Kereta api Ranggajati

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kereta api Ranggajati
PapanKeretaApi 2020.svg
KA RANGGAJATI
Cirebon - Jember PP
Ranggajati PWT.jpg
Kereta api Ranggajati saat akan memasuki Stasiun Purwokerto.
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi III Cirebon
Mulai beroperasi1 November 2016
Operator saat iniKereta Api Indonesia
Lintas pelayanan
Stasiun awalCirebon
Stasiun akhirJember
Jarak tempuh729 km
Waktu tempuh rerata14 jam 8 menit
Frekuensi perjalananSatu kali keberangkatan tiap hari
Jenis relRel berat
Pelayanan penumpang
KelasEksekutif dan Bisnis
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 64 tempat duduk disusun 2-2 (kelas bisnis)
    arah kursi dapat diatur
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca dupleks dengan lapisan laminasi isolator panas
Fasilitas hiburanAda
Hanya tersedia pada layanan kelas eksekutif
Fasilitas bagasiAda (Bukan Kereta Bagasi)
Fasilitas lainTabung pemadam, toilet, penyejuk udara
Teknis sarana dan prasarana
Kecepatan operasional81.5–90 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA Kemenhub RI
Nomor pada jadwal111-114

Kereta api Ranggajati merupakan layanan kereta api kelas Eksekutif dan Bisnis yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melayani rute CirebonJember melalui lintas selatan Jawa (Yogyakarta-Surabaya-Probolinggo). Kereta api ini menempuh jarak sejauh 729 km dalam waktu rata-rata 14 jam 8 menit.[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kereta api Ranggajati diresmikan pada 1 November 2016 di Stasiun Cirebon yang menghadiri sejumlah penjabat dari Kota/Kabupaten Cirebon dan Jajaran PT KAI di Daop III Cirebon dengan layanan kelas Eksekutif dan Bisnis.[2]

Nama Ranggajati berasal dari tokoh asal Kabupaten Cirebon bernama Ki Gede Ranggajati yang berjasa dalam menyebarkan ajaran agama Islam di Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon pada masanya, dan turut andil dalam membangun kota Sumber sebagai ibukota kabupaten.

Stasiun Pemberhentian[sunting | sunting sumber]

Kereta api Ranggajati akan berhenti di Stasiun: Cirebon (awal terminus) » Ciledug » Ketanggungan » Linggapura* » Bumiayu » Purwokerto » Kroya » Gombong » Kebumen » Kutowinangun » Kutoarjo » Yogyakarta » Klaten » Solo Balapan » Sragen » Madiun » Nganjuk » Kertosono » Jombang » Mojokerto » Surabaya Gubeng** » Sidoarjo » Bangil » Pasuruan » Probolinggo » Klakah » Tanggul » Rambipuji » Jember (akhir terminus).

Catatan:

  • Tanda (*) berarti: Kereta api Ranggajati wajib berhenti luar biasa di Stasiun Linggapura untuk pergantian jalur kereta ke arah Bumiayu.
  • Tanda (**) berarti: Kereta api Ranggajati harus memutar lokomotif di Stasiun Surabaya Gubeng.

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada 17 Desember 2019, kereta api Ranggajati mengalami gangguan kelistrikan saat kereta api memasuki Stasiun Madiun. Dalam keterangan resminya, Manager Humas KAI Daerah Operasi VII Madiun meminta maaf atas gangguan kelistrikan tersebut.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs web resmi KAI dan jadwal kereta api