Lompat ke isi

Khofifah Indar Parawansa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Khofifah Indar Parawansa
Potret resmi, 2025
Gubernur Jawa Timur ke-14
Mulai menjabat
20 Februari 2025
Wakil GubernurEmil Dardak
Sebelum
Pendahulu
Adhy Karyono (Pj.)
Pengganti
Petahana
Sebelum
Masa jabatan
13 Februari 2019  13 Februari 2024
Wakil GubernurEmil Dardak
Sebelum
Pendahulu
Soekarwo
Pengganti
Adhy Karyono (penjabat)
Sebelum
Menteri Sosial Indonesia ke-29
Masa jabatan
27 Oktober 2014  17 Januari 2018
PresidenJoko Widodo
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Bidang Industri, Perdagangan dan Pembangunan
Masa jabatan
6 Oktober 1999  28 Oktober 1999
Menjabat bersama
Periode 1999–2004
PresidenBacharuddin Jusuf Habibie
Abdurrahman Wahid
Ketua DPRAkbar Tanjung
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Masa jabatan
1 Oktober 2004  30 September 2009
Grup parlemenFraksi Partai Kebangkitan Bangsa
Daerah pemilihanJawa Timur I
Masa jabatan
1 Oktober 1992  28 Oktober 1999
Pengganti
Amru Al Mu'tasyim
Sebelum
Grup parlemenFraksi Partai Persatuan Pembangunan (1992–1999)
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (1998–1999)
Daerah pemilihanJawa Timur
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Indonesia ke-5
Masa jabatan
28 Oktober 1999  23 Juli 2001
PresidenAbdurahman Wahid
Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional ke-4
Masa jabatan
28 Agustus 2000  23 Juli 2001
Ketua Umum Muslimat NU ke-6
Masa jabatan
30 Maret 2000  15 Februari 2025
Sebelum
Pendahulu
Aisyah Hamid Baidlowi
Pengganti
Arifah Fauzi
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir
Khofifah Tegistha

19 Mei 1965 (umur 60)
Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Afiliasi politik
lainnya
  PPP (1991–1998)
  PKB (1998–2008)
Suami/istri
Indar Parawansa
(m. 1992; meninggal 2014)
Anak4
Almamater
PekerjaanPolitikus
KabinetKabinet Persatuan Nasional
Kabinet Kerja
Penghargaan sipilBintang Mahaputera Utama (2020)
Tanda tangan
Facebook: BundaKIP X: KhofifahIP Instagram: khofifah.ip Modifica els identificadors a Wikidata
Sunting kotak info
Sunting kotak info L B
Bantuan penggunaan templat ini

Khofifah Indar Parawansa (lahir 19 Mei 1965) adalah seorang politikus Indonesia yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur sejak 20 Februari 2025 untuk masa jabatan 2025–2030. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur periode 2019–2024. Khofifah menjadi perempuan pertama yang memegang jabatan tersebut. Selain itu, Khofifah juga pernah menjabat sebagai Menteri Sosial Indonesia ke-27 dari tanggal 27 Oktober 2014 hingga 17 Januari 2018.

Sebelum menjadi menteri, Khofifah pernah duduk di DPR RI sebagai Pimpinan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR RI (1992–1997), Pimpinan Komisi VIII DPR RI (1995–1997), Anggota Komisi II DPR RI (1997–1998), Wakil Ketua DPR RI (1999), Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa MPR RI (1999). Pada tahun 1999 hingga 2001, Khofifah ditunjuk oleh GusDur sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan di Kabinet Persatuan Nasional, menjadikan Khofifah sebagai menteri termuda di kabinet tersebut dan merangkap sebagai Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. Pada tahun 2004, Khofifah kembali duduk di DPR RI sebagai Ketua Komisi VII DPR RI (2004–2006), Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa MPR RI (2004–2006), dan Anggota Komisi VII DPR RI (2006).

Khofifah pernah mengikuti Pemilihan umum Gubernur Jawa Timur 2008 berpasangan dengan Mudjiono dan 2013 berpasangan dengan Herman Sumawiredja, namun berturut-turut kalah dari pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf.

Pada tanggal 27 Oktober 2014, Khofifah dipilih oleh Presiden Joko Widodo untuk menjadi Menteri Sosial dalam Kabinet Kerja.[1] Pada tanggal 17 Januari 2018, Khofifah mengundurkan diri dari jabatannya untuk mengikuti Pilgub Jawa Timur 2018 dan digantikan oleh Idrus Marham.

Pada tahun 2018, Khofifah kembali mengikuti Pilgub Jawa Timur bersama Emil Elestianto Dardak (Emil Dardak), Bupati Trenggalek. Pasangan Khofifah-Emil diusung oleh Partai Demokrat, Partai Golkar, PAN, PPP, Partai NasDem, dan Partai Hanura. Khofifah-Emil memenangkan Pilgub Jawa Timur 2018 dengan perolehan suara sebanyak 10.465.218 suara atau 53,55% dari jumlah suara keseluruhan, mengalahkan pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.[2] Pada Pemilihan umum Gubernur Jawa Timur 2024, Khofifah bersama Emil Dardak kembali berpasangan mencalonkan diri sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur untuk periode 2025–2030, diusung oleh 14 partai politik dan berhasil menjadi pemenang dengan perolehan suara sebanyak 12.192.165 suara atau 58,81% dari jumlah suara keseluruhan, mengalahkan pasangan Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta dan Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim.

Dalam kepengurusan organisasi Nahdlatul Ulama, Khofifah menjabat Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU 2025–2030 dan Ketua Umum Muslimat NU selama 4 periode.[3]

Pendidikan

[sunting | sunting sumber]

Khofifah menempuh pendidikan di SD Taquma (1972–1978), SMP Khadijah Surabaya (1978–1981), SMA Khadijah Surabaya (1981–1984), Strata I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga, Surabaya (1984–1991), Strata I Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah, Surabaya (1984–1989), dan Strata II Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Jakarta (1993–1997). Pada tahun 2023, Khofifah dianugerahi gelar kehormatan Doktor Honoris Causa (H.C.) dari Universitas Airlangga, Surabaya.[4]

Penghargaan

[sunting | sunting sumber]

Sejumlah penghargaan diraih Khofifah selama menjabat Gubernur Jatim tahun 2019. Bulan November, ia meraih penghargaan sebagai Gubernur/Kepala Pemerintahan Provinsi Terbaik pada acara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Award 2019 yang digelar di Bali.[5]

Kemudian dari almaternya ia mendapatkan penghargaan sebagai Alumni Berprestasi Universitas Airlangga. Penghargaan ini diberikan karena Khofifah dinilai sebagai alumnus Unair yang memiliki segudang prestasi nasional hingga internasional.[6]

Masih di bulan yang sama, Khofifah meraih dua penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan pertama diraih dalam kategori Pemprov Jatim sebagai Pembina Ormas Terbaik. Sedangkan penghargaan kedua diterima Khofifah selaku Ketua Umum PP Muslimat NU untuk kategori Penghargaan Khusus Bakti Sepanjang Masa atau Long Life Achievement untuk Muslimat NU.[7]

Pada Desember 2019, ia kembali meraih penghargaan sebagai Pemimpin Perubahan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Publik. Khofifah dinilai memiliki komitmen besar dalam melakukan perubahan untuk menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih, baik dan transparan.[8]

Di masa pendemi Covid-19, Khofifah meraih dua penghargaan sekaligus dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Dua penghargaan itu diberikan untuk Nuzulul Quran 1441 H secara daring pertama di dunia dan Khotmil Quran Kubro secara daring terbanyak di dunia.[9][10] Dia dinilai sukses menyelenggarakan acara itu di tengah situasi pandemi Covid-19. Penghargaan lainnya dia terima dari Persatuan Wartawan Indonesia Jatim yakni PWI Special Award berkat kepedulian dan kedekatannya dengan insan media.[11]

Pada tahun 2022, Khofifah meraih penghargaan melalui inovasi Ekonomi Berbasis Pesantren (Ekotren) dalam ajang Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji yang diselenggarakan oleh Kemenpan-RB.[12] Keberhasilan Ekotren yang menjadi bagian inovasi dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Mikro dan Menengah Jawa Timur ini bahkan telah direplikasi di delapan kabupaten atau kota di Jatim, di antaranya Kota Madiun, Kabupaten Probolinggo, Mojokerto, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Magetan, Kabupaten Jombang, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Blitar.[12]

Tanda kehormatan

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Profil Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa". Tribunnews.com. 2025-06-02. Diakses tanggal 2025-06-02.
  2. Media, Kompas Cyber (2018-07-25). "KPU Jatim Tetapkan Khofifah-Emil sebagai Gubernur dan Wagub Terpilih". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-06-02.
  3. Redaksi (2016-11-24). "Khofifah Kembali Pimpin Muslimat NU". SantriNews. Diakses tanggal 2025-06-02.
  4. NEWS, UNAIR (2023-10-15). "UNAIR Anugerahi Khofifah Gelar Doktor Honoris Causa". Universitas Airlangga Official Website. Diakses tanggal 2024-06-06.
  5. "Profil Khofifah Indar Parawangsa". Perempuan Nusantara. 2021-08-20. Diakses tanggal 2022-08-25.
  6. Meilisa, Hilda. "Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Alumni Berprestasi Unair". detikcom. Diakses tanggal 2022-08-25.
  7. antaranews.com (2006-04-01). "Khofifah Kembali Pimpin Muslimat NU". Antara News. Diakses tanggal 2024-08-15.
  8. "Gubernur Jatim Raih Anugerah Pemimpin Perubahan oleh KemenPAN RB". www.dpmd.jatimprov.go.id. Diakses tanggal 2022-08-25.
  9. "Nuzulul Qur'an 1441 H secara Daring Pertama". muri.org (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-08-25.
  10. "Khotmil Qur'an Kubro secara Daring Terbanyak". muri.org (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-08-25.
  11. Arfani, Fiqih (2020-03-04). Malaha, Rolex (ed.). "Gubernur Khofifah terima "special award" dari SIWO PWI Jatim". ANTARA News. Diakses tanggal 2022-08-25.
  12. 1 2 Media, Kompas Cyber (2022-07-28). "Lewat Program Ekotren, Pemprov Jatim Wujudkan 4.125 Lapangan Kerja dan Turunkan Kemiskinan Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2023-01-07.
  13. "Dinilai Berjasa bagi Indonesia, Presiden Jokowi Anugerahkan Bintang Mahaputera Utama kepada Gubernur Khofifah". kompas.id. 2020-11-12. Diakses tanggal 2025-08-26.
  14. Jatim, Kwarda (2024-08-15). "Kak Khofifah Indar Parawansa Mendapatkan Lencana Melati dari Kwarnas". Kwarda Jatim. Diakses tanggal 2025-08-26.
  15. "Sukses Bangun Kawasan Pesisir, Gubernur Khofifah Dianugerahi Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya". Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur. Diakses tanggal 2025-08-26.
  16. Agency, ANTARA News. "Khofifah satu-Satunya gubernur yang terima Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha Presiden RI". ANTARA News Jawa Timur. Diakses tanggal 2025-08-26.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
Jabatan politik
Didahului oleh:
Adhy Karyono (Pj.)
Gubernur Jawa Timur
2025–sekarang
Petahana
Didahului oleh:
Soekarwo
Gubernur Jawa Timur
2019–2024
Diteruskan oleh:
Adhy Karyono (Pj.)
Didahului oleh:
Salim Segaf Al-Jufri
Menteri Sosial Indonesia
2014–2018
Diteruskan oleh:
Idrus Marham
Didahului oleh:
Tuty Alawiyah
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan
1999–2001
Diteruskan oleh:
Sri Redjeki Sumarjoto