Kwik Kian Gie

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kwik Kian Gie
郭建義
Kwik Kian Gie.jpg
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ke-7
Masa jabatan
10 Agustus 2001 – 20 Oktober 2004
PresidenMegawati Soekarnoputri
PendahuluBoediono
PenggantiSri Mulyani Indrawati
Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Indonesia ke-7
Masa jabatan
29 Oktober 1999 – 23 Agustus 2000
PresidenAbdurahman Wahid
PendahuluGinandjar Kartasasmita
PenggantiRizal Ramli
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
Masa jabatan
1 Oktober 1999 – 26 Oktober 1999
Presiden
Ketua MPRAmien Rais
PenggantiSoetjipto Soedjono
Informasi pribadi
Lahir11 Januari 1935 (umur 85)
Bendera Belanda Juwana, Pati, Jawa Tengah, Hindia Belanda
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
PasanganDirkje Johanna de Widt (wafat 2020)
Anak
  • Kwik Ing Hie
  • Kwik Mu Lan
  • Kwik Ing Lan
Alma materUniversitas Erasmus Rotterdam
PekerjaanPolitikus
ProfesiAhli Ekonomi

Kwik Kian Gie (Hanzi sederhana: 郭建义; Hanzi tradisional: 郭建義; Pinyin: Guō Jiànyì) (lahir di Juwana, Pati, Jawa Tengah, 11 Januari 1935; umur 85 tahun) adalah seorang ahli ekonomi dan politikus Indonesia keturunan Tionghoa.[2]

Kwik menjabat sebagai Menteri Koordinator Ekonomi (1999 - 2000) dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional & Ketua Bappenas (2001 - 2004). Kwik merupakan fungsionaris PDI-Perjuangan.

Selain itu, sebagai bentuk pengabdian di dunia pendidikan Indonesia, ia mendirikan Institut Bisnis dan Informatika Indonesia

Latar Belakang[sunting | sunting sumber]

Seusai studi di Nederlandsche Economische Hogeschool (kini bernama Erasmus Universiteit) di Rotterdam, Belanda, Juli 1963, Kwik Kian Gie tak langsung pulang ke Indonesia. Kwik muda bekerja dulu sebagai asisten atase kebudayaan dan penerangan Kedutaan Besar RI di Den Haag, selama satu tahun. Kemudian, ia menjadi direktur perusahaan perkebunan NV Handelsonderneming IPILO, Amsterdam.

Kehidupan di negeri kincir angin memang membawa perubahan besar bagi kehidupan pribadi Kwik. Ia berangkat ke Belanda sendirian, tapi ketika pulang ke Indonesia Kwik membawa serta tiga orang bersamanya. Mereka adalah Dirkje Johanna de Widt (gadis Rotterdam yang menjadi istrinya), serta kedua anaknya Kwik Ing Hie dan Kwik Mu Lan. Dari ketiga anaknya, hanya si bungsu Kwik Ing Lan yang lahir di Indonesia.

Sekembali ke Indonesia pada 1970, putra seorang pengusaha hasil bumi The Kwie Kie ini memasuki dunia bisnis. Awalnya ia memimpin lembaga keuangan nonbank, yaitu Indonesia Financing & Investment Company selama tiga tahun. Ia juga membuka usaha pengelolaan perkebunan di bawah PT Jasa Dharma Utama dan mendirikan PT Altron Panorama Electronics. Yang disebut terakhir menjadi agen tunggal dan distributor beberapa barang elektrik dan elektronik.

Pada 1987, Kwik hengkang dari dunia bisnis (meski hingga 1990 namanya masih tercatat sebagai direktur utama PT Altron Niagatama Nusa). Bagi analis ekonomi yang senantiasa berpenampilan konservatif ini, kegiatan bisnis bukan tujuan utama, melainkan batu loncatan ke dunia yang lebih dicintainya, yaitu pendidikan dan politik. Kwik tidak menisbikan harta, tapi ia tak bersedia menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk mengejar uang.

Lantas, Kwik pun terjun total ke dunia pendidikan dan politik, memenuhi obsesi hidup yang telah diniatkannya sejak remaja. Bersama dua rekannya, Kaharudin Ongko dan Djoenaedi Joesoef, ia mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Institut Bisnis Indonesia (STIE IBII). Di lembaga tersebut ia duduk dalam jajaran dewan direktur.

Sedangkan untuk dunia politik, Kwik bergabung dengan PDI. Di sana ia duduk di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) (sekaligus menjadi salah satu Ketua DPP PDI). Meski kemudian pemerintah menyingkirkan Megawati dari PDI, ia tetap konsisten membela dan mendukung putri sang proklamator itu. Menurut Kwik, kemanusiaan Megawati sangat tinggi.

Reformasi yang berkobar menyusul runtuhnya pimpinan Orde Baru Soeharto, PDI (kemudian bernama PDI Perjuangan) kemudian mendapat ruang gerak yang sebebas-bebasnya. Selanjutnya, Kwik melenggang ke Senayan sebagai anggota DPR RI. Di sana, ia pun dipercaya menjadi Wakil Ketua MPR RI.

Meskipun telah menjadi menteri, daya kritis tetap milik Kwik. Bahkan dalam kapasitasnya sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, ia sempat mengancam akan mundur dari jabatannya itu jika Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham (PKPS) tetap diperpanjang, karena perpanjangan waktu pembayaran utang para konglomerat bermasalah itu dianggapnya tidak adil dan mengorbankan rakyat.

Dirinya sempat dianggap layak diperhitungkan untuk menjadi calon presiden pada Pemilu Presiden 2009, bahkan wacana ini sejak Pemilu Presiden 2004. Saat itu, kelompok organisasi mengajukan Kwik sebagai calon presiden dari Independen, namun UU saat itu belum memperbolehkan hal ini.

Pada Pemilu Presiden 2019, ia menjadi salah satu penasihat ekonomi dari pasangan calon No. Urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Setelah bekerja dalam pengiriman dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, ia melanjutkan studi di Nederlandse Economische hogeschool (saat ini Universitas Erasmus Rotterdam) di Rotterdam, Belanda.

Riwayat Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  1. SMA Bagian C (1955)
  2. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1956; tingkat persiapan)
  3. Nederlandsche Economische Hogeschool, Rotterdam, Belanda (1963)

Karier[sunting | sunting sumber]

  1. Staf lokal Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Den Haag, Belanda (1963–1964)
  2. Direktur Nederlands Indonesische Goederen Associatie (1964–1965)
  3. Direktur NV Handelsonderneming "IPILO", Amsterdam (1965–1970)
  4. Direktur PT Indonesian Financing & Investment Company (1971–1974)
  5. Direktur Utama PT Jasa Dharma Utama (1978)
  6. Komisaris PT Cengkih Zanzibar (1978)
  7. Direktur PT Altron Panorama Electronics (1978–1990)
  8. Ketua Dewan Direktur Institut Bisnis Indonesia (1987–sekarang)
  9. Kepala Badan Litbang PDI (1991-1998)
  10. Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (1999)
  11. Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Indonesia (1999–2000)
  12. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (2001–2004)

Kegiatan lain[sunting | sunting sumber]

  1. Bendahara Yayasan Trisakti
  2. Bendahara Yayasan Pengembangan Perguruan Tinggi Swasta se- Indonesia Pusat (Yapptis-Pusat)
  3. Sekretaris Badan Kerja Harian Yayasan Presetya Mulya
  4. Ketua Bidang Ekonomi Badan Komunikasi Penghayatan Kesatuan Bangsa Pusat (Bakom-PKB Pusat)
  5. Kolumnis masalah-masalah ekonomi dan manajemen

Karya[sunting | sunting sumber]

Buku
  1. Saya Bermimpi Jadi Konglomerat, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta (1993)
  2. Analisa Ekonomi Politik Indonesia, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta (1994)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Agama Buddha Harus Kembali ke Pendidikan!", BuddhaZine, (diakses pada 21 Mei 2016)
  2. ^ Profil Kwik Kian Gie 2004. Diakses tanggal 27 Mei 2020
Jabatan politik
Didahului oleh:
Boediono
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional
2001–2004
Diteruskan oleh:
Sri Mulyani Indrawati
Didahului oleh:
Ginandjar Kartasasmita
Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri
1999–2000
Diteruskan oleh:
Rizal Ramli