Kota Makassar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 5°9′28.4″S 119°19′14.9″E / 5.157889°S 119.320806°E / -5.157889; 119.320806

Kota Makassar

Ujung Pandang
ᨀᨚᨈ ᨆᨀᨔᨑ
𑻠𑻶𑻦 𑻥𑻠𑻰𑻭
Ibu kota provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia
Dari kiri atas searah jarum jam: Karebosi Skyline, Trans Studio Makassar, Masjid Amirul Mukminin, Rumah-rumah tradisonal Bugis di sepanjang jalan Makassar-Watampone, Patung keluarga nelayan, Benteng Rotterdam, Pantai Losari.
Dari kiri atas searah jarum jam: Karebosi Skyline, Trans Studio Makassar, Masjid Amirul Mukminin, Rumah-rumah tradisonal Bugis di sepanjang jalan Makassar-Watampone, Patung keluarga nelayan, Benteng Rotterdam, Pantai Losari.
Lambang resmi Kota Makassar
Lambang
Motto: 
Sekali Layar Terkembang
Pantang Biduk Surut Ke Pantai
Letak Makassar di Sulawesi Selatan
Letak Makassar di Sulawesi Selatan
Kota Makassar is located in Sulawesi
Kota Makassar
Kota Makassar
Letak Makassar di Sulawesi Selatan
Kota Makassar is located in Indonesia
Kota Makassar
Kota Makassar
Kota Makassar (Indonesia)
Koordinat: 5°07′59″S 119°24′49″E / 5.1331°S 119.4136°E / -5.1331; 119.4136
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Selatan
Tanggal peresmian9 November 1607; 413 tahun lalu (1607-11-09)
Pemerintahan
 • Wali KotaIr. H. Mohammad Ramdhan Pomanto
 • Wakil Wali KotaHj. Fatmawati Rusdi, SE, MM
Luas
 • Total175,77 km2 (67,87 sq mi)
Populasi
 • Total1.508.154 jiwa
 • Kepadatan8.580/km2 (22,200/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 82,36%
Kristen 15,19%
- Protestan 9,61%
- Katolik 5,58%
Buddha 1,42%
Hindu 0,76%
Konghucu 0,27%[2]
 • BahasaMakassar, Indonesia
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode telepon+62 411
Kode Kemendagri73.71 Edit the value on Wikidata
Kode SNIMKS
Jumlah kecamatan15
Jumlah kelurahan153
DAURp 1.408.063.374.000,- (2020)[3]
IPMKenaikan 82,25 (2020)
( Sangat Tinggi )[4]
Bandar udaraBandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin
PelabuhanPelabuhan Soekarno Hatta
Situs webmakassarkota.go.id

Kota Makassar (Bahasa Makassar: 𑻠𑻶𑻦 𑻥𑻠𑻰𑻭, ᨀᨚᨈ ᨆᨀᨔᨑ, transliterasi: Kota Mangkasara'; dari 1971 hingga 1999 secara resmi dikenal sebagai Ujung Pandang) adalah ibu kota provinsi Sulawesi Selatan. Makassar merupakan kota metropolitan terbesar di kawasan Indonesia Timur dan pada masa lalu pernah menjadi ibu kota Negara Indonesia Timur dan Provinsi Sulawesi. Makassar terletak di pesisir barat daya Pulau Sulawesi dan berbatasan dengan Selat Makassar di sebelah barat, Kabupaten Kepulauan Pangkajene di sebelah utara, Kabupaten Maros di sebelah timur dan Kabupaten Gowa di sebelah selatan.

Menurut Bappenas, Makassar adalah salah satu dari empat pusat pertumbuhan utama di Indonesia, bersama dengan Medan, Jakarta, dan Surabaya.[5][6] Dengan memiliki wilayah seluas 175,77 km² dan jumlah penduduk lebih dari 1,5 juta jiwa, kota ini berada di urutan ketujuh kota terbesar di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Bandung, Palembang, Semarang dan Medan.[7][8] Secara demografis, kota ini tergolong tipe multi etnik atau multi kultur dengan beragam suku bangsa yang menetap di dalamnya, di antaranya yang signifikan jumlahnya adalah Suku Makassar, Bugis, Toraja, Mandar, Buton, Jawa, dan Tionghoa. Makanan khas Makassar yang umum dijumpai di pelosok kota adalah Coto Makassar, Roti Maros, Jalangkote, Bassang, Kue Tori, Palubutung, Pisang Ijo, Sop Saudara dan Sop Konro.

Sejarah

Lambang Kota Makassar pada zaman penjajahan Belanda
Hotel Oranje pada tahun 1920-an.

Nama Makassar sudah disebutkan dalam pupuh 14/3 kitab Nagarakretagama karya Mpu Prapanca pada abad ke-14, sebagai salah satu daerah taklukkan Majapahit.[9] Walaupun demikian, Raja Gowa ke-9 Tumaparisi Kallonna (1510-1546) diperkirakan adalah tokoh pertama yang benar-benar mengembangkan kota Makassar.[10] Ia memindahkan pusat kerajaan dari pedalaman ke tepi pantai, mendirikan benteng di muara Sungai Jeneberang, serta mengangkat seorang syahbandar untuk mengatur perdagangan.[10]

Pada abad ke-16, Makassar menjadi pusat perdagangan yang dominan di Indonesia Timur, sekaligus menjadi salah satu kota terbesar di Asia Tenggara. Raja-raja Makassar menerapkan kebijakan perdagangan bebas yang ketat, di mana seluruh pengunjung ke Makassar berhak melakukan perniagaan di sana dan menolak upaya VOC (Belanda) untuk memperoleh hak monopoli di kota tersebut.

Selain itu, sikap yang toleran terhadap agama berarti bahwa meskipun Islam semakin menjadi agama yang utama di wilayah tersebut, pemeluk agama Kristen dan kepercayaan lainnya masih tetap dapat berdagang di Makassar. Hal ini menyebabkan Makassar menjadi pusat yang penting bagi orang-orang Melayu yang bekerja dalam perdagangan di Kepulauan Maluku dan juga menjadi markas yang penting bagi pedagang-pedagang dari Eropa dan Arab.Semua keistimewaan ini tidak terlepas dari kebijaksanaan Raja Gowa-Tallo yang memerintah saat itu (Sultan Alauddin, Raja Gowa, dan Sultan Awalul Islam, Raja Tallo).

Kontrol penguasa Makassar semakin menurun seiring semakin kuatnya pengaruh Belanda di wilayah tersebut dan menguatnya politik monopoli perdagangan rempah-rempah yang diterapkan Belanda melalui VOC. Pada tahun 1669, Belanda, bersama dengan La Tenri Tatta Arung Palakka dan beberapa kerajaan sekutu Belanda Melakukan penyerangan terhadap kerajaan Islam Gowa-Tallo yang mereka anggap sebagai Batu Penghalang terbesar untuk menguasai rempah-rempah di Indonesia timur. Setelah berperang habis-habisan mempertahankan kerajaan melawan beberapa koalisi kerajaan yang dipimpin oleh belanda, akhirnya Gowa-Tallo (Makassar) terdesak dan dengan terpaksa menanda tangani Perjanjian Bongaya.

Menurut catatan sejarah, cikal bakal lahirnya Kota Makassar berawal dari 1 April 1906. Saat itu pemerintah Hindia Belanda membentuk dewan pemerintahan Gemeentee di Kampung Baru, yang terletak di kawasan Pantai Losari dan Benteng Fort Rotterdam. Kawasan ini yang berkembang menjadi kota Makassar hingga kini disebut hari kebudayaan makassar.[11]

Kota ini dahulu bernama Ujung Pandang dipakai pada tahun 1971 sampai tahun 1999. Alasan untuk mengganti nama Makassar menjadi Ujung Pandang dengan alasan politik, antara lain karena Makassar adalah nama sebuah suku bangsa padahal tidak semua penduduk kota Makassar adalah anggota dari etnik Makassar.

Nama Kota Makassar diubah menjadi Ujung Pandang terjadi pada tanggal 1 September 1971, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 51 tahun 1971.[12]

Saat itu, Kota Makassar dimekarkan dari 21 kilometer persegi menjadi 115,87 Kilometer persegi, terdiri dari 11 wilayah kecamatan dan 62 lingkungan dengan penduduk sekitar 700 ribu jiwa.

Ujung Pandang sebenarnya adalah nama lain dari Makassar, yang dipakai sekitar tahun 1958 sampai tahun 2000. Pergantian nama Makassar dengan Ujung Pandang ini dilatar belakangi oleh nama Makassar yang menjadi nama sebuah suku bangsa di Makassar.

Nama Ujung Pandang sendiri adalah nama sebuah kampung di wilayah Kota Makassar. Ujung Pandang mulai dikenal pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-X, Tunipalangga yang pada tahun 1545 mendirikan Benteng Ujung Pandang sebagai kelengkapan benteng-benteng kerajaan Gowa yang sudah ada sebelumnya.[13]

Terjadinya Perang Dunia Kedua dan berdirinya RI mengubah wajah Makassar. Perginya sebagian besar warga asing di tahun 1949 dan nasionalisasi perusahaan asing di akhir tahun 1950-an, membuatnya kembali menjadi sebuah kota provinsi.

Pada tanggal 13 Oktober 1999, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 1999 nama Ujung Pandang dikembalikan menjadi Kota Makassar. Aturan ini sesuai dengan Undang-Undang Pemerintahan Daerah luas wilayah bertambah kurang lebih 4 mil kearah laut 10.000 Ha, menjadi 27.577 Ha.

Berawal dari proses reformasi yang terjadi sejak 21 Mei 1998, nama Makassar seolah kembali hidup untuk menggantikan Ujung Pandang. Barulah di penghujung masa jabatan Presiden BJ Habibie, nama Makassar kembali tanpa proses yang berbelit-belit.

Dalam konsideran Peraturan Pemerintah No. 86 Tahun 1999, di antaranya menyebutkan bahwa perubahan itu wujud keinginan masyarakat Ujung Pandang dengan mendapat dukungan DPRD Ujung Pandang dan perubahan ini sejalan dengan pasal 5 ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 1999, bahwa perubahan nama daerah, ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.[14]

Geografi

Masjid Al-Markaz Al-Islami

Makassar adalah Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan, yang terletak di bagian Selatan Pulau Sulawesi yang dahulu disebut Ujung Pandang, terletak antara 119º24’17’38” Bujur Timur dan 5º8’6’19” Lintang Selatan yang berbatasan sebelah Utara dengan Kabupaten Maros, sebelah Timur Kabupaten Maros, sebelah selatan Kabupaten Gowa dan sebelah Barat adalah Selat Makassar. Kota Makassar memiliki topografi dengan kemiringan lahan 0-2°(datar) dan kemiringan lahan 3-15° (bergelombang). Luas Wilayah Kota Makassar tercatat 175,77 km persegi.

Kota Makassar adalah kota yang terletak dekat dengan pantai yang membentang sepanjang koridor barat dan utara dan juga dikenal sebagai “Waterfront City” yang di dalamnya mengalir beberapa sungai seperti Sungai Tallo, Sungai Jeneberang, dan Sungai Pampang) yang kesemuanya bermuara ke dalam kota. Kota Makassar merupakan hamparan daratan rendah yang berada pada ketinggian antara 0-25 meter dari permukaan laut.[15]

Batas wilayah

Peta Administrasi Kota Makassar

Secara administratif, batas wilayah Kota Makassar adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Maros
Timur Kabupaten Maros
Selatan Kabupaten Gowa
Barat Selat Makassar

Letak Kota Makassar adalah di bagian selatan dari Pulau Sulawesi. Perkembangan wilayah Kota Makassar dimulai di sepanjang pesisir pantai yang berada di antara dua sungai besar, yaitu sungai Jeneberang dan sungai Tallo. Perbatasan Makassar bagian utara merupakan pedalaman yang didiami suku Bugis sedangkan perbatasan selatan didiami oleh suku Makassar. Perkembangan kota Makassar sebagai kota perdagangan dan kota pelabuhan ditunjang oleh wilayah utara. Wilayah pedalaman membawa komoditas sumber daya alam ke Makassar untuk dijual ke pasar. Bagian barat dari kota Makassar adalah selat Makassar dan terdapat sejumlah pulau kecil. Pulau-pulau ini digunakan sebagai penunjang perkembangan kota, yakni sebagai pelindung dan memenuhi kebutuhan kota Makassar. Keberadaan pulau-pulau kecil digunakan sebagai pencegah gangguan badai dan ombak yang mengganggu perahu atau kapal-kapal yang melakukan perdagangan di pelabuhan Makassar. Masyarakat kota Makassar di pulau-pulau kecil ini sebagian besar dihuni oleh orang-orang suku Makassar yang mata pencahariannya berhubungan dengan laut.[16]

Iklim

Kota Makassar memiliki kondisi iklim tropis yang bertipe iklim tropis muson (Am), hal tersebut ditandai dengan kontrasnya jumlah rata-rata curah hujan di musim penghujan dan musim kemarau. Musim hujan biasanya berlangsung sejak bulan November hingga bulan Maret dan musim kemarau berlangsung dari bulan Mei hingga bulan September. Wilayah Kota Makassar memiliki suhu udara rata-rata berkisar antara 26,°C sampai dengan 29 °C. Rata-rata curah hujan per tahun di wilayah ini berkisar antara 2700–3200 milimeter.

Data iklim Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rekor tertinggi °C (°F) 37
(99)
32
(90)
36
(97)
38
(100)
41
(106)
42
(108)
39
(102)
37
(99)
37
(99)
38
(100)
37
(99)
35
(95)
42
(108)
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.7
(87.3)
31
(88)
31.3
(88.3)
32
(90)
32.1
(89.8)
32.5
(90.5)
33.4
(92.1)
34.3
(93.7)
34.8
(94.6)
34.6
(94.3)
33.5
(92.3)
31.3
(88.3)
32.63
(90.77)
Rata-rata harian °C (°F) 26.9
(80.4)
26.9
(80.4)
27.3
(81.1)
27.8
(82)
27.8
(82)
27.7
(81.9)
27.1
(80.8)
27.2
(81)
28
(82)
28.1
(82.6)
28.1
(82.6)
27.1
(80.8)
27.5
(81.47)
Rata-rata terendah °C (°F) 23.2
(73.8)
22.7
(72.9)
23.3
(73.9)
23.6
(74.5)
23.4
(74.1)
22.9
(73.2)
21.7
(71.1)
20.1
(68.2)
21.2
(70.2)
21.7
(71.1)
22.7
(72.9)
23
(73)
22.46
(72.41)
Rekor terendah °C (°F) 20
(68)
21
(70)
21
(70)
17
(63)
20
(68)
18
(64)
17
(63)
17
(63)
19
(66)
19
(66)
20
(68)
21
(70)
17
(63)
Presipitasi mm (inci) 734
(28.9)
563
(22.17)
391
(15.39)
235
(9.25)
97
(3.82)
66
(2.6)
48
(1.89)
15
(0.59)
32
(1.26)
83
(3.27)
273
(10.75)
549
(21.61)
3.086
(121,5)
Rata-rata hari hujan 27 26 23 18 8 6 4 1 2 7 17 24 163
% kelembapan 86 86 85 83 81 79 74 68 66 71 80 85 78.7
Rata-rata sinar matahari bulanan 155 171 186 210 248 252 279 304 300 305 270 158 2.838
Sumber #1: Climate-Data.org[17] & Weatherbase[18]
Sumber #2: Weather2travel[19]

Pemerintahan

Kediaman gubernur di Makassar pada tahun 1920-an.
Balai Kota Makassar.

Daftar Wali Kota

No Wali Kota[20] Mulai Menjabat Akhir Jabatan Prd. Ket. Wakil Wali Kota
Zaman Kolonial Belanda
1 J.E. Dambrink 1918 1931 1
2 J.H. de Groot 1927 1931 2
3 G.H.J. Beikenkamp 1931 1932 3
4 F.C. van Lier 1932 1933 4
5 Ch.H. ter Laag 1933 1934 5
6 J. Leewis 1934 1936 6
7 H.F. Brune 1936 1942 7
Zaman Kolonial Jepang
1 B. Yamasaki 1942 1945 8
Zaman Revolusi Kemerdekaan Indonesia
1 Nadjamuddin Daeng Malewa 17 Agustus 1945 11 September 1945 9
- H.F. Brune 1945 1945
2 D.M. van Swietene 1945 1946 10
Negara Indonesia Timur
3 Abdul Hamid Daeng Magassing 24 Desember 1946 27 Desember 1949 11
4 Salawati Daud 27 Desember 1949 17 Agustus 1950 12
Republik Indonesia
5 J.M. Qaimuddin.jpg J.M. Qaimuddin 1950 1951 13
6 J. Mewengkang 1951 1951 14
7 Sampara Daeng Lili.jpg Sampara Daeng Lili 1951 1952 15
8 Achmad Dara Syachruddin.jpg Achmad Dara Syachruddin 1952 1956 16
9 Mohammad Junus Daeng Mile.jpg Mohammad Junus Daeng Mile 1956 1957 17
10 Latif Daeng Massikki.jpg Abdul Latif Daeng Masikki 1958 1961 18
11 Arupala.jpg H.
Arupala
1959 1962 19
12 Muhammad Daeng Patompo.jpg Kol. H.
Muhammad Daeng Patompo
1962 1978 20
21
22
13 Abustam.jpg Kol.
Abustam
1978 1983 23
14 Jancy Raib.jpg Kol.
Jancy Raib
1983 1988 24
15 Suwahyo.jpg Kol.
Suwahyo
1988 1993 25
Kol.
Andi Muhammad Ghalib,
S.H., M.H.
(Penjabat)
1993 1994
16 Andi Malik B. Masry.jpg H.
Andi Malik Baso Masry,
S.E., M.Si.
1994 1999 26
Muhammad Alwy Rum.jpg Drs. H.
Andi Mochammad Alwy Rum
(Pelaksana Tugas)
1999 Mei 1999
17 Amiruddin Maula.jpg Drs. H.
Baso Amiruddin Maula,
S.H., M.Si.
Mei 1999 2004 27
18 Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.jpg Ir. H.
Ilham Arief Sirajuddin,
M.M.
8 Mei 2004 Agustus 2008 28 Andi Herry Iskandar
19 Andi Herry Iskandar.png Ir. H.
Andi Herry Iskandar,
M.Si.
Agustus 2008 8 Mei 2009
(18) Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.jpg Dr. Ir. H.
Ilham Arief Sirajuddin,
M.M.
8 Mei 2009 8 Mei 2014 29 Supomo Guntur
20 Mohammad Ramdhan Pomanto.jpg Ir. H.
Mohammad Ramdhan Pomanto
8 Mei 2014 8 Mei 2019 30 Syamsu Rizal
Muhammad Anshar
(Pelaksana Harian)
8 Mei 2019 13 Mei 2019 [21]
Iqbal Suhaeb.jpg Dr.
Muhammad Iqbal Samad Suhaeb
S.E., M.T.
(Penjabat)
13 Mei 2019 13 Mei 2020 [22]
Yusran Jusuf.png Prof. Dr. Ir.
Yusran Jusuf
M.Si., I.P.U.
(Penjabat)
13 Mei 2020 26 Juni 2020 [23]
Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin.png Prof. Dr. Eng. Ir.
Rudy Djamaluddin
M.Eng.
(Penjabat)
26 Juni 2020 26 Februari 2021 [24]
(20)
Wali Kota Makassar, M. Ramdhan Pomanto (Periode II).png Ir. H.
Mohammad Ramdhan Pomanto
26 Februari 2021
Petahana
31
Fatmawati Rusdi


Dewan Perwakilan

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Makassar dalam dua periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019[25][26][27][28] 2019-2024[29]
  PKB 0 Kenaikan 1
  Gerindra 5 Steady 5
  PDI-P 4 Kenaikan 6
  Golkar 8 Penurunan 5
  NasDem 5 Kenaikan 6
  Berkarya (baru) 1
  PKS 5 Steady 5
  Perindo (baru) 2
  PPP 5 Steady 5
  PAN 4 Kenaikan 5
  Hanura 5 Penurunan 3
  Demokrat 7 Penurunan 6
  PBB 1 Penurunan 0
  PKPI 1 Penurunan 0
Jumlah Anggota 50 Steady 50
Jumlah Partai 11 Kenaikan 12

Kecamatan

Kota Makassar terdiri dari 15 kecamatan dan 153 kelurahan. Pada tahun 2017, kabupaten ini memiliki luas wilayah 199,26 km² dan jumlah penduduk sebesar 1.663.479 jiwa dengan sebaran penduduk 8.348 jiwa/km².[30][31]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Makassar, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
73.71.11 Biringkanaya 11
73.71.06 Bontoala 12
73.71.15 Kepulauan Sangkarrang 3
73.71.03 Makassar 14
73.71.02 Mamajang 13
73.71.12 Manggala 8
73.71.01 Mariso 9
73.71.09 Panakkukang 11
73.71.13 Rappocini 11
73.71.07 Tallo 15
73.71.14 Tamalanrea 8
73.71.10 Tamalate 11
73.71.04 Ujung Pandang 10
73.71.08 Ujung Tanah 9
73.71.05 Wajo 8
TOTAL 153

Rencana Pengembangan Kota

Demografi

Penduduk

Makassar merupakan kota yang multi etnis Penduduk Makassar kebanyakan dari Suku Makassar dan Suku Bugis, sisanya berasal dari Toraja, Mandar, Buton, Tionghoa, Jawa dan sebagainya.

Tahun 1971 1980 1990 2000 2008 2009 2010 2018
Jumlah penduduk Green Arrow Up.svg 434.766 Green Arrow Up.svg 708.465 Green Arrow Up.svg 944.372 Green Arrow Up.svg 1.130.384 Green Arrow Up.svg 1.253.656 Green Arrow Up.svg 1.272.349 Green Arrow Up.svg 1.338.663 Green Arrow Up.svg 1.508.154

Agama

Berdasarkan data sensus BPS Kota Makassar tahun 2015 menunjukan bahwa mayoritas penduduk menganut agama Islam sebanyak 82.39%, kemudian Kristen Protestan 9.61%, Katolik 5.56%, Buddha 1.41%, Hindu 0.76%, dan Konghucu 0.27%.[32]

Agama di Kota Makassar
Agama Persen
Islam
  
82.39%
Kristen Protestan
  
9.61%
Katolik
  
5.56%
Buddha
  
1.41%
Hindu
  
0.76%
Konghucu
  
0.27%

Bahasa

Bahasa resmi instansi pemerintahan di Kota Makassar adalah bahasa Indonesia. Menurut Statistik Kebahasaan 2019 oleh Badan Bahasa, terdapat tiga bahasa daerah di Kota Makassar,[33] yaitu bahasa Makassar, bahasa Bugis, dan bahasa Toraja.[34]

Transportasi

Laut

Bus Trans Makassar.

Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar Di Makassar, Soekarno-Hatta menjadi nama pelabuhan, khususnya pelabuhan untuk kapal penumpang dan terminal penumpang. Pelabuhan ini dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV).

Di area pelabuhan penumpang ini terdapat Masjid Babussalam. Masjid ini diresmikan Presiden Megawati, berbarengan dengan peresmian Terminal Petikemas Makassar, pada 21 Juli 2001. Sementara di kawasan ujung utara pelabuhan, atau ujung jalan Nusantara, terdapat awal Jalan Tol Reformasi (tol lingkar Makassar) yang menghubungkan kawasan pelabuhan dengan pusat kota. Jalan tol yang hanya sepanjang 3,1 km ini dikelola oleh PT Nusantara Infrastructure Tbk. Perusahaan milik Bosowa Group ini juga jadi pengelola jalan tol Bintaro-Bumi Serpong Damai (Jakarta/Tangerang).

Paotere adalah suatu pelabuhan perahu yang terletak di Kecamatan Ujung Tanah, Makassar. Pelabuhan yang berjarak ± 5 km (± 30 menit) dari pusat Kota Makassar ini merupakan salah satu pelabuhan rakyat warisan tempo doeloe yang masih bertahan dan merupakan bukti peninggalan Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo sejak abad ke-14 sewaktu memberangkatkan sekitar 200 armada Perahu Pinisi ke Malaka. Pelabuhan Paotere sekarang ini masih dipakai sebagai pelabuhan perahu-perahu rakyat seperti Pinisi dan Lambo dan juga menjadi pusat niaga nelayan.

Udara

Kota Makassar mempunyai sebuah bandara internasional, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin yang pada tanggal 26 September 2008 diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang menandakan mulai pada saat itu Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin beroperasi secara penuh di mana sebelumnya telah beroperasi tetapi hanya sebagian. Bandara Hasanuddin juga memiliki taksi khusus Bandara dengan harga yang bervariasi sesuai dengan region dari daerah yang dituju serta shuttle bus khusus yang melayani jalur dari dan ke bandara baru. Bahkan banyak taksi-taksi yang gelap yang juga menawarkan jasa kepada penumpang yang baru tiba di Makassar. Pada tahun 2009 diharapkan landasan pacu yang baru telah rampung dan bisa digunakan.[35]

Darat

Pete-pete adalah sebutan angkot di Makassar dan sekitarnya. Pete-pete merah adalah angkot yang berasal dari Kabupaten Gowa dan melayani pengangkutan antar kota, sedangkan pete-pete biru adalah angkot yang berasal dari Kota Makassar itu sendiri dan hanya melayani pengangkutan di wilayah Makassar saja.

  • Bus
  • Taksi
  • Becak: Makassar terkenal dengan angkutan tradisional becak. Jumlahnya sendiri mencapai 1.500 unit. Pemerintah setempat memberlakukan becak untuk pariwisata dan khusus beroperasi di sekitar kawasan wisata saja. Tarifnya tergantung kesepakatan dengan pengayuh.
  • Bentor: Populasi becak motor di Makassar mulai ramai dan secara perlahan menggantikan becak. Bagian depan bentor adalah becak dan di belakangnya adalah motor.
  • Ojek

Ekonomi

Laju pertumbuhan ekonomi Kota Makassar berada di peringkat paling tinggi di Indonesia. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota Makassar di atas 9%. Bahkan pada tahun 2008, pertumbuhan ekonomi Kota Makassar mencapai angka 10,83%. Pesatnya pertumbuhan ekonomi saat itu, bersamaan dengan gencarnya pembangunan infrastruktur yang mendorong perputaran ekonomi, seperti pembangunan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, jalan tol dan sarana bermain kelas dunia Trans Studio di Kawasan Kota Mandiri Tanjung Bunga.[36]

Pada triwulan II tahun 2019 saja, Makassar mendapatkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) masing-masing sebesar Rp601,1 Miliar dan Rp 1 Trilliun. Penanaman Modal ini diserap 5 sektor yaitu sektor pertambangan dengan nilai paling besar yaitu Rp484,3 Miliar diikuti oleh sektor industri mineral non logal sebesar Rp377,1 Miliar, jasa lainnya sebesar Rp169,2 Miliar, sektor listrik, gas & air sebesar Rp164,7 Miliar dan sektor industri makanan sebesar Rp100,7 Miliar.[37]

Selain investasi yang relatif besar, Makassar juga berhasil menciptakan usaha-usaha yang mengharumkan nama bangsa seperti PT CEPAT DAN BERSIH INDONESIA (QnC Laundry) yang berhasil membawa nama Indonesia ke panggung internasional melalui sebuah kompetisi laundry internasional di Milan pada tahun 2018 yang diadakan CINET, sebuah komite internasional untuk pemeliharaan tekstil.[38] Ada juga produk terkenal dari Makassar yang banyak orang tidak tahu berasal dari Makassar yaitu Minyak Tawon yang bisa dijadikan minyak gosok, pijat dan urut. Minyak tawon ini dapat ditemukan di pusat oleh-oleh seperti Jalan Somba Opu.[39] Ada juga Bugis Waterpark yang telah buka sejak tahun 2012 dan Jamesons Hardware Supermarket yang sudah menjamur ke seluruh Indonesia juga berasal dari Makassar.

Kesehatan

Media

Pariwisata

Logo branding pariwisata Kota Makassar.
Anjungan Pantai Losari.
Fort Rotterdam.
Trans Studio World Makassar.

Tempat wisata

Makassar modern memiliki banyak tempat wisata yang digunakan untuk keperluan hiburan masyarakat Makassar maupun bagi wisatawan yang berasal dari kota maupun negara lain. Beberapa di antaranya yang paling digemari maayarakat makassar adalah:

  • Pantai Losari
  • Fort Rotterdam, merupakan salah satu benteng di Sulawesi Selatan yang boleh dianggap megah dan menawan. Benteng ini merupakan peninggalan sejarah Kesultanan Gowa, Kesultanan ini pernah berjaya sekitar abad ke-17 dengan ibu kota Makassar. Kesultanan ini sebenarnya memiliki 17 buah benteng yang mengitari seluruh ibu kota. Hanya saja, Benteng Fort Rotterdam merupakan benteng paling megah di antara benteng benteng lainnya dan keasliannya masih terpelihara hingga kini.
  • Pantai Akarena
  • Pulau Lae-Lae
  • Pulau Khayangan
  • Pulau Samalona
  • Pantai Barombong
  • Makam Raja-Raja Tallo
  • Pelabuhan Paotere
  • Taman Makam Pahlawan
  • Trans Studio (Indoor Theme Park terbesar di Indonesia)
  • Desa Wisata Delta Lakkang
  • Benteng Panyua, Dinding benteng ini kukuh menjulang setinggi 5 meter dengan tebal dinding sekitar 2 meter, dengan pintu utama berukuran kecil. Jika dilihat dari udara benteng ini berbentuk segi lima seperti penyu yang hendak masuk ke dalam pantai. Karena benteng ini bentuknya mirip penyu, kadang juga benteng ini juga dinamakan Benteng Panynyua (Penyu). Benteng ini mempunyai 5 Bastion, yaitu bangunan yang lebih kukuh dan posisinya lebih tinggi di setiap sudut benteng yang biasanya ditempatkan kanon atau meriam di atasnya.

Seni Budaya

  • Atraksi permainan tradisional "Ma'raga", Merupakan pertunjukan permainan bola raga yang dipindahkan dari kaki ke kaki atau ke tangan, pertunjukan ini dimainkan dengan suka cita. Para pemain menggunakan pakaian adat seperti passapu dan sarung, biasanya dimainkan oleh 6 orang pemain. Pertunjukan ini akan semakin menarik ketika para pemain mulai saling menopang hingga semakin tinggi dan tetap lihai memainkan bola dan tidak terjatuh ke tanah.
  • Atraksi permainan rakyat "Mappadendang".
  • Tarian magis "Pepe-pepeki ri Makka".
  • Tarian ritual Bissu "Ma'giri".
  • Pemain gendang "Gandrang Bulo".
  • Tarian-tarian tradisional seperti Tari Pakarena.

Kota Kembar

Lihat Pula

Referensi

  1. ^ "Kota Makassar Dalam Angka 2019". 2019-08-16. Diakses tanggal 2019-10-24. 
  2. ^ "Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten Kota dan Agama yang Dianut di Provinsi Sulawesi Selatan". www.sulsel.bps.go.id. Diakses tanggal 26 Februari 2020. 
  3. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 27 Februari 2021. 
  4. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020". www.bps.go.id. Diakses tanggal 27 Februari 2021. 
  5. ^ https://www.bappenas.go.id/files/2713/5227/9312/bag-z-74-75-cek__20090130070903__25.doc
  6. ^ Geografi untuk SMA/MA kelas XII, Amir Khosim,S.Pd dan Kun Marlina Lubis
  7. ^ Kementrian Dalam Negeri:"Data jumlah penduduk dan luas wilayah" dalam Buku Induk Kode dan Data Wilayah 2013 Diarsipkan 2017-08-28 di Wayback Machine.
  8. ^ Sepuluh kota berpenduduk terbesar di Indonesia
  9. ^ Muljana 2005, hlm. 63.
  10. ^ a b Poelinggomang 2002, hlm. 22-23.
  11. ^ "1 April Jadi Hari Kebudayaan Makassar, Ini Alasannya". idntimes.com.co. 1-4-2019. Diakses tanggal 28-8-2021. 
  12. ^ PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 1971 TENTANG PERUBAHAN BATAS-BATAS DAERAH KOTAMADYA MAKASSAR DAN KABUPATEN-KABUPATEN GOWA, MAROS DAN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN DALAM LINGKUNGAN DAERAH PROPINSI SULAWESI SELATAN
  13. ^ "Namanya Makassar, Kata Petisi itu". majalah.tempo.co. 31-12-1977. Diakses tanggal 19-07-2021. 
  14. ^ PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 86 TAHUN 1999 TENTANG PERUBAHAN NAMA KOTA UJUNG PANDANG MENJADI KOTA MAKASSAR DALAM WILAYAH PROPINSI SULAWESI SELATAN
  15. ^ https://makassarkota.go.id/geografis/
  16. ^ Kaunang, I.R.B, Haliadi, dan Rabani, L.O. (2016). Jaringan Maritim Indonesia: Sejarah Toponim Kota Pantai di Sulawesi (PDF). Jakarta: Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 16. ISBN 978-602-1289-43-3. 
  17. ^ "Makassar, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 21 Agustus 2020. 
  18. ^ "MAKASSAR, INDONESIA". Weatherbase. Diakses tanggal 22 Agustus 2020. 
  19. ^ "Makassar Climate Guide". Weather2travel. Diakses tanggal 21 Agustus 2020. 
  20. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Sej
  21. ^ Mikhael Gewati, ed. (9 Mei 2019). "Sekretaris Kota Ansar Jabat Plh Wali Kota Makassar". Kompas.com. Diakses tanggal 22 Mei 2019. 
  22. ^ Syachrul Arsyad (13 Mei 2019). "Lantik Iqbal Suhaeb, Gubernur Minta Pj Wali Kota Jaga Kedamaian". Sindonews.com. Diakses tanggal 22 Mei 2019. 
  23. ^ Muhammad Darwin Fatir (13 Mei 2020). Budisantoso Budiman, ed. "Gubernur Sulsel melantik Penjabat Wali Kota Makassar Yusran Jusuf". Antaranews.com. Lembaga Kantor Berita Nasional Antara. Diakses tanggal 27 Juni 2020. 
  24. ^ Aan Pranata, ed. (26 Juni 2020). "[BREAKING] Rudy Djamaluddin Dilantik Jadi Pj Wali Kota Makassar". IDNTimes.com. Diakses tanggal 27 Juni 2020. 
  25. ^ Berita Bulukumba: [1], diakses 16 Juni 2016
  26. ^ KPU RI: [2][pranala nonaktif permanen], diakses 16 Juni 2016
  27. ^ ZAILANI, Akhmad. Wajah Parlemen Daerah di Indonesia. Jakarta: Sultan Pustaka, 2015. ISBN 219-42-5470-8]
  28. ^ Kemendagri: [3] Diarsipkan 2016-08-09 di Wayback Machine., diakses 17 Juni 2016
  29. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Makassar 2019-2024
  30. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  31. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  32. ^ "Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota dan Agama Yang Dianut di Provinsi Sulawesi Selatan, 2015
  33. ^ Statistik Kebahasaan 2019. Jakarta: Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan. 2019. hlm. 11. ISBN 9786028449182. 
  34. ^ "Bahasa di Provinsi Sulawesi Selatan". Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Diakses tanggal 23 Mei 2020. 
  35. ^ Hasanuddin Airport
  36. ^ "Makassar Serap Investasi Besar"
  37. ^ "5 Sektor Ini Serap Investasi Terbesar di Sulsel | Sulawesi Bisnis.com". Bisnis.com. 2019-07-31. Diakses tanggal 2020-07-28. 
  38. ^ "QnC Laundry Makassar Ikuti Kompetisi Laundri Dunia di Milan". Tribun Timur. Diakses tanggal 2020-07-28. 
  39. ^ Liputan6.com (2018-09-06). "Minyak Tawon Jadi Oleh-Oleh Wajib dari Makassar". liputan6.com. Diakses tanggal 2020-07-28. 
  40. ^ "(Pakistan, Indonesia agree to declare Peshawar, Makassar as sister cities)". PPI - Pakistan Press International. 2008-05-29. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2012-07-28. 
  41. ^ "Kota Kembar Makassar-Constantia". Ali Mochtar Ngabalin. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-12-15. Diakses tanggal 2010-01-25. 

Bacaan Lanjutan

Pranala luar

Kota-kota besar di Indonesia
  Kota Provinsi Populasi     Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11.204.714 Kota Makassar
Kota Makassar
7 Makassar Sulawesi Selatan 1.462.442
2 Surabaya Jawa Timur 2.970.843 8 Batam Kepulauan Riau 1.169.648
3 Medan Sumatra Utara 2.524.511 9 Bandar Lampung Lampung 1.090.921
4 Bandung Jawa Barat 2.518.260 10 Pekanbaru Riau 1.045.039
5 Semarang Jawa Tengah 1.686.042 11 Padang Sumatra Barat 918.463
6 Palembang Sumatra Selatan 1.685.219 12 Malang Jawa Timur 866.356
Sumber: Dirjen Dukcapil, Kementerian Dalam Negeri RI, 2020. Catatan: tidak termasuk kota satelit.