Kabinet Gotong Royong
| Kabinet Gotong Royong | |
|---|---|
Kabinet Pemerintahan Indonesia ke-38 | |
| Dibentuk | 10 Agustus 2001 |
| Diselesaikan | 20 Oktober 2004 |
| Struktur pemerintahan | |
| Presiden | Megawati Sukarnoputri |
| Wakil Presiden | Hamzah Haz |
| Pejabat setingkat menteri | 4 |
| Jumlah menteri | 30 |
| Partai anggota | Koalisi: PDI-P Golkar PPP PKB PAN PK PBB Independen |
| Status di legislatif | DPR RI Koalisi mayoritas: 439 / 462 |
| Sejarah | |
| Pemilihan umum | Pemilihan Legislatif 1999 |
| Periode | DPR RI 1999-2004 |
| Anggaran | Rp427,176 triliun (2004)[1] |
| Nasihat dan persetujuan | DPR RI |
| Pendahulu | Kabinet Persatuan Nasional |
| Pengganti | Kabinet Indonesia Bersatu I |
| Artikel ini adalah bagian dari seri |
| Politik dan Ketatanegaraan Republik Indonesia (Negara Kesatuan Republik Indonesia) |
|---|
| Hukum |
| Pemerintahan Pusat |
| Pemerintahan Daerah |
| Politik Praktis |
| Kebijakan luar negeri |
| ||
|---|---|---|
|
Presiden Indonesia Kepresidenan Kebijakan
|
||
Kabinet Gotong Royong adalah kabinet pemerintahan Indonesia pimpinan Presiden Megawati Sukarnoputri dan Wakil Presiden Hamzah Haz. Kabinet ini dilantik pada 10 Agustus 2001 dan masa baktinya berakhir pada 20 Oktober 2004.
Kabinet ini diumumkan pada 9 Agustus 2001. Berbeda jauh dengan presiden sebelumnya, selama kabinet ini bertugas, Presiden Megawati Soekarnoputri tidak pernah melakukan perombakan kabinet. Tetapi, hanya mengangkat beberapa menteri ad-interim karena beberapa menteri mengundurkan diri sehubungan dengan pencalonan mereka di Pilpres 2004.
Adapun Program Kerja Kabinet Gotong Royong adalah sebagai berikut:
- Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan bangsa dalam kerangka utuh Negara Kesatuan Republik Indonesia.
- Meneruskan proses reformasi dan demokratisasi dalam seluruh aspek kehidupan nasional melalui kerangka, arah, dan agenda yang lebih jelas, dengan terus meningkatkan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia.
- Normalisasi kehidupan ekonomi dan kemasyarakatan untuk memperkuat dasar bagi kehidupan perekonomian rakyat.
- Melaksanakan penegakan hukum secara konsisten, mewujudkan rasa aman serta tenteram dalam kehidupan masyarakat, melakukan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
- Melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif, memulihkan martabat bangsa dan negara serta kepercayaan luar negeri, termasuk lembaga-lembaga pemberi pinjaman dan kalangan investor terhadap pemerintah.
- Mempersiapkan penyelenggaraan Pemilihan Umum 2004 yang aman, tertib, rahasia, dan langsung.
Pimpinan
[sunting | sunting sumber]| Presiden | Wakil Presiden | ||
|---|---|---|---|
| Megawati Soekarnoputri | Hamzah Haz | ||
Anggota
[sunting | sunting sumber]Menteri
[sunting | sunting sumber]Berikut ini adalah menteri Kabinet Gotong Royong.[2]
Pejabat setingkat menteri
[sunting | sunting sumber]Berikut adalah pejabat setingkat menteri pada Kabinet Gotong Royong:
| No. | Jabatan | Potret | Pejabat | Mulai menjabat | Selesai menjabat |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Sekretaris Negara/Sekretaris Kabinet | Bambang Kesowo | 10 Agustus 2001 | 20 Oktober 2004 | |
| 2 | Kepala Badan Intelijen Negara | Abdullah Makhmud Hendropriyono | 10 Agustus 2001 | 8 Desember 2004 | |
| 3 | Jaksa Agung | Suparman (Pelaksana Tugas)[8] |
10 Agustus 2001 | 14 Agustus 2001 | |
| Muhammad Abdul Rachman[9] | 15 Agustus 2001 | 20 Oktober 2004 |
Perubahan susunan kabinet
[sunting | sunting sumber]- 11 Maret 2004: Susilo Bambang Yudhoyono mengundurkan diri karena mencalonkan diri sebagai calon presiden dalam pemilihan presiden 2004. Hari Sabarno mengambil alih Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan merangkap jabatan sebagai Menteri Dalam Negeri.[10]
- 19–22 April 2004: Jusuf Kalla mengundurkan diri dari Kabinet pada 19 April 2004 karena mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden dalam pemilihan presiden 2004. Malik Fadjar mengambil alih Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat merangkap jabatan sebagai Menteri Pendidikan pada 22 April 2004.[11][12]
- 24 Mei 2004: Agum Gumelar mengundurkan diri dari Kabinet karena mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden dalam pemilihan presiden 2004. Soenarno mengambil alih Kementerian Perhubungan merangkap jabatan sebagai Menteri Negara Permukiman dan Prasarana Wilayah.
- 29 September: Hatta Rajasa mengundurkan diri dari kabinet, karena ia terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2004–2009.[13]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2004" (PDF), Pemerintah Indonesia, hlm. 2, 2006-12-29, diakses tanggal 2024-04-24
- ↑ Lumbanbatu, Ramses; Hussein, Agus Salim; Harun Pamungkas, Harun (November 2001). Soekartono; Barus, Sedia Wiling; Rahmat; Astono, Bambang (ed.). Kabinet Gotong Royong 2001–2004. Lembaga Informasi Nasional.
- ↑ Susilo Bambang Yudhoyono mengundurkan diri sehubungan dengan pencalonan dirinya sebagai calon presiden.
- ↑ "Mega Tunjuk Sabarno Pengganti SBY" Diarsipkan 2007-03-11 di Wayback Machine., Pontianak Post, 13 Maret 2004
- ↑ Jusuf Kalla mengundurkan diri sehubungan dengan pencalonan dirinya sebagai calon wakil presiden.
- ↑ "Sunarno Gantikan Agum Gumelar" Diarsipkan 2016-03-07 di Wayback Machine., 25 Mei 2004
- ↑ Hatta Rajasa dilantik menjadi anggota DPR RI pada 1 Oktober 2004.
- ↑ Lagi-lagi, Suparman PLT Jaksa Agung, diakses 3 Desember 2020.
- ↑ Siang Ini M.A. Rahman Dilantik Menjadi Jaksa Agung, diakses 3 Desember 2020.
- ↑ Sinaga, Deddy (12 March 2004). "Hari Sabarno Gantikan Yudhoyono". Tempointeraktif.com. Diakses tanggal 18 July 2025.
- ↑ Ulfah, Maria (23 May 2004). "Jusuf Kalla Serah Terima Jabatan kepada Malik Fadjar". Tempointeraktif.com. Diakses tanggal 23 May 2010.
- ↑ "Siang Nanti Sertijab Menko Kesra". detik.com. 23 May 2004. Diakses tanggal 18 July 2025.
- ↑ "Hatta Menteri, Cecep Rukmana Melenggang ke Senayan". detik.com. 17 October 2004. Diakses tanggal 18 July 2025.
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Kabinet Pemerintahan Indonesia | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Kabinet Persatuan Nasional |
Kabinet Gotong Royong 2001–2004 |
Diteruskan oleh: Kabinet Indonesia Bersatu I |
