Pulau Selayar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Pulau Selayar
Pulau
Benteng Selayar.jpg
Pulau Selayar berlokasi di Kepulauan Selayar
Pulau Selayar
Pulau Selayar
Lokasi di Sulawesi Selatan
Koordinat: 6°5′48,7″LU 120°30′16,86″BT / 6,08333°LS 120,5°BT / -6.08333; 120.50000
Negara  Indonesia
Kabupaten  Kepulauan Selayar
Provinsi Sulawesi Selatan
Zona waktu WITA (UTC+8)

Pulau Selayar adalah sebuah pulau yang terletak di Kabupaten Kepulauan Selayar[1], Sulawesi Selatan, Indonesia. Di pulau ini terdapat ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu Kota Benteng dan beberapa Kecamatan antara lain Kecamatan Benteng, Kecamatan Bontoharu, Kecamatan Bontomanai, Kecamatan Bontomatene, Kecamatan Bontosikuyu dan Kecamatan Buki. Sarana transportasi dari luar yang paling dekat adalah Pelabuhan penyeberangan Pamatata yang terletak di desa Pamatata, kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar. Bandar udara terdekat dan satu-satunya yang ada di pulau Selayar adalah Bandar Udara H. Aroeppala terletak di dusun Padang, desa Bontosunggu, kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Pulau Selayar merupakan salah satu pulau yang terpisah dari daratan Sulawesi Selatan dengan luas sekitar 2000 km2 yang membentang dari utara ke selatan antara Pulau Sulawesi dan Pulau Takabonerate[2] dengan titik koordinat 6°5′48,7″LU 120°30′16,86″BT / 6,08333°LS 120,5°BT / -6.08333; 120.50000Koordinat: 6°5′48,7″LU 120°30′16,86″BT / 6,08333°LS 120,5°BT / -6.08333; 120.50000. Bagian pantai barat dan utara adalah berupa bebatuan yang cadas dan terjal, sementara pantai timur dan sebagian pantai selatan berupa pantai yang landai dan berupa area hutan produksi serta perkebunan rakyat. Kekhasan pulau ini antara lain menyimpan berbagai macam fauna endemik dan menarik seperti Tarsius tarsier. Hewan ini memiliki tubuh berwarna coklat kemerahan dengan warna kulit kelabu, bermata besar dengan telinga menghadap ke depan dan memiliki bentuk yang lebar.

Keistimewaan lain Pulau Selayar yaitu hampir semua suku, etnik, agama dan budaya yang ada di sulawesi ada di pulau ini. Suku Makassar, Bugis, Mandar, yang merupakan suku besar yang mendiami hampir seluruh daratan sulawesi juga ada disini. Yang menarik bahwa masing-masing etnis tidak ada yang mayoritas semua mencerminkan adat dan budaya masing-masing. Bahkan dalam perkembangannnya telah terjadi evolusi budaya yang kemudian menjadikan satu adat istiadat ini menjadi adat Selayar. hal lain adalah dari segi bahasa, Bahasa Selayar bukan bahasa makassar, bukan juga bahasa Bugis, ataupun Mandar akan tetapi jika kemudian dicermati bahwa bahasa selayar adalah gabungan dari bahasa-bahasa tersebut[3]. Peninggalan sejarah dan kebudayaan yang menarik di pulau ini adalah Gong Nekara, Rumah Jabatan Bupati Selayar dan Tari Pakarena.

Geologi[sunting | sunting sumber]

Kondisi geologi pulau Selayar merupakan kelanjutan dari wilayah geologi Sulawesi Selatan bagian Timur yang tersusun oleh jenis batuan sediment. Struktur geologi Pulau Selayar menunjukkan struktur struktur dan penyebaran batuan berarah Utara - Selatan dan miring melandai kearah Barat. Sedangkan pantai Timur umumnya terjal dan langsung dibatasi oleh laut dalam yang cenderung merupakan jalur sesar.

Statigrafi batuan di Kabupaten Selayar terdiri dari:

  • Endapan alluvial dan endapan pantai terdiri atas kerikil pasir, lempung Lumpur dan batu gamping cral (Qac)
  • Satuan formasi Selayar walanae mencakup batu gamping, batu pasir, batu lempung, konglomerat dan tufa (tmps) yang terdapat disisi Barat hingga ujung pulau Selayar.
  • Satuan formasi batuan gunung api camba, meliputi breksi, lava, konglomerat, dan tufa yang terdapat pada bagian Selatan pulau Selayar.
  • Formasi camba, terdiri dari batuan sediment laut berseling dengan batuan gunung api (Tmc) terdapat pada sepanjang pantai Timur pulau Selayar.
  • Formasi walanae, terdiri dari batu pasir, konglomerat, tufa, batu danau, batu gamping, napal (Tmpv) terdapat pada ujung bawah pantai Barat pulau Selayar.

Karakteristik daerah atau Topografi Kabupaten Selayar terdiri dari Batuan Induk Vulkanik Terbentuk dari pertemuan jalur pegunungan muda sirkum mediterrania dan sirkum pasifik, yang membentuk daratan Selayar adalah batuan yang cukup mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, oleh tenaga oksigen yang berlangsung lama, batuan itu lapuk membentuk tanaman yang subur ini oleh pengaruh tenaga oksigen, dapat berubah menjadi tanah karang seperti tanah laterit. Sebab itu perlu tindakan-tindakan konservasi, seperti sengkedan pada tanah-tanah miring. penggiliran tanah, pemupukan dll.

Kondisi geologi pulau Selayar merupakan kelanjutan dari wilayah geologi Sulawesi Selatan bagian Timur yang tersusun oleh jenis batuan sediment. Struktur geologi Pulau Selayar menunjukkan struktur struktur dan penyebaran batuan berarah Utara – Selatan dan miring melandai kearah Barat. Sedangkan pantai Timur umumnya terjal dan langsung dibatasi oleh laut dalam yang cenderung merupakan jalur sesar.

Galeri foto[sunting | sunting sumber]

Berikut beberapa peta kuno tentang pulau Selayar yang dibuat pada tahun 1886 dan 1920

Peta antik pulau selayar.jpg Peta antik pulau selayar3.jpg Peta antik pulau selayar2.jpg Peta antik pulau selayar1.jpg

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Melancong ke Pulau Selayar". www.anneahira.com. 
  2. ^ "Pulau Selayar". www.trackpacking.com. 
  3. ^ "bahasa selayar bukan bahasa makassar..". radiocontrend.blogspot.com. 19-08-2010. ISSN 0215-2290. Diakses tanggal 27 nov 2011. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]