Stasiun Padalarang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Stasiun Padalarang
Kereta Api Indonesia
C10 B10

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun PDL.png
Stasiun Padalarang Depan.jpg
Stasiun Padalarang tampak depan
LokasiJalan Stasiun Padalarang
Kertajaya, Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat 40553
Indonesia
Ketinggian+695 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi II Bandung
KAI Commuter
Letak dari pangkal
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang rendah)
Jumlah jalur5
  • jalur 2: sepur lurus jalur tunggal arah Cianjur dan jalur ganda arah Bandung
  • jalur 3: sepur lurus jalur tunggal arah Purwakarta-Cikampek dan jalur ganda dari arah Bandung
Informasi lain
Kode stasiun
  • PDL
  • 1415
[2]
KlasifikasiI[2]
Sejarah
Dibuka17 Mei 1884
Operasi layanan
Cikuray, Lokal Garut Cibatuan dan Lokal Bandung Raya
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Cilame
ke arah Purwakarta
Lokal Bandung Raya
Purwakarta-Cicalengka
Cimahi
Perjalanan satu arah
Terminus Lokal Bandung Raya
Padalarang-Cicalengka
Gadobangkong
ke arah Cicalengka
Padalarang-Cibatu
Gadobangkong
ke arah Cibatu
Cilame
Perjalanan satu arah
Purwakarta-Garut
Gadobangkong
ke arah Garut
Cilame
ke arah Purwakarta
Cimahi
Perjalanan satu arah
Layanan penghubung
Stasiun sebelumnya Kereta Cepat Indonesia China Stasiun berikutnya
Karawang
ke arah Halim
Kereta cepat Jakarta Bandung
dalam pembangunan
transfer di HSR Padalarang
Tegalluar
Terminus
Fasilitas dan teknis
FasilitasPemesanan langsung di loket Ruang/area tunggu Isi baterai Parkir Toilet Musala Wastafel Pertokoan/area komersial Galeri ATM 
Tipe persinyalanElektrik tipe Alstom Solid State Interlocking[3]
Lokasi pada peta
Bagian dalam Stasiun Padalarang

Stasiun Padalarang (PDL) merupakan stasiun kereta api kelas I yang terletak di Kertajaya, Padalarang, Bandung Barat. Stasiun yang terletak pada ketinggian +695 m ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung dan merupakan stasiun utama di Kabupaten Bandung Barat. Stasiun ini memiliki lima jalur kereta api dengan jalur 2 dan 3 sebagai sepur lurus serta jalur 5 yang memiliki fasilitas bongkar muat batu balast/kricak. Petak jalur yang menuju stasiun Cilame masih berupa jalur tunggal, sedangkan petak jalur yang menuju stasiun Gadobangkong sudah berupa jalur ganda.

Saat ini stasiun ini hanya melayani perjalanan kereta api ke arah Purwakarta–Cikampek serta ke arah Bandung–Banjar. Ke arah barat stasiun jalur bercabang dua. Meski keduanya semua ke arah Jakarta, rutenya berbeda antara kedua jalur tersebut. Jalur yang membelok ke arah kanan adalah jalur menuju Purwakarta, sedangkan yang agak membelok ke kiri adalah jalur menuju Cianjur–Sukabumi–Bogor.

Jalur yang ke arah Cianjur ini dahulu melayani kereta api Cianjuran untuk mengisi slot rute Bandung–Bogor pp.[4] Akan tetapi, kereta api ini dihentikan operasinya pada tahun 2013 karena ketersediaan suku cadang untuk lokomotif diesel hidraulis sudah langka dan usianya yang sudah cukup tua untuk dijalankan, serta ketidaktersediaan subsidi PSO dari Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.[5] Saat ini jalur yang menuju Cianjur sedang dalam proses reaktivasi, tetapi untuk saat ini hanya sampai Cipatat dahulu.[6][7]

Ada beberapa kisah yang mungkin jarang dibahas tentang stasiun ini, seperti jalur menuju pabrik Kertas Padalarang. Dahulu stasiun ini diyakini digunakan sebagai tempat singgah kereta api pengangkut merang sebagai bahan pembuatan uang kertas Indonesia pada masa itu.[8][9]

Sejak 6 April 1999, stasiun ini sudah menggunakan persinyalan elektrik produksi Alstom.[3] Di sebelah utara stasiun ini sedang dilaksanakan proyek pembangunan Stasiun HSR Padalarang yang diprakarsai oleh PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC).[10] Beserta proyek tersebut stasiun Padalarang akan dibangun kembali untuk melayani transfer penumpang antara kereta cepat dengan layanan kereta api konvensional.[11][12][13]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Overkapping Stasiun Padalarang yang sedang dibangun

Sebagai bagian dari pembangunan jalur kereta api Bogor–Bandung–Banjar–Kutoarjo–Yogyakarta, stasiun ini memegang peranan penting dalam sejarah perkeretaapian. Pembangunan stasiun ini diprakarsai oleh Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api milik Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Stasiun ini mulai beroperasi penuh pada tanggal 17 Mei 1884, bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api segmen Cianjur–Padalarang–Bandung.[14]

Pada awalnya, stasiun ini menjadi titik persinggahan kereta api rute Jakarta–Bandung via Bogor–Sukabumi–Cianjur. Semenjak pengoperasian jalur baru Cikampek–Padalarang pada tahun 1906,[14] stasiun ini mulai melayani kereta api dari Purwakarta. Pengoperasian kereta api di jalur ini telah terbukti mampu memangkas perjalanan kereta api Jakarta–Bandung dan menjadi unggulan SS. Kereta ini pun diberi nama Vlugge, menggambarkan keandalan dan ketangguhan kereta api ini menantang medan terjal di jalur tersebut. Stasiun ini menjadi salah satu titik pergantian lokomotif uap karena adanya peralihan medan terjal berkelok-kelok dengan medan datar di segmen Padalarang–Bandung. Titik pergantian lokomotif lainnya juga ada di Stasiun Purwakarta.[15]

Pada saat invasi Jepang ke Hindia Belanda, tanggal 7 Maret 1942, pukul 18.00, stasiun ini pernah dibom jalurnya oleh Jepang sehingga kereta api tidak dapat lewat.[16] Salah seorang Belanda bernama J.C. Bijkerk menuturkan dalam kisahnya bahwa begitu jalur tersebut dibom, distribusi makanan ke Padalarang bagi warga dan tentara KNIL menjadi terganggu.[17]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Antarkota[sunting | sunting sumber]

Lokal[sunting | sunting sumber]

Antarmoda pendukung[sunting | sunting sumber]

Angkutan pendukung yang tersedia di stasiun Padalarang antara lain:[18]

Jenis Angkutan Umum No. Trayek Trayek Tujuan Akhir
Angkot Kota Cimahi - Stasiun Hall - Cimahi - Padalarang Terminal Stasiun Hall
Terminal Pasar Atas Baru
- Leuwi Panjang - Cimahi - Padalarang Terminal Leuwi Panjang
Terminal Pasar Atas Baru
Angkot Kabupaten Bandung Barat - Cipeundeuy - Cikalongwetan - Padalarang Stasiun Rendeh
Angkot Kabupaten Bandung Barat - Padalarang - Rajamandala Pasar Rajamandala
Angkot Kabupaten Bandung Barat - Padalarang - Gunungbentang Terminal Gunungbentang
Angkot Kabupaten Bandung Barat - Padalarang - Parongpong via Kantor Bupati (Pemda) Bandung Barat Terminal Parongpong
Elf Antarkota - Padalarang - Purwakarta - Cikampek Terminal Cikampek
Elf Antarkota - Wanayasa - Padalarang - Ciroyom Terminal Ciroyom dan Terminal Wanayasa

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ a b Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  4. ^ Jalur KA Bandung-Cianjur Bisa Dilalui, diakses tanggal 2021-06-08 
  5. ^ "KA Bandung-Cianjur Berhenti Beroperasi Karena Kekurangan Subsidi Pemerintah". 11 April 2013. Diakses tanggal 13 Agustus 2017. 
  6. ^ "Jalur Kereta Api Padalarang-Ciranjang Bakal Mendahului Jalur Cibatu-Garut, Segera Diaktifkan". Tribun Jabar. Diakses tanggal 2019-07-30. 
  7. ^ "Rute KA Siliwangi Diperpanjang Hingga Stasiun Ciranjang". Republika Online. 2019-07-30. Diakses tanggal 2019-07-30. 
  8. ^ "Rel Mati Stasiun Padalarang (PDL)". Lodaya Bandung (dalam bahasa Inggris). 2019-05-02. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-07-30. Diakses tanggal 2019-07-30. 
  9. ^ Percetakan Uang RI dari masa ke masa, Volume 2. Jakarta: Peruri. 1982. 
  10. ^ Network, Ayo Media (2019-10-16). "Kebut Kereta Cepat, KCIC Libatkan 12.000 Tenaga Kerja". AyoBandung.com. Diakses tanggal 2019-11-07. 
  11. ^ "KCIC Tambah Satu Stasiun Kereta Cepat di Padalarang". investor.id. Diakses tanggal 2021-06-05. 
  12. ^ Fikri, Ahmad (12 April 2021). "Stasiun Padalarang jadi Hub Kereta Cepat, Begini Penjelasan Bos KCIC". 
  13. ^ Wika HSR Section 3 (Instagram) (13 September 2021). "Kunjungan Kerja Direktur Prasarana Perkeretaapian - 13 September 2021". 
  14. ^ a b Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  15. ^ Tim Telaga Bakti Nusantara.; Asosiasi Perkeretaapian Indonesia. (1997-). Sejarah perkeretaapian Indonesia (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980. 
  16. ^ Suyono, R. P., 1932- (2005). Seks dan kekerasan pada zaman kolonial : penelusuran kepustakaan sejarah. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. ISBN 9797590712. OCLC 66526505. 
  17. ^ Bijkerk, J. C., 1928- (1988). Selamat berpisah, sampai berjumpa di saat yang lebih baik : dokumenter runtuhnya Hindia Belanda. Jakarta: Djambatan. ISBN 979428095X. OCLC 23252268. 
  18. ^ "Angkutan Umum | Angkot Kota Bandung – TRANSPORTASI UMUM". transportasiumum.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-04-30. 
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Terminus Padalarang–Kasugihan Gadobangkong
ke arah Kasugihan
Cilame
ke arah Cikampek
Cikampek–Padalarang Terminus
Tagogapu
ke arah Manggarai
Manggarai–Padalarang

Koordinat: 6°50′35″S 107°29′50″E / 6.8429246°S 107.4973154°E / -6.8429246; 107.4973154