Rachmad Gobel
Rachmad Gobel | |
|---|---|
Potret resmi, 2024 | |
| Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bidang Industri dan Pembangunan | |
| Masa jabatan 1 Oktober 2019 – 1 Oktober 2024 | |
| Ketua | Puan Maharani |
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia | |
| Masa jabatan 1 Oktober 2019 – 10 Juli 2026 | |
| Grup parlemen | Fraksi Partai NasDem |
| Daerah pemilihan | Gorontalo |
| Menteri Perdagangan Indonesia ke-29 | |
| Masa jabatan 27 Oktober 2014 – 12 Agustus 2015 | |
| Presiden | Joko Widodo |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 3 September 1962 Gorontalo, Indonesia |
| Meninggal | 10 Juli 2026 (umur 63) Jakarta, Indonesia |
| Partai politik | NasDem |
| Suami/istri | Retno Damayanti |
| Anak | 2 |
| Orang tua | Thayeb Mohammad Gobel (ayah) Annie Nento Gobel (ibu) |
| Almamater | Universitas Chuo |
| Pekerjaan | |
Rachmad Gobel (3 September 1962 – 10 Juli 2026[1]) adalah seorang pengusaha dan politisi asal Indonesia. Rachmad merupakan generasi kedua dari keluarga Gobel yang mengendalikan Gobel Group yang didirikan oleh ayahnya, Thayeb Mohammad Gobel.[1][2] Atas jasa dan pengabdiannya kepada pelestarian adat istidat serta baktinya pada tanah leluhur Gorontalo, maka Dewan Adat menganugerahi Rachmad Gobel dengan gelar adat Pulanga Ti Bulilango Hunggia pada tanggal 18 Mei tahun 2000.
Keluarga besar Gobel berasal dari Gorontalo, Sulawesi. Gobel merupakan keturunan langsung dari Sultan Ibrahim Duawulu atau dikenal dengan nama Raja Hubulo dari Kesultanan Bolango, Gorontalo yang bergelar Ti Aulia Salihin.[3]
Semasa hidupnya, Raja Hubulo merupakan Ulama sekaligus Sultan yang disegani karena tidak mau tunduk pada penjajah kolonial dan teguh dalam dakwah menyebarkan agama Islam di Gorontalo hingga meluas ke wilayah Semenanjung Utara, Sulawesi.[4] Dari perjuangannya tersebut kemudian menginspirasi lahirnya Pondok Pesantren Hubulo di Tapa, Gorontalo pada tahun 1987.[5]
Di periode 2010-2014 ia terpilih menjadi anggota dewan Komite Inovasi Nasional, dan pada 26 Oktober 2014, ia ditunjuk oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk menjadi Menteri Perdagangan sejak 27 Oktober 2014 hingga 12 Agustus 2015 dalam Kabinet Kerja Periode 2014 - 2019. Pada 1 Oktober 2019, ia dilantik menjadi Wakil Ketua DPR RI.[6]
Kehidupan awal
[sunting | sunting sumber]Rachmad Gobel adalah anak kelima dan putra laki-laki pertama dari pasangan Thayeb Mohammad Gobel dan Annie Nento Gobel. Thayeb adalah pendiri Gobel Group, sebuah perusahaan elektronik yang menjadi salah perintis industri elektronika di Indonesia.
Jiwa kepemimpinan dan kewibawaan yang dimiliki oleh Rachmad tidak datang secara tiba-tiba. Sedari kecil ia telah dididik untuk menjadi pewaris dan pemimpin dari perusahaan Kelompok Usaha Gobel, yang didirikan dan dipimpin oleh Thayeb. Dari usia muda, Thayeb menanamkan prinsip kerja keras. Pada masa liburan sekolah, setiap pagi Rachmad diperintahkan berangkat mengikuti latihan bekerja di pabrik sehari penuh, mengikuti ritme hidup sebagaimana layaknya seorang karyawan pabrik. Pada saat itulah, ayahnya mulai mengajaknya berdiskusi dan bertukar pikiran mengenai berbagai macam persoalan di seputar dunia usaha.[7]
Setelah tamat dari Sekolah Menengah Atas di Jakarta pada 1981, Rachmad memilih untuk melanjutkan kuliahnya di Jepang alih-alih di Amerika Serikat. Universitas Chuo di Tokyo, Jepang, menjadi tempat pilihan dirinya dalam menimba ilmu. Keputusan tersebut diambilnya dengan pertimbangan, bahwa dengan belajar di Jepang dirinya tidak hanya akan mendapatkan ilmu, tetapi juga dapat mempelajari bahasa dan budaya Jepang. Hal ini tentunya akan memperlancar komunikasi dan hubungan dengan rekan utama bisnis Kelompok Usaha Gobel, yaitu Matsushita Electric Industrial Co., Ltd. (sekarang Panasonic Corporation), yang berasal dari Jepang,
Satu setengah tahun pertama di Jepang, Rachmad Gobel mendalami bahasa negara itu. Empat tahun kemudian ia berhasil menyelesaikan kuliahnya pada jurusan Perdagangan Internasional. Setelah itu ia memutuskan untuk menjalani praktik kerja di kantor pusat Matsushita Electric Industrial, yang terletak di Osaka. Selama dua tahun ia menjalani praktik kerja tersebut dan ditempatkan di berbagai divisi dalam group tersebut.[8][9]
Pada masa menjalani praktik kerja inilah, Thayeb meninggal pada tanggal 21 Juli 1984, dan Rachmad Gobel dipanggil kembali ke Indonesia untuk melepas kepergian ayahnya. Musibah tersebut datang beberapa hari setelah peresmian berdirinya Yayasan Pendidikan Matsushita Gobel (sekarang Yayasan Matsushita Gobel), yang merupakan impian almarhum yang baru tercapai.
Karier
[sunting | sunting sumber]Panasonic Gobel Indonesia
[sunting | sunting sumber]Pada tahun 1989, Rachmad Gobel secara tetap kembali ke Indonesia dan langsung menduduki posisi Asisten Presiden Direktur di PT National Gobel (sekarang PT Panasonic Manafacturing Indonesia). Perusahaan ini merupakan perusahaan patungan pertama antara pihak Jepang dengan Indonesia di bidang industri manufaktur elektronika, yang berdiri pada tahun 1970. Pada tahun 1991 Rachmad secara resmi diangkat menjadi anggota Dewan Direksi yang memiliki kewenangan penuh atas perencanaan manajemen perusahaan.[8] Ia terus berupaya ‘mempertahankan’ perusahaan warisan ayahnya ini. Ia bukan saja mengelola bisnisnya agar tetap bertahan di tengah masa krisis, tetapi juga berusaha membangun perusahaan sekaligus membangun tempat kerja bagi banyak orang.[1] Berbekal filosofi pohon pisang dari ayahnya dan filosofi air mengalir dari keran dari Konosuke Matsushita, rekan kerja ayahnya dan juga pendiri Panasonic Corporation. Rachmad mampu mejalankan bisnis warisan itu dengan baik. Sehingga, perusahaannya mampu berkembang dan menciptakan berbagai produk yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan pasar.[1]
Pada tahun 1993, ia diangkat menjadi Wakil Presiden Direktur PT National Gobel (sekarang PT Panasonic Manufacturing Indonesia) dan Presiden Direktur PT National Panasonic Gobel (sekarang PT Panasonic Gobel Indonesia) yang merupakan perusahaan patungan khusus didirikan untuk menangani pemasaran dan penjualan barang-barang elektronika merek National, Panasonic, dan Technics.[10] Sejak tahun 2002, Rachmad menjabat sebagai Komisaris PT National Gobel (sekarang PT Panasonic Manufacturing Indonesia), sedangkan jabatan Komisaris Utama PT Panasonic Gobel Indonesia diembannya sejak tahun 2004.[11] Sejak tahun 2002, Rachmad menjabat sebagai Komisaris PT National Gobel (sekarang PT Panasonic Manufacturing Indonesia), sedangkan jabatan Komisaris Utama PT Panasonic Gobel Indonesia diembannya sejak tahun 2004.[12]
Pada awal tahun 1990-an, di saat pertumbuhan ekonomi Indonesia sedang tumbuh dengan pesat, Rachmad Gobel melihat adanya peluang untuk melakukan ekspansi Kelompok Usaha Gobel dengan dimotori oleh perusahaan-perusahaan Matsushita Gobel (sekarang Panasonic Gobel). Ekspansi tersebut didasari atas pertimbangan untuk mengembangkan usaha-usaha yang tadinya hanya berorientasi lokal menjadi juga berorientasi ekspor, seiring dengan kebijakan pemerintah saat itu.[13]
Rachmad Gobel juga aktif terlibat menggalakkan pembinaan koperasi dan usaha kecil dan menengah (UKM). Atas peran aktif, kesungguhan sikap dan upaya menyukseskan pembinaan serta pengembangan koperasi dan UKM, pada 1997, Departemen Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil RI menganugerahkan penghargaan “Bakti Koperasi dan Pengusaha Kecil”.[14]
Di saat krisis multi dimensi melanda Indonesia tahun 1998, banyak kelompok perusahaan besar terpuruk. Hanya segelintir perusahaan yang bisa bertahan dan berkembang pada masa krisis tersebut, yaitu mereka yang punya keuletan dan ketrampilan manajemen, serta visi ke depan. Kelompok Usaha Gobel, yang dipimpin oleh Rachmad Gobel merupakan salah satu di antaranya. Sebagai bukti nyata, perusahaan induk PT Gobel International dan Matsushita Electric Industrial Co., Ltd. pada masa krisis itu justru setuju dan sepakat untuk memperpanjang perjanjian kerjasama patungannya, di bawah bendera PT National Gobel (sekarang PT Panasonic Manafacturing Indonesia). Hal ini menunjukkan komitmen dan rasa saling percaya yang luar biasa, di antara keduanya.[10]
Rachmad tidak hanya menuangkan pikiran dalam kegiatan usaha. Sejak 1999 dia mulai aktif di asosiasi pengusaha, saat dipercaya sebagai Ketua Umum Gabungan Perusahaan Industri Elektronika Indonesia (GABEL) periode 1998–2003 dan 2003–2009. Pada 2010 terpilih sebagai Ketua Umum Federasi Asosiasi-asosiasi Industri Berbasis Elektronika dan Telematika (F-GABEL) untuk periode 2010–2014.[10][12]
Kamar Dagang dan Industri Indonesia
[sunting | sunting sumber]Pada 2002, Rachmat Gobel mulai aktif dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia). Pada masa kepemimpinan Ketua Umum Aburizal Bakrie, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Kadin Indonesia Bidang Industri Logam, Mesin, Kimia dan Elektronika.[14][15]
Pada periode kepengurusan Kadin Indonesia di bawah Ketua Umum Mohamad Suleman Hidayat, Rachmat Gobel tetap dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Koordinator Bidang Industri, Teknologi dan Kelautan untuk periode 2004–2008. Ia kemudian kembali menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Koordinator Bidang Perindustrian, Riset dan Teknologi pada periode 2008–2010.[12]
Selama menjabat dalam kepengurusan Kadin Indonesia, Rachmat Gobel berperan dalam bidang yang berkaitan dengan pengembangan industri nasional, khususnya sektor manufaktur, teknologi, dan daya saing industri. Pengalamannya sebagai pengusaha industri elektronika menjadikannya salah satu perwakilan kalangan industri dalam organisasi tersebut.[16]
Teknologi, inovasi dan sumber daya
[sunting | sunting sumber]Pada 2008, Rachmat Gobel dipercaya menjadi mitra strategis Qatar Telecom (Qtel) setelah perusahaan telekomunikasi Qatar tersebut mengakuisisi saham PT Indosat Tbk. Keterlibatan tersebut berkaitan dengan jaringan bisnis Rachmat Gobel di sektor industri dan hubungan ekonomi Indonesia–Jepang maupun internasional.[14]
Pada 2009, Rachmat Gobel menerima penghargaan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai "Perekayasa Utama Kehormatan" dalam bidang teknologi manufaktur. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam pengembangan industri manufaktur nasional.[17]
Pada 2010, Rachmat Gobel ditunjuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai anggota Komite Inovasi Nasional (KIN), sebuah lembaga yang bertugas memberikan masukan mengenai pengembangan sistem inovasi nasional.[18]
Pada 2012, Rachmat Gobel terpilih sebagai Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) periode 2012–2015. Pada tahun yang sama, ia menerima penghargaan dari majalah Warta Ekonomi atas kontribusinya dalam pengembangan efisiensi energi dan industri hijau.[19]
Rachmat Gobel juga aktif dalam hubungan bilateral Indonesia–Jepang. Ia menjabat sebagai Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ) dan terlibat dalam berbagai kegiatan yang bertujuan memperkuat hubungan ekonomi dan sosial kedua negara.[20][21]
Olahraga
[sunting | sunting sumber]Di bidang olahraga, Rachmat Gobel pernah aktif dalam sejumlah organisasi olahraga nasional dan internasional. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2007–2011. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Harian Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) periode 2004–2008 serta Ketua Harian Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2003–2007.[12]
Pada 2011, Rachmat Gobel dipercaya menjadi Ketua Harian Indonesia SEA Games Organizing Committee (INASOC) yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan SEA Games 2011 di Indonesia. Penyelenggaraan tersebut mendapat apresiasi karena Indonesia berhasil menyelenggarakan pesta olahraga regional tersebut di Jakarta dan Palembang.[22][23]
Atas kontribusinya dalam pengembangan olahraga nasional dan keterlibatannya dalam penyelenggaraan SEA Games 2011, Rachmat Gobel kemudian menerima penghargaan olahraga dari sejumlah media nasional, termasuk penghargaan dari tabloid olahraga BOLA dan Seputar Indonesia Award.[24]
Menteri Perdagangan Kabinet Kerja
[sunting | sunting sumber]
Pada 26 Oktober 2014, Presiden Joko Widodo memilih Rachmat Gobel sebagai Menteri Perdagangan Republik Indonesia dalam Kabinet Kerja. Ia merupakan salah satu anggota kabinet yang berasal dari kalangan profesional, dengan latar belakang sebagai pengusaha industri elektronika dan pimpinan Grup Gobel.[17][25]
Selama menjabat sebagai Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel antara lain menangani kebijakan perdagangan dalam negeri, penguatan pasar domestik, peningkatan daya saing produk nasional, serta hubungan perdagangan internasional Indonesia. Masa jabatannya berlangsung kurang dari satu tahun karena pada Agustus 2015 Presiden Joko Widodo melakukan perombakan Kabinet Kerja dan menggantinya dengan Thomas Trikasih Lembong.[26][27]
Pergantian tersebut dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 79/P Tahun 2015 tentang Penggantian Beberapa Menteri Negara Kabinet Kerja Periode Tahun 2014–2019. Dalam perubahan kabinet tersebut, Thomas Trikasih Lembong dilantik sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Rachmat Gobel.[28]
Kehidupan pribadi
[sunting | sunting sumber]Tidak sebatas hal terkait dunia usaha, Rachmad Gobel juga telah menyisihkan waktu untuk memberikan apresiasi dan perhatian terhadap berbagai macam bentuk seni budaya tradisional Indonesia, seperti batik, keris, jamu, aneka kerajinan Indonesia lainnya, seni bela diri pencak silat dan seni musik angklung. Berbagai macam usaha ditempuhnya agar seni budaya tradisional dan berbagai kegiatan ekonomi kreatif kita lainnya tersebut, dapat turut bersaing dan tampil di ajang internasional, sehingga mampu menyejajarkan diri dengan seni modern dan hiburan global. Sikap dan langkahnya, riil untuk bangsa ini. Dalam kaitan nasionalisme dan upaya agar citra bangsa terangkat, Rachmad aktor di belakang layar keberhasilan “membujuk” tokoh semacam Bill Gates memakai baju batik saat menemui Presiden SBY. Atas karsa atau tindakannya yang telah mendorong terbentuknya ekonomi kreatif, pada tahun 2014 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan Anugerah Dharma Cipta Karsa, sebagai tokoh promosi warisan budaya dan ekonomi kreatif.
Rachmad juga selalu memberikan perhatian khusus kepada perkembangan pembangunan tanah asal leluhurnya Gorontalo, Sulawesi. Atas kepeduliannya, masyarakat setempat menganugerahkan gelar Ti Bulilango Hunggia atau “Pemberi Cahaya Negeri” pada tanggal 18 Mei 2000.[29]
Rachmad Gobel menikah dengan Retno Damayanti dan telah dikaruniai dua orang anak, yaitu Nurfitria Sekarwillis Kusumawardhani dan Mohammad Arif Gobel.
Kematian
[sunting | sunting sumber]Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 4 "Rachmad Gobel: Generasi Kedua National Gobel". tokohindonesia.com. Diakses tanggal 21 Mei 2010.[pranala nonaktif permanen]
- ↑ Matanasi, Petrik. "Gobel (Panasonic) Berawal dari Kesuksesan Radio Tjawang". tirto.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-12-13. Diakses tanggal 2019-10-01.
- ↑ "Mengenal Raja Hubulo, Tokoh Wali Penyebar Islam di Gorontalo". kumparan. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-08-13. Diakses tanggal 2022-04-27.
- ↑ Handoko, Wuri (2006-11-01). "Periode Awal Kerajaan Hitu Hingga Masa Surutnya, Retrospeksi Arkeologi Sejarah". Kapata Arkeologi: 28–46. doi:10.24832/kapata.v2i3.36. ISSN 1858-4101.
- ↑ Hubulo, Pesantren. "Pesantren Hubulo". hubulo.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-29. Diakses tanggal 2022-04-27.
- ↑ Kaha, Kornelis (26 Oktober 2014). Sidik, Jafar M (ed.). "Rahmat Gobel nakhodai Kementerian Perdagangan". ANTARA News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-04-17. Diakses tanggal 31 Oktober 2014.
- ↑ Editor, News (26 Maret 2014). Budisusilo, Arif (ed.). "Rachmat Gobel Mengenang Gemblengan Ayahnya: Kalau Salah Ngomong, Saya Ditempeleng". Bisnis.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-10-02. Diakses tanggal 30 Maret 2014.
- 1 2 "Rachmad Gobel". people.forbes.com. (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 20 Mei 2010.[pranala nonaktif permanen]
- ↑ "DR (HC) RAHMAT GOBEL MENERIMA PENGANUGERAHAN GELAR PEREKAYASA UTAMA KEHORMATAN". http://www.bppt.go.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-08-20. Diakses tanggal 19 Mei 2010.
- 1 2 3 "Perjalanan Gobel". PT Gobel International. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2026-03-12. Diakses tanggal 12 Juli 2026.
- ↑ "Rachmat Gobel". Gobel Group. Diakses tanggal 12 Juli 2026.
- 1 2 3 4 Mawangi, Genta Tenri (2 Oktober 2019). "Profil -- Rachmat Gobel: pengusaha didikan Jepang hijrah ke Senayan". ANTARA News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-08. Diakses tanggal 12 Juli 2026.
- ↑ Ramadhan, K.H. (1994). Gobel: Pelopor Industri Elektronika Indonesia dengan Falsafah Usaha Pohon Pisang. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. ISBN 979-416-289-2.
- 1 2 3 "Rachmat Gobel, dari Bos Panasonic Hingga Menteri Perdagangan". detikFinance. 27 Oktober 2014. Diakses tanggal 12 Juli 2026.
- ↑ Miftahudin, Husen (26 Oktober 2014). "Rachmat Gobel, Menteri yang Humoris". Medcom.id. Diakses tanggal 12 Juli 2026.
- ↑ "Profil Rahmat Gobel". Merdeka.com. Diakses tanggal 12 Juli 2026.
- 1 2 "Rahmat Gobel Nakhodai Kementerian Perdagangan". ANTARA News. 26 Oktober 2014. Diakses tanggal 12 Juli 2026.
- ↑ "SBY Bentuk Komite Inovasi Nasional". ANTARA News. 27 Januari 2010. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2024-02-17. Diakses tanggal 12 Juli 2026.
- ↑ Kurniawan, Hariyanto (12 Maret 2012). "Rachmat Gobel Terpilih Jadi Ketua METI". Okezone.com. Diakses tanggal 12 Juli 2026.
- ↑ Hidayat, Feriawan (16 Januari 2017). "Persada Dorong Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Jepang". BeritaSatu.com. Diakses tanggal 12 Juli 2026.
- ↑ Imandiar, Yudistira Perdana (1 Maret 2023). "Rachmat Gobel Ajak Pengusaha Jepang Investasi di IKN". Detik.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-14. Diakses tanggal 12 Juli 2026.
- ↑ Epifany, Sebastianus (9 November 2011). "Ketua Inasoc: SEA Games Siap Dilaksanakan". Okezone.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2011-11-10. Diakses tanggal 12 Juli 2026.
- ↑ "Para artis dukung Indonesia juara umum SEA Games". ANTARA News. 16 Oktober 2011. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2011-12-19. Diakses tanggal 12 Juli 2026.
- ↑ Nugroho, Adi Abbas (9 Mei 2012). "Pemenang Anugerah Seputar Indonesia 2012". Kapanlagi.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-08-29. Diakses tanggal 12 Juli 2026.
- ↑ "Rahmat Gobel Menjadi Menteri Perdagangan". ANTARA News. 26 Oktober 2014. Diakses tanggal 12 Juli 2026.
- ↑ "Kabinet Kerja". Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-12-09. Diakses tanggal 12 Juli 2026.
- ↑ "Presiden lakukan perombakan kabinet". ANTARA News. 12 Agustus 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-10-14. Diakses tanggal 12 Juli 2026.
- ↑ Mappapa, Pasti Liberti (29 Juni 2020). "Sejarah Reshuffle Kabinet Presiden Jokowi di Periode 2014-2019". detikNews. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-09-10. Diakses tanggal 12 Juli 2026.
- ↑ Paat, Hence (26 Oktober 2014). Hence Paat (ed.). "Warga Gorontalo Gembira Rahmat Gobel Menteri Perdagangan". ANTARA News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-04-17. Diakses tanggal 31 Oktober 2014.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Situs resmi Panasonic Indonesia Diarsipkan 2021-05-06 di Wayback Machine.
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Muhammad Lutfi |
Menteri Perdagangan Indonesia 2014–2015 |
Diteruskan oleh: Thomas Trikasih Lembong |
| Didahului oleh: Agus Hermanto |
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bidang Industri dan Pembangunan 2019–2024 |
Diteruskan oleh: Saan Mustopa |
- Kelahiran 1962
- Kematian 2026
- Meninggal usia 63
- Tokoh dari Gorontalo
- Menteri Kabinet Kerja
- Tokoh Gorontalo
- Marga Gorontalo
- Menteri Perdagangan Indonesia
- Politikus Partai Nasional Demokrat
- Anggota DPR RI 2019–2024
- Anggota DPR RI 2024–2029
- Wirausahawan Indonesia
- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
- Penerima Bintang Mahaputera Adipradana



