Jacob Nuwa Wea
Jacob Nuwa Wea | |
|---|---|
![]() | |
| Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia ke-23 | |
| Masa jabatan 10 Agustus 2001 – 20 Oktober 2004 | |
| Presiden | Megawati Soekarnoputri |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 14 April 1944 Keo Tengah, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Masa Pendudukan Jepang |
| Meninggal | 9 April 2016 (umur 71) Penang, Malaysia |
| Partai politik | PDI (1971–1998) PDI Perjuangan (1999–2016) |
| Suami/istri | Angelina Julia Ani Amiasih |
| Anak | 4 |
| Pekerjaan | Politikus |
Drs. Jacob Nuwa Wea (14 April 1944 – 9 April 2016) adalah Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Kabinet Gotong Royong. Lulusan Akademi Ilmu Perburuhan Jakarta tahun 1978 ini juga adalah pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Biografi
[sunting | sunting sumber]Jacob Nuwa Wea yang lahir di Flores, Nusa Tenggara Timur tanggal 14 April 1944 adalah Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Kabinet Gotong Royong. Selain itu Jacob Nuwa Wea juga merupakan pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Minatnya terhadap persoalan tenaga kerja lah yang membuat Jacob kemudian memutuskan untuk masuk ke Akademi Ilmu Perburuhan Jakarta pada tahun 1978. Setelah sebelumnya menamatkan sekolah rakyat di Flores, SMP di Ende, dan SPMA di Mataram. Jacob mengaku tak berpendidikan tinggi tetapi kaya pengalaman berorganisasi dan LSM. Dia tetap menjalankan aktivitas politiknya dan menyalurkan aspirasi politiknya lewat Partai Nasional Indonesia.
Jacob sebenarnya tidak pernah bercita-cita menjabat pejabat tinggi ini, tetapi ketika melihat nasib para buruh pekerja yang teraniaya dan jauh dari kata makmur, hatinya mulai tergerak untuk turut memperjuangkan nasib para buruh pekerja tersebut. Sebagai mantan Ketua DPP Konfederasi SPSI Jacob merasa terpanggil untuk bersuara keras atas nama pekerja. Dia pernah memimpin buruh untuk berunjuk rasa ketika mereka merasa hak-haknya sebagai pekerja diinjak-injak pengusaha. Dari aktivitasnya di SPSI ditambah lagi keanggotaannya dalam jajaran DPP PDI-P inilah yang mengantarkan Jacob sebagai anggota DPR. Hingga akhirnya mantan Wakil Ketua DPD PDI-P DKI Jakarta ini dipercaya Presiden Megawati Sukarnoputri untuk menduduki kursi menteri.
Menjadi seorang menteri, tidak lantas membuat bekas anggota Departemen Buruh Tani dan Nelayan di PDI-P ini menjadi sombong. Dia tetap dikenal di kalangannya sebagai pribadi yang low profile. Ada tiga hal yang ingin dicapai oleh Jacob yaitu meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya, menegakkan supremasi hukum dengan memperjuangkan dua rancangan UU Pembinaan dan Perlindungan Ketenagakerjaan, serta Rancangan UU Penyelesaian Perselisihan Industrial. Soal transmigrasi dan pengungsi yang kini menjadi lahan garapannya, dia berpendapat, pengungsi akan dipulangkan ke daerah asal.[1]
Referensi
[sunting | sunting sumber]| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Al Hilal Hamdi |
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi 2001–2004 |
Diteruskan oleh: Fahmi Idris |
- Kelahiran 1944
- Kematian 2016
- Meninggal usia 71
- Tokoh Flores
- Tokoh Nusa Tenggara Timur
- Politikus Indonesia
- Politikus Partai Nasional Indonesia
- Politikus Partai Demokrasi Indonesia
- Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
- Anggota DPR RI 1987–1992
- Anggota DPR RI 1992–1997
- Anggota DPR RI 1999–2004
- Menteri Indonesia
- Menteri Ketenagakerjaan Indonesia
- Ketua DPP KSPSI




