Nusa Tenggara Timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Nusa Tenggara Timur
Provinsi di Indonesia
NTT
Pulau Komodo
Bendera Nusa Tenggara Timur
Bendera
Lambang resmi Nusa Tenggara Timur
Peta
Peta
Negara Indonesia
Hari jadi20 Desember 1958
Ibu kotaKota Kupang
Jumlah satuan pemerintahan
Pemerintahan
 • GubernurViktor Laiskodat
 • Wakil GubernurJosef Nae Soi
 • Sekretaris DaerahBenediktus Polo Maing
 • Ketua DPRDEmi Nomleni
Luas
 • Total47.931,54 km2 (18,506,47 sq mi)
Populasi
 • Total5.325.566
 • Kepadatan111/km2 (290/sq mi)
Demografi
 • AgamaKristen 89,77%
Katolik 53,57%
Protestan 36,20%
Islam 9,45%
Marapu 0,66%
Hindu 0,11%
Buddha 0,01%[2]
 • BahasaIndonesia (bahasa resmi)
Uab Meto, Manggarai, Rote, Tetun
 • IPM 65,19  Sedang  (2020)
Increase 65,23  Sedang  (2019)[3]
Zona waktuUTC+08:00 (WITA)
Kode pos
85xxx-87xxx
Kode area telepon
ISO 3166 codeID-NT
Pelat kendaraan
Dasar hukum pendirianUU 64/1958
DAURp 1.922.975.903.000,- (2020)[4]
Lagu daerahMoree, Bolelebo, Oras Loro Malirin, Es Kaubele, Aua Ia Mana Lolobanda, Anak Kambing Saya, O Nina Noi, Potong Bebek Angsa, Desaku, Lerang Wutun, Orere, Putar - Putar Kopi, Bale Nagi
FloraCendana
FaunaKomodo
Situs webnttprov.go.id

Nusa Tenggara Timur (disingkat NTT) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang meliputi bagian timur Kepulauan Nusa Tenggara. Provinsi ini memiliki ibu kota di Kota Kupang dan memiliki 22 kabupaten/kota. Provinsi ini berada di Sunda Kecil.[5][6] Tahun 2020, penduduk provinsi ini berjumlah 5.325.566 jiwa, dengan kepadatan 111 jiwa/km2.[1]

Setelah pemekaran, Nusa Tenggara Timur adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tenggara Indonesia. Provinsi ini terdiri dari beberapa pulau, antara lain Pulau Flores, Pulau Sumba, Pulau Timor, Pulau Alor, Pulau Lembata, Pulau Rote, Pulau Sabu, Pulau Adonara, Pulau Solor, Pulau Komodo dan Pulau Palue.

Provinsi ini terdiri dari kurang lebih 550 pulau, tiga pulau utama di Nusa Tenggara Timur adalah Pulau Flores, Pulau Sumba dan Timor Belanda (biasa disebut Timor Barat).

Arti lambang[sunting | sunting sumber]

Arti lambang Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah sebagai berikut:

  • Berbentuk perisai dengan sudut lima dengan maksud, selain melambangkan makna perlindungan rakyat juga melambangkan Pancasila.
  • Dalam perisai terberkas: bintang, komodo, padi dan kapas, tombak dan pohon beringin.
  • Bintang melambangkan keagungan Tuhan yang Maha Esa, komodo satu-satunya reptil prasejarah yang hingga kini masih lestari. Binatang purba ini merupakan reptil raksasa yang oleh dunia dinyatakan dilindungi karena jenis hewan ini hanya terdapat di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di pulau Komodo. Banyak wisatawan dari seluruh dunia datang ke pulau ini hanya untuk melihat komodo.
  • Padi-kapas melambangkan kemakmuran.
  • Tombak melambangkan keagungan dan kejayaan.
  • Pohon beringin melambangkan persatuan dan kesatuan yang tetap terpelihara.
  • Hari terbentuknya provinsi Nusa Tenggara Timur dilukiskan melalui jumlah padi (14) dan tahun 1958 tertera langsung pada sudut bawah lambang.

Bahasa Daerah[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan persebaran bahasa di setiap Kabupaten, dapat diketahui bahasa daerah Provinsi NTT adalah sebagai berikut

  1. Di Kabupaten Sikka terdapat 6 bahasa daerah yaitu:
    • Sara Sikka Krowe, merupakan bahasa daerah yang banyak dipakai oleh Etnis Ata Sikka Krowe dengan sub-etnis lainnya seperti Ko'ung Sikka-Lela, Ko'ung Koting, Ko'ung Nele-Halat-Baluele, Ko'ung ili Wetak-Arat, Ko'ung tiewekloang Watublapi, Ko'ung Wagete-Mudung-Hoder, Ko'ung Bola-Wolokoli-Wolon Walu dan Ko'ung Doreng Halehebing
    • Sara Sikka Muhan atau Sikka Krowe Muhan digunakan oleh etnis Ai yang mendiami wilayah Kringa dan sekitarnya
    • Sara Muhan, digunakan oleh penduduk di sebelah timur utama perbatasan wilayah Kabupaten Flores Timur-Larantuka-Muhang Jawa
    • Sara Lu'a Kapa Raja disebut juga bahasa Palu'e yang digunakan di Pulau Api Rokatenda oleh sub entis Nge Rajawawi dan Nge Lajakrapaw, Nge Kimaloja, Nge Kinje, Nge Pima dan Nge Uwi Muri.
    • Sara Lio Krowe dipakai oleh subetnis Mbengu, Bu, Mego dan Nuo Lolo
    • Sara Tindung Bajo Lau digunakan oleh penduduk etnis Sulawesi Selatan seperti subetnis Bugis, Bajo dan Bonarate.[7]
  2. Di Kabupaten Manggarai Barat, ditemui bahasa Austronesia dan bahasa Dieng yang digunakan oleh etnis Dieng[7]
  3. Di Kabupaten Flores Timur, dijumpai empat bahasa daerah yaitu bahasa Kedong, Lamaholot, Melayu dan Boru Hewa[7].

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar gubernur[sunting | sunting sumber]

No Foto Gubernur Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Ket. Wakil
Gubernur
1 Willem Johannis Lalamentik (cropped).jpg W. J. Lalamentik 20 Desember 1958 12 Juli 1966 1 El Tari
(1965–66)
2 Gubernur NTT El Tari.png El Tari 12 Juli 1966 Agustus 1972 2 [ket. 1] Tidak ada
Agustus 1972 29 April 1978 3
Acting Governor of East Nusa Tenggara Wang Suwandi.png Wang Suwandi 29 April 1978 16 Juni 1978 [ket. 2]
3 Ben mboi.jpg Ben Mboi 1978 1983 4 [ket. 3]
1983 1988 5 G. Boeky
(1986–1991)
4 Gubernur NTT Hendrik Fernandez.png Hendrikus Fernandez 1988 1993 6 [ket. 4]
S. H. M. Lerick
(1991–1996)
5 Gubernur NTT Herman Musakabe.png Herman Musakabe 1993 1998 7 [ket. 5]
Piet Alexander Tallo
(1996–1998)
6 Gubernur-NTT-Piet-A-Tallo.jpg Piet Alexander Tallo 1998 2003 8 Johanes Pake Pani
2003 2008 9 [ket. 6] Frans Lebu Raya
7 Gubernur NTT lebu raya.jpg Frans Lebu Raya 16 Juli 2008 16 Juli 2013 10 [ket. 7] Esthon L. Foenay
16 Juli 2013 16 Juli 2018 11 [8] Benny Alexander Litelnoni
Robert Simbolon.jpg Robert Simbolon
(Penjabat)
17 Juli 2018 5 September 2018 [9]
8 Gubernur NTT Viktor Laiskodat.jpg Viktor Laiskodat 5 September 2018 Petahana 12 Josef Nae Soi


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

DPRD NTT beranggotakan 65 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. Pimpinan DPRD NTT terdiri dari 1 Ketua dan 3 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik pemilik jumlah kursi dan suara terbanyak. Anggota DPRD NTT yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 3 September 2019 oleh Ketua Pengadilan Tinggi Kupang, Andreas don Rade, di Gedung DPRD Provinsi NTT. Komposisi anggota DPRD NTT periode 2019-2024 terdiri dari 11 partai politik dimana PDI Perjuangan dan Partai Golkar adalah partai politik pemilik kursi terbanyak yaitu masing-masing 10 kursi.[10][10][11][12][13] Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD NTT dalam empat periode terakhir.[14][15][16]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2004-2009 2009-2014 2014-2019 2019-2024
RepublikaN.jpg RepublikaN (baru) 1
Logo Partai Pemuda Indonesia (PPI).png PPI (baru) 1
Karyaperjuangan.gif PKP (baru) 1
Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN).png PPRN (baru) 1
Pnbk.jpg PNBK 1 0
PKPB.gif PKPB 0 Increase 3
Logo PDK.jpg PDK 2 1
PPDI.gif PPDI 4 1
2 1
Logo Partai Damai Sejahtera.svg PDS 4 3
  PKB
4 1 Increase 5 Increase 7
  PDIP
12 9 Increase 10 Steady 10
  Golkar
21 11 Steady 11 10
  PKS
0 Increase 1 Increase 2 0
  PPP
1 Steady 1 0 Increase 1
  PAN
0 Increase 1 Increase 5 Increase 6
2 Increase 7 Increase 8 4
  PKPI
2 0 Increase 3 0
(baru) 6 Increase 8 6
  Hanura
(baru) 5 Steady 5 Steady 5
  NasDem
(baru) 8 Increase 9
PartaiPerindo.png Perindo (baru) 6
  PSI
(baru) 1
Jumlah Anggota 55 Steady 55 Increase 65 Steady 65
Jumlah Partai 11 Increase 18 10 Increase 11


Kabupaten dan Kota[sunting | sunting sumber]

No. Kabupaten/kota Pusat pemerintahan Bupati/wali kota Luas wilayah (km2)[17] Jumlah penduduk (SP 2020) [18] Kecamatan Kelurahan/desa Lambang
Peta lokasi
1 Kabupaten Alor Kalabahi Amon Djobo 2.864,60 211.872 17 17/158
Lambang Kabupaten Alor.jpg
2 Kabupaten Belu Atambua Agustinus Taolin 1.284,97 217.973 12 12/69
Lambang Kabupaten Belu.jpg
3 Kabupaten Ende Ende Djafar H. Achmad 2.046,50 270.763 21 23/255
Lambang Kabupaten Ende.png
4 Kabupaten Flores Timur Larantuka Antonius Hubertus Gege Hadjon 1.813,20 276.896 19 21/229
Lambang Kabupaten Flores Timur.jpg
5 Kabupaten Kupang Oelamasi Korinus Masneno 5.434,76 366.383 24 17/160
Lambang Kabupaten Kupang.png
6 Kabupaten Lembata Lewoleba Eliaser Yentji Sunur 1.266,00 135.930 9 7/144
Lambang Kabupaten Lembata.jpg
7 Kabupaten Malaka Betun Simon Nahak 1.160,63 183.898 12 -/127
Lambang Kabupaten Malaka.png
8 Kabupaten Manggarai Ruteng Herybertus Geradus Laju Nabit 2.096,44 312.855 12 26/145
Lambang Kabupaten Manggarai.jpg
9 Kabupaten Manggarai Barat Labuan Bajo Edistasius Endi 2.397,03 256.317 12 5/164
Lambang Kabupaten Manggarai Barat.png
10 Kabupaten Manggarai Timur Borong Agas Andreas 2.642,93 275.603 9 17/159
Lambang Kabupaten Manggarai Timur.png
11 Kabupaten Nagekeo Mbay Johanes Don Bosco Do 1.416,96 159.732 7 16/97
Lambang Kabupaten Nagekeo.png
12 Kabupaten Ngada Bajawa Andreas Paru 1.645,88 165.254 12 16/135
Lambang Kabupaten Ngada.jpg
13 Kabupaten Rote Ndao Baa Paulina Haning-Bullu 1.280,00 143.764 10 7/112
Lambang Kabupaten Rote Ndao.jpeg
14 Kabupaten Sabu Raijua Seba Doris Alexander Rihi (Pj.) 460,54 89.327 6 5/58
Lambang Kabupaten Sabu Raijua.png
15 Kabupaten Sikka Maumere Fransiskus Roberto Diogo 1.731,90 321.953 21 13/147
Lambang Kabupaten Sikka.png
16 Kabupaten Sumba Barat Waikabubak Johanes Dade 737,42 145.097 6 11/63
Lambang Kabupaten Sumba Barat.gif
17 Kabupaten Sumba Barat Daya Tambolaka Markus Dairo Talu 1.480,46 303.650 11 2/173
Lambang Kabupaten Sumba Barat Daya.jpg
18 Kabupaten Sumba Tengah Waibakul Paulus Limu 1.868,74 85.482 5 -/65
Lambang Kabupaten Sumba Tengah.png
19 Kabupaten Sumba Timur Waingapu Khristofel Praing 7.000,50 244.820 22 16/140
Lambang Kabupaten Sumba Timur.jpg
20 Kabupaten Timor Tengah Selatan Soe Egusem Piether Tahun 3.947,00 455.410 32 12/266
Lambang Kabupaten Timor Tengah Selatan.jpg
21 Kabupaten Timor Tengah Utara Kefamenanu Juandi David 2.669,70 259.829 24 33/160
Lambang Kabupaten Timor Tengah Utara.jpg
22 Kota Kupang - Jefirstson Riwu Kore 180,27 442.758 6 51/-
Lambang Kota Kupang.jpg


Populasi[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk di provinsi ini adalah 4.683.827 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,07%. Jumlah penduduk laki-laki sebanyak 2.326.487 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 2.357.340 jiwa (2010). Kepadatan penduduk di Nusa Tenggara Timur sebesar 96 jiwa/km2, dengan presentasi penduduk yang tinggal di perkotaan kurang lebih 20%, dan sisanya sebesar 80% mendiami kawasan pedesaan. Sesuai data Kementerian Dalam Negeri Nusa Tenggara Timur tahun 2020, sebagian besar penduduk beragama Kristen yakni 89,77%, dengan rincian persentase Katolik 53,57% kemudian Protestan 36,20%. Pemeluk agama Islam sebanyak 9,45%, kemudian kepercayaan setempat yakni Marapu 0,66%, sebagian kecil lagi beragama Hindu 0,11% dan Budha 0,01%.[2]

Tingkat pendaftaran Sekolah Menengah adalah 39% yang jauh di bawah rata-rata Indonesia, yaitu 80.49% tahun 2003/04 (menurut UNESCO). Minuman berupa air bersih, sanitasi dan kurangnya sarana kesehatan menyebabkan terjadinya kekurangan gizi anak (32%) dan kematian bayi (71 per 1000) juga lebih besar dari kebanyakan provinsi Indonesia lainnya.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Menurut berbagai standar ekonomi, ekonomi di provinsi ini lebih rendah daripada rata-rata Indonesia, dengan tingginya inflasi (15%), pengangguran (30%) dan tingkat suku bunga (22-24%).

Kepulauan[sunting | sunting sumber]

Seperti halnya Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi yang didominasi oleh kepulauan, tiga pulau utama di wilayah ini adalah Pulau Flores, Pulau Sumba, dan Pulau Timor bagian Barat. Gugusan kepulauan ini sering disingkat dengan nama "Flobamora"

Sedangkan pulau-pulau lain di antaranya adalah Pulau-pulau Adonara, Alor, Babi, Besar, Bidadari, Dana, Komodo, Rinca, Lomblen, Loren, Ndao, Palue, Pamana, Pamana Besar, Pantar, Rusa, Raijua, Rote (pulau terselatan di Indonesia), Sawu, Semau dan Solor.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Komodo spesies kadal terbesar di dunia
Danau Kelimutu
Rumah adat Bondokodi Sumba
  • Pulau Komodo dengan Komodo Naga
  • Danau Kelimutu di Flores, 3 danau kawah dengan warna berbeda
  • Gunung Mutis di Kecamatan Fatumnasi, Kab. TTS, titik tertinggi di provinsi ini dan dikenal sebagai area pendakian & pengamatan burung
  • Semana Santa di Larantuka
  • Rumah adat dan pasola di Pulau Sumba
  • Penyelaman di Pulau Alor
  • Pantai Nemberalla di Rote Ndao
  • Pantai Pink di Pulau Padar
  • Rumah Adat di Kampung Bena, Bajawa-Kabupaten Ngada
  • Taman Wisata 17 Pulau di Riung, Kabupaten Ngada
  • Taman Wisata Air Panas Mengeruda Soa, Bajawa- Kabupaten Ngada
  • Kelabba Madja di Sabu Raijua
  • Tradisi berburu Paus di Lembata
  • Rumah Adat Wae Rebo di Manggarai
  • Kampung Adat Bena, di Bajawa

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Laut Flores
Timur Timor Leste, Provinsi Maluku, dan Laut Banda
Selatan Samudra Hindia
Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Pembentukan Desa Gaya Baru dari Kerajaan-kerajaan Tradisional. Mengerahkan tenaga motivator pembangunan Desa. Motto : "Tanam, Tanam, sekali lagi Tanam; Kalau bukan sekarang kapan lagi"
  2. ^ Penjabat Gubernur, Mempersiapkan pemilihan Gubernur periode berikutnya
  3. ^ Operasi Nusa Makmur (ONM); Operasi Nusa Hijau (ONH); Operasi Nusa Sehat (ONS); Operasi Benah Desa
  4. ^ Gerakkan Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (GEMPAR), Gerakan Membangun Desa (GERBADES)
  5. ^ Tujuh Program Strategis, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Penanggulangan Kemiskinan Pembangunan Ekonomi Pengembangan dan Pemanfaatan IPTEK Penataan Ruang Pengembangan Sistem Perhubungan Pengembangan Kepariwisataan
  6. ^ Periode kedua. Kebijakan yang dilaksanakan: Program Tiga Batu Tungku, Ekonomi Rakyat, Pendidikan Rakyat, Kesehatan Rakyat. Motto : “Mulailah membangun dari apa yang dimiliki rakyat dan apa yang ada pada rakyat”
  7. ^ Periode pertama. Kebijakan yang dilaksanakan, ANGGUR MERAH. Motto : “Sehati se suara membangun NTT baru”

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2021" (pdf). BPS. hlm. 9, 113. Diakses tanggal 2 April 2021. 
  2. ^ a b "Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2020". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 2 April 2021. 
  3. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2 020". www.bps.go.id. Diakses tanggal 2 April 2021. 
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 2 April 2021. 
  5. ^ "Badak Sunda dan Harimau Sunda". "[...] Mr. Muhamad Yamin yang pada 1950-an ketika menjadi Menteri P.P. dan K. mengganti istilah Kepulauan Sunda Kecil menjadi Kepulauan Nusa Tenggara. Sebab, istilah Kepulauan Sunda Kecil diganti dengan Kepulauan Nusa Tenggara, maka istilah Kepulauan Sunda Besar juga tidak lagi digunakan dalam ilmu bumi dan perpetaan nasional Indonesia – meskipun dalam perpetaan Internasional istilah Greater Sunda Islands dan Lesser Sunda Islands masih tetap digunakan." - Ajip Rosidi: Penulis, budayawan. Pikiran Rakyat, 21 Agustus 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-07-08. Diakses tanggal Juli 7, 2015. 
  6. ^ "lifting devices - Article Shops Online Article Directory". 
  7. ^ a b c P, Rossalina (2018). Suku dan Bahasa Provinsi Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. PT. Sarana Panca Karya. hlm. 84–88. 
  8. ^ "Direktorat Pejabat:Gubernur dan Wakil Gubernur". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Pusat Data Informasi, Komunikasi dan Telekomunikasi Kementerian Dalam Negeri. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-11-03. Diakses tanggal 30 Desember 2015. 
  9. ^ Bere, Sigiranus Marutho (17 Juli 2018). Damanik, Caroline, ed. "Robert Simbolon". Kompas.com. Diakses tanggal 19 Juli 2018. 
  10. ^ a b "65 Anggota DPRD NTT Dilantik". beritasatu.com. 03-09-2019. Diakses tanggal 03-12-2019. 
  11. ^ "65 Anggota DPRD NTT Periode 2019-2024 Dilantik". lintasntt.com. 03-09-2019. Diakses tanggal 03-12-2019. 
  12. ^ "Anggota DPRD NTT Periode 2019-2024 Resmi Dilantik". indonesiasatu.co. 04-09-2019. Diakses tanggal 03-12-2019. 
  13. ^ "Ketua Pengadilan Tinggi Kupang Melantik dan Mengambil Sumpah Jabatan Anggota DPRD Provinsi NTT masa bakti 2019 - 2024". pt-kupang.go.id. 03-09-2019. Diakses tanggal 03-12-2019. 
  14. ^ "KPU Provinsi NTT tetapkan 65 calon terpilih anggota DPRD". pemilu.antaranews.com. 24-07-2019. Diakses tanggal 03-12-2019. 
  15. ^ "45 Orang Wajah Baru Huni DPRD NTT". pos-kupang.com. 14-05-2014. Diakses tanggal 03-12-2019. 
  16. ^ "ANGGOTA DPRD NTT 2009-2014". pos-kupang.com. 15-09-2009. Diakses tanggal 03-12-2019. 
  17. ^ "Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan (Permendagri No.137-2017) - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia". www.kemendagri.go.id (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-04-29. Diakses tanggal 2018-07-10. 
  18. ^ "Jumlah Penduduk Hasil SP menurut Wilayah dan Jenis Kelamin, Provinsi Nusa Tenggara Timur 2020". Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 27 Juni 2021. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Koordinat: 9°24′S 122°4′E / 9.400°S 122.067°E / -9.400; 122.067