Kabupaten Bantaeng

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kabupaten Bantaeng
ᨀᨅᨘᨄᨈᨙ ᨅᨈᨕᨙᨂ
Bantaeng Regency Logo.png
Lambang Kabupaten Bantaeng
ᨀᨅᨘᨄᨈᨙ ᨅᨈᨕᨙᨂ




Peta lokasi Kabupaten Bantaeng
ᨀᨅᨘᨄᨈᨙ ᨅᨈᨕᨙᨂ di Sulawesi Selatan
Koordinat: 20 21' 18' Lintang Utara dan 134' 8' Bujur Timur
Provinsi Sulawesi Selatan
Hari jadi 7 Desember 1254
Dasar hukum Ketetapan Menteri Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah Nomor: Des 52/2/18-104, Tanggal 4 September 1963
Pemerintahan
-Bupati DR.H.Ilham Azikin,M.Si[1]
APBD
-DAU Rp. 379.463.356.000.-(2013)[2]
Luas 395,83 km2
Populasi
-Total 176.699 jiwa (2010)
-Kepadatan 446,4 jiwa/km2
Demografi
-Kode area telepon 0413
Pembagian administratif
-Kecamatan 8
-Kelurahan 46 / 21
Simbol khas daerah
Situs web http://www.bantaengkab.go.id/
Pemandangan jalan di Bantaeng
Pemandangan jalan di Bantaeng di sekitar tahun 1900

Kabupaten Bantaeng adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kotanya adalah Bantaeng.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara geografis Kabupaten Bantaeng terletak pada titik 5°21'23" - 5°35'26" Lintang Selatan dan 119°51'42" - 120°5'26" Bujur Timur. Kabupaten ini berada dibagian selatan provinsi Sulawesi Selatan yang berjarak 125 Km kearah selatan dari Makassar.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Sinjai
Selatan Kabupaten Jeneponto dan Laut Flores
Barat Kabupaten Gowa dan Kabupaten Jeneponto
Timur Kabupaten Bulukumba

Topografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bantaeng terletak di daerah pantai yang memanjang pada bagian barat dan timur sepanjang 21,5 kilometer yang cukup potensial untuk perkembangan perikanan dan rumput laut. Pada bagian utara daerah ini terdapat dataran tinggi yang meliputi pegunungan Lompobattang. Sedangkan di bagian selatan membujur dari barat ke timur terdapat dataran rendah yang meliputi pesisir pantai dan persawahan.

Penggunaan Lahan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten ini memiliki luas wilayah 395,83 km² atau 39.583 Ha yang dirinci berdasarkan Lahan Sawah mencapai 7.253 Ha (18,32%) dan Lahan Kering mencapai 32.330 Ha. Kabupaten Bantaeng yang luasnya mencapai 0,63% dari luas Sulawesi Selatan, masih memiliki potensi alam untuk dikembangkan lebih lanjut. Lahan yang dimilikinya ± 39.583 Ha. Di Kabupaten Bantaeng mempunyai hutan produksi terbatas 1.262 Ha dan hutan lindung 2.773 Ha. Secara keseluruhan luas kawasan hutan menurut fungsinya di kabupaten Bantaeng sebesar 6.222 Ha (2006).

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah daftar bupati Bantaeng yang menjabat sejak pembentukannya pada tahun 1960.

No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Periode Wakil Bupati Ket.
1
A. Rifai Bulu
1960
1965
1
2
Aru Saleh
1965
1966
2
3
Solthan
1966
1971
3
4
H.
Solthan
1971
1978
4
5
Drs. H.
Darwis Wahab
1978
1983
5
1983
1988
6
6
Drs. H.
Malingkai Maknun
1988
1993
7
7
Drs. H.
Said Saggaf
1993
1998
8
8
Bupati Bantaeng Azikin Soltan.jpeg Drs. H.
Azikin Solthan
M.Si.
1998
2003
9
2003
2008
10
Drs. H.
Abd. Azis Muttalib
[3]
9
Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah.jpg Prof. Dr. Ir.
Nurdin Abdullah
M.Agr.
2008
2013
11
H.
Andi Asli Mustajab
15 Agustus 2013
15 Agustus 2018
12
Drs. H.
Muhammad Yasin
M.T.
[4]
Ashari Fakhsirie Radjamilo
(Penjabat)
16 Agustus 2018
26 September 2018
[5]
10
Dr. H.
Ilham Azikin
M.Si
26 September 2018
Petahana
13
Drs. H.
Sahabuddin
[6]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Bantaeng terbagi atas 8 kecamatan serta 46 desa dan 21 kelurahan. Kecamatan di Kabupaten Bantaeng meliputi:

  1. Bantaeng
  2. Bissappu
  3. Eremerasa
  4. Gantarangkeke
  5. Pajukukang
  6. Sinoa
  7. Tompobulu
  8. Uluere

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk mencapai 170.057 jiwa[7] dengan rincian laki-laki sebanyak 82.605 jiwa dan perempuan 87.452 jiwa.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Pertanian[sunting | sunting sumber]

Karena sebagian besar penduduknya petani, maka wajar bila Bantaeng sangat mengandalkan sektor pertanian. Masuk dalam pengembangan Karaeng Lompo, sebab memang jenis tanaman sayur-sayurannya sudah berkembang pesat selama ini. Kentang adalah salah satu tanaman holtikultura yang paling menonjol. Data terakhir menunjukkan bahwa produksi kentang mencapai 4.847 ton (2006). Selain kentang, holtikultura lainnya adalah kool 1.642 ton, wortel 325 ton dan buah-buahan seperti pisang dan mangga. Perkembangan produksi perkebunan, khususnya komoditi utama mengalami peningkatan yang cukup berarti.

Industri[sunting | sunting sumber]

Sektor industri menjadi pilihan kedua untuk dikembangkan di Kabupaten Bantaeng yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Pengembangan sektor industri sangat berpeluang dimasa mendatang, namun membutuhkan investor yang sangat kuat. Dengan perkembangan sektor industri, dampaknya sangat positif, sebab disamping meningkatkan pendapatan masyarakat juga menyerap banyak tenaga kerja. Industri-industri yang berkembang antara lain adalah industri pembersih biji kemiri, pembuatan gula merah, pertenunan godongan, pembuatan perabot rumah tangga dari kayu, anyaman bambu atau daun lontar dan lain-lain.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Sektor lain yang perlu diperhitungkan adalah sektor pariwisata. Kabupaten Bantaeng memiliki peninggalan sejarah yang tercatat dalam buku-buku sejarah. Peninggalan-peninggalan sejarah tersebut sangat menarik untuk dikunjungi. Tak heran memang jika pemerintah kabupaten setempat sangat menaruh perhatian terhadap pariwisata. Terbukti direnovasinya berbagai objek wisata alam menjadi tempat menarik, sepeti permandian alam Bissappu. Juga dipeliharanya peningalan-peninggalan sejarah seperti Balla Tujua yang merupakan kebanggaan masyarakat setempat. Kabupaten Bantaeng terus berpacu dengan daerah lainnya dengan mengembangkan penataan kota melaui pembuatan taman, drainase, lampu jalan dan lain-lain.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Tempat Wisata[sunting | sunting sumber]

1. Pemandian Eremerasa (Ermes)

Ermes merupakan tempat wisata alam yang berupa kolam permandian yang airnya bersumber langsung dari mata air. Permandian yang letaknya sekitar 12 km dari kota Bantaeng ini memiliki dua kolam renang, satu untuk pengunjung dewasa dan satunya lagi diperuntukkan bagi pengunjung anak-anak.

2. Air Terjun Bissappu

Letaknya sekitar 5 km dari jalan poros Bantaeng - Jeneponto merupakan air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 85 m

3. Agrowisata Loka'

Loka merupakan sebuah daerah yang terletak di kaki pegunungan Lompobattang berjarak 20 km dari kota Bantaeng menyajikan pemandangan pegunungan yang indah di mana kita dapat melihat laut dari ketinggian. Dapa dijadikan sebagai tempat wisata keluarga favorit yang dapat mengajarkan kepada anak-anak tentang tanaman sayuran seperti Kubis, Wortel, Kentang, Bawang serta buah-buahan seperti Stroberi, Apel, dan Paprika.

4. Pantai Seruni

Merupakan spot paling banyak dikunjungi oleh warga bantaeng menawarkan jajanan ringan seperti gorengan, minuman dingin dan panas. di sini terdapat pula lintasan joging yang mengelilingi lapangan kecil. Pantai ini akan ramai dari sore hari hingga malam oleh orang-orang yang duduk bercengkrama dengan kerabat dan keluarga. Pada pagi hari dijadikan sebagai tempat olahraga.

5. Pantai Marina

Destinasi wisata yang tergolong baru ini menawarkan beberapa fasilitas seperti Rest Area yang di dalamnya terdapat Masjid, Kios-kios jajanan dan cindera mata khas bantaeng, Gasebo, dll. Pada kawasan pantainya menawarkan fasilitas penginapan dan gasebo-gasebo kecil yang dapat anda gunakan untuk keluarga.

6. Pasar Lambocca

Destinasi wisata yang tergolong baru ini merupakan sebuah pasar tradisional/rakyat yang telah di revitalisasi oleh pemerintah dan salah satu perbankan nasional. wisata belanja aneka kebutuhan dan kuliner lokal bantaeng, diantaranya kue baruasa balanda, Cucuru Bayao, Biji Nangka, Kentang Rebus, serta Kaloli  dan lain-lain sembari menikmati pemandangan petani rumput laut yang sedang beraktifitas. selain itu, anda bisa menikmati sensasi transportasi tradisional dokar. Saat ini pasar rakyat ini masih beroperasi dua kali seminggu yaitu Senin dan Kamis, mudah-mudahan ke depan bisa beroperasi setiap hari.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Sindonews Makassar;Sah Ilham Azikin Bupati Bantaeng Selanjutnya". 2018-08-12. Diakses tanggal 2018-10-05. 
  2. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  3. ^ "Pasangan Azikin-Azis, Terpilih Pilbup Bantaeng". Harian Pelita Online. Diakses tanggal 3 Februari 2017. 
  4. ^ "Bupati Bantaeng Resmi Dilantik". Tribun Timur Online. 15 Agustus 2013. Diakses tanggal 3 Februari 2017. 
  5. ^ Hermawan, Edi (16 Agustus 2018). Latif, Hasriyani, ed. "Usai Dilantik Pj Bupati Bantaeng, Malam Ini Ashari Langsung Pimpin Upacara Taptu". TribunNews. Diakses tanggal 27 Agustus 2018. 
  6. ^ Hermawan, Edi (12 Agustus 2018). Latif, Hasriyani, ed. "Sah! KPU Tetapkan Ilham Azikin-Sahabuddin Sebagai Bupati dan Wabup Bantaeng Terpilih". Tribun Timur. Diakses tanggal 28 Agustus 2018. 
  7. ^ Sumber: Data BPS Kabupaten Bantaeng tahun 2008