Kabupaten Tanah Datar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Tanah Datar
Kabupaten di Sumatra Barat, Indonesia
Sawah dan gunung di Tanah Datar
Sawah dan gunung di Tanah Datar
Lambang Kabupaten Tanah Datar
Lambang
Motto: 
Tuah Sepakat Alur dan Patut
Lokasi Sumatera Barat Kabupaten Tanah Datar.svg
Kabupaten Tanah Datar is located in Sumatra
Kabupaten Tanah Datar
Kabupaten Tanah Datar
Kabupaten Tanah Datar is located in Indonesia
Kabupaten Tanah Datar
Kabupaten Tanah Datar
Koordinat: 0°27′00″S 100°34′59″E / 0.45°S 100.583°E / -0.45; 100.583
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Barat
Ibu kotaBatusangkar
Pemerintahan
 • BupatiEka Putra
Luas
 • Total1.336 km2 (516 sq mi)
Populasi
 ((2017))
 • Total367.754 jiwa
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon0752
Kode Kemendagri13.04 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan14 kecamatan
Jumlah kelurahan-
DAURp. 587.104.249.000.-(2013)[1]
Situs webwww.tanahdatar.go.id

Kabupaten Tanah Datar merupakan salah satu kabupaten yang berada dalam Provinsi Sumatra Barat, Indonesia, dengan ibu kota Batusangkar 0°27′12″S 100°35′38″E / 0.45333°S 100.59389°E / -0.45333; 100.59389. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 133.600 Ha (1.336 km2). Jumlah penduduk di kabupaten ini berdasarkan sensus pada tahun 2006 adalah 345.383 jiwa yang mendiami 14 kecamatan, 75 nagari, dan 395 jorong. Kabupaten Tanah Datar merupakan daerah agraris, lebih 70% penduduknya bekerja pada sektor pertanian, baik pertanian tanaman pangan, perkebunan, perikanan, maupun peternakan.

Kabupaten Tanah Datar merupakan Tujuh Kabupaten Terbaik di Indonesia dari 400 kabupaten yang ada. Penghargaan ini diberikan pada tahun 2003 oleh Lembaga International Partnership dan Kedutaan Inggris. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menobatkan Kabupaten Tanah Datar sebagai satu dari empat daerah paling berprestasi dan berhasil melaksanakan otonomi daerah.[2]

Luhak Nan Tuo, nama lain dari Kabupaten Tanah Datar, saat ini di Kabupaten Tanah Datar masih banyak terdapat peninggalan sejarah seperti prasasti atau batu bersurat terutama peninggalan zaman Adityawarman.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara geografis wilayah Kabupaten Tanah Datar terletak di tengah-tengah Provinsi Sumatra Barat, yaitu pada 00º17" LS - 00º39" LS dan 100º19" BT – 100º51" BT.[3] Ketinggian rata-rata 400 sampai 1000 meter di atas permukaan laut[2].

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Tanah Datar memiliki perbatasan dengan beberapa kabupaten/kota di Sumatra Barat, yaitu:

Utara Kabupaten Agam dan Kabupaten Lima Puluh Kota
Timur Kabupaten Sijunjung
Selatan Kota Sawah Lunto dan Kabupaten Solok
Barat Kabupaten Padang Pariaman

Topografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Tanah Datar terletak di antara dua gunung, yaitu Gunung Merapi dan Gunung Singgalang. Kondisi topografi ini didominasi oleh daerah perbukitan, serta memiliki dua pertiga bagian danau Singkarak. Kondisi topografis Kabupaten Tanah Datar adalah sebagai berikut:

  1. Wilayah Datar 0–3% dengan luas 6.189 Ha atau 6.63% dari luar wilayah Kabupaten Tanah Datar
  2. Wilayah Berombak 3–8% dengan luas 3.594 Ha atau 2,67% dari luar wilayah Kabupaten Tanah Datar
  3. Wilayah Bergelombang 8-15% dengan luas 43.922 Ha atau 32.93% dari luas Kabupaten Tanah Datar
  4. Kemiringan di atas 15% dengan luas wilayah 79.895 Ha atau 59.77% dari luas Kabupaten Tanah Datar

Iklim[sunting | sunting sumber]

Secara umum iklim di kawasan Kabupaten Tanah Datar adalah sedang dengan temperatur antara 12 °C–25 °C dengan curah hujan rata-rata lebih dari 3.000 mm per tahun. Hujan kebanyakan turun pada bulan September hingga bulan Februari. Curah hujan yang cukup tinggi ini menyebabkan ketersediaan air cukup, sehingga memungkinkan usaha pertanian secara luas dapat dikembangkan.

Hidrologi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Tanah Datar merupakan daerah yang kaya dengan sumber air. Selain Danau Singkarak, di Kabupaten Tanah Datar terdapat lebih dari 25 buah sungai.

Lambang Kabupaten[sunting | sunting sumber]

Arti Lambang[sunting | sunting sumber]

Lambang daerah Kabupaten Tanah Datar berbentuk perisai segi lima yang di dalamnya terdapat:

  1. Kata-kata Tanah Datar
  2. Balai adat bergonjong lima berjendela empat
  3. Kubah masjid bertingkat
  4. Setangkai padi berbutir 17
  5. Setangkai kapas berbuah delapan
  6. Sebuah keris
  7. Sehelai pita dengan kata-kata sebagai semboyan

Pengertian dari bentuk[sunting | sunting sumber]

Bentuk perisai segi lima, melambangkan bahwa daerah Kabupaten Tanah Datar adalah salah satu Kabupaten di Sumatra Barat, sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.

Pengertian dari sudut gambar/lukisan[sunting | sunting sumber]

Balai adat gonjong lima[sunting | sunting sumber]

Balai adat melambangkan tempat mufakat, tempat melahirkan filsafat alam pikiran khas masyarakat Tanah Datar yang dikenal dengan sistem demokrasi menurut alur dan patut, sebagai lambang konsekuensi dalam melaksanakan demokrasi.

Atap balai adat yang melengkung bagai tanduk kerbau meruncing menjulang ke atas merupakan gaya seni bangunan khas Tanah Datar yang melambangkan sifat masyarakat yang dinamis, bekerja berbuat dan bercita-cita luhur untuk kebahagiaan bersama

Atap balai adat dengan lima gonjong, satu gonjong pada bagian depan dan empat gonjong pada bahagian samping yang melengkung bagai tanduk kerbau meruncing menjulang ke atas merupakan gaya seni bangunan khas Tanah Datar yang melambangkan sifat masyarakat yang dinamis, bekerja berbuat dan bercita-cita luhur untuk kebahagiaan bersama. Masjid bertingkat, berkubah, bergonjong dan lurus ke atas melambangkan agama mayoritas masyarakat Tanah Datar adalah Islam, dalam membentuk jiwa yang suci dan berbudi luhur.

Masjid bergonjong dan berkubah[sunting | sunting sumber]

Masjid bertingkat, berkubah, bergonjong, dan lurus ke atas melambangkan agama mayoritas masyarakat Tanah Datar adalah Islam, dalam membentuk jiwa yang suci dan berbudi luhur.

Padi dan kapas[sunting | sunting sumber]

Padi dan kapas melambangkan cita-cita masyarakat Tanah Datar menuju kehidupan adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT.

Keris pusaka[sunting | sunting sumber]

Keris pusaka melambangkan kesatuan jiwa patriot masyarakat Tanah Datar yang mencintai kerukunan kedamaian dan senantiasa memelihara harga dirinya.

Pengertian warna[sunting | sunting sumber]

Pengertian dari warna yang ada pada lambang,

  1. Putih berarti suci terdapat pada kubah masjid, huruf balok bertuliskan Tanah Datar, kapas, pita tempat moto, dan warna pinggir luar dari perisai.
  2. Kuning berarti kebesaran jiwa masyarakat. Terdapat pada dasar perisai. Warna ini merupakan warna khas Tanah Datar Luhak Nan Tuo.
  3. Kuning emas berarti keagungan, terdapat pada dinding balai adat, kaki balai adat, padi, dan keris.
  4. Hitam berarti tahan uji, terdapat pada atap gonjong, tulisan Tuah Sepakat Alur dan Patut.
  5. Hijau berarti kedamaian jiwa, mengandung harapan masa depan yang lebih baik. Terdapat pada daun kapas dan warna dasar tulisan Tanah Datar.
  6. Merah berarti keberanian menegakkan kebenaran dan keadilan. Warna huruf balok tulisan Tuah Sepakat Alur dan Patut.

Pengertian dan makna semboyan[sunting | sunting sumber]

Selanjutnya juga terdapat sehelai pita yang bertuliskan moto/semboyan Tuah Sepakat Alur dan Patut. Maknanya sepakat dalam mengambil kata mufakat, selalu disandarkan pada alur dan patut. Kepentingan pribadi dihargai dalam batas selama tidak bertentangan dengan kepentingan bersama yang berlandaskan alur dan patut. Demikian pula dalam melaksanakan mufakat/musyawarah selalu kompak dalam arti "Bersatu teguh, bercerai runtuh", kepentingan pribadi dihargai dalam batas selama tidak bertentangan dengan kepentingan bersama yang berlandaskan alur dan patut.

Arti falsafah lambang[sunting | sunting sumber]

Pengertian falsafah dari lambang mencerminkan jiwa pikiran dan kehidupan masyarakat Tanah Datar yang bersendikan adat dan agama, serta senantiasa menaati hukum, musyawarah mufakat, yang berdasarkan alur dan patut. "Elok dek awak, katuju dek urang" serta konsekuen melaksanakan hasil mufakat menuju kebahagiaan hidup bersama yang adil dan makmur dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Foto Nama[4] Mulai Jabatan Akhir Jabatan Keterangan
Palin Soetan Alamsjah 8 Oktober 1945[5] 23 Januari 1946 Sebagai Kepala Luhak
Drs. Sidi Bakarudin, S.H. 8 Maret 1949 14 November 1949 Bupati Militer[6]
Ibrahim Dt. Pamuncak 1950 1958
Amir Rasjad 12 Juni 1958 28 Juli 1958 Penjabat
Amir Hatta 28 Juli 1958 3 Desember 1958
Soetoro Tedjokusumo 3 Desember 1958 1961
Mahyudin Algamar.jpg Brigjen (Letkol) (Purn.) Mahyudin Algamar 1961 1974
Letkol. Inf. Sulaiman Zulhudi 1974 1980
H. Mohammad Nalis 1980 1985
Ikasuma Hamid.jpg Kolonel Inf. Ikasuma Hamid Dt. Gadang Batuah 26 September 1985[7] 1990 Periode pertama.
29 September 1990[7] 1995 Periode kedua.
Masdar Saisa.jpg Kol. Inf. Masdar Saisa 1995 2000
Masriadi Martunus.jpg H. Masriadi Martunus, S.E., Dt. Rajo Penghulu 26 September 2000 26 September 2005
M. Shadiq Pasadigoe.jpg Ir. M. Shadiq Pasadigoe, S.H., M.M. 26 September 2005 26 September 2010 Periode pertama.
26 September 2010 26 September 2015 Periode kedua.
Drs. H. Hardiman 26 September 2015 12 Oktober 2015 Pelaksana Harian Bupati.[8]
Sudirman Gani 12 Oktober 2015 17 Februari 2016 Penjabat Bupati.[9]
Irdinansyah Tarmizi 2016.jpg Drs. H. Irdinansyah Tarmizi 17 Februari 2016 19 September 2020 Meninggal dunia.[10]
Zuldafri Darma.jpg H. Zuldafri Darma, S.H. 21 September 2020 13 Januari 2021 Pelaksana Tugas Bupati.[11]
13 Januari 2021 17 Februari 2021 Bupati definitif.[12][13]
Irwandi, S.I.P., M.Si., Dt. Maruhun Sati 17 Februari 2021 26 Februari 2021 Pelaksana Harian Bupati.[14]
Bupati Tanah Datar Eka Putra.jpg Eka Putra, S.E. 26 Februari 2021 Petahana [15]

Penjabat Bupati[sunting | sunting sumber]

Berikut daftar Penjabat Bupati yang menggantikan Bupati petahana yang sedang cuti kampanye atau dalam masa transisi

Pj. Bupati Mulai jabatan Akhir jabatan Masa Ket. Bupati Definitif
Penjabat Sementara Bupati Tanah Datar Erman Rahman.jpg Erman Rahman, S.E., M.Si.
(Penjabat Sementara)
26 September 2020 5 Desember 2020 12
(2020)
[ket. 1][16] Zuldafri Darma
Catatan
  1. ^ Menggantikan Zuldafri Darma karena cuti kampanye Pemilihan umum Bupati Tanah Datar 2020

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Tanah Datar dalam dua periode terakhir.[17][18]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  Gerindra 3 Kenaikan 6
  PDI-P 3 Penurunan 2
  Golkar 8 Penurunan 4
  NasDem 2 Kenaikan 3
  PKS 4 Kenaikan 5
  PPP 4 Steady 4
  PAN 4 Steady 4
  Hanura 3 Steady 3
  Demokrat 3 Kenaikan 4
  PBB 1 Penurunan 0
Jumlah Anggota 35 Steady 35
Jumlah Partai 10 Penurunan 9


Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Tanah Datar memiliki 14 kecamatan dan 75 desa. Luas wilayahnya mencapai 1.336,10 km² dan penduduk 366.136 jiwa (2017) dengan sebaran 274 jiwa/km².[19][20]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Tanah Datar, adalah sebagai berikut:

Kode Kemendagri Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
13.04.01 X Koto 9
13.04.02 Batipuh 8
13.04.14 Batipuh Selatan 4
13.04.04 Lima Kaum 5
13.04.06 Lintau Buo 4
13.04.13 Lintau Buo Utara 5
13.04.11 Padang Ganting 2
13.04.09 Pariangan 6
13.04.03 Rambatan 5
13.04.10 Salimpaung 6
13.04.08 Sungai Tarab 10
13.04.07 Sungayang 5
13.04.12 Tanjuang Baru 2
13.04.05 Tanjung Emas 4
TOTAL 75

Infrastruktur[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Tanah Datar merupakan daerah pertanian, hal ini terlihat dari dominasi sektor pertanian dalam perekonomian wilayah, penyerapan tenaga kerja dan pemanfaatan lahan. Lokasi pertanian tersebar merata di seluruh wilayah dan produksinya terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini membutuhkan jaringan jalan sebagai pendukung aktivitas sektor pertanian tersebut mulai dari kegiatan produksi, pascapanen dan pemasaran. Sementara itu kondisi jaringan jalan yang ada belum dapat mendukung sepenuhnya aktivitas pertanian tersebut, hal ini terlihat dari masih banyaknya ruas jalan yang lebarnya belum memenuhi syarat, kondisi permukaan jalan yang rusak dan masih banyak ruas jalan yang melalui lokasi pertanian belum dapat dilalui kendaraan roda dua sekalipun, dengan mengatasi penanganan jaringan jalan ini, maka tentunya aktivitas sektor pertanian akan lebih ekonomis sehingga dengan sendirinya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dan sekaligus akan meningkatkan pengembangan wilayah dari Kabupaten Tanah Datar itu sendiri.[21]

Pada saat ini pembangunan jalan di Kabupaten Tanah Datar pada dasarnya hanya berupa memperbaiki kualitas jalan, sementara pembukaan jalan baru dipandang masih belum memungkinkan karena terkendala oleh keterbatasan dana. Selama tahun 2007 jumlah jembatan di Kabupaten Tanah Datar sebanyak 238 buah dengan panjang 2.019,60 km. Jumlah jembatan yang paling banyak terdapat di Kecamatan Tanjung Emas sebanyak 33 buah dengan panjang 383,20 km.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Untuk data pendidikan tahun 2006/2007, untuk Sekolah Dasar menunjukkan bahwa di Kabupaten Tanah Datar terdapat 309 SD yang terdiri dari 302 sekolah dasar negeri dan 2 sekolah dasar swasta, dengan jumlah siswa seluruhnya 43.506 orang, sedangkan madrasah ibtidaiyah 5 sekolah, 2 di antaranya swasta dengan jumlah siswa seluruhnya 534 orang, dengan demikian jelas terlihat bahwa jumlah sekolah dan jumlah siswa pada sekolah dasar lebih banyak jika dibandingkan dengan madrasah ibtidaiyah yang hanya 1.31% dari sekolah dasar.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Tanah Datar adalah daerah agraris, lebih 70% penduduknya bekerja pada sektor pertanian, baik pertanian tanaman pangan, perkebunan, perikanan, maupun peternakan. Begitu juga dengan usaha masyarakat pada sektor lain juga berbasis pertanian seperti pariwisata dan industri kecil atau agro industri. Masyarakat Tanah Datar juga dikenal gemar menabung dengan total dana tabungan masyarakat sebesar Rp223 miliar tahun 2004.

Potensi ekonomi Kabupaten Tanah Datar dapat dikategorikan atas tiga kategori yaitu: Sangat Potensial, Potensial, dan Tidak Potensial. Untuk sektor pertanian yang sangat potensial untuk dikembangkan adalah ubi kayu, kubis, karet, tebu, peternakan sapi potong, peternakan kuda, peternakan kambing potong, budidaya ayam ras pedaging, ayam bukan ras, budidaya itik, dan budidaya ikan air tawar. Sektor lain yang sangat potensial untuk dikembangkan adalah industri konstruksi bangunan sipil, pedagang eceran makanan olahan hasil bumi, usaha warung telekomunikasi, pedagang cenderamata, dan wisata sejarah. Kabupaten Tanah Datar yang potensial untuk hampir semua sektor pertanian kecuali cengkih, tembakau, bayam, dan merica. Sedangkan untuk sektor pertambangan yang potensial dikembangkan adalah galian kapur dan sirtu.

Pertambangan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Tanah Datar memiliki potensi bahan tambang berupa batu gamping kristalian yang sekarang dikelola oleh PT Inkalko Agung, dolomit, granit, sirtukil, tanah liat, batu setengah permata, trass, fosfat, batubara, besi, emas, belerang, kuarsa, dan slate.

Industri[sunting | sunting sumber]

Industri di Kabupaten Tanah Datar didominasi oleh industri kecil seperti tenunan pandai sikek yang terdapat di Kecamatan Sepuluh Koto, kacang randang/goreng, kopi bubuk, kerupuk ubi, kerupuk kulit, anyaman lidi, gula aren, gula tebu. Sektor industri besar berupa peternakan ulat sutera oleh PT Sutera Krida. Pada tahun 2004 nilai investasi sektor industri kecil di Kabupaten Tanah Datar mencapai Rp7 miliar dengan nilai produksi sebesar Rp60 miliar.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Pacu Jawi, tradisi pascapanen di Tanah Datar yang menjadi atraksi pariwisata.

Luhak Nan Tuo, nama lain dari Kabupaten Tanah Datar. Masyarakat Minangkabau meyakini bahwa asal usul orang Minangkabau dari Kabupaten Tanah Datar, tepatnya dari Dusun Tuo Pariangan, Kecamatan Pariangan.[22]

Banyak bukti yang masih terdapat di Kabupaten Tanah Datar ini seperti Sawah Satampang Baniah, Lurah Nan Indak Barangin, Galundi Nan Baselo, dan Kuburan Panjang Datuk Tantejo Gurhano yang dikenal sebagai arsitek rumah gadang. Kemudian dari Luhak Tanah Datar inilah kemudian orang Minangkabau berkembang dan berpindah ke daerah lain seperti Luhak 50 kota dan Luhak Agam.

Di Kabupaten Tanah Datar saat ini masih banyak terdapat peninggalan sejarah adat Minangkabau tersebut, baik berupa benda maupun tatanan budaya adat Minangkabau. Ikrar “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” ini disebut juga dengan Sumpah Satie yang juga di Tanah Datar dilahirkan, yaitu tempatnya di Bukit Marapalam Puncak Pato, Kecamatan Lintau Buo Utara.

Kabupaten Tanah Datar sebagai tempat asal mula suku Minangkabau banyak sekali memiliki tempat sejarah. Industri wisata di Kabupaten Tanah Datar ini sangat potensial untuk dikembangkan.

Tempat wisata sejarah yang terdapat di Kabupaten Tanah Datar ini antara lain Istana Pagaruyung, Balairuang Sari, Puncak Pato, Prasasti Adityawarman, Batu Angkek-angkek, Rumah Gadang Balimbing, Kincir Air, Batu Basurek, Nagari Tuo Pariangan, Benteng van der Capellen, Batu Batikam, dan Istano Rajo.

Sedangkan untuk wisata alam dan budaya di Kabupaten Tanah Datar adalah Lembah Anai, Panorama Tabek Pateh, Desa Pariangan, Danau Singkarak Bukit Batu Patah, dan Ngalau Pangian.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-02-14. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ Local Governance Support Program (LGSP). "Buku Pegangan bagi Kepala Daerah dan DPRD". United States Agency for International Development (USAID). Diakses tanggal 20 March 2010.  line feed character di |author= pada posisi 33 (bantuan)[pranala nonaktif permanen]
  3. ^ Natsir, M., (2009), Ekstraksi Informasi Penutup Lahan Daerah Kabupaten Tanah Datar, Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2009 (SNATI 2009), 20 Juni 2009, Yogyakarta, ISSN 1907-5022.
  4. ^ https://tanahdatarkab.bps.go.id/publication/2021/02/26/39234e0d32325792404a0e7f/kabupaten-tanah-datar-dalam-angka-2021.html
  5. ^ Penerangan, Indonesia Departemen (1953). Propinsi Sumatera Tengah (dalam bahasa Melayu). Kementerian Penerangan. 
  6. ^ "Sidi Bakarudin: Bupati Militer Tanah Datar". Suluah.com. 2021-05-08. Diakses tanggal 2021-09-03. 
  7. ^ a b Profil Tokoh, Aktivis, dan Pemuka Masyarakat Minang. Permo Promotion. 1995. hlm. 226–228. ISBN 978-979-8931-00-0. Diakses tanggal 25 Agustus 2021. 
  8. ^ https://tanahdatar.go.id/berita/1299/m-shadiq-pasadigoe-dan-irdinansyah-tarmizi-sang-pemimpin-rakyat-mohon-pamit.html
  9. ^ https://www.tanahdatar.go.id/berita/1316/sudirman-gani-dilantik-menjadi-pj-bupati-tanah-datar.html
  10. ^ "Keluarga Irdinansyah Minta Jangan Dikirim Karangan Bunga". Padangkita.com. 2020-09-19. Diakses tanggal 2020-09-19. 
  11. ^ https://republika.co.id/berita/qgyh9b380/bupati-tutup-usia-zuldafri-darma-plt-bupati-tanah-datar
  12. ^ https://tanahdatar.go.id/berita/4265/gubernur-sumatera-barat-tugaskan-wabup-zuldafri-darma-selaku-plt-bupati-tanah-datar.html
  13. ^ http://birohumas.sumbarprov.go.id/details/news/75
  14. ^ https://tanahdatar.go.id/berita/4598/sekda-irwandi-jabat-pelaksana-harian-bupati.html
  15. ^ https://padangkita.com/gubernur-sumbar-mahyeldi-lantik-11-kepala-daerah-ingatkan-visi-misi-harus-sesuai-dengan-provinsi/
  16. ^ https://tanahdatar.go.id/berita/4291/gubernur-irwan-prayitno-lantik-erman-rahman-jadi-pjs-bupati-tanah-datar.html
  17. ^ Perolehan Kursi DPRD Kab. Tanah Datar 2014-2019
  18. ^ Perolehan Kursi DPRD Kab. Tanah Datar 2019-2024
  19. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  20. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  21. ^ Hutagaol, T., (2003), Kajian Kinerja Jaringan Jalan Berdasarkan Perkembangan Sektor Pertanian dalam Konteks Pengembangan Wilayah Kabupaten Tanah Datar, Tesis S2, ITB, Bandung [1][pranala nonaktif permanen].
  22. ^ Erwin, Muhammad, Zainal Warhat, Syafwandi (September 2019). "Brand Identiry: Nagari Pariangan, Desa Terindah di Dunia, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat". ejournal.uigm.ac.id. Diakses tanggal 2021-03-12. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]