Universitas Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Universitas Indonesia
Lambang Universitas Indonesia
bahasa Latin: Universitas Studiorum Indonesiensis
Moto Veritas, Probitas, Iustitia (Latin)
Moto dalam bahasa Indonesia Kebenaran, Kejujuran, Keadilan
Didirikan 1849 (sebagai Dokter-Djawa School Batavia)
1954-sekarang (sebagai Universitas Indonesia) [2]
Jenis Perguruan tinggi negeri badan hukum
Rektor Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met
(sejak 4 Desember 2014)
Staf akademik 2.252 (2015)[3]
Jumlah mahasiswa 47.641 (2015)[3]
Sarjana 28.095 (2015)[3]
Magister 13.609 (2015)[3]
Doktor 2.315 (2015)[3]
Lokasi Depok, Jawa Barat, Indonesia
Kampus Urban, 3.000.000 - 3.200.000 meter persegi[4]
Warna Kuning     
Julukan Jaket Kuning (Jakun); Kampus Perjuangan
Afiliasi AUN,[5] ASAIHL, APRU,[6] ASEA UNINET, FUIW, SEAMEO, AUAP,[7] FUIW[8]
Situs web www.ui.ac.id
Logo Universitas Indonesia
Lambang Universitas Indonesia dan Motto

Universitas Indonesia, biasa disingkat sebagai UI, adalah sebuah perguruan tinggi di Indonesia. Kampus utamanya terletak di bagian Utara dari Depok, Jawa Barat tepat di perbatasan antara Depok dengan wilayah Jakarta Selatan, dan kampus utama lainnya terdapat di daerah Salemba di Jakarta Pusat. Universitas Indonesia adalah kampus modern, komprehensif, terbuka, multi budaya, dan humanis yang mencakup disiplin ilmu yang luas. Telah menghasilkan lebih dari 400.000 alumni. Secara umum dianggap sebagai salah satu dari tiga perguruan tinggi papan atas di Indonesia bersama dengan Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Bandung.[9][10].

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Gedung Geneeskundige Hogeschool di Batavia pada tahun 1927.
Gedung rektorat yang sering dijadikan ikon UI.

Sejarah Universitas Indonesia dapat ditelusuri sejak tahun 1849. Ketika itu, pemerintah kolonial Belanda mendirikan sebuah sekolah yang bertujuan untuk menghasilkan asisten dokter tambahan. Pelajar di sekolah itu mendapatkan pelatihan kedokteran selama dua tahun. Lulusannya diberikan sertifikat untuk melakukan perawatan-perawatan tingkat dasar serta mendapatkan gelar Dokter Jawa (Javanese Doctor), bergelar demikian karena dokter ini hanya diberi izin untuk membuka praktik di wilayah Hindia Belanda, terutama di pulau Jawa. Pada tahun 1864, program pendidikan tersebut ditambah waktunya menjadi tiga tahun, dan pada tahun 1875 menjadi 7 tahun. Gelar yang diberikan pun berubah menjadi Dokter Medis (Medical Doctor).

Pada tahun 1898, pemerintah kolonial mendirikan sekolah baru untuk melatih tenaga medis, yaitu STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen). Pendidikan di STOVIA berlangsung selama 9 tahun: 3 tahun setingkat SMP, tiga tahun setingkat SMA, dan tiga tahun lainnya setingkat Diploma. Banyak lulusan STOVIA yang kemudian memainkan peranan penting dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Pada tahun 1924 pemerintah kolonial mendirikan RHS (Rechtshoogeschool te Batavia - Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta) yang bertujuan untuk memenuhi tenaga administrasi sipil rendahan. RHS inilah yang menjadi cikal-bakal Fakultas Hukum UI. Pada tahun 1927 mengubah status dan nama STOVIA menjadi GHS (Geneeskundige Hogeschool). Gedung pendidikan dan pelatihan kedokteran yang digunakan GHS menjadi gedung Fakultas Kedokteran UI saat ini. Banyak alumni GHS yang kemudian berperan besar dalam pendirian Universitas Indonesia.

Setelah kemerdekaan Indonesia dideklarasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, Badan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (BPTRI) didirikan di Jakarta. BPTRI memiliki tiga fakultas, yaitu Kedokteran dan Farmasi, Sastra, dan Hukum. Pada tahun yang sama, institusi ini berhasil meluluskan 90 orang sebagai dokter. Ketika tentara kolonial Belanda kembali menguasai Jakarta pada akhir tahun 1945, BPTRI dipindahkan ke Klaten, Surakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang. Pada tanggal 21 Juni 1946 NICA mendirikan sebuah Nood Universiteit atau Universitas Sementara di Jakarta. Pada tanggal 21 Maret 1947, nama Nood Universiteit diganti menjadi Universiteit van Indonesie (UVI). Akhirnya, setelah Jakarta berhasil diambil alih kembali, pemerintah mengembalikan BPTRI ke Jakarta dan menggabungkannya dengan Universiteit van Indonesie, dan memberinya nama baru Universiteit Indonesia (UI).

UI secara resmi memulai kegiatannya pada 2 Februari 1950 dengan presiden (saat ini disebut rektor) pertamanya Ir. R.M. Pandji Soerachman Tjokroadisoerio. Kantor Presiden Universiteit Indonesia mula-mula berkedudukan di Jakarta, tepatnya di gedung Fakultas Kedokteran di Jl Salemba Raya no. 6, kemudian dipindahkan ke salah satu bangunan bekas pabrik madat di Jl. Samlemba Raya no. 4, Jakarta. Tanggal 2 Februari 1950 kemudian dijadikan hari kelahiran Universitas Indonesia.

Awalnya, UI memiliki 9 fakultas dan 3 lembaga yang tersebar di lima kota, yaitu Fakulteit Kedokteran, Fakulteit Ilmu Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat, serta Fakulteit Sastra dan Filsafat di Jakarta; Fakulteit Ilmu Alam dan Ilmu Pasti, Fakulteit Ilmu Pengetahuan Teknik, dan Lembaga Pendidikan Guru Menggambar di Bandung; Fakulteit Pertanian dan Fakulteit Kedokteran Hewan di Bogor; Fakulteit Ekonomi di Makassar; Fakulteit Kedokteran dan Lembaga Kedokteran Gigi di Surabaya.

Pada tahun 1955, Undang-Undang No. 10 tentang pengubahan kata universiteit, universitet, dan universitit disyahkan, sehingga sejak itu, Universiteit Indonesia secara resmi diubah namanya menjadi Universitas Indonesia.

Berangsur-angsur fakultas-fakultas yang berada di daerah memisahkan diri membentuk lembaga pendidikan yang berdiri sendiri. Pada tanggal 2 Maret 1959 Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam di Bandung memisahkan diri menjadi Institut Teknologi Bandung. Selanjutnya pada 1 September 1963 Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran Hewan UI memisahkan diri pula menjadi Institut Pertanian Bogor (IPB), fakultas di Surabaya menjadi Universitas Airlangga, dan di Makassar menjadi Universitas Hasanuddin. Pada 1964 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta dan kini berubah kembali menjadi Universitas Negeri Jakarta.

Ketika Orde Baru dimulai pada tahun 1966, pemerintah menunjuk beberapa guru besar UI untuk menduduki jabatan menteri dengan tujuan untuk memulihkan kembali situasi ekonomi nasional. Sejak saat itu, UI secara konstan telah memberikan kontribusi nyata pada usaha-usaha pemerintah untuk meraih kemakmuran nasional.

Kampus UI saat itu berada di Salemba dan Rawamangun. Kampus Salemba terdiri dari fakultas-fakultas eksakta, yaitu Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Matematika, Ilmu Pasti dan Alam (FMIPA); sementara kampus Rawamangun terdiri dari fakultas-fakultas non-eksakta, yaitu Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Psikologi (FPsi), Fakultas Sastra (FS). Baru di tahun 1988 sebagian besar kampus pindah ke Depok, sementara kampus Salemba diperuntukkan bagi Pasca-Sarjana. Kampus di Rawamangun diberikan kepada IKIP Jakarta, yang kemudian berubah menjadi Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Pada tanggal 26 Desember 2000 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 152 tahun 2000, UI ditetapkan sebagai perguruan tinggi berstatus badan hukum milik negara (BHMN). Dalam status tersebut, UI wajib lebih mengedepankan kinerja pengelolaan sebuah universitas publik dengan prinsip-prinsip efisiensi, efektivitas, akuntabilitas, dan transparansi. Status sebagai BHMN tersebut direncanakan akan berakhir paling lambat pada tahun 2013, dan saat ini UI sedang dalam masa transisi pengembalian status menjadi perguruan tinggi negeri.[11]

Atribut Identitas[sunting | sunting sumber]

Lambang[sunting | sunting sumber]

Lambang UI diciptakan pada tahun 1952 oleh Sumartono (menggunakan nama alias Sumaxtono), mahasiswa jurusan Seni Rupa di Fakulteit Teknik, Universitas Indonesia Bandung. Desain Sumaxtono terinspirasi dari kala-makara (Kala dan Makara masing-masing adalah tokoh dalam mitologi Hindu), salah satu dekorasi dalam banyak candi Hindu di Indonesia. Dalam dekorasi candi, Kala berada di atas dan Makara berada di bawah pada bagian pintu masuk yang mengindikasikan kala sebagai kekuatan di atas (kekuatan matahari) dan makara sebagai kekuatan di bawah (kekuatan bumi). Kedua kekuatan itu dipadukan dan distilir Sumaxtono menjadi makara yang melambangkan Universitas Indonesia sebagai baik sumber ilmu pengetahuan, maupun hasilnya, yang menyebar ke segala penjuru.

Secara keseluruhan, lambang UI menggambarkan Pohon Ilmu Pengetahuan yang tumbuh subur karena air yang mengalir terus-menerus dari bawahnya. Pohon berikut cabang dan kuncup melambangkan ilmu pengetahuan dengan cabang-cabang ilmu pengetahuannya, sementara kuncup suatu saat akan mekar dan menjadi cabang ilmu pengetahuan baru. Kuncup-kuncup itu akan senantiasa mekar selama pohon ilmu pengetahuan itu hidup. Dengan demikian, Sumaxtono ingin menyatakan bahwa cabang-cabang ilmu pengetahuan akan berkembang sesuai dengan kebutuhan dan kemajuan zaman.

Bagian-bagian dalam lambang UI.

Makara yang mengalirkan air melambangkan hasil yang memancar ke segala penjuru. Makna yang diberikan Sumaxtono adalah Universitas Indonesia sebagai sumber ilmu pengetahuan, akan menghasilkan sarjana-sarjana yang cerdas, terampil, penuh ketakwaan, berbudi luhur, dan berkepribadian, serta bersikap terbuka, tanggap terhadap perubahan dan kemajuan ilmu dan teknologi serta masalah yang dihadapi masyarakat, dan mampu menyelesaikannya sesuai dengan kaidah-kaidah akademik, di mana pun mereka berada.

Rancangan desain berikut maknanya diperlihatkan oleh Sumaxtono kepada Srihadi Soedarsono (mahasiswa Seni Rupa FT-UI, Bandung Angkatan 1952) pada tahun 1952. Hanya saja, tidak diketahui kapan dan siapa yang mengesahkan lambang UI tersebut. Buku pertama yang menggunakan lambang Universitas Indonesia di sampulnya untuk pertama kali adalah buku Universiteit Indonesia, Fakulteit Teknik, Bandung: Rentjana Untuk Tahun Peladjaran 1952-1953 (Percetakan AID, Bandung, 120 hlm.) menggunakan lambang Universitas Indonesia untuk pertama kali seperti yang dibuat oleh Sumaxtono (tanpa bingkai segilima).

Secara umum, Makara Universitas Indonesia berwarna kuning, sedangkan setiap fakultas di UI memiliki warna Makara/panji yang berbeda-beda, yaitu:

  • Hijau untuk Fakultas Kedokteran
  • Hijau - putih untuk Fakultas Kedokteran Gigi
  • Biru - hitam untuk Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
  • Biru untuk Fakultas Teknik
  • Merah untuk Fakultas Hukum
  • Abu-abu untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  • Putih untuk Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya
  • Biru Muda untuk Fakultas Psikologi
  • Jingga untuk Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  • Merah - Ungu untuk Fakultas Ilmu Administrasi
  • Ungu untuk Fakultas Kesehatan Masyarakat
  • Biru - merah untuk Fakultas Ilmu Komputer
  • Biru muda - biru - biru muda untuk Fakultas Ilmu Keperawatan
  • Biru - hijau untuk Fakultas Farmasi
  • Cokelat untuk Program Pascasarjana
  • Hijau - jingga -biru untuk Program Vokasi (DIII)

Panji[sunting | sunting sumber]

UI memiliki panji berbentuk kapak yang lazim digunakan pada zaman neolithikum, yang merupakan masa peralihan dari zaman batu ke zaman perunggu. Hal ini melambangkan sifat dinamis bangsa Indonesia yang selalu mengikuti zaman.[12]

Di tengah kapak tersebut terdapat lambang Universitas Indonesia yang berbentuk bulat seperti matahari, melambangkan Universitas Indonesia sebagai penyuluh dan pelopor rakyat Indonesia di bidang ilmu pengetahuan. Lambang UI bewarna kuning keemasan pada panji dan bendera fakultas atau satuan organisasi di lingkungan UI melambangkan kebesaran dan keagungan.[12]

Jaket almamater & Jas UI[sunting | sunting sumber]

Jaket almamater UI dikenal sebagai Jakun, singkatan dari jaket kuning. Disebut Jakun karena jaket ini memiliki warna dasar kuning terang dengan gambar lambang Universitas Indonesia (Makara) yang terpasang di dada sebelah kiri yang warnanya disesuai dengan warna panji fakultas masing-masing.

Jas UI bewarna dasar kuning almamater dengan bergambar lambang UI yang dibuat dengan benang bordir bewarna kuning dan ditempel di dada sebelah kiri. Jas UI digunakan pada acara protokoler universitas, dan dipakai oleh para Petinggi universitas.

Kendi ilmu[sunting | sunting sumber]

"Kendi Ilmu" adalah kendi simbolik yang pada setiap acara wisuda diserahterimakan dari sarjana baru yang diwisuda kepada mahasiswa baru Universitas Indonesia. Arti simbolik dari penyerahan kendi ini adalah kesinambungan dari generasi yang pergi kepada generasi yang datang, sebagaimana sebuah ungkapan Ribuan Yang Datang, Ribuan Pula Yang Pergi. Kesinambungan itu tidak terjadi dengan sendirinya melainkan sebagai hasil perjuangan dan daya upaya yang sungguh-sungguh.

Lagu[sunting | sunting sumber]

Dua lagu yang dijadikan lagu wajib di Universitas Indonesia berjudul Himne Almamater dan Genderang Universitas Indonesia. Lagu-lagu ini biasa dinyanyikan pada acara-acara resmi universitas, penyambutan mahasiswa baru, dan wisuda. Lagu Himne Almamater diciptakan oleh H.S. Mutahar dan syairnya menggambarkan tekad warga Universitas Indonesia untuk bersatu mengamalkan tridharma perguruan tinggi ,melalui lirik yang berbunyi: mengabdi Tuhan, bangsa, dan negara. Sementara itu, lagu Genderang Universitas Indonesia menggambarkan semangat mahasiswa UI untuk menuntut ilmu dan berbakti. Setiap tahun, mahasiswa baru UI menyanyikan lagu-lagu ini, bersama dengan beberapa lagu lain seperti Rayuan Pulau Kelapa, Pahlawan Muda, dan Keroncong Kemayoran pada saat acara wisuda semester genap sekaligus penyambutan resmi pihak universitas kepada para mahasiswa baru.

Kampus[sunting | sunting sumber]

Monumen yang ada di UI kampus Depok.

Secara geografis, posisi kampus UI berada di dua area berjauhan, kampus Salemba dan kampus Depok. Mayoritas fakultas berada di Depok dengan luas lahan mencapai 320 hektar dengan atmosfer green campus karena hanya 25% lahan digunakan sebagai sarana akademik, riset dan kemahasiswaan. 75% wilayah UI bisa dikatakan adalah area hijau berwujud hutan kota di mana di dalamnya terdapat 6 danau alam.

Salemba[sunting | sunting sumber]

Kampus UI Salemba terletak di daerah Salemba, Jakarta Pusat [13]. Fakultas yang berada di kampus ini adalah Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan beberapa Program Pascasarjana Multidisplin, program Ekstensi dan Magister Manajemen Fakultas Ekonomi, serta laboratorium Fakultas Teknik. Khusus untuk Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi program S1/sarjana sejak 2013 lalu telah pindah ke kampus utama UI Depok untuk urusan akademis sedangkan urusan administrasi tetap di Salemba, Jakarta Pusat

Depok[sunting | sunting sumber]

Kampus utama UI Depok, terletak di perbatasan antara kota madya Jakarta Selatan dengan Kota Depok, Jawa Barat [14], dibangun pada pertengahan tahun 1980-an untuk mengakomodasi modernisasi universitas menuju visi UI universitas riset kelas dunia. Saat ini, Kampus Depok adalah kampus utama Universitas Indonesia. Sebagian besar fakultas di UI (MIPA, Teknik, Psikologi, Hukum, Ekonomi, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Ilmu Pengetahuan Budaya, Ilmu Komputer, Kesehatan Masyarakat, Ilmu Keperawatan, Farmasi, Ilmu Administrasi) berada di sini dan sejak 2013, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi pun telah pindah ke Depok untuk urusan akademis dan proses perkuliahan.

Kampus utama UI Depok dilewati oleh rel kereta rel listrik (KRL/commuter line) Jakarta-Bogor sehingga mahasiswa mendapatkan kemudahan transportasi dengan adanya 2 stasiun di lingkungan kampus yaitu Stasiun UI dan Stasiun Pondok Cina.

Perpustakaan Pusat Universitas juga terletak di sini. Selain itu terdapat pula berbagai fasilitas lain seperti Pusat Administrasi Universitas, Pusat Kegiatan Mahasiswa, gymnasium, stadion, lapangan hoki, penginapan (Wisma Makara), agen perjalanan Makara Tour & Travel, dan asrama.

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Masjid Ukhuwah Islamiyah di tengah kampus.

Perpustakaan[sunting | sunting sumber]

UI memiliki perpustakaan dengan luas bangunan 30.000 m2 serta terdiri atas delapan lantai. Pemancangan tiang perdana dilakukan Senin (1/6/2009) ditargetkan pembangunnya selesai pada Desember 2009. Gedung perpustakaan tersebut dirancang dengan konsep "sustainable building" yang mana kebutuhan energi menggunakan sumber terbarukan yakni energi matahari (solar energy) selain itu di dalam gedung tidak diperbolehkan menggunakan plastik. Area baru tersebut bebas asap rokok, hijau serta hemat listrik, air, dan kertas. Perpustakaan pusat UI tersebut akan mampu menampung sekitar 10.000 pengunjung dalam waktu bersamaan atau sekitar 20.000 orang per hari selain itu juga akan menampung 3-5 juta judul buku. Perpustakaan ini terbuka juga untuk umum. [15]

Asrama[sunting | sunting sumber]

UI memiliki dua asrama, yaitu Asrama Mahasiwa UI Depok dan Asrama Mahasiswa UI Wismarini. Asrama pertama terletak di kampus Depok, dengan kapasitas 480 kamar putra dan 615 kamar putri, yang setiap kamarnya dapat diisi satu hingga tiga orang. Sementara Asrama yang lain terletak di Jl. Otto Iskandardinata no. 38 Jakarta Timur dengan kapasitas 72 kamar putra dan 111 kamar putri. Asrama Mahasiswa UI Wismarini ini khusus disediakan bagi mahasiswa yang kuliah di Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, dan program lain yang berada di kampus UI Salemba.

Balai Mahasiswa[sunting | sunting sumber]

Balai mahasiswa UI Salemba merupakan salah satu fasilitas yang ada di bawah koordinasi Direktorat Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni. Gedung berkapasitas 300 orang ini sering digunakan untuk berbagai kegiatan seperti seminar, rapat, dan lain-lain. Selain untuk para mahasiswa dan warga UI, gedung ini juga disewakan untuk umum.

Fasilitas dan sarana olahraga[sunting | sunting sumber]

Fasilitas dan sarana olahraga yang dimiliki oleh UI antara lain:

  • Stadion
    • Lapangan sepak bola & futsal
    • Lompat jangkit
    • Atletik
  • Indoor (gymnasium)
    • Lapangan bulu tangkis
    • Lapangan bola voli
    • Lapangan bola basket
  • Outdoor
    • Lapangan hoki
    • Lapangan tenis (4 line)
    • Lapangan basket (3 line)
    • Lapangan voli (3 line)
    • Lapangan bulutangkis (1 line)

Pusat kegiatan mahasiswa[sunting | sunting sumber]

Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) UI merupakan tempat berbagai kegiatan mahasiswa UI. Disini terdapat sekretariat berbagai organisasi kemahasiswaan yang ada di UI. Selain itu, terdapat pula berbagai fasilitas yang dapat dipergunakan oleh para mahasiswa UI. Fasilitas itu antara lain aula yang dapat menampung kurang lebih 300-400 orang.

Wisma Makara[sunting | sunting sumber]

Wisma Makara terletak di sebelah Asrama Mahasiswa UI Depok. Tempat ini digunakan sebagai sarana akomodasi di daerah Jakarta Selatan dan kota Depok, dan sering digunakan untuk kegiatan seperti seminar, pelatihan, lokakarya, dan lain-lain.

Pusat kesehatan mahasiswa[sunting | sunting sumber]

Tujuan sarana ini untuk melayani beberapa kebutuhan penting mahasiswa yaitu: Kegiatan Mahasiswa dan sivitas Universitas Indonesia yang memerlukan obat-obatan dan tenaga medis, Pemeriksaan Kesehatan Mahasiswa Baru, Poliklinik, Apotek, Bimbingan Konseling Mahasiswa.

Bus kampus[sunting | sunting sumber]

Bus kuning.

Bus kampus disediakan untuk melayani kebutuhan transportasi mahasiswa di dalam kampus UI Depok. Di kalangan warga UI, bus ini lebih dikenal dengan sebutan Bis Kuning (Bikun), karena bus ini memiliki warna dominan kuning. Hingga tahun 2005, UI telah memiliki 20 unit Bus Kampus. Bus-bus tersebut secara rutin akan melayani 2 rute yang ada di dalam kampus pada hari Senin-Jumat, mulai pukul 07:00-22:00. Sementara pada hari Sabtu hanya sampai pukul 15:00 WIB dan libur pada hari minggu. Kedua rute tersebut ialah rute merah dan rute biru. Rute merah dan rute biru meliputi halte-halte sebagai berikut :

  • Rute merah dimulai dari Asrama Mahasiswa Universitas Indonesia - Halte Resimen Mahasiswa - Pemberhentian Stasiun UI - Halte Fakultas Hukum - Halte Stasiun Pondok Cina/PLK UI - Halte Fakultas Kesehatan Masyarakat/PKM - Halte Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Halte Politeknik Negeri Jakarta - Halte Program Vokasi - Pemberhentian Fakultas Teknik-Gerbang Kukusan Teknik-Gedung PKM Baru - Halte Fakultas Ekonomi dan Bisnis - Pemberhentian Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, FISIP, dan Fakultas Psikologi - Pemberhentian Stasiun UI (lagi) - Halte Resimen Mahasiswa (lagi) - kembali ke Asrama Mahasiswa Universitas Indonesia
  • Rute bIru dimulai dari Asrama Mahasiswa Universitas Indonesia - Halte Resimen Mahasiswa - Pemberhentian Stasiun UI - Halte Fakultas Psikologi - Halte Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - Halte Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya - Halte Fakultas Ekonomi dan Bisnis - Halte Fakultas Teknik - Halte Program Vokasi - Halte Politeknik Negeri Jakarta - Halte Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Halte Fakultas Kesehatan Masyarakat - Halte RIK (Rumpun Ilmu Kesehatan) - Halte Stasiun Pondok Cina/PLK UI - Halte Masjid Ukhuwah Islamiyah UI - Pemberhentian Fakultas Hukum - Pemberhentian Stasiun UI (lagi), Halte Resimen Mahasiswa (lagi) - kembali ke Asrama Mahasiswa Universitas Indonesia

Sepeda kampus[sunting | sunting sumber]

Mahasiswi sedang menggunakan sepeda kampus di jalur sepeda.

Sejak tahun 2007, UI menyediakan fasilitas peminjaman sepeda kepada mahasiswanya. Sepeda dapat digunakan oleh mahasiswa dengan cara menunjukan KTM ke petugas yang menjaga. Sepeda dapat digunakan sepuasnya, tetapi tidak boleh keluar dari jalur sepeda yang telah disediakan. Sepeda juga boleh dikembalikan di terminal mana saja. Jadi apabila mahasiswa meminjam sepeda dari terminal sepeda Fisip, mahasiswa tersebut boleh mengembalikan sepeda yang dipinjam ke terminal FIB atau terminal mana saja yang ada di UI. Untuk mengembalikan sepeda, caranya sama dengan meminjam yakni dengan menunjukkan KTM ke petugas penjaga. Sepeda kampus melayani mahasiswa hingga pukul 17:00.

Akademik[sunting | sunting sumber]

Fakultas dan Program[sunting | sunting sumber]

Fakultas adalah unit pendidikan di UI yang memiliki beberapa program studi atau jurusan. Sampai saat ini, program studi atau jurusan di UI dikelola dan dijalankan secara administrasi dan akademik oleh 14 fakultas dan 2 program. Fakultas dan program tersebut adalah:

Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK)

Rumpun Sains-Teknologi (Saintek)

Rumpun Sosial-Humaniora (Soshum)

Setingkat Fakultas

Jenjang Pendidikan dan Program Studi[sunting | sunting sumber]

Program studi yang ditawarkan oleh Universitas Indonesia meliputi jenjang pendidikan dengan tingkatan berdasarkan acuan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia

Akreditasi[sunting | sunting sumber]

Institusi[sunting | sunting sumber]

Universitas Indonesia memperoleh akreditasi institusi dengan peringkat A (Amat Baik) dari Badan Akreditasi Nasionai Perguruan Tinggi. Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) tersebut diperoleh sejak tahun 2008 sampai dengan saat ini. Penilaian akreditasi meliputi 15 indikator meliputi kepemimpinan, kemahasiswaan, sumber daya manusia, kurikulum, prasarana dan sarana, pendanaan, tata pamong, sistem pengelolaan, sistem pembelajaran, suasana akademik, sistem informasi, sistem jaminan mutu, lulusan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta program studi.

Internasional[sunting | sunting sumber]

Universitas Indonesia juga memperoleh akreditasi internasional diantaranya.

Peringkat[sunting | sunting sumber]

UI secara konsisten masuk dalam daftar universitas papan atas baik di tingkat nasional maupun internasional.

Internasional[sunting | sunting sumber]

Berikut posisi UI berdasarkan publikasi pemeringkatan dunia:

Peringkat Dunia[sunting | sunting sumber]
Publikasi 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
QS: World University Ranking [note 1][16][17] 250
(#1)
395
(#1)
287
(#1)
201
(#1)
236
(#1)
217
(#1)
273
(#1)
309
(#1)
310
(#1)
358
(#1)
325
(#1)
THE: World University Ranking[note 1][18] Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
601-800
(#1)
GreenMetric World University Ranking[19] Peringkat ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 2010 15
(#1)
22
(#1)
25
(#1)
30
(#1)
62
(#1)
33
(#1)
TBA
Peringkat Regional[sunting | sunting sumber]
Publikasi 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
QS: Asian University Ranking [16][17] 50
(#1)
50
(#1)
59
(#1)
64
(#1)
71
(#1)
79
(#1)
67
(#1)
THE: Asian University Ranking[18][17] Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
181-190
(#1)
THE: BRICS & Emerging Economies Ranking[18] Peringkat ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 2014 Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
171
(#1)

Keterangan: Tanda kurung adalah Peringkat UI dengan perguruan tinggi lain di Indonesia dalam publikasi peringkat tersebut.

Peringkat Dunia Berdasarkan Bidang Studi[sunting | sunting sumber]
Publikasi 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
QS WURF: Natural Science[16] Tidak
Masuk
258
(#2)
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
TBA
QS WURF: Engineering and Technology[16] Tidak
Masuk
232
(#2)
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
TBA
QS WURF: Art and Humanities[16] Tidak
Masuk
142
(#1)
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
TBA
QS WURF: Life Sciences and Medicine[16] Tidak
Masuk
162
(#1)
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
TBA
QS WURF: Social Sciences and Management[16] 95
(#1)
122
(#1)
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
200
(#1)
215
(#1)
TBA
QS WURS: Medicine [16] Pertama kali dipublikasikan
tahun 2011
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
301-400
(#1)
301-400
(#1)
QS WURS: Modern Language [16] Pertama kali dipublikasikan
tahun 2011
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
201-250
(#1)
QS WURS: Computer Sciences and Information System[16] Pertama kali dipublikasikan
tahun 2011
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
Tidak
Masuk
401-500
(#1)

Keterangan: Tanda kurung adalah Peringkat UI dengan perguruan tinggi lain di Indonesia dalam publikasi peringkat tersebut.

Peringkat Web Universitas Dunia[sunting | sunting sumber]

Selain itu, posisi peringkat Universitas Indonesia dengan universitas lain di seluruh dunia berdasarkan berbagai publikasi pemeringkatan Web Universitas Dunia.

Publikasi 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
Jan Jul Jan Jul Jan Jul Jan Jul Jan Jul Jan Jul Jan Jul Jan Jul Jan Jul
Webometrics Ranking of World Universities[20] 1998
(#3)
1291
(#3)
906
(#3)
1010
(#3)
815
(#3)
789
(#3)
508
(#2)
562
(#1)
365
(#3)
508
(#2)
581
(#3)
653
(#3)
696
(#3)
532
(#2)
660
(#2)
910
(#3)
763
(#1)
809
(#2)
4ICU University Web Ranking - Asia[21] -- -- -- -- -- -- -- -- -- -- 84
(#3)
-- -- -- -- -- 95
(#3)
91
(#2)

Keterangan: Tanda kurung adalah Peringkat UI dengan perguruan tinggi lain di Indonesia dalam publikasi peringkat tersebut.

Nasional[sunting | sunting sumber]

Pemeringkatan Kemenristek Dikti[sunting | sunting sumber]
  • Pada tahun 2016, Universitas Indonesia berada pada peringkat ke-3 dari sekitar 3.300 perguruan tinggi se-Indonesia. Pemeringkatan ini dilakukan oleh Kemenristek & Dikti dengan memperhatikan indikator sebagai berikut dosen (12%), kualitas dosen (18%), akreditasi (30%), kualitas kegiatan mahasiswa (10%), dan kualitas kegiatan penelitian (30%). UI mendapatkan skor 3.69 dari skala 4. Posisi UI naik satu peringkat dibandingkan dengan tahun 2015.[22]
  • Pada tahun 2015, Universitas Indonesia tampil pada peringkat ke-4 dari 3.320 perguruan tinggi se-Indonesia berdasarkan pemeringkatan yang dilakukan oleh Kemenristek & Dikti pada tahun 2015 berdasarkan Keputusan Menristekdikti No 492a Tahun 2015.
Publikasi Majalah[sunting | sunting sumber]

Menurut survei lokal yang terakhir dari Globe Asia (2008) UI mendapat peringkat pertama di antara universitas-universitas di Indonesia [23]. Laporan ini juga didukung oleh Majalah Tempo, sebuah majalah utama di Indonesia, yang melakukan survei dan analisis tentang peringkat universitas dan pendidikan di Indonesia.[24]. Universitas Indonesia dinilai sebagai Universitas yang paling vibrant di Indonesia. Sejak tahun 2004, survei majalah Tempo melaporkan fakta bahwa lulusan UI adalah di antara sarjana lulusan terbaik di Indonesia menurut beberapa kriteria seperti kualitas lulusan, citra yang baik, kepuasan industri yang menggunakan tenaga kerja, kualitas pengajaran, metodologi pendidikan, kualitas fasilitas kampus yang berbasis lingkungan taman hutan raya yang hijau, serta keketatan persaingan masuk ke perguruan tinggi[25] .

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2008, Universitas Indonesia menjadi pemenang dalam Indonesia ICT award untuk Smart Campus dengan Best Content and Application. Untuk kategori Accessibility and Connectivity, Universitas Indonesia juga mendapat Merit Award. Saat ini 90% area universitas sudah dilingkupi oleh infrastruktur dan layanan IT (hostpot) dengan bandwidth sebesar 305 Mbytes per second ke Internet dan 155 Mbps ke Jaringan Riset Pendidikan Tinggi Indonesia (INHERENT) [26]

Pusat Studi[sunting | sunting sumber]

Sampai saat ini UI telah memiliki sekitar 64 Pusat Studi yang memiliki tugas utama melakukan kegiatan penelitian untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pengabdian masyarakat. Pusat-pusat studi tersebut adalah:

  • Center on Child Protection (PUSKAPA)
  • Center for Computing and IT (CC IT)
  • Center for East Asia Cooperation Studies (CEACOS)
  • Center for Environmental Health and Industrial
  • Center for Global Civil Society Studies (Pacivis)
  • Center for Research on Intergroup Relations and Conflict Resolution (CERIC)
  • Center for Excellence Indigenous Biological Resources-Genome Studies (CoE IBR-GS)
  • Center for Excellence Nano Science and Technology (CoE NST)
  • Health Research Center for Crisis and Disaster (HRCCD)
  • Institute of Human Virology and Cancer Biology (IHVCB).
  • Research Group, Studies and Application of Basic Law Science
  • Anthropology Laboratory
  • Political Science Laboratory
  • Sociology Laboratory/ Center for Sociological Studies
  • Institute of Demography
  • Institute for Law and Society Studies
  • Institute for Law and Technology Studies
  • Institute for Fiscal Law Studies
  • Institute for Civil Code Studies
  • Institute for Islam and Islamic Law Studies
  • Institute for Competition and Trade Policy Studies
  • Institute for Capital Market and Financial Studies
  • Institute for Law Institution Studies
  • Institute for Sociology of Law and Constitution Studies
  • Institute for Psychological Research (LPPsi)
  • Institute for Measurement Instrument and Psychological Education Development (LPSP3)
  • Institute for Indonesian Formal Law and Judicial System Studies
  • Institute for International Law Studies
  • Institute for Economy and Society Studies (LPEM)
  • Institute for Applied Psychology (LPT)
  • Institute for Law and Economic Studies
  • Integrated Laboratory on Endocrinology Science
  • Centre of Computer Science's (PUSILKOM)
  • Centre for Area and Urban Studies
  • Centre for Health Administration and Policy Studies (CHAMPS)
  • Centre for Anthropology Studies
  • Centre for Australian Studies
  • Centre for Disability Studies
  • Centre for Health Economic and Policy Studies (PKEKK)
  • Centre for European Studies
  • Centre for Energy Studies
  • Centre for International Relation Studies (CIRES)
  • Center for Law and Good Governance Studies (CLGS)
  • Centre for Administration Science Studies
  • Centre for Social Welfare Science Studies
  • Centre for Social Welfare Studies
  • Centre for Criminology Studies
  • Centre for Social and Political Development Studies
  • Centre for Political Studies (Puskapol)
  • Centre for Environmental Risk and Safety Studies
  • Centre for Middle East and Islamic Studies
  • Centre for American Area Studies
  • Centre for Applied Geographics Research
  • Centre for Family Welfare Research (PUSKA & IMPACT)
  • Centre for Societal and Cultural Research (PPKB)
  • Centre for Development Institution Research
  • Centre for Science and Technology Research
  • Centre for Human and Environmental Resources Research
  • Centre for Epidemiology and Surveillance Research
  • Centre for Marine Studies (Pusat Studi Kelautan - FMIPA UI)
  • Centre for Japanese Studies (Pusat Studi Jepang - FIB UI)
  • Centre for Natural Product and Medicine Studies
  • Centre of Communication Studies
  • Research Centre for Materials Science
  • SEAMEO- TROPMED RCCN

Kemahasiswaan[sunting | sunting sumber]

Unit kegiatan mahasiswa[sunting | sunting sumber]

Unit kegiatan mahasiswa merupakan organisasi kemahasiswaan di tingkat universitas yang fungsinya menampung berbagai minat dan bakat dari para mahasiswa UI.[27][28] Unit kegiatan mahasiswa tersebut antara lain:

  • UKM seni
    • Marching Band Madah Bahana
    • Orkes Simfoni Mahawaditra
    • Paduan Suara Paragita
    • Liga Tari Krida Budaya
    • Teater UI
    • Sinematografi
    • Perhimpunan Fotografi
  • UKM olahraga
    • Dancesport
    • Cricket
    • Bulu tangkis
    • Softball
    • Flag Football
    • Hoki
    • Bola voli
    • Atletik
    • Tenis meja
    • Tenis lapangan
    • Sepak bola
    • Bola basket
    • Renang
    • Catur
    • Bridge
    • Menembak
    • Berkuda/Equasterian
    • Memanah
  • UKM bela diri
    • Perisai Diri (Pencak Silat)
    • Tae Kwon Do
    • Merpati Putih
    • Karate
    • Aikido
    • Tae Kwon Do
    • Sin Lam Ba
    • Bangau Putih (Pencak Silat)
    • Pencak Silat Tenaga Besar (Pencak Silat)
    • Judo
    • Tapak Suci (Pencak Silat)
    • Wushu
    • Kempo
    • Satria Muda Indonesia
  • UKM keagamaan
    • Nuansa Islam Mahasiswa UI
    • Keluarga Mahasiswa Buddhis Universitas Indonesia
    • Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Indonesia
    • Himpunan Mahasiswa Islam UI (HMI UI)
    • Persekutuan Oikumene Universitas Indonesia
    • Keluarga Mahasiswa Katolik UI
  • Resimen Mahasiswa, Kepanduan, dan pecinta alam
    • Resimen Mahasiswa Universitas Indonesia, Wira Makara
    • Pramuka Sekar Kalpavriska
    • Mapala UI (Mahasiswa Pecinta Alam UI)
  • UKM keilmuan, studi dan media
  • UKM Kewirausahaan

Tokoh ternama[sunting | sunting sumber]

Alumni[sunting | sunting sumber]

Doktor kehormatan[sunting | sunting sumber]

Universitas Indonesia, hingga Februari 2013, telah memberikan gelar doktor kehormatan (honoris causa) kepada 39 tokoh, yaitu:[29]

Catatan Kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Sepanjang 2006-2009, Times Higher Education (THES) melakukan pemeringkatan berkerja sama dengan Quacquarelli Symonds (QS) yang dikenal dengan THES-QS, baru pada tahun 2010, THES melakukan pemeringkatan sendiri dan terpisah dengan pemeringkatan QS.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Panduan Penggunaan Logo Universitas Indonesia". Kantor Komunikasi UI. Publikasi Kantor Komunikasi UI. Diakses tanggal 10 Juni 2015. 
  2. ^ "Sejarah Universitas Indonesia". Situs Resmi Universitas Indonesia. Diakses tanggal 4 Agustus 2016. 
  3. ^ a b c d e Dikti, Forlap (2015). Profil Perguruan Tinggi Universitas Indonesia. Pangkalan Data Perguruan Tinggi Indonesia (Report). Diakses tanggal 2016. 
  4. ^ Pertiwi, Adhika (25 Oktober 2011). Kadek, ed. "Pelesir di Tengah Rindangnya Kampus UI". Kompas.com. Diakses tanggal 25 Oktober 2011. 
  5. ^ "Membership of ASEAN Universities Network". ASEAN Universities Network (AUN). Diakses tanggal 4 Agustus 2016. 
  6. ^ "Member Universities of Association of Pacific Rim Universities". Association of Pacific Rim Universities. Diakses tanggal 4 Agustus 2016. 
  7. ^ "AUAP Member List". Association of Universities of Asia and the Pasific. 2014. Diakses tanggal 4 Agustus 2016. 
  8. ^ "Universities Member of Federation of the Universities of the Islamic World". Federation of the Universities of the Islamic World (FUIW}. Diakses tanggal 4 Agustus 2016. 
  9. ^ Presidents of 12 premier universities in Asia and Middle East to gather at WUSTL May 4-7 to discuss global energy and environment, Washington University in St Louis, April 12, 2007, http://news-info.wustl.edu/news/page/normal/9271.html
  10. ^ Kampanye Pemilihan Rektor Universitas Indonesia Tahun 2014, http://pemilihanrektor.ui.ac.id/content/kampanye-bertema-02-mempertahankan-prestasi-dan-konsistensi-dari-ui-sebagai-satu-satunya
  11. ^ Profil | Universitas Indonesia - Sejarah
  12. ^ a b Agenda Universitas Indonesia 2008. Diterbitkan oleh Badan Otonom Economica FEUI.
  13. ^ Peta Kampus Salemba dapat dilihat di sini [1].
  14. ^ Peta Kampus Depok dapat dilihat di sini [2].
  15. ^ Kompas, 31 Mei 2009, http://edukasi.kompas.com/read/xml/2009/05/31/0337280/perpustakaan.terbesar.dunia.dihadirkan.di.ui
  16. ^ a b c d e f g h i j "QS World University Rankings – 2015". Diakses tanggal 3 Maret 2016. 
  17. ^ a b c "Pencapaian UI". Diakses tanggal 3 Maret 2016. 
  18. ^ a b c "Peringkat UI di THE 2016". Diakses tanggal 3 Maret 2016. 
  19. ^ "Peringkat UI Greenmetric". Diakses tanggal 3 Maret 2016. 
  20. ^ "Peringkat Webometric Indonesia". 
  21. ^ "Peringkat 4ICU". 
  22. ^ Prasetya, Andika (17 Agustus 2016). "Ini 12 Besar Peringkat Perguruan Tinggi Indonesia 2016". Detik.com. Diakses tanggal 17 Agustus 2016. 
  23. ^ Indonesian University Rankings, Globe Asia magazine vol. 2 number 4, April 2008.
  24. ^ Ranking Perguruan Tinggi Indonesia Naik, Tempo Interaktif, 14 Oktober 2008, http://www.tempo.co.id/,
  25. ^ Indonesian universities climb world's top 400 rankings, Friday, 17 October 2008, http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=219&Itemid=54
  26. ^ Daftar Pemenang Inaicta 2008, http://www.inaicta.web.id/static-myinaicta/, August 2008
  27. ^ Situs web mahasiswa UI.
  28. ^ Situs web old UI.
  29. ^ Daftar Penerima Gelar Doktor Kehormatan. Diakses pada: 12 September 2011.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]