Lompat ke isi

Kota Makassar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kota Makassar
Ujung Pandang (1971 - 1999)
Transkripsi bahasa daerah
  MakassarMangkasara’ / Jumpandang
مَعْۨكَاسَارَاءْ / جُومْڡَۨانْدَاعْۨ (Serang)
ᨆᨀᨔᨑ / ᨍᨘᨄᨉ (Lontara’)
  BugisMangkasa’ / Juppandang
مَعْۨكَاسَاءْ / جُوڡَّۨانْدَاعْۨ (Sérang)
ᨆᨃᨔ / ᨍᨘᨄᨉ (Lontara’)
  Melayu MakassarMengkasar / Jong Pandang
مڠكاسر / جوڠ ڤندڠ (Jawi)
ᨆᨙᨀᨔ / ᨍᨚ ᨄᨉ (Lontarak)
Bendera Kota Makassar
Lambang resmi Kota Makassar
Julukan: 
Motto: 
Sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai
Ketika suatu keputusan telah diambil, maka seharusnya tidak ada lagi keragu-raguan
Peta
Peta
Kota Makassar di Sulawesi
Kota Makassar
Kota Makassar
Peta
Kota Makassar di Indonesia
Kota Makassar
Kota Makassar
Kota Makassar (Indonesia)
Koordinat: 5°07′59″S 119°24′49″E / 5.1331°S 119.4136°E / -5.1331; 119.4136
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Selatan
Dasar hukumUU No. 29 Tahun 1959[1]
Hari jadi9 November 1607 (umur 418)
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 15
  • Kelurahan: 153
Pemerintahan
  JenisWali kota—dewan
  BadanPemerintah Kota Makassar
  Wali KotaMunafri Arifuddin
  Wakil Wali KotaAliyah Mustika Ilham
  Sekretaris DaerahAndi Zulkifly Nanda
  Ketua DPRDSupratman
Luas
  Total175,77 km2 (67,87 sq mi)
Populasi
 (30 Juni 2024)[2][3]
  Total1.477.861
  Kepadatan8,400/km2 (22,000/sq mi)
Demografi
  Agama
  • 87,19% Islam
  • 1,27% Buddha
  • 0,14% Hindu
  • 0,02% Konghucu
  • 0,38% Lainnya[4]
  BahasaIndonesia, Makassar, Bugis, Toraja, Mandar, Melayu Makassar, Tae, Jawa, Tionghoa
  IPMKenaikan 83,52 (2023)
( Sangat Tinggi )[5]
Zona waktuUTC+08:00 (WITA)
Kode pos
Kode BPS
7371 Edit nilai pada Wikidata
Kode area telepon+62 411
Kode ISO 3166ID-SN
Pelat kendaraanDD xxxx
Kode Kemendagri73.71 Edit nilai pada Wikidata
Kode SNI 7657:2023MKS
APBDRp 4.766.440.000.000,00- (2023)[7]
PADRp 2.360.630.000.000,00- (2023)[7]
DAURp 1.383.437.987.000,00- (2023)
DAKRp 495.927.815.000,00- (2023)
Situs webmakassarkota.go.id

Kota Makassar (Lontara Makassar: ᨀᨚᨈ ᨆᨀᨔᨑ, transliterasi: Kota Mangkasara'), sebelumnya bernama Ujung Pandang (nama benteng suku makassar),[a] adalah ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.

Sebelumnya, kota yang sejak 1971 hingga 1999 dikenal secara resmi sebagai Ujung Pandang ini merupakan kota terbesar di wilayah Indonesia Timur dan pusat kota terbesar ketujuh di Indonesia dari jumlah penduduk setelah Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Semarang, dan Palembang.[butuh rujukan][8][9][10] Kota ini terletak di pesisir barat daya pulau Sulawesi, menghadap Selat Makassar. Sebagian besar penduduk yang mendiami kota ini adalah suku Makassar atau Tu MANGKASARAK (paling dominan) dan pendatang dari orang-orang Bugis, Jawa, Mandar, Toraja, Sunda, Tionghoa dan lain-lain.

Menurut Bappenas, Makassar adalah salah satu dari empat pusat pertumbuhan utama di Indonesia, bersama dengan Medan, Jakarta, dan Surabaya.[11][12] Dengan memiliki wilayah seluas 175,77 km² dan jumlah penduduk lebih dari 1,4 juta jiwa, kota ini berada di urutan ketujuh kota terbesar di Indonesia dari jumlah penduduk setelah Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Semarang, dan Palembang.[butuh rujukan][13][14] Makanan khas Makassar yang umum dijumpai di pelosok kota adalah Coto Makassar, Roti Maros, Jalangkote, Bassang, Kue Tori, Pallu butung, Pisang Ijo, Sop Saudara dan Sop Konro.

Lambang Kota Makassar pada zaman penjajahan Belanda

Raja Gowa ke-9 Tumaparisi Kallonna (1510-1546) diperkirakan adalah tokoh pertama yang benar-benar mengembangkan kota Makassar.[15] Ia memindahkan pusat kerajaan dari pedalaman ke tepi pantai, mendirikan benteng di muara Sungai Jeneberang, serta mengangkat seorang syahbandar untuk mengatur perdagangan.[15]

Pada abad ke-16 hingga abad ke-17, Makassar menjadi pusat perdagangan yang dominan di Indonesia Timur, sekaligus menjadi salah satu kota terbesar di Asia Tenggara. Raja-raja Makassar menerapkan kebijakan perdagangan bebas yang ketat, di mana seluruh pengunjung ke Makassar berhak melakukan perniagaan di sana dan menolak upaya VOC (Belanda) untuk memperoleh hak monopoli di kota tersebut.

Selain itu, sikap yang toleran terhadap agama berarti bahwa meskipun Islam semakin menjadi agama yang utama di wilayah tersebut, pemeluk agama Kristen dan kepercayaan lainnya masih tetap dapat berdagang di Makassar. Hal ini menyebabkan Makassar menjadi pusat yang penting bagi orang-orang Melayu yang bekerja dalam perdagangan di Kepulauan Maluku dan juga menjadi markas yang penting bagi pedagang-pedagang dari Eropa dan Arab. Semua keistimewaan ini tidak terlepas dari kebijaksanaan Raja Gowa-Tallo yang memerintah saat itu (Sultan Alauddin, Raja Gowa, dan Sultan Awwalul Islam, Raja Tallo).

Hotel Oranje pada tahun 1920-an.

Kontrol penguasa Makassar makin menurun seiring makin kuatnya pengaruh Belanda di wilayah tersebut dan menguatnya politik monopoli perdagangan rempah-rempah yang diterapkan Belanda melalui VOC. Pada tahun 1669, Belanda, bersama dengan La Tenri Tatta Arung Palakka dan beberapa kerajaan sekutu Belanda melakukan penyerangan terhadap kerajaan Islam Gowa-Tallo yang mereka anggap sebagai Batu Penghalang terbesar untuk menguasai rempah-rempah di Indonesia timur. Setelah berperang habis-habisan mempertahankan kerajaan melawan beberapa koalisi kerajaan yang dipimpin oleh belanda, akhirnya Gowa-Tallo (Makassar) terdesak dan dengan terpaksa menanda tangani Perjanjian Bongaya.

Meningkatnya penghuni kota di Indonesia, maka timbul kebutuhan untuk menerapkan pembentukan Kotapraja seperti yang berlaku di Negeri Belanda. Kebutuhan nampak dalam peraturan desentralisasi tahun 1903 yang memungkinkan terbentuknya Kotapraja (Gemeente) setelah tahun 1905.

Realisasi dari keinginan pembentukan pemerintahan Kotapraja itu akhirnya berhasil diwujudkan. Makassar pada waktu itu merupakan pelabuhan terpenting di kawasan timur Indonesia yang juga ibu kota Gouvernement Celebes en Onderhoorigheden dan akhirnya mendapat kedudukan sebagai daerah Kotapraja (gemeente) pada tahun 1906.

Menurut catatan sejarah, cikal bakal lahirnya Kota Makassar berawal dari 1 April 1906. Saat itu pemerintah Hindia Belanda membentuk dewan pemerintahan Gemeentee di Kampung Baru, yang terletak di kawasan Pantai Losari dan Benteng Fort Rotterdam. Kawasan ini yang berkembang menjadi kota Makassar hingga kini disebut hari kebudayaan makassar, sebelumnya merupakan hari jadi Kotamadya Ujung Pandang.[16][17]

Nama Makassar sendiri sempat diganti menjadi Ujung Pandang di masa pemerintahan Orde Baru, tepatnya pada 31 Agustus 1971. Meski begitu, sebutan Ujung Pandang sudah dikenal sejak tahun 1950-an.

Usaha perluasan wilayah pemerintahan Kotamadya Makassar akhirnya berhasil dapat diwujudkan pada tahun 1971, dari luas wilayah 21 km² menjadi 175 km² berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1971 tanggal 1 September 1971. Perluasan wilayah ini diikuti pula dengan perubahan nama Kotamadya Makassar menjadi Kotamadya Ujung Pandang.

Perlu diketahui bahwa perubahan nama Kotamadya, Makassar menjadi Kotamadya Ujung Pandang yang berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1971 itu, sesungguhnya pada tahun 1964 oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gotong Royong Kotapraja Makassar telah disetujui pergantian nama Kotapraja Makassar menjadi Kotapraja Ujung Pandang yang dituangkan dalam Surat Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gotong Royong Kotapraja Makassar Nomor 29/DPRD-GR tanggal 24 September 1964.[butuh rujukan]

Nama Kota Ujung Pandang yang diresmikan pemakaiannya pada tanggal 14 September 1971, berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 51 Tahun 1971 yang dinyatakan berlaku tanggal 1 September 1971, merupakan perubahan nama dari Kota Makassar yang telah diperluas.

Dengan perubahan nama Makassar menjadi Ujung Pandang telah mendapat tanggapan dari berbagai tokoh tokoh masyarakat di Sulawesi Selatan. Salah satu tanggapan mengenai pengembalian nama Makassar, pada tanggal 17 Juli 1976 diajukan petisi yang ditandatangani oleh Prof. Dr. A. Zainal Abidin Farid S. H., Dr. Mattulada, dan Drs. H. Dg Mangemba, tiga budayawan terkemuka Makassar menuntut pengembalian nama Makassar. Usaha-usaha pengembalian nama Makassar terus bergulir, pada tanggal 21 Agustus 1995, Walikotamadya Ujung Pandang, H. Malik B. Masry, SE, MS mengadakan seminar yang hasil rekomendasi untuk pengembalian nama Kota Makassar.

Selanjutnya pada tanggal 21 Agustus 1999 diterbitkan Keputusan Pimpinan Dewan perwakilan Rakyat Daerah Kotamadya Ujung Pandang Nomor 05/Pim/DPRD/VIII/1999 yang memuat persetujuan DPRD Kotamadya Ujung Pandang atas rencana perubahan nama Ujung Pandang menjadi Makassar yang diusulkan oleh Wali kota Drs. H. Baso Amiruddin Maula, S.H, M.Si. Akhirnya pada tanggal 13 Oktober 1999, diterbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 1999 yang menetapkan pengembalian nama Kotamadya Ujung Pandang menjadi Kota Makassar dalam wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.[18]

Peta Administrasi Kota Makassar

Makassar adalah ibu kota provinsi Sulawesi Selatan, yang terletak di bagian Selatan Pulau Sulawesi yang dahulu disebut Ujung Pandang, terletak antara 119º24’17’38” Bujur Timur dan 5º8’6’19” Lintang Selatan yang berbatasan sebelah Utara dengan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Kecamatan Liukang Tupabiring), sebelah Timur Kabupaten Maros (Kecamatan Mocongloe) dan Kabupaten Gowa (Kecamatan Pattallassang), sebelah selatan Kabupaten Gowa (Kecamatan Somba Opu dan Barombong) dan Kabupaten Takalar (Kecamatan Galesong Utara), serta sebelah Barat dengan Selat Makassar. Kota Makassar memiliki topografi dengan kemiringan lahan 0-2°(datar) dan kemiringan lahan 3-15° (bergelombang). Luas Wilayah Kota Makassar tercatat 175,77 km persegi.

Kota Makassar adalah kota yang terletak dekat dengan pantai yang membentang sepanjang koridor barat dan utara dan juga dikenal sebagai “Waterfront City” yang di dalamnya mengalir beberapa sungai seperti Sungai Tallo, Sungai Jeneberang, dan Sungai Pampang) yang kesemuanya bermuara ke dalam kota. Kota Makassar merupakan hamparan daratan rendah yang berada pada ketinggian antara 0-25 meter dari permukaan laut.[19]

Batas wilayah

[sunting | sunting sumber]

Secara administratif, batas wilayah Kota Makassar adalah sebagai berikut:

UtaraKabupaten Maros dan Pangkajene dan Kepulauan
TimurKabupaten Maros dan Kabupaten Gowa
SelatanKabupaten Gowa dan Kabupaten Takalar
BaratSelat Makassar

Letak Kota Makassar adalah di bagian selatan dari Pulau Sulawesi. Perkembangan wilayah Kota Makassar dimulai di sepanjang pesisir pantai yang berada di antara dua sungai besar, yaitu sungai Jeneberang dan sungai Tallo. Perkembangan kota Makassar sebagai kota perdagangan dan kota pelabuhan ditunjang oleh wilayah utara. Wilayah pedalaman membawa komoditas sumber daya alam ke Makassar untuk dijual ke pasar. Bagian barat dari kota Makassar adalah selat Makassar dan terdapat sejumlah pulau kecil.

Pulau-pulau ini digunakan sebagai penunjang perkembangan kota, yakni sebagai pelindung dan memenuhi kebutuhan kota Makassar. Keberadaan pulau-pulau kecil digunakan sebagai pencegah gangguan badai dan ombak yang mengganggu perahu atau kapal-kapal yang melakukan perdagangan di pelabuhan Makassar. Masyarakat kota Makassar di pulau-pulau kecil ini dihuni oleh orang-orang suku Makassar yang mata pencahariannya berhubungan dengan laut.[20]

Kota Makassar memiliki kondisi iklim tropis yang bertipe iklim tropis muson (Am), hal tersebut ditandai dengan kontrasnya jumlah rata-rata curah hujan di musim penghujan dan musim kemarau. Musim hujan biasanya berlangsung sejak bulan November hingga bulan Maret dan musim kemarau berlangsung dari bulan Mei hingga bulan September. Wilayah Kota Makassar memiliki suhu udara rata-rata berkisar antara 26,°C sampai dengan 29 °C. Rata-rata curah hujan per tahun di wilayah ini berkisar antara 2700–3200 milimeter.

Data iklim Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rekor tertinggi °C (°F) 37
(99)
32
(90)
36
(97)
38
(100)
41
(106)
42
(108)
39
(102)
37
(99)
37
(99)
38
(100)
37
(99)
35
(95)
42
(108)
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.7
(87.3)
31
(88)
31.3
(88.3)
32
(90)
32.1
(89.8)
32.5
(90.5)
33.4
(92.1)
34.3
(93.7)
34.8
(94.6)
34.6
(94.3)
33.5
(92.3)
31.3
(88.3)
32.63
(90.77)
Rata-rata harian °C (°F) 26.9
(80.4)
26.9
(80.4)
27.3
(81.1)
27.8
(82)
27.8
(82)
27.7
(81.9)
27.1
(80.8)
27.2
(81)
28
(82)
28.1
(82.6)
28.1
(82.6)
27.1
(80.8)
27.5
(81.47)
Rata-rata terendah °C (°F) 23.2
(73.8)
22.7
(72.9)
23.3
(73.9)
23.6
(74.5)
23.4
(74.1)
22.9
(73.2)
21.7
(71.1)
20.1
(68.2)
21.2
(70.2)
21.7
(71.1)
22.7
(72.9)
23
(73)
22.46
(72.41)
Rekor terendah °C (°F) 20
(68)
21
(70)
21
(70)
17
(63)
20
(68)
18
(64)
17
(63)
17
(63)
19
(66)
19
(66)
20
(68)
21
(70)
17
(63)
Presipitasi mm (inci) 694
(27.32)
554
(21.81)
370
(14.57)
213
(8.39)
86
(3.39)
60
(2.36)
35
(1.38)
10
(0.39)
24
(0.94)
73
(2.87)
226
(8.9)
649
(25.55)
2.994
(117,87)
Rata-rata hari hujan 22 19 15 11 6 5 3 1 2 5 12 21 122
% kelembapan 88 86 85 83 81 79 74 68 66 71 80 87 79
Rata-rata sinar matahari harian 3.7 4.5 6.4 7.3 7.8 7.9 8.4 9.1 8.7 7.8 5.6 4.9 6.84
Sumber #1: Climate-Data.org[21] & Weatherbase[22]
Sumber #2: Weather2travel[23] & BMKG[24]

Pemerintahan

[sunting | sunting sumber]
Balai Kota Makassar.

Wali Kota

[sunting | sunting sumber]
No Wali Kota Mulai Menjabat Akhir Jabatan Prd. Wakil Wali Kota
21
Munafri Arifuddin
20 Februari 2025
Petahana
32
Aliyah Mustika Ilham

Dewan Perwakilan

[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Makassar dalam dua periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019 2019–2024
  PKB Steady 0 Kenaikan 1
  Gerindra Kenaikan 5 Steady 5
  PDI-P Kenaikan 4 Kenaikan 6
  Golkar Penurunan 8 Penurunan 5
  NasDem (baru) 5 Kenaikan 6
  Berkarya (baru) 1
  PKS Steady 5 Steady 5
  Perindo (baru) 2
  PPP Kenaikan 5 Steady 5
  PAN Penurunan 4 Kenaikan 5
  Hanura Kenaikan 5 Penurunan 3
  Demokrat Penurunan 7 Penurunan 6
  PBB Steady 1 Penurunan 0
  PKPI (termasuk PKP) Steady 1 Penurunan 0
Jumlah Anggota Steady 50 Steady 50
Jumlah Partai Penurunan 11 Kenaikan 12

Kecamatan

[sunting | sunting sumber]

Kota Makassar terdiri dari 15 kecamatan dan 153 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduk sebesar 1.663.479 jiwa dengan luas wilayah 199,26 km² dan tingkat kepadatan penduduk sebesar 8.348 jiwa/km².[25][26]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Makassar, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
KecamatanJumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
73.71.11 Biringkanaya 11
73.71.06 Bontoala 12
73.71.15 Kepulauan Sangkarrang 3
73.71.03 Makassar 14
73.71.02 Mamajang 13
73.71.12 Manggala 8
73.71.01 Mariso 9
73.71.09 Panakkukang 11
73.71.13 Rappocini 11
73.71.07 Tallo 15
73.71.14 Tamalanrea 8
73.71.10 Tamalate 11
73.71.04 Ujung Pandang 10
73.71.08 Ujung Tanah 9
73.71.05 Wajo 8
TOTAL153

Demografi

[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Kota Makassar pada tahun 2023 tercatat sebanyak 1.474.393 jiwa, terdiri dari 732.391 laki-laki dan 742.002 perempuan, dengan rasio jenis kelamin sebesar 98,7 dan laju pertumbuhan penduduk -0,29 persen. Kepadatan penduduk mencapai 8.388 jiwa per km², dengan Kecamatan Makassar dan Mariso mencatat kepadatan tertinggi masing-masing 32.634 dan 32.269 jiwa per km², sedangkan Tamalanrea terendah yaitu 3.337 jiwa per km². Proporsi penduduk usia 0–14 tahun sebesar 25,13 persen, usia 15–64 tahun sebesar 68,82 persen, dan usia ≥65 tahun sebesar 6,06 persen. Penduduk usia 15–29 tahun berjumlah 384.844 jiwa atau 26,10 persen dari total populasi.[27]

Makassar merupakan kota yang multi etnis Penduduk Makassar kebanyakan dari Suku Makassar dan Suku Bugis, sisanya berasal dari Toraja, Mandar, Buton, Tionghoa, Jawa dan sebagainya.

Tahun 1971 1980 1990 2000 2010 2021
Jumlah penduduk 434.766 708.465 944.372 1.130.384 1.338.663 1.427.619
Masjid Al-Markaz Al-Islami

Masyarakat kota Makassar menganut agama yang beragam, dengan mayoritas bergama Islam. Data pada Sensus Penduduk Indonesia 2010 mencatat, penduduk Makassar yang beragama Islam sebanyak 87,19%. Selanjutnya penduduk yang menganut agama Kekristenan sebanyak 11%, dengan rincian Protestan sebanyak 8,17%, dan katolik sebanyak 2,83%. Penganut agama Buddha sebanyak 1,27%, kemudian Hindu sebanyak 0,14%. Selebihnya sebanyak 0,40%, termasuk agama Konghucu, dan aliran kepercayaan.[4]

Bahasa resmi instansi pemerintahan di Kota Makassar adalah bahasa Indonesia. Menurut Statistik Kebahasaan 2019 oleh Badan Bahasa, terdapat tiga bahasa daerah di Kota Makassar,[28] yaitu bahasa Makassar.[29] Bahasa mayoritas yang dituturkan oleh masyarakat di kota Makassar adalah Bahasa Makassar yang banyak menyerap unsur-unsur bahasa Sulawesi Selatan yang dituturkan oleh sebagian besar masyarakat kota ini. Bisa dikatakan bahasa Melayu Makassar ini menjadi bahasa ibu bagi generasi yang lahir diatas tahun 1990-an, yang umum digunakan dalam pergaulan sehari-hari. Bahasa ini juga dituturkan diseluruh wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan sebagian wilayah Sulawesi tengah. Ciri khas bahasa ini adalah dengan adanya penggunaan kata ji, mi, ko, ja atau beberapa tambahan kata yang lain pada kalimat yang digunakan yang mana spesifik menujukkan kalimat perintah atau kata kerja yang hanya dipahami oleh orang di kota Makassar atau pendatang yang sudah menetap lama di kota ini.

Transportasi

[sunting | sunting sumber]
Bus Trans Makassar.

Pete-pete adalah sebutan angkot di Makassar dan sekitarnya.[30] Pete-pete merah adalah angkot yang berasal dari Kabupaten Gowa dan melayani pengangkutan antar kota, sedangkan pete-pete biru adalah angkot yang berasal dari Kota Makassar itu sendiri dan hanya melayani pengangkutan di wilayah Makassar saja. Sarana transportasi darat lain seperti bus, taksi, becak, bentor, dan ojek online juga tersedia di Makassar.

Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Soekarno-Hatta menjadi nama pelabuhan, khususnya pelabuhan untuk kapal penumpang dan terminal penumpang. Pelabuhan ini dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV). Di area pelabuhan penumpang ini terdapat Masjid Babussalam. Masjid ini diresmikan Presiden Megawati, berbarengan dengan peresmian Terminal Petikemas Makassar, pada 21 Juli 2001. Sementara di kawasan ujung utara pelabuhan, atau ujung jalan Nusantara, terdapat awal Jalan Tol Reformasi (tol lingkar Makassar) yang menghubungkan kawasan pelabuhan dengan pusat kota. Jalan tol yang hanya sepanjang 3,1 km ini dikelola oleh PT Nusantara Infrastructure Tbk. Perusahaan milik Bosowa Group ini juga jadi pengelola jalan tol Bintaro-Bumi Serpong Damai (Jakarta/Tangerang).

Paotere adalah suatu pelabuhan perahu yang terletak di Kecamatan Ujung Tanah, Makassar. Pelabuhan yang berjarak ± 5 km (± 30 menit) dari pusat Kota Makassar ini merupakan salah satu pelabuhan rakyat warisan tempo doeloe yang masih bertahan dan merupakan bukti peninggalan Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo sejak abad ke-14 sewaktu memberangkatkan sekitar 200 armada Perahu Pinisi ke Malaka. Pelabuhan Paotere sekarang ini masih dipakai sebagai pelabuhan perahu-perahu rakyat seperti Pinisi dan Lambo dan juga menjadi pusat niaga nelayan.

Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin.

Kota Makassar mempunyai sebuah bandara internasional, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin yang pada tanggal 26 September 2008 diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang menandakan mulai pada saat itu Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin beroperasi secara penuh di mana sebelumnya telah beroperasi tetapi hanya sebagian. Bandara Hasanuddin juga memiliki taksi khusus Bandara dengan harga yang bervariasi sesuai dengan region dari daerah yang dituju serta shuttle bus khusus yang melayani jalur dari dan ke bandara baru. Bahkan banyak taksi-taksi yang gelap yang juga menawarkan jasa kepada penumpang yang baru tiba di Makassar. Pada tahun 2009 diharapkan landasan pacu yang baru telah rampung dan bisa digunakan.[31]

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku Kota Makassar pada 2023 tercatat sebesar Rp226.902,80 miliar, naik dari Rp208.935,79 miliar pada 2022 dan Rp190.318,07 miliar pada 2021, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,31 persen dan PDRB per kapita Rp155,95 juta. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota Makassar berada di atas 9 persen, dengan puncak 10,83 persen pada 2008. Pada triwulan II 2019, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri mencapai Rp601,1 miliar dan Penanaman Modal Asing Rp1 triliun. Lima sektor utama penyerapan investasi terdiri dari pertambangan sebesar Rp484,3 miliar, industri mineral non logam sebesar Rp377,1 miliar, jasa lainnya sebesar Rp169,2 miliar, listrik gas dan air sebesar Rp164,7 miliar, dan industri makanan sebesar Rp100,7 miliar. Pada 2023, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor menyumbang 20,03 persen terhadap struktur PDRB, diikuti industri pengolahan sebesar 18,83 persen dan konstruksi sebesar 18,20 persen. Nilai tambah sektor perdagangan sebesar Rp45.443,61 miliar, industri pengolahan Rp42.720,21 miliar, dan konstruksi Rp41.301,43 miliar. Nilai tambah sektor transportasi dan pergudangan naik dari Rp5.480,41 miliar pada 2022 menjadi Rp6.565,49 miliar pada 2023, penyediaan akomodasi dan makan minum naik dari Rp4.233,26 miliar menjadi Rp4.863,29 miliar, dan jasa keuangan dan asuransi naik dari Rp11.514,82 miliar menjadi Rp12.331,65 miliar.[27]

Jumlah perusahaan industri kecil dan menengah mencapai 14.904 unit, menyerap 48.817 tenaga kerja dengan nilai produksi Rp3.783.498 juta. Industri makanan dan minuman menyumbang 74,27 persen terhadap nilai tambah sektor industri. Industri makanan dan minuman bertambah dari 2.218 perusahaan pada 2022 menjadi 7.391 perusahaan pada 2023. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 12,44 persen, sektor transportasi dan perdagangan tumbuh 10,59 persen, dan jasa lainnya tumbuh 10,48 persen. Jumlah perusahaan konstruksi mencapai 3.693 unit dengan 1.272 skala kecil, 493 menengah, dan 62 besar. Total simpanan masyarakat di perbankan sebesar Rp70.763.842 juta, terdiri dari tabungan Rp35.511.768 juta, deposito Rp24.323.110 juta, dan giro Rp10.928.964 juta. Jumlah koperasi aktif sebanyak 1.976 unit dengan sebaran tertinggi di Kecamatan Rappocini. Inflasi tahunan Kota Makassar sebesar 2,89 persen, tertinggi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,74 persen. Pengeluaran per kapita meningkat dari Rp1.678.574 pada 2022 menjadi Rp1.735.127 pada 2023, dengan alokasi pengeluaran non makanan sebesar 58,38 persen dan makanan sebesar 41,62 persen. Produk ekonomi lokal seperti PT Cepat dan Bersih Indonesia (QnC Laundry), Minyak Tawon, Bugis Waterpark, dan Jamesons Hardware Supermarket berasal dari Kota Makassar dan telah mencapai pasar nasional maupun internasional.[27]

Pendidikan

[sunting | sunting sumber]
Gedung rekrotas Universitas Hasanuddin Makassar

Data Badan Pusat Statistik Makassar mencatat jumlah Sekolah Dasar di kota ini sebanyak 473, kemudian jenjang Sekolah Menengah Pertama sebanyak 225, dan Sekolah Menengah Atas sederajat sebanyak 134.[32] Sementara, Angka Partisipasi Murni (APM) siswa setiap jenjang pada tahun 2022, tingkat SD sebanyak 99,62%, tingkat SMP sebanyak 83,05%,dan tingkat SMA sebanyak 59,64%, jumlah partisipasi SMA menurun dibanding tahun 2021, yakni 60%.[33]

Untuk jenjang perguruan tinggi, beberapa diantaranya yakni: Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Fajar, Universitas Cokroaminoto, Universitas Atma Jaya Makassar, Universitas Kristen Indonesia Paulus, Universitas Bosowa Makassar, Universitas Pancasakti, Universitas Islam Makassar, Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar, Politeknik Kesehatan Makassar, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Politeknik ATI Makassar, STKIP YPUP Makassar, Universitas Patria Artha, Universitas Pejuang Republik Indonesia, Universitas Sawerigading, Universitas Indonesia Timur Makassar, Universitas Teknologi Sulawesi, Universitas Karya Dharma, Universitas Pepabri, Universitas Terbuka Makassar[34] dan lainnya.[35]

Pendidikan formal SD atau MI negeri dan swasta SMP atau MTs negeri dan swasta SMA, MA, SMK negeri dan swasta Perguruan tinggi
Jumlah satuan 473 225 134 110
Data sekolah di Kota Makassar T.A 2022
Sumber:[32]

Pada Tahun 2023 angka melek huruf di Kota Makassar sebesar 99,15 persen. Angka Harapan Lama Sekolah mencapai 15,61 tahun dan Rata-Rata Lama Sekolah mencapai 11,56 tahun. Angka Partisipasi Sekolah usia 7–12 tahun sebesar 99,34 persen, usia 13–15 tahun sebesar 93,88 persen, dan usia 16–18 tahun sebesar 71,19 persen. Jumlah penduduk berumur 15 tahun ke atas dengan pendidikan tidak punya ijazah sebesar 4,58 persen, tamat SD sebesar 13,09 persen, tamat SLTP sebesar 19,85 persen, dan tamat SMA atau lebih sebesar 62,48 persen. Pada Tahun Ajaran 2023/2024, rasio murid per guru di jenjang SD sebesar 17, di jenjang SLTP dan SLTA masing-masing sebesar 15. Angka Partisipasi Kasar untuk jenjang SD sebesar 101,58 persen. Indeks Pembangunan Manusia Kota Makassar pada Tahun 2023 sebesar 84,85 dengan komponen pendidikan berupa Harapan Lama Sekolah sebesar 15,61 tahun dan Rata-Rata Lama Sekolah sebesar 11,56 tahun. Rata-rata lama sekolah Kota Makassar lebih tinggi dibandingkan daerah lain di Sulawesi Selatan seperti Gowa sebesar 8,41 tahun, Parepare sebesar 10,7 tahun, dan Palopo sebesar 11,13 tahun.[27]

Kesehatan

[sunting | sunting sumber]
RSUP Dr. Wahidin Soedirohusodo

Pada Tahun 2023 jumlah rumah sakit umum di Kota Makassar sebanyak 34 unit, rumah sakit bersalin 27 unit, puskesmas 47 unit, poliklinik 57 unit, dan apotek 115 unit. Angka harapan hidup penduduk Kota Makassar mencapai 75,15 tahun, naik dari 72,40 tahun pada Tahun 2022. Penolong kelahiran oleh dokter sebanyak 70,56 persen, oleh bidan 29,44 persen. Persentase penduduk yang mengalami keluhan kesehatan turun dari 27,51 persen pada Tahun 2022 menjadi 13,99 persen pada Tahun 2023. Angka ini merupakan yang paling rendah dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Sulawesi Selatan. Selain fasilitas pemerintah, layanan kesehatan juga tersedia pada RS Wahidin Sudirohusodo sebagai rumah sakit pusat dengan fasilitas layanan spesialistik lengkap, laboratorium canggih, dan ruang ICU berstandar nasional. Di Makassar juga terdapat Rumah Sakit Umum Daerah Daya, Rumah Sakit Labuang Baji, Rumah Sakit Haji, dan Rumah Sakit Siti Khadijah sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan rujukan tingkat provinsi dan regional.[27]

Fasilitas pelayanan kesehatan primer dan sekunder ditunjang oleh 47 puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan, ditambah dengan kehadiran pusat pelayanan terpadu di wilayah padat penduduk seperti Rappocini dan Biringkanaya. Seluruh puskesmas tersebut melayani konsultasi umum, imunisasi, pelayanan ibu dan anak, serta kesehatan gigi. Poliklinik sebanyak 57 unit tersebar di klinik swasta dan instansi pemerintah. Apotek sebanyak 115 unit melayani distribusi obat, termasuk di kawasan perumahan dan pusat bisnis. Layanan ambulans terdaftar sejumlah 54 unit. Kota Makassar juga memiliki layanan call center Dinas Kesehatan dan sistem rujukan digital untuk percepatan koordinasi antar faskes.[27]

Pariwisata

[sunting | sunting sumber]
Anjungan Pantai Losari.
Benteng Ujung Pandang.
Trans Studio Mall Makassar.

Tempat wisata

[sunting | sunting sumber]

Makassar modern memiliki banyak tempat wisata yang digunakan untuk keperluan hiburan masyarakat Makassar maupun bagi wisatawan yang berasal dari kota maupun negara lain. Beberapa di antaranya yang paling digemari maayarakat makassar adalah:

  • Pantai Losari
  • Fort Rotterdam, merupakan salah satu benteng di Sulawesi Selatan yang boleh dianggap megah dan menawan. Benteng ini merupakan peninggalan sejarah Kesultanan Gowa, Kesultanan ini pernah berjaya sekitar abad ke-17 dengan ibu kota Makassar. Kesultanan ini sebenarnya memiliki 17 buah benteng yang mengitari seluruh ibu kota. Hanya saja, Benteng Fort Rotterdam merupakan benteng paling megah di antara benteng benteng lainnya dan keasliannya masih terpelihara hingga kini.
  • Pantai Akkarena
  • Pulau Lae-Lae
  • Pulau Khayangan
  • Pulau Samalona
  • Pantai Barombong
  • Makam Raja-Raja Tallo
  • Pelabuhan Paotere
  • Taman Makam Pahlawan
  • Trans Studio Mall (Indoor Theme Park terbesar di Indonesia)
  • Desa Wisata Delta Lakkang
  • Benteng Panyua, Dinding benteng ini kukuh menjulang setinggi 5 meter dengan tebal dinding sekitar 2 meter, dengan pintu utama berukuran kecil. Jika dilihat dari udara benteng ini berbentuk segi lima seperti penyu yang hendak masuk ke dalam pantai. Karena benteng ini bentuknya mirip penyu, kadang juga benteng ini juga dinamakan Benteng Panynyua (Penyu). Benteng ini mempunyai 5 Bastion, yaitu bangunan yang lebih kukuh dan posisinya lebih tinggi di setiap sudut benteng yang biasanya ditempatkan kanon atau meriam di atasnya.[butuh rujukan]

Seni Budaya

[sunting | sunting sumber]
  • Atraksi permainan tradisional "Ma'raga", Adalah pertunjukan permainan bola raga yang dipindahkan dari kaki ke kaki atau ke tangan, pertunjukan ini dimainkan dengan suka cita. Para pemain menggunakan pakaian adat seperti passapu dan sarung, biasanya dimainkan oleh 6 orang pemain. Pertunjukan ini akan semakin menarik ketika para pemain mulai saling menopang hingga semakin tinggi dan tetap lihai memainkan bola dan tidak terjatuh ke tanah.
  • Atraksi permainan rakyat "Mappadendang".
  • Tarian magis "Pepe-pepeki ri Makka".
  • Tarian ritual Bissu "Ma'giri".
  • Pemain gendang "Gandrang Bulo".
  • Tarian-tarian tradisional seperti Tari Pakarena.

Kota Kembar

[sunting | sunting sumber]

Lihat Pula

[sunting | sunting sumber]
  1. Lontara Makassar: ᨀᨚᨈ ᨍᨘᨄᨉ, transliterasi: Kota Jumpandang; Lontara Bugis: ᨀᨚᨈ ᨆᨃᨔ, transliterasi: Kota Mangkasa' , Lontara Bugis: ᨀᨚᨈ ᨍᨘᨄᨉ, transliterasi: Kota Juppandang

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. hlm. 25. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 12 Juli 2019. Diakses tanggal 31 Oktober 2021.
  2. 1 2 "Kota Makassar Dalam Angka 2022" (pdf). 25 Februari 2022. hlm. 9, 97. Diakses tanggal 7 September 2022.
  3. "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2023" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 8 Januari 2024.
  4. 1 2 "Penduduk Menurut KWilayah dan Agama Yang Dianut di Kota Makassar". www.sp2010.bps.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-24. Diakses tanggal 7 September 2022.
  5. "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2021-2022". www.bps.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-27. Diakses tanggal 11 Agustus 2023.
  6. Ainun, Nur (4 Februari 2023). "Kode Provinsi Sulawesi Selatan Lengkap 24 Kabupaten/Kota". www.detik.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-05. Diakses tanggal 10 Agustus 2023.
  7. 1 2 Tim redaksi djpk.kemenkeu.go.id (2023). "APBD Tahun Anggaran 2023 Kota Makassar". djpk.kemenkeu.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-10. Diakses tanggal 10 Agustus 2023.
  8. Ministry of Internal Affairs: Registration Book for Area Code and Data of 2013
  9. "Daftar 10 Kota Terbesar di Indonesia menurut Jumlah Populasi Penduduk". 16 September 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-08-17. Diakses tanggal 2016-03-30.
  10. "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-08-05. Diakses tanggal 2023-02-24.
  11. "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-05. Diakses tanggal 2019-05-16.
  12. "Geografi untuk SMA/MA kelas XII, Amir Khosim, S.Pd dan Kun Marlina Lubis". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-02-26. Diakses tanggal 2019-05-16.
  13. Kementrian Dalam Negeri:"Data jumlah penduduk dan luas wilayah" dalam Buku Induk Kode dan Data Wilayah 2013
  14. "Sepuluh kota berpenduduk terbesar di Indonesia". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-08-17. Diakses tanggal 2016-03-30.
  15. 1 2 Poelinggomang 2002, hlm. 22-23.
  16. Pranata, Aan (1-4-2019). "1 April Jadi Hari Kebudayaan Makassar, Ini Alasannya". IDN Times. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-08-28. Diakses tanggal 28-8-2021. ;
  17. "Namanya makassar, kata petisi itu". Tempo.co. 31-12-1977. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-07-19. Diakses tanggal 19-07-2021. ;
  18. Pranata, Aan (1-3-2023). "Mengapa Ujung Pandang Menjadi Makassar? Simak Ulasannya!". makassarkota. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-28. Diakses tanggal 28-8-2021. ;
  19. "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-30. Diakses tanggal 2020-08-25.
  20. Kaunang, I.R.B, Haliadi, dan Rabani, L.O. (2016). Jaringan Maritim Indonesia: Sejarah Toponim Kota Pantai di Sulawesi (PDF). Jakarta: Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 16. ISBN 978-602-1289-43-3. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2021-04-21. Diakses tanggal 2021-02-10. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  21. "Makassar, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 21 Agustus 2020.
  22. "MAKASSAR, INDONESIA". Weatherbase. Diakses tanggal 22 Agustus 2020.
  23. "Makassar Climate Guide". Weather2travel. Diakses tanggal 21 Agustus 2020.
  24. "Buku Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia" (PDF). BMKG. hlm. 85 & 150. Diakses tanggal 21 Oktober 2024.
  25. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  26. "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  27. 1 2 3 4 5 6 Makassar, Badan Pusat Statistik Kota. "Statistik Daerah Kota Makassar 2024". makassarkota.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-07-19.
  28. Statistik Kebahasaan 2019. Jakarta: Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan. 2019. hlm. 11. ISBN 9786028449182. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-04-30. Diakses tanggal 2020-05-24.
  29. "Bahasa di Provinsi Sulawesi Selatan". Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-06-13. Diakses tanggal 23 Mei 2020.
  30. "Kenapa Angkot Makassar Disebut Pete-Pete". sulsel.idntimes.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-11. Diakses tanggal 11 Agustus 2023.
  31. "Hasanuddin Airport". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-04-06. Diakses tanggal 2008-03-27.
  32. 1 2 "Jumlah Sekolah SD, SMP, SMA". makassarkota.bps.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-11. Diakses tanggal 11 Agustus 2023.
  33. "Angka Partisipasi Murni APM Menurut Jenjang Pendidikan". makassarkota.bps.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-12. Diakses tanggal 11 Agustus 2023.
  34. "Universitas Terbuka".
  35. "19 Universitas Terbaik di Kota Makassar Versi Lembaga UniRank 2022". makassar.terkini.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-12. Diakses tanggal 11 Agustus 2023.
  36. "(Pakistan, Indonesia agree to declare Peshawar, Makassar as sister cities)". PPI - Pakistan Press International. 2008-05-29. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-07-28. Diakses tanggal 2013-10-14.
  37. "Kota Kembar Makassar-Constantia". Ali Mochtar Ngabalin. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-12-15. Diakses tanggal 2010-01-25.

Bacaan Lanjutan

[sunting | sunting sumber]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
  Kota Provinsi Populasi     Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11.038.216 Kota Makassar
Kota Makassar
7 Makassar Sulawesi Selatan 1.482.354
2 Surabaya Jawa Timur 3.018.022 8 Batam Kepulauan Riau 1.342.038
3 Bandung Jawa Barat 2.591.763 9 Pekanbaru Riau 1.167.599
4 Medan Sumatera Utara 2.546.452 10 Bandar Lampung Lampung 1.077.664
5 Palembang Sumatera Selatan 1.801.367 11 Padang Sumatera Barat 946.982
6 Semarang Jawa Tengah 1.702.379 12 Malang Jawa Timur 889.359
Sumber: Data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (per 31 Desember 2024). Catatan: Tidak termasuk kota satelit.