Kota Padang Panjang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kota Padang Panjang
كوتو ڤادڠ ڤنجڠ
Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM)
Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM)
Logo resmi Kota Padang Panjang
Logo
Semboyan: Padang Panjang Kota Serambi Mekah
Letak Padang Panjang di Sumatera Barat
Letak Padang Panjang di Sumatera Barat
Kota Padang Panjang is located in Indonesia
Kota Padang Panjang
Kota Padang Panjang
Letak Padang Panjang di Indonesia
Koordinat: 0°27′43,27″LU 100°23′24,34″BT / 0,45°LS 100,38333°BT / -0.45000; 100.38333
Negara Indonesia
Provinsi Sumatera Barat
Pemerintahan
 • Wali Kota Fadly Amran
Luas
 • Total 23 km2 (9 sq mi)
Penduduk (2010[1])
 • Total 104.499
 • KepadatanBad rounding here4,500/km2 (Bad rounding here12,000/sq mi)
Zona waktu WIB (UTC+7)
Kode wilayah +62 752
Situs web www.padangpanjang.go.id

Kota Padang Panjang adalah kota dengan luas wilayah terkecil di Sumatera Barat, Indonesia.

Kota ini memiliki julukan sebagai Kota Serambi Mekkah, dan juga dikenal sebagai Mesir van Andalas (Egypte van Andalas).[2] Sementara wilayah administratif kota ini dikelilingi oleh wilayah administratif Kabupaten Tanah Datar.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kawasan kota ini sebelumnya merupakan bagian dari wilayah Tuan Gadang di Batipuh. Pada masa Perang Padri kawasan ini diminta Belanda sebagai salah satu pos pertahanan dan sekaligus batu loncatan untuk menundukan kaum Padri yang masih menguasai kawasan Luhak Agam. Selanjutnya Belanda membuka jalur jalan baru dari kota ini menuju Kota Padang karena lebih mudah dibandingkan melalui kawasan Kubung XIII di kabupaten Solok sekarang.

Kota ini pernah menjadi pusat pemerintahan sementara Kota Padang, setelah Kota Padang dikuasai Belanda pada masa agresi militer Belanda sekitar tahun 1947.[3]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kota ini juga disebut kota dingin. Kota ini berada di daerah ketinggian yang terletak antara 650 sampai 850 meter di atas permukaan laut, berada pada kawasan pegunungan yang berhawa sejuk dengan suhu udara maksimum 26.1& °C dan minimum 21.8& °C, serta berhawa dingin dengan suhu udara yang pada umumnya minimum 17& °C, dengan curah hujan yang cukup tinggi dengan rata-rata 3.295& mm/tahun. Di bagian utara dan agak ke barat berjejer tiga gunung: Gunung Marapi, Gunung Singgalang dan Gunung Tandikek.[4]

Secara topografi kota ini berada pada dataran tinggi yang bergelombang, di mana sekitar 20,17 % dari keseluruhan wilayahnya merupakan kawasan relatif landai (kemiringan di bawah 15 %), sedangkan selebihnya merupakan kawasan miring, curam dan perbukitan, serta sering terjadi longsor akibat struktur tanah yang labil dan curah hujan yang cukup tinggi. Namun pada kawasan yang landai di kota ini merupakan tanah jenis andosol yang subur dan sangat baik untuk pertanian.

Kemiringan Luas (Ha) Persentase (%)
Datar, kemiringan 0-8 % 45 1,96
Bergelombang lereng 8-15 % 419 18,22
Curam, lereng 15-40 % 766 33,30
Terjal, lereng lebih dari 40 % 1.070 46,52
Total 2.300 100

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kota ini sebagai pemerintah daerah terbentuk berdasarkan Undang-undang nomor 8 tahun 1956 tentang pembentukan daerah otonom kota kecil dalam lingkungan daerah provinsi Sumatera Tengah pada tanggal 23 Maret 1956. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang nomor 1 tahun 1957, status kota ini sejajar dengan daerah kabupaten dan kota lainnya di Indonesia.

Berdasarkan keputusan DPRD Peralihan Kota Praja nomor 12/K/DPRD-PP/57 tanggal 25 September 1957, maka kota Padang Panjang dibagi menjadi 4 wilayah administrasi, yakni Resort Gunung, Resort Lareh Nan Panjang, Resort Pasar dan Resort Bukit Surungan. Kemudian, berdasarkan Undang-undang Nomor 18 Tahun 1965 istilah kota praja diganti menjadi kotamadya dan berdasarkan peraturan menteri nomor 44 tahun 1980 dan peraturan pemerintah nomor 16 tahun 1982 tentang susunan dan tata kerja pemerintahan kelurahan, maka resort diganti menjadi kecamatan dan jorong diganti menjadi kelurahan dan berdasarkan peraturan pemerintah nomor 13 tahun 1982 kota Padang Panjang dibagi atas dua kecamatan dengan 16 kelurahan.

Kemudian, berdasarkan peraturan daerah kota Padang Panjang nomor 17 tahun 2004 maka ditetapkan hari jadi kota Padang Panjang pada tanggal 1 Desember 1790.[5]

Daftar Wali Kota[sunting | sunting sumber]

No Wali Kota[6][7] Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Wali Kota
1
Umar Ali
1957
1958
1
2
M.Y. Dt. Malano Basa
1958
1959
2
3
R.M. Sutoro Tejokusumo
1959
1960
3
4
Sudjatmono
1960
1963
4
5
Sutan Mansur Dt. Sati
1963
1963
5
6
Kamaruddin
1963
1967
6
7
Anwardin
1967
1973
7
8
Rustian Said
1973
1980
8
9
Muzahar Muckhtar
1980
1983
9
10
Asril Saman
1983
1988
10
11
H.M. Achjarli A. Djalil
1988
1993
11
12
Loekman Gindo
1993
1998
12
13
Yohanis Tamin
1998
2003
13
14
Wali Kota Padang Panjang Suir Syam.jpg Suir Syam
11 September 2003
11 September 2008
14
[8]
Adirozal
11 September 2008
11 September 2013
15
[9]
Edwin
Belum diketahui
11 September 2013
1 Oktober 2013
16
[10]
Tidak ada
15
Hendri Arnis.jpg Hendri Arnis
1 Oktober 2013
1 Oktober 2018
17

[11][12]

Mawardi
Martoni (Plh.)
1 Oktober 2018
9 Oktober 2018
18
[13][14]
Tidak ada
16
Fadly Amran
19 Oktober 2018
Petahana
19
[15]
Asrul


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Padang Panjang

DPRD Kota Padang Panjang
2014-2019
Partai Kursi
Lambang Partai Golkar Partai Golkar 4
Lambang PAN PAN 3
Lambang Gerindra Partai Gerindra 3
Lambang Partai PKS PKS 2
Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat 2
Lambang PPP PPP 2
Lambang PBB PBB 2
Lambang Nasdem Nasdem 1
Lambang PDI-P PDI-P 1
Total 20
Sumber:[16]

Pada Pemilu Legislatif 2009, DPRD kota Padang Panjang adalah sebanyak 20 orang dan tersusun dari perwakilan sepuluh partai.[16]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan di Kota Padang Panjang adalah:

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan sensus penduduk tahun 2008, Kota Padang Panjang memiliki jumlah penduduk angkatan kerja sebanyak 25.108 orang dengan jumlah pengangguran sebanyak 1.834 orang.[1] Kota ini didominasi oleh etnis Minangkabau, namun terdapat juga etnis Jawa dan Tionghoa.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, dulunya bernama Akademi Seni Karawitan Indonesia

Di kota ini berdiri sekolah agama Islam yang terkenal Sumatera Thawalib, yang merupakan kelanjutan dari sekolah agama yang bernama Surau Djembatan Besi yang didirikan oleh Syekh Abdullah pada masa peralihan abad ke-20.[17] Perguruan Diniyah Putri dan Pesantren Terpadu Serambi Mekkah. Selain itu juga terdapat pula Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang.

Pendidikan formal SD atau MI negeri dan swasta SMP atau MTs negeri dan swasta SMA negeri dan swasta MA negeri dan swasta SMK negeri dan swasta Perguruan tinggi
Jumlah satuan 39 19 7 9 5 2
Data sekolah di Kota Padang Panjang
Sumber:[18]

Perhubungan[sunting | sunting sumber]

Jembatan kereta api di Padang Panjang, bagian dari jalur rel kereta api Padang—Padang Panjang

Kota Padang Panjang merupakan kota yang berada pada jalur silang[19] dan terhubung dengan jalur lintas Sumatera. Menjadikan kota ini berada pada posisi yang cukup strategis karena terletak pada lintasan regional antara Kota Padang dengan Kota Bukittinggi, juga dengan Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok dan Kota Solok.

Kota ini juga merupakan pertemuan jalur kereta api dari kota Bukittinggi dengan dari Kabupaten Solok yang akan menuju Kota Padang atau sebaliknya, percabangan jalur kereta api ini terdapat pada Stasiun Padang Panjang.

Sementara untuk melayani transportasi angkutan dalam kota, terdapat mikrolet dan bendi (kereta kuda). Pada kota ini juga terdapat terminal angkutan darat yang bernama Terminal Bukit Surungan.

Saat ini, Pemerintah Kota Padang Panjang tengah mempersiapkan pengaktifan kembali jalur kereta api sepanjang 68,3 kilometer yang mengubungkan Padang Panjang dengan Padang.[20][21]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Untuk meningkatkan layanan kesehatan pada masyarakatnya pemerintah kota Padangpanjang telah membangun sebuah rumah sakit umum daerah tipe C[22] yang berdiri di atas tanah seluas 5 ha pada kawasan perbukitan dalam kota ini.

Sejak tahun 2009, Pemerintah Kota Padang Panjang telah melarang bentuk iklan rokok luar ruangan dan kegiatan merokok di tempat umum. Tertuang dalam Perda Nomor 8 Tahun 2009, pemerintah mengatur secara spesifik kawasan bebas asap rokok dan kawasan tertib rokok.[23]

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Kota Padangpanjang termasuk kota yang biasa-biasa saja tanpa memiliki potensi daerah yang signifikan.[24] Namun dengan posisi strategis sebagai kota persingahan, pemerintah kota Padangpanjang menitik beratkan sektor perdagangan dan jasa dalam meningkatkan pendapatan perkapitanya.

Pertumbuhan ekonomi kota Padangpanjang berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan, untuk tahun 2009 tercatat sebesar 6,32 % meningkat sedikit dibandingkan pada tahun 2008 yang hanya 6,27 %.[25] Sementara karena keterbatasan bentangan alam, luas lahan pertanian yang telah dikelola oleh masyarakat baru mencapai 690 ha,[26] maka sejak tahun 2009 pemerintah kota Padangpanjang telah mempersiapkan kota ini untuk dapat menjadi salah satu pusat industri kulit nasional, dalam mendorong meningkatkan perekonomian masyarakatnya.[27]

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Pada kota ini terdapat Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) yang terletak berdampingan dengan objek wisata Perkampungan Minangkabau (Minang Village) yang menyediakan berbagai informasi dan dokumentasi tentang sejarah dan budaya Minangkabau baik berupa buku-buku, mikrofilm, foto dan sebagainya.

Selain itu pada kota ini juga terdapat kawasan rekreasi keluarga yang dikenal dengan Mifan yang terdiri dari taman air dengan wahana kolam ombak, kolam arus, kolam renang khusus wanita, kolam renang khusus anak-anak, ember tumpah dan slide tower.[28] Saat ini Pemkot Padang Panjang berencana untuk membangunan kereta gantung dari kawasan Lembah Anai hingga ke lokasi Mifan di kawasan Silaing Bawah.[29]

Pers dan Media[sunting | sunting sumber]

Sebagai sarana informasi dan hiburan untuk masyarakat kota Pangpanjang, terdapat beberapa stasiun pemancar radio di antaranya 98.6 Top FM.[30]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b sumbar.bps.go.id Jumlah Penduduk Kota Padang Panjang
  2. ^ Zein, Abdul Baqir, (1999), Masjid-masjid bersejarah di Indonesia, Gema Insani, ISBN 978-979-561-567-5.
  3. ^ Safwan, Mardanas, (1987), Sejarah kota Padang, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional.
  4. ^ portaldaerah.bpn.go.id Gambaran Umum Kota Padang Panjang (diakses pada 10 Juli 2010)
  5. ^ http://www.padangpanjangkota.go.id Sejarah (diakses pada 10 Juli 2010)
  6. ^ "Hendri Arnis Walikota ke-15". Harian Singgalang. 2013-10-01. Diakses tanggal 2018-09-26. 
  7. ^ "Profil Pemimpin Kota Padang Panjang". Portal Resmi Pemerintah Kota Padang Panjang. Pemerintah Kota Padang Panjang. Diakses tanggal 3 Januari 2018. 
  8. ^ Rifnaldi (13 September 2008). "Empat Tahun Kepemimpinan Suir Syam dan Adirozal". Pemburuberitasejati.blogspot.com. Diakses tanggal 2 Oktober 2018. 
  9. ^ Rifnaldi (13 September 2008). "Dr.H Suir Syam, M.Kes, MMR dan Ir. H. Edwin, Sp dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota". Pemburuberitasejati.blogspot.com. Diakses tanggal 2 Oktober 2018. 
  10. ^ "Pelantikan Wali Kota Padangpanjang Diundur". Antara Sumbar. Diakses tanggal 2 Oktober 2018. 
  11. ^ Humas Sumbar (1 Oktober 2013). "Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang". Situs web resmi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Diakses tanggal 2 Oktober 2018. 
  12. ^ Tim Dakwatuna (2 Oktober 2013). "Gubernur Irwan Prayitno Melantik Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang". Dakwatuna.com. Diakses tanggal 2 Oktober 2018. 
  13. ^ Iwan R (1 Oktober 2018). "Kemendagri Tunjuk Martoni Jadi Plh Wali Kota Padangpanjang". Klikpositif.com. Diakses tanggal 2 Oktober 2018. 
  14. ^ "Usai Dilantik Menjadi Pj Sekdako, Martoni, S.Sos. MSi Jabat (Plh) Walikota Padangpanjang". Pasbana.com. 2 Oktober 2018. Diakses tanggal 2 Oktober 2018. 
  15. ^ Setyo, Dodik (9 Oktober 2018). "Usai Dilantik, Wali Kota Padang Panjang dan Pariaman Beberkan Program 100 Hari". Radio Republik Indonesia. Diakses tanggal 11 Oktober 2018. 
  16. ^ a b caleg-sumbar.com Caleg Terpilih Kota Padang Panjang
  17. ^ Kahin, Audrey R., (2005), Dari pemberontakan ke integrasi: Sumatera Barat dan politik Indonesia, 1926-1998, Yayasan Obor Indonesia, ISBN 978-979-461-519-5.
  18. ^ nisn.jardiknas.org Rekap data
  19. ^ Kabupaten & kota potensial untuk berinvestasi di Indonesia, (2003), Feraco, ISBN 978-979-96927-4-0.
  20. ^ "Jalur KA Padang-Padang Panjang Segera Diaktifkan". Tempo.co. Diakses pada 21 Februari 2014.
  21. ^ "Kereta Api Padang-Payakumbuh Bakal Diaktifkan Kembali". Harian Haluan. Diakses pada 21 Februari 2014.
  22. ^ http://www.pdpersi.co.id Rumah Sakit Umum Daerah Kota Padangpanjang (diakses pada 10 Juli 2010)
  23. ^ "Pelanggar Perda Tanpa Rokok bakal didenda Rp15 ju". ANTARA. Diakses pada 21 Februari 2014.
  24. ^ Penerbit Buku Kompas, (2001), Profil Daerah Kabupaten dan Kota, Vol. 2, Penerbit Buku Kompas, ISBN 978-979-709-054-8.
  25. ^ padang-today.com 2009, Pertumbuhan Ekonomi Padangpanjang Capai 6,32 Persen
  26. ^ http://www.padangpanjangkota.go.id Suir Syam – Edwin, Hujan Prestasi di Kota Serambi Mekah
  27. ^ http://www.padangmedia.com Peringatan HUT Padangpanjang Sederhana Karena Masih Prihatin
  28. ^ http://www.padangpanjangkota.go.id Minang Fantasy Water Park (diakses pada 10 Juli 2010)
  29. ^ "Padang Panjang Tambah Potensi Pariwisata". Diakses pada 28 Februari 2014.
  30. ^ http://www.topfmpadangpanjang.com 986 Top Radio (diakses pada 10 Juli 2010)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]