Kabupaten Toraja Utara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Toraja Utara
Coat of Arms of Toraja Utara Regency.png
Lambang
Motto: 
Misa' Kada di Po Tuo Pantan Kada di Pomate
Locator North Toraja Regency.svg
Kabupaten Toraja Utara is located in Sulawesi
Kabupaten Toraja Utara
Kabupaten Toraja Utara
Kabupaten Toraja Utara is located in Indonesia
Kabupaten Toraja Utara
Kabupaten Toraja Utara
Koordinat: 3°S 120°E / 3°S 120°E / -3; 120
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Selatan
Tanggal peresmian26 November 2008
Dasar hukumUU No 28 Tahun 2008
Ibu kotaRantepao
Pemerintahan
 • BupatiYohanis Bassang, SE , M.Si.
 • Wakil BupatiFrederik Victor Palimbong, S.T.
Luas
 • Total1.151,47 km2 (44,459 sq mi)
Populasi
 ((2019)[1])
 • Total247.157 jiwa
Demografi
 • AgamaKristen 95,50%
Protestan 82,69%
Katolik 12,81%
Islam 4,45%
Hindu 0,03%
Buddha 0,01%
Lainnya 0,01%[1][2]
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode telepon0423
Kode Kemendagri73.26 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan21
Jumlah kelurahan40
Jumlah desa111
DAURp 553.781.929.000.-(2019)[3]
APBDRp 6.822.150.230 (2016)[1]
IPMKenaikan 69,23 (2019)[1]
Sedang
Flora resmiPohon Tarra
Fauna resmiKerbau Belang
Situs webhttp://www.torajautarakab.go.id
Peta Administrasi Kabupaten Toraja Utara

Kabupaten Toraja Utara adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kotanya adalah Rantepao. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2008 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Tana Toraja. Kawasan yang kental akan budaya ini, memiliki penduduk berjumlah 247.157 jiwa (2019), berdasarkan data resgistrasi penduduk oleh Badan Pusat Statistik Toraja Utara 2020.[1]

Bupati Toraja Utara adalah Drs. Y.S. Dalipang yang dilantik oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 26 November 2008 di lapangan Bhakti Rantepao. Pada tanggal 11 November 2010, gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo melantik Caretaker bupati Kabupaten Toraja Utara yang baru, yaitu Drs. H. Tautoto T.R. Sarongallo, S.H., M.Si. pada bulan Februari 2010 lalu.

Pada tanggal 31 Maret 2011, kabupaten Toraja Utara memiliki bupati dan wakil bupati definitif pertama yaitu pasangan Frederik Batti Sorring sebagai Bupati dan Frederik Buntang Rombelayuk sebagai Wakil Bupati untuk periode 2011-2016. Tanggal 31 maret 2016, gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo melantik Bupati Terpilih Kabupaten Toraja Utara Dr. Kalatiku Paembonan, M.Si. dan Yosia Rinto Kadang, S.T. untuk masa jabatan 2016-2021.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Aspirasi awal pembentukan Kabupaten Toraja Utara, diwacanakan pertama kali oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Pengurus KNPI Kecamatan Rantepao dipercayakan untuk mengundang dan memimpin pertemuan yang dimaksud. Undangan ditandatangani oleh Ketua, Antonius Sampetoding bersama sekretaris Michael Tonapa, dan pertemuan berhasil diselenggarakan pada tanggal 4 April 2001 di Gedung Pemuda Rantepao. Dalam rangka membahani pertemuan untuk berdiskusi, pokok-pokok pikiran disampaikan oleh Drs. Habel Pongsibidang mewakili DPD II KNPI Tana Toraja.

Fungsionaris KNPI yang ikut mengambil peran aktif di dalam acara diskusi dengan Tokoh-tokoh masyarakat tersebut adalah, antara lain: Drs. A.P. Popang, dr. Hendrik Kala’ Timang, P.S. Pangalo, Agustinus, M.K. Parubak, Drs. Daniel Silambi, Samuel Palita S.E., Elianus Samben, S.P., Massuli’ M. Mallua’, S.H., M. Dharmansyah, Drs. Yusuf Biringkanae, M.Si., Paulus Batti, Ir. Matias Tanan, Ir. Julexy Mangimba, Ir. Alexander Matangkin, Cornelius Patulak Senda, B.A., Drs. M.G. Sumule, Nani Upa Sumarre, Ir. Kristian Lambe’, Hans Lura Senobaan, Rita Rasinan, S.E., M.Luther Bureken, Sm.Hk., Drs. Rede Roni Bare, Yohanis Pongdatu, S.H., Luther Pongrekun, Sm.Hk., Ir. Mika Mambaya, Luise Ujiani Rongre, Sumarlina Ramba’, S.Pd., Hana Lura, Pdt. Albartros Palilu, S.Th., Pdt. Drs. G.G. Raru, M.Si., Pdt. Yunus Pailu, Yunus Rante Toding, Elisabet Pasang, Obed Bendon, Layuk Sarungallo, Ludia Tasik Parura,S.E.[4] Berturut-turut aspirasi dalam bentuk daftar pernyataan dukungan tertulis atas perjuangan Pembentukan Kabupaten Toraja Utara, yang ketika itu telah ditandatangani oleh sejumlah 556 (lima ratus lima puluh enam) tokoh-tokoh masyarakat, disampaikan secara resmi ke DPRD Kabupaten Tana Toraja pada tanggal 2 September 2002. Pembawa aspirasi adalah antara lain: Antonius Sampetoding, Samuel Palita, S.E., Michael Tonapa, Paulus Batti’, Pamaru R Palinggi dan Hans Lura Senobaan.[4]

Kabupaten Tana Toraja menyikapi positif dan menerima aspirasi tersebut sesuai mekanisme penerimaan aspirasi di DPRD Penerima aspirasi dipercayakan oleh Pimpinan DPRD kepada J.K. Tondok dari Fraksi PKPI. Keesokan harinya yaitu pada tanggal 3 September 2002 oleh delegasi masyarakat yang sama, aspirasi secara resmi disampaikan pula kepada Bupati Tana Toraja.[4]

DPRD Kabupaten Tana Toraja setelah menerima aspirasi masyarakat tentang Pembentukan Kabupaten Toraja Utara, langsung menugaskan Panitia Musyawarah Mempersiapkan agenda Sidang Paripurna DPRD guna pembahasan aspirasi masyarakat tersebut. Hasilnya adalah, pada hari itu juga tanggal 12 September 2002 DPRD melalui Sidang Pleno menyatakan telah menerima aspirasi masyarakat tentang Pemekaran Kabupaten Tana Toraja. Selanjutnya, pada tanggal 24 September 2002 DPRD Kabupaten Tana Toraja melaksanakan sidang Paripurna dan mengambil keputusan tentang Pemekaran Tana Toraja serta menetapkan melalui Surat Keputusan DPRD Nomor:11/KEP/DPRD/IX/2002. Kabupaten DPRD tersebut.[4]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Toraja Utara merupakan salah satu Kabupaten dari 24 Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yang dibentuk sesuai dengan Undang – Undang Nomor 28 Tahun 2008 yang letaknya berada di sebelah utara Kabupaten dan terletak antara 2o35’’ LS – 3o15’’ LS dan 119o – 120’’ Bujur Timur dengan Luas wilayah 1.151,47 km2 terdiri dari Hutan Lindung 47.900 Ha, Hutan Rakyat 5.260 Ha, 12.790,93 Ha, Kebun 14,620 Ha. Permukiman 9.865 Ha dan berada pada ketinggian 704 – 1.646 Meter di atas permukaan air laut.[5]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Toraja Utara berbatasan dengan beberapa kabupaten lain di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Bagian utara berbatasan dengan Kabupaten Mamuju dan dua kecamatan dari Kabupaten Luwu Utara yaitu kecamatan Limbong dan Kecamatan Sabbang. Bagian timur berbatasan dengan 4 kecamatan dari Kabupaten Luwu yaitu kecamatan Lamasi, kecamatan Walenrang, dan kecamatan Bastem. Slain itu, bagian timur juga berbatasan dengan kecamatan Wara Barat, Kota Palopo. Bagian selatan berbatasan dengan kecamatan dari Kabupaten Tana Toraja yaitu kecamatan kecamatan Sangalla Selatan, kecamatan Sangalla Utara, kecamatan Makale Utara, dan kecamatan Rantetayo. Sedangkan bagian barat juga berbatasan dengan 2 kecamatan dari Kabupaten Tana Toraja yaitu kecamatan Kurra dan kecamatan Bittuang.[6]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Agama[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan data BPS Kabupaten Toraja Utara sensus Penduduk tahun 2020, menunjukkan bahwa mayoritas penduduk menganut agama Kristen yakni 95,50% (dimana didominasi oleh pemeluk agama Protestan sebanyak 82,69%, lalu Katolik 12,81%). Kemudian pemeluk agama Islam 4,45%, Hindu 0,03% dan Buddha 0,01%[1][2]

Agama di Kabupaten Toraja Utara 2019
Agama Persen
Protestan
  
82.69%
Katolik
  
12.81%
Islam
  
4.45%
Hindu
  
0.03%
Lainnya
  
0.02%

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Bahasa resmi instansi pemerintahan di Kabupaten Tana Toraja adalah bahasa Indonesia. Menurut Statistik Kebahasaan 2019 oleh Badan Bahasa, terdapat satu bahasa daerah di Kabupaten Toraja Utara,[7] yaitu bahasa Toraja (khususnya dialek Toraja Rindinggalo, dialek Toraja Sanggalangi, dan dialek Toraja Sesean).[8]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
Drs.
Y.S. Dalipang
(Penjabat)
26 November 2008
23 Mei 2010
[9]
Drs. H.
Tautoto Tana Ranggina Sarongallo
M.Si.
(Penjabat)
3 Juni 2010
30 Maret 2011
1
Drs.
Frederik Batti Sorring
S.Sos., M.M.
31 Maret 2011
31 Maret 2016
1
Frederik Buntang Rombelayuk
S.Pd.
2
Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan.jpg Dr.
Kalatiku Paembonan
M.Si.
31 Maret 2016
31 Maret 2021
2
[10]
Yosia Rinto Kadang
S.T.
Amson Padolo
S.Sos
M.Si.
(Penjabat)
26 September 2020
5 Desember 2020
Drs.
Rede Roni Bare
M.Pd.
(Pelaksana Harian)
31 Maret 2021
26 April 2021
[11]
3
Bupati Toraja Utara 2021-2026.jpg Yohanis Bassang
SE, M.Si.
26 April 2021
Petahana
3
Frederik Victor Palimbong
S.T.


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Toraja Utara dalam dua periode terakhir.[12][13]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019[14] 2019-2024
  Gerindra 6 Penurunan 4
  PDI-P 6 Penurunan 4
  Golkar 6 Penurunan 5
  NasDem 5 Kenaikan 6
  Perindo (baru) 2
  Hanura 4 Penurunan 3
  Demokrat 6 Penurunan 4
  PKPI 2 Steady 2
Jumlah Anggota 35 Penurunan 30
Jumlah Partai 7 Kenaikan 8

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Toraja Utara terdiri dari 21 kecamatan, 40 kelurahan dan 111 desa. Pada tahun 2017, kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.215,55 km² dan jumlah penduduk sebesar 239.558 jiwa dengan sebaran penduduk 197 jiwa/km².[15][16]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Toraja Utara, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Lembang
Status Daftar
Lembang/Kelurahan
73.26.21 Awan Rante Karua 4 Lembang
73.26.10 Balusu 2 5 Lembang
Kelurahan
73.26.17 Bangkelekila 4 Lembang
73.26.14 Baruppu 1 3 Lembang
Kelurahan
73.26.05 Buntao 2 4 Lembang
Kelurahan
73.26.13 Buntu Pepasan 1 12 Lembang
Kelurahan
73.26.12 Dende' Piongan Napo 1 7 Lembang
Kelurahan
73.26.20 Kapala Pitu 6 Lembang
73.26.15 Kesu 2 5 Lembang
Kelurahan
73.26.03 Nanggala 1 8 Lembang
Kelurahan
73.26.18 Rantebua 2 5 Lembang
Kelurahan
73.26.01 Rantepao 9 2 Lembang
Kelurahan
73.26.04 Rindingallo 2 7 Lembang
Kelurahan
73.26.06 Sa'dan 2 8 Lembang
Kelurahan
73.26.07 Sanggalangi 1 5 Lembang
Kelurahan
73.26.02 Sesean 5 4 Lembang
Kelurahan
73.26.19 Sesean Suloara' 5 Lembang
73.26.08 Sopai 1 7 Lembang
Kelurahan
73.26.11 Tallunglipu 6 1 Lembang
Kelurahan
73.26.09 Tikala 2 5 Lembang
Kelurahan
73.26.16 Tondon 4 Lembang
TOTAL 40 111

Sarana dan Prasarana Umum[sunting | sunting sumber]

  • Rumah Sakit Elim Rantepao
  • Pasar Sentral Bolu Tallunglipu
  • Pasar Bolu Rantepao
  • Lapangan Bakti Rantepao
  • Art Centre Rantepao
  • Pertokoan Souvenir Rantepao
  • Tongkonan Sangulele Rantepao

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Tempat wisata[sunting | sunting sumber]

  • Desa Wisata Ke'te' Kesu' (Kesu)
  • Tongkonan Lempe - Lolai (Kapala Pitu)
  • Tongkonan Siguntu (Sanggalangi)
  • Lo'ko' Mata (Sesean Suloara)
  • Londa (disebut juga Tau-tau) (Kesu)
  • Rante Kalimbuang - Bori' (Sesean)
  • Danau Limbong (Rantepao)
  • Penanian (Nanggala)
  • Tongkonan Buntu Pune (Kesu)
  • Rante Karassik (Rantepao)
  • Patung Salib Buntu Singki' (Rantepao)
  • Pasar Hewan Bolu (Tallunglipu)
  • Padang Pasir (Rantebua)
  • Palawa' (Sesean)
  • Pusat Kerajinan Tenun To' Barana' (Sa'dan)
  • Kalimbuang - Bori (Sesean)
  • Batu Mehir - Rante Parinding (Sesean)
  • Pala' Tokke - La'bo' (Sanggalangi)
  • Marante (Tondon)
  • Tambolang (Rantepao)
  • Makam PongTiku (Rindingallo)
  • Benteng Pertahanan PongTiku (Rindingallo)
  • Mentirotiku - Batutumonga (Sesean Suloara)
  • Museum Nek Gandeng (Balusu)

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f "Kabupaten Toraja Utara Dalam Angka 2020" (pdf). BPS Kabupaten Toraja Utara. Diakses tanggal 5 Agustus 2018. 
  2. ^ a b "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Toraja Utara". www.sp2010.bps.go.id. Diakses tanggal 20 Juni 2020. 
  3. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-02-14. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  4. ^ a b c d "Sejarah Toraja Utara". Torajautarakab.go.id. Diakses tanggal 9 Juni 2016
  5. ^ "Letak Geografis". Diakses tanggal 11 Februari 2014. 
  6. ^ Shariasih, Euis (2019). Citra Kabupaten Toraja Utara dalam Arsip. Jakarta Selatan: Arsip Nasional Republik Indonesia. hlm. 2–3. ISBN 978-602-6503-16-9. 
  7. ^ Statistik Kebahasaan 2019. Jakarta: Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan. 2019. hlm. 11. ISBN 9786028449182. 
  8. ^ "Bahasa di Provinsi Sulawesi Selatan". Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Diakses tanggal 23 Mei 2020. 
  9. ^ "Sejarah Toraja Utara". torajautarakab.go.id. 18 Desember 2013. Diakses tanggal 2 Februari 2017. 
  10. ^ "Bupati dan Wakil Bupati Toraja Utara Dilantik". beritasatu.com. 31 Maret 2016. Diakses tanggal 2 Februari 2017. 
  11. ^ "Resmi, Rede Roni Bare (Plh) Bupati Toraja Utara". Toraya Pos. 1 April 2021. Diakses tanggal 5 April 2021. 
  12. ^ Perolehan Kursi DPRD Toraja Utara 2014-2019
  13. ^ Perolehan Kursi DPRD Toraja Utara 2019-2024[pranala nonaktif permanen]
  14. ^ [1]. Tribun Timur, 13 Mei 2014. Diakses pada 16 Desember 2014.
  15. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  16. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]