adalah olahraga yang menjadi jalan bagi arek malang menunjukkan reputasinya. Sehingga kelahiran tim sepak bola Arema adalah sebuah keniscayaan.

Awal mula berdirinya PS Arema[sunting | sunting sumber]

Arema Football Club (Persatuan Sepak Bola Arema, nama resminya) lahir pada 11 Agustus 1987, dengan semangat mengembangkan persepak bolaan di Malang. Pada masa itu, tim asal Malang lainnya Persema Malang bagai sebuah magnet bagi Arek Malang. Stadion Gajayana – home base klub pemerintah itu – selalu disesaki penonton. Di mana posisi Arema waktu itu? Yang pasti, klub itu belum mengejawantah sebagai sebuah komunitas sepak bola. Ia masih jadi sebuah “utopia”.

Adalah Acub Zaenal mantan Gubernur Irian Jaya ke-3 dan mantan pengurus PSSI periode 80-an yang kali pertama punya andil menelurkan pemikiran membentuk klub Galatama di kota Malang setelah sebelumnya membangun klub Perkesa 78 bersama Dirk “Derek” Sutrisno (Alm), pendiri klub Armada ‘86.

Berkat hubungan baik antara Dirk dengan wartawan olahraga di Malang, khususnya sepak bola, SIWO PWI Malang mengusulkan diadakannya seminar untuk melihat "Sudah saatnyakah Kota Malang memiliki klub Galatama?" Ide itu disetujui. Dari situlah SIWO, yang saat itu diurus oleh Drs. Heruyogi (Ketua) dan Drs. Bambang Bes (Sekretaris SIWO) menggelar seminar di Balai Wartawan Jl. Raya Langsep Kota Malang. Temanya "Klub Galatama dan Kota Malang". Nara sumber yang dihadirkan antara lain; Bapak Acub Zainal (Administratur Galatama), Ketua Pengda PSSI Jatim, Komda PSSI Kota Malang, dan Dr. Ubud Salim, MA. Acara itu dibuka oleh Bapak Wali kota Malang Tom Uripan (Alm). Hasil seminar tersebut merekomendasikan bahwa: Kota Malang dinilai sudah layak memiliki sebuah klub Galatama yang professional.

Harus diakui, awal berdirinya Arema tidak lepas dari peran besar Bpk. Derek, pemilih klub lokal Armada '86. Sampai nama klub ini pun awalnya adalah Aremada, yaitu gabungan dari Armada dan Arema. Sedangkan Arema sdh merupakan nama komunitas warga Malang. Namun beberapa bulan kemudian nama Aremada diganti menjadi Arema '86. Sayang, upaya Pak Derek untuk mempertahankan klub Galatama Arema`86 banyak mengalami hambatan, bahkan tim yang diharapkan mampu berkiprah di kancah Galatama VIII itu mulai terhimpit kesulitan dana.

Dari sinilah, Acub Zaenal mengambil alih dan berusaha menyelamatkan Arema`86 untuk tetap survive. Setelah diambil-alih, nama Arema`86 akhirnya diubah menjadi Arema Indonesia dan ditetapkan pula sebagai klub peserta Galatama. Arema Indonesia diresmikan berdirinya pada 11 Agustus 1987 sesuai akta notaris Pramu Haryono SH No 58. Penetapan tanggal 11 Agustus 1987 itu, seperti air mengalir begitu saja, tidak berdasar penetapan (pilihan) secara khusus.

Karena berdirinya di bulan Agustus itulah kemudian simbol Singo (Singa) muncul. Maksudnya, bulan Agustus itu sesuai horoscope identik dengan Zodiac Leo atau Singo.

Perjalanan Arema di Galatama[sunting | sunting sumber]

Di awal keikutsertaan Arema di Kompetisi Galatama, gerilya mencari pemain dilakukan satu bulan sebelum Arema resmi didirikan. Pemain-pemain yang direkrut pada athap pertama itu antara lain Maryanto (ex Persema), Jonathan (klub Satria Malang), Kusnadi Kamaludin (Armada), Mahdi Haris (Arseto), Jamrawi dan Yohanes Geohera (Mitra Surabaya), sampai kiper Dony Latupeirisa yang kala itu tengah menjalani skorsing PSSI. Pelatih sekualitas Sinyo Aliandoe juga bergabung. Kemudian muncul sebuah kendala yaitu mess pemain. Tetapi beruntung, Bandara Abdul Rachman Saleh membantu dan menyediakan barak prajurit Paskhas TNI AU untuk tempat menampung pemain. Selain barak, lapangan Pagas Abdurrahman Saleh juga dijadikan tempat berlatih. Praktis Maryanto Dkk ditampung di barak. TNI-AU memberikan andil besar pada berdirinya Arema.

Lagi-lagi kendala masalah dana, masalah utama yang kelak terus membelit Arema. Sepulang dari Jakarta, Acub Zaenal sepakat menjadi penyandang dana. Prestasi Arema bisa dibilang pasang surut, walaupun tak pernah menghuni papan bawah klasemen. Di setiap musim kompetisi Galatama, Arema tak pernah konstan di jajaran papan atas klasemen. Kendati demikian pada tahun 1992 Arema berhasil menjuarai kompetisi Galatama. saat itu penggawa pemainnya antara lain Aji Santoso, Mecky Tata, Singgih Pitono, Jamrawi, Jonathan, dengan pelatih M Basri, pelatih Timnas PSSI. Klub Arema mampu mewujudkan mimpi masyarakat Kota Malang menjadi juara kompetisi elit di Indonesia.

Perjalanan Arema di Ligina[sunting | sunting sumber]

Sejak mengikuti Liga Indonesia, Arema tercatat sudah tujuh kali masuk putaran kedua. Sekali ke babak 12 besar (1996/1997) dan enam kali masuk 8 besar (1999/2000, 2001, 2002, 2005, 2006 dan 2007). Walaupun berprestasi lumayan, Arema tidak pernah lepas dari masalah dana. Hampir setiap musim kompetisi masalah ini selalu menghantui sehingga tak heran hampir setiap musim, manajemen klub selalu berganti. Pada tahun 2003, Arema mengalami kesulitan keuangan parah yang berpengaruh pada prestasi tim. Hal tersebut kemudian membuat pengelolaan Arema diserahkan ke Bentoel (PT Bentoel Internasional Tbk) pada pertengahan musim kompetisi 2003. Namun pada akhirnya Arema degradasi ke Divisi I. Sejak dibenahi dibawah PT Bentoel, prestasi Arema berhasil naik kembali; menjuarai Divisi 1 tahun 2004, kemudian juara Copa Indonesia tahun 2005 dan 2006, Arema U-18 juara Piala Soeratin tahun 2007. Tahun 2006 dan 2007 Arema dan Benny Dollo mendapat penghargaan dari Tabloid Bola sebagai tim dan Pelatih terbaik.

Perjalanan Arema di ISL[sunting | sunting sumber]

Monumen Singa Bola dari warga yang didedikasikan untuk Arema

Pada Kompetisi Liga Super Indonesia ke-1 2008-2009 Arema berada di urutan ke-10. Dua bulan Setelah kompetisi usai, tepatnya 3 Agustus 2009 di Hotel Santika Malang pemilik klub Arema, PT Bentoel Investama, Tbk melepas Arema ke kumpulan orang-orang peduli terhadap Arema (konsorsium).[2] Pelepasan Arema ini adalah dampak dari penjualan saham mayoritas yang dimiliki PT Bentoel ke British American Tobacco (BAT). Sebelum itu sempat ada wacana untuk menggabungkan Arema dengan Persema Malang, namun Aremania tidak menyetujui wacana tersebut.

Pada musim kompetisi 2009/2010,Arema yang ditukangi oleh Robert Rene Alberts berhasil meraih gelar Juara Liga Super Indonesia dan Runner-up Piala Indonesia.

Legalitas[sunting | sunting sumber]

Pemilik[sunting | sunting sumber]

Secara hukum pemilik Arema adalah Yayasan Arema. Berdasarkan pengesahan SK Menkumham No. AHU-AH.01.06-317 pada tanggal 9 Mei 2012 atas akta Yayasan Arema yang dibuat oleh Notaris Nurul Rahadianti disebutkan bahwa pengurus Yayasan Arema adalah;

Pada saat Arema dikelola oleh Bentoel, Badan Hukum yang digunakan adalah PT. Arema Indonesia. Badan Hukum tersebut tetap digunakan oleh Yayasan Arema setelah Bentoel mengembalikan Arema kepada Yayasan pada tahun 2009 sampai dengan tahun 2015. Pada saat dikembalikan kepada Yayasan pada tahun 2009 tersebut, susunan Pemegang saham PT. Arema Indonesia adalah Yayasan Arema sebesar 13 lembar saham (93%, mayoritas) dan Lucky Andriandana Zainal sebesar satu lembar saham (7%), yang diberikan sebagai penghormatan kepada beliau sebagai pendiri Arema. Direktur Utama PT. Arema Indonesia adalah Iwan Budianto dan General Manager adalah Ruddy Widodo.

Sejak 2015 Iwan Budianto membentuk badan hukum baru sebagai pengelola Arema FC akibat dari adanya larangan menggunakan PT. Arema Indonesia dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) karena Arema FC bukan di bawah naungan PT. Arema Indonesia . Badan Hukum baru yang digunakan dan didaftarkan oleh Arema sejak 2015 adalah PT. Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (AABBI).

Pengelola[sunting | sunting sumber]

[sunting | sunting sumber]

Arema sempat beberapa kali berganti nama:

  • PS Arema Malang (1987 - 1995)
  • PS Arema Bentoel (1995 - 2009)
  • Arema Indonesia FC (2009 - 2013), (2019 - sekarang, Sebagai Klub kedua dari Arema)
  • Arema Cronus FC (2013 - 2016)
  • Arema FC (2017 - Sekarang)

[sunting | sunting sumber]

Pengurus Klub[3][sunting | sunting sumber]

Manajemen[sunting | sunting sumber]
Presiden Direktur Bendera Indonesia Agoes Soerjanto
Manajer Umum Bendera Indonesia Ruddy Widodo
Manajer Bisnis Bendera Indonesia Muhammad Yusrinal
Manajer Legal Bendera Indonesia Eko Prasetyo
Manajer Hubungan Internasional Bendera Indonesia Fuad Ardiansyah
Media Officer Bendera Indonesia Sudarmadji
Staff Pelatih Tim Senior[sunting | sunting sumber]
Pelatih Kepala Bendera Bosnia dan Herzegovina Milomir Šešlija
Asisten Pelatih Bendera Indonesia Siswantoro
Asisten Pelatih Bendera Indonesia Kuncoro
Bendera

Pelatih Kiper Bendera Indonesia Yanuar Hermansyah
Pelatih Fisik Bendera IndonesiaSinggih Pitono

Pemain[sunting | sunting sumber]

Skuat terkini[sunting | sunting sumber]

Berikut pemain Arema FC yang didaftarkan untuk mengikuti liga Liga 1 2019[4]

Per 24 April 2019.[5]

Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat memiliki lebih dari satu kewarganegaraan non-FIFA.

No. Pos. Pemain
6 Bendera Indonesia DF Ikhfanul Alam
7 Bendera Indonesia FW Ahmad Nur Hardianto
8 Bendera Indonesia MF Nasir
10 Bendera Mali MF Makan Konaté
11 Bendera Indonesia FW Rivaldi Bawuo
12 Bendera Indonesia MF Hendro Siswanto
14 Bendera Indonesia MF Jayus Hariono
15 Bendera Indonesia FW Sunarto
16 Bendera Indonesia MF Ridwan Tawainella
18 Bendera Indonesia DF Ricky Ohorella
19 Bendera Indonesia MF Hanif Sjahbandi
21 Bendera Indonesia FW Ricky Kayame
22 Bendera Indonesia DF Rachmat Latief
No. Pos. Pemain
23 Bendera Indonesia DF Hamka Hamzah (kapten)
27 Bendera Indonesia FW Dedik Setiawan
30 Bendera Indonesia MF Muhammad Rafli
32 Bendera Indonesia DF Alfin Tuasalamony
37 Bendera Indonesia DF Agil Munawar
41 Bendera Indonesia FW Dendi Santoso (wakil kapten)
44 Bendera Brasil DF Arthur Cunha
86 Bendera Indonesia GK Sandy Firmansyah
87 Bendera Indonesia DF Johan Alfarizi
93 Bendera Indonesia GK Utam Rusdiana
96 Bendera Indonesia GK Kartika Ajie
99 Bendera Belanda FW Sylvano Comvalius
77 Bendera Jepang MF Takafumi Akahoshi

Transfer 2015-2016[sunting | sunting sumber]

Transfer 2017-2018[sunting | sunting sumber]

Prestasi Musim per Musim[sunting | sunting sumber]

Musim Liga Piala Indonesia Liga Champions AFC Piala AFC Top skor
Divisi Pld M D K GF GA Pts Pos Nama Gol
1987-88 Galatama 26 10 10 6 33 20 40 6th  —  —  — N/A N/A
1988-89 Galatama 34 14 8 12 33 32 36 8th  —  —  — Bendera Indonesia Mecky Tata 18
1990 Galatama 34 15 11 8 31 26 41 4th 8 besar  —  — N/A N/A
1990-92 Galatama 37 18 11 8 54 29 47 4th 2nd  —  — Bendera Indonesia Singgih Pitono 21
1992-93 Galatama 32 18 9 5 53 22 45 1st  —  —  — Bendera Indonesia Singgih Pitono 16
1993-94 Galatama (Divisi Timur) 28 5 17 6 19 23 27 6th  —  —  — N/A N/A
1994-95 Divisi Utama (Divisi Timur) 16 7 4 5 21 21 25 7th  —  —  — Bendera Indonesia Singgih Pitono 14
1995–96 Divisi Utama (Divisi Timur) 30 8 11 11 19 25 35 12th  —  —  — N/A N/A
1996-97 Divisi Utama (Barat) 20 10 5 5 26 20 35 3rd  —  —  — N/A N/A
Divisi Utama (2S Group C) 3 1 0 2 4 5 3 3rd
1997-98 Divisi Utama (Divisi Timur) 14 4 6 4 9 9 18 DNF  —  —  — Bendera Chili Pacho Rubio 3
1998–99 Divisi Utama (Divisi Tengah Grup C) 10 4 3 3 10 6 15 3rd  —  —  — Bendera Indonesia Charis Yulianto 3
1999-00 Divisi Utama (Divisi Timur) 26 14 5 7 31 18 47 2nd  —  —  — Bendera Chili Rodrigo Araya 7
Divisi Utama (2S Group B) 3 1 1 1 3 5 4 3rd
2001 Divisi Utama (Divisi Timur) 25 14 4 7 29 23 46 3rd  —  —  — Bendera Indonesia Ahmad Junaedi 14
Divisi Utama (2S Group B) 3 0 0 3 2 9 0 4th
2002 Divisi Utama (Divisi Barat) 22 11 5 6 31 25 38 2nd  —  —  — Bendera Indonesia Johan Prasetyo 13
Divisi Utama (2S Group K) 3 1 0 2 1 4 3 4th
2003 Divisi Utama 38 11 11 16 38 39 44 17th  —  —  — Bendera Indonesia Charles Horik 13
2004 Divisi 1 (Wilayah Timur) 22 16 3 3 37 8 51 1st  —  —  — Bendera Brasil Junior Lima 13
2005 Divisi Utama (Divisi Barat) 26 13 7 6 42 40 46 2nd 1st  —  — Bendera Kamerun Emaleu Serge 28
Divisi Utama (2S Group Timur) 3 0 1 2 1 3 1 4th
2006 Divisi Utama (Divisi Barat) 26 13 8 5 39 17 47 1st 1st  —  — Bendera Kamerun Emaleu Serge 19
Divisi Utama (2S Wilayah Barat) 3 1 0 2 3 2 3 3rd
2007 Divisi Utama (Divisi Barat) 34 15 12 7 45 28 57 4th  —  —  — Bendera Kamerun Émile Mbamba 13
Divisi Utama (2S Wilayah Barat) 3 1 1 1 3 4 4 3rd
2008-09 Liga Super 34 13 8 13 40 42 47 10th  —  —  — Bendera Kamerun Emaleu Serge 6
2009-10 Liga Super 34 23 4 7 57 22 73 1st 2nd  —  — Bendera Singapura Noh Alam Shah 16
2010-2011 Liga Super 28 15 7 6 52 25 52 2nd  —  —  — Bendera Singapura Noh Alam Shah 9
2011-12 Liga Super 34 10 8 16 45 51 38 12th  —  —  — Bendera Brasil Marcio Souza 7
2013 Liga Super 34 21 6 7 70 33 69 2nd  —  —  — Bendera Indonesia Cristian Gonzáles 19
2014 Liga Super (Wilayah Barat) 20 14 4 2 49 13 46 1st Bendera Argentina Gustavo López 7
Liga Super (Grup I) 6 3 2 1 14 7 11 2nd
Liga Super (KO)4 1 0 0 1 1 3 2nd
2015 Liga Super5
2016 ISC A6 34 18 10 6 46 23 64 2nd  —  —  — Bendera Indonesia Cristian Gonzáles 15
2017 Liga 1 34 13 10 11 43 44 49 9th  —  —  — Bendera Indonesia Cristian Gonzáles 9
2018 Liga 1 34 14 8 12 60 48 40 5th       Bendera Mali Makan Konaté 13
2019 Liga 1      

      Champion       Runners-up       3rd place       Promoted       Relegated

Note:
^1 Putra Samarinda mundur; Semua pertandingan mereka dari babak kedua kejuaraan dibatalkan.
^2 Semua tim dalam grup ini masing-masing bermain 12 game, namun hasil yang tersisa tidak diketahui. Putra Samarinda lolos ke tahap kedua.
^3 Hasil yang tersisa tidak diketahui. Persisam Putra Samarinda tidak lolos ke tempat final maupun play-off ketiga. Tapi mereka dipromosikan.
^4 Putaran Knockout hanya statistik, tidak menghitung poinnya.
^5 Indonesia Soccer Championship A merupakan kompetisi tidak resmi menggantikan Indonesia Super League yang sempat ditangguhkan.

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Liga Nasional[sunting | sunting sumber]

Piala Nasional[sunting | sunting sumber]

  • Piala Galatama
  • Piala Indonesia

Turnamen Nasional[sunting | sunting sumber]

Rekor Kemenangan-Kekalahan Terbesar[sunting | sunting sumber]

Menang[sunting | sunting sumber]

  • (Tandang) 05-09-2014 Persijap FC (8-0)
  • (Kandang) 19-06-2011 Bontang FC (8-0)[7]
  • (Tandang) 02-10-2010 Bontang FC (5-0)[8]

Kalah[sunting | sunting sumber]

  • (Tandang) 26-03-1997 Persebaya (1-6)
  • (Kandang) 28-02-2009 Persipura (0-5)
  • (Tandang) 26-01-2003 Persipura (0-6)
  • (Tandang) 07-03-2011 Persipura (1-6)

Partisipasi di Liga[sunting | sunting sumber]

Galatama[sunting | sunting sumber]

 
Title Liga Seri Tahun Nama Pelatih Urutan Akhir Prestasi
Galatama VIII 1987/88 Sinyo Aliandoe 6 (14 Tim)
Galatama IX 1988/89 Sinyo Aliandoe/Andi M Teguh 8 (18 Tim) Top Scorer Mecky Tata (18)
Galatama X 1990 Andi M Teguh 4 (18 Tim)
Galatama XI 1990/92 Andi M Teguh 4 (20 Tim) Top Scrorer Singgih Pitono (21)
Galatama XII 1992/93 M Basri/Gusnul Yakin 1 (17 Tim) Juara, Top Scorer Singgih Pitono (16)
Galatama XIII 1993/94 Gusnul Yakin 6 (Babak Penyisihan)17 Tim di bagi 2 Group

Liga Indonesia[sunting | sunting sumber]

 
Title Kompetisi Seri Tahun Nama Pelatih Urutan Akhir Prestasi
Liga Dunhill I 1994/95 Halilintar Gunawan Penyisihan (6 dari 17 tim)
Liga Dunhill II 1995/96 Gusnul Yakin Penyisihan (12 dari 16 tim)
Liga Kansas III 1996/97 Suharno Babak 12 Besar
Ligina IV 1997/98 Gusnul Yakin Dihentikan (kerusuhan politik)
Ligina V 1998/99 Hamid Asnan/Winarto Penyisihan (3 dari 6 tim)
Liga Bank Mandiri VI 1999/00 M. Basri Babak 8 Besar
Liga Bank Mandiri VII 2001 Daniel Roekito Babak 8 Besar
Liga Bank Mandiri VIII 2002 Daniel Roekito Babak 8 Besar
Liga Bank Mandiri IX 2003 Terry Wetton/Gusnul Yakin/Henk Wullems 19 (22 Tim) Degradasi
Liga Pertamina (Divisi 1) X 2004 Benny Dollo 1 Juara Promosi ke Liga Djarum
Liga Djarum XI 2005 Benny Dollo Babak 8 Besar
Liga Djarum XII 2006 Benny Dollo Babak 8 Besar
Liga Djarum XIII 2007 Miroslav Janů Babak 8 Besar

Liga Super Indonesia[sunting | sunting sumber]

 
Title Liga Seri Tahun Nama Pelatih Urutan Akhir Prestasi
ISL Djarum Super I 2008/09 Bambang Nurdiansyah/Gusnul Yakin 10
ISL Djarum Super II 2009/10 Robert Rene Alberts 1 Juara
ISL Djarum Super III 2010/11 Miroslav Janů 2 Runner up
IPL IV 2011/2012 Milomir Šešlija
IPL V 2013 Dejan Antonic
ISL VI 2012 Suharno 12
ISL VII 2012/2013 Rahmad Darmawan 2 Runner Up
ISL VIII 2013/2014 Suharno 3
ISL (dihentikan) IX 2014/2015 Suharno/Joko Susilo (caretaker) 5 -
ISC X 2016 Milomir Šešlija 2 Runner Up
Liga 1 XI 2017 Aji Santoso / Joko Susilo 9

Partisipasi di Level Asia[sunting | sunting sumber]

Musim Kompetisi Babak Klub Kandang Tandang
1993–94 Asian Club Championship Babak penyisihan Bendera Vietnam Quảng Nam Đà Nẵng 1–0 2–1
Babak pertama Bendera Thailand Thai Farmers Bank 2–2 1–4
2007 AFC Champions League Group Bendera Jepang Kawasaki Frontale 1–3 0–3
Grup Bendera Korea Selatan Chunnam Dragons 0–1 0–2
Grup Bendera Thailand Bangkok University 1–0 0–0
2011 AFC Champions League Grup Bendera Jepang Cerezo Osaka 0–4 1–2
Grup Bendera Korea Selatan Jeonbuk Hyundai Motors 0–4 0–6
Grup Bendera Republik Rakyat Tiongkok Shandong Luneng 1–1 0–5
2012 AFC Cup Grup Bendera Myanmar Ayeyawady United 1–1 3–0
Grup Bendera Vietnam Navibank Saigon 6–2 1–3
Grup Bendera Malaysia Kelantan 1–3 0–3
Babak 16 Besar Bendera Hong Kong Kitchee 2–0
Perempat final Bendera Arab Saudi Ettifaq 0–2 0–2
2014 AFC Cup Grup Bendera Malaysia Selangor FA 1–0 1–1
Grup Bendera Vietnam Hanoi T&T 1–3 1–2
Grup Bendera Maladewa Maziya 3–2 3–1
Babak 16 Besar Bendera Hong Kong Kitchee 0-2

Pelatih[sunting | sunting sumber]

 
Nama Kebangsaan Tahun
Sinyo Aliandoe Bendera Indonesia 1987-1989
Andi M. Teguh (Alm) Bendera Indonesia 1989-1992
M Basri Bendera Indonesia 1992-1993, 2000
Gusnul Yakin Bendera Indonesia 1993-94, 1995-96, 1997-98, 2003, 2008-09
Halilintar Gunawan Bendera Indonesia 1994-1995
Suharno Bendera Indonesia 1996-97
Hamid Asnan (Alm) Bendera Indonesia 1998
Winarto Bendera Indonesia 1998-1999
Daniel Roekito Bendera Indonesia 2001-2002
Terry Wetton Bendera Australia 2003
Henk Wullems Bendera Belanda 2003
Benny Dollo Bendera Indonesia 2004 - 2006
Miroslav Janů (Alm) Bendera Ceko 2006 - 2007
Bambang Nurdiansyah Bendera Indonesia 2008 (5 bulan)
Robert Rene Alberts Bendera Belanda 2009 - 2010
Miroslav Janů (Alm) Bendera Ceko 2006-07, 2010-11
Milomir Šešlija (IPL) Bendera Bosnia dan Herzegovina 2011-2012 (2 bulan)
Dejan Antonić (IPL) Bendera Serbia 2011-2012 (5 bulan)
Wolfgang Pikal (ISL) Bendera Austria 2011
Joko Susilo (ISL) Bendera Indonesia 2011
Suharno (Alm) (ISL) Bendera Indonesia 2012
Rahmad Darmawan Bendera Indonesia 2012 - 2013
Suharno (Alm) Bendera Indonesia 2013 - 2015
Joko Susilo Bendera Indonesia 2015 - 2016, 2017 - sekarang
Milomir Šešlija Bendera Bosnia dan Herzegovina 2016 - 2017
Aji Santoso Bendera Indonesia 2017
Joko Susilo[9] Bendera Indonesia 2017 - 2018
Milan Petrovic[10] Bendera Slovenia 2018
Milomir Šešlija Bendera Bosnia dan Herzegovina 2019 - Sekarang

Pemain terkenal[sunting | sunting sumber]

Lokal[sunting | sunting sumber]

Asing[sunting | sunting sumber]

[sunting | sunting sumber]

[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]