Universitas Andalas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Universitas Andalas
Lambang Universitas Andalas
MotoUntuk Kedjajaan Bangsa
JenisPerguruan tinggi negeri
Didirikan23 Desember 1955
RektorProf. Dr. Yuliandri S.H., M.H.
Staf akademik
2,600[1]
Jumlah mahasiswa26,000[1]
Lokasi, ,
KampusLimau Manis
Payakumbuh
Dharmasraya
WarnaHijau tua
Situs webwww.unand.ac.id

Universitas Andalas (biasa disingkat dengan Unand) adalah sebuah perguruan tinggi negeri Indonesia yang terletak di Kota Padang, Sumatra Barat, Indonesia. Universitas ini merupakan universitas tertua di luar Pulau Jawa yang dibuka secara resmi pada tanggal 23 Desember 1955 oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta. Pada saat itu, Unand adalah universitas keempat yang diresmikan oleh Pemerintah Indonesia.[2] Universitas Andalas terdiri dari lima belas fakultas dengan kampus utama di Limau Manis, Padang; terdapat pula kampus-kampus lain di Padang, Payakumbuh, dan Dharmasraya.

Pada Evaluasi dan Klasterisasi Perguruan Tinggi Berbasis Kinerja Penelitian yang diluncurkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional pada bulan November 2019, Universitas Andalas menempati peringkat keempat dari peguruan tinggi se-Indonesia. Sejak tahun 2016, kampus ini juga telah termasuk dalam perguruan tinggi negeri cluster 1 dari Kemenristekdikti.[3][4]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Periode awal (1948-58)[sunting | sunting sumber]

Peresmian Universitas Andalas pada tanggal 13 September 1956
Mohammad Hatta, pencetus nama Universitas Andalas

Keinginan masyarakat Sumatra Barat untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi sudah ada sejak memasuki abad ke-20. Hal itu dapat dipahami karena pada masa itu sudah muncul golongan intelektual dan cendekiawan yang peduli dengan pendidikan anak bangsa. Namun, Pemerintah Kolonial Belanda tidak memberi kesempatan sedikit pun untuk mewujudkannya. Gagasan itu kembali mengemuka seiring diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Keinginan untuk mendirikan suatu jenjang pendidikan tinggi di Sumatra Barat baru dapat diwujudkan pada tahun 1948 dengan mendirikan enam akademi, yaitu: Akademi Pamong Praja, Akademi Pendidikan Jasmani, Akademi Kadet, Akta A Bahasa Inggris, dan Sekolah Inspektur Polisi. Keenam akademi tersebut berada di Bukittinggi. Selanjutnya, keberhasilan pendirian akademi ini mendorong sebuah yayasan pendidikan bernama Yayasan Sriwijaya untuk mendirikan Balai Perguruan Tinggi Hukum Pancasila (BPTHP) di Padang pada tanggal 17 Agustus 1951. Mengikuti langkah Yayasan Sriwijaya tersebut, kemudian pemerintah mendirikan Perguruan Tinggi Pendidikan Guru di Batusangkar pada tanggal 23 Oktober 1954, Perguruan Tinggi Negeri Pertanian di Payakumbuh pada tanggal 30 November 1954, dan Fakultas Kedokteran serta Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA) di Bukittinggi pada tanggal 7 September 1955. Keempat fakultas tersebut diresmikan oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta. Seiring dengan itu, Yayasan Sriwijaya pun menyerahkan BPTHP kepada Pemerintah Provinsi Sumatra Tengah. Dan, sejak itu BPTHP berganti nama menjadi Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat.[5]

Kelima fakultas itu menjadi cikal bakal dalam mendirikan Universitas Andalas. Oleh karena merupakan universitas pertama yang didirikan di Pulau Sumatra, maka Bung Hatta mengusulkan nama Universitas Andalas, dengan merujuk kepada nama Pulau Sumatra yang juga dikenal dengan Pulau Andalas. Pada tanggal 13 September 1956, Wakil Presiden Mohammad Hatta meresmikan pembukaan Universitas Andalas di Bukittinggi. Selanjutnya, pada tahun 1958, untuk pertama kalinya Universitas Andalas mulai memetik hasil dengan lulusnya Mr. Rudito Rachmad sebagai Sarjana Hukum pertama. Satu tahun berikutnya, Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat mewisuda pula empat mahasiswanya, yaitu Mr. Herman Sihombing, Mr. Zawier Zienser, Mr. Eddy Ang Ze Siang, dan Mr. Djalaluddin Ilyas.[6]

Era pergolakan (1958-61)[sunting | sunting sumber]

Beberapa bulan setelah meresmikan Unand, Bung Hatta yang tidak sepaham lagi dengan Presiden Soekarno meletakkan jabatannya sebagai Wakil Presiden. Sehingga berakhirlah Dwi Tunggal Soekarno-Hatta. Beberapa tokoh militer dan politik pun kemudian bersepakat untuk "menegur" pusat dengan mendirikan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) dan menjadikan Sumatra Tengah, khususnya Sumatra Barat sebagai basisnya.[7]

Oleh karena itu, banyak dosen dan mahasiswa Unand yang menunjukkan kesepahamannya dengan PRRI. Akibatnya, Tentara Nasional Indonesia yang ditugaskan untuk menumpas PRRI juga memporakporandakan kampus Unand yang tersebar di beberapa kota: Padang, Bukittinggi, Batusangkar, dan Payakumbuh serta juga yang baru dibangun di Baso. Situasi politik pada waktu itu benar-benar tidak kondusif untuk melaksanakan aktivitas perkuliahan. Dosen-dosen yang didatangkan dari luar negeri, terutama dari Eropa, ada yang pulang ke negaranya masing-masing dan ada pula yang pindah ke Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Institut Pertanian Bogor. Pada masa PRRI dapat dikatakan sebagai masa kemunduran Universitas Andalas.[8]

Orde Baru dan Reformasi (1961-kini)[sunting | sunting sumber]

Seiring dengan berakhirnya PRRI, Unand kembali menata perkembangannya. Pada tahun 1961, Unand membuka kembali Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan memindahkannya ke Padang. Sedangkan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA) baru dapat dibuka setahun kemudian dan itupun cuma dengan satu jurusan, yaitu Biologi. Selanjutnya, Perguruan Tinggi Ekonomi yang didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Pancasila pada tanggal 7 September 1957 menggabungkan diri dengan Unand. Pada tanggal 9 Oktober 1963, Unand membuka Fakultas Peternakan. Fakultas ini merupakan Fakultas Peternakan pertama yang didirikan di Indonesia. Dengan demikian, sampai tahun 1963 Unand telah memiliki tujuh (7) fakultas, namun pada tahun berikutnya FKIP memisahkan diri dan berkembang menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) dan selanjutnya berubah nama menjadi Universitas Negeri Padang (UNP).[9]

Dengan kepindahan kampusnya ke Padang, Unand mulai membenahi diri secara menyeluruh, baik dari segi organisasi, dosen, maupun infrastruktur. Kampus Air Tawar dibangun untuk Fakultas Pertanian, FIPIA, Fakultas Peternakan, dan FKIP (sekarang menjadi kampus UNP). Adapun Fakultas Ekonomi dibangun di kampus Jati, Padang (sekarang kampus Fakultas Ekonomi Program Reguler Mandiri dan STIE Dharma Andalas). Sedangkan Fakultas Kedokteran terdapat di dua lokasi, yaitu Kampus Jati dan Pondok. Fakultas Hukum tetap berada di kampusnya yang lama di Parak Karambia (sekarang kampus Fakultas Hukum Program Reguler Mandiri). Adapun rektorat Unand berada di kampus Jati bersebelahan dengan Fakultas Ekonomi. Pada tahun 1962, jumlah dosen Unand sudah mencapai 261 orang, termasuk 180 orang dosen luar biasa dan "dosen terbang". Adapun jumlah mahasiswanya sudah mencapai 3920 orang.[10]

Pada tahun 1982, Fakultas Sastra didirikan dan mulai menerima mahasiswanya untuk angkatan pertama. Pada awalnya fakultas ini bernama Fakultas Sastra dan Sosial Budaya kemudian berganti nama menjadi Fakultas Sastra karena Jurusan Sosiologi dengan Program Studi Sosiologi dan Antropologi yang juga baru dibuka "dititipkan" di fakultas ini. Kedua program studi tersebut menjadi cikal bakal untuk mendirikan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) pada tahun 1993. Fakultas Sastra kemudian juga berganti nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya pada tahun 2011. Kampus kedua fakultas ini terletak di Jl. Situjuh, Jati, Padang, yang sebelumnya merupakan Labor Fisiologi Fakultas Kedokteran (sekarang rumah dinas rektor dan gedung percetakan Unand). Berikutnya, Unand membuka pula dua program studi Teknik Mesin dan Teknik Sipil pada tahun 1985, yang merupakan cikal bakal terbentuknya Fakultas Teknik. Pada awalnya pengelolaan kedua program studi ini berada di Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam (FMIPA), sedangkan dalam pelaksanaan perkuliahannya Unand bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Pendirian Fakultas Teknik ini baru disetujui oleh Dirjen Dikti pada tanggal 13 Mei 1993.[11]

Sementara itu, Pendidikan Ahli Administrasi dan Perusahaan (PAAP) yang dibuka di Fakultas Ekonomi pada tahun 1980 berubah nama menjadi Program Diploma III (DIII) Ekonomi. Unand selanjutnya merintis pula pembukaan dua fakultas nongelar teknologi pada tahun 1982, yaitu Politeknik Teknologi dan Politeknik Pertanian. Kampus Politeknik Teknologi berada di Padang sedangkan kampus Politeknik Pertanian berada di Tanjung Pati, Payakumbuh. Fakultas Kedokteran juga mengembangkan diri dengan membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis pada tahun 1984. Setahun berikutnya, Unand membuka Program Pascasarjana dengan bekerja sama dengan IPB dan baru pada tahun 2000 Program Pascasarjana ini mulai berdiri sendiri serta mulai pula mendirikan Program Doktor (S3). Seiring dengan itu, Fakultas Ekonomi juga mulai menerima mahasiswa S2 untuk program Magister Manajemen. Selanjutnya, pada tahun 2008 Unand mengembangkan dua jurusan menjadi dua fakultas. Kedua fakultas itu adalah: Fakultas Teknologi Pertanian yang dikembangkan dari jurusan Teknologi Pertanian di Fakultas Pertanian dan Fakultas Farmasi yang dikembangkan dari jurusan Farmasi di FMIPA. Berikutnya, pada tanggal 13 Juli 2012 Fakultas Kedokteran dikembangkan lagi menjadi Fakultas Kesehatan Masyarakat, yang menjadi fakultas kedua belas di Universitas Andalas.[11]

Saat terjadinya gempa bumi tanggal 30 September 2009, identifikasi kerusakan yang terjadi di lingkungan kampus Unand memperlihatkan bahwa hampir semua gedung mengalami kerusakan bervariasi. Kerusakan paling berat terjadi di Fakultas Teknik Universitas Andalas. Sebagai respons cepat atas gempa tersebut, maka dibentuk Tim Emergency Response and Recovery untuk membantu masyarakat yang terkena musibah gempa yang diketuai oleh Drs. Alfan Miko, M.Si., Kepala Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Andalas. Dibentuk pula 2 posko gempa, yaitu di Kampus Limau Manis untuk koordinasi dan penghimpunan mahasiswa untuk jadi relawan dan Posko Kampus Unand di Jalan Perintis Kemerdekaan untuk relawan dan penghimpunan berbagai sumbangan.[12]

Lambang[sunting | sunting sumber]

Lambang Universitas Andalas

Lambang Universitas Andalas berbentuk segi empat yang terdiri dari:[13]

  1. Kata "Universitas Andalas" tertulis di atas sehelai pita putih dan terletak di bagian atas.
  2. Pancaran sinar berwarna putih sebanyak 17 buah yang berasal dari tanggal kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus 1945) merupakan cahaya kemerdekaan yang bersinar terus-menerus untuk menuju kemakmuran bangsa Indonesia.
  3. Sebatang pohon beringin berwarna hijau tua yang tumbuh di tengah padang rumput berwarna hijau, merupakan simbol seorang pemimpin yang berilmu dan berpengetahuan yang mendedikasikan diri dan karyanya untuk kemaslahatan masyarakat dan kejayaan bangsanya.
  4. Sebatang lilin dengan dian berwarna merah yang terletak di atas sebuah bejana berwarna kuning emas, menunjukkan cita-cita yang tidak pernah mati untuk menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan norma agama dan nilai-nilai sosial budaya serta kepribadian bangsa Indonesia.
  5. Kata "Untuk Kedjajaan Bangsa" tertulis di atas sehelai pita putih yang terletak di bagian bawah antara ukiran khas Minangkabau, merupakan moto Universitas Andalas sebagai lembaga pendidikan tinggi yang selalu berupaya secara optimal untuk meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Akademik[sunting | sunting sumber]

Fakultas[sunting | sunting sumber]

Fakultas Dies natalis
Hukum 17 Agustus 1951
Pertanian 30 November 1954
Kedokteran 7 September 1955
Matematika dan IPA 7 September 1955
Ekonomi 7 September 1957
Peternakan 9 Oktober 1963
Ilmu Budaya 7 Maret 1982
Program Pascasarjana 17 September 1984
Teknik 13 Mei 1993
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 13 Mei 1993
Farmasi 15 Mei 2008
Teknologi Pertanian 15 Mei 2008
Kesehatan Masyarakat 13 Juli 2012
Teknologi Informasi 13 Juli 2012
Keperawatan 13 Juli 2012
Kedokteran Gigi 13 Juli 2012

Sejak awal berdirinya hingga sekarang ini, Universitas Andalas total telah memiliki lima belas (15) fakultas, dan satu program pascasarjana, dengan rincian 44 program studi sarjana, 41 program studi magister (S2), 13 program studi doktor (S3), 12 program pendidikan dokter spesialis, 5 Profesi dan 4 program studi D3.[14]

Peringkat dan prestasi[sunting | sunting sumber]

Peringkat Universitas Andalas
Versi Peringkat nasional Sumber
2011 2012 2013 2014 2018 2019
Webometrics 8 38 32 26 15 13 [15]
4ICU 17 27 32 24 34 24 [16]
UI Greenmetric 8 [17]

Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia pada tahun 2016 menempatkan Unand di peringkat ke-11 Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia dari 12 besar Perguruan Tinggi di Indonesia (Cluster 1) atau posisi pertama di Pulau Sumatra dan posisi kedua di luar Pulau Jawa.[18] Selain itu, Majalah Tempo edisi Maret 2006 menempatkan Unand pada posisi ke-14 dalam analisisnya terhadap kapasitas alumninya yang diserap oleh dunia usaha. Sampai posisi ke-13 ditempati oleh perguruan tinggi yang berada di Pulau Jawa. Hal ini berarti Unand menduduki posisi pertama di Sumatra dan bahkan di luar Jawa. Pada bulan Mei 2008, Majalah Tempo kembali menempatkan Unand sebagai salah satu perguruan tinggi, dalam hal ini alumni Fakultas Pertanian dan Sastra, merupakan yang paling diminati oleh berbagai instansi dalam merekrut tenaga kerjanya.[19] Unand juga merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Sumatra yang memperoleh Akreditasi A. Dari laporan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) tahun 2003, Unand menduduki peringkat 11 (peringkat dua di luar Jawa) dari 41 perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Pada bulan Januari 2011, berdasarkan hasil survei halaman situs Webometrics, Unand termasuk dalam 100 perguruan tinggi terbaik di ASEAN (peringkat 26) atau peringkat 8 di Indonesia (terbaik di luar Pulau Jawa), sedangkan menurut survei per Januari 2012, Unand menduduki peringkat 38 di Indonesia.[20] Universitas Andalas juga memiliki 130 Guru Besar/Profesor dan merupakan universitas yang memiliki Guru Besar terbanyak di Sumatra (Per 24 September 2010). Selain itu, Fakultas Kedokteran (FK) Unand merupakan FK pertama di Indonesia yang menjadi pionir dalam melaksanakan pendidikan dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), yang bekerja sama dengan Health Workforce and service (HWS) project dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional dan juga merupakan salah satu dari 13 Fakultas Kedokteran di Indonesia yang diakui/terakreditasi oleh Pemerintah Malaysia.[21]

Pada tahun 2006, Unand berusia 50 tahun. Dalam rangka merayakan ulang tahun emasnya, Unand mengadakan berbagai kegiatan. Di antaranya, pemberian gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang Pembangunan Pertanian Berkelanjutan kepada Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 21 September 2006. Di samping itu, Unand juga menerbitkan 52 buku karya dosen-dosennya. Universitas Andalas juga merupakan salah satu perguruan tinggi pionir yang menyelenggarakan kuliah umum kewirausahaan untuk membangkitkan jiwa enterpreunership mahasiswanya yang rutin diadakan setiap hari Jumat sejak tahun akademik 2007/2008.

Pada tahun 2014, Unand mendapat akreditasi A dari BAN PT. Dengan demikian, Unand menjadi universitas keenam di Indonesia yang terakreditasi A setelah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Hasanuddin, atau yang pertama di Sumatra.[22]

Organisasi[sunting | sunting sumber]

Pimpinan[sunting | sunting sumber]


Lembaga penelitian[sunting | sunting sumber]

Lembaga-lembaga penelitian yang ada di Unand terdiri dari:

  1. Pusat Studi Keuangan Daerah (PSKD)
  2. Lembaga Penelitian Ekonomi Regional (LPER)
  3. Lembaga Pengkajian Ekonomi dan Pembangunan (LPEP)
  4. Pusat Studi Kependudukan
  5. Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA)
  6. Pusat Studi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSPSDM)
  7. Pusat Studi Wanita
  8. Pusat Studi Irigasi
  9. Pusat Penelitian Pemanfaatan Ilmu dan Teknologi Nuklir
  10. Pusat Penelitian Kehutanan
  11. Pusat Penelitian Pengembangan Hewan dan Sapi
  12. Pusat Studi Otonomi Daerah
  13. Pusat Studi Pengembangan dan Perubahan Sosial Budaya
  14. Pusat Studi Budaya dan Masyarakat Minangkabau
  15. Pusat Kajian Hukum Wilayah Barat
  16. Pusat Studi Konstitusi
  17. Pusat Pengembangan Pariwisata
  18. Pusat Studi Pedesaan
  19. Pusat Kajian Masalah Perkotaan
  20. Pusat Studi Amerika
  21. Pusat Studi Ilmu, Teknologi, dan Budaya Jepang
  22. Pusat Studi Lingkungan Hidup
  23. Pusat Kajian Sumber Daya Alam
  24. Pusat Studi Alam Sumatra
  25. Pusat Studi Tumbuhan Obat
  26. Pusat Kajian Kesehatan
    1. Pusat Studi Energi

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Kampus[sunting | sunting sumber]

Gerbang Universitas Andalas
Auditorium Universitas Andalas

Pada awalnya pembangunan kampus Unand direncanakan di Ulu Gadut, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Namun karena lokasi itu berdekatan dengan pabrik PT Semen Padang sehingga sangat berpeluang terkena polusi. Jadi, diusulkan tiga alternatif lain sebagai gantinya, yaitu: Bukit Tambun Tulang (Padang Pariaman), Tunggul Hitam (dekat Bandar Udara Tabing), dan Bukik Karamuntiang di Pauh, Padang. Adapun yang yang paling memenuhi di antara ketiganya adalah Bukik Karamuntiang. Lokasi ini berada di Kenagarian Limau Manis, Kelurahan Koto Panjang, Kecematan Pauh dan terletak sekitar 15 km sebelah timur pusat Kota Padang. Pembangunan kampus Limau Manis ini secara simbolis dimulai pada tanggal 11 Maret 1986 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 4 Desember 1995. Kampus Limau Manis ini luasnya sekitar 500 hektare dan berada pada ketinggian ± 255 m di atas permukaan laut. Kampus ini menghadap ke Kota Padang dengan pemandangan Samudera Hindia yang biru membentang di sebelah barat. Pada bagian timur berjajar Bukit Barisan. Sementara di sisi utara dan selatannya terdapat lembah yang masing-masingnya dialiri oleh anak sungai. Bangunannya memiliki arsitektur yang unik: kombinasi dari model atap tradisional Minangkabau (tanduk kerbau) dan struktur yang bergaya modern. Universitas sedang dalam proses melengkapi fasilitas-fasilitasnya untuk mengakomodasi aktivitas akademik dan ekstrakurikuler. Hampir semua fakultas terletak di Limau Manis, kecuali Fakultas Kedokteran yang terletak di daerah Jati, Padang, Fakultas Hukum Program Reguler Mandiri di daerah Parak Karambia (Jl. Pancasila), Padang, dan Politeknik Pertanian serta Fakultas Ekonomi kampus II di Payakumbuh.

Perpustakaan[sunting | sunting sumber]

Universitas Andalas memiliki perpustakaan pusat yang terletak di lingkungan kampus Limau Manis. Sejak tahun 2015 perpustakaan Universitas Andalas mendapat akreditasi A Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Pusat Kegiatan Mahasiswa[sunting | sunting sumber]

Universitas Andalas sejak bulan November 2001 telah memiliki gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) yang diresmikan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri. Di gedung ini ditempatkan sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tingkat fakultas sampai BEM Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Andalas, Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) fakultas sampai tingkat universitas. Selain itu di gedung ini juga terdapat sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan kantor cabang pembantu BNI, dan Bank Nagari serta Anjungan Tunai Mandiri Bank Mandiri, BNI, Bank Nagari, dan Poliklinik.

Asrama mahasiswa[sunting | sunting sumber]

Asrama mahasiswa Unand merupakan unit layanan yang memberikan dukungan layanan hunian bagi mahasiswa. Pada tahun 2012 terdapat enam bangunan asrama dengan beberapa fasilitas dasar seperti masjid, kafetaria, ruang belajar, ruang televisi, pantry, mini market, dan fasilitas olahraga.

Masjid[sunting | sunting sumber]

Masjid Nurul Ilmi Universitas Andalas

Untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan warga kampus, telah dibangun satu buah masjid, yaitu Nurul Ilmi. Di samping tempat ibadah, juga berkaitan dengan pengembangan rohani dan aktivitas sosial kemasyarakatan lainnya.

Sarana olahraga[sunting | sunting sumber]

Unand dalam memicu dan meningkatkan aktivitas olahraga mahasiswa telah membangun berbagai sarana olahraga, seperti:

  • Lapangan sepak bola
  • Lapangan tenis
  • Lapangan bola basket
  • Lapangan bulu tangkis
  • Lapangan bola voli
  • Lapangan futsal
  • Sarana panjat tebing, dan sebagainya

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Mengingat posisi Unand yang relatif jauh dari pusat kota Padang, yaitu ± 15 km, maka sejak bulan Februari tahun 1992 pihak Unand telah menyediakan transportasi khusus bagi warga kampus dari kampus ke Kapalo Koto dan Pasar Baru, begitu juga sebaliknya. Pada saat sekarang Unand telah memiliki armada bus kampus sebanyak 40 buah. Sumber dana pengadaan bus kampus berasal dari berbagai pihak, termasuk sumbangan mahasiswa sendiri.

Fasilitas pendukung lainnya[sunting | sunting sumber]

Untuk mendukung kegiatan ilmiah, Unand memiliki berbagai sarana dan prasarana pendukung yang cukup memadai, di antaranya auditorium, aula di Jati, tempat seminar gedung E, F, mess di Fakultas Kedokteran di Jati dan mess di Limau Manis. Unand juga telah membuat halaman situs sendiri yaitu www.unand.ac.id, melalui situs ini mahasiswa bisa mengakses segala informasi yang berkaitan dengan Universitas Andalas.

Kemahasiswaan[sunting | sunting sumber]

Genta Andalas[sunting | sunting sumber]

Universitas Andalas memiliki Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) yang bernama Genta Andalas. Resmi berdiri tanggal 16 Oktober 1986, Genta Andalas memiliki slogan Media Peduli Bangsa, Damai, dan Bermoral. Genta Andalas mengelola penerbitan tabloid kampus yang biasa disebut Tabloid Genta Andalas yang terbit satu kali dalam dua bulan. Selain tabloid, Genta Andalas juga rutin menyajikan informasi seputar kampus melalui Portal Berita Gentaandalas.com. UKPM ini sempat memiliki stasiun radio dari 2001 - 2003 dengan nama Radio Jingga [25]. Genta Andalas juga memiliki agenda rutin seperti Pekan Jurnalistik, Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar yang diadakan setiap tahun, hingga Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut.

Pada tahun 2005, Genta Andalas berhasil melakukan penerbitan untuk event tingkat nasional yaitu Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) dimana Universitas Andalas sebagai tuan rumahnya. Tahun 2007, Genta Andalas merupakan satu-satunya media mahasiswa yang pernah menjadi Official Media Partner wilayah Sumatra untuk BBC World Service Siaran Indonesia pada tahun 2007-2009.. Tahun 2013 Genta Andalas dipercaya menjadi media partner Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQ-MN) XIII [25].

Unit Kegiatan Seni[sunting | sunting sumber]

Unit Kegiatan Seni Universitas Andalas (UKS Unand) merupakan unit kegiatan mahasiswa yang bergerak di bidang kesenian. Dibentuk secara resmi pada tanggal 11 Juli 1995. UKS Unand memiliki 5 divisi kesenian, yaitu Divisi Vokal (Andalaswara), Divisi Teater (Teater Rumah Teduh), Divisi Musik (Harpa Musik Studio), Divisi Tari (Andalas Seruni Dance), dan Divisi Seni Rupa (Saroman). Selama berkegiatan dalam bidang kesenian, UKS Unand sudah banyak mengharumkan nama Universitas Andalas, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional dari berbagai event yang diikuti maupun diselenggarakan. Pada kepengurusan periode 2015-2016, UKS Unand diarahkan oleh Pembina Prof. Dr. Ir. Nuraini, M.S. dengan Ketua Umum Pungky R. Adhytama Kertamuda. Mengusung slogan "Dengan Seni Demi Kejayaan Bangsa", UKS Unand terus aktif berkegiatan dan mengukir prestasi untuk mengharumkan nama Universitas Andalas dan turut serta dalam pengembangan dan pelestarian seni budaya di Sumatra Barat

FKI Rabbani[sunting | sunting sumber]

UKM FKI Rabbani Unand berdiri seiring dengan perpindahan kampus Unand ke Limau Manis. Cikal bakalnya bermula ketika terbentuknya pengurus Masjid Nurul Ilmi pada tahun 1991 yang bernama FKI Rabbani. Oleh karena itu, organisasi ini memusatkan kegiatannya di masjid tersebut. Dua tahun setelah itu, berdiri UKM Kerohanian dibawah naungan bidang kemahasiswaan Unand. Karena memiliki visi-misi yang sama dengan FKI Rabbani, akhirnya FKI Rabbani resmi digabungkan dengan UKM Kerohanian pada tahun 1995-1997 dengan nama UKM FKI Rabbani Unand. UKM FKI Rabbani Unand memiliki koordinasi dengan Forum Studi Islam (FSI) di setiap fakultas. UKM ini lebih menekankan kegiatannya pada pendalaman pemahaman ajaran Islam.

AIESEC Komite Lokal Universitas Andalas[sunting | sunting sumber]

AIESEC merupakan singkatan dari Association Internationale et Studiant Sociale Economic Commerciale dengan tujuan untuk menggali potensi generasi muda. AIESEC didirikan pada tahun 1948 dan sekarang tersebar pada 800 universitas dengan 650 Komite Lokal di 100 negara. Komite Lokal AIESEC di Indonesia terdapat di 6 perguruan tinggi dan Komite Lokal Unand merupakan satu-satunya di luar Pulau Jawa. Kegiatan Komite Lokal AIESEC Unand di antaranya adalah Exchange Program, Family Gathering, National Conference I di Bukittinggi, dan lain-lain.

Unit Kegiatan Olahraga[sunting | sunting sumber]

Kehadiran UKO di Unand berkembang seiring dengan perkembangan fasilitas olahraga. UKO memiliki agenda tahunan sepak bola bernama LIGUNA (Liga Universitas Andalas) yang diikuti oleh semua fakultas.

Resimen Mahasiswa[sunting | sunting sumber]

Menwa didirikan pada tahun 1963 oleh Menteri Pertahanan dan Keamanan Jenderal A. H. Nasution. Menwa Unand berada di bawah Menwa Maharuyung dengan pembinanya Ir. Ismet Iskandar, M.S. Kegiatan-kegiatan Menwa, di samping melakukan latihan rutin, juga mengikuti latihan-latihan bela negara yang dilaksanakan oleh TNI. Menwa menjadi andalan Unand dalam menjaga keamanan para tamu terhormat yang datang berkunjung ke kampus Limau Manis.

Pramuka[sunting | sunting sumber]

Unand memiliki dua gugus depan, yaitu Gudep Padang 06.067 dan Gudep 06.068. Kegiatan pramuka lebih banyak bersifat sosial, seperti donor darah, pengabdian masyarakat, pelatihan bencana, pelatihan survival, manajemen administrasi, manajemen organisasi, kepemimpnan dan sebagainya. Selain itu, setiap tahunnya UKM ini selalu terlibat dalam pengamanan kegiatan SNMPTN di Unand. Pramuka Unand juga mengadakan Lomba Penegak se-Sumatra di Limau Manis setiap tahunnya yang lebih dikenal dengan nama FIESTA (Festival Swarnadwipa Tahunan) UNAND. .

Mahasiswa Pencinta Alam[sunting | sunting sumber]

Mapala Unand didirikan pada 13 Desember tahun 1984. Keberadaan Mapala telah ikut mengharumkan nama Unand dengan prestasi yang diukirnya, di antaranya: Cartenz Pyramid Expedition, mengikuti National Adventure Competition MEPA UNS, Ekspedisi Pembukaan Jalur Wisata Gunung Malintang dan Danau Tinggal, Penanggulangan Bencana Gempa di Solok, dan lain-lain. Mapala Unand dibina oleh Drs. Irsyad Agus, M.S. Setelah dia meninggal dunia pada bulan Juli 2012, maka atas inisiatif dan keputusan dari rektor, maka pembina Mapala Unand diganti dengan bapak Prof. Dr. Ir. Hermansyah MSc. Setelah kepengurusan Mapala Unand pada masa Marwandi sebagai ketua dan Fardian sebagai sekjen nya mengalami kevakuman kegiatan bebrapa tahun, maka pada tahun 1988 dikeluarkan kembali SK Kepengurusan Mapala Unand yang dipimpin oleh Aldian sebagai Ketua dan Andry Bachtiar sebagai Sekretaris Jendral Mapala Unand.

Pandekar[sunting | sunting sumber]

UKM Pandekar bertujuan untuk mengembangkan kemampuan bela diri mahasiswa, khususnya silat tradisional dan kombinasi bela diri lainnya. Pandekar merupakan UKM yang memiliki banyak cabang, di antaranya pencak silat, karate, tarung derajat, taekwondo, wushu, tapak suci, dan lain-lain. Pembina UKM Pandekar adalah Ir. Adlis Santoni, M.S.

Neo-Telemetri[sunting | sunting sumber]

UKM Neo-Telemetri merupakan organisasi mahasiswa yang memfokuskan kegiatannya untuk memahami dan menguasai bidang teknologi dan informasi. Pada waktu didirikan tahun 2001, UKM ini bernama Telemetri, kemudian berganti nama menjadi Neo-Telemetri pada tahun 2006. Moto yang diusung oleh UKM ini adalah IT for future. Pembinanya adalah Dr. Yossyafra, S.T., M.Eng.Sc.

Pengenalan Hukum dan Politik[sunting | sunting sumber]

UKM ini didirikan atas idealisme yang kuat: menjadi kekuatan netral dan berupaya untuk menjembatani berbagai kepentingan yang ada di kalangan mahasiswa. Untuk itu, UKM ini bergiat dalam mengenalkan hukum kepada mahasiswa. Selanjutnya, diharapkan akan muncul dan berkembang sensitivitas sosial dan politik mahasiswa dalam melihat dan memahami fenomena kemasyarakatan.

Palang Merah[sunting | sunting sumber]

KSR PMI merupakan salah satu kesatuan dari organisasi PMI. UKM ini berdiri pada tahun 1999 dan menjadi wahana untuk menghimpun anggota PMI dari perguruan tinggi. Sekarang, anggota KSR PMI Unand berjumlah 178 orang dan memiliki 55 relawan. Melalui berbagai pelatihan dan kegiatan yang diadakan, diharapkan para anggota mempunyai pengetahuan, keterampilan, kecakapan, sikap, dan jiwa kemanusiaan, serta mampu menjiwai dan menjunjung nilai-nilai kepalangmerahan.

Koperasi Mahasiswa[sunting | sunting sumber]

Kopma adalah organisasi primer yang menyediakan kebutuhan pokok mahasiswa untuk menunjang proses belajarnya. Bidang-bidang usaha Kopma Unand adalah unit simpan pinjam, unit foto kopi, unit usaha bursa mahasiswa, warung kopma, dan wapostel. Berbeda dengan UKM lainnya, semua mahasiswa Unand merupakan anggotanya, Kopma didirikan pada tahun 1982.

Penalaran[sunting | sunting sumber]

UKM Penalaran merupakan unit kegiatan mahasiswa yang bergerak di bidang penelitian dan penulisan ilmiah. Kegiatan rutin dari UKMP adalah Penalaran Mengajar, sebuah kegiatan yang nantinya fokus pada upgrade skill mahasiswa Unand dan anggota dalam bidang penulisan ilmiah, public speaking, leadership, dll. Bukti nyata dalam bidang penelitian, saat ini UKMP tergabung dalam Ikatan Lembaga Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Indonesia dan pada periode kepengurusan 2012-2013 menjabat sebagai Koordinator Wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Andalas Flying Robot Generation (AFRG)[sunting | sunting sumber]

Andalas Flying Robot Generation (AFRG) merupakan sebuah organisasi kemahasiswaan yang bergerak di bidang pengembangan teknologi Pesawat Tanpa Awak / UAV (Unmanned Aerial Vehicle) dan populer disebut Drone.

Berdirinya AFRG tidak lepas dari keikutsertaan 3 orang mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Andalas , Roffi Ardinata, Gusman Arifandi dan Fahmul Ihsan Khairul dalam Ajang lomba KRTI (Kontes Robot Terbang Indonesia) pada Tahun 2015 di Jogjakarta, dengan tuan rumah Universitas Gajah Mada (UGM). Berhasil Meraih Juara 1 dan mendapatkan penghargaaan dengan pesawat dengan sistem terbaik pada kategori racing jet setelah mengalahkan tim Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) di partai final . Kemenangan ini memicu mereka untuk mendirikan sebuah wadah kreatif mengasah kemampuan mahasiswa di Universitas Andalas dalam bidang pengembangan teknologi pesawat tanpa awak, dengan cita-cita mampu ikut serta berkontribusi terhadap pengembangan teknologi bangsa sacara mandiri.

Saat ini AFRG telah berkembang di tingkat Universitas dengan anggota dari berbagai jurusan dan fakultas yang dilatih secara teknis untuk mampu merancang, memproduksi, merakit dan menerbangkan pesawat tanpa awak secara mandiri dan juga dilatih secara organisasi untuk mengatur berjalannya organisasi dengan baik dan singkron. Semenjak 2015, AFRG tidak pernah absent untuk ikut serta dalam Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI). selain itu AFRG juga aktif untuk mengembangakan teknologi pesawat tanpa awak di sekitaran sumatra tengah (Sumatra Barat dan Riau), ikut serta dalam kegiatan pemantauan bencana oleh BPBD Sumbar pada tahun 2015.

Alumni[sunting | sunting sumber]

Sampai dengan tahun 2017, alumni Universitas Andalas sudah berjumlah kurang lebih 117.000 orang, yang tersebar di seluruh Indonesia dan di luar negeri yang bekerja pada berbagai instansi pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, serta organisasi internasional.[butuh rujukan] Ikatan Alumn Universitas Andalas (IKA Unand) pada saat ini dipimpin oleh Asman Abnur dan memiliki kantor pusat di kampus Unand Limau Manis, dengan pengurus wilayah di provinsi-provinsi di Indonesia.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b Staf & Mahasiswa
  2. ^ http://www.unand.ac.id/id/profil/sejarah
  3. ^ "Universitas Andalas - Unand Peringkat 11 PT Tahun 2016". Diakses tanggal 2016-08-25. 
  4. ^ Idham, Addhi M. (19 November 2019). "Daftar 10 Besar Kampus Terbaik di Indonesia Berdasar Kinerja Riset". Tirto.id. Diakses tanggal 25 November 2019. 
  5. ^ Salingka Unand. Unand Publisher. 2010. ISBN 0-465-02328-2.  hal. 6
  6. ^ Zulqayyim, hal. 6.
  7. ^ Asnan, Gusti, (2007), Memikir ulang regionalisme: Sumatra Barat tahun 1950-an, Yayasan Obor Indonesia, ISBN 978-979-461-640-6.
  8. ^ Zulqayyim, hal. 8.
  9. ^ Sejarah UNP.
  10. ^ Zulqayyim, hal. 9.
  11. ^ a b Zulqayyim, hal. 10.
  12. ^ Gempa
  13. ^ Lambang Unand Diakses 18 Juli 2012
  14. ^ [1].
  15. ^ Indonesia University Ranking. Webometrics. Diakses 7 September 2019.
  16. ^ Peringkat Universitas Indonesia di 4ICU. Diakses 7 September 2019.
  17. ^ Unand Menempati Peringkat Kedelapan UI GreenMetric World University Ranking . Diakses Mei 2014
  18. ^ "Universitas Andalas - Unand Peringkat 11 PT Tahun 2016". Diakses tanggal 2016-08-25. 
  19. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama gatra.com
  20. ^ Unand di webometrics Diakses 17 Juli 2012.
  21. ^ FK Unand profil
  22. ^ Unand Raih Akreditasi A
  23. ^ M R Denya Utama, Tafdil Husni Terpilih sebagai Rektor Unand 2015–2019, sumbar.antaranews.com, diakses tanggal 27 Agustus 2015 
  24. ^ Joni Abdul Kasir, Prof. Yuliandri Dilantik Sebagai Rektor Unand Sore Ini di Kemedikbud, Klikpositif.com, diakses tanggal 25 November 2019 
  25. ^ a b Perihal Genta Andalas, diakses 12 Juni 2015 - pukul 1.00 WIB.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]