Kereta api Lodaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Kereta api Pajajaran)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Lodaya
PapanKeretaApi 2020.svg
KA LODAYA
Solo Balapan - Bandung (PP)
Image Kereta api Lodaya.jpg
Kereta api Lodaya saat akan memasuki stasiun Solo Balapan, kota Surakarta, Jawa Tengah.
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi VI Yogyakarta (reguler)
PendahuluFajar Pajajaran
Senja Mataram
Mulai beroperasi12 Mei 2000[1]
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Lintas pelayanan
Stasiun awalSolo Balapan
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirBandung
Jarak tempuh461 km
Waktu tempuh rerata8 jam 23 menit
Frekuensi perjalananDua kali keberangkatan tiap hari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif dan ekonomi premium (reguler)
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 80 tempat duduk disusun 2-2. Sebanyak 40 kursi ke arah depan dan 40 ke arah belakang (kelas ekonomi premium)
    kursi dapat direbahkan
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC206
Lebar sepur1.067 mm
Elektrifikasi-
Kecepatan operasional70 s.d. 120 km per jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal
  • 157-160 (reguler)

Kereta api Lodaya merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi premium yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero), melayani lintas Solo BalapanBandung dan sebaliknya. Kereta api ini menawarkan perjalanan sebanyak dua kali (pagi dan malam) perjalanan pulang-pergi.

Asal-usul nama[sunting | sunting sumber]

Logo asli kereta api Lodaya sejak 2000 hingga 2006.

Nama "Lodaya" (bahasa Sunda: ᮜᮧᮓᮚ) berasal dari seekor macan putih (atau disebut Harimau Lodaya, maung dalam bahasa Sunda) jelmaan Prabu Siliwangi—salah satu raja yang memerintah Kerajaan Sunda Galuh—ketika berhadapan dengan putranya, Raden Kian Santang.

Saat ini kata lodaya digunakan dalam bahasa Sunda modern untuk menyebut harimau, dan kata maung digunakan untuk menyebut "macan" (hewan dalam genus Panthera, kecuali singa) secara umum.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kereta api Lodaya saat akan melintas langsung Stasiun Lempuyangan, 2014

Pada awalnya, terdapat layanan kereta api bernama Fajar Pajajaran dan Senja Mataram yang mulai beroperasi pada 11 Maret 1992 melayani lintas BandungYogyakarta—kereta api Fajar Pajajaran dari Bandung memiliki waktu keberangkatan pada pagi hari sementara kereta api Senja Mataram dari Yogyakarta memiliki waktu keberangkatan pada malam hari. Pada 1 September 1992, lintas pelayanan kereta api tersebut diperpanjang hingga Stasiun Solo Balapan.

Pada 12 Mei 2000, PT KA melakukan perombakan pada layanan kereta api sehingga kereta api Fajar Padjajaran dan Senja Mataram digantikan oleh Lodaya.[1] Corak rangkaian kereta api Lodaya dibuat berbeda dengan kereta api lain—corak berwarna biru-putih dengan warna biru di ujung kanan dan kiri kereta serta putih di tengah, serta terdapat tulisan "Lodaya". Walaupun demikian, rangkaian kereta api saat itu sering kali bertukar. Pada 2003, PT KAI meluncurkan kereta api Lodaya II.[2]

Kereta api Lodaya beroperasi menggunakan rangkaian kereta baja nirkarat buatan PT INKA mulai 2018 dengan layanan kelas eksekutif dan ekonomi premium.

Data teknis[sunting | sunting sumber]

Lintas pelayanan Solo BalapanBandung pp.
Lokomotif CC206
Susunan rangkaian kereta Kereta api reguler

1 kereta pembangkit (P 2018 SLO) + 4 kereta kelas eksekutif (K1 2018 SLO) + 1 kereta makan (M1 2018 SLO) + 4 kereta kelas ekonomi premium (K3 2018 SLO)

Catatan: Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu

Jumlah tempat duduk 520 tempat duduk (reguler)

Insiden[sunting | sunting sumber]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "12 Mei, KA Senja Mataram dihapus & diganti Lodaya". Solopos. 3 Mei 2000. 
  2. ^ "PT KAI Pangkas Sejumlah Perjalanan KA Ekonomi". Tempo. 2003-09-05. Diakses tanggal 2020-01-06. 
  3. ^ Nugroho, Rento Ari (10 Oktober 2013). Prasetyo, Budi, ed. "KA Lodaya Tabrak Batu di Kebumen". Tribunnews.com. Diakses tanggal 29 Desember 2019. 
  4. ^ Rezkisari, Indira (5 Oktober 2015). "KA Lodaya Anjlok di Tasikmalaya". Republika. Diakses tanggal 29 Desember 2019. 
  5. ^ Putra, Wisma (29 Mei 2019). "Kereta Api Lodaya Tambahan Anjlok di Nagreg". detikNews. Diakses tanggal 29 Desember 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]