Trinda Farhan Satria

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
H.
Trinda Farhan Satria
S.T., M.T.
Trinda Farhan.jpg
Wakil Bupati Agam ke-5
Mulai menjabat
17 Februari 2016
PresidenJoko Widodo
GubernurIrwan Prayitno
BupatiIndra Catri
PendahuluIrwan Fikri
Wakil Ketua DPRD Sumatra Barat
Masa jabatan
28 Agustus 2009 – 28 Agustus 2014
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
GubernurGamawan Fauzi
Marlis Rahman
Irwan Prayitno
Informasi pribadi
Lahir28 September 1969 (umur 50)
Bendera Indonesia Sungai Batang, Tanjung Raya, Agam, Sumatra Barat
Partai politikContoh Logo Baru PKS.jpg Partai Keadilan Sejahtera
PasanganCandra Gumilarti (istri)
HubunganAbdul Wahab Amrullah (kakek buyut)
Abdul Karim Amrullah (moyang)
AnakAbdurrahman Khalish
Muhammad Azzam Muhyiddin
Muhammad Ihsan Mubarak
Umar Lathif Al-Faruqi
Ahmad Taqiuddin
Orang tuaMuslim Yunus Kari Palindih (ayah)
Fauzah Nur (ibu)
Alma materInstitut Teknologi Bandung

H. Trinda Farhan Satria, S.T., M.T. gelar Datuak Tumangguang Putiah (lahir di Sungai Batang, Tanjung Raya, Agam, Sumatra Barat, 28 September 1969; umur 50 tahun) adalah politikus dari Partai Keadilan Sejahtera dan mubalig. Ia dilantik sebagai Wakil Bupati Agam periode 2016–2021 pada 17 Februari 2016 mendampingi Indra Catri.[1] Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sumatra Barat periode 2009–2014.[2]

Sebelum menjadi politikus, Trinda merupakan seorang pengajar di Universitas Andalas (Unand). Pada 1996, ia diangkat sebagai dosen teknik industri di Unand. Di kampus tersebut, ia pernah menduduki jabatan Ketua Program Studi Teknik Industri Unand dan meraih predikat "Dosen Teladan Fakultas Teknik Unand". Jabatan terakhirnya yakni Kepala Laboratorium Perencanaan dan Optimasi Sistem Industri. Selain di Unand, ia pernah menjadi dosen tamu untuk Universitas Bung Hatta, Universitas Ekasakti, dan STTIND Padang.

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Trinda merupakan putra dari pasangan Muslim Yunus Kari Palindih (ayah) dan Fauzah Nur (ibu). Ia memiliki pertalian darah dengan Buya Hamka. Kakek ibunya, yakni Abdul Wahab Amarullah merupakan adik dari ayah Buya Hamka, Abdul Karim Amrullah.[3]

Politikus[sunting | sunting sumber]

Trinda Farhan Satria ikut dalam masa awal pembentukan Partai Keadilan, duduk sebagai salah seorang pengurus daerah di Bandung. Pada saat yang sama, ia sedang menjalani kuliah S-2 di Institut Teknologi Bandung. Namun, pada 1999, ia mengundurkan diri dari keanggotaan partai setelah keluar UU yang melarang keikutsertaan PNS dalam politik praktis.

Meski tidak aktif dalam struktur partai, ia masih aktif mengisi berbagai pelatihan kader PKS sebagai instruktur, termasuk saat pencalonan anggota legislatif. Pada 2005, ia memilih mengakhiri karier sebagai PNS dan bergabung kembali dengan PKS. Dalam struktur partai, ia diamanahi sebagai Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKS Sumatra Barat periode 2005–2010 menggantikan Mahyeldi Ansharullah, dan kembali terpilih untuk periode 2010–2015.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Melda Riani. "Usai Dilantik, Indra Catri-Trinda Farhan Disambut Antusias Warga" Padangmedia.com. 17 Februari 2016. Diakses 13 Mei 2016.
  2. ^ a b Ruslan Burhani. "Trinda Farhan: PKS Tetap Partai Islam". ANTARA. 17 Oktober 2010.
  3. ^ "Trinda Farhan Satria, Ustadz dan Buya Hamka". Babarito.com. 2020-01-27. Diakses tanggal 2020-07-31. 

Galeri[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan politik
Didahului oleh:
Irwan Fikri
Wakil Bupati Agam
2016–2021
Diteruskan oleh:
Petahana
Didahului oleh:
Wakil Ketua DPRD Sumatra Barat
2009–2014
Diteruskan oleh:
Jabatan partai politik
Didahului oleh:
Mahyeldi Ansharullah, SP
Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKS
Sumatra Barat

2005–2015
Diteruskan oleh:
Irsyad Syafar, MEd