Nusa Tenggara Timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Nusa Tenggara Timur
Dari kiri ke kanan, atas ke bawah: Komodo, Pulau Padar, Kampung Adat Praijing Sumba, Alat Musik Sasando, Gunung Kelimutu, Tari Caci, dan Pantai Walakiri Sumba Timur.
Bendera Nusa Tenggara Timur
Peta
Peta
Negara Indonesia
Dasar hukum pendirianUU Nomor 64 Tahun 1958
(11 Agustus 1958)[1]
Tanggal20 Desember 1958 (umur 64)
Ibu kotaKota Kupang
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kabupaten: 21
  • Kota: 1
  • Kecamatan: 309
  • Kelurahan: 327
  • Desa: 3026
Pemerintahan
 • GubernurAyodhia Kalake (Penjabat)
 • Wakil Gubernur-
 • Sekretaris DaerahKosmas Damianus Lana
 • Ketua DPRDEmelia Julia Nomleni
Luas
 • Total47.931,54 km2 (18,506,47 sq mi)
Populasi
 • Total5.446.285
 • Kepadatan114/km2 (300/sq mi)
Demografi
 • AgamaKristen 90,56%
Katolik 53,74%
Protestan 36,82%
Islam 9,25%
Hindu 0,18%
Buddha 0,01%[3]
 • Bahasa
 • IPMKenaikan 65,90 (2022)
 sedang [4]
Zona waktuUTC+08:00 (WITA)
Kode pos
85xxx-87xxx
Kode area telepon
Daftar
  • 0380 - Kupang, Baa (Roti) 0381 - Ende
  • 0382 - Maumere
  • 0383 - Larantuka
  • 0384 - Bajawa
  • 0385 - Labuhanbajo, Ruteng
  • 0386 - Kalabahi
  • 0387 - Waingapu, Waikabubak
  • 0388 - Kefamenanu, Soe
  • 0389 - Atambua
Kode ISO 3166ID-NT
Pelat kendaraan
Daftar
  • DH (Pulau Timor)
  • EB (Pulau Flores dsk.)
  • ED (Pulau Sumba)
Kode Kemendagri53 Edit nilai pada Wikidata
Kode BPS53 Edit nilai pada Wikidata
APBDRp 5,12 Triliun,-[5] (2023)
PADRp 2,14 Triliun (2023),-[5]
DAURp 1.922.975.903.000,- (2020)[6]
Lagu daerahMoree, Bolelebo, Oras Loro Malirin, Rai Belu Husar Binan, Mai Fali E, Es Kaubele, Aua Ia Mana Lolobanda, Anak Kambing Saya, O Nina Noi, Potong Bebek Angsa, Desaku, Ie ie, Lerang Wutun, Orere, Putar - Putar Kopi, Bale Nagi, Gemu Fa Mi Re
Rumah adat
Senjata tradisionalSundu
Flora resmiCendana
Fauna resmiKomodo
Situs webnttprov.go.id

Nusa Tenggara Timur (disingkat NTT) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang meliputi bagian timur Kepulauan Nusa Tenggara. Provinsi ini memiliki ibu kota di Kota Kupang dan memiliki 22 kabupaten/kota. Provinsi ini berada di Kepulauan Sunda Kecil.[7][8] Tahun 2022, penduduk provinsi ini berjumlah 5.446.285 jiwa, dengan kepadatan 114 jiwa/km2.[2]

Setelah pemekaran, Nusa Tenggara Timur adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tenggara Indonesia. Provinsi ini terdiri dari beberapa pulau, antara lain pulau Flores, pulau Sumba, pulau Timor, pulau Alor, pulau Lembata, pulau Rote, pulau Sabu, pulau Adonara, pulau Solor, pulau Ende, pulau Komodo dan pulau Palue.[9]

Provinsi ini terdiri dari 1.192 pulau, tiga pulau utama di Nusa Tenggara Timur adalah Pulau Flores, Pulau Sumba dan Pulau Timor (bagian barat).[10]

Arti lambang[sunting | sunting sumber]

Arti lambang Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah sebagai berikut:

  • Berbentuk perisai dengan sudut lima dengan maksud, selain melambangkan makna perlindungan rakyat juga melambangkan Pancasila.
  • Dalam perisai terberkas: bintang, komodo, padi dan kapas, tombak dan pohon beringin.
  • Bintang melambangkan keagungan Tuhan yang Maha Esa, komodo satu-satunya reptil prasejarah yang hingga kini masih lestari. Binatang purba ini merupakan reptil raksasa yang oleh dunia dinyatakan dilindungi karena jenis hewan ini hanya terdapat di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di pulau Komodo. Banyak wisatawan dari seluruh dunia datang ke pulau ini hanya untuk melihat komodo.
  • Padi-kapas melambangkan kemakmuran.
  • Tombak melambangkan keagungan dan kejayaan.
  • Pohon beringin melambangkan persatuan dan kesatuan yang tetap terpelihara.
  • Hari terbentuknya provinsi Nusa Tenggara Timur dilukiskan melalui jumlah padi (14) dan tahun 1958 tertera langsung pada sudut bawah lambang.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Adapun batas wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur ialah;

Utara Laut Flores dan Pulau Sulawesi
Timur Timor Leste, Provinsi Maluku, dan Laut Banda
Selatan Samudra Hindia dan Australia
Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat

Kepulauan[sunting | sunting sumber]

Peta Administrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur

Seperti halnya Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi yang didominasi oleh kepulauan, tiga pulau utama di wilayah ini adalah Pulau Flores, Pulau Sumba, dan Pulau Timor bagian Barat. Gugusan kepulauan ini sering disingkat dengan nama "Flobamora"

Sedangkan pulau-pulau lain di antaranya adalah Pulau-pulau Adonara, Alor, Babi, Besar, Bidadari, Dana, Komodo, Rinca, Lomblen, Loren, Ndao, Palue, Pamana, Pamana Besar, Pantar, Rusa, Pulau Mules, Raijua, Rote (pulau terselatan di Indonesia), Sawu, Semau dan Solor.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kepala daerah[sunting | sunting sumber]

Di Indonesia, gubernur adalah pimpinan pemerintah tertinggi di tingkat provinsi. Gubernur Nusa Tenggara Timur bertanggungjawab atas wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur. Saat ini, gubernur atau kepala daerah yang menjabat di provinsi Nusa Tenggara Timur ialah Viktor Laiskodat, dengan wakil gubernur Josef Nae Soi. Mereka menang pada Pemilihan umum Gubernur Nusa Tenggara Timur 2018.dilantik oleh presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Istana Negara Jakarta pada 5 September 2018, untuk masa jabatan 2018-2023.[11]

Selanjutnya, setelah masa jabatan Viktor dan Josef selesai pada 5 September 2023, penjabat gubernur Nusa Tenggara Timur diberikan kepada Ayodhia Kalake. Ia dilantik oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, tanggal 5 September 2023 di di ruang Sasana Bhakti Praja, Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat.[12]

No. Gubernur Mulai menjabat Akhir menjabat Periode Wakil Gubernur
8 Viktor Laiskodat 5 September 2018 Petahana 12
(2018)
Josef Nae Soi

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

DPRD NTT beranggotakan 65 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. Pimpinan DPRD NTT terdiri dari 1 Ketua dan 3 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik pemilik jumlah kursi dan suara terbanyak. Anggota DPRD NTT yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 3 September 2019 oleh Ketua Pengadilan Tinggi Kupang, Andreas don Rade, di Gedung DPRD Provinsi NTT. Komposisi anggota DPRD NTT periode 2019-2024 terdiri dari 11 partai politik dimana PDI Perjuangan dan Partai Golkar adalah partai politik pemilik kursi terbanyak yaitu masing-masing 10 kursi.[13][13][14][15][16] Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD NTT dalam empat periode terakhir.[17][18][19]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2004-2009 2009-2014 2014-2019 2019-2024
  RepublikaN (baru) 1
  PPI (baru) 1
  Pakar Pangan (baru) 1
  PPRN (baru) 1
  PNBK 1 Penurunan 0
  PKPB 0 Kenaikan 3
  PDK 2 Penurunan 1
  PPDI 4 Penurunan 1
  Pelopor 2 Penurunan 1
  PDS 4 Penurunan 3
  PKB 4 Penurunan 1 Kenaikan 5 Kenaikan 7
  PDI-P 12 Penurunan 9 Kenaikan 10 Steady 10
  Golkar 21 Penurunan 11 Steady 11 Penurunan 10
  PKS 0 Kenaikan 1 Kenaikan 2 Penurunan 0
  PPP 1 Steady 1 Penurunan 0 Kenaikan 1
  PAN 0 Kenaikan 1 Kenaikan 5 Kenaikan 6
  Demokrat 2 Kenaikan 7 Kenaikan 8 Penurunan 4
  PKPI 2 Penurunan 0 Kenaikan 3 Penurunan 0
  Gerindra (baru) 6 Kenaikan 8 Penurunan 6
  Hanura (baru) 5 Steady 5 Steady 5
  NasDem (baru) 8 Kenaikan 9
  Perindo (baru) 6
  PSI (baru) 1
Jumlah Anggota 55 Steady 55 Kenaikan 65 Steady 65
Jumlah Partai 11 Kenaikan 18 Penurunan 10 Kenaikan 11


Kabupaten dan Kota[sunting | sunting sumber]

No. Kabupaten/kota Ibu kota Bupati/wali kota Luas wilayah (km2)[20] Jumlah penduduk (SP 2020)[21] Kecamatan Kelurahan/desa Lambang
Peta lokasi
1 Kabupaten Alor Kalabahi Amon Djobo 2.864,60 211.872 17 17/158
2 Kabupaten Belu Atambua Agustinus Taolin 1.284,97 217.973 12 12/69
3 Kabupaten Ende Ende Djafar H. Achmad 2.046,50 270.763 21 23/255
4 Kabupaten Flores Timur Larantuka Doris Alexander Rihi (Pj.) 1.813,20 276.896 19 21/229
5 Kabupaten Kupang Oelamasi Korinus Masneno 5.434,76 366.383 24 17/160
6 Kabupaten Lembata Lewoleba Matheos Tan (Pj.) 1.266,00 135.930 9 7/144
7 Kabupaten Malaka Betun Simon Nahak 1.160,63 183.898 12 -/127
8 Kabupaten Manggarai Ruteng Herybertus Geradus Laju Nabit 2.096,44 312.855 12 26/145
9 Kabupaten Manggarai Barat Labuan Bajo Edistasius Endi 2.397,03 256.317 12 5/164
10 Kabupaten Manggarai Timur Borong Agas Andreas 2.642,93 275.603 9 17/159
11 Kabupaten Nagekeo Mbay Johanes Don Bosco Do 1.416,96 159.732 7 16/97
12 Kabupaten Ngada Bajawa Andreas Paru 1.645,88 165.254 12 16/135
13 Kabupaten Rote Ndao Baa Paulina Haning-Bullu 1.280,00 143.764 10 7/112
14 Kabupaten Sabu Raijua Menia Nikodemus Nithanel Rihi Heke 460,54 89.327 6 5/58
15 Kabupaten Sikka Maumere Adrianus Firminus Parera (Pj.) 1.731,90 321.953 21 13/147
16 Kabupaten Sumba Barat Kota Waikabubak Johanes Dade 737,42 145.097 6 11/63
17 Kabupaten Sumba Barat Daya Kota Tambolaka Markus Dairo Talu 1.480,46 303.650 11 2/173
18 Kabupaten Sumba Tengah Waibakul Paulus Limu 1.868,74 85.482 5 -/65
19 Kabupaten Sumba Timur Kota Waingapu Khristofel Praing 7.000,50 244.820 22 16/140
20 Kabupaten Timor Tengah Selatan Kota Soe Egusem Pieter Tahun 3.947,00 455.410 32 12/266
21 Kabupaten Timor Tengah Utara Kota Kefamenanu Juandi David 2.669,70 259.829 24 33/160
22 Kota Kupang - George Melkianus Hadjoh (Pj.) 180,27 442.758 6 51/-


Demografi[sunting | sunting sumber]

Tari Caci, tarian tradisional masyarakat Flores

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk di provinsi ini adalah 4.683.827 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,07%. Jumlah penduduk laki-laki sebanyak 2.326.487 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 2.357.340 jiwa (2010). Kepadatan penduduk di Nusa Tenggara Timur sebesar 96 jiwa/km2, dengan presentasi penduduk yang tinggal di perkotaan kurang lebih 20%, dan sisanya sebesar 80% mendiami kawasan pedesaan.

Sesuai data Badan Pusat Statistik tahun 2022, mayoritas penduduk provinsi Nusa Tenggara Timur beragama Kekristenan yakni 90,56%, dengan rincian persentase Katolik 53,74% kemudian Protestan 36,82%. Pemeluk agama Islam sebanyak 9,25%, kemudian sebagian kecil lagi beragama Hindu 0,18% dan Budha sebanyak 0,01%.[3] Sebagian penduduk di Pulau Sumba masih menjalankan kepercayaan setempat yakni Marapu.[22]

Tingkat pendaftaran Sekolah Menengah adalah 39% yang jauh di bawah rata-rata Indonesia, yaitu 80.49% tahun 2003/04 (menurut UNESCO). Minuman berupa air bersih, sanitasi dan kurangnya sarana kesehatan menyebabkan terjadinya kekurangan gizi anak (32%) dan kematian bayi (71 per 1000) juga lebih besar dari kebanyakan provinsi Indonesia lainnya.

Suku bangsa[sunting | sunting sumber]

Pria dan wanita mengenakan pakaian adat suku Rote.
Henge’do, tradisi cium hidung di Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur

Berdasarkan Sensus Penduduk Indonesia 2010, berikut adalah jumlah penduduk menurut suku bangsa di provinsi Nusa Tenggara Timur, dari 4.672.648 jiwa penduduk:[23][24]

No Etnis Jumlah Persentasi
1 Suku asli Nusa Tenggara Timur 3.793.242 81,18%
* Atoni 927.753 19,85%
* Manggarai 727.404 15,57%
* Sumba 643.045 13,76%
* Solor 284.105 06,08%
* Ngada 274.870 05,88%
* Timor Leste 246.867 05,28%
* Rote 232.104 04,97%
* Lio 183.479 03,93%
* Alor 182.270 03,90%
* Sawu 172.916 03,70%
* Suku lain NTT 91.345 01,95%
2 Asal Kalimantan 678.090 14,51%
3 Jawa 54.511 01,17%
4 Asal Sulawesi 41.527 00,89%
5 Bugis 22.481 00,48%
6 Asal Nusa Tenggara Barat 18.798 00,40%
7 Asal Papua 14.218 00,30%
8 Asal Maluku 11.633 00,25%
9 Tionghoa 8.039 00,17%
10 Bali 6.567 00,14%
11 Batak 3.230 00,07%
12 Lainnya 20.312 00,44%
Total Nusa Tenggara Timur 4.672.648 100%

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Menurut berbagai standar ekonomi, ekonomi di provinsi ini lebih rendah daripada rata-rata Indonesia, dengan tingginya inflasi (15%), pengangguran (30%) dan tingkat suku bunga (22-24%).

Ekonomi Makro Regional[sunting | sunting sumber]

Perekonomian Provinsi NTT pada triwulan II 2022 tumbuh sebesar 3,01% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 1,86% (yoy), meskipun masih lebih rendah dibandingkan dengan nasional yang dapat tumbuh sebesar 5,44% (yoy). Dari sisi pengeluaran, peningkatan didorong oleh akselerasi konsumsi rumah tangga seiring dengan pelonggaran kebijakan pembatasan melalui penurunan level PPKM di tengah penyebaran COVID-19 yang semakin mereda. Dari sisi Lapangan Usaha (LU), sebagian besar LU mengalami perbaikan ekonomi terutama LU utama yaitu LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, LU Perdagangan Besar dan Eceran, serta LU Konstruksi. Musim panen raya yang terjadi di triwulan II mendorong pertumbuhan LU Pertanian. Sementara itu, peningkatan aktivitas masyarakat di tengah melandainya pandemi COVID-19 serta momen libur HBKN Idul Fitri turut mendorong LU Perdagangan. Adapun pertumbuhan LU Konstruksi didorong oleh berlanjutnya pembangunan proyek-proyek strategis pemerintah di Provinsi NTT.[25]

Prospek Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Perekonomian Provinsi NTT pada keseluruhan tahun 2022 diperkirakan tumbuh pada kisaran 2,8–3,6% (yoy), meningkat dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi tahun 2021. Dari sisi pengeluaran, akselerasi kinerja perekonomian Provinsi NTT ditopang oleh meningkatnya konsumsi swasta dan investasi seiring dengan berlanjutnya program vaksinasi sebagai game changer dalam pemulihan ekonomi. Dari sisi Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan  diperkirakan ditopang oleh perluasan program pemerintah yang mendorong kinerja LU Pertanian dan LU Perdagangan Besar dan Eceran sejalan dengan normalisasi mobilitas masyarakat. Namun demikian, pertumbuhan yang lebih tinggi sedikit tertahan akibat penyebaran varian virus omicron pada awal tahun 2022 yang berdampak terhadap peningkatan kasus COVID-19 dan penebalan kebijakan pembatasan.

Tekanan inflasi Provinsi NTT pada tahun 2022 diprakirakan meningkat dibandingkan dengan inflasi tahun sebelumnya didorong oleh kenaikan harga komoditas pangan dan angkutan udara. Berdasarkan disagregasinya, tekanan inflasi diperkirakan terjadi pada komponen volatile food dan administered prices. Koordinasi kebijakan bersama Pemerintah daerah melalui TPID terus dilakukan dalam menjaga ekspektasi inflasi dan meminimalkan risiko inflasi.[26]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Komodo spesies kadal terbesar di dunia
Danau Kelimutu di Flores
Rumah adat di Sumba Timur
Air Terjun Waimarang Sumba Timur

Beberapa tempat wisata yang ada di provinsi Nusa Tenggara Timur yakni:

Berbagai atraksi dan atau kegiatan yang memiliki nilai wisata:

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Nusa Tenggara Timur memiliki sistem transportasi darat, laut, dan udara.

Transportasi Darat[sunting | sunting sumber]

Nusa Tenggara Timur (NTT) dilintasi oleh jalan nasional penghubung antara Kota Kupang menuju Kabupaten Belu yang merupakan perbatasan bagi dua negara Indonesia dan Timor Leste. Selain itu, juga ada beberapa jalan nasional terutama di wilayah Pulau Flores diantaranya ruas jalan Labuan Bajo–Simpang Nalis–Simpang Jenari–Tanamori. Di Pulau Sumba, terdapat ruas jalan dari Waikabubak menuju Kabupaten Sumba Timur, hingga Melolo di wilayah timur dari Kabupaten Sumba Timur. Pemerintah di setiap tahunnya menganggarkan dana untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas dan kapasitas jalan nasional untuk warga NTT.[27]

Dalam tentang waktu tiga tahun 2020-2022, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah memperbaiki 1.089 kilometer lebih ruas jalan provinsi yang rusak. Total panjang jalan Provinsi NTT yakni 2.650 kilometer. Pemerintah NTT menargetkan pembangunan jalan provinsi sepanjang 906 kilometer yang saat ini dalam kondisi rusak tuntas dikerjakan pada 2023 dengan alokasi anggaran sekitar Rp 400 miliar.

Kota-kota di wilayah NTT dihubungkan dengan berbagai macam moda transportasi darat seperti bus dan 'Oto Bemo' atau lebih tepatnya biasa dikenal sebagai mikrolet. Bemo ala NTT lebih akrab dia disebut, hadir dengan tampilan yang begitu heboh. Tidak hanya aksesori bagian luarnya, bagian dalam Bemo ini juga dilengkapi dengan pernak pernik seperti boneka gantung, pewangi, lampu LED dan juga perhiasan yang bikin jalanan bergetar. Sepanjang perjalanan pun, musik tak dibiarkan berhenti sedetikpun. Inilah yang membuat Bemo ala NTT tidak disentuh yang namanya pengamen.[28]

Transportasi Laut[sunting | sunting sumber]

Pelabuhan Tenau adalah pelabuhan utama di wilayah NTT[29]. Pelabuhan di Kota Kupang, Pulau Timor ini berfungsi sebagai pelabuhan penumpang dan barang. Ada dermaga yang melayani kapal penumpang menuju Pante Makasar, Ruteng, Baa, Dili, Kalabahi, dan lainnya. Kini, ada pelabuhan niaga dan komersial di daerah Tenau, Kota Kupang, dan Pelabuhan Bolok di Kabupaten Kupang. Pelabuhan berskala nasional lainnya adalah Pelabuhan Waingapu di Kabupaten Sumba Timur, Pelabuhan Baa di Rote Ndao, Pelabuhan Ende di Kabupaten Ende, dan pelabuhan Kalabahi di Alor.

Transportasi Udara[sunting | sunting sumber]

Bandar Udara Internasional El Tari adalah bandar udara terbesar di NTT. Bandara ini melayani penumpang kedalam dan keluar NTT menuju kota-kota besar yang ada di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan lain-lain. Adapun bandara lain di NTT yang termasuk dalam bandara penting antara lain Bandara Komodo di Manggarai Barat, Bandara Umbu Mehang Kunda di Sumba Timur, Bandara H. Hasan Aroeboesman di Ende, Bandara Tambolaka di Sumba Barat Daya, dan bandara lain yang tersebar di seluruh wilayah NTT.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 12 Juli 2019. Diakses tanggal 6 Desember 2021. 
  2. ^ a b "Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2023" (pdf). BPS. hlm. 87. Diakses tanggal 13 Maret 2023. 
  3. ^ a b "Persentase Pemeluk Agama 2018-2022". ntt.bps.go.id. Diakses tanggal 15 Mei 2023. 
  4. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2020-2022". www.bps.go.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-12-01. Diakses tanggal 13 Maret 2023. 
  5. ^ a b bkeudantt.id ((2023)). Ringkasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2023. Siaran pers. Diakses pada 2023-05-10.
  6. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 2 April 2021. 
  7. ^ "Badak Sunda dan Harimau Sunda". "[...] Mr. Muhamad Yamin yang pada 1950-an ketika menjadi Menteri P.P. dan K. mengganti istilah Kepulauan Sunda Kecil menjadi Kepulauan Nusa Tenggara. Sebab, istilah Kepulauan Sunda Kecil diganti dengan Kepulauan Nusa Tenggara, maka istilah Kepulauan Sunda Besar juga tidak lagi digunakan dalam ilmu bumi dan perpetaan nasional Indonesia – meskipun dalam perpetaan Internasional istilah Greater Sunda Islands dan Lesser Sunda Islands masih tetap digunakan." - Ajip Rosidi: Penulis, budayawan. Pikiran Rakyat, 21 Agustus 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-07-08. Diakses tanggal Juli 7, 2015. 
  8. ^ "lifting devices - Article Shops Online Article Directory". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-10-19. Diakses tanggal 2020-04-15. 
  9. ^ "Jumlah UMK dan Jumlah Penduduk Menurut Pulau di Provinsi NTT 2017". www.ntt.bps.go.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-09-18. Diakses tanggal 18 September 2021. 
  10. ^ "Data Pulau di Indonesia". www.kamusdata.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-09-18. Diakses tanggal 18 September 2021. 
  11. ^ "Presiden Jokowi Lantik 9 Gubernur dan Wakil Gubernur Hasil Pilkada 2018". www.nasional.kompas.com. 5 September 2018. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-02-26. Diakses tanggal 26 Februari 2022. 
  12. ^ Sjafira, Nimas Putri Al (5 September 2023). "10 Pejabat Gubernur Dilantik Mentri Dalam Negeri Tito Karnavian Hari Ini, Berikut Daftarnya". www.jawapos.com. Diakses tanggal 5 September 2023. 
  13. ^ a b "65 Anggota DPRD NTT Dilantik". beritasatu.com. 03-09-2019. Diakses tanggal 03-12-2019. 
  14. ^ "65 Anggota DPRD NTT Periode 2019-2024 Dilantik". lintasntt.com. 03-09-2019. Diakses tanggal 03-12-2019. 
  15. ^ "Anggota DPRD NTT Periode 2019-2024 Resmi Dilantik". indonesiasatu.co. 04-09-2019. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-12-03. Diakses tanggal 03-12-2019. 
  16. ^ "Ketua Pengadilan Tinggi Kupang Melantik dan Mengambil Sumpah Jabatan Anggota DPRD Provinsi NTT masa bakti 2019 - 2024". pt-kupang.go.id. 03-09-2019. Diakses tanggal 03-12-2019. 
  17. ^ Kliwantoro, D.Dj. (24-07-2019). "KPU Provinsi NTT tetapkan 65 calon terpilih anggota DPRD". ANTARA News. Diakses tanggal 03-12-2019. 
  18. ^ PosKupang (14-05-2014). "45 Orang Wajah Baru Huni DPRD NTT". Tribunnews.com. Diakses tanggal 03-12-2019. 
  19. ^ "ANGGOTA DPRD NTT 2009-2014". Tribunnews.com. 15-09-2009. Diakses tanggal 03-12-2019. 
  20. ^ "Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan (Permendagri No.137-2017) - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia". www.kemendagri.go.id (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-04-29. Diakses tanggal 2018-07-10. 
  21. ^ "Jumlah Penduduk Hasil SP menurut Wilayah dan Jenis Kelamin, Provinsi Nusa Tenggara Timur 2020". Badan Pusat Statistik. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-10-21. Diakses tanggal 27 Juni 2021. 
  22. ^ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2020" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-08-05. Diakses tanggal 7 Desember 2021. 
  23. ^ "Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama, dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia". www.bps.go.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-03-25. Diakses tanggal 12 Mei 2020. 
  24. ^ Aris Ananta, Evi Nurvidya Arifin, M. Sairi Hasbullah, Nur Budi Handayani, dan Agus Pramono (2015). Demography of Indonesia’s Ethnicity. Institute of Southeast Asian Studies dan BPS – Statistics Indonesia. hlm. 62-64. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-01-24. Diakses tanggal 10 September 2021. 
  25. ^ "Laporan Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Timur Agustus 2022". www.bi.go.id. Diakses tanggal 2023-02-25. 
  26. ^ "Laporan Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Timur Agustus 2022". www.bi.go.id. Diakses tanggal 2023-02-25. 
  27. ^ "Akselerasi BPJN NTT Dukung Jalan Nasional bagi Pertumbuhan Ekonomi - TRILOGI". 2022-07-22. Diakses tanggal 2023-02-25. 
  28. ^ "Uniknya angkutan umum di Kupang, disebut bemo dan penuh poster". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). 2015-10-20. Diakses tanggal 2023-02-25. 
  29. ^ "Pelabuhan Tenau Kupang - Pelindo". pelindo.co.id. Diakses tanggal 2023-02-25. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Koordinat: 9°24′S 122°4′E / 9.400°S 122.067°E / -9.400; 122.067