Kereta api Argo Lawu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kereta api Argo Lawu
Plat nama KA Argo Lawu.PNG
Argo Lawu dengan Priority.jpg
Kereta api Argo Lawu berjalan melintasi pemandangan Daerah Operasi V Purwokerto
Informasi umum
Jenis kereta api Kereta api ekspres
Status Beroperasi
Lokal Daerah Operasi VI Yogyakarta
Pendahulu Solo Jaya
Mulai beroperasi 21 September 1996
Pemilik PT Kereta Api Indonesia
Penumpang harian 800 penumpang per hari (rata-rata)
Perjalanan
Relasi perjalanan Solo BalapanGambir, p.p.
Jumlah perhentian Lihatlah di bawah.
Jarak tempuh 571 km
Waktu tempuh rata-rata 8 jam 22 menit (Solo-Gambir)
8 jam 30 menit (Gambir-Solo)
Frekuensi perjalanan harian Satu kali pergi pulang sehari
Nomor kereta api 7-8
7F-8F (Argo Lawu Tambahan)
Jenis rel Rel berat
Pelayanan
Kelas Eksekutif
Fasilitas difabel Ada
Susunan tempat duduk 50 tempat duduk disusun 2-2, reclining and revolving seat, dengan sandaran kaki.
Susunan tempat tidur -
Fasilitas kereta makan Ada, dapat memesan sendiri makanan di kereta makan yang tersedia.
Jenis kaca jendela Kaca panorama dupleks, dengan blinds, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburan Ada
Bagasi Ada
Lain-lain Lampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, AC, peredam suara.
Teknis sarana dan prasarana
Lokomotif CC206
Lebar sepur 1.067 mm
Elektrifikasi -
Kecepatan operasional 70 s.d. 100 km/jam
Pemilik prasarana Ditjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal 7-8
Peta rute
Solo Balapan - Yogyakarta - Jakarta Gambir
Untuk KA Argo Lawu, Argo Dwipangga, dan Taksaka
Ke Surabaya
Ke Gundih, Semarang
Solo Balapan
Ke Wonogiri
Klaten
Yogyakarta
Ke Purworejo
Kutoarjo
Kebumen
Terowongan Ijo
Kroya
Ke Cilacap, Bandung
Terowongan Kebasen
Jembatan Kali Serayu
Terowongan Notog
Purwokerto
Jembatan Sakalimolas
Ke Tegal
Ke Semarang
Cirebon
Ke Bandung
Bekasi
Jatinegara
Ke Jakarta Pasar Senen
Ke Bogor dan Sukabumi
Manggarai
Ke Tanah Abang dan Merak
Jakarta Gambir
Ke Jakarta Kota
Keterangan:
  • Taksaka juga berhenti di stasiun bertanda bolong
  • Taksaka berterminus di Stasiun Yogyakarta
  • Hanya Taksaka yang berhenti di Stasiun Bekasi

Kereta api Argo Lawu (Hanacaraka: ꧋ꦱꦼꦥꦸꦂ​ꦲꦂꦒ​ꦭꦮꦸ꧉ , Sepur Harga Lawu), adalah kereta api kelas eksekutif argo yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop VI Yogyakarta di Pulau Jawa dengan jurusan Stasiun Gambir (GMR) - Solo Balapan (SLO) dan sebaliknya.

Dalam satu rangkaian, KA Argo Lawu terdiri dari 7-9 kereta penumpang eksekutif (K1), 1 kereta makan kelas 1 (M1), dan 1 kereta pembangkit listrik (P). Dengan jumlah kereta yang dibawa, dalam satu kali perjalanan Argo Lawu mengangkut sekitar 350 sampai 450 penumpang

Asal-usul nama[sunting | sunting sumber]

Kata Argo Lawu berasal dari nama dalam bahasa Jawa Argo yang berarti 'Harga', dan juga merupakan brand image layanan kereta api eksekutif yang dimaksudkan untuk menumbuhkan kebanggaan konsumennya. Sedangkan kata Lawu diambil dari nama sebuah gunung (Gunung Lawu) yang terletak disebelah timur laut Kota Surakarta (wilayah administratif Kabupaten Karanganyar, Magetan, dan Ngawi) yang memiliki ketinggian 3.245 m.

Sejarah pengoperasian[sunting | sunting sumber]

KA ini diluncurkan pada tanggal 21 September 1996 dengan tagline JSO-751 (Jakarta-Solo 7 jam di peringatan 51 tahun Kemerdekaan RI). Perjalanan Solo-Jakarta (571 km) ditempuh dalam waktu kurang lebih 8 jam dan hanya berhenti di Stasiun Klaten, Yogyakarta, Purwokerto, Cirebon, dan Jatinegara (arah Jakarta).

Perjalanan kereta api dari Stasiun Solo Balapan ke Gambir pada siang hari memungkinkan penumpang menikmati indahnya panorama pegunungan di Bumi Banyumas, Kali Serayu dan Kali Progo. Sementara perjalanan dari Jakarta-Solo dilakukan pada malam hari. Artinya, perjalanan Argo Lawu berkebalikan dengan Argo Dwipangga.

Rangkaian kereta[sunting | sunting sumber]

Kereta eksekutif baru tahun 2016 yang dipakai untuk kereta api Argo Lawu.

Dengan diluncurkannya KA Argo Lawu pada 21 September 1996, maka kereta ini juga mendapat rangkaian baru dari PT Inka dengan kode BP/M1/K1-968xx (no. baru: P/M1/K1 0 96 xx). Rangkaian KA buatan 1996 ini memiliki ciri khas, yaitu menggunakan AC bentuk trapesium, dan letak kaca yang lebih rendah serta ukuran kereta yang lebih tinggi, berbeda dari rangkaian buatan tahun 1995 yang AC-nya berbentuk kotak dan buatan tahun 1998-2002 yang AC-nya berbentuk melengkung.

Ini dikarenakan kereta ini merupakan modifikasi dari kereta ekonomi buatan tahun 50-an, namun setelah diretrofit di PT INKA, diganti bogienya menjadi tipe K8, menjadi kereta yang benar-benar baru, dan dapat dianggap buatan tahun 1996.

Rangkaian ini digunakan sekitar tahun 1996 sampai 2000-an awal, sampai kereta ini mendapat surplus kereta kelas Anggrek K9. Rangkaian buatan 1996 pun dihibahkan ke Taksaka maupun Argo Dwipangga.

Sejak awal tahun 2000-an KA Argo Lawu pernah menggunakan gerbong Anggrek K9 setelah adanya surplus rangkaian pada tahun 2000-an awal, karena salah satu dari dua rangkaian Argo Muria telah memakai kereta baru dari INKA pada tahun 2002. Rangkaian ini menggunakan warna ungu, berbeda dengan saat digunakan oleh KA Argo Bromo Anggrek/Muria.

Sayangnya, KA ini sering anjlok di jalur selatan yang notabene tidak lurus, maka KA Argo Lawu kembali menggunakan KA eksekutif biasa pada akhirnya, dimana kereta api Argo Lawu mendapatkan kereta eksekutif Argo batch 2002 milik Argo Muria, sementara rangkaian Anggrek milik Argo Lawu dihibahkan pada KA Argo Muria dan menjadi Argo Sindoro. Akhirnya, sejak Oktober 2008, KA Argo Lawu menggunakan rangkaian kereta baru buatan PT INKA, untuk menggantikan rangkaian generasi pertama buatan 1996 yang dialihkan ke Taksaka ataupun Argo Dwipangga dan rangkaian Anggrek K9 yang sering anjlok saat dipakai oleh Argo Lawu, dimana rangkaian Anggrek K9 ini dipakai oleh Argo Sindoro pada akhirnya sampai tahun 2011.

Sampai saat ini, kereta ini sering bertukar rangkaian dengan Argo Dwipangga, sehingga seringkali kereta milik Argo Lawu dapat tersambung di kereta Argo Dwipangga, maupun sebaliknya. Karena kereta pembangkit asli milik kereta ini juga sering dipakai kereta lain, maka kereta ini dan Argo Dwipangga juga terkadang menggunakan kereta pembangkit yang khas (P 0 78 03 SLO), karena mirip dengan kereta bagasi (B). Rangkaian ini kemudian dijadikan sebagai rangkaian fakultatif sejak sejumlah kereta eksekutif milik dipo Solo Balapan dihibahkan.

Pasca lebaran tahun 2016, kini rangkaian kereta api Argo Lawu reguler resmi menggunakan rangkaian kereta eksekutif terbaru produksi 2016 oleh PT Inka, Madiun, bersamaan dengan kereta api Argo Dwipangga. Adapun susunan rangkaiannya adalah sebuah lokomotif, delapan kereta eksekutif (K1 0 16 xx), satu kereta makan (M1 0 16 xx), kereta pembangkit (P), dan kereta bagasi (B). Terkadang kereta api ini menggunakan kereta pembangkit tipe lamanya dan bisa bertukar kereta dengan kereta api Argo Dwipangga yang memiliki jenis kereta yang sama.

Lokomotif penarik[sunting | sunting sumber]

Sebagai kereta eksekutif Argo, kereta api ini selalu ditarik lokomotif CC203 secara reguler sejak awal beroperasinya sampai dengan tahun 2006 dimana CC 204 batch pertama didatangkan untuk Dipo Lokomotif Yogyakarta (YK). Sejak saat itu, terkadang CC204 juga menarik kereta ini meskipun tidak sering karena saat itu, hanya tiga lokomotif CC204 yang ada (CC204 05, 06, dan 07). Sejak CC204 generasi kedua mulai banyak, secara bergantian antara CC203 dan CC204 pun bergantian menarik kereta ini. Pada tahun 2013, sejak kedatangan lokomotif CC206, CC206 pun dijadikan lokomotif penarik utama, hingga saat ini.

Pada budaya populer[sunting | sunting sumber]

Kereta api Argo Lawu bersama kereta api kelas Argo lainnya diangkat menjadi lagu campur sari karya Cak Diqin, "Sepur Argo Lawu".[1] Pada lagu tersebut disebutkan nama Argo Lawu, Argo Dwipangga, Argo Wilis, Argo Muria, Argo Bromo Anggrek, dan Sri Tanjung.

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal perjalanan KA Argo Lawu per 1 April 2017 (berdasarkan Gapeka 2017).

Reguler

Stasiun Kedatangan Keberangkatan
KA 7 Argo Lawu (Solo Balapan-Yogyakarta-Gambir)
Solobalapan - 08.15
Klaten 08.25 08.27
Yogyakarta 08.52 08.57
Kutoarjo 09.49 09.53
Purwokerto 11.23 11.35
Cirebon 13.29 13.37
Jatinegara 16.11 16.13
Gambir 16.27 -
KA 8 Argo Lawu (Gambir-Yogyakarta-Solo Balapan)
Gambir - 20.15
Cirebon 23.03 23.12
Purwokerto 01.09 01.23
Kutoarjo 02.52 02.56
Yogyakarta 03.48 03.53
Klaten 04.17 04.19
Solo Balapan 04.45 -

Fakultatif

Stasiun Kedatangan Keberangkatan
KA 8F Argo Lawu Fakultatif Malam
(Gambir-Solo Balapan)
Gambir - 21.15
Cirebon Kejaksaan 00.05 00.26
Purwokerto 02.22 02.35
Yogyakarta Tugu 04.58 05.03
Klaten 05.28 05.30
Solo Balapan 05.55 -
KA 7F Argo Lawu Fakultatif Pagi
(Solo Balapan-Gambir)
Solo Balapan - 09.00
Klaten 09.25 09.28
Yogyakarta Tugu 09.53 10.00
Purwokerto 12.34 12.46
Cirebon Kejaksaan 14.43 14.50
Jatinegara 17.32 17.34
Gambir 17.50 -

Tarif[sunting | sunting sumber]

Tarif kereta api ini adalah Rp 215.000,00 - Rp 445.000,00, bergantung pada jarak yang ditempuh penumpang, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta, serta hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional. Selain itu, berlaku pula tarif khusus yang hanya dapat dipesan di loket stasiun mulai dua jam sebelum keberangkatan pada stasiun-stasiun yang berada di dalam rute berikut.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Foto KA Argo Lawu saat melewati Jembatan Sakalimolas/Sakalibel, Bumiayu, Brebes.
Foto-foto lain

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]