Lompat ke isi

Batusangkar (kota)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Batusangkar)
Kota Batusangkar
  • Sangka
  • Batusangka
Transkripsi bahasa daerah
  IndonesiaBatusangkar
  MinangkabauBatusangka
  Alfabet Jawiباتوسنكار
Dari atas ke bawah; Kanan ke Kiri: Pasar Batusangkar, Perpustakaan Umum Kota Batusangkar, Gedung Nasional Suri Maharajo Dirajo Batusangkar, Istano Basa Pagaruyung, RSUD Ali Hanafiah Batusangkar, dan Plang Nama-Nama Objek Wisata di Lapangan Cindua Mato Batusangkar.
Bendera Kota Batusangkar
Lambang resmi Kota Batusangkar
Peta
Peta
Kota Batusangkar di Sumatra
Kota Batusangkar
Kota Batusangkar
Peta
Kota Batusangkar di Indonesia
Kota Batusangkar
Kota Batusangkar
Kota Batusangkar (Indonesia)
Koordinat: 0°27′24″S 100°37′48″E / 0.45667°S 100.63000°E / -0.45667; 100.63000
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Barat
Tanggal berdiri19 Maret 1956
Dasar hukumUU No. 12 tahun 1956
PendiriMr. Godert Alexander Gerard Philip baron van der Capellen
Jumlah satuan pemerintahanDaftar
Luas
  Total38,00 km2 (14,67 sq mi)
Populasi
  Total38.920
  Kepadatan1,000/km2 (2,700/sq mi)
Demografi
  Agama
  • 99,39% Islam
  • 0,01% Buddha[1]
  BahasaIndonesia, Minangkabau
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
Kode area telepon(+62) 752
Pelat kendaraanBA xxxx E
Semboyan daerahBatusangkar Kota Budaya
Situs webtanahdatar.go.id

Kota Batusangkar (Bahasa Minangkabau: Batusangka; Bahasa Jawi: باتوسنكار) adalah sebuah ibukota yang terletak di dalam wilayah pemerintahan Kabupaten Tanah Datar, yang juga merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Tanah Datar. Kota ini berada pada tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Lima Kaum, Kecamatan Tanjung Emas, dan Kecamatan Sungai Tarab. Kota ini berjarak sekitar 100 km dari Kota Padang dan dapat ditempuh dengan tiga jam berkendara. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Tanjung Emas atau tepatnya di Nagari Pagaruyung. Pada tahun 2023, penduduk Batusangkar sebanyak 38.920 jiwa.[2]

Batusangkar memiliki keindahan alam yang memukau. Salah satu daya tarik alamnya adalah Danau Singkarak, yang terletak sekitar 15 kilometer dari kota. Danau ini adalah danau terbesar kedua di Sumatera Barat dan menawarkan pemandangan yang mempesona serta berbagai kegiatan seperti perahu dayung dan memancing. Wisatawan juga dapat menikmati panorama pegunungan yang hijau dan udara segar yang menyegarkan.

Asal Usul

[sunting | sunting sumber]

Kenapa bernama Batusangkar belum dapat diketahui dengan pasti,banyak yang menyebutkan batusangkar berasal dari kata batu dan sangkar, namun tidak ditemukan dengan pasti di mana batu yang berada dalam sangkar ataupun batu berbentuk sangkar. yang jelas daerah ini sebelumnya dikenal sebagai Fort Van der Capellen selama masa kolonial Belanda, yaitu sebuah benteng pertahanan Belanda yang didirikan sewaktu Perang Padri. Benteng ini dibangun antara 1822 dan 1826 dan dinamai menurut nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda, G.A.G.Ph. van der Capellen. Kawasan ini secara resmi berganti nama menjadi Batusangkar pada tahun 1949, menggantikan nama kolonial sebelumya.[3]

Setelah meredanya PRRI/Permesta, pada tahun 1957, kawasan ini diduduki oleh batalyon 439 Diponegoro, dan selanjutnya pada tanggal 25 Mei 1960 menjadi kantor Polres Tanah Datar.

Batusangkar memiliki sejarah panjang sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Pagaruyung, salah satu kerajaan terbesar dan paling berpengaruh di Nusantara pada masanya. Istano Basa Pagaruyung menjadi simbol kejayaan kerajaan tersebut dan hingga kini tetap menjadi ikon kota. Kerajaan Pagaruyung dikenal sebagai pusat budaya dan politik Minangkabau, yang menganut sistem matrilineal, di mana garis keturunan diwariskan melalui pihak ibu[4].

Pada masa penjajahan Belanda, Batusangkar menjadi salah satu wilayah penting karena lokasinya yang strategis. Hingga kini, peninggalan kolonial dan bangunan bersejarah masih dapat ditemukan di berbagai sudut kota.[5]

Di Batusangkar sendiri terdapat beberapa gedung dan sarana pemerintahan penting yang menjadikan kekhasan batusangkar sebagai ibu kota Tanah Datar, diantaranya :

Fort Van der Capellen

[sunting | sunting sumber]

Seiring dengan perkembangan zaman dan adanya keinginan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar untuk memindahkan Pusat Pemerintahan dari Batusangkar ke Pagaruyung, maka pada tanggal 26 April 2001 Markas Komando (Mako) Polres Tanah Datar yang baru di resmikan di Pagaruyung. Dan selanjutnya kawasan ini akan direhabilitasi kembali menjadi Fort Van der Capellen sebagai tempat objek wisata sejarah. Sekarang, kawasan ini masuk menjadi bahagian dari kecamatan Lima Kaum, kabupaten Tanah Datar.

Gedung Indo Jolito

[sunting | sunting sumber]

Gedung Indo Jolito adalah kediaman resmi bupati Kabupaten Tanah Datar. Gedung ini adalah bekas kediaman residen Belanda Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen. Arsitekturnya bercorak Art Deco. Gedung ini berada di kawasan pusat Kota Batusangkar tepatnya di jalan M.T. Haryono, Kampung Baru, Baringan.

Gedung Nasional Maharajo Dirajo Tanah Datar

[sunting | sunting sumber]

Gedung Nasional Maharajo Dirajo merupakan gedung yang sudah sejak lama ada di batusangkar sebagai gedung pertunjukan dan acara acara yang dilakukan oleh pemda dan masyarakat tanah datar, gedung ini kemudian dibangun ulang kembali karena bangunan sebelumnya yang sudah tidak layak, Bangunan baru Gedung Nasional ini dilengkapi ruang pertemuan,ruang rapat kecil, ruang tunggu VIP, gallery, basement dan fasilitas penunjang lainya, Dengan konsep bangunan memakai elemen-elemen bangunan tradisional, seperti gonjong, ukiran dan komposisi rumah gadang Minangkabau, Gedung Nasional merupakan gedung pertemuan multifungsi yang dapat digunakan untuk kegiatan pemerintahan maupun kegiatan lainnya, Berada dikawasan pusat kota Batusangkar tepatnya di perempatan Jalan Sukarno Hatta, dengan luas site mencapai 3,8 Ha.memungkinkan menjadi landmark kawasan karena posisi di sudut jalan dan di depan Lapangan Cindua Mato.

Secara geografis wilayah Kabupaten Tanah Datar berada di sekitar kaki gunung Merapi, gunung Singgalang, dan gunung Sago, dan diperkaya pula dengan 25 sungai. Danau Singkarak yang cukup luas sebagian diantaranya merupakan wilayah Kabupaten Tanah Datar yakni terletak di Kecamatan Batipuh Selatan dan Rambatan.

Diantara seluruh kecamatan yang ada, 3 Kecamatan terletak pada ketinggian antara 750 s.d. 1000 meter di atas permukaan laut, yaitu Kecamatan X Koto, Salimpaung, dan Tanjung Baru. Sementara itu empat Kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Lima Kaum, Tanjung Emas, Padang Ganting, dan Sungai Tarab terletak pada ketinggian 450 s.d. 550 meter dari permukaan laut. Sedangkan 7 Kecamatan lagi terletak pada ketinggian yang bervariasi, misalnya Kecamatan Lintau Buo yang terletak pada ketinggian antara 200 s.d. 750 meter dari permukaan laut.

Bila dilihat dari luas wilayah Kecamatan, maka Kecamatan yang paling kecil luasnya adalah Kecamatan Lima Kaum dengan luas 50,00 Km², sedangkan Kecamatan yang paling luas adalah Kecamatan Lintau Buo Utara, yakni 204,31 Km², kemudian diikuti Kecamatan X Koto yang luasnya 152,02 Km².

Ibukota Kabupaten Tanah Datar berada di Batusangkar, uniknya Kota Batusangkar ini berada pada tiga (3) wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Lima Kaum, Kecamatan Tanjung Emas, dan Kecamatan Sungai Tarab. Sedangkan pusat pemerintahan berada di Kecamatan Tanjung Emas atau tepatnya di Nagari Pagaruyung. Kota Batusangkar ini lebih dikenal sebagai Kota Budaya, karena di Kabupaten Tanah Datar terdapat banyak peninggalan dan prasasti terutama peninggalan Istana Basa Pagaruyung yang merupakan pusat Kerajaan Minangkabau[5].

Fasilitas Publik

[sunting | sunting sumber]

Tentang fasilitas publik yang ada di batusangkar, batusangkar memiliki fasilitas yang cukup lengkap mulai dari sekolah dasar yang terdiri dari puluhan yang tersebar di seputaran kota, SMP ada SMP 1 Batusangkar, SMP 2 Batusangkar dan SMP 5 Batusangkar, kemudian SMA juga terdapat negeri dan swasta, mulai dari SMA 1 Batusangkar, SMA 2 Batusangkar, dan SMA 3 Batusangkar, swasta terdiri dari SMK progresif dan SMA Muhammadiyah, fasilitas kesehatan mulai dari RSUD M.A.Hanafiah,S.M batusangkar dan beberapa puskesmas di tiap kabupaten, dan pasar kota Batusangkar sebagai tempat pergerakan ekonomi di kota ini.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama DUKCAPIL
  2. Datar, Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanah. "Jumlah penduduk Kabupaten Tanah Datar menurut kecamatan dan jenis kelamin - Tabel Statistik". tanahdatarkab.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-04-24.
  3. Sahputra, Bayu. "Sejarah dan Asal Usul serta Fakta Menarik Tentang Batusangkar di Ranah Minangkabau Provinsi Sumatera Barat - Timenews". Sejarah dan Asal Usul serta Fakta Menarik Tentang Batusangkar di Ranah Minangkabau Provinsi Sumatera Barat - Timenews. Diakses tanggal 2025-10-19.
  4. adminsuper (2024-12-21). "Batusangkar: Kota Sejarah dan Budaya di Sumatera Barat". West Sumatra Explore (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-07.
  5. 1 2 Datar, Kominfo Tanah. "Geografis". tanahdatar.go.id. Diakses tanggal 2025-11-07.