Kota Makassar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kota Makassar

Ujung Pandang
ᨀᨚᨈ ᨆᨀᨔᨑ
𑻠𑻶𑻦 𑻥𑻠𑻰𑻭
Sulawesi 1rightarrow blue.svg Sulawesi Selatan
Dari kiri atas searah jarum jam: Karebosi Skyline, Trans Studio Makassar, Masjid Amirul Mukminin, Rumah-rumah tradisonal Bugis di sepanjang jalan Makassar-Watampone, Patung keluarga nelayan, Benteng Rotterdam, Pantai Losari.
Dari kiri atas searah jarum jam: Karebosi Skyline, Trans Studio Makassar, Masjid Amirul Mukminin, Rumah-rumah tradisonal Bugis di sepanjang jalan Makassar-Watampone, Patung keluarga nelayan, Benteng Rotterdam, Pantai Losari.
Lambang resmi Kota Makassar
Lambang
Motto: 
Sekali Layar Terkembang
Pantang Biduk Surut Ke Pantai
Letak Makassar di Sulawesi Selatan
Letak Makassar di Sulawesi Selatan
Kota Makassar berlokasi di Sulawesi
Kota Makassar
Kota Makassar
Letak Makassar di Sulawesi Selatan
Kota Makassar berlokasi di Indonesia
Kota Makassar
Kota Makassar
Kota Makassar (Indonesia)
Koordinat: 5°07′59″S 119°24′49″E / 5.1331°S 119.4136°E / -5.1331; 119.4136
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Selatan
Tanggal peresmian9 November 1607; 412 tahun lalu (1607-11-09)
Pemerintahan
 • Wali KotaProf. Dr. Rudy Djamaluddin S.T., M.Eng.(Penjabat)
 • Wakil Wali KotaLowong
Luas
 • Total175,77 km2 (6,787 sq mi)
Populasi
 • Total1.508.154 jiwa
 • Kepadatan8.580/km2 (22,200/sq mi)
Demografi
 • Suku bangsaMakassar, Bugis, Toraja, Mandar, Tionghoa, Jawa, dll
 • AgamaIslam 82,36%
Kristen 15,19%
- Protestan 9,61%
- Katolik 5,58%
Buddha 1,42%
Hindu 0,76%
Konghucu 0,27%[2]
 • BahasaMakassar, Indonesia
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode telepon+62 411
Kode Kemendagri73.71 Edit the value on Wikidata
Kode SNIMKS
Jumlah kecamatan15
Jumlah kelurahan153
DAURp. 1.033.583.903.000.-(2013)[3]
Bandar udaraBandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin
PelabuhanPelabuhan Soekarno Hatta
Situs webmakassarkota.go.id

Kota Makassar (Bahasa Makassar: 𑻠𑻶𑻦 𑻥𑻠𑻰𑻭, ᨀᨚᨈ ᨆᨀᨔᨑ, transliterasi: Kota Mangkasara'; dari 1971 hingga 1999 secara resmi dikenal sebagai Ujung Pandang) adalah ibu kota provinsi Sulawesi Selatan. Makassar merupakan kota metropolitan terbesar di kawasan Indonesia Timur dan pada masa lalu pernah menjadi ibu kota Negara Indonesia Timur dan Provinsi Sulawesi. Makassar terletak di pesisir barat daya Pulau Sulawesi dan berbatasan dengan Selat Makassar di sebelah barat, Kabupaten Kepulauan Pangkajene di sebelah utara, Kabupaten Maros di sebelah timur dan Kabupaten Gowa di sebelah selatan.

Menurut Bappenas, Makassar adalah salah satu dari empat pusat pertumbuhan utama di Indonesia, bersama dengan Medan, Jakarta, dan Surabaya.[4][5] Dengan memiliki wilayah seluas 175,77 km² dan jumlah penduduk lebih dari 1,5 juta jiwa, kota ini berada di urutan kelima kota terbesar di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan.[6][7] Secara demografis, kota ini tergolong tipe multi etnik atau multi kultur dengan beragam suku bangsa yang menetap di dalamnya, di antaranya yang signifikan jumlahnya adalah Suku Makassar, Bugis, Toraja, Mandar, Buton, Jawa, dan Tionghoa. Makanan khas Makassar yang umum dijumpai di pelosok kota adalah Coto Makassar, Roti Maros, Jalangkote, Bassang, Kue Tori, Palubutung, Pisang Ijo, Sop Saudara dan Sop Konro.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Hotel Oranje pada tahun 1920-an.

Nama Makassar sudah disebutkan dalam pupuh 14/3 kitab Nagarakretagama karya Mpu Prapanca pada abad ke-14, sebagai salah satu daerah taklukkan Majapahit.[8] Walaupun demikian, Raja Gowa ke-9 Tumaparisi Kallonna (1510-1546) diperkirakan adalah tokoh pertama yang benar-benar mengembangkan kota Makassar.[9] Ia memindahkan pusat kerajaan dari pedalaman ke tepi pantai, mendirikan benteng di muara Sungai Jeneberang, serta mengangkat seorang syahbandar untuk mengatur perdagangan.[9]

Pada abad ke-16, Makassar menjadi pusat perdagangan yang dominan di Indonesia Timur, sekaligus menjadi salah satu kota terbesar di Asia Tenggara. Raja-raja Makassar menerapkan kebijakan perdagangan bebas yang ketat, di mana seluruh pengunjung ke Makassar berhak melakukan perniagaan disana dan menolak upaya VOC (Belanda) untuk memperoleh hak monopoli di kota tersebut.

Selain itu, sikap yang toleran terhadap agama berarti bahwa meskipun Islam semakin menjadi agama yang utama di wilayah tersebut, pemeluk agama Kristen dan kepercayaan lainnya masih tetap dapat berdagang di Makassar. Hal ini menyebabkan Makassar menjadi pusat yang penting bagi orang-orang Melayu yang bekerja dalam perdagangan di Kepulauan Maluku dan juga menjadi markas yang penting bagi pedagang-pedagang dari Eropa dan Arab.Semua keistimewaan ini tidak terlepas dari kebijaksanaan Raja Gowa-Tallo yang memerintah saat itu (Sultan Alauddin, Raja Gowa, dan Sultan Awalul Islam, Raja Tallo).

Kontrol penguasa Makassar semakin menurun seiring semakin kuatnya pengaruh Belanda di wilayah tersebut dan menguatnya politik monopoli perdagangan rempah-rempah yang diterapkan Belanda melalui VOC. Pada tahun 1669, Belanda, bersama dengan La Tenri Tatta Arung Palakka dan beberapa kerajaan sekutu Belanda Melakukan penyerangan terhadap kerajaan Islam Gowa-Tallo yang mereka anggap sebagai Batu Penghalang terbesar untuk menguasai rempah-rempah di Indonesia timur. Setelah berperang habis-habisan mempertahankan kerajaan melawan beberapa koalisi kerajaan yang dipimpin oleh belanda, akhirnya Gowa-Tallo (Makassar) terdesak dan dengan terpaksa menanda tangani Perjanjian Bongaya.

Penamaan[sunting | sunting sumber]

Lambang Kota Makassar pada zaman penjajahan Belanda

Kota ini dahulu bernama Ujung Pandang dan dipakai dari kira-kira tahun 1971 sampai tahun 1999. Alasan untuk mengganti nama Makassar menjadi Ujung Pandang dengan alasan politik, antara lain karena Makassar adalah nama sebuah suku bangsa padahal tidak semua penduduk kota Makassar adalah anggota dari etnik Makassar.

Perang Dunia Kedua dan pendirian Republik Indonesia sekali lagi mengubah wajah Makassar. Hengkangnya sebagian besar warga asingnya pada tahun 1949 dan nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing pada akhir tahun 1950-an menjadikannya kembali sebuah kota provinsi. Bahkan, sifat asli Makassar pun semakin menghilang dengan kedatangan warga baru dari daerah-daerah pedalaman yang berusaha menyelamatkan diri dari kekacauan akibat berbagai pergolakan pasca revolusi. Antara tahun 1930-an sampai tahun 1961 jumlah penduduk meningkat dari kurang lebih 90.000 jiwa menjadi hampir 400.000 orang, lebih daripada setengahnya pendatang baru dari wilayah luar kota. Hal ini dicerminkan dalam penggantian nama kota menjadi Ujung Pandang berdasarkan julukan ”Jumpandang” yang selama berabad-abad lamanya menandai Kota Makassar bagi orang pedalaman pada tahun 1971. Baru pada tahun 1999 kota ini dinamakan kembali Makassar, tepatnya 13 Oktober berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 1999 Nama Ujung Pandang dikembalikan menjadi Kota Makassar dan sesuai Undang-Undang Pemerintahan Daerah luas wilayah bertambah kurang lebih 4 mil kearah laut 10.000 Ha, menjadi 27.577Ha [10]

Ujung Pandang sendiri adalah nama sebuah kampung dalam wilayah Kota Makassar. Bermula di dekat Benteng Ujung Pandang sekarang ini, membujurlah suatu tanjung yang ditumbuhi rumpun-rumpun pandan. Sekarang Tanjung ini tidak ada lagi. Nama Ujung Pandang mulai dikenal pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-X, Tunipalangga yang pada tahun 1545 mendirikan benteng Ujung Pandang sebagai kelengkapan benteng-benteng kerajaan Gowa yang sudah ada sebelumnya, antara lain Barombong, Somba Opu, Panakukang dan benteng-benteng kecil lainnya.

Setelah bagian luar benteng selesai, didirikanlah bangunan khas Gowa (Balla Lompoa) di dalamnya yang terbuat dari kayu. Sementara di sekitar benteng terbentuk kampung yang semakin lama semakin ramai. Disanalah kampung Jourpandan (Juppandang). Sedangkan Benteng dijadikan sebagai kota kecil di tepi pantai Losari.

Beberapa tahun kemudian benteng Ujung Pandang jatuh ke tangan Belanda, usai perang Makassar, dengan disetujuinya Perjanjian Bungaya tahun 1667, benteng itu diserahkan. Kemudian Speelmen mengubah namanya menjadi Fort Rotterdam. Bangunan-bangunan bermotif Gowa di Fort Rotterdam perlahan-lahan diganti dengan bangunan gaya barat seperti yang dapat kita saksikan sekarang.

Ihwal nama Kota Makassar berubah menjadi Ujung Pandang terjadi pada tanggal 31 Agustus 1971, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 51 tahun 1971. Tak kala itu Kota Makassar dimekarkan dari 21 kilometer persegi menjadi 115,87 Kilometer persegi, terdiri dari 11 wilayah kecamatan dan 62 lingkungan dengan penduduk sekitar 700 ribu jiwa. Pemekaran ini mengadopsi sebagian dari wilayah tiga kabupaten yakni Kabupaten Maros, Gowa dan Pangkajene Kepulauan. Sebagai “kompensasinya” nama Makassar diubah menjadi Ujung Pandang.

Tentang kejadian bersejarah tersebut, Wali kotamadya Ujung Pandang Kolonel H. M. Daeng Patompo (alm) terpaksa menyetujui perubahan, demi perluasan wilayah kota. Sebab Bupati Gowa Kolonel K. S. Mas’ud dan Bupati Maros Kolonel H.M. Kasim DM menentang keras pemekaran tersebut. Untunglah pertentangan itu dapat diredam setelah Pangkowilhan III Letjen TNI Kemal Idris menjadi penengah, Walhasil Kedua Bupati daerah tersebut, mau menyerahkan sebagian wilayahnya asalkan nama Makassar diganti.

Sejak awal proses perubahan nama Makassar menjadi Ujung Pandang, telah mendapat protes dari kalangan masyarakat. Terutama kalangan budayawan, seniman, sejarawan, pemerhati hukum dan pebisinis. Bahkan ketika itu sempat didekalarasikan Petisi Makassar oleh Prof. Dr. Andi Zainal Abidin Farid SH, Prof. Dr. Mattulada dan Drs. H. D. Mangemba, dari deklarasi petisi Makassar inilah polemik tentang nama terus mengalir dalam bentuk seminar, lokakarya dan sebagainya.

Beberapa seminar yang membahas tentang polemik penggantian nama Makassar antara lain:

  • Seminar Makassar yang dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 1981 di Hotel Raodah, diselenggarakan oleh SOKSI Sulsel.
  • Diskusi panel Makassar Bersinar diselenggarakan 10 Nopember 1991 di gedung Harian Pedoman Rakyat lantai III. “Seminar Penelusuran Hari Lahirnya Makassar”, 21 Agustus 1995 di Makassar Golden Hotel.

Namun Pemerintah Daerah maupun DPRD setempat, tidak juga tergugah untuk mengembalikan nama Makassar pada ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan. Nasib kota “Daeng” ini nyaris tak menentu, hingga akhirnya dipenghujung masa jabatan Presiden B.J. Habibie, nama Makassar dikembalikan, justru tanpa melalui proses yang berbelit.

Dalam konsideran Peraturan Pemerintah No. 86 Tahun 1999, di antaranya menyebutkan bahwa perubahan itu wujud keinginan masyarakat Ujung Pandang dengan mendapat dukungan DPRD Ujung Pandang dan perubahan ini sejalan dengan pasal 5 ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 1999, bahwa perubahan nama daerah, ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Seiring perubahan dan pengembalian nama Makassar, maka nama Ujung Pandang kini tinggal kenangan dan selanjutnya semua elemen masyarakat kota mulai dari para budayawan, pemerintah serta masyarakat kemudian mengadakan penelurusan dan pengkajian sejarah Makassar, Hasilnya Pemerintah Daerah Nomor 1 Tahun 2000, menetapkan Hari jadi Kota Makassar, tanggal 9 Nopember 1607. Dan untuk pertama kali Hari Jadi Kota Makassar ke 393, diperingati pada tanggal 9 November 2000. Nama Makassar berasal dari sebuah kata dalam bahasa Makassar "Mangkasarak" yang berarti yang metampakkan diri atau yang bersifat terbuka.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Makassar adalah Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan, yang terletak di bagian Selatan Pulau Sulawesi yang dahulu disebut Ujung Pandang, terletak antara 119º24’17’38” Bujur Timur dan 5º8’6’19” Lintang Selatan yang berbatasan sebelah Utara dengan Kabupaten Maros, sebelah Timur Kabupaten Maros, sebelah selatan Kabupaten Gowa dan sebelah Barat adalah Selat Makassar. Kota Makassar memiliki topografi dengan kemiringan lahan 0-2°(datar) dan kemiringan lahan 3-15° (bergelombang). Luas Wilayah Kota Makassar tercatat 175,77 km persegi.

Kota Makassar adalah kota yang terletak dekat dengan pantai yang membentang sepanjang koridor barat dan utara dan juga dikenal sebagai “Waterfront City” yang di dalamnya mengalir beberapa sungai seperti Sungai Tallo, Sungai Jeneberang, dan Sungai Pampang) yang kesemuanya bermuara ke dalam kota. Kota Makassar merupakan hamparan daratan rendah yang berada pada ketinggian antara 0-25 meter dari permukaan laut.[11]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Secara administratif, batas wilayah Kota Makassar adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Maros
Timur Kabupaten Maros
Selatan Kabupaten Gowa
Barat Selat Makassar

Iklim[sunting | sunting sumber]

Kota Makassar memiliki kondisi iklim tropis yang bertipe iklim tropis muson (Am), hal tersebut ditandai dengan kontrasnya jumlah rata-rata curah hujan di musim penghujan dan musim kemarau. Musim hujan biasanya berlangsung sejak bulan November hingga bulan Maret dan musim kemarau berlangsung dari bulan Mei hingga bulan September. Wilayah Kota Makassar memiliki suhu udara rata-rata berkisar antara 26,°C sampai dengan 29°C. Rata-rata curah hujan per tahun di wilayah ini berkisar antara 2700–3200 milimeter.

Data iklim Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rekor tertinggi °C (°F) 37
(99)
32
(90)
36
(97)
38
(100)
41
(106)
42
(108)
39
(102)
37
(99)
37
(99)
38
(100)
37
(99)
35
(95)
42
(108)
Rata-rata tertinggi °C (°F) 29.1
(84.4)
29.3
(84.7)
29.8
(85.6)
30.5
(86.9)
31
(88)
30.4
(86.7)
30.4
(86.7)
31
(88)
31.1
(88)
31.2
(88.2)
30.5
(86.9)
29.3
(84.7)
30.3
(86.57)
Rata-rata harian °C (°F) 26
(79)
26.3
(79.3)
26.4
(79.5)
26.6
(79.9)
26.9
(80.4)
26
(79)
25.6
(78.1)
25.7
(78.3)
26
(79)
26.5
(79.7)
26.7
(80.1)
26.1
(79)
26.23
(79.28)
Rata-rata terendah °C (°F) 23
(73)
23.4
(74.1)
23
(73)
22.8
(73)
22.8
(73)
21.7
(71.1)
20.9
(69.6)
20.4
(68.7)
20.9
(69.6)
21.8
(71.2)
22.9
(73.2)
23
(73)
22.22
(71.88)
Rekor terendah °C (°F) 20
(68)
21
(70)
21
(70)
17
(63)
20
(68)
18
(64)
17
(63)
17
(63)
19
(66)
19
(66)
20
(68)
21
(70)
17
(63)
Presipitasi mm (inci) 671
(26.42)
556
(21.89)
408
(16.06)
175
(6.89)
101
(3.98)
67
(2.64)
37
(1.46)
14
(0.55)
25
(0.98)
56
(2.2)
213
(8.39)
552
(21.73)
2.875
(113,19)
Rata-rata hari hujan 25 23 18 10 8 6 4 2 2 5 12 22 137
% kelembapan 86 86 85 83 81 79 74 68 66 71 80 85 78.7
Rata-rata sinar matahari bulanan 155 168 186 240 248 241 270 298 300 305 280 158 2.849
Sumber #1: Climate-Data.org[12]
Sumber #2: WeatherAtlas[13]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kediaman gubernur di Makassar pada tahun 1920-an.
Balai Kota Makassar.

Daftar Wali Kota[sunting | sunting sumber]

No Wali Kota[14] Mulai Menjabat Akhir Jabatan Prd. Ket. Wakil Wali Kota
Zaman Kolonial Belanda
1
J.E. Dambrink
1918
1931
1
2
J.H. de Groot
1927
1931
2
3
G.H.J. Beikenkamp
1931
1932
3
4
F.C. van Lier
1932
1933
4
5
Ch.H. ter Laag
1933
1934
5
6
J. Leewis
1934
1936
6
7
H.F. Brune
1936
1942
7
Zaman Kolonial Jepang
1
B. Yamasaki
1942
1945
8
Zaman Revolusi Kemerdekaan Indonesia
1
Nadjamuddin Daeng Malewa
17 Agustus 1945
11 September 1945
9
-
H.F. Brune
1945
1945
2
D.M. van Swietene
1945
1946
10
Negara Indonesia Timur
3
Abdul Hamid Daeng Magassing
24 Desember 1946
27 Desember 1949
11
4
Salawati Daud
27 Desember 1949
17 Agustus 1950
12
Republik Indonesia
5
J.M. Qaimuddin.jpg J.M. Qaimuddin
1950
1951
13
6
J. Mewengkang
1951
1951
14
7
Sampara Daeng Lili.jpg Sampara Daeng Lili
1951
1952
15
8
Achmad Dara Syachruddin.jpg Achmad Dara Syachruddin
1952
1956
16
9
Mohammad Junus Daeng Mile.jpg Mohammad Junus Daeng Mile
1956
1957
17
10
Latif Daeng Massikki.jpg Abdul Latif Daeng Masikki
1958
1961
18
11
Arupala.jpg H.
Arupala
1959
1962
19
12
Muhammad Daeng Patompo.jpg Kol. H.
Muhammad Daeng Patompo
1962
1978
20
21
22
13
Abustam.jpg Kol.
Abustam
1978
1983
23
14
Jancy Raib.jpg Kol.
Jancy Raib
1983
1988
24
15
Suwahyo.jpg Kol.
Suwahyo
1988
1993
25
Kol.
Andi Muhammad Ghalib,
S.H., M.H.
(Penjabat)
1993
1994
16
Andi Malik B. Masry.jpg H.
Andi Malik Baso Masry,
S.E., M.Si.
1994
1999
26
17
Amiruddin Maula.jpg Drs. H.
Baso Amiruddin Maula,
S.H., M.Si.
1999
2004
27
18
Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.jpg Ir. H.
Ilham Arief Sirajuddin,
M.M.
8 Mei 2004
Agustus 2008
28
Andi Herry Iskandar
19
Andi Herry Iskandar.png Ir. H.
Andi Herry Iskandar,
M.Si.
Agustus 2008
8 Mei 2009
(18)
Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.jpg Dr. Ir. H.
Ilham Arief Sirajuddin,
M.M.
8 Mei 2009
8 Mei 2014
29
Supomo Guntur
20
Mohammad Ramdhan Pomanto.jpg Ir. H.
Mohammad Ramdhan Pomanto
8 Mei 2014
8 Mei 2019
30
Syamsu Rizal
Muhammad Anshar
(Pelaksana Harian)
8 Mei 2019
13 Mei 2019
[15]
Iqbal Suhaeb.jpg Dr.
Muhammad Iqbal Samad Suhaeb
S.E., M.T.
(Penjabat)
13 Mei 2019
13 Mei 2020
[16]
Yusran Jusuf.png Prof. Dr. Ir.
Yusran Jusuf
M.Si., I.P.U.
(Penjabat)
13 Mei 2020
26 Juni 2020
[17]
Prof. Dr. Ir.
Rudy Djamaluddin
M.Eng.
(Penjabat)
26 Juni 2020
Petahana
[18]


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Makassar dalam dua periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019[19][20][21][22] 2019-2024[23]
Logo PKB.svg PKB 0 1
Logo Gerindra.svg Gerindra 5 Steady 5
LOGO- PDIP.svg PDI Perjuangan 4 6
GolkarLogo.png Golkar 8 5
Partai NasDem.svg NasDem 5 6
Logo Partai Berkarya.svg Berkarya (baru) 1
Contoh Logo Baru PKS.jpg PKS 5 Steady 5
PartaiPerindo.png Perindo (baru) 2
Logo PPP.svg PPP 5 Steady 5
Logo PAN.svg PAN 4 5
Logo Hanura.svg Hanura 5 3
Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat 7 6
Bulan Bintang.jpg PBB 1 0
Lambang PKPI PKPI 1 0
Jumlah Anggota 50 Steady 50
Jumlah Partai 11 12

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kota Makassar.

Kota Makassar terdiri dari 15 kecamatan dan 153 kelurahan. Pada tahun 2017, kabupaten ini memiliki luas wilayah 199,26 km² dan jumlah penduduk sebesar 1.663.479 jiwa dengan sebaran penduduk 8.348 jiwa/km².[24][25]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Makassar, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
73.71.11 Biringkanaya 11
73.71.06 Bontoala 12
73.71.15 Kepulauan Sangkarrang 3
73.71.03 Makassar 14
73.71.02 Mamajang 13
73.71.12 Manggala 8
73.71.01 Mariso 9
73.71.09 Panakkukang 11
73.71.13 Rappocini 11
73.71.07 Tallo 15
73.71.14 Tamalanrea 8
73.71.10 Tamalate 11
73.71.04 Ujung Pandang 10
73.71.08 Ujung Tanah 9
73.71.05 Wajo 8
TOTAL 153

Rencana Pengembangan Kota[sunting | sunting sumber]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Makassar merupakan kota yang multi etnis Penduduk Makassar kebanyakan dari Suku Makassar dan Suku Bugis, sisanya berasal dari Toraja, Mandar, Buton, Tionghoa, Jawa dan sebagainya.

Tahun 1971 1980 1990 2000 2008 2009 2010 2018
Jumlah penduduk Green Arrow Up.svg 434.766 Green Arrow Up.svg 708.465 Green Arrow Up.svg 944.372 Green Arrow Up.svg 1.130.384 Green Arrow Up.svg 1.253.656 Green Arrow Up.svg 1.272.349 Green Arrow Up.svg 1.338.663 Green Arrow Up.svg 1.508.154

Agama[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan data sensus BPS Kota Makassar tahun 2015 menunjukan bahwa mayoritas penduduk menganut agama Islam sebanyak 82.39%, kemudian Kristen Protestan 9.61%, Katolik 5.56%, Buddha 1.41%, Hindu 0.76%, dan Konghucu 0.27%.[26]

Agama di Kota Makassar
Agama Persen
Islam
  
82.39%
Kristen Protestan
  
9.61%
Katolik
  
5.56%
Buddha
  
1.41%
Hindu
  
0.76%
Konghucu
  
0.27%

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Bahasa resmi instansi pemerintahan di Kota Makassar adalah bahasa Indonesia. Menurut Statistik Kebahasaan 2019 oleh Badan Bahasa, terdapat tiga bahasa daerah di Kota Makassar[27], yaitu bahasa Makassar, bahasa Bugis, dan bahasa Toraja.[28]

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Laut[sunting | sunting sumber]

Bus Trans Makassar.

Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar Di Makassar, Soekarno-Hatta menjadi nama pelabuhan, khususnya pelabuhan untuk kapal penumpang dan terminal penumpang. Pelabuhan ini dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV).

Di area pelabuhan penumpang ini terdapat Masjid Babussalam. Masjid ini diresmikan Presiden Megawati, berbarengan dengan peresmian Terminal Petikemas Makassar, pada 21 Juli 2001. Sementara di kawasan ujung utara pelabuhan, atau ujung jalan Nusantara, terdapat awal Jalan Tol Reformasi (tol lingkar Makassar) yang menghubungkan kawasan pelabuhan dengan pusat kota. Jalan tol yang hanya sepanjang 3,1 km ini dikelola oleh PT Nusantara Infrastructure Tbk. Perusahaan milik Bosowa Group ini juga jadi pengelola jalan tol Bintaro-Bumi Serpong Damai (Jakarta/Tangerang).

Paotere adalah suatu pelabuhan perahu yang terletak di Kecamatan Ujung Tanah, Makassar. Pelabuhan yang berjarak ± 5 km (± 30 menit) dari pusat Kota Makassar ini merupakan salah satu pelabuhan rakyat warisan tempo doeloe yang masih bertahan dan merupakan bukti peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo sejak abad ke-14 sewaktu memberangkatkan sekitar 200 armada Perahu Phinisi ke Malaka. Pelabuhan Paotere sekarang ini masih dipakai sebagai pelabuhan perahu-perahu rakyat seperti Phinisi dan Lambo dan juga menjadi pusat niaga nelayan.

Udara[sunting | sunting sumber]

Kota Makassar mempunyai sebuah bandara internasional, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin yang pada tanggal 26 September 2008 diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang menandakan mulai pada saat itu Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin beroperasi secara penuh di mana sebelumnya telah beroperasi tetapi hanya sebagian. Bandara Hasanuddin juga memiliki taksi khusus Bandara dengan harga yang bervariasi sesuai dengan region dari daerah yang dituju serta shuttle bus khusus yang melayani jalur dari dan ke bandara baru. Bahkan banyak taksi-taksi yang gelap yang juga menawarkan jasa kepada penumpang yang baru tiba di Makassar. Pada tahun 2009 diharapkan runway yang baru telah rampung dan bisa digunakan.[29]

Darat[sunting | sunting sumber]

Pete-pete adalah sebutan angkot di Makassar dan sekitarnya. Pete-pete merah adalah angkot yang berasal dari Kabupaten Gowa dan melayani pengangkutan antar kota, sedangkan pete-pete biru adalah angkot yang berasal dari Kota Makassar itu sendiri dan hanya melayani pengangkutan di wilayah Makassar saja.

  • Bus
  • Taksi
  • Becak: Makassar terkenal dengan angkutan tradisional becak. Jumlahnya sendiri mencapai 1.500 unit. Pemerintah setempat memberlakukan becak untuk pariwisata dan khusus beroperasi di sekitar kawasan wisata saja. Tarifnya tergantung kesepakatan dengan pengayuh.
  • Bentor: Populasi becak motor di Makassar mulai ramai dan secara perlahan menggantikan becak. Bagian depan bentor adalah becak dan di belakangnya adalah motor.
  • Ojek

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Laju pertumbuhan ekonomi Kota Makassar berada di peringkat paling tinggi di Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota Makassar di atas 9%. Bahkan pada tahun 2008, pertumbuhan ekonomi Kota Makassar mencapai angka 10,83%. Pesatnya pertumbuhan ekonomi saat itu, bersamaan dengan gencarnya pembangunan infrastruktur yang mendorong perputaran ekonomi, seperti pembangunan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, jalan tol dan sarana bermain kelas dunia Trans Studio di Kawasan Kota Mandiri Tanjung Bunga.[30]

Pada triwulan II tahun 2019 saja, Makassar mendapatkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) masing-masing sebesar Rp601,1 Miliar dan Rp 1 Trilliun. Penanaman Modal ini diserap 5 sektor yaitu sektor pertambangan dengan nilai paling besar yaitu Rp484,3 Miliar diikuti oleh sektor industri mineral non logal sebesar Rp377,1 Miliar, jasa lainnya sebesar Rp169,2 Miliar, sektor listrik, gas & air sebesar Rp164,7 Miliar dan sektor industri makanan sebesar Rp100,7 Miliar.[31]

Selain investasi yang relatif besar, Makassar juga berhasil menciptakan usaha-usaha yang mengharumkan nama bangsa seperti PT CEPAT DAN BERSIH INDONESIA (QnC Laundry) yang berhasil membawa nama Indonesia ke panggung internasional melalui sebuah kompetisi laundry internasional di Milan pada tahun 2018 yang diadakan CINET, sebuah komite internasional untuk pemeliharaan tekstil.[32] Ada juga produk terkenal dari Makassar yang banyak orang tidak tahu berasal dari Makassar yaitu Minyak Tawon yang bisa dijadikan minyak gosok, pijat dan urut. Minyak tawon ini dapat ditemukan di pusat oleh-oleh seperti Jalan Somba Opu.[33] Ada juga Bugis Waterpark yang telah buka sejak tahun 2012 dan Jamesons Hardware Supermarket yang sudah menjamur ke seluruh Indonesia juga berasal dari Makassar.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Logo branding pariwisata Kota Makassar.
Anjungan Pantai Losari.
Fort Rotterdam.
Trans Studio World Makassar.

Tempat wisata[sunting | sunting sumber]

Makassar modern memiliki banyak tempat wisata yang digunakan untuk keperluan hiburan masyarakat Makassar maupun bagi wisatawan yang berasal dari kota maupun negara lain. Beberapa di antaranya yang paling digemari maayarakat makassar adalah:

  • Pantai Losari
  • Fort Rotterdam, merupakan salah satu benteng di Sulawesi Selatan yang boleh dianggap megah dan menawan. Benteng ini merupakan peninggalan sejarah Kesultanan Gowa, Kesultanan ini pernah berjaya sekitar abad ke-17 dengan ibu kota Makassar. Kesultanan ini sebenarnya memiliki 17 buah benteng yang mengitari seluruh ibu kota. Hanya saja, Benteng Fort Rotterdam merupakan benteng paling megah di antara benteng benteng lainnya dan keasliannya masih terpelihara hingga kini.
  • Pantai Akarena
  • Pulau Lae-Lae
  • Pulau Khayangan
  • Pulau Samalona
  • Pantai Barombong
  • Makam Raja-Raja Tallo
  • Pelabuhan Paotere
  • Taman Makam Pahlawan
  • Trans Studio (Indoor Theme Park terbesar di Indonesia)
  • Desa Wisata Delta Lakkang
  • Pulau Kapoposang
  • Pantai Galesong Utara
  • Benteng Panyua, Dinding benteng ini kukuh menjulang setinggi 5 meter dengan tebal dinding sekitar 2 meter, dengan pintu utama berukuran kecil. Jika dilihat dari udara benteng ini berbentuk segi lima seperti penyu yang hendak masuk kedalam pantai. Karena benteng ini bentuknya mirip penyu, kadang juga benteng ini juga dinamakan Benteng Panynyua (Penyu). Benteng ini mempunyai 5 Bastion, yaitu bangunan yang lebih kukuh dan posisinya lebih tinggi di setiap sudut benteng yang biasanya ditempatkan kanon atau meriam di atasnya.

Seni Budaya[sunting | sunting sumber]

  • Atraksi permainan tradisional "Ma'raga", Merupakan pertunjukan permainan bola raga yang dipindahkan dari kaki ke kaki atau ke tangan, pertunjukan ini dimainkan dengan suka cita. Para pemain menggunakan pakaian adat seperti passapu dan sarung, biasanya dimainkan oleh 6 orang pemain. Pertunjukan ini akan semakin menarik ketika para pemain mulai saling menopang hingga semakin tinggi dan tetap lihai memainkan bola dan tidak terjatuh ke tanah.
  • Atraksi permainan rakyat "Mappadendang".
  • Tarian magis "Pepe-pepeki ri Makka".
  • Tarian ritual Bissu "Ma'giri".
  • Pemain gendang "Gandrang Bulo".
  • Tarian-tarian tradisional seperti Tari Pakarena.

Kuliner Khas[sunting | sunting sumber]

Tokoh Terkenal[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Sekolah Menengah Atas

Perguruan Tinggi[sunting | sunting sumber]

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Klub Olahraga[sunting | sunting sumber]

Sarana Prasarana[sunting | sunting sumber]

Fasilitas Kota[sunting | sunting sumber]

Hotel[sunting | sunting sumber]

  • Claro Hotel(Sebelumnya Grand Clarion)
  • Imperial Arya Duta
  • Grand Quality Hotel
  • Hotel Horison Makassar
  • Hotel Aston Makassar
  • Hotel Harper Perintis Makassar
  • Novotel Grand Shayla Makassar
  • Hotel Sahid Jaya Makassar
  • Hotel Pantai Gapura
  • Swiss-Belinn Panakkukang Makassar
  • Swiss-Belhotel Losari Makassar
  • Hotel Santika Makassar
  • Hotel Singgasana Makassar
  • Hotel Makassar Golden
  • Karebosi Condotel Makassar
  • Four Points by Sheraton Makassar
  • The Banua Hotel Makassar
  • Aerotel Smile Hotel & Resto
  • Aswin Hotel Latimojong
  • Dalton Hotel Makassar
  • Rinra Hotel Makassar

Pusat Perbelanjaan[sunting | sunting sumber]

Mall[sunting | sunting sumber]

Toserba[sunting | sunting sumber]

  • Grand Toserba
  • Top Mode
  • Indo Mode

Media Massa & Komunikasi[sunting | sunting sumber]

Televisi[sunting | sunting sumber]

Kota Makassar juga memiliki beberapa stasiun televisi terdiri dari 21-stasiun televisi (16-siaran nasional dan 5-siaran lokal) seperti:

Kanal Signal Frekuensi Nama Jaringan Nama Perusahaan Ternama(PT) Pemilik Status Negara
23 487.250 MHz UHF Kompas TV PT Makassar Lintas Visual Cemerlang Kompas Gramedia Nasional  Indonesia
25 503.250 MHz ANTV PT Cakrawala Andalas Televisi Makassar dan Palu Visi Media Asia
27 519.250 MHz Indosiar PT Indosiar Lontara Televisi Surya Citra Media
29 535.250 MHz MNCTV PT TPI Tujuh MNC Media
31 551.250 MHz Celebes TV ANTARA TV PT Celebes Televisi Indonesia Bosowa Corporation Lokal
33 567.250 MHz RCTI PT RCTI Enam MNC Media Nasional
35 583.250 MHz SCTV PT Surya Citra Dimensi Media Surya Citra Media
37 599.250 MHz TVRI Nasional TVRI Lembaga Penyiaran Publik TVRI Pemerintah Indonesia
TVRI Sulawesi Selatan (09:00-11:00 dan 17:00-19:00 WITA) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Lokal
39 615.250 MHz Metro TV PT Media Televisi Makassar Media Group Nasional
41 631.250 MHz Trans 7 PT Trans 7 Semarang Makassar Trans Media
43 647.250 MHz GTV PT GTV Enam MNC Media
45 663.250 MHz Trans TV PT Trans TV Semarang Makassar Trans Media
47 679.250 MHz tvOne PT Lativi Media Karya Makassar dan Ambon Visi Media Asia
49 695.250 MHz Fajar TV Jawa Pos TV PT Fajar Makassar Televisi Grup Jawa Pos Lokal
51 711.250 MHz iNews PT Sun Televisi Makassar MNC Media Nasional
53 727.250 MHz GOTV Makassar PT GO Media Televisi GO Media Group Lokal
57 759.250 MHz NET. PT Cakrawala Adyswara Media Net Visi Media Nasional
59 775.250 MHz RTV PT Cipta Abadi Televisindo Rajawali Corpora
61 791.250 MHz VE Channel PT First Media News BeritaSatu Media Holdings

Radio[sunting | sunting sumber]

Kota Makassar juga memiliki beberapa stasiun radio terdiri dari 30-stasiun radio bersiaran lokal seperti:

Frekuensi Signal Nama Stasiun
828 KHz AM Radio Christy
1080 KHz Radio Suara Victory
87.7 MHz FM Radio Madama
88.2 MHz Radio An-Nashihah
88.5 MHz Radio Bosowa
89.3 MHz Radio Fajar
90.1 MHz Radio Medika
90.7 MHz Radio Mix
90.9 MHz Radio Celebes
92.9 MHz Radio Programma 4 Radio Republik Indonesia
93.3 MHz Radio Dejavu
94.4 MHz Radio Programma 1 Radio Republik Indonesia
93.9 MHz Radio MNC Trijaya MNC Networks
96.0 MHz I-Radio Makassar MRA Media Group
96.8 MHz Radio Programma 2 Radio Republik Indonesia
97.6 MHz Radio Venus Citra Musik Indonesia
98.4 MHz Radio Makassar
99.2 MHz Radio Delta Mahaka Media
99.6 MHz Radio Al Markaz Al Islami Masjid Al-Markaz Al-Islami
100.0 MHz Radio Rasio Plus Makassar
100.8 MHz Radio Insania Makassar Radio Insania Network
101.1 MHz Radio Smart Kompas Gramedia
101.9 MHz Radio Al-Ikhwan
102.7 MHz Radio Telstar Pesona Keluarga
103.5 MHz Radio SPFM
104.3 MHz Radio Mercurius TOP TOP FM Semarang
104.7 MHz Radio Easy Rock
105.1 MHz Radio Prambors Mahaka Media
105.5 MHz Radio Crossover
105.9 MHz Radio Gamasi
106.3 MHz Radio Programma 3 Radio Republik Indonesia
107.1 MHz Radio Syiar

Kota Kembar[sunting | sunting sumber]

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Kota Makassar Dalam Angka 2019". 2019-08-16. Diakses tanggal 2019-10-24. 
  2. ^ "Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten Kota dan Agama yang Dianut di Provinsi Sulawesi Selatan". www.sulsel.bps.go.id. Diakses tanggal 26 Februari 2020. 
  3. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  4. ^ https://www.bappenas.go.id/files/2713/5227/9312/bag-z-74-75-cek__20090130070903__25.doc
  5. ^ Geografi untuk SMA/MA kelas XII, Amir Khosim,S.Pd dan Kun Marlina Lubis
  6. ^ Kementrian Dalam Negeri:"Data jumlah penduduk dan luas wilayah" dalam Buku Induk Kode dan Data Wilayah 2013
  7. ^ Sepuluh kota berpenduduk terbesar di Indonesia
  8. ^ Muljana 2005, hlm. 63.
  9. ^ a b Poelinggomang 2002, hlm. 22-23.
  10. ^ (http://www.kemendagri.go.id/pages/profil-daerah/kabupaten/id/73/name/sulawesi-selatan/detail/7371/kota-makassar)
  11. ^ https://makassarkota.go.id/geografis/
  12. ^ "Makassar, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 21 Agustus 2020. 
  13. ^ "Makassar, Indonesia". WeatherAtlas. Diakses tanggal 21 Agustus 2020. 
  14. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Sej
  15. ^ Mikhael Gewati, ed. (9 Mei 2019). "Sekretaris Kota Ansar Jabat Plh Wali Kota Makassar". Kompas.com. Diakses tanggal 22 Mei 2019. 
  16. ^ Syachrul Arsyad (13 Mei 2019). "Lantik Iqbal Suhaeb, Gubernur Minta Pj Wali Kota Jaga Kedamaian". Sindonews.com. Diakses tanggal 22 Mei 2019. 
  17. ^ Muhammad Darwin Fatir (13 Mei 2020). Budisantoso Budiman, ed. "Gubernur Sulsel melantik Penjabat Wali Kota Makassar Yusran Jusuf". Antaranews.com. Lembaga Kantor Berita Nasional Antara. Diakses tanggal 27 Juni 2020. 
  18. ^ Aan Pranata, ed. (26 Juni 2020). "[BREAKING] Rudy Djamaluddin Dilantik Jadi Pj Wali Kota Makassar". IDNTimes.com. Diakses tanggal 27 Juni 2020. 
  19. ^ Berita Bulukumba: [1], diakses 16 Juni 2016
  20. ^ KPU RI: [2], diakses 16 Juni 2016
  21. ^ ZAILANI, Akhmad. Wajah Parlemen Daerah di Indonesia. Jakarta: Sultan Pustaka, 2015. ISBN 219-42-5470-8]
  22. ^ Kemendagri: [3], diakses 17 Juni 2016
  23. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Makassar 2019-2024
  24. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  25. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  26. ^ "Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota dan Agama Yang Dianut di Provinsi Sulawesi Selatan, 2015
  27. ^ Statistik Kebahasaan 2019. Jakarta: Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan. 2019. hlm. 11. ISBN 9786028449182. 
  28. ^ "Bahasa di Provinsi Sulawesi Selatan". Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Diakses tanggal 23 Mei 2020. 
  29. ^ Hasanuddin Airport
  30. ^ "Makassar Serap Investasi Besar"
  31. ^ "5 Sektor Ini Serap Investasi Terbesar di Sulsel | Sulawesi Bisnis.com". Bisnis.com. 2019-07-31. Diakses tanggal 2020-07-28. 
  32. ^ "QnC Laundry Makassar Ikuti Kompetisi Laundri Dunia di Milan". Tribun Timur. Diakses tanggal 2020-07-28. 
  33. ^ Liputan6.com (2018-09-06). "Minyak Tawon Jadi Oleh-Oleh Wajib dari Makassar". liputan6.com. Diakses tanggal 2020-07-28. 
  34. ^ "(Pakistan, Indonesia agree to declare Peshawar, Makassar as sister cities)". PPI - Pakistan Press International. 2008-05-29. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-07-28. 
  35. ^ "Kota Kembar Makassar-Constantia". Ali Mochtar Ngabalin. Diakses tanggal 2010-01-25. 

Bacaan Lanjutan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Kota-kota besar di Indonesia
  Kota Provinsi Populasi     Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10.647.383 Kota Makassar
Kota Makassar
7 Palembang Sumatra Selatan 1.581.651
2 Surabaya Jawa Timur 2.917.688 8 Bandar Lampung Lampung 1.179.627
3 Medan Sumatra Utara 2.499.838 9 Batam Kepulauan Riau 1.071.231
4 Bandung Jawa Barat 2.440.717 10 Pekanbaru Riau 910.661
5 Makassar Sulawesi Selatan 1.671.001 11 Padang Sumatra Barat 898.237
6 Semarang Jawa Tengah 1.667.131 12 Malang Jawa Timur 847.391
Sumber: Kemendagri 2018 (tidak termasuk kota satelit)