Lompat ke isi

Abdul Malik Fadjar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Abdul Malik Fadjar
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Indonesia
Masa jabatan
19 Januari 2015  20 Oktober 2019
PresidenJoko Widodo
Wakil PresidenJusuf Kalla
Ketua DewanSri Adiningsih
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Indonesia
ad-interim
Masa jabatan
22 April 2004  20 Oktober 2004
PresidenMegawati Soekarnoputri
Wakil PresidenHamzah Haz
Sebelum
Pendahulu
Jusuf Kalla
Pengganti
Alwi Shihab
Sebelum
Menteri Pendidikan Nasional Indonesia ke-24
Masa jabatan
10 Agustus 2001  20 Oktober 2004
PresidenMegawati Soekarnoputri
Wakil PresidenHamzah Haz
Menteri Agama Indonesia ke-17
Masa jabatan
23 Mei 1998  20 Oktober 1999
PresidenB. J. Habibie
Informasi pribadi
Lahir22 Februari 1939
Yogyakarta, Hindia Belanda
Meninggal7 September 2020(2020-09-07) (umur 81)
Jakarta
MakamTaman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata
Partai politikIndependen
Orang tuaFadjar Martodiharjo (ayah)
Salamah Fadjar (ibu)
AlmamaterIAIN Sunan Ampel
PekerjaanGuru
Tanda tangan
Sunting kotak info
Sunting kotak info L B
Bantuan penggunaan templat ini

Abdul Malik Fadjar (22 Februari 1939  7 September 2020) adalah anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang menjabat sejak 19 Januari 2015. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan Nasional pada Kabinet Gotong Royong. Ia adalah lulusan tahun 1972 dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya. Pada 19 Januari 2015, ia dipilih Presiden Joko Widodo menjadi salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Referensi

[sunting | sunting sumber]

    https://www.youtube.com/watch?v=icj6N8OUTf4

    Jabatan politik
    Didahului oleh:
    Jusuf Kalla
    Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Indonesia
    ad-interim

    2004
    Diteruskan oleh:
    Alwi Shihab
    Didahului oleh:
    Yahya Muhaimin
    Menteri Pendidikan Nasional
    2001–2004
    Diteruskan oleh:
    Bambang Sudibyo
    Didahului oleh:
    Quraisy Shihab
    Menteri Agama Indonesia
    1998–1999
    Diteruskan oleh:
    Muhammad Tolchah Hasan