Kabupaten Takalar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kabupaten Takalar
ᨀᨅᨘᨄᨈᨙ ᨈᨀᨒᨑ
Lambang Kabupaten Takalar.png
Lambang Kabupaten Takalar
ᨀᨅᨘᨄᨈᨙ ᨈᨀᨒᨑ


Moto: Takalar Kota "MENYALA" (Menarik, Nyaman dan Asri)
ᨄᨑᨊᨘᨕᨀᨘ (Parannuangku)



-
Peta lokasi Kabupaten Takalar
ᨀᨅᨘᨄᨈᨙ ᨈᨀᨒᨑ di Sulawesi Selatan
Koordinat: -
Provinsi Sulawesi Selatan
Dasar hukum -
Tanggal peresmian -
Ibu kota Pattallassang
Pemerintahan
-Bupati H. Syamsari Kitta, S.Pt.,M.M
APBD
-APBD -
-DAU Rp479.073.701.000.-(2013)[1]
Luas 566,51 km2
Populasi
-Total 250.000 jiwa [per kapan?]
-Kepadatan 441,3 jiwa/km2
Demografi
-Kode area telepon 0418-
Pembagian administratif
-Kecamatan 9
-Kelurahan 22
-Desa 61
Simbol khas daerah
Situs web www.takalarkab.go.id

Kabupaten Takalar adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kotanya terletak di Pattallassang. Kab. Takalar terdiri dari sembilan kecamatan, yaitu Pattallassang, Polombangkeng Selatan, Polombangkeng Utara, Galesong, Galesong Selatan, Galesong Utara, Sanrobone, Mappakasunggu dan Manggarabombang. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 566,51 km² dan berpenduduk sebanyak ± 250.000 jiwa.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Takalar yang hari jadinya pada tanggal 10 Februari 1960. Sebelumnya, Takalar sebagai Onder afdeling yang tergabung dalam daerah Swatantra MAKASSAR bersama-sama dengan Onder afdeling Makassar, Gowa, Maros, Pangkajene Kepulauan dan Jeneponto.

Onder afdeling Takalar, membawahi beberapa district (adat gemen chap) yaitu: District Polombangkeng, District Galesong, District Topejawa, District Takalar, District Laikang, District Sanrobone. Setiap District diperintah oleh seorang Kepala Pemerintahan yang bergelar Karaeng, kecuali District Topejawa diperintah oleh Kepala Pemerintahan yang bergelar Lo’mo.

Setelah terbentuknya Kabupaten Takalar, maka Districk Polombangkeng dijadikan 2 (dua) Kecamatan yaitu Kecamatan Polombangkeng Selatan dan Polombangkeng Utara, Districk Galesong dijadikan 2 (dua) Kecamatan yaitu Kecamatan Galesong Selatan dan Kecamatan Galesong Utara, Districk Topejawa, Districk Takalar, Districk Laikang dan Districk Sanrobone menjadi Kecamatan TOTALLASA (Singkatan dari Topejawa, Takalar, Laikang dan Sanrobone) yang selanjutnya berubah menjadi Kecamatan Mangarabombang dan Kecamatan Mappakasunggu. Perkembangan selanjutnya berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2001 terbentuk lagi sebuah Kecamatan yaitu Kecamatan Pattallassang (Kecamatan Ibukota) dan terakhir dengan Perda Nomor 3 Tahun 2007 tanggal 27 April 2007 dan Perda Nomor 5 Tahun 2007 tanggal 27 April 2007, dua kecamatan baru terbentuk lagi yaitu Kecamatan Sanrobone (Pemekaran dari Kecamatan Mappakasunggu) dan Kecamatan Galesong (Pemekaran dari Kecamatan Galesong Selatan dan Kecamatan Galesong Utara). Sehingga dengan demikian sampai sekarang Kabupaten Takalar terdiri dari 9 (sembilan) buah Kecamatan, sebagaimana telah disebutkan terdahulu. Kesembilan kecamatan ini membawahi sejumlah 82 Desa/Kelurahan, dengan jumlah penduduk + 252,275 jiwa.[2]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kota Makassar dan Kabupaten Gowa
Selatan Laut Flores
Barat Selat Makassar
Timur Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Gowa

Topografi[sunting | sunting sumber]

Keadaan Geografi wilayah Kabupaten Takalar terdiri dari pantai, daratan dan perbukitan. Di bagian barat adalah daerah pantai dan dataran rendah dengan kemiringan 0-3 derajat sedang ketinggian ruang bervariasi antara 0–25 m, dengan batuan penyusun geomorfologi dataran didominasi endapan alluvial, endapan rawa pantai, batu gamping, terumbu dan tufa serta beberapa tempat batuan lelehan basal. Sebagian dari wilayah Kabupaten Takalar merupakan daerah pesisir pantai, yaitu sepanjang 74 Km meliputi Kecamatan Mangarabombang, Kecamatan Mappakasunggu, Kecamatan SandraBone, Kecamatan Galesong Selatan, Kecamatan Galesong Kota dan Kecamatan Galesong Utara. Kabupaten Takalar dilewati oleh 4 buah sungai,yaitu Sungai Jeneberang, Sungai Jenetallasa, Sungai Pamakkulu dan Sungai Jenemarrung. Pada keempat sungai tersebut telah dibuat bendungan untuk irigasi sawah seluas 13.183 Ha.

Penggunaan Lahan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Takalar terletak antara 5°031' sampai 5°0381' Lintang Selatan dan antara 199°0221' sampai 199°0391' Bujur Timur dengan luas wilayah 566,51 Km2, yang terdiri dari kawasan hutan seluas 8.254. Ha (14,57%), sawah seluas 16.436, 22 Ha (29,01%), perkebunan tebu PT. XXXII seluas 5.333,45 Ha (9,41%), tambak seluas 4.233,20 Ha (7,47%), tegalan seluas 3.639,90 Ha (6,47%), kebun campuran seluas 8.932,11 Ha (15,77%), pekarangan seluas 1,929,90 Ha (3,41%) dan lain-lain seluas 7.892,22 Ha (13,93%).

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
1
Donggeng Dg. Ngasa
1960
1964
1
[3]
2
Makkatang Dg. Sibali
1964
1967
2
3
M. Suaib Pasang
1967
1978
3
4
Ibrahim Tulle
1978
1983
4
5
Batong Aminullah
1983
1987
5
6
Drs. H.
Tadjuddin Nur
1987
1992
6
7
Drs. H.
Syahrul Saharuddin
M.S.
1992
1997
7
8
Drs. H.
Zainal Abidin
M.Si.
1997
2002
8
Drs. H.
M. Said Pammusu
M.Si.
9
Drs. H.
Ibrahim Rewa, M.M.
2002
2007
9
Drs.
A. Makmur A. Sadda
M.M.
2007
2012
10
10
Bupati Takalar Burhanuddin Baharuddin.jpg Dr. H.
Burhanuddin Baharuddin
S.E., M.Si.
22 Desember 2012
8 Desember 2017
11
[4]
H.
M. Natsir Ibrahim
M.M.
Ir.
Andi Darmawan Bintang
M.Dev. PLG
28 Oktober 2016
11 Februari 2017
[ket. 1]
Wakil Bupati Takalar Natsir Ibrahim.jpg H.
M. Natsir Ibrahim
M.M.
8 Desember 2017
22 Desember 2017
[ket. 2]
11
Bupati Takalar Syamsari Kitta.jpg H.
Syamsari Kitta
S.Pt, MM
22 Desember 2017
Petahana
12
[7]
H.
Ahmad Dg. Se're
S.Sos
Keterangan
  1. ^ Pelaksana tugas (plt.) bupati, menggantikan bupati Burhanuddin yang sedang cuti[5]
  2. ^ Pelaksana tugas (plt.) bupati, menggantikan bupati Burhanuddin yang nonaktif[6]


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Takalar

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kabupaten Takalar terdiri dari 9 (sembilan) Kecamatan masing-masing :

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Objek Wisata Perburuan Rusa[sunting | sunting sumber]

Kegiatan perburuan rusa merupakan kegiatan langka di sulawesi selatan. Sejak dulu kegiatan berburu rusa di desa Barugaya dan Ko'mara sudah sering dilakukan oleh para Bangsawan (Karaeng) pada hutan yang luasnya sekitar 2.000 Hektar. Setiap melakukan perburuan rusa, para Karaeng berkumpul di Baruga (Rumah Panggung) dan mempersiapkan perlengkapan berburu seperti pasukan berkuda, kentongan, dll. Dengan melihat kondisi alam yang masih alami seperti pegunungan, danau, dan hutan, maka selain berburu rusa para pengunjung dalat menikmati pemandangan alam, melakukan kegiatan memancing, memanjat tebing, dan berbagai kegiatan lainnya.[8]

Objek Wisata Sejarah Lapris[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 17 juli 1946 Ranggong Daeng Romo diangkat sebagai Pucuk Pimpinan Laskar Pemberontak Rakyat Sulawesi (lapris) yang beranggotakan 19 organisasi kelaskaran diseluruh Sulawesi Selatan dan Tenggara. Dalam kedudukannya sebagai Panglima Lapris di desa Bulukunyi yang sekarang dijadikan sebagai Monumen Lapris. Monumen Lapris yang dibangun di sebuah bukit didesa Bulukunyi sangat cocok dikunjungi oleh peneliti sejarah perjuangan bangsa dan para wisatawan karena pesona alam disekitar lokasi mendatangkan kesejukan tersendiri bagi pengunjung. Disamping itu, sekitar lokasi terdapat mata air yang dijadikan sebagai tempat permandian yang dikenal permandian alam saluka.

Objek Wisata Topejawa[sunting | sunting sumber]

Panjang Garis Pantai di Kabupaten Takalar sekitar 74 Km. Dari panjang garis pantai tersebut, terdapat 3 (tiga) Objek wisata Pesisir dikabupaten Takalar (Pantai Topejawa, Pantai Galumbaya dan Pantai Ujungkassi) Permandian Alam Topejawa yang panjangnya sekitar 800 meter banyak dikunjungi karena suasana berenang di laut yang menyenangkan, selain itu panorama alamnya yang memukau.

Selain pemanfaatan sarana wisata pada lokasi permandian alam seperti balai-balai, baruga (rumah panggung), pelelangan ikan sertai berbagai fasilitas lainnya. Pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas pantai seperti berenang, berjemur, olahraga pantai, membakar ikan segar, berlayar dengan perahu tradisional (balolang), dan aktivitas pantai lainnya.

Objek Wisata Pulau Sanrobengi[sunting | sunting sumber]

Sanrobengi adalah pulau kecil yang memiliki potensi sebagai pusat kunjungan karena selain berpasi putih juga dapat dilakukan kegiatan-kegiatan laut seperti berenang, menyelam, berjemur, memancing, membakar ikan segar, dan berbagai kegiatan laut lainnya. Selain kegiatan laut, pulau Sanrobengi ditunjang oleh sarana pendukung TPI Di Desa Boddia, Kecamatan Galesong, dan dermaga lainnya.

Objek Wisata Terumbu Karang Pulau Tanakeke[sunting | sunting sumber]

Kepulauan Tanakeke terdiri atas Pulau Tanakeke, Bauluang, Satanga, dan Dayang-dayangan menyimpan perpaduan objek wisata alam yaitu agrowisata, berburu/atraksi menangkap ikan, pantai dan penyelam. Pulau-pulau tersebut menyimpan keanekaragaman hayati yang unik, yaitu ikan Baronang, Biawasa, Kepiting Dato, dengan ukuran cangkangnya mencapai 25 cm, hutan bakau, padang lamun yang tumbuh di pasir putih, cocok untuk permandian alam jemur di pasir putih sambil menikmati hidangan khas bakar ikan laut, dan terumbu karangnya yang asri, cocok untuk penyelam.

Objek Wisata Benteng Sanrobone[sunting | sunting sumber]

Pembuatan tembok dan dinding benteng Sanrobone dilakukan oleh Dampang Panca Belong (Raja I Kerajaan Sanrobone) atas perintah Raja Gowa dan dikerjakan oleh rakyat secara gotong royong sekitar abad XVI. Benteng Sanrobone terbuat dari batu bata dan terbentuk perahu dengan panjang sekitar 3,7 km. Benteng tersebut mempunyai 7 pintu benteng yaitu 4 pintu besar searah dengan mata angin dan 3 pintu kecil. Beberapa bukit sejarah di antaranya, Meriam dengan berat sekitar 150 kg, keris pusaka, dan makam Raja Sanrobone (kabbanga) Benteng ini menarik dikunjungi karena bernilai sejarah masa lalu mengenai keberadaan dan perjuangan Kerajaan Sanrobone di Sulawesi Selatan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ "Sejarah Kab. Takalar". 23 Juli 2012. 
  3. ^ "Sejarah Takalar". takalarkab.go.id. Diakses tanggal 2 Februari 2017. 
  4. ^ "Pelantikan Bupati Dan Wakil Bupati Takalar Diwarnai Pesta Rakyat". rakyatsulsel.com. 22 Desember 2012. Diakses tanggal 2 Februari 2017. 
  5. ^ "Andi Darmawan Bintang Dilantik Plt Bupati Takalar". celebesonline.com. 28 Oktober 2016. Diakses tanggal 2 Februari 2017. 
  6. ^ "Natsir Ibrahim Jadi PLT Bupati Takalar Selama 15 Hari". celebesonline.com. 7 Desember 2017. Diakses tanggal 20 Januari 2018. 
  7. ^ "Sah! Syamsari Kitta-Ahmad Se're Jadi Bupati dan Wakil Bupati Takalar". makassar.tribunnews.com. 22 Desember 2017. Diakses tanggal 20 Januari 2018. 
  8. ^ "Potensi wisata Kab Takalar". 23 Juli 2012. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]