Partai Kebangkitan Bangsa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Partai Kebangkitan Bangsa
Ketua umumMuhaimin Iskandar
Ketua Fraksi di DPRCucun Ahmad Syamsurijal
Dibentuk23 Juli 1998; 24 tahun lalu (1998-07-23)
Kantor pusatJalan Raden Saleh 1 No. 9, Menteng
Jakarta Pusat
DKI Jakarta
IdeologiPancasila
Demokrasi Islam
Liberalisme[1]
Pluralisme
Posisi politikTengah[2]
Afiliasi internasionalSentris Demokrat Internasional
Dewan Liberal dan Demokrat Asia
Uni Demokrat Asia Pasifik
Kursi di DPR
58 / 575
Kursi di DPRD Provinsi
180 / 2.232
Situs web
www.pkb.id

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), adalah sebuah partai politik berideologi Moderat di Indonesia. Partai ini didirikan di Jakarta pada tanggal 23 Juli 1998 (29 Rabi'ul Awal 1419 Hijriyah) yang dideklarasikan oleh para kiai-kiai Nahdlatul Ulama, seperti Munasir Ali, Ilyas Ruchiyat, Abdurrahman Wahid, A. Mustofa Bisri,KH Zuhdi Fatkur dan A. Muhith Muzadi).

Tokoh[sunting | sunting sumber]

Pimpinan[sunting | sunting sumber]

Perolehan suara dan kursi[sunting | sunting sumber]

DPR RI[sunting | sunting sumber]

s • b  Perolehan suara Partai Kebangkitan Bangsa pada pemilihan umum legislatif
Tahun Suara % Kursi % +/−
1999 13,336,982 12.61 51 11.03 n/a
2004 11,989,564 10,57 52 9,45 +1
2009 5,146,122 4,94 27 4,82 -25
2014 11,298,957 9,04 47 8,40 +20
2019 13,570,097 9,69 58 10,09 +11


DPRD Provinsi[sunting | sunting sumber]

Pada Pemilu 2019, PKB berhasil mendudukkan 180 kadernya menjadi anggota DPRD Provinsi di 32 provinsi. Selain itu, PKB mendudukkan 4 orang kadernya sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi.

Pemilu Perolehan
Kursi
Jumlah
Provinsi
Provinsi
Juara
Keterangan
2014 145 32 Jawa Timur Tidak memiliki perwakilan di DPRD Provinsi Bali dan Sulawesi Utara.
2019 Kenaikan 180 Steady 32 tidak ada Tidak memiliki perwakilan di DPRD Provinsi Bali dan Kepulauan Bangka Belitung.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Dewan Liberal dan Demokrat Asia (2016). "Nation Awakening Party". Council of Asian Liberals and Democrats. Diakses tanggal 19 Agustus 2019. 
  2. ^ "Guide to the 2019 Indonesian elections: A little psephology". Oktober 2018. 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]