Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Dewan Pertimbangan Presiden)
Lompat ke: navigasi, cari
Dewan Pertimbangan Presiden
Republik Indonesia
National emblem of Indonesia Garuda Pancasila.svg
Gambaran Umum
Singkatan Wantimpres
Didirikan 10 April 2007
Dasar hukum pendirian Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2006
Struktur
Ketua Wantimpres Sri Adiningsih[1]
Kantor pusat
Jalan Veteran III Jakarta Pusat
DKI Jakarta, Indonesia
Situs web
www.wantimpres.go.id

Dewan Pertimbangan Presiden (biasa disingkat Wantimpres) adalah lembaga pemerintah nonstruktural Indonesia yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada presiden. Wantimpres pertama kali dibentuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2007. Lembaga ini merupakan kelanjutan dari Dewan Pertimbangan Agung yang dibubarkan setelah Perubahan Ke-4 UUD 1945.

Kedudukan[sunting | sunting sumber]

Landasan konstitusional Wantimpres adalah Pasal 16 UUD 1945, yang selanjutnya diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2006 tentang Dewan Pertimbangan Presiden. Berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2006, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) adalah lembaga pemerintah yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 Undang Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Wantimpres berkedudukan di bawah Presiden dan bertanggung jawab kepada Presiden.[2]

Tugas, Hak dan Kewajiban[sunting | sunting sumber]

Tugas Wantimpres adalah untuk memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan negara. Pemberian nasihat dan pertimbangan tersebut Wajib dilakukan oleh Wantimpres baik diminta ataupun tidak oleh Presiden. Penyampaian nasihat dan pertimbangan tersebut dapat dilakukan secara perorangan maupun sebagai satu kesatuan nasihat dan pertimbangan seluruh anggota dewan.

Dalam menjalankan tugasnya, Wantimpres melaksanakan fungsi nasihat dan pertimbangan yang terkait dengan pelaksanaan kekuasaan pemerintahan negara. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya tersebut, Wantimpres tidak dibenarkan memberikan keterangan, pernyataan, dan/atau menyebarluaskan isi nasihat dan pertimbangan kepada pihak manapun.

Atas permintaan Presiden, Wantimpres dapat mengikuti sidang kabinet serta kunjungan kerja dan kunjungan kenegaraan. Dalam melaksanakan tugasnya, Wantimpres dapat meminta informasi dari instansi pemerintah terkait dan lembaga negara lainnya. Selain itu, kepada Ketua dan Anggota Wantimpres diberikan hak keuangan dan fasilitas lainnya sesuai dengan yang diberikan kepada Menteri Negara.

Untuk memperlancar pelaksanaan tugas Wantimpres, masing-masing Anggota Wantimpres, dibantu oleh satu orang Sekretaris Anggota Wantimpres. Sekretaris Anggota Wantimpres mempunyai tugas memberikan masukan dan/atau telaahan berdasarkan keahliannya kepada Anggota Wantimpres yang dibantunya. Akan tetapi, Sekretaris Anggota Wantimpres tidak dapat bertindak atas nama dan/atau mewakili Wantimpres.[3]

Anggota[sunting | sunting sumber]

Anggota Wantimpres berjumlah 9 orang, dimana salah satunya merangkap sebagai ketua. Jabatan ketua dapat dijabat secara bergantian oleh para anggota. Anggota Wantimpres diangkat paling lambat 3 bulan sejak pelantikan presiden, dan berakhir masa jabatannya bersamaan dengan masa jabatan presiden atau karena diberhentikan oleh presiden.

Periode 2007 – 2009[sunting | sunting sumber]

Dewan Pertimbangan Presiden periode pertama diangkat oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Keputusan Presiden Nomor 28/M Tahun 2007 tanggal 26 Maret 2007 dan dilantik pada 10 April 2007 dengan Ali Alatas sebagai Ketua. Karena wafat saat menjabat, TB Silalahi menggantikan posisi Ali Alatas sebagai Ketua Wantimpres.[4] Berikut daftar Anggota Wantimpres terdiri dari:[5]

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden 2007-2009
Bidang Hubungan Internasional Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan Politik Ekonomi Kehidupan Beragama Pertahanan dan Keamanan Sosial dan Budaya Pertanian Hukum
Anggota Ali Alatas Wantimpres.jpg Emil Salim.jpg Rachmawati soekarnoputri.jpg Dr Sjahrir.jpg Maruf amin.jpg Tiopan Bernhard Silalahi.jpg Subur-Budhisantoso.jpg Radi Andi Gany.jpg Adnan-Buyung-Nasution.jpg
Ali Alatas
(Ketua 2007-2008)
Emil Salim Rachmawati Soekarnoputri Syahrir Ma'ruf Amin Tiopan Bernhard Silalahi
(Ketua 2008-2009)
Subur Budhisantoso Radi A. Gani Adnan Buyung Nasution

Periode 2010 - 2012[sunting | sunting sumber]

Pada 25 Januari 2010, Presiden SBY melantik anggota Wantimpres baru yang diangkat berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 13/P Tahun 2010. Mereka adalah:[6]

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden 2010-2012
Bidang Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan Hubungan Internasional Politik Ekonomi Kehidupan Beragama dan Pertanian Pertahanan dan Keamanan Sosial dan Budaya Kesehatan Hukum
Anggota Emil Salim.jpg Hassan Wirajuda, Foreign Minister.jpg Ryaas Rasyid.jpg Ginandjar-Kartasasmita MPR.jpg Maruf amin.jpg Kabinet widodo-as.jpg Kabinet meuthia.jpg Kabinet IB Siti Fadilah.jpg Jimly asshiddiqie.jpg
Emil Salim
(Ketua)
Hassan Wirajuda Ryaas Rasyid Ginandjar Kartasasmita Ma'ruf Amin Widodo Adi Sutjipto Meutia Farida Hatta Siti Fadilah Supari Jimly Asshiddiqie

Periode 2012 - 2014[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Keppres No. 2/M Tahun 2012, anggota wantimpres adalah:[7]

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden 2012-2014
Bidang Ekonomi dan Lingkungan hidup Hubungan luar negeri dan Internasional Pemerintahan dan Reformasi Birokrasi Pembangunan dan Otonomi daerah Hubungan antar agama Pertahanan dan Keamanan Pendidikan dan Kebudayaan Kesejahteraan rakyat Hukum dan Hak Asasi Manusia
Anggota Emil Salim.jpg Hassan Wirajuda, Foreign Minister.jpg Ryaas Rasyid.jpg Ginandjar-Kartasasmita MPR.jpg Maruf amin.jpg Kabinet widodo-as.jpg Kabinet meuthia.jpg Kabinet IB Siti Fadilah.jpg Albert-hasibuan.jpg
Emil Salim
(Ketua)
Hassan Wirajuda Ryaas Rasyid Ginandjar Kartasasmita Ma'ruf Amin Widodo Adi Sutjipto Meutia Farida Hatta Siti Fadilah Supari Albert Hasibuan

Periode 2015 - 2019[sunting | sunting sumber]

Pada 19 Januari 2015, berdasarkan Keppres No. 6/P Tahun 2015 dan Keppres 8/P Tahun 2015, Presiden Joko Widodo melantik 9 orang untuk periode 2015 - 2019[8].

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden 2015-2019
Bidang
Anggota Sri Adiningsih.jpg Sidharto Danusubroto.jpg Yusuf Kartanegara.jpg Hasyim Muzadi.jpg Suharso Monoarfa.jpg Rusdi Kirana.jpg Jan Darmadi.jpg Abdul malik fdj.jpg Jenderal TNI Subagyo HS.png
Sri Adiningsih[9]
(Ketua)
Sidarto Danusubroto Yusuf Kartanegara Hasyim Muzadi Suharso Monoarfa Rusdi Kirana Jan Darmadi Abdul Malik Fadjar Subagyo Hadi Siswoyo

Lihat Juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]