Liga 1 (Indonesia)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Indonesia Super League)
Liga 1
BRI Liga 1.svg
Badan yang mengaturPT Liga Indonesia Baru
Negara Indonesia
KonfederasiAFC
Dibentuk1994 sebagai Divisi Utama
2008 sebagai Indonesia Super League (ISL)
2016
sebagai "Indonesia Soccer Champhionship A (ISC A)"
2017 sebagai Liga 1
Musim perdana1994-1995
Jumlah tim18
Tingkat pada piramida1
Degradasi keLiga 2
Piala domestik
Piala internasional
Juara bertahanBali United
(gelar ke-2)
Klub tersuksesPersipura Jayapura
(5 gelar)
Pencetak gol terbanyakCristian Gonzales (376 Gol)
Televisi penyiar
Situs webligaindonesiabaru.com
2022–2023

Liga 1 (sebelumnya bernama Indonesia Super League) merupakan kasta tertinggi dalam sistem liga sepak bola profesional di Indonesia. Liga 1 diikuti oleh 18 klub dengan sistem kompetisi promosi dan degradasi. PT Liga Indonesia adalah operator resmi Liga 1 Indonesia dengan masing-masing 18 klub peserta sebagai pemegang saham utamanya. Liga berlangsung dalam satu tahun (kalender) penuh sejak Juli sampai dengan April. Total 34 pertandingan untuk setiap peserta liga yang dimainkan secara kandang dan tandang (home and away).

Namun, khusus Kompetisi Liga 1 musim 2021-2022 mengingat kompetisi berjalan masih di tengah pandemi COVID-19, ada beberapa terobosan yang harus dilakukan supaya kompetisi tersebut berjalan dengan aman. Sistem kompetisi tersebut menggunakan sistem gelembung, atau bubble to bubble menjadi pilihan yaitu dimana setiap kontestan Liga 1 berkumpul terpusat di Pulau dan semua tim Liga 1 tidak ada yang bermain di kandangnya sendiri, sistem kompetisi yang baru tersebut agar nantinya tidak menjadi klaster baru penyebaran virus COVID-19.

Kompetisi Liga Indonesia ini dibentuk pertama kali oleh PSSI pada tahun 2008 dengan nama Liga Super Indonesia. Dibentuk sebagai perwujudan kompetisi profesional sepak bola pertama di Indonesia yang sebelumnya hanya berkompetisi secara amatir dengan masih mengandalkan APBD sebagai modal berkompetisi menjadi kompetisi sepak bola yang berbasis industri dan profesional.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Asal[sunting | sunting sumber]

Ide dari pelaksanaan sistem liga ini telah dikemukakan sejak tahun 2007 sebagai upaya mewujudkan profesionalisme dalam persepak-bolaan nasional. Alasan lainnya adalah karena format Liga Indonesia pada tahun 2007 yang kurang adil, berlangsung secara sistem setengah kompetisi. Sistem ini menyebabkan tingginya tingkat ketegangan pertandingan dan sangat berpotensi memicu kerusuhan. Alasan terakhir adalah karena terlalu banyak tim peserta (36 tim).

Pembentukan[sunting | sunting sumber]

Liga Super Indonesia pertama kali diselenggarakan pada tahun 2008. Kompetisi ini dilaksanakan untuk mengikuti persyaratan FIFA yang menyatakan bahwa liga teratas dari suatu negara harus diikuti oleh paling sedikit 18 klub dan setiap klub diharapkan merupakan klub profesional tanpa dibantu dana subsidi Pemerintah APBD.

Tahun 2017, kompetisi sepak bola profesional tertinggi di Indonesia ini berganti nama menjadi Liga 1 di bawah kepemimpinan ketua PSSI yang baru, Edy Rahmayadi.

Sejak tahun 2018, perusahaan Traveloka tidak lagi menjadi sponsor Liga 1, tepatnya sehari sebelum kick off di mulai. Namun sebagai gantinya, Bukalapak akhirnya menjadi sponsor Liga 1 bersama GO-JEK menggantikan Traveloka.

Sejak tahun 2019, GO-JEK tidak lagi menjadi sponsor Liga 1. Sebagai gantinya, Shopee menjadi sponsor menggantikan GO-JEK.[1]

Sejak tahun 2020, BRI tidak lagi menjadi sponsor Liga 1. Sebagai gantinya, BCA menjadi sponsor menggantikan BRI.

Format kompetisi[sunting | sunting sumber]

Format kompetisi menggunakan format satu wilayah dimana sebelumnya (terakhir 2007) menggunakan format dua wilayah. Pemenang akan ditentukan dari jumlah poin paling banyak selama 34 pertandingan. Gelar juara ditentukan oleh tim dengan poin tertinggi selama satu musim kompetisi, jika poin sama maka juara akan ditentukan dengan selisih gol. Juara akan mewakili Indonesia di play-off Liga Champions Asia. Sedangkan peringkat ke-2 dan ke-3 (jika peringkat ke-1 lolos play-off Liga Champions Asia) akan mewakili Indonesia di Piala AFC. Tiga tim penghuni terbawah klasemen akan langsung terdegradasi dan digantikan oleh tiga tim terbaik dari Liga 2 yang promosi.

Klub[sunting | sunting sumber]

Sebanyak 18 klub berkompetisi pada musim 2022–2023.

Tim Lokasi Musim 2021–2022
Arema Malang Peringkat 4
Bali United Gianyar Peringkat 1
Barito Putera Banjarmasin Peringkat 15
Bhayangkara Surakarta Peringkat 3
Borneo Samarinda Peringkat 6
Dewa United Tangerang Peringkat 3, Liga 2
Madura United Pamekasan Peringkat 9
Persebaya Surabaya Peringkat 5
Persib Bandung Peringkat 2
Persija Jakarta Peringkat 8
Persik Kediri Peringkat 11
Persikabo 1973 Bogor Peringkat 10
Persis Surakarta Peringkat 1, Liga 2
Persita Tangerang Peringkat 12
PSIS Semarang Peringkat 7
PSM Makassar
Pare-pare
Peringkat 14
PSS Sleman Peringkat 13
RANS Nusantara Bogor Peringkat 2, Liga 2

Riwayat Kompetisi[sunting | sunting sumber]

Juara dari Musim ke Musim[sunting | sunting sumber]

Musim Juara Runner-up
2008–09 Persipura Persiwa
2009–10 Arema Indonesia Persipura
2010–11 Persipura Arema Indonesia
LPI 2011-12 Semen Padang Persebaya Surabaya
LSI 11–12* Sriwijaya Persipura
2013 Persipura Arema Cronus
2014 Persib Persipura
2015 Kompetisi dihentikan (dibekukan pemerintah/FIFA)
2016* Persipura Arema Cronus
2017 Bhayangkara Bali United
2018 Persija PSM
2019 Bali United Persebaya
2020 Kompetisi dihentikan (pandemi COVID-19)
2021-22 Bali United Persib

Catatan: LSI 2011-2012 dan ISC A 2016 bukan kompetisi resmi yang berafiliasi dengan PSSI, AFC & FIFA.

Klub Tersukses[sunting | sunting sumber]

Klub Juara Runner-up Musim Juara Musim Runner-up
Persipura Jayapura 5 3 2005
2008-09
2010-11
2013

2016*

2009-10
LSI 2011-12*
2014
Bali United 2 1 2019
2021-22
2017
Arema 1 3 2009-10 2010-11, 2013, 2016*
Persib Bandung 1 1 2014 2021-22
Bhayangkara 1 0 2017
Sriwijaya 1 0 LSI 2011-12*
Semen Padang 1 0 LPI 2011-12
Persija Jakarta 1 0 2018
Persebaya Surabaya 0 2 LPI 2011-12,

2019

Persiwa Wamena 0 1 2008-09
PSM Makassar 0 1 2018

Catatan: LSI 2011-12 dan ISC A 2016 bukan kompetisi resmi yang berafiliasi dengan PSSI, AFC & FIFA.

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Pemain Terbaik[sunting | sunting sumber]

Boaz Solossa adalah pemain yang paling banyak mendapatkan penghargaan pemain terbaik terbanyak, sebanyak 3 kali sejak ISL pertama kali di gelar pada musim 2008.

Musim Pemain Terbaik Klub
2008-09 Indonesia Boaz Solossa Persipura Jayapura
2009-10 Indonesia Kurnia Meiga Hermansyah Arema Indonesia
2010-11 Indonesia Boaz Solossa Persipura Jayapura
LPI 2011-12 Indonesia Ferdinand Sinaga Semen Padang FC
LSI 2011-12* Saint Kitts dan Nevis Keith Kayamba Gumbs Sriwijaya FC
2013 Indonesia Boaz Solossa Persipura Jayapura
2014 Indonesia Ferdinand Sinaga Persib Bandung
2017 Portugal Paulo Sérgio Moreira Gonçalves Bhayangkara FC
2018 Nepal Rohit Chand Persija Jakarta
2019 Brasil Renan Silva Borneo FC
2021-2022 Jepang Taisei Marukawa Persebaya Surabaya

Catatan: LSI 2011-12 bukan kompetisi resmi yang berafiliasi dengan PSSI, AFC & FIFA.

Pencetak Gol Terbanyak[sunting | sunting sumber]

Tahun Pemain Klub Gol
2008-2009 Indonesia Boaz Solossa
Indonesia Cristian Gonzáles
Persipura Jayapura
Persik Kediri dan Persib Bandung
28
2009-2010 Paraguay Francisco Aldo Barreto Miranda Bontang FC 19
2010-2011 Indonesia Boaz Solossa Persipura Jayapura 22
LPI 2011-2012 Indonesia Ferdinand Sinaga Semen Padang FC 15
LSI 2011-2012* Brasil Alberto Goncalves Da Costa Persipura Jayapura 25
2013 Indonesia Boaz Solossa Persipura Jayapura 25
2014 Kamerun Emmanuel Kenmogne Persebaya (ISL) 25
2015 Kompetisi dihentikan (dibekukan pemerintah/FIFA)
ISC A 2016 Indonesia Alberto Goncalves Sriwijaya FC 23
2017 Belanda Sylvano Comvalius Bali United FC 37
2018 Serbia Aleksandar Rakic PS TIRA 21
2019 Kroasia Marko Simic Persija Jakarta 28
2020 Kompetisi dihentikan (pandemi COVID-19)
2021-2022 Indonesia Ilija Spasojević Bali United F.C. 23

Catatan: LSI 2011-12 bukan kompetisi resmi yang berafiliasi dengan PSSI, AFC & FIFA.

Kiper Terbaik[sunting | sunting sumber]

Tahun Pemain Klub
2013 Korea Selatan Yoo Jae-hoon Persipura Jayapura
2017 Indonesia Andritany Ardhiyasa Persija Jakarta
2021-2022 Indonesia Teja Paku Alam Persib Bandung

Pemain Muda Terbaik[sunting | sunting sumber]

Tahun Pemain Klub
2013 Indonesia Syakir Sulaiman Persiba Balikpapan
2017 Indonesia Rezaldi Hehanusa Persija Jakarta
2018 Indonesia Osvaldo Haay Persebaya Surabaya
2019 Indonesia Todd Rivaldo Ferre Persipura Jayapura
2021-2022 Indonesia Marselino Ferdinan Persebaya Surabaya

Pelatih Terbaik[sunting | sunting sumber]

Tahun Pelatih/Manager Klub
2013 Brasil Jacksen F. Tiago Persipura Jayapura
2018 Brasil Stefano Cugura Persija Jakarta
2019 Brasil Stefano Cugurra Bali United FC
2021-2022 Indonesia Aji Santoso Persebaya Surabaya

Penghargaan Fair Play[sunting | sunting sumber]

Tahun Klub
2017 Perseru Serui
2018 PS Barito Putera
2019 Persikabo 1973
2021-2022 Madura United

Penghargaan Gol Terbaik[sunting | sunting sumber]

Tahun Pemain Klub Lawan Tanggal
2017 IndonesiaSeptian David Maulana Mitra Kukar Persiba 10 November 2017
2019 Brasil David da silva Persebaya Arema 12 Desember 2019
2021-2022 Portugal Carlos Fortes Arema Persija 5 Februari 2021

[sunting | sunting sumber]

Periode Sponsor Nama Titel
2008–2012 Djarum Djarum ISL
2011–2014* Tidak ada sponsor Liga Super Indonesia**
Liga Primer Indonesia
Liga Prima Indonesia
2015 Bank QNB Indonesia Liga QNB
2017 GO-JEK dan Traveloka GO-JEK Traveloka Liga 1
2018 GO-JEK GO-JEK Liga 1
2019–2020 Shopee Shopee Liga 1
2021– Bank Rakyat Indonesia BRI Liga 1
* Terjadi dualisme liga
** Liga Super Indonesia 2013–2014 tidak memiliki sponsor

Penyiar[sunting | sunting sumber]

Nama Titel Periode Televisi siaran gratis Televisi berbayar Platform daring
Indonesia Super League 2008-2012 antv
2013 antv, tvOne
2014 antv (produksi bersama BV Sports), RCTI, MNCTV, Global TV K-Vision
2015 RCTI, MNCTV, Global TV BiG TV & Matrix Garuda Domikado
Liga 1 2017 tvOne OrangeTV iflix
2018 Indosiar, O Channel, tvOne OrangeTV, Matrix Garuda, UseeTV Vidio
2019 Indosiar, O Channel Nex Parabola, Matrix Garuda, UseeTV
2020 UseeTV, K-Vision, MNC Vision, MNC Play Vidio,Vision+
2021–2022 Nex Parabola, UseeTV, Vidio

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Inilah Sponsor Resmi Liga 1 2019". Diakses tanggal 2018-05-10. 

3. https://www.goal.com/id/berita/pssi-jelaskan-format-kompetisi-liga-1-liga-2-di-tengah/bgatxda8edmv17wrtwdx42w60

Pranala luar[sunting | sunting sumber]