Mahyeldi Ansharullah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Mahyeldi Ansharullah
Wali Kota Padang ke-13
Petahana
Mulai menjabat
13 Mei 2014
Wakil Emzalmi
Didahului oleh Erizal Agus (Plt.)
Wakil Wali Kota Padang
Masa jabatan
18 Februari 2009 – 18 Februari 2014
Didahului oleh Yusman Kasim
Digantikan oleh Emzalmi
Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat
Masa jabatan
2004 – 2008
Informasi pribadi
Lahir 25 Desember 1966 (umur 50)
Bendera Indonesia Bukittinggi, Sumatera Barat, Indonesia
Partai politik Contoh Logo Baru PKS.jpg Partai Keadilan Sejahtera
Suami/istri Harneli Bahar (istri)
Anak Diny Miftahul Muthmainnah, Silmy Izzati, Shofia Shabrina, M. Taufiqur Rahman, Rifatiy Nizhamiy, M. Fathan, M. Hamdan Maskura, Fauzana Syamila, Ahda Syakira
Orangtua Mardanis (ayah)
Nurmi (ibu)
Tempat tinggal Jl. Ahmad Yani No. 11, Padang (dinas)
Alma mater Universitas Andalas
Agama Islam

H. Mahyeldi Ansharullah, SP gelar Datuk Marajo (lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 25 Desember 1966; umur 50 tahun) adalah politisi dari Partai Keadilan Sejahtera dan mubalig. Ia dilantik sebagai Wali Kota Padang pada tanggal 13 Mei 2014.[1] Sebelumnya, ia mengakhiri jabatannya sebagai Wakil Wali Kota Padang satu periode pada 18 Februari 2014.

Melalui persinggungannya dengan aktivis dakwah Islam, ia menunjukan perhatiannya dalam politik. Ia bergabung dengan Partai Keadilan (sekarang Partai Keadilan Sejahtera), terpilih sebagai anggota parlemen sekaligus berkursi sebagai Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat hasil pemilihan umum legislatif 2004. Pada waktu itu, PKS memenangi perolehan suara di Padang. Sebagai wakil wali kota, ia mendampingi periode kedua Wali Kota Fauzi Bahar. Pada pemilihan umum Wali Kota Padang 2013, Mahyeldi mencalonkan diri sebagai Wali Kota Padang.

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Mahyeldi menjalani masa kecil dan sekolahnya di Bukittinggi. Ia adalah kakak bagi enam adiknya. Lahir dari keluarga sederhana dengan seorang ayah yang bekerja sebagai buruh angkat, ia harus bekerja keras untuk mendapatkan uang sejak masih kelas tiga SD. Ia sekolah sambil menjajakan kue milik orang lain, menjual ikan di pasar, dan berjualan koran.[2]

Mahyeldi rutin menghadiri kegiatan pembinaan keislaman di lingkungan tempat tinggalnya sejak masih duduk di bangku SMP.[2] Berlanjut ketika bersekolah di SMA Negeri 1 Bukittinggi, ia telah mengenal aktivis dakwah Islam seperti Hidayat Nur Wahid dan Irwan Prayitno. Selama kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Andalas, ia ikut menggerakan kegiatan dakwah kampus.[3] Aktivitasnya di bidang dakwah mengantarnya bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera, partai yang dimotori oleh aktivis dakwah di kampus-kampus.

Pada pemilihan umum legislatif 2004, Mahyeldi diusung oleh PKS sebagai calon anggota legislatif untuk DPRD Sumatera Barat. Pada saat yang sama, ia adalah Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKS Sumatera Barat sejak 2002 sampai tahun 2005. Hasil perolehan suara menempatkan PKS sebagai pemenang di Padang. Ia duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat periode 2004–2009, tetapi mengundurkan diri setelah memutuskan maju sebagai Wakil Wali Kota Padang pada tahun 2008.

Wakil Wali Kota Padang[sunting | sunting sumber]

Mahyeldi sebagai Wakil Wali Kota Padang meninjau banjir di salah satu lokasi di Kota Padang

Dalam pemilihan umum Wali Kota Padang pertama 2008, Mahyeldi terpilih sebagai wakil wali kota mendampingi Fauzi Bahar. Pasangan ini dilantik pada 18 Februari 2009 untuk periode 2009–2014.[4] Selama berkursi sebagai wakil wali kota, Mahyeldi menggerakkan perkoperasian berbasis syariah di Padang. Ia memprakarsai berdirinya Koperasi Jasa Keuangan Syariah yang memberi akses permodalan dan lapangan kerja bagi warga. Lembaga koperasi ini mengantar Padang meraih penghargaan Bakti Koperasi dan UMKM dari Menteri Koperasi dan UMKM pada peringatan Hari Koperasi ke-66 yang dipusatkan di Nusa Tenggara Barat, 12 Juli 2013.[5]

Mahyeldi mencalonkan diri sebagai Wali Kota Padang dalam pemilihan umum Wali Kota Padang yang digelar pada 30 Oktober 2013. Diikuti 10 pasang calon, Mahyeldi bersama pasangannya Emzalmi menang atas 29,45% suara.[6] Setelah menjalani putaran kedua pada 5 Maret 2014, Mahyeldi kembali unggul dengan perolehan 50,29% suara. Pelantikannya tertunda karena pasangan calon yang kalah mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.[7] Pada 13 Mei 2014, Mahyeldi resmi dilantik setelah terundur-undur karena adanya pemilihan umum legislatif Indonesia 2014.[1]

Wali Kota Padang[sunting | sunting sumber]

Mahyeldi bersalaman seusai dilantik sebagai Wali Kota Padang

Pendidikan gratis masuk dalam program unggulan yang diusung Mahyeldi dan Emzalmi dalam kampanye mereka. Pada semester kedua 2014, Padang memulai penyelenggaraan pendidikan gratis 12 tahun yang menjangkau seluruh siswa SD, SLTP, dan SLTA negeri. Lewat APBD, pemerintah meningkatkan alokasi dana bantuan siswa kurang mampu. Dari program yang telah ada, pemerintah mengevaluasi pelaksanaan pesantren kilat dan wirid remaja. Pada 2015, pemerintah mengelola langsung pesantren Ramdhan di empat sekolah.[8]

Dalam rangka meningkatkan mutu SDM, pemerintah menargetkan pelajar hafal Alquran dengan memberikan keistimewaan bagi penghafal Alquran. Mereka dapat memilih bebas sekolah yang mereka inginkan sesuai jenjang kelanjutannya, satu juz bagi siswa SD, dan tiga juz bagi siswa SMP. Untuk siswa SMA yang hafal lima juz dapat memilih kesempatan masuk ke Universitas Andalas atau Universitas Negeri Padang. [9]

Pada 25 Oktober 2014, pemerintah meluncurkan program Padang Bersih.[10][11] Terkait pengelolaan sampah, Padang memiliki Perda Nomor 21 Tahun 2012 yang memuat pasal mengenai sangsi bagi siapa saja yang tertangkap membuang sampah sembarangan. Jelang pemberlakuan perda pada 1 Januari 2015, pemerintah melakukan sosialisasi pelaksanaan perda sekaligus melengkapi sarana dan prasarana pendukung. Seluruh kelurahan membentuk Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) yang terdiri dari masyarakat setempat untuk memastikan disiplin warga membuang sampah.[12]

Di antara program unggulan yang diusung di bidang infrastuktur, Mahyeldi menggulirkan program pelaksanakan betonisasi dan pengaspalan jalan lingkungan, perbaikan trotoar, dan pengendalian banjir. Dimulai pada Mei 2014, pemerintah merealisasi sepanjang 53,93 km jalan beton dan aspal pada 2014, diikuti capaian target sepanjang 74 km pada 2015. Selain itu, pemerintah meningkatkan alokasi pemeliharaan peningkatan jalan, trotoar, dan taman kota. Untuk pengendalian banjir dan genangan air, pemerintah mengupayakan lewat rehabilitasi cek dam, normalisasi saluran sungai, dan peningkatan jaringan irigasi.

Sejak 2014, pemerintah melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja memulai program bedah rumah dengan alokasi dana dari Kementerian Sosial, APBD Kota Padang, dan swadaya masyarakat. Pada 2014, 386 rumah telah direhab dengan total anggaran Rp3,36 miliar, termasuk swadaya masyarakat Rp580 juta. Pada 2015, rehab dilakukan terhadap 410 unit rumah tidak layak huni (RTLH) dengan total anggaran Rp5,97 miliar, termasuk swadaya masyarakat Rp1,685 miliar. Selain itu, Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan dan Perumahan yang dibantu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan rehab RTLH sebanyak 300 unit pada 2014 dan 840 unit pada 2015. Adapun program rehab dan bedah rumah melalui Baznas Kota Padang memiliki capaian target 72 unit pada 2014 dan 51 unit pada 2015.

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Mahyeldi didampingi Kepala Dinas Pendidikan Habibul Fuadi menerima penghargaan Anugerah Peduli Pendidikan (APP) 2015 yang diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan di Gedung Ki Hadjar Dewantara, Senayan, Jakarta, 11 Desember 2015

Pemerintah Kota Padang selama 2015 meraih lebih kurang 30 penghargaan dari instansi pemerintah dan non-pemerintah. Pada 14 Maret 2015, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyandangkan gelar Kota Langit Biru untuk kategori kota besar atas kualitas kebersihan udara Kota Padang hasil penilaian pada tahun sebelumnya.[13] Pada 11 Agustus 2015, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyematkan penghargaan Kota Layak Anak kategori madya untuk Kota Padang. Padang dinobatkan pula sebagai Kota Peduli Hak Asasi Manusia oleh Kementerian Hukum dan HAM pada 11 Desember 2015.[14] Dalam bidang kesehatan, Padang mendulang prediket kota sehat tertinggi yang ditandai dengan penghargaan Swasti Saba Wistara dari Kementerian Kesehatan pada 27 November 2015. Penghargaan ini menandakan pelayanan kesehatan sekaligus kondisi permukiman, sarana, dan prasarana umum di Padang yang baik. Padang melengkapi sembilan tatanan yang ditetapkan panitia kota sehat.[15]

Pada 2015, Kota Padang kembali mempertahankan penghargaan tertib lalu lintas dan angkutan kota Wahana Tata Nugraha dari Kementerian Perhubungan untuk kategori kota besar. Padang dianggap mampu mengaplikasikan program nasional angkutan berbasis massal, ditandai dengan pengoperasian Transpadang.[16] Transpadang saat ini memiliki 35 armada. Pemerintah menargetkan operasional enam koridor Transpadang pada 2019.[17] Dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Padang meraih penghargaan Anugerah Peduli Pendidikan (APP) pada 11 Desember 2015. Padang menjadi daerah satu-satunya di Indonesia yang meraih penghargaan tersebut karena dinilai mampu melaksanakan program wajib belajar 12 tahun dengan baik.[18] Di bidang keuangan, Padang menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada Mei 2015 atas Laporan Keuangan Pemerintah (LKPD) Kota Padang 2014. Sebelum kepemimpinan Mahyeldi, Padang hanya mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian.[19]

Selain penghargaan dari instansi pemerintah, Padang mendapatkan prediket terbaik ke-8 "Kota Terbaik" dalam acara penganugerahaan Indonesia's Attractiveness Award 2015 yang digelar oleh Tempo Media Group pada 12 Juni 2015.[20] Pada April 2016, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) memberikan penghargaan ASITA Award atas usaha Pemerintah Kota Padang membenahi objek wisata.[21]

Sebagai wali kota, Mahyeldi mendapat tanda kehormatan Satya Lencana Pembangunan dalam peringatan Hari Koperasi pada 12 Juli 2015. Ia dinilai berhasil dalam mengurangi angka pengangguran lewat program-program di bidang koperasi yang akan dan sedang diterapkan. Selain itu, Mahyeldi sebagai wali kota menerima penghargaan dari Kementerian Agama atas kepedulian terhadap pengembangan pendidikan Islam di daerahnya melalui kebijakan dan program kerja, ditandai dengan dukungan dana dan aktivitas keagamaan berjalan semarak. Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Apresiasi Pendidikan Islam (API) 2015 pada 11 Desember 2015. Dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Mahyeldi meraih penghargaan Adibakti Mina Bahari (AMB) atas kepedulian keberlangsungan sektor kelautan dan perikanan pada tanggal yang sama.

Dari Sindo Weekly, Mahyeldi meraih penghargaan Government Award pada 12 April 2016 setelah dianggap berhasil menata kota dalam waktu terbilang cepat. Konsentrasi penataan yang dilakukan selama kepemimpinan Mahyeldi meliputi Pantai Padang, pembebasan lahan jalur By Pass, dan Pasar Raya Padang. Penertiban berlangsung tanpa kericuhan, sebagian warga membongkar sendiri bangunannya. Adhyaksa Dault menyebut Mahyeldi bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai contoh kepala daerah yang berhasil merelokasi dan menata warga "tanpa kekerasan dan tak menyulut api perlawanan dari masyarakat".[22]

Pada 19 Mei 2016, MarkPlus, Inc. dalam acara Indonesia Marketeers Festival menobatkan Mahyeldi selaku Wali Kota Padang sebagai penerima penghargaan "Marketeers of The Year Padang 2016".[23] Terakhir, Padang di bawah kepemimpinan Mahyeldi mendulang prediket kategori kota di Sumatera yang terbanyak diberitakan di media nasional dalam ajang The 1st Sumatera PR Indonesia Summit & Awards yang diselenggarakan oleh majalah PR Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan pada 20 Mei 2016 di Batam atas hasil penelusuran PR Indonesia bersama Isentia Indonesia sepanjang 2015 terhadap 12 media cetak nasional.[24]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Mahyeldi dikaruniai sembilan anak dari pernikahannya dengan Harneli Bahar.[25] Ia dikenal sebagai sosok pemimpin yang sederhana, santun, dan rendah hati.[2][3] Saat menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, ia menolak menggunakan mobil dinas mewah sebagai pimpinan DPRD. Berdasarkan hasil audit Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jelang pemilihan Wali Kota Padang pada 8 Oktober, KPU Padang merilis laporan harta kekayaannya senilai 281,509 juta.[26]

Mahyeldi termasuk pasangan kepala daerah yang akur selama lima tahun masa tugasnya.[2] Fauzi Bahar mengatakan, mereka tak pernah berdebat atau bertengkar mengenai tugas masing-masing. "Saya rasa di Indonesia saat ini yang paling harmonis hubungan kedua pemimpin seperti, saya sebagai Wali Kota Padang dan Mahyeldi Wakil Wali Kota Padang, tak pernah selisih paham dan bertengkar tentang tanggung jawab sebagai pemegang amanah rakyat Kota Padang."[27]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Target 100 Hari Kerja Benahi Kota Padang". Harian Haluan. 14 Mei 2014.
  2. ^ a b c d "Pribadi Yang Sederhana Memiliki Kemauan Kuat". ANTARA. Diarsipkan dari aslinya. 8 Oktober 2013.
  3. ^ a b "Mahyeldi Ansharullah Sosok Pemimpin yang Rendah Hati". Dakwatuna.com. 23 Maret 2013.
  4. ^ "Fauzi Bahar - Mahyeldi Dilantik Gubernur Sumbar". Indosiar.com. 19 Februari 2009.
  5. ^ "KJKS, Bukti Mahyeldi Peduli Pelaku Ekonomi Kecil". Posmetropadang.com. 27 Februari 2014.
  6. ^ "Ini Hasil Pilkada Padang, Harus Dua Putaran". VIVA.co.id. 5 November 2013.
  7. ^ "Pelantikan Wali Kota Padang Tunggu Putusan MK". ANTARA. 12 Maret 2014.
  8. ^ “Empat Sekolah Jadi Percontohan Pesantren Ramadhan”. ‘’ANTARA’’. 21 Mei 2015.
  9. ^ "Di Padang, Siswa Penghafal Al-Quran Bebas Pilih Sekolah". ANTARA. 16 April 2016.
  10. ^ "Pemerintah Kota Padang Dorong Budaya Bersih Lingkungan". Republika. 11 Januari 2015.
  11. ^ "Legislator Dorong Pemkot Laksanakan Program Padang Bersih". ANTARA. 24 Maret 2015.
  12. ^ "Tingkatkan Kesadaran Warga Kelola Sampah". Padang Ekspres. 7 August 2015.
  13. ^ "Padang raih "Kota Langit Biru 2014"". ANTARA. 11 Maret 2015.
  14. ^ Padang Raih Penghargaan Kota Peduli HAM. Republika. 12 Desember 2015.
  15. ^ "Penghargaan Swasti Saba Wistara Direngkuh Kota Padang". Valora.co.id.. 28 November 2015.
  16. ^ Kota Padang Kembali Terima Piala WTN. ANTARA. 17 September 2015.
  17. ^ "Transportasi Sumbar, Pemkot Tambah 10 Unit Bus Trans Padang". Bisnis.com. 13 Maret 2016.
  18. ^ "Pemkot Padang Raih Anugerah Peduli Pendidikan 2015". Republika. 12 Desember 2015.
  19. ^ Laporan Keuangan Pemkot Padang Raih Predikat WTP". ANTARA. 26 Mei 2015.
  20. ^ Padang Raih Penghargaan Indonesia’s Attractiveness Award 2015. Harian Haluan. 11 Juni 2015.
  21. ^ "Dua Kota Sumbar Raih Penghargaan Asita Award". ANTARA. 4 April 2016.
  22. ^ "Adhyaksa Dault: Ahok Belajar Dulu ke Wali Kota Risma dan Mahyeldi". Liputan 6. 29 April 2016.
  23. ^ "Mahyeldi Terima Dua Penghargaan Marketeers". 19 Mei 2016.
  24. ^ "Walikota Padang Terima Penghargaan Sumprimas". Sumbarpost. 29 Mei 2016.
  25. ^ "Mahyeldi dan Keteladanan Pemimpin". 24 September 2014.
  26. ^ "Emma Terkaya, Mahyeldi Tetap Termiskin". Inilah.com. 9 Oktober 2013.
  27. ^ "Fauzi Bahar dan Mahyeldi Ansharullah Harmonis Sampai Akhir Jabatan". Situs web resmi Pemerintah Kota Padang. 23 Mei 2013.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan politik
Didahului oleh:
H. Erizal, SH (Penjabat Wali Kota)
Wali Kota Padang
2014–sekarang
Diteruskan oleh:
Petahana
Didahului oleh:
H. Yusman Kasim, MM
Wakil Wali Kota Padang
2009–2014
Diteruskan oleh:
Ir. H. Emzalmi, MSi
Didahului oleh:
Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat
2004–2008
Diteruskan oleh:
Jabatan partai politik
Didahului oleh:
DR. Shafwan Nawawi, MA
Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKS
Sumatera Barat

2002–2005
Diteruskan oleh:
Trinda Farhan Satria, MT
Jabatan olahraga
Didahului oleh:
H. Yusman Kasim, MM
Ketua Umum PSP Padang
2009–sekarang
Diteruskan oleh: