Kabupaten Kepulauan Selayar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kepulauan Selayar
Kabupaten
Taman Nasional Takabonerate (atas), Kantor Bupati Kepulauan Selayar (tengah), Bandar Udara H. Aroeppala (kiri bawah), Dermaga Benteng (tengah bawah) dan Pelabuhan penyeberangan Pamatata (kanan bawah)
Taman Nasional Takabonerate (atas), Kantor Bupati Kepulauan Selayar (tengah), Bandar Udara H. Aroeppala (kiri bawah), Dermaga Benteng (tengah bawah) dan Pelabuhan penyeberangan Pamatata (kanan bawah)
Logo Kabupaten Kepulauan Selayar.png
Lambang Kepulauan Selayar
Julukan: Tanadoang
Semboyan: Selayar Mapan Mandiri
Peta Kepulauan Selayar
Peta Kepulauan Selayar
Kepulauan Selayar is located in Indonesia
Kepulauan Selayar
Kepulauan Selayar
Letak Kepulauan Selayar di Indonesia
Koordinat: 6°34′30″S 121°01′30″E / 6.575°S 121.025°E / -6.575; 121.025
Negara Indonesia
Provinsi Sulawesi Selatan
Hari jadi 29 November 1605 (umur 413)
Pemerintahan
 • Bupati Muh. Basli Ali
 • Wakil Bupati Dr. H. Zainuddin SH., MH.
Luas
 • Total 10.503.69 km2 (4,055.50 sq mi)
Penduduk (2010)
 • Total 122.055
 • KepadatanBad rounding here12/km2 (Bad rounding here30/sq mi)
Zona waktu WITA (UTC+8)
Kode pos 92812
Kode wilayah (+62) 414
Plat kendaraan DD
Situs web kepulauanselayarkab.go.id

Kabupaten Kepulauan Selayar (dahulu Kabupaten Selayar, perubahan nama berdasarkan PP. No. 59 Tahun 2008)[1] adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten Kepulauan Selayar adalah Kota Benteng. Kabupaten ini memiliki luas sebesar 10.503,69 km² (wilayah daratan dan lautan) dan berpenduduk sebanyak 123.283 jiwa.[2] Kabupaten Kepulauan Selayar terdiri dari 2 sub area wilayah pemerintahan yaitu wilayah daratan yang meliputi kecamatan Benteng, Bontoharu, Bontomanai, Buki, Bontomatene, dan Bontosikuyu serta wilayah kepulauan yang meliputi kecamatan Pasimasunggu, Pasimasunggu Timur, Takabonerate, Pasimarannu, dan Pasilambena.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan salah satu di antara 24 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan yang letaknya di ujung selatan Pulau Sulawesi dan memanjang dari Utara ke Selatan. Daerah ini memiliki kekhususan yakni satu-satunya Kabupaten di Sulawesi Selatan yang seluruh wilayahnya terpisah dari daratan Sulawesi dan terdiri dari gugusan beberapa pulau sehingga membentuk suatu wilayah kepulauan.[3]

Gugusan pulau di Kabupaten Kepulauan Selayar secara keseluruhan berjumlah 130 buah, 7 di antaranya kadang tidak terlihat (tenggelam) pada saat air pasang. Luas wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar meliputi 1.357,03 km² wilayah daratan (12,91%) dan 9.146,66 km² wilayah lautan (87,09%).[2]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Secara geografis, Kabupaten Kepulauan Selayar berada pada koordinat (letak astronomi) 5°42' - 7°35' Lintang Selatan dan 120°15' - 122°30' bujur timur yang berbatasan dengan:

Utara Kabupaten Bulukumba dan Teluk Bone
Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur
Barat Laut Flores dan Selat Makassar
Timur Laut Flores (Provinsi Nusa Tenggara Timur)

Berdasarkan letak sebagaimana dikatakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Kebudayaan Kepulauan Selayar bahwa Selat Selayar dilintasi pelayaran nusantara baik ke timur maupun ke barat, bahkan sudah menjadi pelayaran internasional.[4] Kabupaten Kepulauan Selayar merupakan "kepulauan" yang berada di antara jalur alternatif perdagangan internasional yang menjadikan daerah ini secara geografis sangat strategis sebagai pusat perdagangan dan distribusi baik secara nasional untuk melayani Kawasan Timur Indonesia[5] maupun pada skala internasional guna melayani negara-negara di kawasan Asia.

Iklim[sunting | sunting sumber]

Tipe iklim di wilayah ini termasuk tipe B dan C, musim hujan terjadi pada bulan November hingga Juni dan sebaliknya musim kemarau pada bulan Agustus hingga September. Secara umum curah hujan yang terjadi cukup tinggi dan sangat dipengaruhi oleh angin musiman.

Topografi[sunting | sunting sumber]

Dipandang dari sudut tofografinya Kabupaten Kepulauan Selayar yang mempunyai luas kurang lebih 1.357,03 Km² (wilayah daratan) dan terdiri dari kepulauan besar dan kecil serta secara administrative terdiri dari 11 kecamatan, 81 desa dan 7 kelurahan [2] adalah variatif dari yang datar hingga agak miring.

Karakteristik daerah atau Topografi Kabupaten Selayar terdiri dari:

Batuan Induk Vulkanik[sunting | sunting sumber]

Terbentuk dari pertemuan jalur pegunungan muda sirkum mediterania dan sirkum pasifik, yang membentuk daratan Selayar adalah batuan yang cukup mengandung unsur hara yang dibutuhkan tanaman, oleh tenaga oksigen yang berlangsung lama, batuan itu lapuk membentuk tanah yang subur ini oleh pengaruh tenaga oksigen dapat berubah menjadi tanah karang seperti tanah laterit. Sebab itu perlu tindakan-tindakan konservasi, seperti sengkedan pada tanah-tanah miring, penggiliran tanah, pemupukan dan lain-lain.

Bentang Alam (Natural Landscape)[sunting | sunting sumber]

Dataran Selayar yang terjadi karena tenaga endogen (pengangkatan dan pelipatan) kemudian kemudian disususl dengan tenaga oksigen, membentuk betang alam (natural landscape) yang beraneka ragam seperti:

  1. Pegunungan dengan ketinggian rata-rata 800 meter sehingga tidak cukup untuk terjadinya hujan orografis pegunungan, di punggungnya hutan tutupan dan di lerengnya perkebunan tanaman pohon kerea yang berakar panjang serta berumur panjang. Tanaman dengan pohon lunak seperti vanili, merica, kentang, kol dan lain-lain diperlukan sengkedan untuk mencegah erosi dan longsor.
  2. Daerah curam, aspek geografisnya adalah kawasan hutan (hutan tutupan) untuk mencegah longsor
  3. Daratan tinggi, aspek geografisnya, adalah:
    • Baik untuk pemukiman, karena udara sejuk dan drainasenya mudah diatur dan tidak tergenang
    • Perkebunan bagi tanaman budi-daya yang memerlukan udara sejuk, seperti cengkeh, jagung Meksiko dan lain-lain
    • Horti kultura, seperti sayur mayur, kentang bunga-bunga dan bonsai
    • Pusat-pusat kesehatan seperti sanatorium
    • Pusat-pusat pelatihan, kantor-kantor, hotel-hotel, tempat rekreasi dan lain-lain
  4. Daerah-daerah ledok dan lembah, aspek geografisnya adalah:
    • Tempat akumulasi/persedian air untuk daerah sekitarnya. Dengan pompanisasi dapat dialirkan ke daerah-daerah ketinggian.
    • Daerah pertanian tanaman pangan, seperti sayur mayur kangkung, bayam jagung lokal, kaca-kacangan dan lain-lain
  5. Tanah daratan rendah, aspek geografisnya adalah:
    • Untuk perkebunan, seperti kelapa dan coklat
    • Untuk pertanian menetap, seperti sawah dan huma.
  6. Tanah rawa-rawa, aspek geografisnya adalah:
    • Kawasan pohon nipa, tempat ikan tempat bertelur, bahan baku gula merah dan atap tradisional yang indah dan sejuk
    • Empang dan pembuatan garam
    • Kawasan bakau, tempat ikan bertelur dan berlindung, serta mencegah abrasi
  7. Daerah berbukit-bukit dan tanah bergelombang, aspek geografisnya adalah:
    • Baik untuk pemukiman, sebab udara sejuk, drainasenya mudah diatur, diwaktu malam tampak indah bagai pelaut yang menuju ke Selayar
    • Perkebunan, tanaman budi daya seperti cengkeh, coklat dan kelapa.
    • Pertanian tanaman pangan seperti jagung dan padi, tetapi harus bertaras supaya tidak terjadi erosi.
  8. Daerah Aliran Sungai (DAS)
    • Daerah aliran sungai (DAS), aspek geografis satu-satunya adalah kawasan hutan hidrologi (hutan tata air)
  9. Daerah berbatu-batu
    • Daerah yang berbatu-batu di bagian utara, aspek geografisnya hutan tutupan. Baik juga untuk hutan produksi, seperti jati dan holasa (kayu bitti). Hanya eksploitasinya tebang pilih dan tebang ganti serta rerumputan untuk pakan ternak.

Geologi[sunting | sunting sumber]

Kondisi geologi pulau Selayar merupakan kelanjutan dari wilayah geologi Sulawesi Selatan bagian Timur yang tersusun oleh jenis batuan sediment. Struktur geologi Kepulauan Selayar menunjukkan struktur-struktur dan penyebaran batuan berarah Utara - Selatan dan miring melandai kearah Barat. Sedangkan pantai Timur umumnya terjal dan langsung dibatasi oleh laut dalam yang cenderung merupakan jalur sesar.

Statigrafi batuan di Kabupaten Kepulauan Selayar terdiri dari:

  • Endapan rasa manis alluvial dan endapan pantai terdiri atas kerikil pasir, lempung Lumpur dan batu gamping cral (Qac).
  • Satuan formasi Kepulauan Selayar walanae mencakup batu gamping, batu pasir, batu lempung, konglomerat dan tufa (Tmps) yang terdapat di sisi Barat hingga ujung Pulau Selayar.
  • Satuan formasi batuan gunung api camba, meliputi breksi, lava, konglomerat dan tufa yang terdapat pada bagian Selatan Pulau Selayar.
  • Formasi camba, terdiri dari batuan sediment laut berseling dengan batuan gunung api (Tmc) terdapat pada sepanjang pantai Timur Pulau Selayar.
  • Formasi walanae, terdiri dari batu pasir, konglomerat, tufa, batu danau, batu gamping dan napal (Tmpv) terdapat pada ujung bawah pantai Barat Pulau Selayar.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Rumah Controleur Belanda di Pulau Selayar (1900-1940), kini menjadi Rumah Jabatan Bupati Selayar.

Kabupaten Kepulauan Selayar pernah menjadi rute dagang menuju pusat rempah-rempah di Moluccan (Maluku) pada abad ke-14. Di Pulau Selayar, para pedagang singgah untuk mengisi perbekalan sambil menunggu musim yang baik untuk berlayar. Dari aktivitas pelayaran ini pula muncul nama Selayar. Nama Selayar berasal dari kata cedaya (bahasa Sanskerta)[6][7] yang berarti satu layar, karena konon banyak perahu satu layar yang singgah di pulau ini. Kata cedaya telah diabadikan namanya dalam Kitab Negarakertagama karangan Empu Prapanca pada abad 14. Ditulis bahwa pada pertengahan abad 14, ketika Majapahit dipimpin oleh Hayam Wuruk yang bergelar Rajasanegara, Selayar digolongkan dalam Nusantara, yaitu pulau-pulau lain di luar Jawa yang berada di bawah kekuasaan Majapahit. Ini berarti bahwa armada Gajah Mada atau Laksamana Nala pernah singgah di pulau ini. Selain nama Selayar, pulau ini dinamakan pula dengan nama Tana Doang yang berarti tanah tempat berdoa[3]. Pada masa lalu, Pulau Selayar menjadi tempat berdoa bagi para pelaut yang hendak melanjutkan perjalanan baik ke barat maupun ke timur untuk keselamatan pelayaran mereka. Dalam kitab hukum pelayaran dan perdagangan Amanna Gappa (abad 17), Selayar disebut sebagai salah satu daerah tujuan niaga karena letaknya yang strategis sebagai tempat transit baik untuk pelayaran menuju ke timur dan ke barat. Disebutkan dalam naskah itu bahwa bagi orang yang berlayar dari Makassar ke Selayar, Malaka, dan Johor, sewanya 6 rial dari tiap seratus orang.

Jejak-jejak keberadaan orang Cina (Tiongkok) bermula pada tahun 1235 M, Raja Tallo I Makkadae Daeng Mangrangka melakukan perjalanan ke negeri Tiongkok dan menikah seorang Putri Penguasa setempat yang bernama Nio Tekeng Bin Sie Djin Kui. Sepulang dari Negeri Tiongkok Raja Tallo mampir dan bermukim Kampung Bonto Bangun Selayar. Selama di Selayar Raja Tallo melahirkan putra dan purti di antaranya Sin Seng (Putra), Tian Lay (Putra) dan Shui Lie Putri dan menjadi cikal bakan nenek moyang orang Tionghoa di Selayar.

Belanda mulai memerintah Selayar pada tahun 1739. Selayar ditetapkan sebagai sebuah keresidenan dimana residen pertamanya adalah W. Coutsier (menjabat dari 1739-1743). Berturut-turut kemudian Selayar diperintah oleh orang Belanda sebanyak 87 residen atau yang setara dengan residen seperti Asisten Resident, Gesagherbber, WD Resident, atau Controleur. Barulah Kepala pemerintahan ke 88 dijabat oleh orang Selayar, yakni Moehammad Oepoe Patta Boendoe. Saat itu telah masuk penjajahan Jepang sehingga jabatan residen telah berganti menjadi Guntjo Sodai, pada tahun 1942. Di zaman Kolonial Belanda, jabatan pemerintahan di bawah keresidenan adalah Reganschappen. Reganschappen saat itu adalah wilayah setingkat kecamatan yang dikepalai oleh pribumi bergelar "Opu". Dan kalau memang demikian, maka setidak-tidaknya ada sepuluh Reganschappen di Selayar kala itu, antara lain: Reganschappen Gantarang, Reganschappen Tanete, Reganschappen Buki, Reganschappen Laiyolo, Reganschappen Barang-Barang dan Reganschappen Bontobangun. Di bawah Regaschappen ada kepala pemerintahan dengan gelar Opu Lolo, Balegau dan Gallarang. Pada tanggal 29 November 1945 (19 Hari setelah Insiden Hotel Yamato di Surabaya) pukul 06.45 sekumpulan pemuda dari beberapa kelompok dengan jumlah sekitar 200 orang yang dipimpin oleh seorang pemuda bekas Heiho bernama Rauf Rahman memasuki kantor polisi kolonial (sekarang kantor PD. Berdikari). Para pemuda ini mengambil alih kekuasaan dari tangan Belanda yang di kemudian hari tanggal ini dijadikan tanggal Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Selayar. Tahun Hari Jadi diambil dari tahun masuknya Agama Islam di Kabupaten Kepulauan Selayar yang dibawa oleh Datuk Ribandang, yang ditandai dengan masuk Islamnya Raja Gantarang, Pangali Patta Radja, yang kemudian bernama Sultan Alauddin, pemberian Datuk Ribandang. Peristiwa itu terjadi pada tahun 1605, sehingga ditetapkan Hari Jadi Kabupaten Kepulauan Selayar adalah 29 November 1605.[8]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Masa Pendudukan Flag of the Dutch East India Company.svg VOC
No Foto Nama Pangkat / Jabatan Tahun Penugasan Tahun Serah Terima
1
W. Coutsier Resident 1739 1743
2
Bargraf Resident 1743 1753
3
D. J. Tempesel Resident 1753 1757
4
A. Revenabers Resident 1757 1757
5
J. C. Helmkamp Resident 1757 1757
6
H. Burggraff Resident 1757 1758
7
J. B. Bekker Resident 1758 1764
8
M. van Rossen Resident 1764 1766
9
J. H. Voll Resident 1766 1780
10
L. J. Swart Resident 1780 1781
11
Awetys Resident 1781 1789
sumber : www.selayaronline.com
Masa Pendudukan  Hindia Belanda
No Foto Nama Pangkat / Jabatan Tahun Penugasan Tahun Serah Terima
12
S. Jassen Resident 1789 1801
13
H. C. H. Anrhe Resident 1801 1806
14
S. Jassen Resident 1806 1807
15
H. C. Rosebon Resident 1807 1820
16
G, W. Muller Resident 1820 1824
17
J. C. B. Baren Asisten Resident 1824 1825
18
Bakman Klerk W. D. Resident 1825 1827
19
J. C. Rad N. Barge W. D. Resident 1827 1830
20
H. Mulder W. D. Resident 1830 1839
21
J. L. Mulder Gesag Herbber 1839 1843
22
Trompburg Gesag Herbber 1843 1848
23
P. H. van Heyest Gesag Herbber 1848 1851
24
J. AJ. Voll Gesag Herbber 1851 1855
25
W. Delancy Gesag Herbber 1855 1857
26
G. A. van Kesteran Gesag Herbber 1857 1857
27
A. H. Swaring W. D. Controleuer 1857 1859
28
J. W. Kroller Gesag Herbber 1859 1860
29
G. A. van Kerteran Ambel Mibesteur 1860 1863
30
W. DE. Lancy Controleur 2 EKL 1863 1865
31
A. L. H. A. Negel Controleur 2 EKL 1865 1867
32
W. F. Sikman Controleur 2 EKL 1867 1870
33
A. C. F. Burlet Controleur 2 EKL 1870 1873
34
J. F. Schenk Muisen Controleur 1 EKL 1873 1873
35
D. F. vanbram Morris Controleur Vanmei 1873 1876
36
H. C. Begeardt Controleur Vanmei 1876 1877
37
G. A. L. W. Sol Controleur 2 EKL 1877 1878
38
P. D. Wiggers Controleur 2 EKL 1878 1878
39
R. H. D. Fongelbert Controleur 1 EKL 1878 1881
40
A. J. Baren Quarles Controleur 1 EKL 1881 1882
41
A. A. Schuuten Controleur 2 EKL 1882 1884
42
W. G. Coenen Asp. Controleur 1884 1885
43
J. C. E. T Rom Controleur 1 EKL 18 Desember 1885 18 Mei 1887
44
E. A. Klerk Controleur 1 EKL 18 Mei 1887 17 Juli 1888
45
Th Krusen Controleur 1 EKL 17 Juli 1888 17 Juni 1889
46
J. van Hassteri Controleur 2 EKL 17 Juni 1889 16 Oktober 1889
47
F. Wiggers Controleur 2 EKL 16 Oktober 1889 April 1894
48
D. C. Boek Controleur 1 EKL April 1894 April 1895
49
G. J. Kopman Controleur 2 EKL April 1895 07 Januari 1899
50
H. J. Kregers Controleur 2 EKL 07 Januari 1899 9 Agustus 1901
51
B. G. A. J van Binter Controleur 2 EKL 18 Oktober 1901 13 Januari 1903
52
H. H. Lubliek Weddik Asp. Controleur 9 Mei 1903 13 November 1903
53
O. M. Goedhart Controleur 13 November 1903 11 Februari 1904
54
P. A. Qudemans Controleur 13 Juni 1904 18 Agustus 1905
55
H. R. Adesma Asp. Controleur 18 Agustus 1905 6 Maret 1906
56
L. R. Wenthold Asp. Controleur 8 Maret 1906 21 Juni 1907
57
J. J. Lena Asp. Controleur 21 Juni 1907 29 Juni 1910
58
G. L. Barents Asp. Controleur 29 Juni 1910 6 Juli 1912
59
R. A. W. Schrouder Asp. Controleur 6 Juli 1912 29 Agustus 1912
60
E. E. W. C. Sehrekreden Asp. Controleur 29 Agustus 1912 2 Februari 1914
61
D. J. C. Kreeber Asp. Controleur 2 Februari 1914 2 Juni 1916
62
B. J. M. Baden Gesaghebber 2 Juni 1916 26 Januari 1919
63
C. M. Buys Controleur 27 Januari 1919 6 Januari 1920
64
J. T. Misandolle Controleur 6 Januari 1920 1 Juni 1920
65
A. M. Ballot Controleur 1 Juni 1920 13 Desember 1920
66
H. T. Lanting WD. Controleur 13 Desember 1920 28 April 1921
67
H. C. Groenestein Gesaghebber 28 April 1921 5 Mei 1922
68
W. D. J. van Andel FD. Controleur 5 Mei 1922 21 Januari 1925
69
S. L. E. van Woendenburg Controleur 21 Januari 1925 10 Juli 1925
70
C. F. Schoeder Gedepl Gesaghebber 10 Juli 1925 20 Juli 1925
71
F. B. R. van Resum Asp. Controleur 20 Juli 1925 18 Agustus 1925
72
J. H. W. van Den Missen Asp. Residen Titulair 18 Agustus 1925 16 Desember 1925
73
H. J. Woest Hoer Controleur 16 Desember 1925 16 Mei 1926
74
S. Stuensma Controleur 16 Mei 1926 20 April 1927
75
J. B. M. Delion Controleur 1 EKL 20 April 1927 7 Juli 1928
76
H. J. Hoeetra Controleuriekl B.B 7 Juli 1928 26 Januari 1929
77
J. Koester Controleuriekl B.B 26 Januari 1929 23 Desember 1929
78
D. J. A. Vander Vliot Gesaghebber 1 EKL 23 Desember 1929 17 Oktober 1932
79
A. Twerde Controleuriekl B.B 17 Oktober 1932 17 Januari 1933
80
J. W. D. Monti Gedip Gesaghebber 17 Januari 1933 18 Februari 1936
81
Dr. OH. Noetebom Controleur 18 Februari 1936 11 Oktober 1937
82
J. M. van Liye Controleur 11 Oktober 1937 22 Februari 1939
83
G. J. Wolf Hoff Controleur 22 Februari 1939 21 Juli 1939
84
J. A. Willeman WD. Controleur 21 Juli 1939 25 Juli 1939
85
J. M. van Keekeh FD. Controleur 25 Juli 1939 28 Agustus 1940
86
W. Klaus Gedip Gesaghebber 28 Agustus 1940 1 November 1941
87
W. Heeybeer Controleur 1 November 1941 29 April 1942
sumber : www.selayaronline.com
Masa Pendudukan  Jepang
No Foto Nama Pangkat / Jabatan Tahun Penugasan Tahun Serah Terima
88
M. Opoe Patta Boendoe Guntjo Sodai 29 April 1942 21 Juni 1943
89
Momono Bunken Kanriken 21 Juni 1943 13 Mei 1944
90
T. Misouti Bunken Kanriken 13 Mei 1944 14 September 1945
91
M. Opoe Patta Boendoe Bunken Kanriken 14 September 1945 11 Februari 1946
sumber : www.selayaronline.com
Masa Pendudukan Flag of the Netherlands.svg NICA
No Foto Nama Pangkat / Jabatan Tahun Penugasan Tahun Serah Terima
92
W.H. Ayboer Controleur 11 Februari 1946 9 Maret 1946
93
T. J. Halvedrusse Controleur 9 Maret 1946 5 Februari 1947
94
J. van Bodegong Controleur 5 Februari 1947 21 Juni 1947
95
C. H. Mollen Controleur 21 Juni 1947 30 Agustus 1947
sumber : www.selayaronline.com
Masa Pemerintahan Flag of Indonesia.svg RIS
No Foto Nama Pangkat / Jabatan Tahun Penugasan Tahun Serah Terima
96
Muh. Ali Krg. Bonto Bertuurshoofd 30 Agustus 1947 3 April 1950
97
Andi Achmad Bertuurshoofd 3 April 1950 15 Juni 1950
98
Tadjuddin Dg. Matjora Wakil KPN 15 Juni 1950 29 Juni 1950
99
Aroeppala Bertuurshoofd 29 Juni 1950 20 Oktober 1951
sumber : www.selayaronline.com
Masa Pemerintahan  Republik Indonesia
No Kepala Daerah[9] Jabatan Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Wakil Bupati Ket.
1
Abd. Karim
Wakil KPN
20 Oktober 1951
5 Mei 1952
1
2
Muh. Arsyad
KPN
5 Mei 1952
11 Juni 1953
2
3
Abd. Karim
Wakil KPN
11 Juni 1953
14 Agustus 1953
3
4
Djamaluddin
KPN
14 Agustus 1953
18 Juli 1955
4
5
Bustam Dg. Sitaba
KPN
18 Juli 1955
1 Desember 1956
5
6
Marcus Pong Manda
KPN
1 Desember 1956
4 Maret 1960
6
7
Andi Matja Amirullah
Bupati KDH
4 Maret 1960
10 April 1965
7
Drs. Patta Tjora Drs.
Patta Tjora
Pds. Bupati KDH
10 April 1965
5 Agustus 1965
8
Drs. A. H. Dg. Marimba Drs.
A. H. Dg. Marimba
Bupati KDH
5 Agustus 1965
6 November 1968
8
M. Amin Dg. Suroresiden
Pel. Tgs. Bupati KDH
6 November 1968
1 Mei 1969
9
Abd. Rauf Rahman Abd. Rauf Rahman
Bupati KDH
1 Mei 1969
25 Januari 1971
9
10
A. Palioi A. Palioi
Bupati KDH
25 Januari 1971
18 November 1974
10
H.
Andi Bachtiar
Pd. Bupati KDH
18 November 1974
14 September 1975
11
Drs. Anas Achmad Drs.
Anas Achmad
Bupati KDH
14 September 1975
16 Desember 1983
11
Drs. H.
A. Achmad Natsir
Pel. Tgs. Bupati KDH
16 Desember 1983
10 Juli 1984
12
Ismail Ismail
Bupati KDH
10 Juli 1984
10 Juli 1989
12
13
Drs.
Z. Arifin Kammi
Bupati KDH
10 Juli 1989
11 Juli 1994
13
14
Drs. H.
M. Akib Patta
Bupati KDH
11 Juli 1994
11 Agustus 1999
14
H.
Mirdin Kasim
SH, M.Si
Pj. Bupati
11 Agustus 1999
29 Desember 1999
(14)
Drs. H.
M. Akib Patta
Bupati KDH
29 Desember 1999
29 Desember 2004
15
H. A. Syamsul Alam Mallarangeng H.
A. Syamsul Alam Mallarangeng
Pj. Bupati
29 Desember 2004
30 Oktober 2005
15
Drs. H. Syahrir Wahab, MM Drs. H.
Syahrir Wahab
MM
Bupati
30 Oktober 2005
30 Oktober 2015
16
Nursyamsina Aroeppala
17
Saiful Arief
Drs. H.
Syamsibar
MH
Pj. Bupati
30 Oktober 2015
17 Februari 2016
16
Bupati Kepulauan Selayar Basli Ali.jpg H.
M. Basli Ali
Bupati
17 Februari 2016
Petahana
18
Zainuddin
sumber : http://kepulauanselayarkab.go.id

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Anggota DPRD Periode 2014-2019[sunting | sunting sumber]

25 (dua puluh lima) anggota DRPD Kabupaten Kepulauan Selayar resmi dilantik pada Senin tanggal 25 Agustus 2014. Pelantikan dihadiri Bupati Kepulauan Selayar, Syahrir Wahab, Sekkab Kepulauan Selayar, H. Zainuddin, para Kepala Satuan Kerja dan Perangkat Daerah (SKPD) dan para pimpinan unsur muspida. Dalam rapat paripurna istimewa tersebutditetapkan pula Ketua Sementara DPRD Kepulauan Selayar, Arifin Dg. Marola dan Arfianto. Pada kesempatan tersebut Ketua DPRD Hasanuddin Chaer menyerahkan palu pimpinan DPRD dan buku memori kepada ketua sementara DPRD Kepulauan Selayar, Arifin Dg. Marola.[10] Annggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar masa bakti 2014-2019 yang sudah dilantik, yaitu :

Partai GOLKAR[sunting | sunting sumber]

  • Ir. Arifin Dg. Marola,
  • H. Syamsu Rijal, S.Sos,
  • Hj. Norma Syahrir,
  • Mappatunru, S.Pd,
  • Abdul RAJab Krg. Rapanna,
  • Mursalim,
  • Muh. Ardi

Partai PKS[sunting | sunting sumber]

  • Hj. Eni Zainuddin,
  • Arfianto, STP,
  • H. H. Suwadi, SE

Partai Demokrat[sunting | sunting sumber]

  • Andi Mahmud, ST,
  • Miswar Wahyudy Nasir Leha, SE,
  • Sukri, S.Ip

Partai Gerindra[sunting | sunting sumber]

  • Muh. Aris Ridwan, SE,
  • Awiluddin, SH,
  • Muh. Basli Ali

Partai PAN[sunting | sunting sumber]

  • Drs. Tanri Bangun Patta,
  • Drs. Abd. Gani, M.Pd.I

partai NasDem[sunting | sunting sumber]

  • Ady Ansar, S.Hut.,MM.Pub,
  • Dg. Mangitung, SH

Partai PKB[sunting | sunting sumber]

  • Muh. Sukri,
  • Drs. Syamsul Bahri

Partai PPP[sunting | sunting sumber]

  • Sitti Sofiah

Partai PDIP[sunting | sunting sumber]

  • M. Anas Kasman, SH. (Laporan Ucok haidir)

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Grafik pertumbuhan penduduk Kepulauan Selayar
sumber data: Kepulauan Selayar Dalam Angka 2012

Pada tahun 2000 jumlah penduduk kabupaten Kepulauan Selayar tercatat sebanyak 103.473 ribu jiwa. Dalam waktu 3 tahun kemudian (tahun 2003) jumlah peduduk tersebut telah mengalami pertambahan sebanyak 6.506 jiwa. Dengan dasar tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata pertambahan penduduk di kabupaten Kepulauan Selayar masih sebesar 1,95 persen setiap tahunnya. Penduduk kabupaten Kepulauan Selayar menurut data BPS tahun 2009 berjumlah sebanyak 121.749 jiwa terdiri dari 57.685 jiwa laki-laki[11] dan 64.064 jiwa perempuan. Data tentang komposisi penduduk menurut jenis kelamin tersebut menunjukkan bahwa secara umum jumlah penduduk perempuan lebih banyak dari jumlah penduduk laki-laki dengan rasio jenis kelamin (sex ratio) sebesar 90,04 (setiap 100 perempuan terdapat 90 laki-laki). Komposisi penduduk Kepulauan Selayar menurut kelompok umur terdiri dari:

  • Penduduk usia 0 - 14 tahun sebanyak 36.093 jiwa
  • Penduduk usia 15 - 64 tahun berjumlah 77.486 jiwa
  • Penduduk usia 65 tahun ke atas sebanyak 8.170 jiwa

Menurut hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) 2009 [2], jumlah angkatan kerja di kabupaten Kepulauan Selayar pada tahun 2009 sebesar 54.996 orang, yaitu yang bekerja sebanyak 49.478 orang dan jumlah pengangguran sebanyak 5.518 orang. Jumlah bukan angkatan kerja sebanyak 32.651 orang dengan rincian 6.503 orang sekolah, 22.162 orang mengurus rumah tangga dan lainnya sebanyak 3.986 orang.

Penyebaran penduduk berdasarkan wilayah Kecamatan pada tahun 2009 adalah sebagai berikut [2]:

Kecamatan Benteng 18.860 jiwa
Kecamatan Bontoharu 11.801 jiwa
Kecamatan Bontomanai 13.642 jiwa
Kecamatan Bontomatene 13.818 jiwa
Kecamatan Bontosikuyu 14.450 jiwa
Kecamatan Buki 6.778 jiwa
Kecamatan Pasilambena 7.802 jiwa
Kecamatan Pasimarannu 8.923 jiwa
Kecamatan Pasimasunggu 7.008 jiwa
Kecamatan Pasimasunggu Timur 6.524 jiwa
Kecamatan Takabonerate 12.143 jiwa

Pariwisata & Kebudayaan[sunting | sunting sumber]

Taman Nasional Taka Bonerate
Tari Pakarena di pulau Selayar pada masa Hindia Belanda

Potensi Wisata di Kabupaten Kepulauan Selayar cukup banyak meliputi wisata sejarah, wisata budaya, wisata alam dan wisata bahari[12]. Salah satu yang terkenal adalah Taman Nasional Taka Bonerate[13] yang terletak di kecamatan Takabonerate. Jumlah wisatawan yang mengunjungi Taman Nasional Taka Bonerate pada tahun 2009 mencapai 576 orang. Kawasan ini terdiri dari 21 buah pulau serta puluhan taka dan bungin, umumnya terbentuk dari endapan pasir dan biosfer. Taman Nasional Taka Bonerate memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia[4][14] (terbesar di Asia Tenggara) yaitu setelah Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa. Luas atol tersebut sekitar 220.000 hektare, dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas 500 km². Dalam rangkaian Hari jadi Kepulauan Selayar di lokasi ini setiap tahunnya diadakan festival yang bertajuk Takabonerate Island Expedition (TIE)[15]. Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa kegiatan ini sudah masuk dalam kalender kegiatan pariwisata nasional dan rencananya pada tahun 2012 akan ditingkatkan menjadi "Sail Taka Bonerate"[16]. Seperti penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, Takabonerate Island Expedition akan diisi kegiatan lomba rutin seperti Takabonerate International Fishing Tournament[17][18], menyelam, lomba foto di bawah air dan lomba renang antar pulau terbuka dengan jarak antara lima hingga enam kilometer. Selain objek wisata bahari Taman Nasional Taka Bonerate terdapat pula tempat-tempat wisata yang menyebar hampir di seluruh Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Selayar[2]. Berikut ini beberapa Objek Wisata / tempat yang menarik untuk dikunjungi:

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Komunikasi[sunting | sunting sumber]

Radio[sunting | sunting sumber]

Selayar juga memiliki rencana untuk membangun stasiun radio daerah Indonesia, seperti:

Nama Frekuensi
Radio Republik Indonesia AM 585
Radio Suara Selayar AM 612
Radio Syiartauhid AM 675
Radio Guntur AM 1215
Radio MT Haryono FM 87.8
Radio Elshinta FM 90.0
RSPD Kepualaun Selayar FM 91.0
Radio Citra Pesona FM 91.4
Radio Dapur Remaja FM 94.1
Radio Republik Indonesia FM 96.3
Radio Taman Mini FM 96.7
Mantarena FM FM 97.7
Radio Amigos FM 99.3
Radio Citra Pangabean FM 99.8
Radio Storm FM 102.0
Radio Wagu FM 105.2 FM
Radio MPM Cemerlang FM 107.2 FM
Radio Persatuan Indonesia (Per-Indo News Radio) FM 108.0 FM

Televisi[sunting | sunting sumber]

Kota Benteng sedang membangun stasiun transmisi, di Indonesia :

Pemekaran Daerah[sunting | sunting sumber]

Kota Benteng[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 31 Mei 2016, Kota Benteng dimekarkan dengan 5 kecamatan didalamnya.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perubahan Nama Kabupaten Selayar Menjadi Kabupaten Kepulauan Selayar". Sekretariat Negara Republik Indonesia. August 21, 2008. 
  2. ^ a b c d e f "Kepulauan Selayar Dalam Angka 2012". Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Selayar. ISSN 0215-2290. 
  3. ^ a b "Selayar juga disebut kabupaten maritim." Tabloid Sinar Tani. Diakses tanggal 2011-11-11. 
  4. ^ a b "Kita memiliki kekayaan alam yang besar." Ujungpandang Ekspres. 12 April 2011. Diakses tanggal 2011-11-11. 
  5. ^ "Menko Perekonomian bersama BPPT melaksanakan kajian." PedomanNEWS.com. 26 September 2011. Diakses tanggal 2011-11-11. 
  6. ^ "Cedaya telah diabadikan dalam Kitab Negarakertagama." Selayaronline.com. April 7, 2009. Diakses tanggal 2011-11-11. 
  7. ^ "The Word Selayar is derived from the Sanskrit word "CEDAYA"." Diakses tanggal 2011-11-17. 
  8. ^ "Jumlah mereka sekitar 200 orang." Selayaronline.com. 30 Oct 2007. Diakses tanggal 2011-11-11. 
  9. ^ "Sejarah Kepulauan Selayar". Website Resmi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar. Pemerintah Kepulauan Selayar. 6 Desember 2016. Diakses tanggal 17 Januari 2018. 
  10. ^ ZAILANI, Akhmad. Wajah Parlemen Daerah di Indonesia. Jakarta: Sultan Pustaka, 2015. ISBN 219-42-5470-8]
  11. ^ "Sulawesi Selatan Dalam Angka 2010". Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan. 
  12. ^ "Potensi Wisata di Kepulauan Selayar." www.disbudpar-selayar.com. Diakses tanggal 2011-11-18. 
  13. ^ "Taman Nasional Taka Bonerate". SK Menteri Kehutanan Republik Indonesia No.280/Kpts-II/1992. ISSN 0215-2290. 
  14. ^ "Apakah anda tahu Indonesia memiliki karang." puppytraveler.com. 2 July 2011. Diakses tanggal 2011-11-11. 
  15. ^ "Takabonerate Island Expedition". lantamal-6.mil.id. Diakses tanggal 2011-11-18. 
  16. ^ "Sudah ada surat keputusan dari Menko Kesra." www.antara-sulawesiselatan.com. 23 September 2011. Diakses tanggal 2011-11-18. 
  17. ^ "Takabonerate Island Expedition akan diisi kegiatan lomba rutin seperti." travel.kompas.com. 23 September 2011. Diakses tanggal 2011-11-18. 
  18. ^ "Panitia Takabonerate International Fishing Tournament 2011 terus." festivaltakabonerate.com. 1 January 2011. Diakses tanggal 2011-11-18. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]