Stasiun Jombang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Stasiun Jombang
K PD Kereta Api Indonesia

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun JG.png
JG4040 11012022.jpg
Tampak depan Stasiun Jombang, 2022
LokasiJalan Jenderal Basuki Rachmat No. 1
Jombatan, Jombang, Jombang, Jawa Timur 61419
Indonesia
Ketinggian+43 m
OperatorKereta Api Indonesia
Daerah Operasi VII Madiun
KAI Commuter
Letak dari pangkal
Jumlah peron5 (satu peron sisi yang rendah, satu peron pulau yang cukup tinggi di bagian timur hingga di dalam bangunan kanopi stasiun dan agak rendah di bagian barat, dua peron pulau yang cukup tinggi, serta satu peron pulau yang rendah)
Jumlah jalur8 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • JG
  • 4040
[2]
KlasifikasiBesar tipe C[2]
Operasi layanan
Argo Wilis, Bima, Turangga, Gaya Baru Malam Selatan, Ranggajati, Wijayakusuma, Bangunkarta, Mutiara Selatan, Sancaka (reguler, fakultatif, & tambahan), Mutiara Timur, Logawa, Jayakarta, Pasundan (reguler & tambahan), Sri Tanjung, Dhoho, Ekonomi Lokal, dan Parcel ONS Selatan
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Peterongan Dhoho
Surabaya Kota–Kertosono–Blitar, p.p.
Sembung
ke arah Blitar
Ekonomi Lokal
Surabaya Kota–Kertosono, p.p.
Sembung
ke arah Kertosono
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Parkir sepeda Cetak tiket mandiri Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Layanan pelanggan Pusat informasi Musala Toilet Pertokoan/area komersial Restoran Ruang menyusui Isi baterai Area merokok 
Tipe persinyalan
Lokasi pada peta

Stasiun Jombang (JG) merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe C yang terletak di Jombatan, Jombang, Jombang; termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun pada ketinggian +43 m. Lokasi stasiun ini berada tepat di seberang Alun-alun Jombang. Semua kereta api yang melewati jalur Kertosono-Surabaya/lintas selatan Jawa pasti berhenti di stasiun ini.

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Suasana bagian dalam Stasiun Jombang, 2020

Pada awalnya, Stasiun Jombang memiliki sembilan jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus, tetapi hanya jalur 1–3 yang sering digunakan. Setelah jalur ganda yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian menuju Baron dioperasikan per 30 Oktober 2019[4][5] dan menuju Mojokerto per 26 Oktober 2020,[6] tata letak jalur mengalami perubahan. Jalur 4 yang lama sudah dibongkar untuk perluasan peron tengah sehingga jumlah jalurnya tinggal delapan. Jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus arah Kertosono, jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus arah Surabaya, dan jalur 8 yang lama yang sebelumnya merupakan sepur belok diubah menjadi jalur 7 yang baru sebagai sepur badug. Selain itu, dilakukan penambahan kanopi baru yang menaungi jalur 4 yang baru dan sistem persinyalan elektrik lama (tipe Ansaldo) telah diganti dengan persinyalan elektrik terbaru produksi PT Len Industri.

Stasiun ini memiliki jalur cabang ke arah utara menuju PlosoBabat dari jalur 1 dan menuju Kediri melalui Pare dari jalur 5 yang lama, tetapi kedua percabangan tersebut sudah dinonaktifkan.

Di bagian dalam stasiun dilengkapi ruang tunggu (terdapat ruang tunggu eksekutif) serta peron yang cukup tinggi sehingga mempermudah dalam menaikturunkan penumpang.

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada 14 Januari 1997 pukul 04.30, tiga gerbong kereta api pengangkut BBM—kemungkinan dalam Harian Kompas ditarik lokomotif BB301 22—terguling 800 meter di sebelah barat Stasiun Jombang setelah menabrak tanggul. Akibatnya, BBM (terdiri atas solar dan premium) tumpah dan mengalir di Sungai Bokrantai, kemudian terbakar. Seorang warga tewas, sementara masinis dan asisten menderita luka bakar. Perjalanan sejumlah rangkaian kereta api terhambat akibat insiden ini.[7]

Pada 27 November 2007, lokomotif dan satu kereta KA Bangunkarta anjlok 300 meter di barat Stasiun Jombang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi perjalanan KA harus tertunda sampai malam hari.[8]

Pada 14 Agustus 2010, terjadi kesalahan wesel sehingga lokomotif CC203 20 yang menarik KA Rapih Dhoho masuk ke sepur badug dan tercebur sawah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.[9]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Antarkota[sunting | sunting sumber]

Jalur Nama kereta api Kelas Tujuan akhir Keterangan
Lintas selatan Jawa Argo Wilis Eksekutif Surabaya Gubeng
Bandung
Bima Surabaya Gubeng
Jakarta Gambir
Turangga Surabaya Gubeng
Bandung
Ranggajati Eksekutif dan bisnis Cirebon
Jember
Gaya Baru Malam Selatan Eksekutif dan ekonomi Surabaya Gubeng
Jakarta Pasar Senen
Wijayakusuma Eksekutif dan ekonomi premium Cilacap
Ketapang
Mutiara Selatan Surabaya Gubeng
Bandung
Sancaka (reguler, fakultatif, & tambahan) Surabaya Gubeng
Yogyakarta
Bangunkarta Eksekutif dan ekonomi Jombang
Jakarta Pasar Senen
Mutiara Timur Ketapang Dijalankan pada hari tertentu
Yogyakarta
Logawa Bisnis dan ekonomi Purwokerto
Jember
Jayakarta Ekonomi premium Surabaya Gubeng
Jakarta Pasar Senen
Pasundan (reguler & tambahan) Ekonomi Surabaya Gubeng
Kiaracondong
Sri Tanjung Lempuyangan
Ketapang

Lokal[sunting | sunting sumber]

Nama kereta api Tujuan akhir Keterangan
Dhoho Surabaya Kota Via Kertosono
Blitar
Ekonomi Lokal (Surabaya Kota–Kertosono pp) Surabaya Kota
Kertosono

Barang[sunting | sunting sumber]

Nama kereta api Kelas Tujuan akhir Keterangan
Kereta api Over Night Services (Parcel ONS Selatan) Kereta Barang Bandung -
Surabaya Kota

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  4. ^ Syafií, Moh. Ika, Aprillia, ed. "Jalur Ganda Kereta Api Jombang - Baron Nganjuk Siap Dioperasikan". Kompas.com. Diakses tanggal 2019-12-10. 
  5. ^ Chusna, Asmaul (2019-10-30). Dewanto, Kelik, ed. "KAI siap operasikan jalur ganda Jombang-Baron". ANTARA News. Diakses tanggal 2019-12-10. 
  6. ^ Romadoni, Mohammad (2020). "PT KAI Mulai Operasikan Jalur Double Track Perlintasan Kereta Api Stasiun Mojokerto-Jombang". Tribunnews.com. 
  7. ^ "Tiga "Ketel" KA Terbakar". Harian Kompas. 15 Januari 1997. 
  8. ^ Julan, Tritus. "KA Bangun Karta Anjlok". Okezone.com. Diakses tanggal 2018-02-02. 
  9. ^ "KA Rapih Dhoho Nyungsep di Jombang". detikcom. Diakses tanggal 2018-02-02. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Sembung (Jombang)
ke arah Kertosono
Kertosono–Wonokromo Peterongan
ke arah Wonokromo
Jombang Kota
ke arah Babat
Babat–Jombang Terminus
Terminus Jombang–Kediri Wesel Pemisah (WP) Ceweng
ke arah Kediri

Koordinat: 7°33′29″S 112°14′01″E / 7.5581744°S 112.2335923°E / -7.5581744; 112.2335923