Partai NasDem

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Partai NasDem
Ketua hary tanoesoedibjo
Sekretaris jenderal Nining Indra Shaleh (Plt.)
Ketua fraksi di DPR Victor Laiskodat
Didirikan 26 Juli 2011 (umur 5)
Kantor pusat Jl. R.P. Soeroso No. 44, Gondangdia Lama, Menteng, Jakarta Pusat, Jakarta 10350
Ideologi Pancasila
Kursi di DPR (2014)
36 / 560
Situs web
partainasdem.id
Politik Indonesia
Partai politik
Pemilihan umum

Partai NasDem adalah sebuah partai politik di Indonesia yang baru diresmikan di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara pada tanggal 26 Juli 2011[1]. Partai ini didukung oleh Surya Paloh yang merupakan pendiri organisasi bernama sama yaitu Nasional Demokrat[2].

Pada Januari 2013, KPU menetapkan 10 partai politik yang lolos tahapan verifikasi administrasi dan faktual, dan menjadikan Partai NasDem sebagai satu-satunya partai baru yang lolos sebagai peserta Pemilu 2014.[3] Pada bulan yang sama, partai ini diramaikan oleh isu terjadinya konflik di tataran para elit partai. Ketua Majelis Tinggi Partai Nasional Demokrat, Surya Paloh, kabarnya akan dicalonkan sebagai Ketua Umum Partai NasDem pada Kongres Partai NasDem yang akan diadakan pada 25 Januari 2013 di Jakarta.[4] Pada bulan tersebut juga terjadi aksi pemecatan terhadap Sekjen DPW DKI Garda Pemuda Nasdem, Saiful Haq, sekaligus pembekuan kepengurusan DPW tersebut.[5] Pada kongres perdana partai ini, yang diadakan pada Januari 2013, seluruh peserta kongres Partai NasDem yang berasal dari seluruh Indonesia secara aklamasi sepakat mengangkat Surya Paloh sebagai Ketua Umum Partai NasDem yang baru, menggantikan Patrice Rio Capella.[6]

Sejarah Singkat[7][sunting | sunting sumber]

KONGRES I Partai NasDem yang digelar pada 25-26 Januari 2013 di Jakarta menjadi tonggak sejarah perjalanan Partai NasDem. Berbagai keputusan penting dikeluarkan dalam kongres ini. Satu di antaranya ialah memilih dan menetapkan Surya Paloh sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem periode 2013-2018. Ibarat perahu, layar telah terkembang, lengkap dengan nakhoda dan awak kapal.

Keputusan tersebut diambil pada sidang pleno pertama tanggal 25 Januari 2013 sekitar pukul 23.00 WIB. Seluruh 33 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), 497 Dewan Pimpinan Daerah (DPD), dan empat organisasi sayap (Gerakan Massa Buruh, Liga Mahasiswa, Badan Avokasi Hukum, dan Petani NasDem), bersatu suara memercayakan Surya Paloh menjadi nakhoda Partai NasDem selama lima tahun.

Kongres juga memberi mandat penuh kepada Surya Paloh untuk menyusun kepengurusan dan perangkat partai. Amanah kongres ini harus selesai selambat-lambatnya 14 hari sejak Surya Paloh terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum.

Bukan cuma itu, Kongres juga memberi mandat penuh kepada Dewan Pimpinan Pusat di bawah kepemimpinan Surya Paloh untuk menetapkan strategi dan kebijakan guna memenangi Pemilihan Umum Legislatif 2014.

Mengapa Kongres memberikan mandat penting itu kepada Surya Paloh? Pasalnya, Pemilu 2014 sudah di depan mata. Oleh sebab itu, Kongres memandang, rekrutmen calon anggota legislatif (caleg) merupakan bagian penting dan strategis dalam upaya memenangi Pemilu 2014.

Kongres I Partai NasDem saat itu diikuti 66 orang yang mewakili 33 DPW, 994 orang mewakili 497 DPD, 9 orang mewakili Majelis Tinggi, dan 2 orang anggota Dewan Pakar. Selain peserta yang memiliki hak suara, Kongres juga dihadiri 800 orang peninjau yang datang dari seluruh penjuru Indonesia.

Dalam pidatonya setelah terpilih menjadi ketua umum, Surya Paloh antara lain menjelaskan, jabatan ketua umum bukanlah kredit poin. Pasalnya, Surya Paloh-lah yang mendirikan Partai NasDem dan sempat menjadi Ketua Majelis Tingggi Partai NasDem, sejak partai ini didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM. Sebelum Surya Paloh terpilih secara resmi menjadi ketua umum Partai NasDem, adalah Patrice Rio Capella yang dipercaya sebagai ketua umum.

Kongres I Partai NasDem 25-26 Januari 2013 disebut Surya Paloh sebagai tonggak sejarah partai ini dalam melakukan gerak dan langkah ke depan untuk melakukan perubahan melalui gerakan Restorasi Indonesia.

Partai ini, demikian Surya Paloh, harus mampu memberi catatan dengan tinta emas dalam lembaran perjalanan partai-partai politik di Indonesia. Meskipun baru, Partai NasDem telah membuat prestasi yang luar biasa. Prestasi luar biasa yang dimaksudkan Surya Paloh adalah partai ini telah memiliki visi dan misi yang konkrit (Restorasi Indonesia), sementara itu orang-orang yang ada di dalamnya memiliki kemampuan yang luar biasa, baik prestasi, maupun militansinya dalam melakukan gerakan perubahan.

Surya Paloh lalu menunjuk Rio Capella yang berhasil memimpin partai hingga menggelar kongres partai yang pertama pada 25-26 Januari 2013. Jika kemudian Rio Capella menyerahkan kepemimpinan partai periode berikutnya kepada Surya Paloh, “Amanah kongres ini merupakan kepercayaan yang harus saya pertanggungjawabkan,” kata Surya Paloh.

Prakongkres I  : Deklarasi Partai NasDem[sunting | sunting sumber]

Partai NasDem sendiri dideklarasikan kelahirannya pada tanggal 26 Juli 2011 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta. Deklarasi Partai NasDem hanyalah salah satu tahapan dari satu rangkaian proses panjang perjalanan partai ini.

Guna mendapatkan status resmi sebagai badan hukum, Partai NasDem didaftarkan ke Kemeterian Hukum dan Hak-hak Asasi Manusia pada bulan Maret 2011.

Kelahiran Partai NasDem tidak bisa dipisahkan lepas dari visi dan misi utama organisasi kemasyarakatan (ormas) Nasional Demokrat, yaitu menggalang Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia.

Lolos Verifikasi Administrasi[sunting | sunting sumber]

Setelah resmi menjadi partai, NasDem terus berupaya memenuhi persyaratan sebagaimana telah diatur dalam undang-undang untuk menjadi partai peserta pemilu.

Bersama dengan 46 parpol yang mengajukan diri ikut Pemilu 2014, Partai NasDem mengajukan berkas administrasi kepartaian ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pada verifikasi awal terdapat 34 parpol yang lolos dari total 46 parpol yang mendaftar sebagai peserta Pemilu 2014 di KPU. Satu di antaranya yang lolos verifikasi administrasi adalah Partai NasDem.

Setelah melakukan verifikasi administrasi atas 34 parpol yang berniat ikut Pemilu 2014, KPU pada hari Minggu 28 Oktober 2012 malam, akhirnya mengumumkan hasil verifikasi administrasi. KPU menyatakan ada 16 partai yang lolos maju ke tahap verifikasi faktual dan 18 partai gugur.

Ketua KPU Husni Kamil Manik menyatakan satu-satunya partai baru yang lolos tahap verifikasi administrasi adalah Partai NasDem. Bagi Partai NasDem seperti diungkapkan Ketua Umum NasDem (ketika itu) Patrice Rio Capella, apa yang diumumkan KPU bukan suatu kejutan. Pasalnya, “Partai NasDem memang sudah siap. Kami juga siap bersaing dengan partai parlemen dalam Pemilu 2014 nanti,” katanya.

Dari 16 parpol yang dinyatakan lolos verifikasi administrasi, KPU menilai Partai NasDem lolos verifikasi administrasi dengan kualifikasi terbaik. Parpol yang lolos verifikasi administrasi, berhak mengikuti verifikasi faktual. Verifikasi faktual adalah tahap verifikasi langsung KPU ke lapangan untuk mengecek infrastruktur parpol di setiap daerah disesuaikan dengan hasil verifikasi administrasi.

Lolos Verifikasi Faktual[sunting | sunting sumber]

Senin 7 Januari 2013 merupakan hari yang mendebarkan bagi Partai NasDem. Pasalnya, hari itu KPU mengumumkan hasil verifikasi faktual dan menyatakan Partai NasDem lolos dalam memenuhi persyaratan verifikasi faktual tingkat pusat sebagaimana diatur dalam UU Pemilu Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Pemilu. Partai NasDem memenuhi semua syarat verifikasi faktual di seluruh provinsi, dengan bukti-bukti, antara lain:

  1. Memiliki kepengurusan seperti Ketua, Bendahara, dan Sekretaris Jenderal.
  2. Memiliki lebih dari 30% anggota perempuan.
  3. Memiliki kantor yang digunakan sampai akhir Pemilu 2014.

Partai NasDem adalah satu-satunya partai baru yang lolos sebagai peserta Pemilu 2014. Itu berarti Partai NasDem berhak mengikuti pemilu untuk pertama kalinya pada 2014.

Keputusan KPU meloloskan Partai NasDem merupakan hasil dari rapat pleno terbuka yang digelar di Gedung KPU Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin 7 Januari 2013. Rapat pleno dihadiri Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), perwakilan KPU tingkat provinsi se-Indonesia, dan pemantau Pemilu.

Tokoh penting partai[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah daftar tokoh-tokoh penting di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem:[8]

  • Ketua Umum : Surya Paloh
  • Ketua Bidang Pemilihan Umum : Ferry Mursyidan Baldan
  • Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan & Kaderisasi : Sugeng Suparwoto
  • Ketua Bidang Media & Komunikasi Politik : Sri Sajekti Sudjunadi
  • Ketua Bidang Pendidikan Politik & Kebudayaan : Dr. Silverius Sonny Y. Soeharso
  • Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan : Akbar Faizal
  • Ketua Bidang Hukum, Advokasi & HAM : Taufik Basari
  • Ketua Bidang Otonomi Daerah : Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc.
  • Ketua Bidang Pertanian & Maritim : Viktor Laiskodat, SH, MH
  • Ketua Bidang Pertahanan & Keamanan : Tedjo Edhy Purdijatno
  • Ketua Bidang Energi, SDA & Lingkungan Hidup : Dr. Kurtubi
  • Ketua Bidang Agama & Masyarakat Adat : Hasan Aminudin
  • Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri : Enggartiasto Lukita
  • Ketua Bidang Ekonomi & Moneter : Dr. Anthony Budiawan
  • Ketua Bidang Kesehatan, Perempuan & Anak : Irma Chaniago
  • Ketua Bidang Industri, Perdagangan & Tenaga Kerja : Zulfan Lindan
  • Ketua Bidang Olahraga, Pemuda & Mahasiswa : Martin Manurung, SE, MA
  • Sekretaris Jenderal : Nining Indra Shaleh (Pelaksana Tugas menggantikan Patrice Rio Capella yang mengundurkan diri)[9]
  • Wasekjen Bid Organisasi, Keanggotaan & Kaderisasi : Willy Aditya, S.Fil, MDM
  • Wasekjen Bid Internal & Kesekretariatan : Dra. Nining Indra Shaleh, M.Si
  • Wasekjen Bid Renlitbang : Dedy Ramanta, SH
  • Wasekjen Bid Eksternal : Siar Anggretta Siagian, M.Si
  • Bendahara Umum : Frankie Turtan
  • Waben Bid Penggalangan Dana : Guntur Santosa
  • Waben Bid Pengelolaan Aset : Joice Triatman
  • Ketua Dewan Pakar : Bachtiar Aly

Organisasi Sayap[sunting | sunting sumber]

Partai NasDem memiliki beberapa organisasi sayap, di antaranya:[10][11][12]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Susi Fatimah (26 Juli 2011). "Partai Nasdem Deklarasi Siang Ini". okezone.com. Diakses tanggal 26 Juli 2011. 
  2. ^ Abdullah Mubarok & Bayu Hermaw (26 Juli 2011). "JK Sentil NasDem, Ormas atau Partai?". inilah.com. Diakses tanggal 22 Agustus 2011. 
  3. ^ "Partai Nasdem Optimistis Masuk 3 Besar di Pemilu 2014". detikNews.com. 11 Januari 2013. Diakses tanggal 11 Januari 2013. 
  4. ^ "Surya Paloh Diusung sebagai Ketua Umum Partai Nasdem". MetroTVNews.com. 13 Januari 2013. Diakses tanggal 13 Januari 2013. 
  5. ^ "Garda Nasdem Buka-bukaan Soal Konflik Internal". detikNews.com. 16 Januari 2013. Diakses tanggal 16 Januari 2013. 
  6. ^ "Jadi Ketum NasDem, Surya Paloh: Salah-salah Saya Dibilang Haus Jabatan". detikNews.com. 26 Januari 2013. Diakses tanggal 26 Januari 2013. 
  7. ^ Partai NasDem "Sejarah Singkat Partai NasDem". Partai NasDem. (n.d.). Web. 8 Jun 2016.
  8. ^ "Harry Tanoe: Partai Nasdem Lahir Sebagai Gerakan Perubahan". PedomanNews.com. 
  9. ^ http://nasional.kompas.com/read/2015/10/15/16505901/Paloh.Tetapkan.Nining.Indra.Shaleh.Jadi.Plt.Sekjen.Nasdem.Gantikan.Rio.Capella
  10. ^ "Surya Paloh: Partai NasDem Membawa Misi Mulia". MetroTVNews.com. 20 Januari 2013. Diakses tanggal 20 Januari 2013. 
  11. ^ "Empat Organisasi Sayap Partai NasDem Hadir di Sultra". MetroTVNews.com. 17 Juli 2012. Diakses tanggal 17 Juli 2012. 
  12. ^ "NasDem Deklarasikan Organisasi Sayap di Sulut". Partai NasDem. 28 Mei 2012. Diakses tanggal 28 Mei 2012. 
  13. ^ Nasdem: Gemuruh Bukan Gerakan Mobilisasi Massa
  14. ^ http://www.metrotvnews.com/metronews/video/2013/01/18/1/169023/Partai-NasDem-Deklarasikan-Petani-NasDem