Kota Bandung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Bandung)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 6°54′12.9″S 107°36′59.3″E / 6.903583°S 107.616472°E / -6.903583; 107.616472

Kota Bandung

ᮊᮧᮒ ᮘᮔ᮪ᮓᮥᮀ
Kota Kembang
Parijs Van Java
"City Of Heritage"
Jawa Nuvola single chevron right.svg Jawa Barat
Bendera Kota BandungLambang resmi Kota Bandung
Lambang
Motto: 
Bermartabat (Bersih, Makmur, Taat, dan Bersahabat)
Gemah Ripah Wibawa Mukti (Tenteram, Makmur, Berlimpah, Menyenangkan)
Map of West Java highlighting Bandung City.svg
Kota Bandung berlokasi di Provinsi Jawa Barat
Kota Bandung
Kota Bandung
Kota Bandung berlokasi di Jawa
Kota Bandung
Kota Bandung
Kota Bandung berlokasi di Indonesia
Kota Bandung
Kota Bandung
Koordinat: 6°57′S 107°34′E / 6.95°S 107.57°E / -6.95; 107.57
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
Tanggal peresmian25 September 1810; 210 tahun lalu (1810-09-25)
Pemerintahan
 • Wali KotaOded Muhammad Danial
 •  Wakil Wali KotaYana Mulyana
Luas
 • Total167,31 km2 (6,460 sq mi)
Ketinggian
768 m (2.520 ft)
Populasi
 • Total2.507.888 jiwa
 • Kepadatan14.897,76/km2 (3,858,500/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam (90,13%)
Kristen (9,19%)
Protestan (6,92%)
Katolik (2,27%)
Buddha (0,56%)
Hindu (0,12%)
Konghucu (0,05%)[2]
 • BahasaSunda, Indonesia
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon+62 22
Plat kendaraanD
Kode Kemendagri32.73 Edit the value on Wikidata
Kode SNIBDG
DAURp1.485.941.032.000,00 (2013)[3]
Bandar udaraBandar Udara Internasional Husein Sastranegara
Flora resmiAnggrek bulan
Fauna resmiOwa Jawa
Situs webwww.bandung.go.id

Kota Bandung (Aksara Sunda Baku: ᮊᮧᮒ ᮘᮔ᮪ᮓᮥᮀ) adalah kota metropolitan terbesar di Provinsi Jawa Barat, sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Kota ini terletak 140 km sebelah tenggara Jakarta, dan merupakan kota terbesar di wilayah Pulau Jawa bagian selatan. Sedangkan wilayah Bandung Raya (Wilayah Metropolitan Bandung) merupakan metropolitan terbesar ketiga di Indonesia setelah Jabodetabek dan Gerbangkertosusila.

Di kota ini tercatat berbagai sejarah penting, di antaranya sebagai tempat berdirinya sebuah perguruan tinggi teknik pertama di Indonesia (Technische Hoogeschool te Bandoeng - TH Bandung, sekarang Institut Teknologi Bandung - ITB)[4], lokasi ajang pertempuran pada masa kemerdekaan[5], serta pernah menjadi tempat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika 1955,[6] suatu pertemuan yang menyuarakan semangat anti kolonialisme, bahkan Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru dalam pidatonya mengatakan bahwa Bandung adalah ibu kotanya Asia-Afrika.[7]

Pada tahun 1990 kota Bandung terpilih sebagai salah satu kota paling aman di dunia berdasarkan survei majalah Time.[8]

Kota kembang merupakan sebutan lain untuk kota ini, karena pada zaman dulu kota ini dinilai sangat cantik dengan banyaknya pohon dan bunga-bunga yang tumbuh di sana. Selain itu Bandung dahulunya disebut juga dengan Parijs van Java karena keindahannya. Selain itu kota Bandung juga dikenal sebagai kota belanja, dengan mall dan factory outlet yang banyak tersebar di kota ini, dan saat ini berangsur-angsur kota Bandung juga menjadi kota wisata kuliner. Dan pada tahun 2007, konsorsium beberapa LSM internasional menjadikan kota Bandung sebagai pilot project kota terkreatif se-Asia Timur.[9] Saat ini kota Bandung merupakan salah satu kota tujuan utama pariwisata dan pendidikan.

Bandung akan menjadi salah satu kota tuan rumah pendukung Asian Games 2018. Infrastruktur yang sedang dibangun termasuk Metro Kapsul, sejenis sistem APM atau People mover yang dikembangkan sendiri.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Kota Bandung dikelilingi oleh pegunungan, sehingga bentuk morfologi wilayahnya bagaikan sebuah mangkuk raksasa,[10] secara geografis kota ini terletak di tengah-tengah provinsi Jawa Barat, serta berada pada ketinggian ±768 m di atas permukaan laut, dengan titik tertinggi di berada di sebelah utara dengan ketinggian 1.050 meter di atas permukaan laut dan sebelah selatan merupakan kawasan rendah dengan ketinggian 675 meter di atas permukaan laut.

Kota Bandung dialiri dua sungai utama, yaitu Sungai Cikapundung dan Sungai Citarum beserta anak-anak sungainya yang pada umumnya mengalir ke arah selatan dan bertemu di Sungai Citarum. Dengan kondisi yang demikian, Bandung selatan sangat rentan terhadap masalah banjir terutama pada musim hujan.

Keadaan geologis dan tanah yang ada di kota Bandung dan sekitarnya terbentuk pada zaman kwartier dan mempunyai lapisan tanah alluvial hasil letusan Gunung Tangkuban Parahu. Jenis material di bagian utara umumnya merupakan jenis andosol begitu juga pada kawasan dibagian tengah dan barat, sedangkan kawasan dibagian selatan serta timur terdiri atas sebaran jenis alluvial kelabu dengan bahan endapan tanah liat.

Semetara iklim kota Bandung dipengaruhi oleh iklim pegunungan yang lembap dan sejuk, dengan suhu rata-rata 23.5 °C, curah hujan rata-rata 200.4 mm dan jumlah hari hujan rata-rata 21.3 hari per bulan.[11]

Data iklim Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rekor tertinggi °C (°F) 32
(90)
31
(88)
32
(90)
30
(86)
31
(88)
30
(86)
30
(86)
31
(88)
32
(90)
34
(93)
33
(91)
31
(88)
34
(93)
Rata-rata tertinggi °C (°F) 27.1
(80.8)
27.3
(81.1)
27.9
(82.2)
28.3
(82.9)
28.4
(83.1)
28
(82)
28
(82)
28.6
(83.5)
29.2
(84.6)
29.2
(84.6)
28.3
(82.9)
27.9
(82.2)
28.18
(82.66)
Rata-rata harian °C (°F) 23.3
(73.9)
23.2
(73.8)
23.5
(74.3)
23.7
(74.7)
23.7
(74.7)
22.7
(72.9)
22.5
(72.5)
22.8
(73)
23.3
(73.9)
23.7
(74.7)
23.5
(74.3)
23.6
(74.5)
23.29
(73.93)
Rata-rata terendah °C (°F) 19.5
(67.1)
19.2
(66.6)
19.2
(66.6)
19.2
(66.6)
19
(66)
17.5
(63.5)
17
(63)
17
(63)
17.4
(63.3)
18.3
(64.9)
18.8
(65.8)
19.3
(66.7)
18.45
(65.26)
Rekor terendah °C (°F) 15
(59)
15
(59)
15
(59)
13
(55)
13
(55)
11
(52)
11
(52)
11
(52)
11
(52)
13
(55)
12
(54)
15
(59)
11
(52)
Presipitasi mm (inci) 243
(9.57)
217
(8.54)
257
(10.12)
246
(9.69)
166
(6.54)
77
(3.03)
70
(2.76)
68
(2.68)
83
(3.27)
174
(6.85)
272
(10.71)
291
(11.46)
2.164
(85,22)
Rata-rata hari hujan 18 16 17 17 16 14 12 9 9 10 17 19 174
% kelembapan 83 82 82 83 82 78 76 73 74 76 80 81 79.2
Rata-rata sinar matahari bulanan 155 168 186 210 217 240 248 248 210 217 180 186 2.465
Sumber #1: Climate-Data.org (altitude: 692m)[12]
Sumber #2: Weather Atlas [13]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Residen Bandung sekitar 1870
Suasana Jalan Braga ke arah utara pada tahun (1908)
Lambang Kota Bandung pada tahun 1928

Kata Bandung berasal dari kata bendung atau bendungan karena terbendungnya sungai Citarum oleh lava Gunung Tangkuban Parahu yang lalu membentuk telaga. Legenda yang diceritakan oleh orang-orang tua di Bandung mengatakan bahwa nama Bandung diambil dari sebuah kendaraan air yang terdiri dari dua perahu yang diikat berdampingan yang disebut perahu bandung yang digunakan oleh Bupati Bandung, R.A. Wiranatakusumah II, untuk melayari Ci Tarum dalam mencari tempat kedudukan kabupaten yang baru untuk menggantikan ibu kota yang lama di Dayeuhkolot.

Berdasarkan filosofi Sunda, kata Bandung juga berasal dari kalimat Nga-Bandung-an Banda Indung, yang merupakan kalimat sakral dan luhur karena mengandung nilai ajaran Sunda. Nga-Bandung-an artinya menyaksikan atau bersaksi. Banda adalah segala sesuatu yang berada di alam hidup yaitu di bumi dan atmosfer, baik makhluk hidup maupun benda mati. Sinonim dari banda adalah harta. Indung berarti Ibu atau Bumi, disebut juga sebagai Ibu Pertiwi tempat Banda berada.

Dari Bumi-lah semua dilahirkan ke alam hidup sebagai Banda. Segala sesuatu yang berada di alam hidup adalah Banda Indung, yaitu Bumi, air, tanah, api, tumbuhan, hewan, manusia dan segala isi perut bumi. Langit yang berada di luar atmosfer adalah tempat yang menyaksikan, Nu Nga-Bandung-an. Yang disebut sebagai Wasa atau Sang Hyang Wisesa, yang berkuasa di langit tanpa batas dan seluruh alam semesta termasuk Bumi. Jadi kata Bandung mempunyai nilai filosofis sebagai alam tempat segala makhluk hidup maupun benda mati yang lahir dan tinggal di Ibu Pertiwi yang keberadaanya disaksikan oleh yang Maha Kuasa.

Kota Bandung secara geografis memang terlihat dikelilingi oleh pegunungan, dan ini menunjukkan bahwa pada masa lalu kota Bandung memang merupakan sebuah telaga atau danau. Legenda Sangkuriang merupakan legenda yang menceritakan bagaimana terbentuknya danau Bandung, dan bagaimana terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu, lalu bagaimana pula keringnya danau Bandung sehingga meninggalkan cekungan seperti sekarang ini. Air dari danau Bandung menurut legenda tersebut kering karena mengalir melalui sebuah gua yang bernama Sanghyang Tikoro.

Daerah terakhir sisa-sisa danau Bandung yang menjadi kering adalah Situ Aksan, yang pada tahun 1970-an masih merupakan danau tempat berpariwisata, tetapi saat ini sudah menjadi daerah perumahan untuk permukiman.

Kota Bandung mulai dijadikan sebagai kawasan permukiman sejak pemerintahan kolonial Hindia Belanda, melalui Gubernur Jenderalnya waktu itu Herman Willem Daendels, mengeluarkan surat keputusan tanggal 25 September 1810 tentang pembangunan sarana dan prasarana untuk kawasan ini. Dikemudian hari peristiwa ini diabadikan sebagai hari jadi kota Bandung.

Kota Bandung secara resmi mendapat status gemeente (kota) dari Gubernur Jenderal J.B. van Heutsz pada tanggal 1 April 1906[14] dengan luas wilayah waktu itu sekitar 900 ha, dan bertambah menjadi 8.000 ha pada tahun 1949, sampai terakhir bertambah menjadi luas wilayah saat ini.[15]

Pada masa perang kemerdekaan, pada 24 Maret 1946, sebagian kota ini dibakar oleh para pejuang kemerdekaan sebagai bagian dalam strategi perang waktu itu. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Bandung Lautan Api dan diabadikan dalam lagu Halo-Halo Bandung. Selain itu kota ini kemudian ditinggalkan oleh sebagian penduduknya yang mengungsi ke daerah lain.

Pada tanggal 18 April 1955 di Gedung Merdeka yang dahulu bernama Concordia, Jl. Asia Afrika, sekarang, berseberangan dengan Hotel Savoy Homann, diadakan untuk pertama kalinya Konferensi Asia-Afrika yang kemudian kembali KTT Asia-Afrika 2005 diadakan di kota ini pada 19 April-24 April 2005.

Pada tanggal 24 April 2015, Konferensi Asia-Afrika kembali diadakan di kota ini setelah tanggal 20 April-23 April 2015 berlangsung di Jakarta.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Wali Kota[sunting | sunting sumber]

No. Foto Wali Kota[16] Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Ket. Wakil Wali Kota
Masa Hindia Belanda Bendera Belanda
1 E.A. Maurenbrecher 1906 1907 1 Tidak Ada
2 R.E. Krijboom 1907 1908 2
3 J.A. van Der En 1909 1910 3
4 J.J. Verwijk 1910 1912 4
5 C.C.B. van Vlenier 1912 1913 5
6 B. van Bijveld 1913 1920 6
7 Bertus Coops 1920 1921 7  
8 Steven Anne Reitsma 1921 1928 8
(7) Bertus Coops 1928 1934 9
9 J.E.A. van Volsogen Kuhrt 1934 1936 10
10 J.M. Wesselink 1936 1942 11
Masa Penjajahan Jepang Bendera Jepang
1 N. Beets 1942 1945 12 Tidak Ada
Masa Kemerdekaan Indonesia Bendera Indonesia
1 Mayor of Bandung RA Atmadinata.jpg R.A. Atmadinata 1945 1945 13   Tidak Ada
2 Mayor of Bandung r syamsoerizal.jpg R. Syamsoerizal 1945 1947 14
3 Mayor of Bandung Oekar Bratakoesoemah.jpg Ukar Bratakusumah 1947 1949 15 [ket. 1]
4 Mayor of Bandung R Enoch.jpg R. Enoch 1949 1957 15  
5 Mayor of Bandung R Priatna Kusumah.jpg R. Priatna Kusumah 1957 1966 16  .
6 Mayor of Bandung R Didi Djukardi.jpg R. Didi Djukardi 1966 1968 17 [ket. 2]
7 Mayor of Bandung R Hidayat Sukarmadidjaja.jpg R. Hidayat Sukarmadidjaja 1968 1971 18  
8 Mayor of Bandung R Otjedjoendjoenan.jpg R. Otje Djoendjoenan 1971 1976 19  
9 Mayor of Bandung Utjudjoenadi.jpg Utju Djoenaedi 1976 1978 20  
10 Husein Wangsaatmadja.jpg R. Husein Wangsaatmadja 1978 1983 21  
11 Ateng Wahyudi.jpg H.
Ateng Wahyudi
1983 1988 22
1988 1993 23
Matin Burhan
(1990–95)
12 Wahyu Hamijaya 2.jpg Wahyu Hamidjaja 1993 1998 24  
E. Soedarsono
(1995–2000)
13 Mayor of Bandung AA Tarmana.jpg H.
AA Tarmana
16 September 1998 16 September 2003 25  
Lowong
14 Mayor of Bandung Dada Rosada.jpg H.
Dada Rosada
S.H., M.Si.
16 September 2003 16 September 2008 26 Jusep Purwasuganda
(2003–04)
Lowong
16 September 2008 16 September 2013 27 Ayi Vivananda
15 Ridwan Kamil official.jpg Mochamad Ridwan Kamil
S.T., MUD.
16 September 2013 4 September 2018 28 Oded Muhammad Danial
Vice Mayor of Bandung Oded M Danial.jpg Oded Muhammad Danial
(Pelaksana Tugas)
7 September 2018 16 September 2018 [ket. 3]
Dadang Supriatna
(Pelaksana Harian)
16 September 2018 20 September 2018 [ket. 4]
16 Oded Muhammad Danial, Mayor of Bandung.jpg Oded Muhammad Danial 20 September 2018 Petahana 29 Yana Mulyana
Catatan
  1. ^ 1948 s/d 1949 Merangkap Gubernur Jawa Barat
  2. ^ Pada Agustus 1968, R. Didi Djukardi ditangkap karena diduga terlibat G 30 S/PKI
  3. ^ Diangkat menjadi pelaksana tugas setelah Ridwan Kamil dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat[17]
  4. ^ Masa Jabatan berakhir, sementara itu Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung terpilih baru dilantik pada 20 September 2018[18]

Dalam administrasi pemerintah daerah, kota Bandung dipimpin oleh wali kota. Sejak 2008, penduduk kota ini langsung memilih wali kota beserta wakilnya dalam pilkada, sedangkan sebelumnya dipilih oleh anggota DPRD kotanya.

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Bandung dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi pada Periode
2009-2014[19] 2014-2019[20] 2019-2024[21]
Logo PKB.svg PKB 0 Increase 1 Increase 2
Logo Gerindra.svg Gerindra 3 Increase 7 Increase 8
LOGO- PDIP.svg PDI Perjuangan 7 Increase 12 7
GOLKAR logo.png Golkar 6 Steady 6 Steady 6
Partai NasDem.svg NasDem (baru) 4 Increase 5
PKS logo 2020.png PKS 9 6 Increase 13
PPP logo 2021.png PPP 3 2 1
LogoPSI.svg PSI (baru) 3
Logo PAN.svg PAN 1 0 Steady 0
Logo Hanura.svg Hanura 0 Increase 6 0
Democratic Party (Indonesia).svg Demokrat 20 6 5
Pds.gif PDS 1
Jumlah Kursi 50 Steady 50 Steady 50
Jumlah Partai 8 Increase 9 Steady 9

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kota Bandung memiliki 30 kecamatan dan 151 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 2.404.589 jiwa dengan luas wilayah 167,67 km² dan sebaran penduduk 14.341 jiwa/km².[22][23]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Bandung, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
32.73.05 Andir 6
32.73.10 Astana Anyar 6
32.73.20 Antapani 4
32.73.24 Arcamanik 4
32.73.03 Babakan Ciparay 6
32.73.21 Bandung Kidul 4
32.73.15 Bandung Kulon 8
32.73.09 Bandung Wetan 3
32.73.12 Batununggal 8
32.73.04 Bojongloa Kaler 5
32.73.17 Bojongloa Kidul 6
32.73.22 Buahbatu 4
32.73.18 Cibeunying Kaler 4
32.73.14 Cibeunying Kidul 6
32.73.25 Cibiru 4
32.73.06 Cicendo 6
32.73.08 Cidadap 3
32.73.29 Cinambo 4
32.73.02 Coblong 6
32.73.27 Gedebage 4
32.73.16 Kiaracondong 7
32.73.13 Lengkong 7
32.73.30 Mandalajati 4
32.73.28 Panyileukan 4
32.73.23 Rancasari 4
32.73.11 Regol 7
32.73.07 Sukajadi 5
32.73.01 Sukasari 4
32.73.19 Sumur Bandung 4
32.73.26 Ujungberung 5
TOTAL 151


Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Tahun Jumlah penduduk
1941 226.877
1950 644.475
2005 2.315.895
2006 2.340.624
2007 2.364.312
2008 2.390.120
2010 2.394.873
Sejarah kependudukan kota Bandung
Sumber:[24]

Kota Bandung merupakan kota terpadat di Jawa Barat, di mana penduduknya didominasi oleh suku Sunda, sedangkan suku Jawa merupakan penduduk minoritas terbesar di kota ini dibandingkan suku lainnya.

Pertambahan penduduk kota Bandung awalnya berkaitan erat dengan ada sarana transportasi Kereta api yang dibangun sekitar tahun 1880 yang menghubungkan kota ini dengan Jakarta (sebelumnya bernama Batavia).[14] Pada tahun 1941 tercatat sebanyak 226.877 jiwa jumlah penduduk kota ini[25] kemudian setelah peristiwa yang dikenal dengan Long March Siliwangi, penduduk kota ini kembali bertambah di mana pada tahun 1950 tercatat jumlah penduduknya sebanyak 644.475 jiwa.[26]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Kota Bandung merupakan salah satu kota pendidikan, presiden pertama Indonesia, Soekarno, pernah menempuh pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang didirikan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda pada masa pergantian abad ke-20.

Pendidikan formal SD atau MI negeri dan swasta SMP atau MTs negeri dan swasta SMA negeri dan swasta MA negeri dan swasta SMK negeri dan swasta Perguruan tinggi
Jumlah satuan 1023 250 184 25 96 130
Data sekolah di kota Bandung
Sumber:[27]

SMP Negeri[sunting | sunting sumber]

SMA Negeri[sunting | sunting sumber]

SMK Negeri[sunting | sunting sumber]

Perguruan Tinggi Negeri & Swasta[sunting | sunting sumber]

Di Negara Indonesia, Provinsi DKI Jakarta memiliki IPM tertinggi yaitu sebesar 77.60 pada tahun 2010. Apresiasi peningkatan dan pemerataan pendidikan untuk masyarakat Nusantara dilakukan diantaranya melalui program Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem). Dalam program beasiswa ini Anak asli timor berkesempatan melanjutkan studinya untuk tahun ajaran 2015 ke jenjang setingkat sekolah menengah atas di sejumlah daerah Tatar Pasundan, Jawa Barat. Pemerintah Kota Bandung akan mendorong program pendidikan bagi para siswa asal Papua dan berencana akan meningkatkan jumlah siswa Papua yang akan bersekolah di Bandung.[29][30][31][32] Program Adem bergulir sejak 2013. Memasuki tahun ketiga atau 2015 ini sudah 1.304 anak Papua menimba ilmu ke tingkat SMA atau SMK di Yogyakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten dan Bali. Untuk program ADEM 2015 tercatat 505 anak Papua menempuh pendidikan SMA dan SMK di enam provinsi tersebut.[33]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Balai Kota Bandung
Kantor Wali kota Bandung
Bendera Kota Bandung, berdasarkan Surat Keputusan DPRD Sementara Kota Besar Bandung nomor 9938/53 tanggal 8 Juni 1953

Sebagai ibu kota provinsi Jawa Barat, kota Bandung memiliki sarana pelayanan kesehatan yang paling lengkap di provinsi ini. Sampai tahun 2007, kota Bandung telah memiliki 30 unit rumah sakit dan 70 unit puskesmas yang tersebar di kota ini,[34] di mana dari 17 unit rumah sakit tersebut diantaranya telah memiliki 4 pelayanan kesehatan dasar sedangkan selebihnya merupakan rumah sakit khusus. Pelayanan kesehatan dasar tersebut meliputi pelayanan spesialis bedah, pelayanan spesialis penyakit dalam, pelayanan spesialis anak serta pelayanan spesialis kebidanan dan kandungan.

Dari jumlah tenaga medis yang tercatat di kota Bandung dibandingkan dengan jumlah penduduk pada tahun 2007 adalah 86 orang tenaga medis untuk melayani 100.000 penduduk.

Perhubungan[sunting | sunting sumber]

Sampai pada tahun 2004, kondisi transportasi jalan di kota Bandung masih buruk dengan tingginya tingkat kemacetan serta ruas jalan yang tidak memadai, termasuk masalah parkir dan tingginya polusi udara.[35] Permasalahan ini muncul karena beberapa faktor diantaranya pengelolaan transportasi oleh pemerintah setempat yang tidak maksimal seperti rendahnya koordinasi antara instansi yang terkait, ketidakjelasan wewenang setiap instansi, dan kurangnya sumber daya manusia, serta ditambah tidak lengkapnya peraturan pendukung.

Infrastruktur[sunting | sunting sumber]

Sampai tahun 2000 panjang jalan di kota Bandung secara keseluruhan baru mencapai 4.9 % dari total luas wilayahnya dengan posisi idealnya mesti berada pada kisaran 15-20 %.[36] Pembangunan jalan baru, peningkatan kapasitas jalan dan penataan kawasan mesti menjadi perhatian bagi pemerintah kota untuk menjadikan kota ini menjadi kota terkemuka. Pada 25 Juni 2005, jembatan Pasupati resmi dibuka,[37] untuk mengurangi kemacetan di pusat kota,[38] dan menjadi landmark baru bagi kota ini. Jembatan dengan panjangnya 2.8 km ini dibangun pada kawasan lembah serta melintasi Ci Kapundung dan dapat menghubungkan poros barat ke timur di wilayah utara kota Bandung.

Kota Bandung berjarak sekitar 180 km dari Jakarta melalui Cianjur, Puncak dan Bogor,[36] saat ini dapat dicapai melalui jalan Tol Cipularang (Cikampek-Purwakarta-Padalarang) yang hanya berjarak sekitar 150 km dengan waktu tempuh antara 1.5 jam sampai dengan 2 jam. Jalan tol ini merupakan pengembangan dari jalan Tol Padaleunyi (Padalarang-Cileunyi), yang sudah dibangun sebelumnya.

Angkutan Kota dan Bus Kota[sunting | sunting sumber]

Untuk transportasi di dalam kota, masyarakat Bandung biasanya menggunakan angkutan kota atau yang lebih akrab disebut angkot[39]. Selain itu, bus kota dan taksi juga menjadi alat transportasi di kota ini. Sedangkan sebagai terminal bus antarkota dan provinsi di kota ini adalah terminal Leuwipanjang untuk rute barat dan terminal Cicaheum untuk rute timur. Travel point to point antara Bandung-Jakarta memiliki poolnya sendiri-sendiri, tetapi semua travel memiliki juga pool di Terusan Pasteur, jalan menuju tol Bandung-Jakarta.

Pada 24 September 2009, TMB (Trans Metro Bandung) resmi beroperasi, walaupun sempat diprotes oleh sopir angkot setempat.[40] TMB ini merupakan proyek pemerintah kota Bandung dalam memberikan layanan transportasi massal dengan harga murah, fasilitas dan kenyamanan yang terjamin serta tepat waktu ke tujuan.[41]

Pesawat[sunting | sunting sumber]

Kota Bandung memiliki sebuah pelabuhan udara yang bernama Bandar Udara Husein Sastranegara untuk menghubungkan kota ini dengan beberapa kota-kota lainnya di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Denpasar, Menado, Yogyakarta, Batam, Mataram, Makassar, Bandar Lampung, Palembang, Pangkalpinang, Semarang, dan Medan. Sedangkan untuk rute luar negeri diantaranya Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunei Darussalam.

Kapasitas Terminal Airport yang semula hanya dapat menampung 600.000 penumpang pertahun,kini dapat menampung hingga 3,4 juta penumpang pertahun yang terdiri dari terminal domestik dan terminal internasional.Sebelum terminal bandara ini dikembangkan,layanan penumpang keberangkatan maupun kedatangan domestik dan internasional dilayani dalam satu terminal.

Kereta Api[sunting | sunting sumber]

Kota Bandung juga mempunyai stasiun kereta api utama, yaitu Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong

Selain 2 buah stasiun tersebut, terdapat 5 stasiun KA lain, seperti Gedebage (khusus peti kemas), Cimindi, Andir, Ciroyom dan Cikudapateuh.

Pelayanan publik[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2008, pemerintah merencanakan pembangunan Pusat Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Gedebage[42], namun sempat diprotes warga setempat. Dan baru pada tahun 2010 wacana pembangunan PLTSa ini kembali digulirkan, di mana tendernya akan dilakukan pada November 2010 dan proyek ini akan dimulai pada awal 2011 dan diperkirakan selesai pada akhir 2012.[43]

Sementara untuk melayani kebutuhan akan air bersih, pemerintah kota melalui PDAM kota Bandung saat ini baru mampu memasok air untuk 66 % dari total jumlah penduduknya.[44] Hal ini terjadi karena semakin berkurangnya debit air baku, baik sumber air dalam tanah maupun mata air. Sementara itu penggunaan sumber air dalam tanah di kota ini sudah memainkan penting dalam pemenuhan kebutuhan air minum sejak dimulai pembangunan kota ini di akhir abad ke-19, namun seiring dengan perkembangan kota terutama berkembangnya industri serta ditambah kurangnya regulasi dalam konservasi sumber air sehingga menjadikan masalah air minum semakin rumit dan perlu penangganan khusus.[45]

Saat ini sebagian besar sumur artesis milik PDAM, tidak lagi berfungsi termasuk andalan utama pasokan air baku dari Sungai Cisangkuy yang berasal dari Sungai Cilaki melalui Situ Cipanunjang dan Situ Cileunca.[46] Selain itu pendistribusian air pada masyarakat kadang kala dilakukan secara bergilir dan juga air yang didistribusikan kotor dan keruh pada jam-jam tertentu.[47]

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Pada awalnya kota Bandung sekitarnya secara tradisional merupakan kawasan pertanian, namun seiring dengan laju urbanisasi menjadikan lahan pertanian menjadi kawasan perumahan serta kemudian berkembang menjadi kawasan industri dan bisnis, sesuai dengan transformasi ekonomi kota umumnya. Sektor perdagangan dan jasa saat ini memainkan peranan penting akan pertumbuhan ekonomi kota ini disamping terus berkembangnya sektor industri. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Daerah (Suseda) 2006, 35.92 % dari total angkatan kerja penduduk kota ini terserap pada sektor perdagangan, 28.16 % pada sektor jasa dan 15.92 % pada sektor industri. Sedangkan sektor pertanian hanya menyerap 0.82 %, sementara sisa 19.18 % pada sektor angkutan, bangunan, keuangan dan lainnnya.[48]

Pada triwulan I 2010, kota Bandung dan sebagian besar kota lain di Jawa Barat mengalami kenaikan laju inflasi tahunan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.[49] Sebagai faktor pendorong inflasi dapat dipengaruhi oleh kebijakan moneter, yang berupa interaksi permintaan-penawaran serta ekspektasi inflasi masyarakat. Walaupun secara keseluruhan laju inflasi pada kota Bandung masih relatif terkendali. Hal ini terutama disebabkan oleh deflasi pada kelompok sandang, yaitu penurunan harga emas perhiasan. Sebaliknya, inflasi Kota Bandung mengalami tekanan yang berasal dari kelompok transportasi, yang dipicu oleh kenaikan harga BBM non subsidi yang dipengaruhi oleh harga minyak bumi di pasar internasional.

Sementara itu yang menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Bandung masih didominasi dari penerimaan hasil pajak daerah dan retribusi daerah, sedangkan dari hasil perusahaan milik daerah atau hasil pengelolaan kekayaan daerah masih belum sesuai dengan realisasi.

Kelompok Triwulan II 2009 Triwulan III 2009 Triwulan IV 2009 Triwulan I 2010
Bahan makanan 5.30 4.35 4.02 3.96
Makanan jadi 5.93 6.21 5.85 5.39
Perumahan 2.62 0.11 1.74 1.97
Sandang 3.80 3.77 5.09 -1.74
Kesehatan 5.52 5.40 5.32 2.20
Pendidikan 6.88 7.55 3.31 3.71
Transporstasi -9.11 -8.64 -5.98 1.09
Total 2.17 1.53 2.11 2.86
Inflasi tahunan kota Bandung
Sumber:[49]

Pariwisata dan Budaya[sunting | sunting sumber]

Jalan Asia-Afrika
Cekungan Bandung
Kota Bandung Dikelilingi oleh Gunung

Sejak dibukanya Jalan Tol Cipularang, kota Bandung telah menjadi tujuan utama dalam menikmati liburan akhir pekan terutama dari masyarakat yang berasal dari Jakarta sekitarnya. Selain menjadi kota wisata belanja, kota Bandung juga dikenal dengan sejumlah besar bangunan lama berarsitektur peninggalan Belanda.

Diantaranya Gedung Sate sekarang berfungsi sebagai kantor pemerintah provinsi Jawa Barat, Gedung Pakuan yang sekarang menjadi tempat tinggal resmi gubernur provinsi Jawa Barat, Gedung Dwi Warna atau Indische Pensioenfonds sekarang digunakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk Kantor Wilayah XII Ditjen Pembendaharaan Bandung[50], Villa Isola sekarang digunakan Universitas Pendidikan Indonesia, Stasiun Hall atau Stasiun Bandung dan Gedung Kantor Pos Besar Kota Bandung.

Kota Bandung juga memiliki beberapa ruang publik seni seperti museum, gedung pertunjukan dan galeri diantaranya Gedung Merdeka, tempat berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika pada tahun 1955,[51] Museum Sri Baduga, yang didirikan pada tahun 1974 dengan menggunakan bangunan lama bekas Kawedanan Tegallega,[52] Museum Geologi Bandung, Museum Wangsit Mandala Siliwangi, Museum Barli, Museum Kota Bandung, Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan, Gedung Indonesia Menggugat dahulunya menjadi tempat Ir. Soekarno menyampaikan pledoinya yang fenomenal (Indonesia Menggugat) pada masa penjajahan Belanda, Taman Budaya Jawa Barat (TBJB) dan Rumentang Siang.

Kota ini memiliki beberapa kawasan yang menjadi taman kota, selain berfungsi sebagai paru-paru kota juga menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat di kota ini. Kebun Binatang Bandung merupakan salah satu kawasan wisata yang sangat diminati oleh masyarakat terutama pada saat hari minggu maupun libur sekolah, kebun binatang ini diresmikan pada tahun 1933 oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda dan sekarang dikelola oleh Yayasan Margasatwa Tamansari.[53]

Selain itu beberapa kawasan wisata lain termasuk pusat perbelanjaan maupun factory outlet juga tersebar di kota ini diantaranya, di kawasan Jalan Braga, kawasan Cihampelas, Cibaduyut dengan pengrajin sepatunya dan Cigondewah dengan pedagang tekstilnya. Puluhan pusat perbelanjaan sudah tersebar di kota Bandung, beberapa di antaranya Istana Plaza Bandung, Bandung Indah Plaza, Paris Van Java Mall, Cihampelas Walk, Trans Studio Mall, Bandung Trade Center, Plaza Parahyangan, Balubur Town Square, dan Metro Trade Centre. Terdapat juga pusat rekreasi modern dengan berbagai wahana seperti Trans Studio Resort Bandung, Trans Studio Bandung, yang terletak pada lokasi yang sama dengan Trans Studio Mall.

Sementara beberapa kawasan pasar tradisional yang cukup terkenal di kota ini diantaranya Pasar Baru, Pasar Gedebage dan Pasar Andir. Potensi kuliner khususnya tutug oncom, serabi, pepes, dan colenak juga terus berkembang di kota ini.[54] Selain itu Cireng juga telah menjadi sajian makanan khas Bandung, sementara Peuyeum sejenis tapai yang dibuat dari singkong yang difermentasi, secara luas juga dikenal oleh masyarakat di pulau Jawa.

Kota Bandung dikenal juga dengan kota yang penuh dengan kenangan sejarah perjuangan rakyat Indonesia pada umumnya, beberapa monumen telah didirikan dalam memperingati beberapa peristiwa sejarah tersebut, diantaranya Monumen Perjuangan Jawa Barat, Monumen Bandung Lautan Api, Monumen Penjara Banceuy, Monumen Kereta Api dan Taman Makam Pahlawan Cikutra.

Dalam menggerakan kepariwisataan penghargaan pariwisata yang secara konsisten dilaksanakan diantaranya adalah Sapta Pesona Kota Bandung[55] dan Bandung Awards[56]. Disamping itu, kepariwisataan kota Bandung tidak dapat dipisahkan dengan pemerintah tetangganya yang tergabung di dalam kawasan Metropolitan Bandung Raya, dalam meperkuat pariwisata di kawasan ini para stakeholder pariwisata bersepakat membangun pariwisata di kawasan ini yang mengacu kepada Deklarasi Pariwisata Bandung Raya[57] yang dimotori oleh Indonesian Tourism Journalist Association (ITJA)

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Salahsatu Pertandingan Kesebelasan Persib Bandung melawan Arema Cronus di Stadion Si Jalak Harupat

Masyarakat kota Bandung dan sekitarnya merupakan penggemar fanatik Persib Bandung atau dikenal dengan istilah bobotoh,Persib Bandung yaitu sebuah klub sepak bola yang bermain di kompetisi Liga Super Indonesia yang berdiri sejak tahun 1933 [58], klub ini menggunakan Stadion Siliwangi namun pada musim kompetisi LSI 2009-2010 Stadion Si Jalak Harupat juga digunakan klub ini untuk pertandingan kandang. Rencananya mulai tahun 2015 Persib Bandung menggunakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api di kawasan Gede Bage, Bandung Timur sebagai markas dan tempat untuk laga kandang, Selain itu di kota ini terdapat juga beberapa klub lain seperti Garuda Bandung[59] yang bermain pada kompetisi IBL Indonesia.

Media[sunting | sunting sumber]

Radio[sunting | sunting sumber]

Kota Bandung juga memiliki beberapa terdiri dari 78-stasiun radio bersiaran lokal seperti:

Frekuensi Signal Nama Badan usaha Stasiun
540-KHz AM Radio Programma 4 Lembaga Penyiaran Publik RRI Radio Republik Indonesia
702-KHz Radio Bravo Medika
810-KHz Radio Kandaga
828-KHz Radio Kharisma
918-KHz Radio Debora
936-KHz Radio Budaya Sari
1116-KHz Radio Barani
1170-KHz Radio Dios
1215-KHz Radio Programma 3 Lembaga Penyiaran Publik RRI Radio Republik Indonesia
1224-KHz Radio Sonata
1277-KHz Radio Trios
1314-KHz Radio Mutiara
1458-KHz Radio Fajri
1476-KHz Radio Rodja
87.7-MHz FM Hard Rock FM Bandung PT Radio Ekacita Swara Buana MRA Media
88.1-MHz Studio East Radio PT Radio Swara Emas Swaragama Group Yogyakarta
88.5-MHz Radio Mora (off air) PT Radio Mora Parna Karsa
88.9-MHz Auto Radio PT Radio Swara Auto Graha
89.3-MHz Radio Elshinta Bandung PT Radio Cipta Swara Global Elshinta Media
89.7-MHz Global Radio Bandung PT Radio Mediawisata Sariasih MNC Radio Networks
90.1-MHz Radio Zora (off air) PT Radio Karang Tumaritis
90.5-MHz Radio Cakra PT Radio Suara Buana Bandung Ardan Group
90.9-MHz X-Channel Bandung PT Radio Lita Sari
91.3-MHz MNC Trijaya FM Bandung PT Radio Mancasuara MNC Radio Networks
91.7-MHz INB Radio PT Radio Citra Bahana Limbangan
92.1-MHz Radio Suara Indah PT Radio Bandung Suara Indah
92.5-MHz Maestro FM PT Radio Madah Ekaristi Swaratronika
92.9-MHz Mix Radio PT Radio Arus Rizki
93.3-MHz Sonora FM Bandung PT Radio Siaran Ganesha Nada KG Radio Network
93.7-MHz Radio Paramuda PT Radio Paramuda
94.0-MHz Radio Sonata LPP Lokal Radio Kota Bandung
94.4-MHz Delta FM Bandung PT Radio Bandung Cipta Perdana Masima Radionet
94.8-MHz Fit Radio Bandung PT Radio Galang Gema Wahana Raya Elshinta Media
95.2-MHz Bandung Radio PT Radio Swara Pandawa Lima Shakti Etnikom
95.6-MHz Radio B PT Radio Swara Burinyay Ardan Group
96.0-MHz Radio Programma 2 Lembaga Penyiaran Publik RRI Radio Republik Indonesia
96.4-MHz Bobotoh FM PT Radio Swaratama Cicalengka
96.8-MHz Eight Radio PT Radio Nada Kencana Agung
97.2-MHz Radio Thomson NewShinta PT Radio Shinta Buana Thomson Radio Network
97.6-MHz Radio Programma 1 Lembaga Penyiaran Publik RRI Radio Republik Indonesia
98.0-MHz Maya FM PT Radio Swara Mayanada
98.4-MHz Prambors Bandung PT Radio Suara Sembilan Delapan Lima Masima Radionet
98.8-MHz Raka FM PT Radio Candrika Widya Swara KG Radio Network
99.2-MHz Mom And Kids Radio PT Radio Manggala Gemini Bandung
99.6-MHz Radio Unasko PT Radio Utamanada Suarakota
100.0-MHz Play 99ERS Bandung PT Radio Swara Milliard Artha
100.4-MHz KLCBS PT Radio Ilnafir Karanglayung Citrabudaya Suara
100.7-MHz Radio Zenith Bandung
101.1-MHz MGT FM PT Radio Swakarsa Megantara
101.5-MHz Dahlia FM PT Radio Dahlia Flora Dahlia Group
101.9-MHz Cosmo FM PT Radio Putramas Mulia Rahayu
102.3-MHz Rase FM PT Radio Tiara Rase Perdana
102.7-MHz MQFM PT Radio Madinatussalam Manajemen Qolbu
103.1-MHz OZ Radio Bandung PT Radio Mitragama Swara
103.5-MHz Radio Chevy PT Radio Citrahutama Eltravidya
103.9-MHz Hits Unikom Radio PT Radio Antassalam Bagja Universitas Komputer Indonesia
104.3-MHz Radio Rodja PT Radio Generasi Muda
104.7-MHz Rama FM Bandung PT Radio Salam Rama Dwihasta
105.1-MHz I Radio Bandung PT Radio Gema Dwipa Inti Nada MRA Media
105.5-MHz Garuda Radio Visual PT Radio Garuda Tunggal Angkasa
105.9-MHz Ardan Radio PT Radio Ardan Swaratama Ardan Group
106.3-MHz Urban Radio Bandung PT Radio Bhakti Musik Wastu Kencana
106.7-MHz Mara FM PT Radio Mara Ghita
106.9-MHz Radio Bahana
107.1-MHz K-Lite FM PT Radio Lintas Kontinental
107.5-MHz PR FM News Channel PT Radio Mustika Parahiyangan Pikiran Rakyat
107.7-MHz Radio Kampus ITB
107.8-MHz Rakita FM

Surat kabar[sunting | sunting sumber]

Kota Bandung juga memiliki beberapa tediri dari 14-surat kabar yang terbit di kota ini antara lain:

Nama Jenis Jaringan Perusahaan Bahasa
Koran SINDO Edisi Jawa Barat Nasional Koran SINDO SINDOMedia (Media Nusantara Citra) Indonesia
Suara Pembaruan Edisi Jawa Barat Suara Pembaruan BeritaSatu Media Holdings
Republika Edisi Jawa Barat Republika Mahaka Media
Kompas Edisi Jawa Barat Kompas Kompas Gramedia
Bisnis Indonesia Edisi Jawa Barat Bisnis Indonesia Jurnalindo Aksara Grafika
Media Indonesia Edisi Jawa Barat Media Indonesia Media Group
Koran Tempo Edisi Jawa Barat Koran Tempo Tempo Media
The Jakarta Post Bandung Edition The Jakarta Post Kompas Gramedia Inggris
Jawa Pos Edisi Jawa Barat Jawa Pos Grup Jawa Pos Bahasa Indonesia
Pikiran Rakyat Lokal Pikiran Rakyat Pikiran Rakyat Indonesia
Galamedia
Radar Bandung Jawa Pos Grup Jawa Pos
Bandung Ekspres
Tribun Bandung Kompas Kompas Gramedia
Bisnis Bandung Bisnis Indonesia Jurnalindo Aksara Grafika

Televisi[sunting | sunting sumber]

Televisi terestrial[sunting | sunting sumber]

Kanal Signal Frekuensi Nama Nama Perusahaan Pemilik Status
Analog (PAL, hingga 17 Agustus 2022[60])
21 471.25 MHz UHF BCTV (off air) PT Bandung Cahaya Televisi CTV Network Lokal
22 479.25 MHz iNews PT Indonesia Musik Televisi Media Nusantara Citra Nasional
24 495.25 MHz Garuda Vision TV PT Garuda Bintang Anggada Lokal
26 511.25 MHz I Channel PT Bandung Media Visual GeoMedia Group
27 519.25 MHz HDAS TV Perkumpulan HDAS Sabilulungan Lokal komunitas
28 527.25 MHz PJTV (JPM) PT Esa Visual Padjadjaran Tivi Jawa Pos Group Lokal
30 543.25 MHz NET. PT Televisi Anak Bandung Net Visi Media Nasional
34 575.25 MHz Kompas TV PT Pasundan Utama Televisi KG Media
36 591.25 MHz RTV PT Visual Insan Persada Rajawali Corpora
38 607.25 MHz Bandung TV (Indonesia Network) PT Bandung Media Televisi Indonesia Kelompok Media Bali Post Lokal
40 623.25 MHz TVRI Nasional Lembaga Penyiaran Publik TVRI Pemerintah Indonesia Nasional
TVRI Jawa Barat Pemerintah Jawa Barat Lokal
42 639.25 MHz Trans TV PT Trans TV Yogyakarta Bandung Trans Media Nasional
43 647.25 MHz AKTV PT Akwan Media Utama Lokal
44 655.25 MHz Trans7 PT Trans7 Yogyakarta Bandung Trans Media Nasional
46 671.25 MHz GTV PT GTV Satu Media Nusantara Citra
48 687.25 MHz tvOne PT Lativi Media Karya Bandung Visi Media Asia
50 703.25 MHz RCTI PT RCTI Satu Media Nusantara Citra
52 719.25 MHz SCTV PT Surya Citra Mediatama Surya Citra Media
54 735.25 MHz Indosiar PT Indosiar Bandung Televisi
56 751.25 MHz Metro TV PT Media Televisi Bandung Media Group
58 767.25 MHz antv PT Cakrawala Andalas Televisi Bandung dan Bengkulu Visi Media Asia
60 783.25 MHz MQTV PT Manajemen Qolbu Televisi Manajemen Qolbu Lokal
62 799.25 MHz MNCTV PT TPI Satu Media Nusantara Citra Nasional
Digital (DVB-T2)
31 554 MHz UHF RCTI PT RCTI Satu Media Nusantara Citra Nasional
MNCTV PT TPI Satu
GTV PT GTV Satu
iNews PT Indonesia Musik Televisi
32 562 MHz MetroTV PT Media Televisi Bandung Media Group
Magna Channel PT Mitra Media Digital Dua
BNTV PT Mitra Siaran Digital Dua
35 586 MHz TVRI Nasional Lembaga Penyiaran Publik TVRI Pemerintah Indonesia
TVRI Jawa Barat Lokal
TVRI Kanal 3 Nasional
TVRI Sport HD
Nusantara TV PT Nusantara Media Mandiri Parahyangan NT Corp
Inspira TV PT Inspira Televisi Indonesia Global Garda Media Lokal berjaringan
E Channel PT Selaras Kreatif Bandung Lokal
Persada TV PT Bandung Persada Tivi Digital
Asmaya TV PT Asmaya Televisi Digital Asmaya Media
AKTV PT Akwan Media Utama
NET. PT Televisi Anak Bandung Net Visi Media Nasional
39 618 MHz SCTV PT Surya Citra Mediatama Surya Citra Media
Indosiar PT Indosiar Bandung Televisi
O Channel PT Omni Parahyangan
Mentari TV
45 666 MHz Trans TV PT Trans TV Yogyakarta Bandung Trans Media
Trans7 PT Trans7 Yogyakarta Bandung
CNN Indonesia
CNBC Indonesia PT Trans Berita Bisnis Satu
Kompas TV PT Pasundan Utama Televisi KG Media
47 682 MHz antv PT Cakrawala Andalas Televisi Bandung dan Bengkulu Visi Media Asia
tvOne PT Lativi Media Karya Bandung

Televisi berlangganan[sunting | sunting sumber]

Kota Bandung juga memiliki beberapa televisi berlangganan seperti:

Musik dan Hiburan[sunting | sunting sumber]

Angklung merupakan salah satu alat musik tradisional masyarakat Sunda di kota ini dan Jawa Barat pada umumnya, alat musik ini terbuat dari bahan bambu.

Bandung banyak melahirkan penyanyi dan grup musik besar di tanah air. Sejumlah grup musik besar yang dibentuk di Bandung antara lain Noah, The Groove, Gigi, Burgerkill, /rif, Kahitna, The Rollies, Cokelat, Pas Band, Mocca, T-Five, P-Project serta banyak band indie lainya salah satunya yang go internasional yaitu The Sigit. Bandung juga memiliki sebuah orkestra yang bernama Bandung Philharmonic.

Penyanyi dari Bandung antara lain: Nazril Irham, Muhammad Tulus, Melody Nurramdhani Laksani, Devi Kinal Putri, Beby Chaesara Anadila, Frieska Anastasia Laksani, Lala Karmela, Dira Sugandi, Cita Citata, Rieka Roslan, Tamara Bleszynski, Salman Aditya, Hedi Yunus, Yovie Widianto, Sammy Simorangkir, Tata Janeeta, Sherina Munaf, Nita Thalia, Meriam Bellina, Shinta Dewi, Ruth Sahanaya, Isyana Sarasvati, Dewi Lestari, Novia Kolopaking, Nicky Astria dan Nike Ardilla.

Kuliner[sunting | sunting sumber]

Cuaca Kota Bandung[sunting | sunting sumber]

Data iklim Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rekor tertinggi °C (°F) 32
(90)
31
(88)
32
(90)
30
(86)
31
(88)
30
(86)
30
(86)
31
(88)
32
(90)
34
(93)
33
(91)
31
(88)
34
(93)
Rata-rata tertinggi °C (°F) 27.1
(80.8)
27.3
(81.1)
27.9
(82.2)
28.3
(82.9)
28.4
(83.1)
28
(82)
28
(82)
28.6
(83.5)
29.2
(84.6)
29.2
(84.6)
28.3
(82.9)
27.9
(82.2)
28.18
(82.66)
Rata-rata harian °C (°F) 23.3
(73.9)
23.2
(73.8)
23.5
(74.3)
23.7
(74.7)
23.7
(74.7)
22.7
(72.9)
22.5
(72.5)
22.8
(73)
23.3
(73.9)
23.7
(74.7)
23.5
(74.3)
23.6
(74.5)
23.29
(73.93)
Rata-rata terendah °C (°F) 19.5
(67.1)
19.2
(66.6)
19.2
(66.6)
19.2
(66.6)
19
(66)
17.5
(63.5)
17
(63)
17
(63)
17.4
(63.3)
18.3
(64.9)
18.8
(65.8)
19.3
(66.7)
18.45
(65.26)
Rekor terendah °C (°F) 15
(59)
15
(59)
15
(59)
13
(55)
13
(55)
11
(52)
11
(52)
11
(52)
11
(52)
13
(55)
12
(54)
15
(59)
11
(52)
Presipitasi mm (inci) 243
(9.57)
217
(8.54)
257
(10.12)
246
(9.69)
166
(6.54)
77
(3.03)
70
(2.76)
68
(2.68)
83
(3.27)
174
(6.85)
272
(10.71)
291
(11.46)
2.164
(85,22)
Rata-rata hari hujan 18 16 17 17 16 14 12 9 9 10 17 19 174
% kelembapan 83 82 82 83 82 78 76 73 74 76 80 81 79.2
Rata-rata sinar matahari bulanan 155 168 186 210 217 240 248 248 210 217 180 186 2.465
Sumber #1: Climate-Data.org (altitude: 692m)[12]
Sumber #2: Weather Atlas [13]

Kota kembar[sunting | sunting sumber]

Kota-kota lain yang menjadi bagian dari proyek kota kembar dari kota Bandung adalah:

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Kota Bandung Dalam Angka 2020". 2020-04-27. Diakses tanggal 1 November 2020. 
  2. ^ "Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama Kota Bandung 2016". www.data.bandung.go.id. Diakses tanggal 19 Februari 2019. 
  3. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-02-14. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  4. ^ Yat, H.Y., (1973), Development of higher education in Southeast Asia: problems and issues, Regional Institute of Higher Education and Development.
  5. ^ Toer, K.S., Kamil, E., (1999), Kronik revolusi Indonesia, Vol. 1, Kepustakaan Populer Gramedia, ISBN 978-979-9023-27-8.
  6. ^ Plummer, B.G., (2003), Window on freedom: race, civil rights, and foreign affairs, 1945-1988, UNC Press, ISBN 978-0-8078-5428-0.
  7. ^ See, S.T., Acharya, A., (2009), Bandung Revisited: The Legacy of the 1955 Asian-African Conference for International Order, NUS Press, ISBN 978-9971-69-393-0.
  8. ^ Rafael V. L., Mrázek R., (1990), Figures of criminality in Indonesia, the Philippines, and colonial Vietnam, SEAP Publications, ISBN 978-0-87727-724-8.
  9. ^ Suherman, S.A., (2009), Made in Bandung, DAR! Mizan, ISBN 978-979-752-872-0.
  10. ^ Suganda, Her, (2007), Jendela Bandung: pengalaman bersama Kompas, Penerbit Buku Kompas, ISBN 978-979-709-335-8.
  11. ^ http://www.bandung.go.id Iklim dan Wilayah (diakses pada 14 Juli 2010)
  12. ^ a b "Bandung - Climate graph, Temperature graph, Climate table". Climate-Data.org. Diakses tanggal 2015-11-04. 
  13. ^ a b "Bandung, Indonesia - Monthly weather forecast and Climate data". Weather Atlas. Diakses tanggal 25 July 2020. 
  14. ^ a b Edi Suhardi Ekajati, Sobana Hardjasaputra, Ietje Mardiana, (1985), Sejarah Kota Bandung, 1945-1979, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional.
  15. ^ http://www.ar.itb.ac.id Bandung Colonial City Revisited (diakses pada 14 Juli 2010)
  16. ^ "Walikota dan Wakil Walikota Bandung dari masa ke masa". Portal Bandung. Dinas Komunikasi dan Informasi Pemerintah Kota Bandung. 12 Agustus 2016. Diakses tanggal 29 November 2017. 
  17. ^ Jaya, Utara (7 September 2018). "Oded Danial Naik Tahta Lebih Awal". Kumparan.com. Diakses tanggal 21 September 2018. 
  18. ^ Nurul (16 September 2018). "Dadang Supriatna Jadi Pelaksana Harian Wali Kota Bandung". Humas Kota Bandung. Diakses tanggal 21 September 2018. 
  19. ^ "Daftar Anggota DPRD Kota Bandung periode 2009-2014". Diakses tanggal 11-08-2019. 
  20. ^ "Pelantikan Anggota DPRD Kota Bandung Masa Jabatan 2014-2019". DPRD Kota Bandung. Diakses tanggal 11-08-2019. 
  21. ^ Annisa Nursalsabillah (22-07-2019). "Ini 50 Nama Anggota DPRD Kota Bandung Terpilih Periode 2019-2024". Detik News. Diakses tanggal 11-08-2019. 
  22. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  23. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  24. ^ jabar.bps.go.id Jumlah Penduduk Kota Bandung Diarsipkan 2010-09-23 di Wayback Machine.
  25. ^ Oey E., (2001), Java, Tuttle Publishing, ISBN 962-593-244-5
  26. ^ Sariyun, Y., Martodirdjo, H.S., (1993), Pembinaan disiplin di lingkungan masyarakat kota di Jawa Barat, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional.
  27. ^ nisn.jardiknas.org Data Siswa Diarsipkan 2010-09-09 di Wayback Machine.
  28. ^ "Sejarah | Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung". uinsgd.ac.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 September 2020. Diakses tanggal 25 November 2020. 
  29. ^ Dendi Ramdhani, Caroline Damanik (ed.) (Jumat, 14 Agustus 2015 19:30 WIB). "Ridwan Kamil: Bandung Punya Hubungan Batin dengan Papua". Regional.kompas.com. Diakses tanggal Jumat, 15 Agustus 2015 19:30 WIB. 
  30. ^ Rida Widara (Jum'at, 14 Agustus 2015, 20:55 WIB). "Siswa Papua Lanjutkan Sekolah di Bandung Tanpa Biaya". Bandung.bisnis.com. Diakses tanggal 15 Agustus 2015. 
  31. ^ "Wali Kota Bandung akan Menjadi Wali Murid 70 Siswa asal Papua". Infobandung.co.id. 14 Agustus 2015. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-05-20. Diakses tanggal 15 Agustus 2015. 
  32. ^ Nasri (2 Januari 2015). "Forum Kepala Sekolah Program ADEM Bandung-Cimahi Gelar Kegiatan Penguatan Motivasi". suarapapua.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-09-19. Diakses tanggal 15 Agustus 2015. 
  33. ^ Baban Gandapurnama (Jumat 14 Aug 2015, 13:28 WIB). "96 Anak Papua Melanjutkan Sekolah di Jabar Lewat Program Adem". detikNews. Diakses tanggal 15 Agustus 2015. 
  34. ^ http://www.depkes.go.id Diarsipkan 2010-07-20 di Wayback Machine. Profil kesehatan kota Bandung Diarsipkan 2011-09-02 di Wayback Machine. (diakses pada 15 Juli 2010)
  35. ^ Sihombing, J., (2004), Identifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap rendahnya kinerja pelaksanaan administratif Badan Koordinasi Transportasi Jalan (Bakortrans Jalan) kota Bandung Diarsipkan 2016-01-17 di Wayback Machine., Skripsi, Departemen Teknik Planologi, ITB.
  36. ^ a b Kartajaya, Hermawan, (2005), Attracting tourists, traders, investors: strategi memasarkan daerah di era otonomi, Gramedia Pustaka Utama, ISBN 978-979-22-1284-6.
  37. ^ diskimrum.jabarprov.go.id Jalan Layang Pasupati Belum Atasi Kemacetan[pranala nonaktif permanen] (diakses pada 22 Juli 2010)
  38. ^ pustaka.pu.go.id Jembatan Layang Pasopati Diarsipkan 2016-03-04 di Wayback Machine. (diakses pada 22 Juli 2010)
  39. ^ Berkmoes, R.V., (2010), Lonely Planet Indonesia, Lonely Planet, ISBN 978-1-74104-830-8
  40. ^ metrotvnews.com Trans Metro Bandung Dioperasikan Diarsipkan 2012-01-11 di Wayback Machine. (diakses pada 22 Juli 2010)
  41. ^ Polisi Kawal Operasi Perdana Trans Metro Bandung (diakses pada 22 Juli 2010)
  42. ^ http://www.antaranews.com Menristek Canangkan Pembangunan PLTSa Gedebage (diakses pada 15 Juli 2010)
  43. ^ http://www.apeksi.or.id Diarsipkan 2009-01-23 di Wayback Machine. PLTSa Gedebage Baru Selesai 2012 Diarsipkan 2011-10-19 di Wayback Machine. (diakses pada 15 Juli 2010)
  44. ^ http://www.pambdg.co.id Cakupan Layanan (diakses pada 15 Juli 2010)
  45. ^ Chilton J., (1999), Groundwater in the Urban Environment: Selected city profiles, Taylor & Francis, ISBN 978-90-5410-924-2.
  46. ^ http://www.bandung.go.id PDAM Kota Bandung Upayakan Pelestarian Kawasan Sumber Air Baku (diakses pada 15 Juli 2010)
  47. ^ http://www.pikiran-rakyat.com PDAM Kota Bandung Terkendala Mata Air Diarsipkan 2012-01-19 di Wayback Machine. (diakses pada 15 Juli 2010)
  48. ^ jabar.bps.go.id Tenaga Kerja Diarsipkan 2010-11-13 di Wayback Machine. (diakses pada 16 Juli 2010)
  49. ^ a b http://www.bi.go.id Kajian Ekonomi Regional Provinsi Jawa Barat Triwulan I-2010 (diakses pada 16 Juli 2010)
  50. ^ http://www.perbendaharaan.go.id Diarsipkan 2010-08-11 di Wayback Machine. Kanwil XII Ditjen PBN Bandung Diarsipkan 2013-01-02 di Wayback Machine. (diakses pada 16 Juli 2010)
  51. ^ http://www.asianafrican-museum.org Gedung Merdeka (The Venue of the Asian African Conference) Diarsipkan 2007-03-25 di Wayback Machine. (diakses pada 16 Juli 2010)
  52. ^ http://www.museum-indonesia.net Museum Sri Baduga (diakses pada 20 Juli 2010)
  53. ^ http://www.bandungtourism.com Yayasan Margasatwa Tamansari (Jubileumpark), Museum & Pendidikan Diarsipkan 2010-12-13 di Wayback Machine. (diakses pada 20 Juli 2010)
  54. ^ http://www.klik-galamedia.com Week-end Frestival Kembangkan Potensi Kuliner Kota Bandung Diarsipkan 2012-01-17 di Wayback Machine. (diakses pada 20 Juli 2010)
  55. ^ sysadmin (2016-08-13). "Anugerah Pesona Pariwisata Bandung Sapta Pesona Jiwa dan Ruh Kepariwisataan Indonesia". Diakses tanggal 2017-02-14. 
  56. ^ "Bandung Awards Bertekad Majukan Pariwisata di Kawasan Bandung". Tribun Jabar. Diakses tanggal 2017-02-14. 
  57. ^ "Deklarasi Bersama Tingkatkan Kualitas Kepariwisataan Bandung Raya". www.faktabandungraya.com. Diakses tanggal 2017-02-14. 
  58. ^ "Sejarah Lengkap PERSIB Bandung". www.persibhistory.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-08-09. Diakses tanggal 2021-02-25. 
  59. ^ "Statistik Tim Garuda Speedy Bandung". NBLIndonesia.com. Diakses tanggal 17 Juli 2012. 
  60. ^ "Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 6/2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran". Kemenkominfo. Diakses tanggal 12 Mei 2021. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Kota-kota besar di Indonesia
  Kota Provinsi Populasi     Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11.196.633 Kota Bandung
Kota Bandung
7 Makassar Sulawesi Selatan 1.487.256
2 Surabaya Jawa Timur 2.970.730 8 Bandar Lampung Lampung 1.191.622
3 Medan Sumatra Utara 2.524.341 9 Batam Kepulauan Riau 1.157.882
4 Bandung Jawa Barat 2.500.967 10 Pekanbaru Riau 1.028.237
5 Semarang Jawa Tengah 1.685.906 11 Padang Sumatra Barat 912.910
6 Palembang Sumatra Selatan 1.668.164 12 Malang Jawa Timur 866.252
Sumber: Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2020, 2020. Catatan: tidak termasuk kota satelit.