Kota Makassar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kota Makassar
Ujung Pandang
Sulawesi 1rightarrow blue.svg Sulawesi Selatan
Dari kiri atas searah jarum jam: Karebosi Link, Trans Studio World Makassar, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Kawasan Anjungan Pantai Losari, Masjid Raya Makassar.
Dari kiri atas searah jarum jam: Karebosi Link, Trans Studio World Makassar, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Kawasan Anjungan Pantai Losari, Masjid Raya Makassar.
Lambang Kota Makassar
Lambang
Semboyan: Sekali Layar Terkembang
Pantang Biduk Surut Ke Pantai
Kota Makassar is located in Indonesia
Kota Makassar
Lokasi Kota Makassar di Pulau Sulawesi
Koordinat: 5°8′LU 119°25′BT / 5,133°LS 119,417°BT / -5.133; 119.417
Negara  Indonesia
Hari jadi 9 November 1607
Pemerintahan
 • Wali kota Danny Pomanto
Populasi
 • Total 1.398.804 jiwa
Zona waktu WITA (UTC+8)
Kode telepon +62 411
Situs web www.makassarkota.go.id

Kota Makassar (Makassar: ᨀᨚᨈ ᨆᨀᨔᨑ, dari 1971 hingga 1999 secara resmi dikenal sebagai Ujung Pandang) adalah ibu kota provinsi Sulawesi Selatan. Makassar merupakan kota terbesar di kawasan Indonesia Timur dan wilayah metropolitan terbesar kedua di luar Pulau Jawa, setelah Kota Medan. Kota ini juga pernah menjadi ibukota Negara Indonesia Timur dan Provinsi Sulawesi. Makassar terletak di pesisir barat daya Pulau Sulawesi dan berbatasan dengan Selat Makassar di sebelah barat, Kabupaten Kepulauan Pangkajene di sebelah utara, Kabupaten Maros di sebelah timur dan Kabupaten Gowa di sebelah selatan.

Dari aspek pembangunan dan infrastruktur, kota Makassar tergolong salah satu kota metropolitan di Indonesia dan dengan wilayah seluas 199,26 km² dan penduduk hampir mencapai 1,4 juta jiwa, kota ini berada di urutan ke tujuh dalam hal jumlah penduduk setelah Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang, dan Palembang[1]. Secara demografis, kota ini tergolong tipe multi etnik atau multi kultur dengan beragam suku bangsa yang menetap di dalamnya, diantaranya yang signifikan jumlahnya adalah Bugis, Toraja, Mandar, Buton, Jawa, dan Tionghoa. Makanan khas Makassar yang umum dijumpai di pelosok kota adalah Coto Makassar, Roti Maros, Jalangkote, Bassang, Kue Tori, Palubutung, Pisang Ijo, Sop Saudara dan Sop Konro.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Hotel Oranje pada tahun 1920-an.

Nama Makassar sudah disebutkan dalam pupuh 14/3 kitab Nagarakretagama karya Mpu Prapanca pada abad ke-14, sebagai salah satu daerah taklukkan Majapahit.[2] Walaupun demikian, Raja Gowa ke-9 Tumaparisi Kallonna (1510-1546) diperkirakan adalah tokoh pertama yang benar-benar mengembangkan kota Makassar.[3] Ia memindahkan pusat kerajaan dari pedalaman ke tepi pantai, mendirikan benteng di muara Sungai Jeneberang, serta mengangkat seorang syahbandar untuk mengatur perdagangan.[3]

Pada abad ke-16, Makassar menjadi pusat perdagangan yang dominan di Indonesia Timur, sekaligus menjadi salah satu kota terbesar di Asia Tenggara. Raja-raja Makassar menerapkan kebijakan perdagangan bebas yang ketat, di mana seluruh pengunjung ke Makassar berhak melakukan perniagaan disana dan menolak upaya VOC (Belanda) untuk memperoleh hak monopoli di kota tersebut.

Selain itu, sikap yang toleran terhadap agama berarti bahwa meskipun Islam semakin menjadi agama yang utama di wilayah tersebut, pemeluk agama Kristen dan kepercayaan lainnya masih tetap dapat berdagang di Makassar. Hal ini menyebabkan Makassar menjadi pusat yang penting bagi orang-orang Melayu yang bekerja dalam perdagangan di Kepulauan Maluku dan juga menjadi markas yang penting bagi pedagang-pedagang dari Eropa dan Arab.Semua keistimewaan ini tidak terlepas dari kebijaksanaan Raja Gowa-Tallo yang memerintah saat itu (Sultan Alauddin, Raja Gowa, dan Sultan Awalul Islam, Raja Tallo).

Kontrol penguasa Makassar semakin menurun seiring semakin kuatnya pengaruh Belanda di wilayah tersebut dan menguatnya politik monopoli perdagangan rempah-rempah yang diterapkan Belanda melalui VOC. Pada tahun 1669, Belanda, bersama dengan La Tenri Tatta Arung Palakka dan beberapa kerajaan sekutu Belanda Melakukan penyerangan terhadap kerajaan Islam Gowa-Tallo yang mereka anggap sebagai Batu Penghalang terbesar untuk menguasai rempah-rempah di Indonesia timur. Setelah berperang habis-habisan mempertahankan kerajaan melawan beberapa koalisi kerajaan yang dipimpin oleh belanda, akhirnya Gowa-Tallo (Makassar)terdesak dan dengan terpaksa menanda tangani Perjanjian Bongaya.

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Makassar merupakan kota yang multi etnis Penduduk Makassar kebanyakan dari Suku Makassar dan Suku Bugis, sisanya berasal dari Toraja, Mandar, Buton, Tionghoa, Jawa dan sebagainya.

Tahun 1971 1980 1990 2000 2008 2009 2010 2014
Jumlah penduduk Green Arrow Up.svg 434.766 Green Arrow Up.svg 708.465 Green Arrow Up.svg 944.372 Green Arrow Up.svg 1.130.384 Green Arrow Up.svg 1.253.656 Green Arrow Up.svg 1.272.349 Green Arrow Up.svg 1.338.663 Green Arrow Up.svg 1.398.804

Iklim[sunting | sunting sumber]


Data iklim Makassar
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Presipitasi mm (inci) 734 533 391 235 127 66 48 15 83 83 273 549
Sumber: Weatherbase [4]

Daerah[sunting | sunting sumber]

Kota Makassar dibagi menjadi 14 kecamatan dan 143 kelurahan.

Wilayah Kota Makassar.

Kecamatan di Kota Makassar[sunting | sunting sumber]

  1. Kecamatan Biringkanaya
  2. Kecamatan Bontoala
  3. Kecamatan Makassar
  4. Kecamatan Mamajang
  5. Kecamatan Manggala
  6. Kecamatan Mariso
  7. Kecamatan Panakkukang
  8. Kecamatan Rappocini
  9. Kecamatan Tallo
  10. Kecamatan Tamalanrea
  11. Kecamatan Tamalate
  12. Kecamatan Ujung Pandang
  13. Kecamatan Ujung Tanah
  14. Kecamatan Wajo

Walikota[sunting | sunting sumber]

Kediaman gubernur di Makassar pada tahun 1920-an.
Balai Kota Makassar.

Hindia Belanda[sunting | sunting sumber]

  • J.E. Dambrink (1918-1927)
  • J.H. de Groot (1927-1931)
  • G.H.J. Beikenkamp (1931-1932)
  • F.C. van Lier (1932-1933)
  • Ch.H. ter Laag (1933-1934)
  • J. Leewis (1934-1936)
  • H.F. Brune (1936-1942)

Jepang[sunting | sunting sumber]

  • Yamasaki (1942-1945)

NICA[sunting | sunting sumber]

  • H.F. Brune (1945)
  • D.M. van Swieten (1945-1946)

RIS[sunting | sunting sumber]

  • J.M. Qaimuddin (1950-1951)
  • J. Mewengkang (1951)

RI[sunting | sunting sumber]

  • Charllofta Salawati (1949)
  • Sampara Daeng Lili (1951-1952)
  • Achmad Dara Syachruddin (1952-1957)
  • Mohammad Junus Daeng Mile (1957-1959)
  • Latif Daeng Massikki (1959-1962)
  • H. Arupala (1962-1965)
  • Kol. H. Muhammad Daeng Patompo (1962-1976)
  • Kol. Abustam (1976-1982)
  • Kol. Jancy Raib (1982-1988)
  • Kol. Suwahyo (1988-1993)
  • H.A. Malik B. Masry, SE, MSi (1994-1999)
  • Drs. H.B. Amiruddin Maula, SH, MSi (1999-2004)
  • Ir. H. Ilham Arief Sirajuddin, MM (2004-2008)
  • Ir. H. Andi Herry Iskandar, MSi (2008-2009)
  • Ir. H. Ilham Arief Sirajuddin, MM (2009-2014)
  • Ir. H. Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto) (8 Mei 2014-Sekarang)

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Laut[sunting | sunting sumber]

Bus Trans Makassar.

Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar Di Makassar, Soekarno-Hatta menjadi nama pelabuhan, khususnya pelabuhan untuk kapal penumpang dan terminal penumpang. Pelabuhan ini dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV).

Di area pelabuhan penumpang ini terdapat Masjid Babussalam. Mesjid ini diresmikan Presiden Megawati, berbarengan dengan peresmian Terminal Petikemas Makassar, pada 21 Juli 2001. Sementara di kawasan ujung utara pelabuhan, atau ujung jalan Nusantara, terdapat awal Jalan Tol Reformasi (tol lingkar Makassar) yang menghubungkan kawasan pelabuhan dengan pusat kota. Jalan tol yang hanya sepanjang 3,1 km ini dikelola oleh PT Nusantara Infrastructure Tbk. Perusahaan milik Bosowa Group ini juga jadi pengelola jalan tol Bintaro-Bumi Serpong Damai (Jakarta/Tangerang).

Udara[sunting | sunting sumber]

Kota Makassar mempunyai sebuah bandara internasional, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin yang pada tanggal 26 September 2008 diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang menandakan mulai pada saat itu Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin beroperasi secara penuh dimana sebelumnya telah beroperasi tetapi hanya sebagian. Bandara Hasanuddin juga memiliki taksi khusus Bandara dengan harga yang bervariasi sesuai dengan region dari daerah yang dituju serta shuttle bus khusus yang melayani jalur dari dan ke bandara baru. Bahkan banyak taksi-taksi yang gelap yang juga menawarkan jasa kepada penumpang yang baru tiba di Makassar. Pada tahun 2009 diharapkan runway yang baru telah rampung dan bisa digunakan.[5]

Darat[sunting | sunting sumber]

  • Pete-pete

Pete-pete adalah sebutan angkot di Makassar dan sekitarnya. Pete-pete merah adalah angkot yang berasal dari Kabupaten Gowa dan melayani pengangkutan antar kota, sedangkan pete-pete biru adalah angkot yang berasal dari Kota Makassar itu sendiri dan hanya melayani pengangkutan di wilayah Makassar saja.

  • Bus
  • Taksi
  • Becak

Makassar terkenal dengan angkutan tradisional becak. Jumlahnya sendiri mencapai 1.500 unit. Pemerintah setempat memberlakukan becak untuk pariwisata dan khusus beroperasi di sekitar kawasan wisata saja. Tarifnya tergantung kesepakatan dengan pengayuh.

  • Bentor

Populasi becak motor di Makassar mulai ramai dan secara perlahan menggantikan becak. Bagian depan bentor adalah becak dan di belakangnya adalah motor.

  • Ojek
  • Busway Trans Makassar (Mamminasata)
  • Monorail Makassar (segera beroperasi 2016)
  • Kereta api (sudah dalam tahap Ground Breaking pada pertengahan Tahun 2014)

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Laju pertumbuhan ekonomi Kota Makassar berada di peringkat paling tinggi di Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota Makassar di atas 9%.

Bahkan pada tahun 2008, pertumbuhan ekonomi Kota Makassar mencapai angka 10,83%. Pesatnya pertumbuhan ekonomi saat itu, bersamaan dengan gencarnya pembangunan infrastruktur yang mendorong perputaran ekonomi, seperti pembangunan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, jalan tol dan sarana bermain kelas dunia Trans Studio di Kawasan Kota Mandiri Tanjung Bunga.[6]

Pariwisata, Seni dan Budaya[sunting | sunting sumber]

Logo branding pariwisata Kota Makassar.

Seni Budaya[sunting | sunting sumber]

  • Atraksi permainan tradisional "Ma'raga"
    • Merupakan pertunjukan permainan bola raga yang dipindahkan dari kaki ke kaki atau ke tangan, pertunjukan ini dimainkan dengan suka cita. Para pemain menggunakan pakaian adat seperti passapu dan sarung, biasanya dimainkan oleh 6 orang pemain. Pertunjukan ini akan semakin menarik ketika para pemain mulai saling menopang hingga semakin tinggi dan tetap lihai memainkan bola dan tidak terjatuh ke tanah.
  • Atraksi permainan rakyat "Mappadendang"
  • Tarian magis "Pepe-pepeki ri Makka"
  • Tarian ritual Bissu "Ma'giri"
  • Pemain gendang "Gandrang Bulo"
  • Tarian-tarian tradisional seperti Tari Pakarena

Objek Wisata[sunting | sunting sumber]

Anjungan Pantai Losari.
Fort Rotterdam.
Trans Stuido World Makassar.

Makassar modern memiliki banyak tempat wisata yang digunakan untuk keperluan hiburan masyarakat Makassar maupun bagi wisatawan yang berasal dari kota maupun negara lain. Beberapa diantaranya yang paling digemari maayarakat makassar adalah :

  • Pantai Losari
  • Fort Rotterdam
    • Benteng Fort Rotterdam merupakan salah satu benteng di Sulawesi Selatan yang boleh dianggap megah dan menawan. Benteng ini merupakan peninggalan sejarah Kesultanan Gowa, Kesultanan ini pernah berjaya sekitar abad ke-17 dengan ibu kota Makassar. Kesultanan ini sebenarnya memiliki 17 buah benteng yang mengitari seluruh ibu kota. Hanya saja, Benteng Fort Rotterdam merupakan benteng paling megah di antara benteng benteng lainnya dan keasliannya masih terpelihara hingga kini.
  • Pantai Akarena
  • Pulau Lae-Lae
  • Pulau Khayangan
  • Pulau Samalona
  • Pantai Barombong
  • Makam Raja-Raja Tallo
  • Pelabuhan Paotere
  • Taman Makam Pahlawan
  • Trans Studio (Indoor Theme Park terbesar di dunia)
  • Desa Wisata Delta Lakkang
  • Pulau Kapoposang
  • Pantai Galesong Utara
  • Benteng Panyua
    • Dinding benteng ini kokoh menjulang setinggi 5 meter dengan tebal dinding sekitar 2 meter, dengan pintu utama berukuran kecil. Jika dilihat dari udara benteng ini berbentuk segi lima seperti penyu yang hendak masuk kedalam pantai. Karena benteng ini bentuknya mirip penyu, kadang juga benteng ini juga dinamakan Benteng Panynyua (Penyu). Benteng ini mempunyai 5 Bastion, yaitu bangunan yang lebih kokoh dan posisinya lebih tinggi di setiap sudut benteng yang biasanya ditempatkan kanon atau meriam diatasnya.

Lain-Lain[sunting | sunting sumber]

Kota Pengembangan[sunting | sunting sumber]

Tokoh-Tokoh dari Makassar[sunting | sunting sumber]

Perguruan Tinggi[sunting | sunting sumber]

Klub Olahraga[sunting | sunting sumber]

Fasilitas Kota[sunting | sunting sumber]

Hotel[sunting | sunting sumber]

  • Grand Clarion and Converention
  • Imperial Arya Duta
  • Grand Quality Hotel
  • Hotel Horison Makassar
  • Hotel Aston Makassar
  • Novotel Grand Shyla Makassar
  • Hotel Sahid Jaya Makassar
  • Hotel Pantai Gapura
  • Swiss Bell Inn Makassar
  • Hotel Santika Makassar
  • Hotel Singgasana Makassar
  • Hotel Makassar Golden
  • Karebosi Condotel Makassar
  • Four Points by Sheraton Makassar
  • The Banua Hotel Makassar
  • Aerotel Smile Hotel & Resto

Pusat Perbelanjaan[sunting | sunting sumber]

Makanan dan Minuman Khas[sunting | sunting sumber]

Media[sunting | sunting sumber]

Televisi[sunting | sunting sumber]

Kota Makassar juga memiliki beberapa terdiri dari 20-stasiun televisi (15-siaran nasional dan 5-siaran lokal) seperti:

Kanal Signal Frekuensi Nama Jaringan Nama Perusahaan Ternama(PT) Pemilik Status Negara
23 487.250 MHz UHF Kompas TV Makassar Kompas TV PT Kompas Gramedia Televisi Indonesia Kompas Gramedia Nasional  Indonesia
25 503.250 MHz ANTV PT Cakrawala Andalas Televisi VIVA
27 519.250 MHz Indosiar PT Indosiar Visual Mandiri EMTEK (Surya Citra Media)
29 535.250 MHz MNCTV PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia Media Nusantara Citra
31 551.250 MHz Celebes TV ANTARA TV PT Celebes Televisi Indonesia Bosowa Corporation Lokal
33 567.250 MHz RCTI PT Rajawali Citra Televisi Indonesia Media Nusantara Citra Nasional
35 583.250 MHz SCTV PT Surya Citra Televisi EMTEK (Surya Citra Media)
37 599.250 MHz TVRI Nasional TVRI Lembaga Penyiaran Publik TVRI Pemerintah Indonesia
TVRI Sulawesi Selatan Pemerintah Sulawesi Selatan Lokal
39 615.250 MHz Metro TV PT Media Televisi Indonesia Media Group Nasional
41 631.250 MHz Trans 7 PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh Trans Corp
43 647.250 MHz Global TV PT Global Informasi Bermutu MNC
45 663.250 MHz Trans TV PT Televisi Transformasi Indonesia Trans Corp
47 679.250 MHz tvOne PT Lativi Media Karya VIVA
49 695.250 MHz Fajar TV JPMC PT Fajar Makassar Televisi Grup Jawa Pos Lokal
51 711.250 MHz iNews TV Makassar iNews TV PT Sun Televisi Makassar
PT Sun Televisi Network
MNC Nasional
53 727.250 MHz GOTV Makassar PT GO Media Televisi GO Media Group Lokal
55 743.250 MHz RTV Makassar Rajawali Televisi PT Televisi Nusantara Nasional Indonesia Rajawali Corpora Nasional
57 759.250 MHz NET. Makassar NET. PT Net Mediatama Indonesia Indika Group Nasional
59 775.250 MHz VE Channel BeritaSatu TV PT Panorama Media Takalar Televisi BeritaSatu Media Holdings Lokal

Radio[sunting | sunting sumber]

Kota Makassar juga memiliki beberapa terdiri dari 28-stasiun radio bersiaran lokal seperti:

Frekuensi Signal Nama Stasiun
828 KHz AM Radio Christy
1080 KHz Radio Suara Victory
87.7 KHz FM Radio Madama
88.5 KHz Radio Bosowa
89.3 KHz Radio Fajar
90.1 KHz Radio Medika
90.9 KHz Radio Celebes
92.9 KHz Radio Programma 4 Radio Republik Indonesia
93.3 KHz Radio Dejavu
94.4 KHz Radio Programma 1 Radio Republik Indonesia
95.2 KHz Radio Bharata
93.9 KHz Radio SINDO Trijaya MNC Networks/Sindo Media
96.0 KHz I-Radio Makassar MRA Media Group
96.8 KHz Radio Programma 2 Radio Republik Indonesia
97.6 KHz Radio Venus Citra Musik Indonesia
98.4 KHz Radio Makassar
99.2 KHz Radio Delta Mahaka Media
99.6 KHz Radio Al Markaz Al Islami Masjid Al-Markaz Al-Islami
100.0 KHz Rasio Plus
101.1 KHz Radio Smart Kompas Gramedia
101.9 KHz Radio Al-Ikhwan
102.7 KHz Radio Telstar Pesona Keluarga
103.5 KHz Radio Sonora Kompas Gramedia
104.3 KHz Radio Mercurius
105.1 KHz Radio Prambors Mahaka Media
105.9 KHz Radio Gamasi
106.3 KHz Radio Programma 3 RRI
107.1 KHz Radio Syiar

Kota Kembar[sunting | sunting sumber]

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kementrian Dalam Negeri :"Data jumlah penduduk dan luas wilayah" dalam Buku Induk Kode dan Data Wilayah 2013
  2. ^ Muljana 2005, hlm. 63.
  3. ^ a b Poelinggomang 2002, hlm. 22-23.
  4. ^ "Weatherbase: Makassar Indonesia Records and Averages". Weatherbase. Diakses 22 November 2011. 
  5. ^ Hasanuddin Airport
  6. ^ "Pertumbuhan Ekonomi Kota Makassar Tertinggi di Indonesia"
  7. ^ "(Pakistan, Indonesia agree to declare Peshawar, Makassar as sister cities)". PPI - Pakistan Press International. 2008-05-29. Diarsipkan dari aslinya tanggal 2012-07-28. 
  8. ^ "Kota Kembar Makassar-Constantia". Ali Mochtar Ngabalin. Diakses 2010-01-25. 

Bacaan Lanjutan[sunting | sunting sumber]

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]

Kota-kota besar di Indonesia
  Kota Provinsi Populasi     Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta DKI Jakarta 9.989.550 Kota Makassar
Kota Makassar
7 Depok Jawa Barat 1.738.570
2 Surabaya Jawa Timur 2.885.385 8 Semarang Jawa Tengah 1.555.984
3 Bandung Jawa Barat 2.536.649 9 Palembang Sumatera Selatan 1.763.475
4 Bekasi Jawa Barat 2.098.805 10 Makassar Sulawesi Selatan 1.338.663
5 Medan Sumatera Utara 2.097.610 11 Tangerang Selatan Banten 1.290.322
6 Tangerang Banten 1.798.601 12 Batam Kepulauan Riau 1.153.860