Lompat ke isi

Kereta api Tegal Bahari

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kereta api Tegal Bahari

Papan kereta api Tegal Bahari sebelum menggunakan rangkaian generasi terbaru dan masih digunakan untuk petunjuk KA di setiap peron stasiun
Kereta api Tegal Bahari dengan rangkaian kereta campuran generasi terbaru di Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat

Kereta api Tegal Bahari
Peta
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi I Jakarta
Mulai beroperasi4 Oktober 2014
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Lintas pelayanan
Stasiun awalPasar Senen
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirTegal
Jarak tempuh289 km
Waktu tempuh rerata4 jam 27 menit
Frekuensi perjalananSatu kali keberangkatan tiap hari
Jenis relRel berat
Pelayanan penumpang
KelasEksekutif dan ekonomi
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
    kursi bisa direbahkan dan bisa diputar posisi kursi arah lajur kereta.
  • 72 tempat duduk disusun 2-2 (kelas ekonomi)
    kursi dapat direbahkan dan diputar searah lajur kereta.
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas bagasiAda
Fasilitas lainToilet, alat pemadam api ringan, penyejuk udara, rem darurat.
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional65 s.d 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal203-204

Kereta api Tegal Bahari merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia (KAI) dengan relasi Pasar SenenTegal melalui lintas utara Jawa. Nama kereta api ini diambil dari motto Kota Tegal, Jawa Tengah, yakni Tegal dan Bahari. Bahari pada motto Kota Tegal singkatan dari, "Bersih", "Aman", "Hijau", "Asri", "Rapi", dan "Indah".

Kereta api ini merupakan salah satu kereta penumpang dengan rangkaian panjang di Indonesia bersama dengan KA Gumarang, KA Kertajaya, KA Jayakarta, dan KA Tawang Jaya.[1] Mulai 16 Juli 2025, Kereta api Tegal Bahari tidak menggunakan rangkaian panjang lagi untuk layanan kereta campuran ini.

Sejarah pengoperasian

[sunting | sunting sumber]

Tegal Bahari (eks Cirebon Ekspres Tegal)

[sunting | sunting sumber]
Kereta api Tegal Bahari saat melintas di Cikampek, Karawang (2019)

Kereta api Tegal Bahari merupakan sempalan (spin-off) dari rumpun layanan kereta api Cirebon Ekspres setelah dilakukan perpanjangan lintas pelayanan menuju Stasiun Tegal sejak 2007. Peluncuran kereta api Tegal Bahari juga diiringi dengan peluncuran kereta makan bercorak batik tegalan.[2] Sebelumnya, layanan kereta api Tegal Bahari dimiliki oleh Daerah Operasi III Cirebon dengan kelas eksekutif dan bisnis (2007-2016), tetapi kemudian diubah menjadi kelas eksekutif dan ekonomi new image (2016-2019). Kereta api ini beroperasi hingga tanggal 15 Agustus 2019 sebelum digantikan dengan kereta api Argo Cheribon yang beroperasi mulai tanggal 16 Agustus 2019.

Penerus rute Jakarta–Tegal sampai sekarang

[sunting | sunting sumber]

Pada awalnya, sebelum kereta api Tegal Bahari beroperasi, terdapat layanan kereta api yang melayani lintas Tegal–Jakarta pp melalui jalur utara, Pada tanggal 10 Mei 1984, Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) merilis Gapeka baru. Dalam Gapeka ini, pengoperasian kereta api Gunungjati dipecah menjadi tiga layanan, yakni KRD Gunungjati dengan rute Jakarta Kota–Cirebon pp via Gambir, KA Ekspres Jakarta Kota–Cirebon pp via Pasar Senen (kemudian menjadi kereta api Cirebon Ekspres), serta KA Ekspres Jakarta Kota–Tegal pp via Pasar Senen.[3]

Dalam kasus ini, Kereta api Tegal Arum dalam jadwal tersebut tidak secara eksplisit disebutkan. Pada jadwal KA antara 7 Mei 1987 hingga 31 Mei 1988, Kereta api Gunungjati berjalan dengan dua rute, yakni Jakarta–Cirebon pp dan Jakarta–Tegal pp.[4] KA dengan rute Jakarta–Tegal pp ini kelak dijenamakan ulang menjadi Kereta api Tegal Arum. Nama Tegal Arum disebutkan secara eksplisit sebagai KA pertama yang berhasil melewati jembatan Ci Sanggarung di Losari saat jembatan tersebut diganti pada 19 Oktober 1988.[5]

Meskipun Kereta api Tegal Arum menjadi KA andalan masyarakat Tegal, kerusakan fasilitas pada kereta penumpang yang digunakan KA ini sempat disorot pada akhir tahun 1989. Lampu penerangan banyak yang tidak berfungsi, sistem sanitasi rusak, dan penanda nomor tempat duduk tidak jelas. Banyak penumpang yang mengeluhkan keran di toilet rusak sehingga toilet kereta tidak dapat digunakan. Akibatnya, rangkaian KA Tegal Arum harus mendapatkan perawatan total mulai 17 Desember tahun tersebut.[6]

Pada 1 Juni 1992, dengan rampungnya switch-over jalur layang Jakarta Kota–Manggarai, Kereta api Gunungjati (menggantikan dengan Kereta api Cirebon Ekspres) akhirnya dihapus, sehingga menyisakan Kereta api Tegal Arum. Untuk mengisi kekosongan rute tersebut, dijalankan Kereta api Cirebon Ekspres yang berangkat dari Cirebon pukul 12.20.[7] Kereta api Tegal Arum berhenti beroperasi sejak 4 April 2016; rangkaian ini akan dihibahkan ke Kereta api Tawang Jaya untuk pengoperasian kereta api rangkaian panjang rute Semarang-Jakarta.

Pada 10 Agustus 2012, Kereta api Tegal Ekspres beroperasi dengan rute sebelumnya adalah Tegal-Semarang Poncol pp,[8][9] kemudian pada 1 Agustus 2013 diluncurkan ulang dengan rute yang baru, yaitu Tegal–Pasar Senen pp. Mulanya kereta api tersebut merupakan KA tambahan lebaran[10] yang memanfaatkan rangkaian Kereta api Progo yang menganggur di Jakarta, tetapi pengoperasian Kereta api Tegal Ekspres telah dihentikan pada 30 September 2021 karena digantikan layanan oleh Kereta api Airlangga rute Surabaya-Jakarta, sehingga layanan kereta api di lintas Tegal–Jakarta pp diteruskan oleh sejumlah kereta api lainnya, seperti Kereta api Argo Cheribon, Kereta api Jayabaya, Kereta api Matarmaja, dan Kereta api Tawang Jaya.

Kereta api Tegal Bahari sempat berhenti beroperasi selama 2,5 tahun akibat peleburan tiga layanan kereta api dari Daerah Operasi III Cirebon (yaitu Argo Jati, Cirebon Ekspres dan Tegal Bahari). Pada 26 Maret 2022, Kereta api Tegal Bahari kembali beroperasi dengan menggunakan rangkaian Kereta api Progo yang menganggur di Jakarta.[1]

Seiring berlakunya Gapeka 2023 pada 1 Juni 2023, Kereta api Tegal Bahari mengalami perubahan pola operasional, yakni menggunakan rangkaian idle Kereta api Gumarang (kelas eksekutif dan bisnis). Hal ini disebabkan karena pada waktu yang bersamaan, Kereta api Progo juga mengalami perubahan pola operasional, yaitu langsung kembali ke Lempuyangan setelah tiba di Pasar Senen.[1] Operasional kereta api Tegal Bahari tetap dikelola oleh Daerah Operasi I Jakarta. Hal serupa juga terjadi pada kereta api Jayabaya dan Kereta api Dharmawangsa Ekspres, yang mana kereta api tersebut dikelola oleh Daerah Operasi I Jakarta, tetapi menggunakan rangkaian yang tidak berkedudukan di depo induk yang berada di Daerah Operasi I Jakarta.

Kereta api Tegal Bahari dengan rangkaian baru.

Mulai 16 Juli 2025, kereta api Tegal Bahari (bersamaan dengan kereta api Gumarang) resmi mengakhiri layanan kereta bisnis dari seluruh kereta api reguler di Pulau Jawa, dan digantikan dengan kereta ekonomi generasi terbaru yang berbahan baja nirkarat yang diproduksi oleh PT INKA Madiun.

Stasiun pemberhentian

[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah stasiun pemberhentian kereta api Tegal Bahari per 1 Februari 2025.

Provinsi Kota/Kabupaten Stasiun Keterangan Status
Jawa Tengah Kota Tegal Tegal Stasiun ujung
Brebes Brebes -
Jawa Barat Cirebon Babakan -
Kota Cirebon Cirebon Prujakan -
Indramayu Jatibarang -
Bekasi Cikarang LW Terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang serta Commuter Line Walahar dan Jatiluhur
Kota Bekasi Bekasi Terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang
DKI Jakarta Pasar Senen Stasiun ujung, terintegrasi dengan Commuter Line Cikarang dan BRT Transjakarta

Keterangan

Stasiun ujung (terminus)
Berhenti untuk semua arah
Berhenti hanya untuk arah Pasar Senen (satu arah)

Pada sekitar pukul 09.30, tanggal 29 April 2023. AKBP Buddy Alfrits Towoliu, yang merupakan Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur tewas setelah tertabrak kereta api Tegal Bahari yang melintas dari arah Stasiun Jatinegara, tepatnya di km 12+400 atau setelah flyover Jatinegara.[11]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 3 Farozy, Ikko Haidar (2023-05-09). "GAPEKA 2023, KA Tegal Bahari Beroperasi dengan Pola Baru!". Railway Enthusiast Digest. Diakses tanggal 2024-12-15.
  2. Sarono, Ari Himawan. Asdhiana, I Made (ed.). "KA Tegal Bahari, Kereta Bernuansa Batik". Kompas.com. Diakses tanggal 2019-12-30.
  3. "PJKA Merencanakan Melakukan Perubahan Perjalanan Kereta Api". Berita Yudha. 10 Mei 1984.
  4. "Jadwal dan Penyediaan Tempat Duduk KA Lebaran Tiap-tiap Hari Di eksploatasi Barat Tahun 1988 Mulai Tanggal: 7 Mei 1987 s/d 31 Mei 1988". Neraca. 10 Mei 1988.
  5. "Sepanjang 50 m Jembatan KA Cisanggarung diganti". Neraca. 21 Oktober 1988.
  6. "KA Tegal Harum akan Diperbaiki". Neraca. 14 Desember 1989.
  7. "KA Cirebon Ekspres Tambah Jadwal Pemberangkatan". Berita Yudha. 6 Mei 1992.
  8. Setyabudi, Nugroho (2012-08-07). "Kereta Tegal Ekspres Diluncurkan pada 10 Agustus 2012". Okezone.com. Diakses tanggal 2022-03-25.
  9. Zuhra, Wan Ulfa Nur (2012-08-10). Muna, Fauzul (ed.). "KERETA API SEMARANG: Kaligung Ditarik, Tegal Ekspres Meluncur". Bisnis.com. Diakses tanggal 2022-03-25.
  10. Suryowati, Estu (2013-08-01). Syatiri, Ana Shofiana (ed.). "Saat Mudik, Stasiun Senen Paling Padat". Kompas.com. Diakses tanggal 2022-03-25. Sementara satu kereta api tambahan yang sudah berangkat ialah Tegal Ekspres Lebaran. Rencananya, hari ini akan ada empat rangkaian kereta api tambahan Lebaran.
  11. Fadilah, Ilyas (2023-04-29). "Kasat Narkoba Polres Jaktim Ditemukan Tewas di Rel, KAI Beberkan Fakta Ini". Detik.com. Jakarta: Trans Media. Diakses tanggal 2023-04-29.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]