Mustofa Bisri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Ahmad Mustofa Bisri
Gus Mus
Kiai Haji
Ahmad Mustofa Bisri
Mustofa Bisri.jpg
Nama dan Gelar
Semua Gelar
Gelar
(Islam/Sosial)
Kiai Haji
Gelar lainGus
Nama
NamaAhmad Mustofa Bisri
Kelahirannya
Tanggal lahir (M)10
Bulan lahir (M)Agustus
Tahun lahir (M)1944
Tempat lahirRembang
Usia (Tahun hijriyah)
Usia (Tahun masehi)
± 77 Tahun
Agama, Identitas, Kebangsaan
Agama Islam
Etnis (Suku bangsa)
Etnis
(Suku bangsa)
Jawa
KebangsaanIndonesia
Kewarganegaraan
KewarganegaraanIndonesia Bendera Indonesia
Bantuan kotak info

Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri atau lebih sering dipanggil dengan Gus Mus (lahir 10 Agustus 1944) adalah pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang. Gus Mus pernah menjadi Rais Aam Syuriah Nahdlatul Ulama pada tahun 2014 hingga 2015. Beliau adalah salah seorang pendeklarasi Partai Kebangkitan Bangsa dan sekaligus perancang logo PKB yang digunakan hingga kini.

Ia juga seorang penyair dan penulis kolom yang sangat dikenal di kalangan sastrawan. Di samping budayawan, dia juga dikenal sebagai penyair.[1]

Karya[sunting | sunting sumber]

Karya Sastra[sunting | sunting sumber]

  • Ohoi, Kumpulan Puisi Balsem (Pustaka Firdaus, Jakarta, 1991,1994).
  • Tadarus, Antalogi Puisi (Prima Pustaka Yogya, 1993).
  • Pahlawan dan Tikus (kumpulan puisi, Pustaka Firdaus, Jakarta, 1996).
  • Wekwekwek: sajak-sajak bumilangit (1996)
  • Gandrung: Sajak-sajak Cinta ( Mata Air Publishing, 2000)
  • Negeri Daging (Bentang Pustaka, 2002)
  • Rubaiyat Angin dan Rumput (PT Matra Multi Media, 2008)
  • Lukisan Kaligrafi (kumpulan cerpen, Kompas, 2006)
  • Aku Manusia : Kumpulan Puisi (MataAir Publishing, 2016)
  • Konvensi (kumpulan cerpen, Diva Press, 2018)

Karya non-sastra[sunting | sunting sumber]

  • Dasar-dasar Islam (terjemahan, Penerbit Abdillah Putra Kendal, 1401 H).
  • Ensklopedi Ijma' (terjemahan bersama KH. M.A. Sahal Mahfudh, Pustaka Firdaus, Jakarta, 1987).
  • Nyamuk-Nyamuk Perkasa dan Awas, Manusia (gubahan cerita anak-anak, Gaya Favorit Press Jakarta, 1979).
  • Kimiya-us Sa'aadah (terjemahan bahasa Jawa, Assegaf Surabaya).
  • Syair Asmaul Husna (bahasa Jawa, Penerbit Al-Huda Temanggung).
  • Mutiara-mutiara Benjol (Lembaga Studi Filsafat Islam Yogya, 1994).
  • Mahakiai Hasyim Asy'ari (terjemahan, Kurnia Kalam Semesta Yogya, 1996).
  • Metode Tasawuf Al-Ghazali (tejemahan dan komentar, Pelita Dunia Surabaya, 1996).
  • Saleh Ritual Saleh Sosial (Mizan, Bandung, Cetakan II, September 1995).
  • Pesan Islam Sehari-hari (Risalah Gusti, Surabaya, 1997).
  • Al-Muna (Syair Asmaul Husna, Bahasa Jawa, Yayasan Pendidikan Al-Ibriz, Rembang, 1997).
  • Fikih Keseharian (Yayasan Pendidikan Al-Ibriz, Rembang, bersama Penerbit Al-Miftah, Surabaya, Juli 1997).
  • Kado pengantin (kumpulan nasehat untuk pengantin yang ditulis tokoh kiai dan cendekiawan, 1997).
  • Bingkisan Pengantin (antologi puisi tokoh penyair, 2002).
  • Cerita-Cerita Pengantin (kumpulan cerpen yang ditulis para tokoh cerpenis, 2004)

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

  • Sebagai cerpenis, Gus Mus menerima penghargaan “Anugerah Sastra Asia dari Majelis Sastra (Mastera,Malaysia, 2005).
  • UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memberikan gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang Kebudayaan Islam kepada kiai kelahiran Rembang, Jawa Tengah. Acara pemberian gelar tersebut terjadi pada hari Sabtu (30/5/2009) dan dipimpin langsung oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. H. Amin Abdullah.
  • Presiden Joko Widodo atas nama negara memberikan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma kepada dedikasi Gus Mus. Acara penyematan berlangsung di Istana Negara. Jakarta, 13 Agustus 2015.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "KH. A. Mustofa Bisri". 13 May 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-07-19. Diakses tanggal 2005-12-19. 
  2. ^ Hutasoit, Moksa (Kamis 13 Aug 2015, 11:18 WIB). "Jokowi Beri Tanda Kehormatan ke 46 Orang, dari Paloh Sampai Goenawan Mohamad". Jakarta: News.detik.com. Diakses tanggal 13 Agustus 2015.  Keputusan Presiden nomor 86/TK/tahun 2015 tanggal 7 Agustus 2015 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Budaya Paramadharma kepada 8 orang. Terdiri atas: 1. KH. Mustofa Bisri (Gus Mus), pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin Lteteh, Rembang. 2. Goenawan Soesatyo Mohamad, sastrawan budayawan. 3. Alm. Petrus Josephus Zoetmulder, ahli sastra Jawa Kuno dan Penyusun Kamus Jawa Kuno Inggris. 4. Alm. Wasi Jolodoro (Ki Tjokrowasito), komposer musik karawitan Jawa dan pendukung utama Sedra Tari Ramayana. 5. Alm. Hoesein Djajadiningrat, pelopor tradisi keilmuan. 6. Alm. Nursjiwan Tirtaamidjaja, perancang busana dan batik. 7. Alm. Hendra Gunawan, pelukis dan pematung. 8. Alm. Soejoedi Wiroatmojo, arsitek.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan organisasi Islam
Didahului oleh:
KH. Mohammad Ahmad Sahal Mahfudz
Rais Aam
PB Nahdlatul Ulama

2014-2015
Diteruskan oleh:
KH. Ma'ruf Amin